You are on page 1of 86

Health Study Club 2013 1.

Chanceroid
Desvia Ira Restiana A. Definisi Nama lainnya adalah ulkus mole, suatu infeksi pada alat kelamin akut yang disebabkan oleh Streptobacillus ducreyi (Athar, 2004 . !lkus mole merupakan penyakit ulseratif akut, biasanya ter"adi di genitalia. #enyakit ini sering dihubungkan dengan adenitis inguinal atau bubo, yang deisebabkan oleh infeksi Haemophilus ducreyi, hasil gram negati$e yang "uga bersifat anaerob fakultatif yang membutuhkan hemin (faktor % untuk pertumbuhanya (Adam, 20&2 . '. (pidemiologi #enyakit ini bersifat endemik di daerah tropic dan subtropik, terutama di kota dan pelabuhan. #enularan penyakit ini dapat melalui kasur)sprei dan bisa "uga melalui "ari*"ari. +ehidupan pria yang kurang men"aga kebersihan dan sering berganti pasangan menyebabkannya lebih sering terkena penyakit ini dibandingkan dengan ,anita (Athar, 2004 . #re$alensi ulkus mole tinggi pada kelompok sosial ekonomi rendah, terutama pada peker"a seks, dan tampaknya peker"a seks men"adi reser$oir pada semua laporan epidemic penyakit ini. Diantara peker"a seks komersial kelas ba,ah, pre$alensi ulkus genital antara -*.-/ dan H. ducreyi dapat dikultur dan kira*kira -0/ dan ulkus tersebut (Adam, 20&2 .

0. 1e"ala klinis +emunculan penyakit ini sekitar .*- hari se"ak seseorang tertular. 2ula*mula muncul bintil kecil pada alat kelamin, lalu pecah dan bernanah sehingga menimbulkan borok dan rasanya nyeri disertai pembengkakan "aringan di sekitarnya. +elen"ar limfe pada pangkal paha membengkak dan men"adi lunak, dan seringkali men"adi abses. +emunculannya hampir mirip dengan sipilis namun penanganannya sangat berbeda (Athar, 2004 . D. #enegakan diagnosis

1|NephroUrinary ^^

Health Study Club 2013


#enegakan diagnosis dapat ditegakan berdasarkan ri,ayat penderita, keluhan dan ge"ala klinis serta pemeriksaan laboratorium untuk menemukan agen penyebabnya, pemeriksaan penun"ang yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut (Adam, 20&2 . &. #emeriksaan langsung dan bahan ulkus 3umlah 4. ducreyi pada eksudat ulkus sekitar antara &05.&06) ml pus. #ada pus bubo biasanya tidak sidapatkanmikroorganisme tetapi dapat ditemukan dalam abses inguinal. 'iasanya di"umpai dalam benytuk kelompok kecil atau rantai parallel dan 2 atau. organisme yang tersebar sepan"ang untaian kerset mucus, baik intra atau ekstra sel. 2. 'iakan #ada pembiakan akan tampak koloni kecil, nonmukoid, ber,arna abu*abu kuning, seini opak atau translusen dan dapat digeser pada permukaan agar dalam keadaan utuh. +oloni ini mulai muncul setelah 24 "am, tetapi biasanya setelah 5 hari mokulasi. .. 7es serologi 7es kmpleman fiksasi, presipitin dan aglutinasi dengan hasil positif pada beberapa penyakit ulkus genital yang disebabkan H. deucreyi. 4. Polymerase Chain Reaction (PCR) 2etode untuk melipatgandakan DNA. #emeriksaan ini dapat menditeksi H. ducreyi pada peker"a seks komersial tanpa ge"ala dan tanda ulkus mole. -. #emeriksaan 4istopatologi 1ambanan tampak gambaran $ertical yang terdiri atas . lapis, yaitu lapisan superfisial pada permukaan ulkus agak tipis dan terdiri dari neutrofil, fibrin, limfosit, leukosit dan "aringan nekrotik. 8apisan kedua dampas sangat luas, berisi banyak pembuluh darah baru dan tampak "elas proliferasi sel*sel endotelnya. 8umen pembuluh darah tersumbat dan mengakibatkan thrombosis dan perubahan degenenatif pembuluh darah. 8apisan ketiga yaitu lapisan yang paling dalam, yang terdiri atas infiltrat sel plasma yang tebal dan sel*sel limfoid.
2|NephroUrinary ^^

Health Study Club 2013

(. #atogenesis 2elekatnya mikroba yang pathogen ini pada permukaan sel epitel dianggap merupakan proses a,al yang terpenting dalam infeksi. H. ducreyi mampu menyababkan hamagultinasi sel*sel eritrosit manusia, dan akti$itas ini dihubungkan dengan permukaan bakteri yang bersifat hidrofobik tinggi. Sifat ini dapat dirusak oleh terapi trypsin atau formaldehid, namun tidak akan terpengaruh oleh D*mannose atau dengan pemanasan 90*&00 o0. :ili yang dimiliki oleh H. ductreyi mungkin memegang peran penting pada proses adesi ini. :ili yang dapat terditeksi dengan menggunakan mikroskop electron tampak sebagai bagian tubuh yang sangat halus, fili ini terdiri atas fili monomer dengan berat molekul 2400 dalton. H. ducreyi dapat berpenetrasi kedalam epidermis melalui sel*sel epitel yang rusak karena trauma atau abrasi. !kuran inokulum yang mampu menyababkan infeksi adalah lebih besar. ;katan 4. ductreyi kemudian dapat ter"adi pada matriks protein ekstraseluler dan fibrinogen, fibronektin, kolagen dan gelatin. #ada lesi tersebut organism dapat di"umpai baik di dalam makrofag maupun neutrofil. 'ahkan "uga dapat terlihat terlihat secara berkelompok dalam "aringan interstitium (Adam, 20&2 .

:. 7atalaksana &. 2edikamentosa 4. ducreyi diketahui telah mengalami resistensi terhadap sulfonamid, tetrasiklin, ampisilin, kloramfenikol dan kanamisin. 0ebter of Desease0ontrol (0D0 pada tahun &<<6 merekomendasikan pengobatan ulkus mele dengan = a. A>itromisin & g per oral, dosis tunggal b. Seftriakson 2-0 mg ;2, dosis tuggal

3|NephroUrinary ^^

Health Study Club 2013


c. Siprofloksasin 2?-00 mg)hari per oral, selama . hari d. (ritromisin 4?-00 mg sehari per oral, selama 5 hari e. 7rimetropin &90 mg dan sulfometoksason 600 mg 2? sehari salama 5 hari sebagai pengobatan alternati$e f. +ombinasi amoksisilin -00 mg dan asam kla$ulanat &2- mg oral .? sehari selama 5 hari g. Antiseptic po$idon iodin @elaps dapat ter"adi setelah penderita sembuh sempurna pada lokasi yang sama dengan lesi sebelumnya sekitar -/ penderita. +egagalan pengobatan pasanagn seksual biasanya berperan sebagai pasien relaps (Adam, 20&2 . 2. Non*2edikamentosa a. +ompres dingin untuk mengurangi peradangan b. ;stirahat

1. #rognosis #enyakit ini tidak menyebar secara sistemik. 7anpa pengobatan ulkus genital dan abses inguinal kadang akan menetap selama bertahun*tahun. ;nfeksi tidak menimbulkan imunitas dan dapat ter"adi infeksi ulang (Adam, 20&2 .

4. +omplikasi &. Adenitis inguinal 2. :imosis atau parafimosis .. :istel uretra 4. :istel uro$agina
4|NephroUrinary ^^

Health Study Club 2013


-. ;nfeksi campuran

@eferences= Adam. 20&2. Infeksi Menular Seksual (IMS) pada Sistem 4asanuddin ro!enitalia. 2akasar = !ni$ersitas

Athar, Shahid. 2004. "im#in!an Seks "a!i $aum Muda Muslim. 3akarta= #ustaka Aahra

5|NephroUrinary ^^

Health Study Club 2013 2. PARAFIMOSIS


by Anisa Kapti Hana i !"! A. Definisi #arafimosis merupakan suatu kondisi dimana prepusium penis yang di retraksi sampai di sulkus koronarium tidak dapat dikembalikan pada keadaan semula dan timbul "eratan pada penis dibelakang sulkus koronarius (7anagho,2004 . #arafimosis harus dianggap sebagai kondisi darurat karena retraksi prepusium yang terlalu sempit di belakang glans penis ke sulkus glandularis dapat mengganggu perfusi permukaan prepusium distal dari cincin konstriksi dan "uga pada glans penis dengan risiko ter"adinya nekrosis (;katan Dokter Anak ;ndonesia, 2006 .

'. (tiologi #arafimosis dapat disebabkan oleh tindakan menarik prepusium ke proksimal yang biasanya di lakukan pada saat bersenggama atau masturbasi atau sehabis pemasangan kateter tetapi preputium tidak dikembalikan ketempat semula secepatnya (7anagho, 2004 (#urnomo, 200. .

0. (pidemiologi #arafimosis yang didiagnosis secara klinis ini, dapat ter"adi pada penis yang belum disunat (disirkumsisi atau telah disirkumsisi namun hasil sirkumsisinya kurang baik. #arafimosis dapat ter"adi pada laki*laki semua usia, namun ke"adiannya tersering pada masa bayi dan rema"a.

D. #enegakan Diagnosis

6|NephroUrinary ^^

Health Study Club 2013


&. Anamnesis #arafimosis secara sederhana tampak sebagai glans penis yang membengkak dan sangat nyeri pada pasien yang tidak men"alani sirkumsisi atau sirkumsisi parsial. #ada bayi kemungkinan hanya tampak re,el. Adakalanya, paraphimosis ditemukan secara tidak senga"a saat pemeriksaan oleh pera,at dari pasien (Anonimous, 20&& . #arafimosis dapat ditemukan pada populasi berikut, sehingga perlu digali melalui anamnesa (Bein, 2005 (1hory, 20&0 = a. Anak kecil yang prepusiumnya diturunkan secara paksa atau lupa dikembalikan ke posisi semula saat buang air atau mandi b. @ema"a atau pria de,asa yang mengalami parafimosis saat melakukan aktifitas seksual yang penuh semangat c. #ria dengan balanoposthitis kronis d. #asien yang terpasang kateter dan orang yang mera,atnya lupa untuk mengembalikan prepusium ke posisi semula setelah pemasangan kateter atau saat dibersihkan. 2. #emeriksaan :isik #arafimosis disebabkan oleh inflamasi kronis yang ter"adi di ba,ah kulit preputium yang menyebabkan kontraktur dari pembukaan preputium (fimosis dan pembentukan "eratan kulit ketika preputium diretraksi ke belakang glans. 3eratan ini akan menyebabkan kongesti $ena, menyebabkan pada pemeriksaan fisik didapatkan edema dan pembesaran glas yang menyebabkan semakin memburuknya keadaan. #ada proses per"alanan penyakit "uga dapat ditemukan oklusi arteri dan nekrosis dari glans (7anagho,2004 .

