You are on page 1of 116

HIGH RISK PREGNANCY

Dr. Kusuma Andriana, SpOG

DEFINISI

Suatu kondisi yang dapat meningkatkan risiko kesakitan, kematian pada ibu, janin dan atau bayi yang dilahirkan sebelum, selama dan setelah persalinan. Insiden sangat bervariasi

Data Dasar Indikator Kesehatan

Canada Indonesia Philippines Morbiditas Maternal Per 100,000 6 470 246 Risiko seumur hidup Kematian Ibu 1 dari 8,700

65

96

WHO REPRODUCTIVE HEALTH AND RESEARCH

Data Dasar Indikator Kesehatan



Persalinan yang didampingi Petugas terlatih % Cakupan Asuhan ANC % 100 82

Canada

Indonesia Philippines

98

55.8

56.4

83

WHO REPRODUCTIVE HEALTH AND RESEARCH

Apa yang disampaikan statistik tentang kesehatan reproduksi?


515 000 Perempuan meninggal setiap tahunsatu setiap menit-akibat komplikasi kehamilan dan persalinan 99% kematian ini terjadi di negara berkembang

Sebagai Tambahan:
Setiap tahun, hampir 50 juta perempuan mengalami masalah kesehatan maternal Remaja memiliki risiko kematian selama kehamilan dan persalinan dua kali lebih besar

Setiap tahun 50 juta kehamilan yang tidak diinginkan diakhiri

Lebih Lanjut:
20 juta perempuan melakukan aborsi yang tidak aman. Terdapat hubungan langsung antara kesehatan ibu yang rendah dengan peluang bayi baru lahir untuk bertahan hidup
Risiko kesehatan berhubungan dengan kesehatan ibu dan HIV/AIDS

Penyebab Utama Kematian dan Kesakitan Ibu


Kematian Ibu: kematian seorang perempuan selama hamil atau dalam 42 hari pengakhiran kehamilan, dari berbagai sebab yang berhubungan atau diperberat oleh kehamilan atau penatalaksanaannya, tetapi bukan akibat kecelakaan. (Definisi WHO)

Penyebab Tidak Langsung 20% Perdarahan 25% Penyebab Langsung Lainnya 8% Sepsis 14% Kom plikasi Akibat Aortus Tidak Am an 13%

Partus Lam a 7%

Hipertensi 13%

PENYEBAB TIDAK LANGSUNG

Anemia Kurang Energi Kronik (KEK) 4 Terlalu : Muda / Tua Sering /Banyak

Faktor Sosioekonomi dan Budaya


Kesehatan dan nutrisi yang rendah Tidak adekuat, sulit dicapai, atau tidak terjangkau sarana pelayanan kesehatan Higiene dan asuhan yang rendah selama persalinan Kemiskinan/rendahnya pengetahuan/ kurangnya kebijakan pemerintah

3 - Keterlambatan
1. Memutuskan untuk mendapat pertolongan Mencapai tempat pelayanan kesehatan yang layak Mendapatkan pelayanan yang berkualitas

2. 3.

Safe Motherhood:
Kemampuan perempuan untuk mendapatkan pelayanan yang berkualitas yang dibutuhkan, pada lingkungan yang bebas risiko dan menjadi sehat selama kehamilan dan persalinan.

Safe Motherhood
Pelayanan Esensial: Pendidikan, mobilisasi masyarakat Asuhan antenatal, termasuk promosi terhadap nutrisi ibu yang baik Kehadiran petugas yang terlatih selama persalinan

Safe Motherhood
Pelayanan Esensial :
1. Kehadiran tenaga terlatih menghadapi komplikasi obstetrik 2. Asuhan Antenatal 3. Pelayanan untuk mencegah dan menangani komplikasi akibat aborsi yang tidak aman 4. Konseling Keluarga Berencana 5. Pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja

