You are on page 1of 17

Pelaksanaan Penegakan HAM di Indonesia dalam Perspektif Hukum Pidana

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Terdapat batasan tentang Hak Asasi Manusia. Hendarmin Ranadireksa ( 2002 : 139 ) memberikan definisi tentang Hak Asasi Manusia pada hakekatn a ada!ah seperangkat ketentuan atau aturan untuk me!indungi "arga negara dari kemungkinan penindasan# pemasungan dan atau pembatasan ruang gerak "arga negara $!eh negara. Artin a# ada pembatasan%pembatasan tertentu ang diber!akukan pada negara agar hak "arga negara ang pa!ing hakiki ter!indungi dari kese"enang & "enangan kekuasaan.[1] Menurut Mahfud MD# Hak Asasi Manusia ada!ah hak ang me!ekat pada martabat manusia sebagai makh!uk 'iptaan Tuhan# dan hak tersebut diba"a manusia se(ak !ahir ke muka bumi sehingga hak tersebut bersifat fitri ( k$drati )# bukan merupakan pemberian manusia atau negara.[2] )ari dua pendapat tersebut# dapat diambi! kesimpu!an bah"a Hak Asasi Manusia ada!ah hak dasar ang me!ekat pada setiap indi*idu se(ak di!ahirkan ke muka bumi dan bukan merupakan pemberian manusia atau negara ang "a(ib di!indungi $!eh negara. +egara# pemerintah# atau $rganisasi apapun mengemban ke"a(iban untuk mengakui dan me!indungi hak asasi manusia pada setiap manusia tanpa terke'ua!i. ,ni berarti bah"a hak asasi manusia harus se!a!u men(adi titik t$!ak dan tu(uan da!am pen e!enggaraan kehidupan bermas arakat# berbangsa# dan bernegara. )a!am pen(e!asan umum -ndang%-ndang +$. 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia# men atakan bah"a se(arah bangsa ,nd$nesia hingga kini men'atat berbagai penderitaan# kesengsaraan dan kesen(angan s$sia!# ang disebabkan $!eh peri!aku ang tidak adi! dan diskriminatif atas dasar etnis# ras# "arna# ku!it# buda a# bahasa# agama# g$!$ngan# (enis ke!amin# dan status s$sia! ang !ain. .eri!aku tidak adi! dan diskriminatif tersebut merupakan pe!anggaran hak asasi manusia# baik ang bersifat vertikal (di!akukan $!eh aparat negara terhadap "arga negara atau seba!ikn a) maupun horizontal (antar "arga negara sendiri) dan tidak sedikit ang masuk kateg$ri pe!anggaran hak asasi manusia ang berat ( grossviolation of human rights). /e"a(iban mengh$rmati hak asasi manusia ter'ermin da!am .embukaan -ndang%-ndang )asar +egara Repub!ik ,nd$nesia Tahun 1901 ang men(i"ai kese!uruhan pasa! da!am batang tubuhn a# terutama ang berkaitan dengan persamaan kedudukan "arga negara da!am hukum dan pemerintahan# hak atas peker(aan dan penghidupan ang !a ak# kemerdekaan berserikat dan berkumpu!# hak untuk menge!uarkan pikiran dengan !isan dan tu!isan# kebebasan meme!uk agama dan untuk beribadat sesuai dengan agama dan keper'a aann a itu# serta hak untuk memper$!eh pendidikan dan penga(aran dan tersurat da!am .asa! 22A sampai .asa! 223 -ndang%-ndang )asar 1901 ang ang mengatur tentang hak asasi manusia. /$misi HAM didirikan dengan tu(uan untuk mengembangkan k$ndisi ang k$ndusif bagi

pe!aksanaan HAM di ,nd$nesia# serta meningkatkan per!indungan dan penegakkan Hak Asasi Manusia guna berkembangn a pribadi manusia ,nd$nesia seutuhn a.[3] 4erdasarkan -ndang & -ndang Hak Asasi Manusia# /$mnas HAM memi!iki fungsi untuk me!aksanakan pengka(ian# pen u!uhan# serta mediasi mengenai HAM di ,nd$nesia. )a!am dunia ,nternasi$na!# terdapat rumusan beberapa hak asasi ang dimuat da!am .er(an(ian Hak 5ipi! dan .$!itik dan .er(an(ian Hak & Hak 6k$n$mi# 5$sia! dan 4uda a :[4] Hak & Hak 5ipi! dan .$!itik men'akup antara !ain : .asa! 7 .asa! 9 .asa! 10 .asa! 12 .asa! 19 .asa! 21 .asa! 22 : : : : : : : Right t$ 8ife & hak atas hidup. Right t$ !ibert and se'urit $f pers$n & hak atas kebebasan dan Right t$ e9ua!it bef$re the '$urts an tribuna!s & hak atas kesamaan di Right t$ freed$m $f th$ught# '$ns'ien'e and re!igi$n & hak atas Right t$ h$!g $pini$ns "ith$ut interferen'e & hak untuk mempun ai Right t$ pea'efu! assemb! & hak atas kebebasan berkumpu! se'ara Right t$ freed$m $f ass$'iati$n & hak untuk berserikat.

keamanan dirin a. muka badan%badan peradi!an. kebebasan berpikir# mempun ai '$ns'ien'e# beragama. pendapat tanpa menga!ami gangguan. damai. Tetapi menurut hasi! pene!itian# se(arah HAM tumbuh dan berkembang se(ak HAM itu diper(uangkan ketika berhadapan dengan kese"enang%"enangan kekuasaan negara. pe!anggaran HAM (uga mungkin di!akukan $!eh pemerintah terhadap rak atn a sendiri. Misa!n a pada masa :rde 4aru# kebebasan berkumpu!# berserikat# dan menge!uarkan pendapat sangat dibatasi. 4egitu (uga ke(ahatan terhadap kemanusiaan da!am berbagai bentukn a sering ter(adi# seperti penangkapan# pen iksaan dan pembunuhan atas $rang%$rang ang dianggap dapat mengan'am dan mengg$ ahkan eksistensi kekuasaann a. Re;im :rde 4aru ang represif dan $t$riter sudah ter!a!u ban ak me!akukan pe!anggaran pe!anggaran HAM# sehingga menimbu!kan ge($!ak ge($!ak s$sia! dan p$!itik ang pada akhirn a mengakibatkan ke(atuhann a pada bu!an Mei 1992 !a!u. /asus & kasus pe!anggaran HAM pada peri$de 1992 & 2011# diantaran a : /asus 5emanggi , dan ,,# Trisakti ( Tahun 1992 ). /asus .$s$ ( Tahun 1992 ). /asus Amb$n ( Tahun 1999 ). /asus 5ampit ( Tahun 2001 ). /asus Ahmadi ah ( Tahun 200< & 2002 ). /asus pe!arangan pendirian rumah ibadah Ahmadi ah ( 2009 & 2010 ).