7|NephroUrinary ^^

Health Study Club 2013

1ambar &. 1ambaran +linis #arafimosis (. #atomekanisme #arafimosis atau pembengkakan yang sangat nyeri pada prepusium bagian distal dari phimotic ring, ter"adi bila prepusium tetap retraksi untuk ,aktu lama. 4al ini menyebabkan ter"adinya obstruksi $ena dan bendungan pada glans penis yang sangat nyeri. #embengkakan dapat membuat penurunan prepusium yang meliputi glans penis men"adi sulit (Bein, 2005 . Seiring ,aktu, gangguan aliran $ena dan limfatik ke penis men"adi terbendung dan semakin membengkak. Dengan ber"alannya proses pembengkakan, suplai darah men"adi berkurang dan dapat menyebabkan ter"adinya infark)nekrosis penis, gangren, bahkan autoamputasi (1hory, 20&0 .

:. 7alaksana #repusium diusahakan untuk dikembalikan secara manual dengan teknik memi"at glans selama .*- menit diharapkan edema berkurang dan secara perlahan*lahan
8|NephroUrinary ^^

Health Study Club 2013


prepusium dikembalikan pada tempatnya. 3ika usaha ini tidak berhasil, dilakukan dorsum insisi pada "eratan sehingga prepusium dapat dikembalikan pada tempatnya. Balaupun demikian, setelah parafimosis diatasi secara darurat, dimana edema dan proses inflamasi menghilang, pasien dian"urkan untuk men"alani sirkumsisi. 7indakan sirkumsisi dapat dilakukan secaraberencana dengan pemberian anestesi serta antibiotika oleh karena kondisi parafimosis tersebut dapat berulang atau kambuh kembali (7anagho, 2004 (#urnomo, 200. (S"amsuhida"at, 2004 .

1ambar 2. 2anual @eduction pada #arafimosis

1. #rognosis #rognosis dan outcome dari parafimosis akan semakin baik manakala kondisi penyakit ini semakin dini dan cepat pula didiagnosis dan ditangani.

4. +omplikasi #arafimosis harus dianggap sebagai kondisi darurat karena retraksi prepusium yang terlalu sempit di belakang glans penis ke sulkus glandularis dapat mengganggu perfusi
9|NephroUrinary ^^

Health Study Club 2013


permukaan prepusium distal dari cincin konstriksi dan "uga pada glans penis dengan risiko ter"adinya nekrosis 3ika parafimosis tidak segera diterapi, hal ini dapat mengganggu aliran darah ke u"ung distal dari penis ( penis tip . #ada kasus yang ekstrim, hal ini mungkin dapat menyebabkan kerusakan atau cedera u"ung penis, gangren maupun hilangnya u"ung penis (penis tip (Santoso, 200-

@eferences= Santoso, A. 200-. %imosis dan Parafimosis. 3akarta= ;katan Ahli !rologi ;ndonesia. 7anagho, (A and 2cAninch, 3B. 2004. Smith&s 'eneral Appleton and 8ange. #urnomo, 'asuki '. 200.. $elainan Penis dan 0C. ;nfomedika. Bein. 2005. Penetratin! +rauma to Penis. Bein = 0ampbell*Balsh !rology, <th ed. Sauders, An ;mprint of (lse$ier 1hory, 4ina A. 20&0. Phimosis and Paraphimosis. A$ailable at = ,,,.medscape.com.. Anonimous. 20&&. Paraphimosis. A$ailable at = ,,,. nlm.nih.go$. S"amsuhida"at, @, Bim de 3ong. 2004. Saluran kemih dan ,lat $elamin -elaki. "uku*,.ar Ilmu "edah.(d.2. 3akarta = (10. rethra. )asar*dasar rolo!i. (d.2. 3akarta = rolo!y Si(teen edition. !SA =

10 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013 #.


De*inisi #riapismus adalah suatu keadaan di mana ter"adi ereksi penis yang berkepan"angan tanpa diikuti hasrat seksual dan disertai dengan rasa nyeri. #riapismus berasal dari kata Dunani #riapus yaitu nama de,a ke"antanan pada era Dunani +uno. #riapismus adalah keadaan medis yang sangat nyeri dan berbahaya dimana penis yang ereksi tidak kembali ke fase flaksid, meskipun tidak ada rangsangan fisik dan psikologis, dalam ,aktu 4 "am. #riapismus dipertimbangkan sebagai kega,atdaruratan medis yang harus segera ditangani. +tio(o,i #riapismus dapat disebabkan karena leukemia, penyakit darah sel sabit atau trauma pada tulang belakang. 3uga dapat ter"adi (tetapi "arang karena efek samping dari obat tra>odone yaitu obat yang digunakan untuk mengatasi depresi. #emakaian obat suntik untuk mengatasi impotensi yang tidak sesuai dengan dosis an"uran sering menyebabkan priapismus. Ebat ini disuntikkan langsung pada penis, dan paling tidak F dari seluruh pria yang menggunakan obat suntik ini dalam ,aktu lebih dari . bulan mengalami priapismus. Seperti diketahui, se"ak beberapa tahun terakhir ini suntikan langsung pada penis men"adi populer sebagai upaya untuk mengatasi disfungsi ereksi, seiring dengan munculnya klinik yang menyebut diri sebagai klinik impotensi. 2emang benar suntikan langsung pada penis dengan menggunakan bahan yang mengaktifkan pembuluh darah merupakan salah satu cara untuk menimbulkan ereksi pada pria yang mengalami disfungsi ereksi. 7etapi tidak semua bahan itu aman digunakan. Salah satu bahan yang sering menimbulkan priapismus ialah papa$erin. 'ahan ini bila disuntikkan langsung ke dalam ruang pembuluh darah penis memang dapat menimbulkan ereksi segera. 7etapi berbagai efek samping dapat ter"adi, yaitu priapismus, perdarahan di ba,ah kulit, terbentuknya "aringan ikat di dalam ruang pembuluh darah penis, dan kematian "aringan penis. +eadaan ini pada akhirnya "ustru dapat mengakibatkan disfungsi ereksi men"adi semakin buruk. 7etapi mungkin karena harga papa$erin murah, maka masih ada klinik yang menggunakannya untuk mengatasi disfungsi ereksi.
11 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Priapis$%s

&y '%(%) Kharis$a

Health Study Club 2013


#adahal seharusnya bahan ini sudah tidak digunakan lagi. Atau kalau mau digunakan, hanyalah sebagai suatu campuran dengan bahan lain yang lebih aman. Dengan campuran tersebut, efek sampingnya dapat ditekan dan tidak menimbulkan akibat buruk. 'eberapa bahan lain yang digunakan sebagai suntikan pada penis tampaknya lebih aman dan tidak menimbulkan efek samping seperti pada papa$erin. Sebagai contoh, alprostadil. 4anya sa"a harganya lebih mahal. Di samping akibat suntikan papa$erin pada penis, ada obat dan penyebab lain yang "uga dapat mengakibatkan priapismus. 'eberapa obat lain ialah bahan psikotropika, bahan antipembekuan darah, dan hormon. 'eberapa penyakit darah "uga dapat mengakibatkan priapismus, seperti leukemia dan thalassemia. 1angguan saraf, seperti penyakit pada pembuluh darah otak, "uga dapat mengakibatkan priapismus. #riapismus dibedakan men"adi 2 berdasarkan etiologinya yaitu = priapismus primer)idiopatik dan priapismus sekunder. #riapismus sekunder dapat disebabkan oleh = &. +elainan pembekuan darah ( anemia bulan sabit, leukemia, emboli lemak 2. 1angguan sistem perdarahan atau hematolo!ic disorders, misalnya= sickle cell disease, leukemia. .. 7rauma 1enitalia 4. 1angguan neurogen (pada ,aktu men"alani anestesi regional atau pada penderita paraplegia -. #enyakit keganasan 9. #emakaian obat G obat tertentu dan >at kimia tertentu (alkohol, psikotropik, dan antihipertensi 5. #asca in"eksi intraka$ernosa dengan >at $asoaktif 6. 2edikasi (misalnya= tra/odone, phenothia/ine . <. #enyebab iatro!enic, misalnya= in"eksipapa0erine untuk impotensi.
12 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


&0. 0edera 2edulla Spinalis &&. ;diopatik

Pato*isio(o,i Priapis$%s #riapismus ter"adi saat keseimbangan fisiologis dari aliran darah menu"u dan keluar dari corpora ca$ernosa terhalang (interrupted . ;ni menyebabkan ereksi badan ca$ernosa tanpa disertai ereksi corpus spongiosum atau glans. #riapismus biasanya disebabkan karena obat*obatan, trauma atau karena suatu penyakitH bukan disebabkan karena gairah seksual. #ada ereksi penis yang normalH darah akan mengisi dan memenuhi tabung ereksi sehingga penis men"adi ereksi. 7idak seperti penis normal dimana ereksi akan mereda setelah akti$itas seksual selesai. Sedangkan pada keadaan priapismus, ereksi ter"adi terus menerus karena darah yang berada dalam tabung ereksi tidak dapat mengalir keluar. 'atang penis menegang dengan keras sedangkan u"ung penis lembek. 3ika keadaan ini tidak segera teratasi maka priapismus dapat menyebabkan kerusakkan "aringan penis dan selan"utnya mengganggu ereksi penis yang normal. K(asi*i)asi Sebenarnya priapismus ada dua "enis, #ertama, priapismus karena tersumbatnya "alan keluar aliran darah dari penis (lo, flo, priapism . Akibatnya, aliran darah yang masuk ke dalam penis terus tertumpuk dan tidak dapat keluar. +edua, priapismus karena kebocoran pembuluh darah nadi di dalam penis (high flo, priapism . Akibatnya, darah terus mengalir di dalam penis ,alaupun masih mengalami aliran keluar. +edua "enis priapismus tersebut mempunyai perbedaan. #riapismus karena tersumbatnya aliran darah keluar sangat kaku dan menimbulkan rasa sakit serta iskemik. Sedang priapismus karena kebocoran pembuluh darah nadi tidak terlalu kaku dan tidak menimbulkan rasa sakit. :isiologi (reksi, #enis mendapatkan aliran darah dari arteri pudenda yang kemudian men"adi arteri penis komunis. Selan"utnya arteri ini bercabang men"adi arteri ka$ernosa atau arteri sentralis, arteri dorsalis penis, dan arteri bulbo*uretralis. Arteri penis komunis ini mele,ati kanal dari alcock yang berdekatan dengan os pubis dan mudah mengalami cedera "ika ter"adi fraktur pel$is. Arteri sentralis memasuki rongga ka$ernosa kemudian bercabang men"adi arteriole
13 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


