You are on page 1of 35

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN CISTITIS

1. 2. 3. 4. 5. 6. Di Susun Oleh : Chesna Wahyu Diana Eva Suci Rohani Indah Laily Fadlilah Nur Shofiyyah Robi Siti Nurjanah Wening Ardiani

Sistitis merupakan peradangan pada kandung kemih (Medical Surgical Nursing, 2044) Sistitis adalah inflamasi kandung kemih yang paling sering di sebabkan oleh menyebarnya infeksi dari uretra atau prostat, sedangkan pada wanita sering dihubungkan dengan aktifitas seksual biasanya disebabkan oleh bakteri Escheriachia coli dan sangat ditentukan oleh hygiene.

Klasifikasi
Sistitis primer yaitu radang yang mengenai kandung kemih terjadi karena penyakit lainseperti batu pada kandung kemih, divertikel, hipertropi prostat dan striktura uretra.

Sistitis
Sistitis sekunder yaitu gejala yang timbul kemudian sebagai akibat dari penyakit primer misalnya uretritis dan prostatitis

1. Pada umumnya disebabkan oleh basil gram negatif Escheriachia Coli yang dapat menyebabkan kira-kira 90% infeksi akut pada penderita tanpa kelainanurologis atau kalkuli 2. Batang gram negatif lainnya termasuk proteus, klebsiella, enterobakter, serratea, dan pseudomonas bertanggung jawab atas sebagian kecil infeksitanpa komplikasi.

3. Pada wanita biasanya karena bakteribakteri daerah vagina kearah uretra atau dari meatus terus naik kekandumg kemih dan mungkin pula karena renal infeksi tetapi yang tersering disebabkan karena infeksi E.coli. 4. Pada pria biasanya sebagai akibat dari infeksi diginjal, prostat, atau oleh karena adanya urine sisa(misalnya karena hipertropi prostat, striktura uretra, neurogenik bladder) atau karena infeksi dari usus.

1.Lebih sering dari uretra, karena uretra wanita lebih pendek 2.Infeksi ginjal yang sering meradang 3.Penyebaran infeksi secara lokal dari organ lain 4.Pada laki-laki prostat merupakan sumber infeksi.

Benda asing yang menyebabkan iritasi, misalnya kalkulus tumor dan feses dari fistula usus. Instrumentasi saat operasi menyebabkan trauma dan menimbulkan infeksi.

Retensi urine yang kronis memungkinkan berkembang biaknya bakteri. Hubungan seksual

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram negatif yaitu Escheriachia Coli peradangan timbul dengan penjalaran secara hematogen ataupun akibat obstruksi saluran kemih bagian bawah, baik akut maupun kronik dapat bilateral maupun unilateral.Kemudian bakteri tersebut berekolonisasi pada suatu tempat misalkan pada vagina atau genetalia eksterna menyebabkan organisme melekat dan berkolonisasi disuatu tempat di periutenial dan masuk ke kandung kemih.

Nyeri waktu berkemih, karena epitelium yang meradang tertekan Edema pada kandung kemih Inkontinensia Eritema mukosa kandung kemih Peningkatan frekuensi berkemih Perasaan ingin berkemih

Nyeri punggung bawah atau suprapubik Demam yang disertai hematuria (danya darah dalam urine) pada kasus yang parah. Mual Muntah Lemah Kondisi umum menurun Bakteriuria (10.000/ml infeksi)

1.Urinalisis a.Leukosuria atau piuria terdapat > 5 /lpb sedimen air kemih b.Hematuria 5 10 eritrosit/lpb sedimen air kemih. 2.Bakteriologis Mikroskopis ; satu bakteri lapangan pandang minyak emersi, 102 103 organisme koliform/mL urin plus piuria 2 ) 3.Tes kimiawi; tes reduksi griess nitrate berupa perubahan warna pada uji carik. 4.Pemeriksaan USG abdomen. 5.Pemeriksaan photo BNO dan BNO IVP

1. Uncomplicated sistitis wanita diterapi antimikroba dosis tunggal atau jangka pendek (1-3 hari) sesuai hasil kultur. Obat pilihan yang sensitif terhadap E.Coli antara lain: sulfisoxazole (gantrisin), trimetropimsulfametoksasol (bactrim, septa), dan nitrofurantoin (macrodantin). Kadang-kadang menggunakan ampisilin, tetapi kadang-kadang bakteri E.Coli telah resisten terhadap obat ini. Laki-laki diterapi selama 7-10 hari dengan antibiotik. Lakukan kultur untuk meningkatkan efektivitas terapi. Awasi efek samping: mual, diare, kemerahan dan kandidiasis vagina.

Antikolinergik (propantheline bromide)

Untuk mencegah hiperitabilitas kandung kemih dan fenazopiridin hidrokolid sebagai antiseptik pada salluran kemih.

Pembentukan Abses ginjal atau perirenal


Pyelonefritis

Gagal Ginjal

Infeksi darah melalui penyebaran hematogen (sepsis)

Meskipun penanganan infeksi saluran kemih khususnya sistitis selama 3 hari biasanya adekuat pada wanita, tetapi kambuhnya infeksi terjadi pada 20% wanita yang mendapat penanganan untuk infeksi saluran kemih nonkomplikasi (Elder, 1992).

A. Pengkajian 1. Data Biologis a. Identitas Pasien 1) Umur : terjadi pada semua umur 2) Jenis kelamin : lebih sering terjadi pada wanita dan meningkatnya insidennya sesuai pertambahan usia dan aktivitas seksual 3) Tempat tinggal : ada atau tidaknya factor predisposisi b. Identitas Penanggungjawab

2. Keluhan Utama a. Rasa sakit atau panas di uretra sewaktu kencing b. Urine sedikit c. Rasa tidak enak di daerah supra pubik 3. Riwayat Penyakit a. Riwayat infeksi saluran kemih b. Riwayat pernah menderita batu ginjal c. Riwayat penyakit DM, jantung.