/asus .rita Mu! asari ( Tahun 2010 & 2011 ).

+amun demikian da!am era ref$rmasi ini te!ah berhasi! disusun instrumen instrumen penegakan HAM. )iantaran a amandemen --) =01 ang kemudian memasukkan HAM da!am 4ab tersendiri dengan pasa! pasa! ang men ebutkan HAM se'ara !ebih detai!. 5e!ain amandemen --) 1901 (uga ditetapkann a /etetapan M.R R, +$. >?,,@M.R@1992 tentang Hak Asasi Manusia ang menugaskan kepada !embaga !embaga tinggi negara dan se!uruh aparatur pemerintah untuk mengh$rmati# menegakkan dan men ebar!uaskan pemahaman mengenai HAM kepada se!uruh mas arakat. 3uga menugaskan kepada .residen R, dan ).R R, untuk meratifikasi berbagai instrumen .44 tentang HAM sepan(ang tidak bertentangan dengan .an'asi!a dan --) 01# dan diudangkann a Undang Undang I No !" #ahun 1""$ Tentang /emerdekaan Men ampaikan .endapat di Muka -mum dan Undang Undang I No %" #ahun 1""" Tentang Hak Asasi Manusia ang (uga memperkuat p$sisi /$mnas HAM ang dibentuk sebe!umn a berdasarkan /eppres. +$ 10 Tahun 1993 Tentang /$misi +asi$na! Hak Asasi Manusia# serta diundangkann a Undang Undang I No &' #ahun &!!! Tentang .engadi!an Hak Asasi Manusia. 5ungguhpun instrumen instrumen penegakan HAM di ,nd$nesia sudah 'ukup memadai# tapi da!am praktekn a penegakan HAM masih dihadapkan kepada berbagai pr$b!em ang per!u diidentifikasi dan di'arikan s$!usi# sehingga ,nd$nesia sebagai negara hukum ang diantara 'iri%'irin a menegakkan HAM tidak han a sebuah lip service atau ret$rika be!aka# tapi benar benar men(adi sebuah (ati diri negara ,nd$nesia ang sesungguhn a. HAM sebagai seperangkat hak ang me!ekat pada manusia sebagai makh!uk Tuhan Aang Maha 6sa dan merupakan anugerah%+ a ang "a(ib dih$rmati# di(un(ung tinggi dan di!indungi $!eh :[5] a. +egara b. '. d. Hukum .emerintah# dan setiap $rang

+egara "a(ib me!indungi dan men(un(ung tinggi HAM karena mas arakat te!ah men erahkan sebagian hak%hakn a kepada negara untuk di(adikan hukum ( Te$ri /$ntrak 5$sia! ). +egara memi!iki hak membuat hukum dan men(atuhkan hukuman atas pe!anggaran HAM. Maka da!am ha! ini# negara mempun ai B kekuasaan B. /ekuasaan artin a mampu memaksakan kehendak kepada pihak !ain. :!eh karena itu# kekuasaan +egara ang tertinggi berarti kekuasaan ang tertinggi ang menentukan kehendak di da!am negara tersebut.[6] Ha! tersebut disebut sebagai Bkedau!atanC# da!am bahasa ,nggris men ebutn a BsovereigntyC. Harold (. Laski di da!am bukun a mengemukakan : B By a state I mean a society of this kind which is integrated by possessing a coercive authority legally supreme over any individual or group which is part of the society [7] B The power is called sovereignty; and it is by the possession of sovereignty that the state is distinguished from all other forms of human association [8] .emerintah "a(ib me!indungi HAM berdasarkan .asa! 2 -- +$ 39 Tahun 1999# hak & hak ang

di!indungi diantaran a : Hak Hidup. Hak hak untuk tidak disiksa Hak kebebasan pribadi Hak .ikiran dan hati nurani# Hak beragama# Hak untuk tidak diperbudak# Hak untuk diakui sebagai pribadi dan persamaan di hadapan hukum# dan hak untuk tidak

dituntut atas dasar hukum ang ber!aku surut. .enegakan Hukum .idana merupakan sa!ah satu per"u(udan penegakan HAM $!eh pemerintah# karena me!indungi HAM k$rban dan mas arakat@kepentingan umum. +amun# apabi!a da!am menegakkan upa a paksa da!am pr$ses penegakan HAM tersebut $!eh penegak hukum ter(adi pe!anggaran atau tidak sesuai pr$sedur ang ditentukan --# maka ter(adi apa ang disebut B .e!anggaran HAM B. Pelanggaran HAM aitu perbuatan $rang atau seke!$mp$k $rang termasuk aparat negara baik senga(a atau tidak atau ke!a!aian se'ara me!a"an hukum mengurangi @ mengha!angi @ membatasi @ men'abut HAM $rang @ ke!$mp$k $rang ang di(amin $!eh -- dan tidak mendapat @ dikha"atirkan tidak memper$!eh pen e!esaian hukum ang adi! dan benar. Upa)a paksa ang ra"an ter(adi pe!anggaran HAM aitu : .enangkapan .enahanan .engge!edahan .en itaan

*an Aperldoorn me!ihat da!am peristi"a pidana ( strafbaar feit ) suatu pe!anggaran tata tertib hukum ( rebhtorde ) umum dan tidak me!ihat da!am peristi"a pidana itu suatu pe!anggaran kepentingan%kepentingan khusus ( bi!zondere belangen ) dari para indi*idu.[9] :!eh sebab itu penuntutan peristi"a pidana tersebut tidak dapat diserahkan kepada indi*idu ang dirugikan $!eh peristi"a pidana itu# tetapi peuntutan itu harus di(a!ankan $!eh pemerintah. Hak & hak tersangka atau terdak"a diatur $!eh /-HA. .asa! 10 % 72# me!iputi :[10] Hak untuk segera diperiksa# dia(ukan di pengadi!an# dan diadi!i. Hak untuk mengetahui dengan (e!as dan bahasa ang dimengerti $!ehn a tentang apa ang Hak untuk memberikan keterangan se'ara bebas kepada pen idik dan hakim. Hak untuk mendapat (uru bahasa. Hak untuk mendapat bantuan hukum pada setiap tingkat pemeriksaan. disangkakan dan apa ang didak"akan.

Hak menghubungi d$kter bagi tersangka ang sakit. Hak tersangka atau terdak"a menuntut ganti rugi# dsb.

.er!indungan HAM dapat di!akukan di .engadi!an dan di !uar pengadi!an. .ada pengadi!an# aitu .engadi!an umum# .engadi!an Tata -saha +egara# .engadi!an Mi!iter# Mahkamah Agung# dan Mahkamah /$nstitusi. 5edangkan di !uar pengadi!an $!eh :[11] /$mnas HAM ( /$misi +asi$na! HAM ). /.A, ( /$misi .er!indungan Anak ,nd$nesia ). /$misi :mbudsman# aitu k$misi untuk menga"asi (a!ann a bir$krasi pemerintahan. /$misi .emberantasan /$rupsi ( /./ ) /$misi .emi!ihan -mum ( /.- )# dsb.