helisin yang mengisi darah ke dalam sinusoid. Sedangkan darah $ena dari sinusoid dialirkan melalui anyaman)pleksus yang terletak diba,ah tunika albuginea. Anyaman ini bergabung membentuk $enule emisaria dan menembus tunika albuginea ke $ena dorsalis penis. #roses fisiologis ereksi dimulai rangsangan seksual yang menimbulkan peningkatan akti$is saraf parasimpatis yang mengakibatkan ter"adinya dilatasi arteriole dan kontriksi $enule sehingga inflo, meningkat dan outflo, menurun hal ini menyebabkan peningkatan $olume darah dan ketegangan pada corpora sehingga penis ereksi. #ersaraf penis terdiri atas sistem saraf otonomik dan somatic yang berpusat di nucleus intermediolateralis medulla spinalis pada segmen S2*4 dan 7h&2 G 82. Saraf ini memacu neurotransmiter untuk memulai proses ereksi serta mengakhirinya pada proses detumesensi. #enyebab dari ereksi penis yang berkepan"angan dapat ter"adi karena =

gangguan mekanisme outflo, ($ena G oklusi sehingga darah tidak dapat keluar dari "aringan erektil peningkatan inflo, aliran darah arteriel yang masuk ke "aringan erektil

Nah, karena penyebab priapismus adalah 2 hal di atas, maka secara hemodinamik priapismus dapat dibagi men"adi =

#riapismus tipe $eno oklusif ) lo, flo, #riapismus tipe arteriel ) high flo, gambaran klinis, laboratorium, dan

+eduanya dapat dibedakan dengan memperhatikan

pemeriksaan pencitraan dgn arteriografi atau !S1 0olor Doppler. #riapismus "enis iskemik ditandai dengan adanya iskemia atau anoksia pada otot polos ka$ernosa. Semakin lama ereksi, iskemia semakin berat, dan setelah .*4 "am, ereksi dirasakan sangat sakit. Setelah &2 "am dapat ter"adi edema interstisial dan kerusakan endotelium sinusoid. Nekrosis otot polos ka$ernosa ter"adi setelah 24 G 46 "am. Setelah 46 "am maka ter"adi pembekuan darah dalam ka$erne, destruksi endotel sehingga "aringan G "aringan trabekel kehilangan daya elastisitasnya. 3ika tidak diterapi, detumesensi ter"adi setelah 2 G 4 minggu dan otot polos yang mengalami nekrosis diganti oleh "aringan fibrosa sehingga kehilangan kemampuan untuk mempertahankan ereksi maksimal
14 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


#riapismus "enis non iskemik paling banyak ter"adi setelah ter"adinya trauma pada daerah perineum atau setelah operasi rekonstruksi arteri pada disfungsi arteri. #rognosisnya lebih baik daripada "enis iskemik dan ereksi dapat kembali seperti sediakala. #riapismus iskemik = ter"adi pada saat tidur, mula G mula ringan men"adi saat nyeri, penis men"adi sangat tegang, darah ka$ernosa men"adi hitam, pE2 I .0 mm 4g, p0E2 J 60 mm4g, p4 I 5,2-, color doppler tidak ada aliran darah, arteriografi = pembuluh darah utuh. #riapismus Non ;skemik = ter"adi setelah trauma, nyeri dirasa ringan sampai sedang, ketegangan penis ringan sampai sedang, ,arna darah merah, pE2 J -0 mm4g, p0E2 I -0 mm4g, p4 J 5,-, color doppler ada aliran dan fistula, arteriografi ada malformasi arterio*$ena Dia,nosis #asien datang dengan ri,ayat ereksi yang nyeri dan berlangsung selama beberapa "am. 0orpus ca$ernosum mengeras dan nyeri saat dipalpasi. 1lans dan corpus spongiosum lunak dan tak terlibat. #ada pemeriksaan lokal didapatkan batang penis yang tegang tanpa diikuti oleh ketegangan pada glans penis. !S1 Doppler yang dapat mendeteksi adanya pulsasi arteri ka$ernosa dan analisis gas darah yang diambil intraka$ernosa dapat membedakan priampismus "enis iskemik atau non iskemik. &. @i,ayat pasien. @i,ayat yang lengkap diperlukan untuk mengidentifikasi penyebab yang mungkin. 2. #emeriksaan laboratorium Diperlukan preparat sel sabit (sickle cell dan hitung darah lengkap (complete #lood count1C"C . Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara seksama. #emeriksaan lan"utan untuk memastikan kelainan ini ialah dengan scan nuklir atau menggunakan dopler ultrasound. Ko$p(i)asi #riapismus iskemik dapat menyebabkan komplikasi yang serius. Darah yang terperangkap dalam penis men"adi beracun terhadap "aringan. 3ika ereksi berlangsung lebih dari 4 "am, darah yang kekurangan oksigen akan mulai merusak "aringan penis. Sebagai akibatnya, priapismus yang tidak ditangani dapat mengakibatkan =

Disfungsi ereksi, ketidakmampuan penis men"adi atau bertahan untuk ereksi dengan rangsangan seksual.

15 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013

;mpotensi.

Pro,nosis 3ika priapismus dapat diatasi dalam ,aktu &2 hingga 24 "am biasanya tidak ada kerusakkan "aringan yang serius. 3ika lebih dari 24 "am, ter"adi impotensi yang menetap karena tekanan yang tinggi pada penis sehingga menyebabkan kerusakkan "aringan. Pence,ahan Ebat*obat antineoplasma (hidroksiurea dapat mencegah priapismus berulang pada penderita* penderita anemia sel sabit. -erapi #rinsip terapi pada priapismus adalah secepat mungkin mengembalikan aliran darah pada korpora ka$ernosa yang dicapai dengan cara medikamentosa maupun operatif. Sebelum tindakan agresif pasien diminta untuk melompat G lompat dengan harapan ter"adi di$ersi aliran darah dari ka$ernosa ke otot gluteus. #emberian kompres air es pada penis atau enema larutan garam fisiologis dingin dapat merangsang akti$itas saraf simpatik sehingga memperbaiki aliran darah ke ka$ernosa. #emberian hidrasi yang baik dan anestesi regional pada beberapa kasus dapat menolong. Ada . cara untuk mengatasi keadaan ini. 0ara yang paling efektif adalah dengan menyuntikkan obat ke dalam penis sehingga aliran darah terbuka kembali. +ompres es batu digunakan untuk meredakan keadaan ini tetapi cara ini tidak ada gunanya "ika priapismus telah ter"adi lebih dari 6 "am. #ada kasus*kasus yang berat yang tidak memberikan respons terhadap kedua cara di atas, maka gunakan "arum suntik untuk menyingkirkan darah yang ter"ebak di dalam tabung ereksi. 3aringan penis dibilas dengan cairan infus dan darah yang ter"ebak disedot keluar. 3ika dengan cara ini gagal maka dilakukan tindakan operasi. Salah satunya adalah dengan menghentikan suplai darah ke penis sehingga penis dapat rileks kembali. 3ika masalah ini dikarenakan penyakit anemia sel sabit, terapi krisis ini cukup diatasi dengan oksigen dan transfusi darah. a. +onser$atif 4idrasi yang baik Sedati$ (nemaessaline +ompressrotum)penis 2assageprostat

16 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


b. Aspirasi dan irigasi intraka$ernosa = Aspirasi dan irigasi intraka$ernosa = Aspirasi darah ka$ernosa diindikasikan pada priapismus non iskemik atau priapismus iskemik yang masih baru sa"a ter"adi. #riapismus iskemik dera"at berat yang sudah ter"adi beberapa hari tidak memberikan respon terhadap aspirasi aspirasi dan irigasi obat ke dalam intraka$ernosaH untuk itu perlu dilakukan tindakan operasi. Aspirasi diker"akan dengan memakai "arum scalp $ein no 2&.

Pic.2 3inter Procedur

17 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013

Pic.4 Pintas $orpora Spon!iosa

18 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


Pic.5 ,nastomosis $a0ernosa*6ena Safena Ma!na

Aspirasi sebanyak &0 G &0 ml darah intraka$ernosa, kemudian dilakukan instilasi &0 G 20 mikrogram epinefrin yang dilarutkan dalam & ml larutan Na0l tiap - menit sampai penis mengalami detumesensi. 3ika dilakukan sebelum 24 "am setelah serangan, hampir semua kasus dapat sembuh dengan cara ini K Aspirasi &0 G 20 cc darah intraka$ernosa dgn scalp $ein no.2&1. K ;nstilasi &0 *20 mg epinefrin yang dilarutkan dalam & cc larutan garam fisiologis setiap - menit hingga detumesensi. ("ika priapismus IJ c. 3alan pintas (shunting dari ka$ernosa = untuk "enis iskemik atau gagal medikamentosa) aspirasi 3alan pintas (shunting keluar dari korpora ka$ernosa 7indakan ini harus dipikirkan untuk mencegah timbulnya sindroma kompartemen yang dapat menekan arteria ka$ernosa dan berakibat iskemia korpora ka$ernosa. 'eberapa tindakan pintas itu adalah (& pintas korpora* granular sesuai yang dian"urkan oleh Binter atau Al 1horab, (2 pintas korpora* spongiosum, dan (. pintas safeno*ka$ernosum dengan membuat anastomosis antara korpus ka$ernosum dengan safena magna.

#intas korporo*glanular),inter #intas korporo*spongiosum #intas sa$eno*ka$ernosum

@eferensi. &. 4auri D, Spycher 2, 'ruhlmann B= (rection and priapisma ne, pathophysiological concept. !rol ;nt. &<6.H 66= &.6*4-. 2. 4ashmat A;, @ehman 3!= #riapism. ;n= 4ashmat A;, Das S (eds. , 7he #enis. #hiladelphia, 8ea L :ebiger. &<<.H pp 2&<*4..

19 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


.. Spycher 2A, 4auri D= 7he ultrastructure of the erectile tissue in priapism. 3 !rol. &<69H &.-= &42*5. 4. -. 2elman A, Serels S= #riapism. ;nt 3 ;mp @es. 2000H &2 (Suppl 4 = &..*< (l*'ahnasa,y 2S, Da,ood A, :arouk A= 8o,*flo, priapism= risk factors for erectile dysfunction. '3! ;nt. 2002H 6<= 26-*<0. 9. #ari$ar :, 8ue 7:= #riapism. ;n= 4ellstrom B31 (ed. , 2ale ;nfertility and Se?ual Dysfunction. 'erlin, Springer*Cerlag. &<<5H 40&*6.

