You are on page 1of 7

Perbedaan antara PP 71 Tahun 2010 Lampiran I dan Lampiran II

STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS AKRUAL menjadi STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS KAS MENUJU AKRUAL

OLEH HELTI CLEDY (17) 2F AKUNTANSI STAN 2012

P 7 t hn 21 t n n P 1 au 00 et g a S na Aut niPmrn hn t dr a kn s e ei t a a a
P 2 P 4/20 C A 05 T

M na i ej d

Lam piran II P 71/2010 P

S P eb ss A Br ai Ar a t r a ap d ku l ed p t a a Lmi a a pr n d n el k s j k a gadt t pa d n a a a b ra u ea t n gl i ea kn a d p t s gr dt r p a oe s ta e tt s e ea i ea k n l h ei p ni a L MI A I A PR N P 7 /2 1 P 1 00 Tna g et n Sa d r t na A u t ni k na s P mrna a e ei t hn ( A) SP Brs Kr n k ei i ea ga K ne t a o s pu l P mrna e ei t h d n 1 P A a 2 SP Bra u s p n h y el k e e u na A u t ni k na s T 21 A 05

p l n l ma ai g a b t

L MI A A PR N I I

S P eb ss A Br ai KsMn j A r a a e uu ku l pd aa L mi a a pr n I b ra u ea a aa r ni ib g I el k s l m ms ta ss a i e tt s a g eu sa u t k e ea k n A ni a y n b l mi p nu mn r p a S P Br ai A r a eb ss ku l Brs Kr n k ei i ea ga K ne t a o s pu l A u t ni k na s P mrna e ei t h d n 1 P A a 1 SP Td k b ra u ml i T 2 1 ia el k ua A 0 5

4 4

Perbedaan mendasar dari sisi jenis laporan keuangan antara Lampiran I dan Lampiran II adalah sebagai berikut: Lampiran I

Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan

Anggaran (Budgetary Reports): Laporan Realisasi Anggaran, Perubahan Saldo Anggaran Lebih Keuangan (Financial Reports): Neraca, Laporan Operasional, Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Keuangan

Lampiran II

Laporan terdiri dari Neraca, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan

Dengan perbedaan jenis Laporan Keuangan yang akan dihasilkan, otomatis penjelasan pada setiap Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) yang terkait dengan masing-masing Laporan Keuangan akan mengalami perubahan. Perbedaan daftar isi pada Lampiran I dan Lampiran II adalah sebagai berikut: Lampiran I

Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP): o PSAP Nomor 01 tentang Penyajian Laporan Keuangan; o PSAP Nomor 02 tentang Laporan Realisasi Anggaran Berbasis Kas;

o o o o o o o o

o o

PSAP Nomor 03 tentang Laporan Arus Kas; PSAP Nomor 04 tentang Catatan atas Laporan Keuangan; PSAP Nomor 05 tentang Akuntansi Persediaan; PSAP Nomor 06 tentang Akuntansi Investasi; PSAP Nomor 07 tentang Akuntansi Aset Tetap; PSAP Nomor 08 tentang Akuntansi Konstruksi Dalam Pengerjaan; PSAP Nomor 09 tentang Akuntansi Kewajiban; PSAP Nomor 10 tentang Koreksi Kesalahan, Perubahan Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Operasi yang Tidak Dilanjutkan; PSAP Nomor 11 tentang Laporan Keuangan Konsolidasian. PSAP Nomor 12 tentang Laporan Operasional.

Lampiran II

Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP): o PSAP Nomor 01 tentang Penyajian Laporan Keuangan; o PSAP Nomor 02 tentang Laporan Realisasi Anggaran; o PSAP Nomor 03 tentang Laporan Arus Kas; o PSAP Nomor 04 tentang Catatan atas Laporan Keuangan; o PSAP Nomor 05 tentang Akuntansi Persediaan; o PSAP Nomor 06 tentang Akuntansi Investasi; o PSAP Nomor 07 tentang Akuntansi Aset Tetap; o PSAP Nomor 08 tentang Akuntansi Konstruksi Dalam Pengerjaan; o PSAP Nomor 09 tentang Akuntansi Kewajiban; o PSAP Nomor 10 tentang Koreksi Kesalahan, Perubahan Kebijakan Akuntansi, dan Peristiwa Luar Biasa; o PSAP Nomor 11 tentang Laporan Keuangan Konsolidasian;

Kedua daftar isi hampir serupa karena memang kebijakan yang diambil oleh Komite Standar Akuntansi Pemerintah saat mengembangkan Standar Akuntansi Pemerintahan berbasis akrual ini adalah dengan beranjak dari PP 24 tahun 2005 yang kemudian dilakukan penyesuaianpenyesuaian terhadap PP 24 tahun 2005 itu sendiri. Dengan strategi ini diharapkan pembaca PP 71 tahun 2010 nantinya tidak mengalami kebingungan atas perubahan-perubahan tersebut karena lebih mudah memahami perubahannya dibandingkan jika langsung beranjak dari penyesuaian atas International Public Sector of Accounting Standards (IPSAS) yang diacu oleh KSAP. Secara umum, SAP Berbasis Akrual memiliki 3 perbedaan mendasar bila dibandingkan dengan pendahulunya, SAP Berbasis Kas Menuju Akrual. Perbedaan tersebut terletak pada tersajinya Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (SAL), Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas.