4. Pemeriksaan Fisik a. Palpasi kandung kemih b. Inspeksi daerah meatus 1) Pengkajian warna, jumlah, bau dan kejernihan urine 2) Pengkajian pada costovertebralis

5. Pemeriksaan Psikososial a. Usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan b. Persepsi terhadap kondisi penyakit c. Mekanisme kopin dan system pendukung d. Pengkajian pengetahuan klien dan keluarga 1) Pemahaman tentang penyebab/perjalanan penyakit 2) Pemahaman tentang pencegahan, perawatan dan terapi medis.

6. Pemeriksaan Laboratorium a. Urinalisa 1) Leukosuria atau piuria terdapat > 5 /lpb sedimen air kemih 2) Hematuria 5 10 eritrosit/lpb sedimen air kemih. b. Tes sensitivitas Banyak mikroorganisme sensitive terhadap antibiotic dan antiseptic berhubungan dengan infeksi berulang

c. Pengkajian radiographic Cystitis ditegakkan berdasarkan history, pemeriksaan medis dan laboratorium, jika terdapat retensi urine dan obstruksi aliran urine dilakukan IPV Identifikasi perubahan dan abnormalitas structural.

d. Pemeriksaan kultur mengidentifikasi bakteri penyebab 1) Mikroskopis ; satu bakteri lapangan pandang minyak emersi, 102 103 organisme koliform/mL urin plus piuria 2) 2) Tes kimiawi; tes reduksi griess nitrate berupa perubahan warna pada uji carik. e. Sinar X ginjal, ureter dan kandung kemih mengidentifikasi anomali.

1. Infeksi yang berhubungan dengan adanya bakteri pada kandung kemih Tujuan : Setelah di lakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam tandatanda infeksi hilang dengan kriteria hasil : a.Tanda vital dalam batas normal b.Nilai kultur urine negative c.Urine berwarna bening dan tidak bau

Intervensi
Kaji suhu tubuh pasien setiap 4 jam dan lapor jika suhu diatas 38,50 C

Rasional
Tanda vital menandakan adanya perubahan di dalam tubuh

Catat karakteristik urine

mengetahui/mengidentifikasi indikasi kemajuan atau penyimpangan dari hasil yang diharapkan.


mencegah stasis urine

Anjurkan pasien untuk minum 2 3 liter jika tidak ada kontra indikasi

Monitor pemeriksaan ulang urine kultur Mengetahui seberapa jauh efek dan sensivitas untuk menentukan pengobatan terhadap keadaan respon terapi. penderita. Anjurkan pasien untuk mengosongkan kandung kemih secara komplit setiap kali kemih. mencegah adanya distensi kandung kemih

Berikan perawatan perineal, pertahankan agar tetap bersih dan kering.

menjaga kebersihan dan menghindari bakteri yang membuat infeksi uretra.

2. Perubahan pola eliminasi urine (disuria, dorongan frekuensi dan atau nokturia) yang berhubungan dengan Inflamasi pada kandung kemih Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam klien dapat mempertahankan pola eliminasi secara adekuat.Kriteria : a.Klien dapat berkemih setiap 3 jam b.Klien tidak kesulitan pada saat berkemih c.Klien dapat bak dengan berkemih

Intervensi
Ukur dan catat urine setiap kali berkemih

Rasional
mengetahui adanya perubahan warna dan untuk mengetahui input/out put
mencegah terjadinya penumpukan urine dalam vesika urinaria.

Anjurkan untuk berkemih setiap 2 3 jam

Palpasi kandung kemih tiap 4 jam

mengetahui adanya distensi kandung kemih. memudahkan klien di dalam berkemih.

Bantu klien ke kamar kecil, memakai pispot/urinal

Bantu klien mendapatkan posisi berkemih yang nyaman

klien tidak sulit untuk berkemih.

3. Nyeri akut yang berhubungan dengan proses penyakit Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x 24 jam pasien merasa nyaman dan nyerinya berkurang. Kriteria Hasil : a. Pasien mengatakan / tidak ada keluhan nyeri pada saat berkemih. b. Kandung kemih tidak tegang c. Pasien nampak tenang d. Ekspresi wajah tenang

Intervensi
Kaji intensitas, lokasi, dan factor yang memperberat atau meringankan nyeri.

Raisonal
Rasa sakit yang hebat menandakan adanya infeksi

Berikan waktu istirahat yang cukup Klien dapat istirahat dengan dan tingkat aktivitas yang dapat di tenang dan dapat merilekskan toleran otot-otot

Anjurkan minum banyak 2-3 liter jika tidak ada kontra indikasi Berikan obat analgetik sesuai dengan program terapi

membantu klien dalam berkemih

Analgetik memblok lintasan nyeri.

4. Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurangnya informasi tentang proses penyakit, metode pencegahan, dan instruksi perawatan di rumah. Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan klien tidak memperlihatkan tanda- tanda gelisah. Kriteria hasil : a.Klien tidak gelisah b.Klien tenang

Intervensi
Kaji tingkat kecemasan

Rasional
mengetahui berat ringannya kecemasan klien klien mempunyai semangat dan mau empati terhadap perawatan dan pengobatan

Beri kesempatan klien untuk mengungkapkan perasaannya

Beri dorongan spiritual kepada klien

klien kembali menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan YME.Beri support pada klien
klien mengerti sepenuhnya tentang penyakit yang dialaminya.

Beri penjelasan tentang penyakitnya