20 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013 .. R%pt%r Kand%n, Ke$ih


&y Fi)rianisa Sa*rina

De*inisi
+andung kemih yang pecah adalah cedera yang sangat serius yang dapat memba,a se"umlah cara. +ecelakaan mobil, "atuh parah atau pukulan besar dan kuat untuk daerah perut dapat menyebabkan rupturnya kandung kemih ini, seperti dapat luka yang diderita selama operasi panggul. 'eberapa ge"ala biasanya akan menyertai kondisi, yang mungkin mulai ringan tetapi kemudian meningkat semakin lama kan. #erbaikan akan perlu dilakukan pembedahan dan secepat mungkin. 2ereka umumnya hadir dengan gross hematuria pada penempatan kateter kandung kemih. Dalam hal ini harus segera dilakukan 07 scan perut dengan teknik cystogram (2achtens et al, 2000 .

Pato,enesis
&. #el$ic :racture= 0edera kandung kemih karena fraktur panggul menyebabkan perforasi kandung kemih oleh fragmen fraktur ta"am. 8okasi cedera kandung kemih biasanya ekstraperitoneal (2achtens et al, 2000 . 2. 7rauma kandung kemih= 3ika kandung kemih penuh terkena trauma tumpul perut bagian ba,ah, peningkatan tekanan tiba*tiba kandung kemih dapat menyebabkan pecahnya kandung kemih. 8okasi perforasi kandung kemih biasanya intraperitoneal di atap kandung kemih (2achtens et al, 2000 .

-anda dan /e0a(a


&. Nyeri suprapubik = Sakit adalah salah satu ge"ala utama kandung kemih pecah. @asa sakit akan suprapubik, atau di tengah bagian ba,ah perut. @asa sakit akan sering mulai pada tingkat ringan tetapi akan cepat meningkat selama periode ,aktu yang singkat, sering untuk tingkat tertahankan. @asa sakit akan konstan. +elembutan di ,ilayah yang sama akan sering mendahului atau menyertai rasa sakit (1argulinski, 20&2 . 2. +andung kemih Distensi = Distensi kandung kemih, yang merupakan ketidakmampuan untuk buang air kecil, adalah tanda lain bah,a kandung kemih dapat pecah. 3ika kandung kemih beker"a normal, seseorang bisa buang air kecil di akan dan benar*benar
21 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


mengosongkan kandung kemih. +etika kandung kemih pecah, urin dapat diadakan ,a"ar dan normal tanpa kendali orang tersebut (1argulinski, 20&2 . .. 4ematuria= +andung kemih yang pecah "uga dapat menyebabkan hematuria, yang merupakan darah dalam urin. Dokter biasanya dapat menandai masalah tergantung pada ,arna dan "umlah darah dan pada saat mana tahap buang air kecil itu ter"adi= di a,al, tengah atau akhir. Dengan kandung kemih pecah, darah akan diresapi seluruh buang air kecil. ;ni "uga akan begitu banyak untuk men"adi mudah dilihat dengan mata telan"ang, daripada membutuhkan mikroskop seperti hematuria lainnya (1argulinski, 20&2 . 4. #embengkakan = Daerah di bagian ba,ah batang tubuh "uga dapat men"adi bengkak dari kandung kemih pecah. Daerah ini mungkin termasuk bokong dan perineum, yang merupakan dasar panggul dikelilingi oleh lengkungan kemaluan di depan, di belakang tulang ekor dan tulang pinggulnya di setiap sisi. #ria "uga dapat menemukan diri dengan skrotum bengkak dari kandung kemih pecah (1argulinski, 20&2 . -. Syok= +arena kandung kemih pecah begitu traumatis dan sering mengancam "i,a, orang yang menderita dari satu dapat masuk ke shock. 'eberapa tanda*tanda syok termasuk detak "antung sangat cepat, "uga dikenal sebagai takikardia, dan tekanan darah sangat rendah, "uga dikenal sebagai hipotensi (1argulinski, 20&2 .

Pene,a))an Dia,nosis
+ehadiran cedera urologi harus dipertimbangkan pada pasien yang telah mengalami trauma tumpul abdomen ba,ah parah dan pada semua pasien dengan fraktur panggul. 7emuan fisik yang menun"ukkan kemungkinan pecah kandung kemih meliputi gross hematuria dan ketidakmampuan untuk buang air kecil. Sebuah cystogram dilakukan dengan benar merupakan diagnostik kandung kemih pecah dan akan menentukan apakah ruptur intraperitoneal atau ekstraperitoneal (@ackle, 20&2 .

Mana,e$ent r%pt%r )and%n, )e$ih


#ada kasus pecah kandung kemih ekstraperitoneal yang kecil dapat dengan aman dikelola oleh kateter drainase, antibiotik, dan obser$asi klinis dekat. Sedangkan untuk pecah kandung kemih ekstraperitoneal yang besar dan perforasi intraperitoneal membutuhkan eksplorasi bedah

22 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


dan penutupan kandung kemih. Sebuah garis tengah laparotomi ke perut bagian ba,ah dilakukan. #eriksa rongga perut untuk cedera lebih lan"ut. +andung kubah dibuka dan kandung kemih diperiksa untuk cedera. 0edera ditutup dalam tiga lapisan (mukosa * muskularis * peritoneum . +omplikasi yang ter"adi sebagai akibat dari cedera kandung kemih diminimalkan dengan identifikasi cidera lain dan diperbaiki "ika diperlukan ('odner, &<<- .

Daftar #ustaka 2achtens u.a., Stief, 0.1., 4agemann., et al. 2000. 2anagement 7raumatischer 8Msionen $on 4arnblase und !rethra. A$ailable at http=)),,,.urology*te?tbook.com)bladder* in"ury.htmlN2achtens2000. 'odner D@., Sel>man AA., Spirnak 3#. &<<-. ($aluation and treatment of bladder rupture. !SA= Department of !rology, 0ase Bestern @eser$e !ni$ersity School of 2edicine. A$ailable at http=)),,,.ncbi.nlm.nih.go$)pubmed) 1argulinski, @yn. 20&2. @uptured 'ladder Symptoms. A$ailable http=)),,,.eho,.com)aboutO-&2&.&4Oruptured*bladder*symptoms.html. @ackley, @aymond 2D. 20&2. 'ladder 7rauma. http=))emedicine.medscape.com)article)44&&24*o$er$ie,Na0&04 A$ailable at at

23 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


1.

PROS-A-I-IS
&y Mo(yna 2(*ah

A. Definisi #rostatitis adalah suatu reaksi inflamasi pada prostat, disebabkan oleh bakteri atau non bakteri. #rostatitis bukanlah suatu kondisi tunggal tetapi sekelompok gangguan dengan ge"ala terkait. 7erdapat 4 macam prostatitis= &. +ategori ; yaitu prostatitis bakterial akut 2. +ategori ;; yaitu prostatitis bakterial kronis .. +ategori ;;; prostatitis non bakterial kronis atau sindrom pel$ik kronis. inflamasi dan ;;;' adalah sindrom pel$ik non inflamasi 4. +ategori ;C yaitu prostatitis inflamasi asimtomatik +ategori ini dibedakan dalam 2 subkategori, yaitu subkategori ;;;A yaitu sindrom pel$ik kronis dengan

24 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

0hronic bacterial 0#)0#SS ( non Asymptomatic prostatitis bacteri prostatitis prostatitis (tiologi ;nfeksi bakteri ( (.colli, ;nfeksi saluran idiopatik Health Study Club 2013 proteous, pseudomonas, kemih yang sering spp, enterobacter, kambuh seratia, spp #engobatan infeki yang tidak adekuat 'akteri yang resisten terhadap obat Diagnosis D@(= prostat teraba !"i 4 tabung, pada !"i 4 tabung, 'isanya bengkak, hangat, nyeri (#S dan C'. pada Cb4 terdiagnosis ketika Sampel urin didapatakan tidak ditemukan melakukan kuman J C'& dan pertumbuhan pemeriksaan untuk C'2 kuman keadaan lain. (#S #SA, B'0, didapatkan spesimen cairan banyak leukoit prostat ( ada dan o$al fat inflamasi , biopsi body ( ;;;A prostat Cb4 didapatkan adanya bakteri penyebab infeksi maupun sel*sel penanda proses inflamasi (;;;' 1e"ala Demam Disuria #erineum pain asymptomatik 2enggigil !rgensi 8o,er part of @asa sakit di daerah :rekueni the stomach perineal Nyeri perineal pain Adanya gangguan +adang*kadang #enis pain miksi nyeri saat e"akulasi 7esticles pain atau hematospermi @ectum pain Sakit ketika e"akulasi (rectile dysfunction !rinary problems, peraaan tidak pua saat miksi :rakuansi, urgency :aktor resiko #enggunaan kateter Non Gspeific dari $esika urunaria uretritis 'iopsi prostat !7; 7erapi Antibiotik ( yang Antibiotika Antibiotik 7idak sensitif terhadap kuman ( trimetropin* Alpha blocker memerlukan terapi 25 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^ penyebab = golongan sulfametoksa>ol, . bulan untuk 7erapi fluoroPuinolone, doksisiklin, ma?imum antibiotika trimetropin* minosiklin, effect( untuk diperlukan "ika sulfametoksa>ol, karbenisilin, dan mengurangi ditemukan sel*sel

Acute bacterial prostatitis

Health Study Club 2013


'. #athogenesis

,akteri $ari uretra Urin terin.eksi bakteri

'era"bat naik

'asuk ke $uktus prostatikus

(e.luks urin

li".ogen

,akteri "asuk ke prostat

he"atogen

!e"asper"ia

#er$arahan $i saluran ke"ih

!e"aturia

Ther"ostat

#irogen en$ogen $an eksogen

#rostatitis

#rostat "e"besar 'enekan *esika urinaria

%et poin "eningkat &e"a" &isuria

(angsangan no)i)eptor

Nyeri 'enggigil

+apasitas *esika urinaria "enurun

0. #atofisiologis

Tertekan saat e akulasi

#enyebaran $er"ato"

%ering ,-+

26 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^ Nyeri saat e akulasi

Nyeri tulang belakang

Health Study Club 2013

D. +omplikasi +omplikasi yang dapat ter"adi pada hipertropi prostat adalah. @etensi kronik dapat menyebabkan refluks $esiko*ureter, hidroureter, hidronefrosis, gagal gin"al. #roses kerusakan gin"al dipercepat bila ter"adi infeksi pada ,aktu miksic. 4ernia ) hemoroid. +arena selalu terdapat sisa urin sehingga menyebabkan terbentuknya batue. 4ematuriaf. Sistitis dan #ielonefritis

