You are on page 1of 5

HUBUNGAN HAKIKAT MANUSIA DAN HAK ASASI MANUSIA DENGAN HARKAT DAN MARTABAT MANUSIA

1. 2. 3. 4. Hak Asasi manusia adalah hak dasar yang patut dimiliki pribadi manusia secara kodrati. Hak asasi manusia merupakan anugrah Tuhan YME yang dilimpahkan kepada umat manusia. Hak-hak asasi manusia meliputi beberapa bidang, yaitu: Hak Asasi Pribadi, meliputi hak memeluk agama dan beribadah sesuai dengan keyakinannya, hak mengemukakan pendapat dan hak kebebasan berorganisasi. Hak Asasi Ekonomi, meliputi hak memiliki sesuatu, hak membeli dan menjual sesuatu, hak mengadakan suatu perjanjian atau kotrak, dan hak memilih pekerjaan. Hak Asasi Mendapatkan Pengayoman dan Perlakuan Sama dalam Keadilan, dan pemerintahan atau sering di sebut hak persamaan hukum. Hak Asasi Politik, meliputi hak untuk diakui sebagai warganegara yang sederajat. Oleh karena itu, setiap warga negara wajar mendapat hak itu dalam mengolah dan menata serta dalam menentukan warna politik dan kemajuan negara. Hak Sosial dan Kebudayaan, meliputi hak kebebasan dala mendapat pengajaran atau hak pendidikan serta hak pengembangan kebudayaan. Hak Asasi Perlakuan yang sama dalam tata cara peradilan dan perlindungan hukum, meliputi hak perlakuan yang wajar dan adil dalam pengeledahan.
1

5. 6.

Hak Asasi Manusia dalam UUD 1945 dapat ditemukan dalam pembukaan dan batang tubuh, yaitu: 1. Pembukaan UUD 1945, alinea Keempat. 2. Pasal 27, Ayat (2), menyatakan, tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. 3. Pasal 29, Ayat (2), menyatakan,Negara menjamin kemerdekaan tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Nilai-nilai luhur dari hak asasi manusia yang dapat meningkatkan martabat dan harkat manusia, yaitu: 1. Manusia dengan sendirinya diakui keberadaanny, serta hak dan kewajibannya dilindungi secara hukum. 2. Manusia tidak akan memperlakukan manusia lainnya secara sewenang-wenang. 3. Pemerintah atau pihak lain, tak akan melakukan kegiatan yang merugikan pihak lain, misalnya melaksanakan homo homini lupus (penindasan oleh manusia atas manusia lainnya). Hak Asasi ekonomi Material Upaya Peningkatan harkat dan martabat manusia dapat bersifat Non Material Hak Asasi Pribadi Hak Asasi Politik Hak Asasi mendapat perlakuan yang di depan hukum 2 Hak Asasi Sosial dan Kebudayaan

Pendidikan sebagai Hak Asasi Manusia


Di Indonesia secara yuridis formal perolehan hak asasi manusia di bidang layanan Pendidikan telah termuat dalam: 1. Pembukaan UUD 1945, alinea Keempat 2. Dalam bagian lain UUD 1945, yaitu pasal 31, Ayat (1), dinyatakan bahwa, tiap warga negara berhak mendapat pengajaran. 3. GBHN 1998. 4. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) Nomor 20 tahun 2003.

Berdasarkan kutipan di atas, hakikat pembangunan di bidang Pendidikan Nasional adalah: a. Mencerdaskan kehidupan bangsa b. Meningkatkan kualitas manusia Indonesia c. Mengembangkan kemampuan potensi bangsa d. Meningkatkan mutu kehiduapan dan harkat serta martabat bangsa e. Mewujudkan tujuan nasional yaitu masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan UUD 1945 dan Pancasila.

KARAKTERISTIK SOSOK MANUSIA INDONESIA


Usaha Pendidikan Nasional: Pertama,membentuk manusia seutuhnya sebagai manusia pembangunan yang tinggi kualitasnya dan mampu mandiri. Kedua,memberikan dukungan bagi perkembangan masyarakat, bangsa dan negara Indonesia yang terwujud dalam ketahanan nasional yang tangguh. Ketiga,mencerdaskan bangsa dan meningkatkan kualitas hidup bangsa Indonesia. Keempat,meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesi serta mewujudkan tujuan pembangunan nasional. Sosok Manusia Indonesia Berdasarkan rujukan dari GBHN 1993 dan UUSPN nomor 20 tahun 2003, karakteristik manusia Indonesia seutuhnya, berdasarkan pandangan hidup Pancasila terdiri dari: 1. Karakteristik Manusia Berkualitas, yang bercirikan antara lain: beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, memiliki ilmu pengetahuan, maju, tangguh dan cerdas. 2. Karakteristik Manusia yang Kompetitif, yang bercirikan antara lain: beretos kerja, profesional, bertanggung jawab, produktif, sehat jasmani dan sehat rohani, berjiwa patriotik, meningkatkan 4 kebangsaan dan kesetiakawanan sosial, serta berorientasi ke masa depan.

Nana Sudjana (1989, 67), menyatakan: Pancasila sebagai falsafah bangsa yang mewarnai garapan pendidikan nasional dan dasar bagi pembentukan manusia Indonesia seutuhnya, sepatutnya di lihat dari 4 dimensi, yaitu: 1. Dimensi Intelektual, yaitu sosok manusia Indonesia yang memiliki pandangan, wawasan ilmu pengetahuan, terampil dalam mengkomunikasikan pengetahuan dan kemampuan memecahkan masalah yang dihadapi, serta tidak apriori terhadap pengetahuan orang lain. 2. Dimensi Sosial, yaitu sosok manusia Indonesia yang memiliki hubungan antarmanusia, hubungan manusia dengan lingkungannya, tahu hak dan kewajiban sebagai warga negara, kesetiaan kepada negara, serta keanggotaan dalam organisasi yang produktif. 3. Dimensi Personal, yaitu sosok manusia Indonesia yang memiliki pertumbuhan fisik dan kesehatan (kualitas fisik), stabilitas emosional, kesehatan mental, mempunyai nilai-nilai moral religius, mempunyai nilai rasa dan estetis, adanya kemampuan mengembangkan diri. 4. Dimensi Produktivitas, yaitu sosok manusia Indonesia yang memiliki kesanggupan memilih keahlian/pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya, kemampuan utuk mempertinggi keterampilan, keserasian hidup berkeluarga, mampu menenmpatkan diri sebagai konsumen dan produsen yang baik, kreatif dan berkarya.