Laporan Perubahan SAL menyajikan informasi perihal kenaikan atau penurunan Saldo Anggaran Lebih tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Semakin sedikit Saldo Anggaran Lebih suatu tahun dibandingkan tahun sebelumnya, memperlihatkan adanya indikasi pemanfaatan anggaran yang lebih baik. Lagi, ini menunjukkan bahwa informasi yang didapatkan pemangku kepentingan akan semakin luas. Laporan Operasional pada dasarnya merupakan laporan keuangan pokok yang menyajikan pos-pos pendapatan dibagi berdasarkan jenis kegiatannya apakah operasional atau non-operasional. Tidak dipungkiri Laporan Operasional menyediakan info lebih mendetail bila dibandingkan dengan Laporan Kinerja Keuangan yang serupa. Sedangkan Laporan Perubahan Ekuitas menyajikan informasi kenaikan atau penurunan ekuitas tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Melalui laporan ini akan diperoleh informasi besaran anggaran yang telah dialokasikan untuk dana lancar, dana cadangan, ataupun yang diinvestasikan pada aktiva tetap.

L APOR P L S AN E AK ANAAN ANGGAR AN

ANGGAR AN B B IS ER AS K AS

LA R

S P IK A IL A/S P

L aporan P erubahan S AL

L APORAN F INANS IAL


AK UNT I ANS B B IS ER AS AK UAL R

L O

S lus/ urp Defisit-L O

L aporan P erub an ah E kuitas

E uitas k

Neraca

15 15

Berikut ini adalah beberapa tambahan paragraf dalam Lampiran I PP 71 thn 2010, yaitu tambahan paragraf tentang penyusutan dan entitas akuntansi dalam kerangka konseptual : Penyusutan Aset Tetap

16. Aset yang digunakan pemerintah, kecuali beberapa jenis aset tertentu seperti tanah, mempunyai masa manfaat dan kapasitas yang terbatas. Seiring dengan penurunan kapasitas dan manfaat dari suatu aset dilakukan penyesuaian nilai. Entitas Akuntansi 21. Entitas akuntansi merupakan unit pada pemerintahan yang mengelola anggaran, kekayaan, dan kewajiban yang menyelenggarakan akuntansi dan menyajikan laporan keuangan atas dasar akuntansi yang diselenggarakannya.

Juga terdapat perbedaan antara Pengakuan Belanja menjadi Pengakuan Belanja dan Beban Lamp II PP 71/PP 24 para 89 Belanja menurut basis kas diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah atau entitas pelaporan. Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran pengakuannya terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan. Belanja menurut basis akrual diakui pada saat timbulnya kewajiban atau pada saat diperoleh manfaat. Lamp I PP 71 -Para 96/97 96. Beban diakui pada saat timbulnya kewajiban, terjadinya konsumsi aset, atau terjadinya penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa. 97. Belanja diakui berdasarkan terjadinya pengeluaran dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah atau entitas pelaporan. Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran pengakuannya terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan. Perbedaan antara Lampiran I dan Lampiran II PP Nomor 71 Tahun 2010 yang telah dijelaskan diatas, dapat disimpulkan sebagai berikut:

NO KETERANGAN 1 Penyusutan Aset Tetap

CASH TOWARD ACCRUAL ACCRUAL Tidak diuraikan dalam kerangka Aset yang digunakan pemerintah, kecuali konseptual beberapa aset tertentu seperti tanah, mempunyai masa manfaat dan kapasitas yang terbatas. Seiring dengan penurunan kapasitas dan manfaat dari suatu aset (Par 16) Belum ada uraian mengenai Entitas Akuntansi Terdapat uraian mengenai Entitas Akuntansi

Entitas Akuntansi

Entitas Pelaporan

P Pemerintah Pusat; Pemerintah Daerah; satuan organisasi di lingkungan Pemerintah Pusat/Daerah atau organisasi lainnya yang diwajibkan menyajikan LK menurut peraturan Per-UU-an (Par 19)