27 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013 3. R2P-2R 2R+-RA


&y Dina 4%r$a(a Sari

&. D(:;N;S; @uptur uretra adalah ruptur pada uretra yang ter"adi langsung akibat trauma dan kebanyakan disertai fraktur tulang panggul, khususnya os pubis (simpiolisis . 2. (7;E8E1; Adanya trauma pada perut bagian ba,ah, panggul, genetalia eksterna maupun perineum. 0edera eksternal :raktur pel$is = rupture uretra pars membranasea. 7rauma selangkangan = ruptur uretra pars bulbosa. ;atrogenik = pemasangan kateter folley yang salah. #ersalinan lama. @uptur yang spontan .. (#;D(2;E8E1; :raktur pel$is merupakan penyebab utama ter"adinya ruptur uretra posterior dengan angka ke"adian 20 per &00.000 populasi dan penyebab utama ter"adinya fraktur pel$is adalah kecelakaan bermotor (&-,-/ , diikuti oleh cedera pe"alan kaki (&.,6/ , "atuh dari ketinggian lebih dari &- kaki (&./ , kecelakaan pada penumpang mobil (&0,2/ dan kecelakaan ker"a (9/ . :raktur pel$is merupakan salah satu tanda bah,a telah ter"adi cedera intraabdominal ataupun cedera urogenitalia yang kira*kira ter"adi pada &-*20/ pasien. 0edera organ terbanyak pada fraktur pel$is adalah pada uretra posterior (-,6/*&4,9/ , diikuti oleh cedera hati (9,&/*&0,2/ dan cedera limpa (-,2/*-,6/ .

28 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


Di Amerika Serikat angka ke"adian fraktur pel$is pada laki*laki yang menyebabkan cedera uretra ber$ariasi antara &*2-/ dengan nilai rata*rata &0/. 0edera uretra pada ,anita dengan fraktur pel$is sebenarnya "arang ter"adi, tetapi beberapa kepustakaan melaporkan insiden ke"adiannya sekitar 4*9/. Angka ke"adian cedera uretra yang dihubungkan dengan fraktur pel$is kebanyakan ditemukan pada a,al dekade keempat, dengan umur rata*rata .. tahun. #ada anak (I&2 tahun angka ke"adiannya sekitar 6/. 7erdapat perbedaan persentasi angka ke"adian fraktur pel$is yang menyebabkan cedera uretra pada anak dan de,asa. :raktur pel$is pada anak sekitar -9/ kasus yang merupakan resiko tinggi untuk ter"adinya cedera uretra. 7rauma uretra lebih sering ter"adi pada laki*laki dibanding ,anita, perbedaan ini disebabkan karena uretra ,anita pendek, lebih mobilitas dan mempunyai ligamentum pubis yang tidak kaku.

4. +8AS;:;+AS; 2elalui gambaran uretrogram, 0olapinto dan 2c0ollum (&<59 membagi dera"at cedera uretra posterior dalam . "enis = a. !retra posterior masih utuh dan hanya mengalami stretching (perengangan . :oto uretrogram tidak menun"ukkan adanya ekstra$asasi, dan uretra hanya tampak meman"ang b. !retra posterior terputus pada perbatasan prostate*membranasea, sedangkan diafragma urogenitalia masih utuh. :oto uretrogram menun"ukkan ekstra$asai kontras yang masih terbatas di atas diafragma c. !retra posterior, diafragma urogenitalis, dan uretra pars bulbosa sebelah proksimal ikut rusak. :oto uretrogram menun"ukkan ekst$asasi kontras meluas hingga di ba,ah diafragma sampai ke perineum +lasifikasi rupture uretra anterior dideskripsikan oleh 2cAninch dan Armenakas berdasarkan atas gambaran radiologi

+ontusio = 1ambaran klinis memberi kesan cedera uretra, tetapi uretrografi retrograde normal

29 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013

Incomplete disruption = !retrografi menun"ukkan ekstra$asasi, tetapi masih ada kontinuitas uretra sebagian. +ontras terlihat mengisi uretra proksimal atau $esika urinaria.

Complete disruption = !retrografi menun"ukkan ekstra$asasi dengan tidak ada kontras mengisi uretra proksimal atau $esika urinaria. +ontinuitas uretra seluruhnya terganggu.

-. #A7E:;SE8E1; @uptur uretran posterior hampir selalu disertai fraktur pel$is. Akibat fraktur tulang pel$is ter"adi robekan pars membranaseae karena prostat dan uretra prostatika tertarik ke cranial bersama fragmen fraktur. Sedangkan uretra membranaseae terikat di diafragma urogenital. @uptur uretra posterior dapat ter"adi total atau inkomplit. #ada rupture total, uretra terpisah seluruhnya dan ligamentum puboprostatikum robek, sehingga buli*buli dan prostat terlepas ke cranial. @upture uretra anterior atau cedera uretra bulbosa ter"adi akibat "atuh terduduk atau terkangkang sehingga uretra ter"epit antara ob"ek yang keras seperti batu, kayu atau palang sepeda dengan tulang simpisis. 0edera uretra anterior selain oleh cedera kangkang "uga dapat di sebabkan oleh instrumentasi urologic seperti pemasangan kateter, businasi dan bedah endoskopi. Akibatnya dapat ter"adi kontusio dan laserasi uretra karena straddle in"ury yang berat dan menyebabkan robeknya uretra dan ter"adi ekstra$asasi urine yang biasa meluas ke skrotum, sepan"ang penis dan ke dinding abdomen yang bila tidak ditangani dengan baik ter"adi infeksi atau sepsis.

9. 2AN;:(S7AS; +8;N;S #ada #osterior Q #erdarahan per uretra

30 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


Q Q Q @etensi urine. #emeriksaan @ektal 7use = :loating #rostat. !reterografi= ekstra$asasi kontras dan adanya fraktur pel$is.

#ada Anterior= Q Q Q #erdarahan per*uretra) hematuri. Slee$e 4ematom)butterfly hematom. +adang ter"adiretensi urine.

5. #(NA7A8A+SANAAN @!#7!@ !@(7@A #ES7(@;E@ a. (mergency Syok dan pendarahan harus diatasi, serta pemberian antibiotik dan obat*obat analgesik. #asien dengan kontusio atau laserasi dan masih dapat kencing, tidak perlu menggunakan alat*alat atau manipulasi tapi "ika tidak bisa kencing dan tidak ada ekstra$asasi pada uretrosistogram, pemasangan kateter harus dilakukan dengan lubrikan yang adekuat. 'ila ruptur uretra posterior tidak disertai cedera intraabdomen dan organ lain, cukup dilakukan sistotomi. @eparasi uretra dilakukan 2*. hari kemudian dengan melakukan anastomosis u"ung ke u"ung, dan pemasangan kateter silicon selama . minggu. b. #embedahan (kstra$asasi pada uretrosistogram mengindikasikan pembedahan. +ateter uretra harus dihindari. 2) Immediate mana!ement
31 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


#enanganan a,al terdiri dari sistostomi suprapubik untuk drainase urin. ;nsisi midline pada abdomen bagian ba,ah dibuat untuk menghindari pendarahan yang banyak pada pel$is. 'uli*buli dan prostat biasanya ele$asi kearah superior oleh pendarahan yang luas pada periprostatik dan peri$esikal. 'uli*buli sering distensi oleh akumulasi $olume urin yang banyak selama periode resusitasi dan persiapan operasi. !rin sering bersih dan bebas dari darah, tetapi mungkin terdapat !ross hematuria. 'uli*buli harus dibuka pada garis midline dan diinspeksi untuk laserasi dan "ika ada, laserasi harus ditutup dengan benang yang dapat diabsorpsi dan pemasangan tu#e sistotomi untuk drainase urin. Sistotomi suprapubik dipertahankan selama . bulan. #emasangan ini membolehkan resolusi dari hematoma pada pel$is, dan prostat L buli*buli akan kembali secara perlahan ke posisi anatominya. 'ila disertai cedera organ lain sehingga tidak mungkin dilakukan reparasi 2* . hari kemudian, sebaiknya dipasang kateter secara langsir (railroading . 4) )elayed urethral reconstruction @ekonstruksi uretra setelah disposisi prostat dapat diker"akan dalam . bulan, diduga pada saat ini tidak ada abses pel$is atau bukti lain dari infeksi pel$is. Sebelum rekonstuksi, dilakukan kombinasi sistogram dan uretrogram untuk menentukan pan"ang sebenarnya dari striktur uretra. #an"ang striktur biasanya &*2 cm dan lokasinya dibelakang dari tulang pubis. 2etode yang dipilih adalah Rsin!le*sta!e reconstructionS pada ruptur uretra dengan eksisi langsung pada daerah striktur dan anastomosis uretra pars bulbosa ke apeks prostat lalu dipasang kateter uretra ukuran &9 : melalui sistotomi suprapubik. +ira*kira & bulan setelah rekonstuksi, kateter uretra dapat dilepas. Sebelumnya dilakukan sistogram, "ika sistogram memperlihatkan uretra utuh dan tidak ada ekstra$asasi, kateter suprapubik dapat dilepas. 3ika masih ada ekstra$asasi atau striktur, kateter suprapubik harus dipertahankan. !retrogram dilakukan kembali dalam 2 bulan untuk melihat perkembangan striktur. 5) Immediate urethral reali!nment
32 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


'eberapa ahli bedah lebih suka untuk langsung memperbaiki uretra. #erdarahan dan hematoma sekitar ruptur merupakan masalah teknis. 7imbulnya striktur, impotensi, dan inkotinensia lebih tinggi dari immediate cystotomy dan delayed reconstruction. Balaupun demikian beberapa penulis melaporkan keberhasilan dengan immediate urethral reali!nment. . @!#7!@ !@(7@A AN7(@;E@ a. #enanganan A,al +ehilangan darah yang banyak biasanya tidak ditemukan pada straddle in.ury. 3ika terdapat pendarahan yang berat dilakukan bebat tekan dan resusitasi. Armenakas dan 2cAninch (&<<9 merencanakan skema klasifikasi praktis yang sederhana yang membagi cedera uretra anterior berdasarkan penemuan radiografi men"adi kontusio, ruptur inkomplit, dan ruptur komplit. +ontusio dan cedera inkomplit dapat ditatalaksana hanya dengan di$ersi kateter uretra. 7indakan a,al sistotomi suprapubik adalah pilihan penanganan pada cedera staddle mayor yang melibatkan uretra. #ilihan utama berupa sur!ical repair direkomendasikan pada luka tembak dengan kecepatan rendah, !kuran kateter disesuaikan dengan berat dari striktur uretra. Debridement dari korpus spongiosum setelah trauma seharusnya dibatasi karena aliran darah korpus dapat terganggu sehingga menghambat penyembuhan spontan dari area yang mengalami kontusi. Di$ersi urin dengan suprapubik direkomendasikan setelah luka tembak uretra dengan kecepatan tinggi, diikuti dengan rekonstruksi lambat. b. #enanganan Spesifik & +ontusio !retra #asien dengan kontusio uretra tidak ditemukan bukti adanya ekstra$asasi dan uretra tetap utuh. Setelah uretrografi, pasien dibolehkan untuk buang air kecilH dan "ika buang air kecil normal, tanpa nyeri dan pendarahan, tidak dibutuhkan penanganan tambahan. 3ika pendarahan menetap, drainase uretra dapat dilakukan.