INTERVENSI STRATEGIS DALAM UPAYA SAFE MOTHERHOOD

4 PILAR SAFE MOTHERHOOD


Pelayanan Obstetry Essensial Persalinan Bersih dan Aman

KB ANC

PEMANTAUAN DAN EVALUASI

INDIKATOR CAKUPAN

1. CAKUPAN ANC 2. CAKUPAN PERSALINAN DAN KUNJUNGAN NEONATUS

INDIKATOR OUTCOME
1. CAKUPAN PENANGANAN KASUS OBSTETRI 2. CASE FATALITY RATE KASUS OBST 3. JUMLAH KEMATIAN ABSOLUT 4. PENYEBARAN FASILITAS PELAYANAN OBST YG MAMPU PONEK DAN PONED 5. % SC

Profesi kesehatan memegang peran penting dalam menjamin Safe Motherhood.

ASSESSMENT
Anamnesa
Usia ibu < 20 (PE/E, IUGR) dan > 35 th (DM, obes, HT, abnormal kromosom) ART multiple, HT, preterm RPD Riw Keluarga & sosial Ras Riw Obstetri sebelumnya

Riwayat Obstetri
Abortus habitualis > 3 kali berturut-turut
Karyotiping fetus dan ayah P/ anomali Cx dan uterus Abnormal hormon (hipotyroid) Peny trombosit Infeksi genitalia

Lahir mati atau KND sebelumnya Riw Partus Prematurus Rhesus isoimun & ABO incomp

Riwayat Obstetri
Riw PE/E Riw kelainan genetik or kongenital Paparan teratogenik
Obat
Alkohol, anti kejang, lithium, mercury, thalidomide, DES, isotretinoin dll

Agen infeksi Toxoplasma Rubella CMV, Herpes dll Radiasi aman bila < 0.05 Gy

Riwayat Sosial
Alkohol Rokok NARKOBA Kekerasan Fisik dan Psikis

Alkohol
Teratogenic pemakaian kronis Fetal Alchl Syndrome (FAS)
IUGR Facial anomalies ~ Down Syndr Disfungsi CNS
Mikrosepali RM Abnormal neurobehavior

Rokok
Berhub dg BBLR & prematuritas Terdpt hub antara merokok dg :
Sudden Infant Death Asma Chronic respiratory illnes Pe risiko infeksi

NARKOBA
Marijuana
Blm terbukti teratogenic

Kokain
Komplikasi (ab spontan, IUFD, sol plac, partum prematur) Efek Teratogenik (= disfungsi ok Alkohol)

Opiat (Heroin)
Pe 3-7 x insiden lahir mati, IUGR, prematur, KND, dan PE Infant withdrawal 24-72 post partum

NARKOBA cont
Halusinogen
Blm terbukti Tk laku berisiko pd ibu berbahaya u/ janin

Amphetamine
Me lingkar kepala janin Sol plac IUGR (ok impair nutrition pd ibu) IUFD

NARKOBA cont
Adiksi Fatal Narkotic Withdrawal Syndrome
High-pitched cry Poor feeding Hipertonik/tremor Irritability Sneezing Sweating Vomit/diare Kejang

Faktor Risiko yg berhub dg Masalah Obs

PRETERM
Usia <16 or > 35 Sosial ekonomi rendah BB < 50 kg Gizi buruk Riw preterm sebelumnya Incomp Cx Anomali uterus Merokok Narkoba Pyelonefritis, pneumonia Kehamilan multipel Anemia Kelainan letak PRM Abnormal plac Infeksi

Faktor Risiko yg berhub dg Masalah Obs

POLIHIDRAMNION
DM Kehamilan multipel Kelainankongenital Isoimun (Rh or ABO) Non imun hidrops Kelainan letak

Faktor Risiko yg berhub dg Masalah Obs

IUGR
Kehamilan multipel Gizi buruk Peny. Jantung cyan HT kronik PIH Rekuren APB Merokok DM Fetal infection Anomali jantung janin Narkoba Kelainan kongenital Hbpathia