Selain sebagaimana disebutkan pada CTA, ditegaskan pula bahwa entitas pelaporan termasuk kementerian negara atau lembaga di lingkungan pemerintah pusat (Par 22)

Peranan Laporan Keuangan

Pelaporan diperlukan untuk kepentingan: - Akuntabilitas; - Manajemen; - Transparansi; dan - Keseimbangan antar generasi (Par 22) Laporan Keuangan Pokok LRA Neraca LAK CaLK (Par 25) Laporan yang Bersifat optional - Laporan Kinerja Keuangan (LKK) - Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) (par 26)

Pelaporan diperlukan untuk kepentingan: - Akuntabilitas; - Manajemen; - Transparansi; dan - Keseimbangan antar generasi - Evaluasi Kinerja (Par 25) Keuangan Pokok LRA Laporan Perubahan SAL Neraca Laporan Operasional (LO) LAK Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) CaLK (Par 28)

Komponen Laporan Keuangan

Basis Akuntansi

Basis kas untuk pengakuan pendapatan, belanja dan pembiayaan dalam LRA Basis akrual untuk pengakuan aset, kewajiban, dan ekuitas dalam Neraca (Par 39)

Basis akrual untuk pengakuan pendapatanLO, beban, aset, kewajiban, dan ekuitas (Par 42) Dalam hal anggaran disusun dan dilaksanakan berdasar basis kas, maka LRA disusun berdasarkan basis kas. Bilamana anggaran disusun dan dilaksanakan berdasarkan basis akrual, maka LRA disusun berdasarkan basis akrual. (Par 44) a. LRA -Pendapatan-LRA -Belanja -Transfer -Pembiayaan

Unsur Laporan Keuangan

a. LRA -Pendapatan -Belanja -Transfer -Pembiayaan b. Neraca Aset Kewajiban Ekuitas Dana (Ekuitas dana lancar, investasi dan dana cadangan) (Par 57-77)

b. Laporan Perubahan SAL Laporan Finansial a. Neraca - Aset - Kewajiban - Ekuitas (Par 6083) b. Laporan Operasional (LO) c. Laporan Kinerja Keuangan - Pendapatan-LO Laporan realisasi pendapatan - Beban (basis akrual) & belanja (basis - Transfer akrual) bersifat OPTIONAL - Pos Luar Biasa

c. Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) d. Laporan Perubahan Kenaikan dan penurunan ekuitas tahun Ekuitas (LPE) pelaporan dibandingkan tahun sebelumnya Kenaikan dan penurunan ekuitas tahun pelaporan dibandingkan d. Laporan Arus Kas tahun sebelumnya - bersifat -Penerimaan Kas OPTIONAL -Pengeluaran Kas e. Laporan Arus Kas -Penerimaan Kas -Pengeluaran Kas f. CaLK 8 Pengakuan Unsur Laporan Keuangan Pengakuan Pendapatan (Par Pengakuan Pendapatan (Par 95) 88) Pendapatan-LO diakui pada saat timbulnya Pendapatan menurut basis hak atas pendapatan tersebut atau ada aliran akrual diakui pada saat masuk sumber daya ekonomi. timbulnya hak atas pendapatan Pendapatan-LRA diakui pada saat kas tersebut atau ada aliran masuk diterima di Rekening Kas Umum sumber daya ekonomi. Negara/Daerah atau oleh entitas pelaporan Pendapatan menurut basis kas diakui pada saat kas Pengakuan Belanja dan Beban (Par96diterima di Rekening Kas Umum 97) Negara/Daerah atau oleh entitas Beban diakui pada saat timbulnya pelaporan. kewajiban, terjadinya konsumsi aset, atau terjadinya penurunan manfaat Pengakuan Belanja (Par 89) ekonomi atau potensi jasa. Belanja menurut basis akrual Belanja diakui berdasarkan terjadinya diakui pada saat timbulnya pengeluaran dari Rekening Kas Umum kewajiban atau pada saat Negara/Daerah atau entitas pelaporan diperoleh manfaat. Belanja menurut basis kas diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah atau entitas pelaporan Menggunakan nilai perolehan Menggunakan nilai perolehan Historis. Historis. Aset dicatat sebesar pengeluaran/ Aset dicatat sebesar penggunaan sumber daya ekonomi atau pengeluaran kas dan setara sebesar nilai wajar dari imbalan yang kas atau sebesar nilai wajar diberikan untuk memperoleh aset tersebut dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aset tersebut Kewajiban dicatat sebesar nilai wajar sumber daya ekonomi yang digunakan Kewajiban dicatat sebesar pemerintah untuk memenuhi kewajiban yang nilai nominal bersangkutan. (Par 98) (Par 90) e. CalK

Pengukuran Unsur Laporan Keuangan