33 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


2 8aserasi !retra ;nstrumentasi uretra setelah uretrografi harus dihindari. ;nsisi midline pada suprapubik dapat membuka kubah dari buli*buli supaya pipa sistotomi suprapubik dapat disisipkan dan dibolehkan pengalihan urin sampai laserasi uretra sembuh. 3ika pada uretrogram terlihat sedikit ekstra$asasi, berkemih dapat dilakukan 5 hari setelah drainase kateter suprapubik untuk menyelidiki ekstra$asasi. #ada kerusakan yang lebih parah, drainase kateter suprapubik harus menunggu 2 sampai . minggu sebelum mencoba berkemih. #enyembuhan pada tempat yang rusak dapat menyebabkan striktur. +ebanyakan striktur tidak berat dan tidak memerlukan rekonstuksi bedah. +ateter suprapubik dapat dilepas "ika tidak ada ekstra$asasi. 7indakan lan"ut dengan melihat la"u aliran urin akan memperlihatkan apakah terdapat obstuksi uretra oleh striktur. . 8aserasi !retra dengan (kstra$asasi !rin yang 8uas Setelah laserasi yang luas, ekstra$asasi urin dapat menyebar ke perineum, skrotum, dan abdomen bagian ba,ah. Drainase pada area tersebut diindikasikan. Sistotomi suprapubik untuk pengalihan urin diperlukan. ;nfeksi dan abses biasa ter"adi dan memerlukan terapi antibiotik. . 6. +E2#8;+AS; &. +omplikasi dini setelah rekonstruksi uretra Q Q Q Q Q Q Q * * ;nfeksi 4ematoma Abses periuretral :istel uretrokutan (pididimitis Striktura uretra +husus pada ruptur uretra posterior dapat timbul = ;mpotensi ;nkontinensia

2. +omplikasi lan"ut

34 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


<. #@E1NES;S 3ika komplikasinya dapat dihindari, prognosisnya sangat baik. ;nfeksi saluran kemih akan teratasi dengan penatalaksaan yang sesuai

35 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


@eferensi= Daller 2, 0arpinto 1. 1enitourinary trauma and emergencies. ;n = Siroky 2', Eates @D, 'abayan @+, editors. 4andbook of urology diagnosis and therapy. .rd (dition. #hiladelpia = 8ippincott Billiam L BilkinsH 2004. p. &9-*62 #urnomo '. Dasar*dasar urologi. (disi .. 3akarta = Sagung SetoH 200.. p.<5*< 7anagho (A, et al. ;n"uries to the genitourinary tract. ;n = 2cAninch, editor. SmithTs general urology. &5th (dition. !nited States of America = 2c 1ra, 4illH 2006. p.256*<. @osentein D;, Alsikafi N: . Diagnosis and classification of urethral in"uries. ;n = 2cAninch 3B, @esinck 2;, editors. !rologic clinics of north america. #hiladelpia = (lsei$ers SandersH 2009 . p. 54*6. Datu A@. Diktat !rogenitalia. 2akassar = :+!4H 200. Schreiter :, et al. @econstruction of the bulbar and membranous urethra. ;n = Schreiter :, et al, editors. !rethral reconstructi$e surgery. 1ermany = Springer 2edi>in Cerlag 4eidelbergH 2009 . p.&05*20 Smith 3+, +enney #. !rethra trauma. 200<. Ucited 20&& Ectober &&V. A$ailable from =!@8 = ,,,.emedicine.com 'randes S. ;nitial management of anterior and posterior urethral in"uries . ;n = 2cAninch 3B, @esinck 2;, editors. !rologic clinics of north america. #hiladelpia = (lsei$ers SandersH 2009. p. 65*<S"amsuhida"at @, 3ong B2. 'uku a"ar ilmu bedah. (disi 2. 3akarta = (10H 200-. p. 550*2 @eksoprod"o S, et al. +umpulan kuliah ilmu bedah. 3akarta = :+ !;H 2004. p. &4<*-2 #alinrungi A2. 8ecture notes on urological emergencies L trauma. 2akassar= Di$ision of !rology, Departement of Surgery, :aculty of 2edicine, 4asanuddin !ni$ersityH 200<. p. &.&*9 Bein A3, +a$oussi 8@, No$ick A0, #artin AB, #eters 0A. 0ampbell*,alsh urology. <th (dition. #hiladelphia = Saunders else$ierH 2005

36 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013 5. &at% Sa(%ran Ke$ih


by 6 Annisa 4oor Anindyasari

A. De*inisi 'atu Saluran +emih ('S+ adalah penyakit dimana didapatkan masa keras seperti batu yang terbentuk di sepan"ang saluran kemih baik saluran kemih atas (gin"al dan ureter dan saluran kemih ba,ah (kandung kemih dan uretra , yang dapat menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih dan infeksi. 'atu ini bisa terbentuk di dalam gin"al (batu gin"al maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih . 'atu ini terbentuk dari pengendapan garam kalsium, magnesium, asam urat, atau sistein (0hang, 200< . &. K(asi*i)asi &at% Sa(%ran Ke$ih 'atu saluran kemih dapat dibagi berdasarkan lokasi terbentuknya, menurut lokasi beradanya, menurut keadaan klinik, dan menurut susunan kimianya ('ahdarsyam, 200. = &. 2enurut tempat terbentuknya a. 'atu gin"al b. 'atu kandung kemih 2. 2enurut lokasi keberadaannya a. 'atu urin bagian atas (mulai gin"al sampai ureter distal b. 'atu urin bagian ba,ah (2ulai kandung kemih sampai uretra .. 2enurut keadaan klinik a. 'atu urin metabolik aktif= bila timbul dalam satu tahun trakhir, batu bertambah besar atau kencing batu. b. 'atu urin metabolik inaktif= bila tidak ada ge"ala seperti yang aktif c. 'atu urin yang aktifitasnya diketahui (asimtomatik d. 'atu urin yang perlu tindakan bedah ( sur!ically acti0e bila menyebabkan obstruksi, infeksi, kolik, hematuria. 4. 2enurut susunan kimia,i 'erdasarkan susunan kimianya batu urin ada beberapa "enis yaitu = batu kalsium okalat, batu kalsium fosfat, batu asam urat, batu stru$it (magnesiumammonium fosfat dan batu sistin.
37 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


C. +pide$io(o,i 'erdasarkan data dari rolo!ic )isease in ,merica pada tahun 2000, insidens rate tertinggi kelompok umur berdasarkan letak batu yaitu saluran kemih atas adalah pada kelompok umur --*94 tahun &&,2 per*&00.000 populasi, tertinggi kedua adalah kelompok umur 9-*54 tahun &0,5 per*&00.000 populasi. ;nsidens rate tertinggi "enis kelamin berdasarkan letak batu yaitu saluran kemih atas adalah pada "enis kelamin laki*laki 54 per* &00.000 populasi, sedangkan pada perempuan -& per*&00.000 populasi. ;nsidens rate tertinggi kelompok umur berdasarkan letak batu yaitu saluran kemih ba,ah adalah pada kelompok umur 5-*64 tahun &6 per*&00.000 populasi, tertinggi kedua adalah kelompok umur 9-*54 tahun && per*&00.000 populasi. ;nsidens rate tertinggi "enis kelamin berdasarkan letak batu yaitu saluran kemih ba,ah adalah "enis kelamin laki*laki 4,9 per*&00.000 populasi sedangkan pada perempuan 0,5 per*&00.000 populasi (A!A, 2005 . Analisis "enis batu berdasarkan "enis kelamin di Amerika Serikat pada tahun 200-, "enis kelamin laki*laki dengan batu kalsium 5-/, batu asam urat 2.,&/, batu stru$it -/, dan batu cysteine 0,-/, sedangkan pada perempuan "enis batu kalsium 69,2/, batu asam urat &&,./, batu stru$it &,./, dan batu cysteine &,./. Analisis "enis batu berdasarkan "enis kelamin di Australia Selatan pada tahun 200- yaitu pada "enis kelamin laki*laki "enis batu kalsium oksalat 5./, batu asam urat 5</, sedangkan pada perempuan "enis batu stru$it -6/. Analisis "enis batu berdasarkan kelompok umur, "enis batu kalsium oksalat -0*90 tahun, batu asam urat 90*9- tahun dan batu stru$it 20*-- tahun (#eter, 2005 . #enelitian yang dilakukan oleh 4ard"oeno dkk pada tahun 2002*2004 di @S dr.Bahidin Sudirohusodo 2akasar berdasarkan "enis kelamin proporsi tertinggi adalah "enis kelamin laki* laki 5<,< / sedangkan ,anita 20,&/.&2 Di @S!# Sanglah Denpasar pada tahun 2005 "umlah pasien ra,at inap 'S+ &&. orang, berdasarkan kelompok umur proporsi tertinggi adalah kelompok umur 49*90 tahun .<,6/, berdasarkan "enis kelamin proporsi tertinggi adalah "enis kelamin laki*laki 60,-/, dan berdasarkan "enis batu proporsi yang tertinggi adalah "enis batu kalsium oksalat &00/, stru$ite <9,-/, dan 0ystine 99,4/ (Ayu, 2005 . D. +tio(o,i dan Pato$e)anis$e