Faktor Risiko yg berhub dg Masalah Obs

OLIGOHIDRAMNION
Renal agenesis (Potter synd) Prolonged PRM IUGR IUFD

Faktor Risiko yg berhub dg Masalah Obs

POSTTERM
Anenchepali Placental sulfatase defisiensi Perinatal hipoxia Placental insuf

Abnormal Kromosom
Usia ibu > 35 th

KOMPLIKASI MEDIS
Kronik HT Renal disease DM Peny Jantung Kanker Sickel cell disease NARKOBA Peny Paru (TB, asma dll) Gangguan tyroid Peny GI dan liver Epilepsi Kelainan darah Lain-lain (trauma pelvis, kelainan conetive tissue, RM, ganggaun jiwa)

SCREENING TEST
Serum maternal
Triple screen UK 16-19 mgg (AFP, -hCG, estriol) NTD, Down syndrome

Diabetes
Glucose challenge test (if GD > 140) GTT (jam I, II dan III) di UK 24 dan 28 mgg

SCREENING TEST
Isoimunization
Ibu Rh neg + bpk Rh pos : skrining AB pd T1 UK 24 28 mgg AB neg : beri Rhogam

Beta Hemolytic Stereptococcus


Terdapt pd 10-30 % di vag or rectum wnt hamil cek UL dan kultur urine UK 35-37 mgg

PRENATAL DIAGNOSIS
USG
Bukan pemeriksaan rutin Untuk mengetahui :
Jml janin, presentasi, cor, plac, usia GS Anomali survey fetal anatomi UK 17-20 mgg

Aneuploidy marker di USG Amniocentesis UK 15 20 mgg


Sitologi infeksi, AFP, kematangan paru

Chorionic Villus Sampling UK 10 12 mgg


ALternatif dari amniocentesis, tdk bisa untuk NTD

Fetal blood sampling


Analisa kromosom or analisa metabolik pd T2 dan T3

Pre-conceptual counselling Fig. 3 Atrioventricular canal defect in a baby with Down's syndrome. There is a large ventricular septal defect (VSD) and no identifiable atrial septum. Folic acid reduces the incidence of neural tube defects. Certain medical disorders, particularly structural cardiac disease and renal failure, may have major implications for mother and baby. Screening for structural or genetic fetal abnormality may be possible

Atrioventricular canal defect in a baby with Down's syndrome. There is a large ventricular septal defect (VSD) and no identifiable atrial septum.

Anticonvulsants are associated with neural tube defects, cardiac and craniofacial defect. The figure shows a unilateral cleft lip

Kelainan Kromosom
Pada autosom
Sindroma Down : Trisomi 21 Sindroma Patau : Trisomi 13 Sindroma Cri du Chat Sindroma Edward : Trisomi 18

Pada Kromosom seks


Sindroma Kleinefelter Sindroma Turner Wanita multi X

DOWN SYNDROMA
Merupakan kelainan kromosom yang paling sering terjadi dan mengenai kromosom 21 yang jumlahnya menjadi 3 (trisomi 21) shg jumlah kromosom total menjadi 47 Terjadi akibat adanya non-disjungtion pada meiosis di dalam ovum tapi orang tua anak ini memiliki karyotipe yang normal. Umur ibu memiliki pengaruh kuat pada angka kejadian sindroma Down 1:1550 kelahiran hidup dari < 20 thn

1:25 kelahiran hidup dari > 45 thn Klinis : retardasi mental, wajah datar, lipatan epikantus, cacat jantung kongenital, hipotoni otot reflek moro , kulit leher menebal, telinga dislastik, garis tangan horisontal

Fenotype Trisomi 13

Klinis Trisomi 13

Karyotipe trisomi 13

Karyotipe Normal

Klinis Trisomi 18

Fenotype Trisomi 18

Karyotipe trisomi 18

Karyotipe Normal

KESEJAHTERAAN JANIN
Fetal monitoring
External Doppler Internal fetal scalp Sonografi doppler velocimetry

