You are on page 1of 5

1.

Latar Belakang

Dalam perkembangan pelayanan kesehatan menuntut perawat untuk meningkatkan mutu asuhan keperawatan.Hal ini menuntut perawat untuk melakukan pendekatan-pendekatan terbaru dan efektif dalam membantu pasien terhadap penyakitnya. Perawat perlu melakukan penelitian di area keperawatan untuk memenuhi tuntutan tersebut dan menerapkannya dalam praktek keperawatan atau dikenal dengan evidence based nursing.

Evidence based nursing adalah

IMPLIKASI KEPERAWATAN : Review dari patofisiologi dan manajemen dari illeus pascaoperasi by Desi
Hasil dari beberapa jurnal yang kemudian dibandingkan dengan penelitian-penelitian terbaru mendapatkan statement bahwa penggunaan nutrisi enteral pada pascaoperasi illeus lebih efektif dibandingkan dengan pemasangan nasogastrik tube, selain meminimalisir infeksi yang mungkin terjadi nutrisi secara enteral juga mampu mengembalikan fungsi normal usus secara perlahan sampai toleransi terhadap makanan. Selain nutrisi enteral, disebutkan juga normalisasi pemeriksaan abdomen merupakan indikator yang lebih akurat bahwa pasca operasi illeus dapat diseleseikan dibandingkan dengan flatus atau buang air besar pertama setelah operasi. Untuk pemulihan pascaoperasi illeus lebih ditekankan kepada penggunaan terapi farmakologis secara bijaksana, salah satu obat yang digunakan yaitu golongan analgesik opioid. Secara ilmiah sudah dibuktikan bahwa penggunaan secara bijaksana ini menghasilkan durasi dan tingkat keparahan dari pascaoperasi illeus.

IMPLIKASI KEPERAWATAN :

Early Enteral Feeding by Nasoenteric Tubes in Patients with Perforation Peritonitis by venny

jurnal yang berjudul Early Enteral Feeding by Nasoenteric Tubes in Patients with Perforation Peritonitis ini mencoba membandingkan dengan melakukan penelitian secara prospektif dimana ia membandingkan dua jenis sample dari pascaoperatif peritonitis yang biasanya mengalami komplikasi akibat malnutrisi pascaoperasi. Sample terdiri dari 100 pasien pascaoperasi, yang masing-masing di jadikan 50 pasien untuk pemberian nutrisi secara oral dan 50 diberikan nutrisi secara pemberian nurtrisi enteral dini (EEN) melalui NJ. Hasil jurnal ini menunjukkan ada perbedaan significant dari perbandingan pemberian nutrisi ini yang diukur dari adanya intake energi dan protein yang diperoleh pasien, perubahan status nutrisi , kejadian aspirasi dan komplikasi. Pemberian nutrisi oral menunjukkan adanya intake energi dan protein yang lebih sedikit dari pemberian nutrisi secara EEN. Pasien dengan nutrisi oral lebih banyak mengalami komplikasi (47 dari 50 pasien) dari pada pasien dengan nasoenterik (EEN) yaitu sebanyak 39 dari 50 pasien. Kejadian aspirasi pada EEN memiliki volume aspirasi lebih kecil terjadi jika dibandingkan dengan pasien dengan nutrisi oral yang nantinya akan mempengaruhi pemenuhan nutrisi. Dari pembuktian penelitian jurnal ini maka dapat dijadikan salah satu dasar pemikiran dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien postoperasi abdomial dimana pemberian nutrisi enteral lewat Nasoenterik seperti nasojejunum lebih baik dari nutrisi oral pada pasien. Hal ini terbukti dari adanya intake energi dan protein yang lebih terpenuhi dari nutrisi secara oral. Selain itu, adanya peminimalisiran kejadian aspirasi untuk mengurangi resiko komplikasi yang serius serta membantu menyeimbangkan kebutuhan nutrisi demi meningkatkan status nutrisi pada pasien postoperatif yang cenderung mengalami malnutrisi (punya desi serli ditambahin aj kalau kurang, aq gk punya jurnalnya.. jadi bingung isinya apa. Punya q smg bisa membantu .,. By Venny )