38 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


'atu saluran kemih biasanya ter"adi akibat gangguan keseimbangan antara bahan pembentukan batu dengan faktor penghambat. Dan "uga diketahui gin"al harus menghemat air tetapi "uga harus mengeskresikan materi yang mempunyai kelarutan yang rendah. +edua keperluan yang berla,anan dari fungsi gin"al tersebut harus dipertahankan keseimbangannya terutama selama penyesuaian terhadap kombinasi diet, iklim dan aktifitas. 2asalahnya sampai seberapa luas ke"adian batu berkurang dengan fakta adanya bahan yang terkandung diurin yang menghambat kristalisasi garam kalsium dan yang lainnya yang mengikat kalsium dalam komplek larut. 'ila urin men"adi sangat "enuh dengan bahan yang tidak larut (sepertiH kalsium, asam urat, oksalat dan sistin karena tingkat ekskresi yang berlebihan dan atau karena penghematan air yang ekstrim dan "uga >at protektif terhadap kristalisasi kurang sempurna atau menurun (sepertiH pirofosfat, magnesium dan sitrat , menyebabkan ter"adinya kristalisasi yang kemudian berkembang dan bersatu membentuk batu. Dengan demikian terlihat bah,a keseimbangan antara faktor penghambat dengan faktor pembentuk sangat berpengaruh terhadap pembentukan batu urin ini (Stoller, 2000 . #embentukan batu saluran kemih memerlukan keadaan supersaturasi dalam pembentukan batu. ;nhibitor pembentuk batu di"umpai dalam air kemih normal. 'atu kalsium oksalat dengan inhibitor sitrat dan glikoprotein. 'eberapa promotor (reaktan dapat memacu pembentukan batu seperti asam urat, memacu pembentukan batu kalsium oksalat. Aksi inhibitor dan reaktan belum diketahui sepenuhnya. Ada dugaan proses ini berperan pada pembentukan a,al atau nukleasi kristal, progresi kristal atau agregasi kristal. #enambahan sitrat dalam kompleks kalsium dapat mencegah agregasi kristal kalsium oksalat dan mungkin dapat mengurangi risiko agregasi kristal dalam saluran kemih. +. Fa)tor7Fa)tor yan, &erpen,ar%h -erhadap -i$b%(nya bat% 7erbentuknya batu secara garis besar dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. &. :aktor ;ntrinsik a. 4eriditer) +eturunan Salah satu penyebab batu gin"al adalah faktor keturunan misalnya Asidosis tubulus gin"al (A71 . A71 menun"ukkan suatu gangguan ekskresi 4W dari tubulus gin"al atau

39 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


kehilangan 40E. dalam air kemih, akibatnya timbul asidosis metabolik (2enon, 2002 . @i,ayat 'S+ bersifat keturunan, menyerang beberapa orang dalam satu keluarga. b. !mur 'S+ banyak terdapat pada golongan umur .0*90 tahun&. 4asil penelitian yang dilakukan terhadap penderita 'S+ di @S D@ +ariadi selama lima tahun (&<6<*&<<. , frekuensi terbanyak pada dekade empat sampai dengan enam (4erman, &<<- . c. 3enis kelamin +e"adian 'S+ berbeda antara laki*laki dan ,anita. #ada laki*laki lebih sering ter"adi dibanding ,anita .=&4&. +husus di ;ndonesia angka ke"adian 'S+ yang sesuangguhnya belum diketahui, tetapi diperkirakan paling tidak terdapat &50.000 kasus baru per tahun (SyaTbani, 200& . Serum testosteron menghasilkan peningkatan produksi oksalat endogen oleh hati. @endahnya serum testosteron pada ,anita dan anak*anak menyebabkan rendahnya ke"adan batu saluran kemih pada ,anita dan anak*anak (2enon, 2002 . 2. :aktor (kstrinsik a. 1eografi #re$alensi 'S+ tinggi pada mereka yang tinggal di daerah pegunungan, bukit atau daerah tropis. 8etak geografi menyebabkan perbedaan insiden batu saluran kemih di suatu tempat dengan tempat yang lain. :aktor geografi me,akili salah satu aspek lingkungan seperti kebiasaan makan di suatu daerah, temperatur, kelembaban yang sangat menentukan faktor intrinsik yang men"adi predisposisi 'S+ (#ari$ar, 200. . b. :aktor ;klim dan cuaca :aktor iklim dan cuaca tidak berpengaruh secara langsung namun ditemukan tingginya batu saluran kemih pada lingkungan bersuhu tinggi. Selama musim panas banyak ditemukan 'S+. 7emperatur yang tinggi akan meningkatkan keringat dan meningkatkan konsentrasi air kemih. +onsentrasi air kemih yang meningkat akan meningkatkan pembentukan kristal air kemih. #ada orang yang mempunyai kadar asam urat tinggi akan lebih berisiko terhadap 'S+ (#ari$ar, 200. . c. 3umlah air yang diminum Dua faktor yang berhubungan dengan ke"adian 'S+ adalah "umlah air yang diminum dan kandungan mineral yang berada di dalam air minum tersebut. #embentukan batu
40 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


"uga dipengaruhi oleh faktor hidrasi. #ada orang dengan dehidrasi kronik dan asupan cairan kurang memiliki risiko tinggi terkena 'S+ (@ose, &<<5 . d. Diet)#ola makan Diperkirakan diet sebagai faktor penyebab terbesar ter"adinya batu saluran kemih. Diet berbagai makanan dan minuman mempengaruhi tinggi rendahnya "umlah air kemih dan substansi pembentukan batu yang berefek signifikan dalam ter"adinya 'S+. 'ila dikonsumsi berlebihan maka kadar kalsium dalam air kemih akan naik, p4 air kemih turun, dan kadar sitrat air kemih "uga turun (@os,ita, &<<9 . +onsumsi protein he,ani berlebihan dapat "uga menimbulkan kenaikan kadar kolesterol dan memicu ter"adinya hipertensi (;guchi, &<<0 . #ada orang dengan konsumsi serat sedikit maka kemungkinan timbulnya batu kalsium oksalat meningkat. Sebagian besar buah merupakan alkali ash food yang penting untuk mencegah timbulnya batu saluran kemih (1oldfarb, &<<0 . e. 3enis peker"aan +e"adian 'S+ lebih banyak ter"adi pada pega,ai administrasi dan orangorang yang banyak duduk dalam melakukan peker"aannya karena mengganggu proses metabolisme tubuh (2enon, 2002 . f. Stres Diketahui pada orang*orang yang menderita stres "angka pan"ang, dapat meningkatkan kemungkinan ter"adinya batu saluran kemih. Secara pasti mengapa stres dapat menimbulkan batu saluran kemih belum dapat ditentukan secara pasti. 7etapi, diketahui bah,a orang*orang yang stres dapat mengalami hipertensi, daya tahan tubuh rendah, dan kekacauan metabolisme yang memungkinkan kenaikan ter"adinya 'S+ (2enon, 2002 . g. Elahraga Secara khusus penelitian untuk mengetahui hubungan antara olah raga dan kemungkinan timbul batu belum ada, tetapi memang telah terbukti 'S+ "arang ter"adi pada orang yang beker"a secara fisik dibanding orang yang beker"a di kantor dengan banyak duduk (2enon, 2002 . h. +egemukan (Ebesitas

41 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


#ada penelitian kasus batu kalsium oksalat yang idiopatik didapatkan -<,2/ terkena kegemukan. #ada laki*laki yang berat badannya naik &-,< kg dari berat badan ,aktu umur 2& tahun mempunyai @@ &,.<. #ada ,anita yang berat badannya naik &-,< kg dari berat ,aktu berumur &6 tahun, @@ &,5. 4al ini disebabkan pada orang yang gemuk p4 air kemih turun, kadar asam urat, oksalat dan kalsium naik (@os,ita, &<<9 . i. +ebiasaan menahan buang air kemih +ebiasaan menahan buang air kemih akan menimbulkan stasis air kemih yang dapat berakibat timbulnya ;nfeksi Saluran +emih (;S+ . ;S+ yang disebabkan kuman pemecah urea sangat mudah menimbulkan "enis batu stru$it. Selain itu dengan adanya stasis air kemih maka dapat ter"adi pengendapan kristal (2enon, 2002 . ". 7inggi rendahnya p4 air kemih

4al lain yang berpengaruh terhadap pembentukan batu adalah p4 air kemih ( p4 -,2 pada batu kalsium oksalat (2enon, 2002 . F. Pene,a)an Dia,nosis Adanya batu saluran atas ini dapat diketahui berdasarkan ge"ala*ge"ala klinis yang di"umpai, adanya ri,ayat batu dan dikonfirmasi dengan pemeriksaan radiologis atau dengan ;C! pada batu radiolusen. Selain itu ada dua hal lagi yang selalu harus dipertimbangkan yaitu = diagnosis tipe dari batu dan penyebab dari batu. ;dentifikasi dari kristal yang ada di urin akan membantu konfirmasi keberadaan dan penentuan tipe batu. Namun bila pernah ada batu maka diagnosa tipe batu yang paling tepat adalah dengan analisa batu, sedangkan pemeriksaan biokimia dari darah puasa dan urin 24 "am dapat memperkirakan penyakit yang menyertai)menyebabkan ter"adinya batu (2ichel,&<<6 . &. 7anda dan 1e"ala 7anda dan ge"ala antara lain (#urnomo, 200< . a. Nyeri @asa nyeri yang berbeda*beda ditentukan oleh lokasi batu =1in"al, pel$is renalis, ureter bagian atas dan tengah, ureter bagian distal (ba,ah , bladder (kandung kemih b. 4ematuria

42 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


#ada penderita 'S+ seringkali ter"adi hematuria (air kemih ber,arna seperti air teh terutama pada obstruksi ureter. c. ;nfeksi 'atu yang terdapat di saluran kemih men"adi tempat bersarangnya kuman yang tidak dapat di"angkau oleh obat*obatan. 'atu "enis stru$ite adalah yang paling sering berhubungan dengan infeksi, umumnya disebabkan oleh #roteus, #seudomonas, #ro$idencia, +lebsiella, Staphyllococcus dan 2ycoplasma. 'atu "enis lain adalah batu kalsium fosfat. d. Demam 'ila kuman sudah menyabar ke tempat lain. 7anda demam yang diikuti dengan hipotensi, palpitasi, $asodilatasi pembuluh darah dikulit merupakan tanda ter"adinya urosepsis (kedaruratan . e. 2ual dan muntah Ebstruksi saluran kemih bagian atas seringkali menyebabkan mual dan muntah, dapat "uga disebabkan oleh uremia sekunder. f. +ristaluria !rin yang keluar disertai dengan pasir atau batu. g. Adanya massa di daerah punggung Ebstruksi urin di saluran kemih bagian atas yang akut ditandai dengan rasa sakit di punggung bagian ba,ah, dan pada obstruksi yang berlangsung lama kadang*kadang dapat ditemukan massa pada saat palpasi akibat adanya hidronefrosis. h. Nyeri ketok pada daerah kosto*$ertebra 2. #emeriksaan 8aboratorium #ada urin rutin biasanya di"umpai hematuria, piria, dan kadang*kadang kristaluria. 4ematuri bisanya terlihat secara mikroskopis, dan dera"at hematuria bukan merupakan ukuran untuk memperkirakan besar batu atau kemungkinan le,atnya suatu batu (2ichel, &<<6 . #erlu difikirkan bah,a tidak adanya hematuria dapat menyokong adanya suatu obstruksi komplit, dan ketiadaan ini "uga biasanya berhubungan dengan penyakit batu yang tidak aktif (2ichel, &<<6 .