Tuntutan penegakan dan pengh$rmatan HAM dari hari ke hari semakin meningkat. Ha! ini ditandai dengan desakan mas arakat untuk men eret pe!aku ke(ahatan taua pe!anggaran HAM ke depan pengadi!an. Misa!n a da!am kasus 5emanggi , D 2 ( 1992 )# 5ampit ( 2001 )# Amb$n ( 1999 )# .$s$ ( 1992 )# Ahmadi ah ( 200< & 2002 ) dan !ain sebagain a. Mengatasi masa!ah ini M.R menge!uarkan TA. M.R%R, +$m$r >?,,@M.R@1992# tangga! 13 +$*ember 1992 tentang HAM ang menugaskan kepada 8embaga & 8embaga Tinggi +egara dan se!uruh aparatur pemerintahan untuk mengh$rmati# menegakkan dan men ebar!uaskan pemahaman mengenai HAM kepada se!uruh mas arakat ( .asa! 1 ). 5e!an(utn a menugaskan kepada .residen R, dan ).R untuk meratifikasi berbagai instrument .44 tentang HAM# sepan(ang tidak bertentangan dengan .an'asi!a dan --) 1901 ( .asa! 2 ). ,mp!ementasi atas TA. M.R tersebut !ahir!ah -- +$m$r 39 Tahun 1999 tentang HAM# di!an(utkan dengan !ahirn a -- +$m$r 27 Tahun 2000 tentang .engadi!an HAM. [12] Maka dari itu# akan penu!is uraikan permasa!ahan diatas ang berhubungan dengan .e!aksanaan .enegakan HAM di ,nd$nesia da!am sudut pandang Hukum .idana dengan (udu! B Pelaksanaan Penegakan HAM di Indonesia dalam Perspektif Hukum Pidana B.

BAB II PE MA+ALAHAN /asus pe!anggaran HAM memang se!a!u men(adi isu menarik. 4ahkan semua ang me!anggar kebebasan sese$rang dini!ai me!anggar HAM. /$ndisi ini mengingatkan pada men'uatn a isu kebebasan dan hak%hak dasar manusia ang pernah men(adi ik$n k$sm$!$gi pada abad ke%12. .ada masa itu hak%hak dasar tidak han a dipandang sebagai ke"a(iban ang harus dih$rmati penguasa. Tetapi# (uga hak ang mut!ak dimi!iki $!eh rak at. 4ahkan pada abad 12 mun'u! kredo (pern ataan keper'a aan) tiap manusia dikaruniakan hak%hak ang keka!. Hak tidak dapat di'abut dan memasuki era baru dari kehidupan pram$dern ke kehidupan m$dern. 5erta tidak pernah berkurang karena tuntutan hak memerintah penguasa. 4etapa HAM te!ah mendapatkan tempat khusus di tengah%tengah perkembangan kehidupan manusia mu!ai abad 12 sampai sekarang. 4erikut ini akan diuraikan kasus & kasus pe!anggaran HAM ang ter(adi di ,nd$nesia pada .eri$de 1992 & 2011. &.1 #ragedi +emanggi , 1""$ - 1""" . Tragedi 5emanggi menun(uk kepada dua ke(adian pr$tes mas arakat terhadap pe!aksanaan dan agenda 5idang ,stime"a ang mengakibatkan te"asn a "arga sipi!. /e(adian pertama dikena! dengan Tragedi Semanggi I ter(adi pada 11%13 +$*ember 1992# masa pemerintah transisi ,nd$nesia# ang men ebabkan te"asn a 1< "arga sipi!. /e(adian kedua dikena! dengan Tragedi Semanggi II ter(adi pada 20 5eptember 1999 ang men ebabkan te"asn a se$rang mahasis"a dan sebe!as $rang !ainn a di se!uruh (akarta serta men ebabkan 21< k$rban !uka % !uka. .ada bu!an +$*ember 1992 pemerintahan transisi ,nd$nesia mengadakan 5idang ,stime"a untuk menentukan .emi!u berikutn a dan membahas agenda%agenda pemerintahan ang akan di!akukan. ang ang tidak pernah ditingga!kan ketika umat manusia bera!ih untuk

Mahasis"a berg$!ak kemba!i karena mereka tidak mengakui pemerintahan 4. 3. Habibie dan tidak per'a a dengan para angg$ta ).R@M.R :rde 4aru. Mereka (uga mendesak untuk men ingkirkan mi!iter dari p$!itik serta pembersihan pemerintahan dari $rang%$rang :rde 4aru. Mas arakat dan mahasis"a men$!ak 5idang ,stime"a 1992 dan (uga menentang d"ifungsi A4R,@T+,. 5epan(ang diadakann a 5idang ,stime"a itu mas arakat bergabung dengan mahasis"a setiap hari me!akukan dem$nstrasi ke (a!an%(a!an di 3akarta dan k$ta%k$ta besar !ainn a di ,nd$nesia. .eristi"a ini mendapat perhatian sangat besar dari se!uruh ,nd$nesia dan dunia internasi$na!. Hampir se!uruh sek$!ah dan uni*ersitas di 3akarta# tempat diadakann a 5idang ,stime"a tersebut# di!iburkan untuk men'egah mahasis"a berkumpu!. Apapun ang di!akukan $!eh mahasis"a mendapat perhatian ekstra ketat dari pimpinan uni*ersitas masing%masing karena mereka di ba"ah tekanan aparat ang tidak menghendaki aksi mahasis"a. 3a!an 5udirman sudah dihadang $!eh aparat se(ak ma!am hari dan pagi hingga siang harin a (um!ah aparat semakin ban ak guna menghadang !a(u mahasis"a dan mas arakat. /a!i ini mahasis"a bersama mas arakat dikepung dari dua arah sepan(ang 3a!an 3endera! 5udirman dengan menggunakan kendaraan !apis ba(a. 3um!ah mas arakat dan mahasis"a ang bergabung diperkirakan pu!uhan ribu $rang dan sekitar (am 3 s$re kendaraan !apis ba(a bergerak untuk membubarkan massa membuat mas arakat me!arikan diri# sementara mahasis"a men'$ba bertahan namun saat itu (uga ter(adi!ah penembakan membabibuta $!eh aparat ketika ribuan mahasis"a sedang duduk di (a!an. 5aat itu (uga beberapa mahasis"a tertembak dan meningga! seketika di (a!an. Ee!$mbang mahasis"a dan mas arakat ang ingin bergabung terus berdatangan dan disambut dengan pe!uru dan gas airmata. 5angat dahs atn a peristi"a itu sehingga (um!ah k$rban ang meningga! men'apai 1< $rang. 5ementara 017 k$rban menga!ami !uka%!uka# sebagian besar akibat tembakan sen(ata api dan puku!an benda keras# ta(am@tumpu!. .en erangan terhadap para dem$nstran pada ketiga peristi"a ini dan di daerah%daerah !uar 3akarta tampak tidak terukur dan di !uar batas%batas ke"a(aran (e"esive use of force). 5ebagaimana standar $perasi pengenda!ian huru%hara penggunaan gas air mata# meriam air dan tembakan sa!*$ memang di!akukan# akan tetapi penggunaan 'ara itu terutama sen(ata api dengan pe!uru karet atau ta(am tetap harus dibatasi. .ada ketiga rangkaian peristi"a# para dem$nstran tak han a dibubarkan dengan perangkat pengha!au# tapi ban ak ang diserang se'ara fisik# ataupun diania a# bahkan da!am beberapa ke(adian ter(adi pe!e'ehan dan serangan seksua!# ang menun(ukkan $perasi pengenda!ian itu di !uar batas ke"a(aran. 5etidakn a terdapat dua kasus pengania aan (5emanggi , dan 5emanggi ,,) ang di!akukan $!eh pasukan pengenda!i dem$nstrasi sehingga mengakibatkan k$rban te"as.