Interpretasi FHR
Antepartum NST Intrapartum CST

KASUS OBSTETRI

Manajemen Persalinan

Objektif
Definisi dan diagnosis persalinan (kala, his, mekanisme dll) Definisi dan diagnosis distosia

Penyebab distosia
Pencegahan dan manajemen distosia

Penggunaan oksitosin yang tepat

Source: WHO/UNFPA/UNICEF/WORLD BANK. IMPAC-Managing Complications in Pregnancy and Childbirth: A Guide for Midwives and Doctors. WHO 2000 (WHO/RHR/ 00.7)

Perdarahan Obstetrik

Prinsip
Tegakkan diagnosis secara cepat Kenali sumberdaya dan kemampuan untuk kompensasi Resusitasi aktif pada perdarahan masif Identifikasi penyebab dasar Mengatasi penyebab

Perdarahan Antepartum

Definisi
Perdarahan pervaginam antara usia kehamilan 20 minggu hingga melahirkan

Insidens
2%-5% dari seluruh kehamilan Berbagai penyebab perdarahan antepartum
solusio plasenta Tidak terklasifikasi plasenta previa Lesi saluran genital bawah Lain-lain 40% 35% 20% 5% - 1% kehamilan - % kehamilan

Etiologi HAP
Servikal Perdarahan kontak (misalnya: koitus, pap-smear, neoplasia, pemeriksaan dalam) inflamasi (misalnya: infeksi) Dilatasi dan penipisan servik (misalnya pada persalinan, servik inkompeten) Plasenta solusio previa ruptura sinus marginalis vasa previa Lain-lain - kelainan faktor pembekuan darah

Prosedur Diagnostik
Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik - Jangan lakukan pemeriksaan dalam Ultrasonografi Monitor elektronik janin Spekulum
Lakukan pemriksaan USG lebih dahulu jika memungkinkan jangan lakukan Periksa Dalam

Laboratorium (DL, Gol Drh, FH

Perdarahan Pervaginam
Faktor resiko Tes (tidak periksa dalam )

Penilaian Fetal / Maternal Ibu atau janin tidak stabil Resusitasi Hemodinamik Ibu atau janin tidak stabil Persalinan Ekspektatif Pertimbangkan kehilangan darah, etiologi, gestasi Ibu dan janin stabil Lab / monitoring janin U/S pemeriksaan vagianl

SOLUSIO PLASENTA
Definisi
Terlepasnya plasenta dari tempat implantasi sebelum waktunya

Klasifikasi
Total - kematian janin Parsial janin dapat mentoleransi terlepasnya 3050% bagian plasenta

Faktor risiko solusio plasenta


hipertensi: pada kehamilan dan ebelumnya Trauma abdomen Penyalahgunaan obat (kokain dan obat bius) Riwayat solusio sebelumnya Peregangan uterus berlebihan
gemelli, polihidramnion

merokok, khususnya >1 bungkus /hari

Gambaran klinis solusio plasenta


Perdarahan pervaginam tanpa nyeri, terus menerus Adanya faktor risiko status hemodinamik mungkin tidak berhubungan dengan jumlah perdarahan pervaginam (pada jenis concelead) Mungkin dapat terjadi gawat janin uterus - nyeri, irritabel, kontraksi atau tetanik Dengan USG dapat disingkirkan adanya plasenta previa dan dapat menunjukkan adanya perdarahan retroplasenta

SOLUSIO

Janin hidup

janin mati koagulopati


persalinan (hati-hati DIC) Nilai maturitas

Matur Persalinan pervaginam or s.c

Immatur Steroid + expektatif Transfusi? Rujuk?

