You are on page 1of 2

BAB 1 TUJUAN DAN RUANG LINGKUP

Kursus ini dirancang untuk memperlihatkan pemakaian struktur sedimen primer dan stratifikasi sebagai alat untuk menafsirkan lingkungan pengendapan sedimen klastika. Pada kesempatan ini kami mencoba menyajikan perkembangan-perkembangan mutakhir selama satu dasawarsa terakhir, khususnya yang kami anggap penting dan bermanfaat dalam kaitannya dengan penafsiran lingkungan pengendapan. Untuk mencapai tujuan di atas, kami memilih beberapa topik. Hasil-hasil percobaan tabung aliran yang dilakukan akhir-akhir ini, dan dapat dipandang sebagai pelengkap hasil-hasil percobaan tabung aliran yang dilakukan pada dasawarsa sebelumnya, disajikan secara singkat pada Bab 2. Pembahasan ditekankan pada hasil-hasil percobaan yang berhasil meningkatkan pemahaman kita mengenai perkembangan bentuk dasar pada berbagai kisaran besar butir, kedalaman, dan kecepatan aliran. Kami memandang penting hal ini karena percobaan-percobaan seperti itu memberikan pemahaman yang makin mantap mengenai kaitan antara berbagai tipe struktur sedimen dengan hidrodinamika. Ringkasan data-data percobaan pada Bab 2 dilengkapi dengan sejumlah diagram berdasarkan variabel-variabel kecepatan, kedalaman, dan besar butir. Kami yakin bahwa cara itu, meskipun sederhana, namun merupakan cara yang paling benar untuk membantu penerapan geologi dari data-data tersebut. Melalui diagram-diagram tersebut, bentuk dasar dapat dikaitkan dengan kondisi-kondisi aliran. Bentuk-bentuk dasar itu sendiri pada gilirannya dapat dikaitkan dengan karakter-karakter stratifikasi, yang merupakan rekaman aliran yang biasa terekam dalam batuan. Hal ini menjadi topik bahasan Bab 3. Sekali lagi disini kami hanya memilih beberapa tipe stratifikasi yang biasa ditemukan, menyajikan pemeriannya, dan kemudian penafsirannya. Berbagai penelitian mengenai lintap sedimen masa kini dan lintap sedimen purba digunakan untuk melukiskan dan menafsirkan lingkungan pengendapan. Sedimen fluvial, yang mungkin merupakan endapan yang paling banyak dipelajari dan paling dipahami, akan dibahas dengan tujuan memperlihatkan bagaimana hasil-hasil percobaan diterapkan untuk menafsirkan lingkungan pengendapan. Endapan tersebut juga dapat digunakan untuk memperlihatkan kegunaan lintap vertikal, cara-cara penafsiran, dan model-model sedimentasi dari berbagai lingkungan pengendapan. Lingkungan-lingkungan bahari menyajikan tantangan yang lebih besar karena proses-proses yang bekerja pada lingkungan-lingkungan itu lebih banyak dan lebih bervariasi. Endapan pesisir jauh lebih dipahami pada satu dasawarsa terakhir. Kita juga akan membahas lingkungan-lingkungan laut dan pesisir dan melihat perbedaan tekstur endapan-endapan tersebut dan endapan fluvial. Kita juga akan membahas tentang kisaran temperatur dan kondisi-kondisi gelombang. Contoh-contoh tersebut akan memperlihatkan pengaruh faktor-faktor lingkungan tertentu terhadap endapan yang ada pada suatu tatanan tertentu. Bagi kami, sedimen paparan sukar untuk ditafsirkan berdasarkan proses-proses fisika. Kesenjangan antara percobaan, pengetahuan kita mengenai proses-proses yang berlangsung di laut masa kini, dan rekaman geologi, sangat lebar. Walau demikian, kami mencoba memperlihatkan bagaimana inferensi, yang didasarkan pada pengetahuan mengenai batuan dan prinsip-prinsip hidrodinamika, dapat digunakan untuk memperluas daya tafsir kita. Terakhir, kita akan membahas tentang konglomerat, baik yang terbentuk pada lingkungan laut maupun darat. Hingga dewasa ini, baru ada sedikit penelitian yang berhasil meningkatkan pemahaman kita untuk menafsirkan konglomerat, sedangkan mekanisme pengangkutannya masih belum dipahami dengan baik, khususnya untuk konglomerat bahari. Walau demikian, beberapa hasil penelitian mengenai kemas, besar butir, dan perlapisan konglomerat purba memberikan taksiran menarik mengenai proses, kapasitas pengangkutan, dan laju pengendapan untuk sedimen yang masih menjadi teka-teki ini. Tujuan kedua dari kursus ini sifatnya lebih filosofis, yakni kita akan mencoba untuk menyusun sebuah ringkasan mengenai ancangan umum untuk menafsirkan sedimen klastika dan untuk menyajikan kesan-kesan kami mengenai kompleksitas sistem-sistem

alami. Pada hakekatnya kami yakin bahwa tatanan pengendapan sedimen itu terbatas jumlahnya, namun banyaknya variabel lingkungan pada setiap tatanan menyebabkan endapan dari setiap tatanan itu menjadi bervariasi. Hal ini analog dengan mahluk hidup: meskipun mahluk-mahluk pada satu genera memiliki kesamaan umum, namun setiap spesies (bahkan setiap individu) yang termasuk ke dalam genera itu tetap memperlihatkan individualitasnya. Perbedaan-perbedaan antara spesies atau individu itu mungkin cukup jauh dan menarik untuk dikaji. Model sedimentasi, sebuah konsep yang demikian populer saat ini, menghadapi risiko menjadi stereotipe dan banyak perbedaan penting akan terkubur apabila kita menetapkan model secara ketat. Kami akan memperlihatkan adanya variasi dalam endapan-endapan fluvial, pesisir, dan laut. Kami yakin bahwa contoh-contoh yang disajikan disini bermanfaat karena melukiskan bahwa lingkungan pengendapan dapat dikenal dari struktur sedimen dan stratifikasi. Demikian pula dengan variasi-variasi lingkungan pengendapan. Kami berpendapat bahwa tantangan masa depan terletak pada pemakaian imajinatif dari struktur sedimen primer, serta karakter-karakter kimia dan biologi, untuk mengenal perbedaan-perbedaan penting dalam tatanan lingkungan umum tersebut. Dilihat dari skala, kursus ini ditekankan pada gejala-gejala yang biasa teramati pada singkapan atau core, bukan pada skala regional. Penafsiran diawali dengan pengambilan data pada skala tersebut. Penekanan ini tidak mengandung pengertian bahwa masalah-masalah yang skalanya lebih luas dapat diabaikan, melainkan bahwa kesulitan-kesulitan utama pada penelitian regional, misalnya korelasi antar penampang, harus dipahami terlebih dahulu, padahal masalah itu berada di luar ruang lingkup bahasan buku ini. Menurut pengalaman kami, pada skala singkapan dan core inilah banyak mahasiswa memerlukan bantuan dan dorongan. Dengan tujuan-tujuan tersebut di atas, kami yakni bahwa buku ini akan bermanfaat bagi mahasiswa-mahasiswa tingkat atas dan ahli-ahli geologi yang tertarik pada penafsiran lingkungan pengendapan dari batuan. Buku ini merupakan hasil diskusi dari keempat penulis dan setiap bab ditelaah dan dikritik oleh penulis yang lain. Walau demikian, tanggungjawab penulisan untuk setiap bab adalah: Bab 2 oleh Southard; Bab 3 dan 5 oleh Harms; Bab 4 dan 7 oleh Walker; sedangkan Bab 6 oleh Spearing.