&.&

#ragedi Poso , 1""$ - &!!! . Te!ah ter(adi bentr$kan di .$s$ ang memakan ban ak k$rban ang diakhiri dengan

bentukn a F$rum /$munikasi -mat 4eragama (F/A-4) di kabupaten )ati ,, .$s$. /asus .$s$ ang ber!angsung hampir dua tahun se(ak )esember 1992 dan terbagi atas tiga fase# masing%masing kerusuhan (i!id , (21 & 29 )esember 1992) (i!id ,, ( 1<%21 Apri! 2000) dan (i!id ,,, (17 Mei & 11 3uni 2000) serta te!ah mene!an k$rban te"as hampir 300 (i"a# ratusan $rang tak diketahui nasibn a# dan hampir <0.000 (i"a mengungsi ada!ah suatu tragedi kemanusiaan ang memi!ukan. )a!am pertemuan /$misi +asi$na! (/$mnas) Hak Asasi Manusia (HAM) dengan .$!ri# kedua pihak bertukar inf$rmasi hasi! pene!usuran tentang k$nf!ik .$s$. 4erdasarkan hasi! pene!usuran /$mnas HAM# masa!ah utama ang men ebabkan ter(adin a k$nf!ik .$s$# karena masa!ah s$sia! dan ku!tura!# termasuk kurang tegasn a p$!isi da!am menegakkan hukum. /$mnas HAM te!ah menerima beberapa pengaduan kekerasan ang di!akukan aparat kep$!isian. 5edangkan setiap $rang# termasuk ang ditetapkan sebagai tersangka# harus di!indungi hakn a. )ihindarkan se(auh mungkin p$!isi me!akukan kekerasan da!am pemeriksaan. .enin(auan /emba!i (./) kedua ang dia(ukan terpidana mati Tib$ 's tidak diatur da!am /-HA. maupun undang%undang !ainn a sehingga a!asan menunggu apakah MA akan menerima ./ kedua tersebut bisa di(adikan dasar hukum untuk menunda pe!aksanaan eksekusi. )a!am k$ndisi penegakan hukum ang n$rma!# argumentasi 3aksa Agung itu sah%sah sa(a karena hukum a'ara pidana kita memang tidak mengena! ./ ang kedua. 5esuai ketentuan /-HA. ang menegaskan bah"a ./ dia(ukan han a satu ka!i sa(a (Pasal &'$ a)at %). Apabi!a ./ di!akukan untuk kedua ka!in a maka tidak ada kepastian hukum (rechtszekerheid). Tetapi da!am k$ndisi penegakan hukum ang abn$rma! (abnormaliteit) di mana pr$ses hukum sarat dengan reka asa untuk me!indungi kepentingan $rang%$rang tertentu# ada!ah bi(ak apabi!a 3aksa Agung tidak menabukan upa a hukum ./ ang kedua ka!in a. ,ni sesuai dengan tu(uan akhir hukum a'ara pidana untuk me"u(udkan ketenteraman# keadi!an# dan kedamaian bagi umat manusia )emi keadi!an# seharusn a 3aksa Agung tidak terburu%buru mengeksekusi Tib$ 's sebab kasus ini masih menimbu!kan pr$ dan k$ntra di tengah mas arakat. &.% #ragedi +ampit , &!!1 . .ergantian pemerintahan dari :rde 4aru ke :rde Ref$rmasi memberikan harapan bah"a dem$kratisasi te!ah dimu!ai. tiba%tiba dike(utkan $!eh pertikaian etnis ang ter(adi di /a!imantan Tengah pada .ertengahan Februari 2001. .ertikaian ang se'ara umum me!ibatkan etnis )a ak dan Madura ini diperkirakan te!ah mengakibatkan 019 $rang meningga! dunia# 93 $rang !uka%!uka# 1.300 rumah beserta 210 kendaraan berm$t$r dirusak dan dibakar serta seban ak 22.170 $rang mengungsi.

.ertikaian ang ter(adi di /a!imantan Tengah ang bermu!a di /$ta 5ampit /abupaten /$ta"aringin Timur dengan 'epat men ebar ke k$ta !ainn a seperti di .a!angka Ra a# /ab. /$ta"aringin 4arat dan /ab. /apuas. -ntuk men'egah agar k$nf!ik tidak me!uas ke daerah !ain di /a!imantan Tengah# .emerintah .usat beker(a sama dengan .emerintah )aerah te!ah me!akukan serangkaian tindakan# antara !ain mengirimkan se(um!ah pasukan pengamanan tambahan ang terdiri dari .asukan 4R,M:4 dan T+, disamping me!akukan upa a%upa a e*akuasi terhadap para pengungsi. )a!am me!akukan tugas%tugas pengamanan te!ah ter(adi beberapa insiden ang me!ibatkan angg$ta /esatuan 4R,M:4 dengan "arga mas arakat di se(um!ah !$kasi# khususn a .eristi"a di 4undaran 4esar .a!angka Ra a tangga! 2 Maret 2001 dan .eristi"a di /m. 00 & 01 5ampit ke .angka!an 4un pada tangga! 7 Apri! 2001. )a!am insiden tersebut (uga te!ah mengakibatkan k$rban (i"a dan harta benda di kedua be!ah pihak. &./ #ragedi Ahmadi)ah , &!!0 - &!!$ . /$misi +asi$na! Hak Asasi Manusia (/$mnas HAM) meni!ai insiden pen erangan terhadap (emaah Ahmadi ah di .andeg!ang# 4anten# ada!ah pe!anggaran HAM serius. Terbunuhn a tiga (emaah Ahmadi ah da!am insiden pen erangan ang ter(adi di )esa -mbu!an# /e'amatan Gikeusik# /abupaten .andeg!ang# 4anten. Hak%hak (emaah Ahmadi ah te!ah dirampas# baik ter!anggarn a hak atas hidup# hak untuk bebas dari pen iksaan# bebas dari rasa takut# dan mendapat rasa aman berdiam di satu daerah. /$mnas HAM mendesak .residen 5usi!$ 4ambang Audh$ $n$ segera mengambi! !angkah k$nkret dan 'epat untuk menangani pers$a!an itu. Ha! pertama ang harus di!akukan pemerintah ada!ah men eret pe!aku tindak kekerasan itu ke pengadi!an &.1 2asus Prita Mul)asari , &!1! - &!11 . .utusan Mahkamah Agung pada 30 3uni 2011 ang menghukum .rita Mu! asari da!am kasus pen'emaran nama baik Rumah 5akit :mni ,nternasi$na! han a karena ang bersangkutan menge!uhkan pe!a anan rumah sakit tersebut# dikha"atirkan akan mengganggu reputasi ,nd$nesia da!am bidang penegakan Hak Asasi Manusia. &.' 2asus u)ati , &!11 . 3anuari 2010# Ru ati dituduh membunuh ibu ma(ikann a bernama /hairi a Hamid Mu(a!!id dengan a!at pem$t$ng daging. .ada Mei 2010# Ru ati diadi!i pertama ka!i dan dian'am hukuman #ishas$ akni hukuman ang setimpa! dengan perbuatann a# misa!n a hukuman bagi pembunuh ada!ah hukuman mati (ika tidak ada pengampunan dari ke!uarga k$rban. 5etahun kemudian# ma(e!is