Plasenta Previa
Definisi
Plasenta menutupi ostium atau letak rendah

Klasifikasi
total - seluruhnya menutupi os partial - sebagian menutupi os marginal - cukup dekat dengan os sehingga dapat meningkatkan resiko perdarahan pada saat dilatasi dan penipisan serviks

Faktor risiko plasenta previa


Riwayat plasenta previa sebelumnya Riwayat seksio caesaria atau operasi uterus multiparitas (5% pada pasien grand

multipara)
Gravida tua Kehamilan multipel

merokok

Gambaran Klinis Plasenta Previa


Perdarahan pervaginam, biasanya tidak nyeri ( kecuali pada persalinan) Status hemodinamik ibu menggambarkan jumlah perdarahan pervaginam Dapat ditoleransi dengan baik oleh janin kecuali jika ibu tidak stabil uterus tidak nyeri, tidak irritabel, lunak Dapat menyebabkan letak janin abnormal Ultrasonografi memperlihatkan adanya plasenta previa

PLASENTA PREVIA
Nilai maturitas

Matur

Immatur

persalinan dengan s.c (hati-hati akreta) dapat dicoba pervaginam jika marginal

Steroids plus expektatif Transfusi? Rujuk?

Vasa Previa - Definisi


Pembuluh darah pada selaput ketuban berjalan melewati servix Insersi vellamentosa atau lobus suksenturiata

Komplikasi
ex-sanguinasi setelah amniotomi

Diagnosis
Apt test - Kleihauer test dari darah vagina bradikardia janin (terminal) berawal takikardia atau sinusoidal

Prognosis
Mortalitas janin sebesar 50-70%

Perdarahan Postpartum

Postpartum Hemorrhage
Objektivitas
Definisi
Etiologi Faktor resiko Pencegahan Tatalaksana

Postpartum Hemorrhage
Definisi Tradisional
Kehilangan darah > 500 mL pada persalinan pervaginam Kehilangan darah > 1000 mL pada seksio caesaria

Definisi Fungsional
Kehilangan darah yang potensial mengakibatkan ketidakstabilan hemodinamik

Insiden
sekitar 5% dari seluruh persalinan

Postpartum Hemorrhage
Etiologi Perdarahan Postpartum
Tonus Tissue/jaringan darah - atoni uterus - sisa jaringan/bekuan

Trauma inversi
Thrombin

- laserasi, ruptur,
- koagulopati

Postpartum Hemorrhage
Faktor risiko HPP - Antepartum
Riwayat HAP sebelumnya atau plasenta manual

Solusio plasenta, terutama jika tidak terdeteksi


Kematian fetus intrauterine plasenta previa

Hipertensi dalam kehamilan dengan proteinuria


Regangan berlebihan pada uterus (mis. gemelli, polihidramnion)

Kelainan perdarahan sebelum kehamilan (mis. ITP)

Postpartum Hemorrhage
Faktor resiko HPP - Intrapartum
Persalinan operatif s.c atau pervaginam dengan alat Persalinan lama Persalinan cepat induksi atau augmentasi Korioamnionitis Distosia bahu

Versi podalik internal dan ekstraksi bayi kembar yang kedua


Koagulopati yang didapat (mis. HELLP, DIC)

Postpartum Hemorrhage
Faktor resiko HPP - Postpartum
Laserasi atau episiotomi retensi plasenta/plasenta abnormal Ruptura uteri

Inversi uteri
Koagulopati yang didapat (mis. DIC)

Postpartum Hemorrhage
Pencegahan
Waspada manajemen aktif kala tiga
Oxytocin profilaksis
10 U IM 20 U/L N/S IV tetesan cepat

Penjepitan dan Pemotongan tali pusat dini Penegangan tali pusat terkendali dengan penekanan suprapubik arah berlawanan

Postpartum Hemorrhage
TATALAKSANA - ABC s
Bicara dan observasi pasien Jalur IV besar (No 16 gauge) Kristaloid- jumlah banyak!

Hitung Darah lengkap (DPL)


Golongan darah dan Cross-matched Minta PERTOLONGAN!