Pengertian : KEP (Kekurangan Energi Protein) adalah penyakit gizi akibat kekurangan energi dalam jangka waktu yang cukup lama. KEP biasanya terjadi pada balita, ibu hamil (bumil) dan ibu menyusui/meneteki (buteki). Penyebab : Asupan makanan yang rendah Gangguan sistem pencernaan/penyerapan makanan. Pengetahuan yang kurang tentang gizi Kurangnya asupan energi (nasi, roti, kentang dll). Kwashiorkor terjadi pada seseorang yang kurang menjaga kebersihan diri. Kemiskinan sehingga timbul kekurangan nutrisi dan infeksi Klasifikasi : Marasmus adalah salah satu penyakit yang diakibatkan oleh kekurangan energi pada makanan yang menyebabkan cadangan protein tubuh terpakai sehingga anak menjadi

kurus dan emosional. Sering terjadi pada bayi yang tidak cukup mendapatkan ASI serta tidak diberi makanan penggantinya (bubur susu dan sereal bayi), atau terjadi pada bayi yang sering diare. PENYEBAB MARASMUS: Ketidakseimbangan asupan zat gizi atau energi didalam makanan. Kebiasaan makanan yang tidak layak ( kurang kandungan energi dan protein) Penyakit-penyakit infeksi saluran pencernaan (diare).

TANDA & GEJALA MARASMUS: Wajah seperti orang tua, terlihat sangat kurus Mata besar dan dalam, sinar mata sayu Perialu sehari-hari cengeng BAB lunak atau diare Rambut hitam, tidak mudah dicabut Tidak ada simpanan lemak didalam kulit Kulit keriput, dingin, kering dan mengendur Tulang dada cekung Penyusutani otot, tulang terlihat jelas Tekanan darah lebih rendah dari usia sebayanya Pernafasan melambat Anemia Disertai tanda-tanda kekurangan vitamin Kwashiorkor adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan protein dan sering timbul pada usia 1-3 tahun karena pada usia ini kebutuhan protein tinggi. Berbeda dengan marasmus yang merupakan penyakit akibat kekurangan energi (nasi, roti, kentang) sedangkan kwasiorkhor penyakit kekurangan protein (ikan dan telur). Meski penyebab utama kwashiorkor adalah kekurangan protein, tetapi karena bahan makanan yang dikonsumsi kurang mengandung nutrisi lain serta asupan makanan pada setiap daerah berbeda sesuai dengan budaya masing-masing sehingga sering mengakibatkan terjadinya kwasiorkhor. PENYEBAB KWASHIORKOR: Kekurangan protein dalam makanan

Gangguan penyerapan protein Kehilangan protein secara tidak normal dan dalam jangka waktu lama. Infeksi kronis Perdarahan hebat TANDA & GEJALA KWASHIORKOR: Wajah seperti bulan moon face Pertumbuhan terganggu Sinar mata sayu 5L (Lemah, Letih, Lunglai, Lesu, Lelah) Perubahan mental (sering menangis, pada stadium lanjut menjadi menarik diri dari lingkungan) Rambut merah, jarang, mudah dicabut Jaringan lemak masih ada Perubahan warna kulit (terdapat titik merah kemudian menghitam, kulit tidak keriput) Tulang dada normal dan oedema (bengkak dan kembung pada bagian perut) Penyusustan Otot Tidak nafsu makan Diare Pembesaran hati Anemia Oedema/ bengkak dan kembung pada bagian kembung.

Penkes : Penyuluhan gizi pada desa-desa yang kurang pengetahuan akan asupan nutrisi yang cukup. Peningkatan pendapatan Peningkatan pelayanan kesehatan Keluarga Berencana Peningkatan peran serta masyarakat terhadap penanggulangan masalah KEP.