hakim di Mekkah mem*$nis hukuman pan'ung# ang eksekusin a di(a!ankan pada 12 3uni 2011. )i tengah pr$ses permintaan pengampunan ang se!a!u dit$!ak ke!uarga k$rban itu!ah# eksekusi di(a!ankan. .emerintah ,nd$nesia men a angkan ha! ini karena tanpa pemberitahuan sama seka!i dari pemerintah Arab 5audi.

BAB III ANALI+I+ MA+ALAH /etentuan HAM di ,nd$nesia da!am --) 1901 ter'antum da!am .asa! 22A & 223. 5ebenarn a pada --)5 1910 ( 1909 & 1910 )# te!ah memuat pasa!%pasa! HAM !ebih ban ak dan !engkap dibandingkan --) 1901. +amun# /$nstituante ang dibentuk me!a!ui .emi!u tahun 1911 dibubarkan berdasarkan /epres +$m$r 110 tahun 1919# tangga! 1 3u!i 1919. /emudian berbagai pihak untuk me!engkapi --) 1901 ang berkaitan dengan HAM# me!a!ui M.R5 da!am sidang%sidangn a a"a! :rde 4aru te!ah men usun .iagam Hak%Hak Asasi Manusia dan Hak%Hak serta /e"a(iban Harga +egara. M.R5 te!ah men ampaikan +$ta M.R5 kepada .residen dan ).R tentang pe!aksanaan HAM. /arena berbagai kepentingan p$!itik saat itu# akhirn a tidak (adi diber!akukan. )apat di!ihat bah"a pemerintahan :rde 4aru bersifat anti terhadap .iagam HAM# dan beranggapan bah"a masa!ah HAM sudah diatur da!am berbagai perundang%undangan.[13] 4erikut ini diuraikan mengenai pe!aksanaan penegakan HAM .idana di ,nd$nesia dari mu!ai masa /abinet :rde 4aru# /abinet Ref$rmasi .embangunan dan /abinet E$t$ng%r$ $ng. %.1 3rde Baru .ada masa pemerintahan :rde 4aru# dem$krasi be!um ber(a!an dengan baik. Ter!ihat misa!n a seperti kebebasan mengemukakan pendapat di muka umum# kebebasan pers maupun kebebasan da!am $rganisasi# ha! ini ter!ihat pada kasus pada masa itu aitu Tragedi Trisakti# 5emanggi , dan ,,. Han a kepentingan p$!itik ang men$n($! pada "aktu itu# sehingga gerak%gerik mas arakat terbatas $!eh kekuatan p$!itik dan mi!iterisme. 4ertumpukn a permasa!ahan :rde 4aru# baik masa!ah 484,# //+# kasus Tan(ung .ri$k tangga! 12 5eptember 1920# ):M A'eh tahun 1929# Trisakti tangga! 12 Mei 1992# ketidakper'a aan terhadap pemerintah# dan ter(adi kerusuhan tangga! 12%10 Mei. 5aat itu pemerintahan :rde 4aru sering me!akukan tindakan%tindakan ang dikateg$rikan sebagai crimes by government atau top hat crimes[14]# seperti pen'u!ikan terhadap para aktifis pr$%dem$krasi (kasus penghi!angan se'ara paksa) ang bertentangan dengan HAM# sek!aipun tahun 1993 pemerintah sudah mendirikan /$misi +asi$na! HAM. 5ebagai pun'akn a# tahun 1992# :rde 4aru (atuh dengan adan a mu!ti krisis di ,nd$nesia serta tuntutan adan a Ref$rmasi di sega!a bidang. .ada tahun 1993# pemerintah ,nd$nesia te!ah membentuk /$mnas HAM dengan /epres +$.

10 Tahun 1993 tentang /$misi +asi$na! Hak Asasi Manusia. /$mnas HAM memi!iki tugas ang diatur da!am .asa! 1# aitu : a. b. '. d. Men ebar!uaskan "a"asan nasi$na! dan internasi$na! mengenai HAM baik kepada Mengka(i berbagai instrument .44 tentang HAM dengan tu(uan memberikan saran Memantau dan men e!idiki pe!aksanaan HAM serta pendapat# pertimbangan# dan Mengadakan ker(a sama regi$na! dan internasi$na! da!am rangka mema(ukan dan mas arakat ,nd$nesia maupun internasi$na!. mengenai kemungkinan aksesi dan@ratifikasi. saran kepada badan pemerintahan negara mengenai pe!aksanaan HAM# dan me!indungi HAM. )i da!am rea!isasin a# keberadaan /$mnas HAM tidak memi!iki =powerI da!am me!aksanakan tugasn a# ang terbatas pada pemantauan dan pen e!idikan semata. 5ehingga# da!am kasus Trisakti# semanggi , dan ,,# d!! tidak ditangani se'ara efektif da!am penegakan pidana. %.& 2a4inet eformasi Pem4angunan .ada /abinet Ref$rmasi .embangunan# te!ah ter(adi /asus 5emanggi , tangga! 13 +$pember 1992# 5emanggi ,, tangga! 22 & 20 5eptember 1999# pe!anggaran HAM berat di 8i9ui'a# )i!!i bu!an Apri! 1999 dan 5eptember 1999. 5eiring dengan tumbangn a re;im :rde 4aru menu(u :rde Ref$rmasi ang !ebih menitik beratkan pada per!indungan hukum dan penegakan HAM# rak at me!a!ui M.R me!akukan Amendemen --) 1901 dengan memasukkan .asa! ang khusus mengatur tentang HAM# akni .asa! 22 --) 1901. .emerintah (uga mengundangkan -- +$m$r 39 Tahun 1999 tentang HAM dan -- +$m$r 27 Tahun 2000 tentang .engadi!an HAM. )ida!am -- tentang HAM tersebut# !ob deskripsi dari /$mnas HAM menga!ami perubahan. .erubahan tersebut me!iputi : a. b. Fungsi pengka(ian# pene!itian# pen u!uhan# pemantauan dan mediasi tentang HAM ( .asa! <7 Tugas pen e!idikan terhadap pe!anggaran HAM berat ( .asa! 12 a at (1) -- +$ 27 tahun a at (1) -- +$ 39 tahun 1999 ). 2000 ). )i da!am peraturan perundang%undangan tentang HAM# seperti -- .engadi!an HAM terdapat sa!ah satu ketentuan ang memberikan pe!uang dibukan a kemba!i kasus & kasus pe!anggaran HAM berat ang ter(adi sebe!um diundangkann a -- .engadi!an HAM# ang diatur da!am .asa! 03 & 00 tentang .engadi!an HAM Ad H$' dan .asa! 07 tentang tidak ber!akun a ketentuan kada!uarsa da!am pe!anggaran HAM ( Asas Retr$aktif ).[15] )a!am pen)elesaian 2asus #risakti dan +emanggi# meskipun ).R R, te!ah merek$mendasikan agar kasus Trisakti dan 5emanggi , dan ,, ditindak !an(uti dengan .engadi!an -mum dan