Postpartum Hemorrhage
Tatalaksana - Nilai fundus
simultan dengan ABC Atonia merupakan penyebab utama Perdarahan Post partum

Jika lembek masase bimanual


singkirkan inversio uteri mungkin terdapat trauma traktus bagian bawah evakuasi bekuan darah dari vagina dan servik membutuhkan eksplorasi manual pada saat ini

Postpartum Hemorrhage
Tatalaksana - Kompresi Bimanual

Postpartum Hemorrhage
Tatalaksana - Oxytocin
5 units IV bolus 20 units per L N/S IV tetesan cepat 10 unit intramyometrial diberikan transabdominal

Postpartum Hemorrhage
Tatalaksana - Eksplorasi Manual
Jika dengan kompresi bimanual dan oksitosin respon tidak ada lanjutkan dengan eksplorasi Eksplorasi manual akan:
Singkirkan adanya inversio uteri Palpasi luka servik Evakuasi sisa plasenta atau bekuan darah dari uterus Singkirkan adanya ruptura uteri atau dehisens

Postpartum Hemorrhage
Reposisi Uterus yang inversi

Postpartum Hemorrhage
Reposisi Uterus yang Inversi

Postpartum Hemorrhage
Tatalaksana - Uterotonika Tambahan
ergotamine hati-hati pada hipertensi
0.25 mg IM or 0.125 mg IV Dosis maksimum 1.25 mg

Cytotec (misoprostol) hati-hati pada asma


400 mg pr or po 800-1000 mg per rektal

Postpartum Hemorrhage
Tatalaksana - Perdarahan dengan kontraksi Uterus baik (keras)
Eksplorasi traktus genitalia bawah

dibutuhkan

- analgesia yang sesuai


- eksposur yang baik dan lampu

Perbaikan surgikal yang tepat


dapat di tampon sementara dengan balon Foley atau kasa)

Tatalaksana - ABC s

PASTIKAN bahwa anda siap untuk melakukan resusitasi!!!!


Pertimbangkan akan perlunya Foley catheter, CVP, arterial line, dll Pertimbangkan perlunya bantuan orang yang lebih ahli

Postpartum Hemorrhage
Simpulan
waspada Praktek pencegahan nilai kehilangan darah nilai status maternal Resusitasi aktif diagnosis penyebab Tatalaksana penyebab

Jauhkan jari anda yang berdarah dari serviks!

INFEKSI
Ante Partum (Hepatitis, HIV) Intra Partum Post Partum

HIV DAN KEHAMILAN


Efek progresif HIV pada kehamilan

Efek HIV pada hasil akhir kehamilan

Penularan dari Ibu ke Anak


Merupakan 15 % dari seluruh jalur penularan di Uganda Merupakan > 90% infeksi pada anak-anak Di Afrika penularan dari ibu ke anak : 20 -40% Resiko keseluruhan pada perkiraan penularan

Selama kehamilan: 5 -10% Persalinan: 15 -20% Menyusui: 10-15%

PRE-EXISTING HYPERTENSION
ESSENTIAL SECONDARY

GESTATIONAL HYPERTENSION
WITHOUT PROTEINURIA TRANSIENT HYPERTENSION WITH PROTEINURIA PREECLAMPSIA

PRE-EXISTING HYPERTENSION WITH SUPERIMPOSED GESTATIONAL HYPERTENSION UNCLASSIFIABLE ANTENATALLY

HIPERTENSI

TEKANAN DARAH 140/90 mmHg


TEKANAN DARAH DIASTOLIK 90 mmHg
diukur pada posisi duduk

diulang dalam waktu 4 jam kecuali hasilnya


sangat tinggi ( diastolik 110 mmHg )