.engadi!an Mi!iter# namun sehubungan dengan adan a dugaan te!ah ter(adin a pe!anggaran HAM berat# tuntutan keadi!an bagi ke!uarga k$rban dan mas arakat# dan da!am rangka penegakan hukum dan pengh$rmatan hak asasi manusia# dipandang per!u /$mnas HAM me!akukan pen e!idikan dengan membentuk /$misi .en e!idikan .e!anggaran HAM Trisakti# 5emanggi ,# dan 5emanggi ,,. Maka da!am Rapat .aripurna /$mnas HAM tangga! 1 3uni 2001 men epakati pembentukan /$misi .en e!idikan .e!anggaran Hak Asasi Manusia .eristi"a Trisakti# 5emanggi , dan 5emanggi ,, ang se!an(utn a dituangkan da!am 5/ +$m$r 030@/:M+A5 HAM@?,,@ 2001 tangga! 2< Agustus 2001. Komnas HAM mengancam bahwa kasus HAM berat ( Trisakti dan Semanggi !" #n!ones"a akan !"a!ukan ke Kom"s" HAM #nternas"ona$% &e$a"n "tu Komnas HAM 'uga akan mem"nta bantuan (enga!"$an untuk memangg"$ (aksa (ara 'en!ra$ tersebut )ang ter$"bat !a$am kasus tersebut% su!ah !"ge$ar (u$a (enga!"$an m"$"ter bag" (e$aku $a(angan !a$am kasus *enembakan Mahas"swa +r"sakt" 199,% +a("- .on"s !"n"$a" ter$a$u r"ngan- ter!akwa han)a a(arat ren!ah !" $a(angan- tak men)entuh (e$aku utama% /em"k"an (u$a !engan (enga!"$am HAM !" Makassar untuk kasus Abe(ura- *a(ua- )ang ter!akwan)a !"n"$a" han)a a(arat $a(angan serta te$ah ter'a!"n)a (eno$akan atas gugatan re(aras" !ar" korban% Ket"!ak(uasaan )ang sama ter'a!" (a!a (e$aksanaan (enga!"$an HAM Ad Hoc !" 0akarta tahun 200312004 untuk kasus +an'ung *r"ok 19,4% 2on"s !"angga( ter$a$u r"ngan- a!a .on"s bebas- t"!ak men)entuh (e$aku utama- serta ter'a!" "n"t"m"!as" se$ama (ers"!angan !an re(aras" )ang t"!ak mema!a" bag" korban% /a$am penyelesaian kasus Sampit- !a$am 3a(at *ar"(urna Komnas HAM tangga$ 3 A(r"$ 2001 men)e(akat" (embentukan Kom"s" *en)e$"!"kan *e$anggaran Hak Asas" Manus"a !" &am("t4Ka$teng )ang se$an'utn)a !"tuangkan !a$am &K 5omor 0244K6M5A& HAM4 24 2001 tangga$ 5 Me" 2001% Tugas KPP HAM Sampit/Kalteng a!a$ah 7 v Mengum(u$kan !an mencar" berbaga" !ata- "n8ormas" !an 8akta tentang berbaga" (e$anggaran hak asas" manus"a )ang berat (a!a saat !an sete$ah ter'a!"n)a kerusuhan antar etn"s !" &am("t !an *a$angka 3a)a% v Mengana$"sa akar masa$ah (en)ebab me$etusn)a kon8$"k antar etn"s !" &am("t !an *a$angka 3a)a untuk !a(at men)am(a"kan a$ternat"8 so$us" menc"(takan (er!ama"an menu'u rekons"$"as"% v Men)e$"!"k" t"ngkat keter$"batan a(aratur negara atau ba!an atau

ke$om(ok $a"n !a$am (e$anggaran hak asas" manus"a )ang ter'a!" se'ak !"un!angkann)a 9n!ang19n!ang *enga!"$an HAM 5o% 2642000% v Mencocokan antara temuan1temuan bukt" !" $a(angan !engan !ata1!ata Merumuskan !an men)am(a"kan has"$ (en)e$"!"kan ke(a!a 3a(at )ang !"h"m(un secara kom(erehens"8 !an ter(a!u% v *ar"(urna sebaga" !asar (en)usunan rekomen!as" Komnas HAM untuk !"teruskan men'a!" (en)"!"kan o$eh Ke'aksaan Agung%