PROTEINURIA

MENUNJUKKAN ADANYA DISFUNGSI GLOMERULUS


DIPSTICK ++ atau 300 mg/L pada ESBACH

HELLP SYNDROME
HEMOLISIS PENINGKATAN OT/PT

PROTEINURIA > 3g/hari OLIGURIA < 500cc/hari ASAM URAT MENINGKAT

TROMBOSIT 100.000
T.D DIASTOLIK 110mmHg

BUN/CREATININ MENINGKAT

NYERI ULUHATI
NYERI KEPALA GANGGUAN PENGLIHATAN

KEJANG

DIPENGARUHI OLEH KONDISI IBU KONDISI JANIN AKTIF KONSERVATIF


sangat berbahaya pemantauan yang ketat

OBAT ANTI HIPERTENSI MENGURANGI RESIKO CVA MENGURANGI RESIKO KEJANG

MAKSIMALISASI KONDISI IBU


cara persalinan konservatif

SEDIAAN
NIFEDIPINE METILDOPA

OBAT ANTI KEJANG MgSO4 MERUPAKAN OBAT PILIHAN (Indikasi & Kontra) CARA PEMBERIAN AWALAN 4g 20% IV PEMELIHARAAN 1-2 g/JAM IV ANTIDOTUM Ca Gluconas 10% 10cc IV pelan

Ketuban Pecah Dini

Definisi
Pecahnya ketuban sebelum waktu persalinan dimulai
preterm term < 37 minggu (PPROM) 37 minggu (TPROM)

Penyebab ketuban pecah dini


idiopatik infeksi (mis: vaginosis bakterial) polyhidramnion inkompeten servik anomali uterin akibat pemasangan cerclage pada servik atau amniosentesis trauma

Komplikasi Ketuban Pecah Dini


infeksi fetus/neonatus infeksi ibu kompresi atau prolaps tali pusat

gagal induksi dan diikuti oleh SC

Manajemen Umum
Nilai kesejahteraan ibu dan bayi
Pastikan diagnosis

Nilai keadaan servik dengan pemeriksaan spekulum (steril)


Cegah pemeriksaan servik digital

Nilai kondisi yang memerlukan manajemen lanjutan


e.g. kenaikan suhu atau takikardi pada fetus dan ibu

nilai adanya indikasi untuk segera memulai persalinan

Manajemen pada kehamilan

aterm (>37 minggu) aktif / ekspektatif ~ Px preterm (34-37 minggu) konservatif + observasi ketat harapan hidup lbh baik preterm (<34 minggu) konservatif + observasi ketat

Manajemen pada PRM


Hindari pemeriksaan dalam Steroid Pemberian antibiotik antepartum dan intrapartum Pantau tanda-tanda infeksi secara klinis (monitor suhu dan nadi ibu, denyut jantung janin, dan munculnya kontraksi uterus yang iritabel)

Pemberian antibiotik yang sesuai bila terjadi korioamnionitis


Pertimbangkan untuk merujuk ke pusat yang lebih memadai bila mungkin Perawatan ekspektatif

PERSALINAN PRETERM

Definisi
Kontraksi uterus yang reguler diikuti dengan dilatasi servik yang progresif dan atau penipisan servik kurang dari 37 minggu usia gestasi 20 50 % diagnosis persalinan preterm tidak tepat

Insiden
Persalinan preterm terjadi kira-kira 7% dari seluruh kehamilan terjadi sedikit perubahan pada angka kejadiannya disebabkan teknologi baru

Kepentingannya
Kelahiran preterm menyebabkan 75% mortalitas perinatal Gejala sisa lama yang signifikan pada neonatal :
Susunan Saraf Pusat dan perkembangan saraf Pernafasan Kebutaan dan ketulian

Penyebab
Idiopatik Perdarahan antepartum Ketuban pecah dini Korioamnionitis Kehamilan kembar/polihidramnion Servik inkompeten dan anomali servik Penyakit pada ibu Kelainan fetus

Penatalaksaan persalinan preterm


Empat tujuan: 1. Dianosis dini persalinan preterm 2. Identifikasi dan terapi penyebab persalinan preterm bila mungkin 3. Coba untuk menghentikan persalinan preterm 4. Minimalkan morbiditas dan mortalitas neonatal

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tandatanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Alquran itu adalah benar. Apakah Rob-mu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu ??? (QS 41 : 53)