%.%

2a4inet 5otong - o)ong 4e!um !ama ini ter(adi ke(ahatan untuk menghan'urkan se!uruh atau sebagian ke!$mp$k

bangsa ang beragama tertentu# aitu da!am kasus Ahmadi)ah. /e(ahatan ini termasuk ke(ahatan Een$sida ang merupakan pe!anggaran HAM berat# seperti ang diatur da!am -- +$ 27 Tahun 2000 tentang .engadi!an HAM. +egara seharusn a bertindak tegas untuk me!indungi Hak Asasi (amaah Ahmadi ah# termasuk da!am ha! mendirikan tempat ibadah. Dalam kasus u)ati# Menteri Hukum dan HAM te!ah men erahkan surat perm$h$nan pengampunan !angsung untuk Ra(a Arab 5audi atas nama 4apak .residen seban ak 23 $rang terpidana mati# termasuk di da!amn a ada!ah nama a!marhumah Ru ati binti 5atubi. pemerintah Arab 5audi di(an(ikan $!eh .emerintah Arab 5audi akan memberikan pemaafan dan pengurangan hukuman apabi!a te!ah mendapatkan pemaafan dari ke!uarga. /esimpu!an# bah"a pemerintah ,nd$nesia se(ak a"a! te!ah me!akukan upa a%upa a dip!$masi# ad*$kasi# per!indungan dan bantuan terhadap permasa!ahan T/, ang tersangkut masa!ah hukum di !uar negeri# antara !ain seperti ang dikatakan berupa pembebasan# pengampunan# dan pengurangan hukuman. /$misi ,,, ).R mempertimbangkan kun(ungan ke !apangan kepada instansi terkait untuk mendengar !angsung bagaimana per!indungan HAM kepada "arga di !uar negeri di!aksanakan. Ren'ana ini akan di!akukan bi!a p!en$ men etu(ui. 5ekarang ada!ah "aktu ang tepat untuk segera me!ap$rkan ke(adian tersebut kepada Mahkamah ,nternasi$na!# karena tidak ada pemberitahuan ter!ebih dahu!u kepada per"aki!an pemerintah ,nd$nesia di Arab 5audi mengenai eksekusi pan'ung ang akan diberikan $!eh Tenaga /er(a Hanita asa! ,nd$nesia. Ha! tersebut te!ah me!anggar hukum ,nternasi$na! dan (uga me!anggar Hak Asasi Manusia. %./ Upa)a Hukum dalam men)elesaian 2asus - 2asus HAM Berat di Indonesia

Marakn a kasus%kasus pe!anggaran berat ang ter(adi di ,nd$nesia !ebih ban ak mengarah pada crimes by government ( Trisakti# penghi!angan paksa# 5emanggi , dan ,,# Tan(ung .ri$k# d!! )#

sehingga per!u pen e!asaian $!eh pemerintah dengan membuka kemba!i kasus tersebut. /asus masa !ampau ang saat ini sedang diupa akan dibuka kemba!i# akni /asus 2< 3u!i 1997 (/udatu!i) dan kasus kerusuhan Mei 1992. Tragedi Trisakti# 5emanggi , dan ,, termasuk ke(ahatan HAM berat aitu ke(ahatan terhadap kemanusiaan. -nsur penting dari ke(ahatan terhadap kemanusiaan ada!ah adan a serangan ang di!akukan se'ara sistematis (s stemati') atau me!uas ang ("idespread) dan serangan itu ditu(ukankepada "arga sipi!. Tindak ke(ahatan ini!ah diduga ter(adi pada kasus Trisakti# 5emanggi dan ,,. -pa a membuka kemba!i kasus pe!anggarah HAM berat dapat di!akukan dengan dua 'ara# aitu : v (alur Hukum , Pidana6Penal . .enggunaan (a!ur hukum (pidana) dapat ditempuh sesuai dengan isi ketentuan -- +$m$r 27 tahun 2000 tentang .engadi!an HAM ang di!akukan dengan 'ara%'ara ang sudah ditetapkan tahapan% tahapan da!am .asa! 10 & 33 -- .engadi!an HAM. /etentuan pidana (uga diatur da!am .asa! 37%02 -- .engadi!an HAM dengan ketentuan pen(ara minima! 1 tahun dan maksima! pidana mati atau pen(ara seumur hidup. Terdapat ketentuan mengenai de!ik $missi$n (pembiaran) dan '$mmissi$nis. )a!am /asus Tim$r%Tim$r ada terdak"a ang di*$nis pidana pen(ara se!ama 3 tahun di ba"ah standar minimum. v (alur Alternatif /eberadaan /$misi /ebenaran dan Rek$nsi!iasi ( //R ) di ,nd$nesia diatur da!am .asa! 0< a at (1) dan (2) -- +$ 27 Tahun 2000# ang intin a tidak menutup kemungkinan adan a a!ternati*e penggunaan !embaga //R untuk men e!esaikan kasus pe!anggaran berat HAM ang ter(adi sebe!um -- .engadi!an HAM diundangkan. )a!am praktikn a# aparat penegak hukum ,nd$nesia te!ah me!akukan pe!anggaran asas n$n% retr$aktif. 4uktin a# da!am kasus Abdu!!ah .uteh dan /asus 3$se Abi!i$ 5$ares. )a!am kasus .uteh# ia disidik $!eh pen idik /./. Tindakan .uteh ang didak"akan $!eh penuntut umum di!akukan pada bu!an 3uni 2002# sedangka /./ baru !ahir tangga! 2< )esember 2002 me!a!ui -+$ 30 Tahun 2002. 5edangka -- +$ 30 Tahun 2002 tentang /./ menganut asas n$n%retr$aktif ( .asa! <2). .ada kasus Abi!i$# .asa! 03 a at (1) -- +$ 27 Tahun 2000 tentang .engadi!an HAM menganut asas retr$aktif. Maka# .engadi!an Ad H$' HAM ,nd$nesia mengadi!i Abi!i$.[16] -ntuk membuka kemba!i kasus%kasus pe!anggaran HAM berat# diper!ukan BfilterC ang dapat me aring kaus pe!anggaran HAM berat me!a!ui Bpolitical wisdomC dari ).R# seka!ipun sifat dari BfilterC# seperti dige!arn a pengadi!an HAM Ad H$' terhadap /asus Tan(ung .ri$k# ):M ( )aerah :perasi Mi!iter ) A'eh# dan /asus Tim$r%Tim$r pas'a (a(ak pendapat.[1:] 5e!ama pemerintahan :rde 4aru hingga Ref$rmasi# ban ak kasus /$rupsi di ,nd$nesia ang tidak terse!esaikan dengan baik. 5ebagaimana din atakan $!eh 8embaga ,nternasi$na! bah"a ,nd$nesia ada!ah negara ketiga pa!ing k$rup sedunia# dan merupakan negara pa!ing k$rup se Asia. 5ebagai negara pa!ing k$rup# tanpa se$rang k$rupt$r pun ang dipen(arakan. BAB I*

2E+IMPULAN .ada Masa :rde 4aru hingga /abinet E$t$ng%R$ $ng ban ak pe!anggaran HAM ang ter(adi# baik ang sedang dise!esaikan maupun be!um disentuh. :t$ritarianisme re;im :rde 4aru antara !ain ditandai dengan ban akn a kasus kasus pe!anggaran HAM baik ang terse!ubung maupun ang terbuka. Memang pada masa itu instrumen instrumen penegakan HAM te!ah ada seka!ipun tidak se!engkap di era ref$rmasi misa!n a ketentuan ketentuan tentang HAM ang tersebar da!am peraturan perundang%undangan ang sudah ada# )ek!arasi -ni*ersa! Tentang Hak Asasi Manusia ang te!ah disetu(ui dan diumumkan $!eh Res$!usi Ma(!is -mum .44 pada tangga! 10 )esember 1902# dibentukn a /$misi +asi$na! Hak Asasi Manusia berdasarkan /eppres +$ 10 Tahun 1993 dan !ain !ain. ,nstrumen instrumen di atas tern ata tidak dapat berfungsi bagi penegakan HAM karena hukum se'ara umum pada masa :rde 4aru han a dia(dikan a!at untuk mempertahankan kekuasaan# bukan untuk me"u(udkan kebenaran dan keadi!an# atau dengan kata !ain hukum pada masa itu tidak untuk ditegakkan. /eterpurukan hukum di ,nd$nesia menghambat penegakan HAM di negara kita sehingga kasus pe!anggaran HAM ang terg$!$ng berat hingga sekarang tidak ada ang berhasi! diusut se'ara tuntas dan pr$fesi$na! dan sudah tentu ha! ini sangat mengusik rasa keadi!an mas arakat se'ara umum. .e!aksanaan dan penegakan HAM diatur da!am -- +$ 39 tahun 1999 dan di!aksanakann a .engadi!an Ad%H$'# atas pe!anggaran HAM di 3akarta dan Tim$r%Tim$r. Memang# pe!aksanaan .engadi!an Ad H$' atas pe!anggaran HAM di Tim$r%Tim$r penuh dengan kepentingan p$!itik. )i satu pihak pe!aksanaan pengadi!an Ad H$' atas desakan .44# di pihak !ain berbenturan kepentingan penegakan HAM dengan kepentingan +asi$na!. .enegakan hukum harus terus di!akukan. Tragedi Trisakti%5emanggi mungkin te!ah men(adi se(arah. +amun (angan sampai penegakan hukum di ,nd$nesia (uga han a men(adi 'erita masa !a!u. 3angan sampai suatu tindakan pe!anggaran ter!epas dari ka'a mata hukum han a karena tertutup $!eh isu%isu ang sedang hangat beredar atau adan a kepentingan tertentu. Ter!epas dari berbagai ma'am ke!ebihan dan kekurangann a# bagi kita merupakan suatu kema(uan ang sangat berarti# karena bangsa ,nd$nesia memi!iki k$mitmen ang tinggi atas (aminan serta penegakan HAM.

DA7#A PU+#A2A

Buku - Buku 8

Mu!adi# .r$f. %ak &sasi 'anusia ( %akekat$ (onsep dan Implikasinya dalam )erspektif %ukum dan 'asyarakat ). 2001. 4andung : .T. Refika Aditama. /a!igis# :.G. )erlindungan %ukum atas %ak &sasi Tersangka$ Terdakwa dan Terpidana 2007. 4andung : A!umni. 4udiard($# Miriam. *asar + *asar Ilmu )olitik. 19<2. 3akarta : .T. Eramedia .uataka -tama. 3$eniart$. *emokrasi dan ,istem )emerintahan -egara. 1990. 3akarta : .T. Rineka Gipta. Ham;ah# Andi. %ukum &cara )idana Indonesia. 2002. 3akarta : 5inar Erafika. Asshiddi9ie# 3im! . )erkembangan dan (onsolidasi .embaga -egara )asca /eformasi. 2010. 3akarta : 5inar Erafika. .rinst# )ar"an. ,osialisasi dan *iseminasi )enegakan %ak &sasi 'anusia. 2001. 4andung : .T. Gitra Adit a 4akti. -tre'ht# 6. %ukum )idana I. 1912. 4andung : -ni*ersitas .ad(ad(aran. Undang - Undang 8 -ndang & -ndang )asar 1901. -ndang & -ndang +$m$r 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. -ndang & -ndang +$m$r 27 Tahun 2000 tentang .engadi!an HAM.

5u"andi. Instrumen dan )enegakan %&' di Indonesia. 2001. 4andung : .T. Refika Aditama.h!m.39 [2] Mahfud M.).# M$h. 2001. *asar 0 ,truktur (etatanegaraan Indonesia 3akarta : Rineka Gipta. [3] 5u"andi. Instrumen dan )enegakan %&' di Indonesia . 2001. 4andung : .T. Refika Aditama.h!m.03 [4] .r$f.Miriam 4udiard($. *asar + *asar Ilmu )olitik. 19<2. 3akarta : .T. Eramedia.uataka -tama. H!m.127 [5] .asa! 1 a at (1) -- +$m$r 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia [6] 3$eniart$# 5.H. *emokrasi dan ,istem )emerintahan -egara. 1990. 3akarta : .T. Rineka Gipta. H!m.11. [:] Har$!d 3. 8aski : B The ,tate in theory and practice B# 'etakan ?# The ?ai!%4a!!$u%.ress -.5.A.# h!m 2. [,] ,bid : ha!aman 9. [9] Mr. )rs. 6 -tre'ht. Hukum .idana ,. 1912. 4andung. H!m 1<. [10] .r$f.)r. (ur. Andi Ham;ah. Hukum A'ara .idana ,nd$nesia. 2002. 3akarta : 5inar Erafika. H!m 71. [11] .r$f. )r. 3im! Asshiddi9ie# 5.H. .erkembangan dan /$ns$!idasi 8embaga +egara .as'a Ref$rmasi. 2010. 3akarta : 5inar Erafika. H!m J*i. [12] )ar"an .rinst# 5.H. 5$sia!isasi dan )iseminasi .enegakan Hak Asasi Manusia. 2001. 4andung
[1]

: .T. Gitra Adit a 4akti. H!m iii. [13] Tu!isan 5!amet Marta Harda a da!m buku .r$f. )r. H. Mu!adi# 5.H. %ak &sasi 'anusia ( %akekat$ (onsep dan Implikasinya dalam )erspektif %ukum dan 'asyarakat ). 2001. 4andung : .T. Refika Aditama.h!m.0. [14] .endapat H$r$ Hinandi da!am tu!isann a B Ref$rmasi .enegakan HAM di 6ra E!$ba!isasi# da!am buku buku .r$f. )r. H. Mu!adi# 5.H. %ak &sasi 'anusia ( %akekat$ (onsep dan Implikasinya dalam )erspektif %ukum dan 'asyarakat ). 2001. 4andung : .T. Refika Aditama.h!m.11. [15] )ar"an .rinst# 5.H. ,osialisasi dan *iseminasi )enegakan %&'. 2001. 4andung : .T. Gitra Adit a 4akti. H!m.<<. [16] )r.:.G./a!igis# 5.H.# M.H )erlindungan %ukum atas %ak &sasi Tersangka$ Terdakwa dan Terpidana 2007. 4andung : A!umni. H!m. 102. [1:] .endapat H$r$ Hinandi da!am tu!isann a B Ref$rmasi .enegakan HAM di 6ra E!$ba!isasi# da!am buku buku .r$f. )r. H. Mu!adi# 5.H. %ak &sasi 'anusia ( %akekat$ (onsep dan Implikasinya dalam )erspektif %ukum dan 'asyarakat ). 2001. 4andung : .T. Refika Aditama.h!m.13.