43 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


'akteriuria biasanya tidak di"umpai kecuali bila pasien secara bersamaan menderita ;S+. 2eskipun ;S+ bukan secara langsung merupakan konsekuensi dari batu, tapi ;S+ dapat ter"adi setelah instrumentasi atau pemakaian alat seperti kateter pada bedah traktus urinarius ataupun dalam pengobtan batu gin"al. #emeriksaan p4 urin I- menyokong suatu batu asam urat, sedang bila ter"adi peningkatan p4 (5 atau lebih tinggi menyokong adanya organisme pemecah urea seperti #roteus sp. +lebsiella sp. dan #seudomonas sp dan batu stru$it (2ichel, &<<6 . #emeriksaan biokimia yang perlu untuk mengetahui faktor*faktor yang mempermudah terbentuknya batu dan "uga kemungkinan*kemungkinan penyakit yang menyertainya antara lain adalah (Dendt, &<62 . a. Darah puasa +alsium = hiperparatiroid primer, idiopatik #enurunan :osfat = hiperparatiroid primer, idipatik Asam !rat = 'atu asam urat dan Alkali fosfatase #enurunan 'ikarbonat = menyokong adanya @enal tubular asidosis, berhubungan dengan pembentukan batu +alsium. b. +oleksi urin 24 "am +alsium oksalat saturasi = idiopatik, hiperparatiroid primer, hiperoksaluria congenital dan 4iperoksaluria enteric +alsium fosfat saturasi = 4iperparatiroid primer, @enal tubular asidosis, infeksi 2agnesium ammonium fosfat = infeksi Saturasi asam urat = batu asam urat .. #emeriksaan radiologik (SyaTbani, 200& = a. :oto polos abdomen !ntuk mendeteksi adanya batu opak seperti kalsium oksalat dan kalsium fosfat yang paling sering di"umpai. b. 'NE)+!' ("ladder 7ier 80ersich1$idney reter "ladder !ntuk melihat anatomi dan bayangan batu pada saluran kemih. c. ;C# (Intra0enous Pyelo!raphy)

44 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


!ntuk melhat fungsi fisiologis gin"al dan melihat secara simultan apakah adanya obstruksi pada saluran kemih. #emeriksaan ini ditu"ukan untuk medeteksi batu semi* opak (2A# atau non*opak (urat)sistin . d. @#1 (Retro!rade Pyelo!raphy) Dilakukan bila "enis batu radiolusen yang tak dapat dilihat dengan 'NE);C#, @#1 suatu tindakan dimasukkannya kateter ureter dengan tanpa guide ,ire sepan"ang .*4 cm ke dalam ureter, lalu dimasukkan se"umlah kontras dan difoto dengan alat fluroskopi. e. !S1, 07 scan, 2@; Dilakukankan bila pasien tidak mungkin men"alani pemeriksaan ;C#, yaitu pada keadaan seperti alergi terhadap bahan kontras, faal gin"al yang menurun, dan pada ,anita yang sedang hamil. #emeriksaan ini dapat mendeteksi batu di gin"al atau di buli* buli (echoic shado9 , hidronefrosis, pionefrosis, atau pengkerutan gin"al. /. Penata(a)sanaan 7u"uan dasar penatalaksanaan medis 'S+ adalah untuk menghilangkan batu, menentukan "enis batu, mencegah kerusakan nefron, mengendalikan infeksi, dan mengurangi obstruksi yang ter"adi (Sher,ood, 200& . 'atu dapat dikeluarkan dengan cara medikamentosa, pengobatan medik selektif dengan pemberian obat*obatan, tanpa operasi, dan pembedahan terbuka (4erman, &<<- . &. 2edikamentosa a. #engobatan 2edik Selektif dengan #emberian Ebat*obatan Analgesia dapat diberikan untuk meredakan nyeri dan mengusahakan agar batu dapat keluar sendiri secara spontan. Epioid seperti in"eksi morfin sulfat yaitu petidin hidroklorida atau obat anti inflamasi nonsteroid seperti ketorolac dan napro?en dapat diberikan tergantung pada intensitas nyeri. #ropantelin dapat digunakan untuk mengatasi spasme ureter. #emberian antibiotik apabila terdapat infeksi saluran kemih atau pada pengangkatan batu untuk mencegah infeksi sekunder. Setelah batu dikeluarkan, 'S+ dapat dianalisis untuk mengetahui komposisi dan obat tertentu dapat diresepkan untuk mencegah atau menghambat pembentukan batu berikutnya (2edina, 2002 . #. :(tracorporeal Shock9a0e -ithotripsy
45 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


2erupakan tindakan non*in$asif dan tanpa pembiusan, pada tindakan ini digunakan gelombang ke"ut eksternal yang dialirkan melalui tubuh untuk memecah batu. Alat (SB8 adalah pemecah batu yang diperkenalkan pertama kali oleh 0aussy pada tahun &<60. Alat ini dapat memecah batu gin"al, batu ureter pro?imal, atau men"adi fragmen*fragmen kecil sehingga mudah dikeluarkan melalui saluran kemih. (SB8 dapat mengurangi keharusan melakukan prosedur in$asif dan terbukti dapat menurunkan lama ra,at inap di rumah sakit (Scheiman, 200& . c. (ndourologi 7indakan endourologi adalah tindakan in$asif minimal untuk mengeluarkan 'S+ yang terdiri atas memecah batu, dan kemudian mengeluarkannya dari saluran kemih melalui alat yang dimasukan langsung kedalam saluran kemih. Alat tersebut dimasukan melalui uretra atau melalui insisi kecil pada kulit (perkutan . 'eberapa tindakan endourologi tersebut adalah #N8 (#ercutaneous Nephro 8itholapa?y 8itotripsi, !reteroskopi atau !retero*@enoskopi, (kstrasi Dormia (4erman, &<<- . d. 7indakan Eperasi #enanganan 'S+, biasanya terlebih dahulu diusahakan untuk mengeluarkan batu secara spontan tanpa pembedahan)operasi. 7indakan bedah dilakukan "ika batu tidak merespon terhadap bentuk penanganan lainnya. Ada beberapa "enis tindakan pembedahan, nama dari tindakan pembedahan tersebut tergantung dari lokasi dimana batu berada, yaitu Nefrolitotomi, !reterolitotomi, Cesikolitomi, !retrolitotomi (Sher,ood, 200& . 2. Non 2edikamentosa Ditu"ukan untuk batu yang berukuran lebih kecil yaitu dengan diameter kurang dari - mm, karena diharapkan batu dapat keluar tanpa inter$ensi medis (4erman, &<<- . a. 'anyak minum air putih Dian"urkan untuk minum air putih minimal 2 liter per hari. +onsumsi air putih dapat meningkatkan aliran kemih dan menurunkan konsentrasi pembentuk batu dalam air kemih. Serta olahraga yang cukup terutama bagi indi$idu yang peker"aannya lebih banyak duduk atau statis (Sher,ood, 200& . b. (dukasi #enyakit c. #erubahan pola makan
46 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


Antara lain dengan mengurangi konsumsi susu, telur, es krim, yogurt dan ke"u yang mengandung kalsium tinggi dan mengurangi konsumsi kopi, coklat, kacang, dan bayam sebagai sumber oksalat yang tinggi (Sher,ood, 200& . d. 2engurangi konsumsi garam yang berlebihan H. Pro,nosis #rognosis batu sakuran kemih tergantung dari faktor*faktor antara lain (#urnomo, 200< = &. 'esar batu 2. 8etak batu .. Adanya infeksi 4. Adanya obstruksi 2akin besar batu makin "elek prognosisnya. 8etak batu yang dapat menyebabkan obstruksi dapat mempermudah ter"adinya infeksi. 2akin besar kerusakan "aringan adanya infeksi karena faktor obstruksi akan dapat menyebabkan penurunan fungsi ginal sehingga prognosisnya makin "elek.
DAF-AR P2S-AKA American !rologic Association (A!A , 2005. !rologic Disease in America. http=))kidney,niddk.go$)statistic)uda)!rologicODiseaseOinOAmerica.pdf. Di akses pada 24 3uni 20&& Ayu D., 2005. #rofil Analisis 'atu Saluran +emih di ;nstalasi 8aboraturium +linik @S!#. Sanglah Denpasar. 'agian #atologi +linik :+ !ni$ersitas Negeri !dayana. http=))e"ournal.unud.ac.id)abstrak).Oedited.pdf. Di akses pada 22 3uni 20&& 'ahdarsyam. 200.. Spektrum 'ateriologik 'erbagai 3enis 'atu Saluran +emih 'agian Atas. 'agian #atologi +linik. :akultas +edokteran !ni$ersitas Sumatera !tara. 0hang, (. 200<. #athofisiologi = Aplikasi #ada #raktik +epera,atan. 3akarta = (10. Dep+es @.;., 2006. #edoman #engobatan Dasar di #uskesmas 7ahun 2005. Dep+es @;,3akarta. Di akses pada &. 3uni 20&& Drach, 1eorge B. &<<9. !rinary lithiasis, in 0hambellTs !rologu, -th ed.B'. Saunders 0o. #hiladelphia 1anong, B. &<<2. @e$ie, of 2edical #hysiology. :isiologi +edokteran. #enerbit 'uku +edokteran. (10. 3akarta

47 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


1oldfarb, Stanly. &<<0. 7he @ole of Diet in 7he #athogenesis and 7herapy of Nephrolithiasisin (ndocrinology and 2etabolism 0linic of North America. B.'. Saunders. #hiladelphia. 60-*6&4erman. &<<-. #ola 'atu Saluran +emih di @S Dr. +ariadi, &<6<*&<<.. +arya 7ulis 7ahap Akhir ##DS ; 'edah. 'ag. ;lmu 'edah :+ !ndip. Semarang 4esse, AlrechtH 1oran tiselius, 4ans. 2002. 3ahnen, Andre= !rinary Stone Diagnosis, 7reatment and #re$ention of @ecurrence= 2nd edition ;guchi, 2H !meka,a, 7H ;shika,a D. &<<0. Dietary intake and 4abits of 3apanese @enal Stone #atiens. 3. !rol. &0<.*&0<+a"ander E(, and0iftcioglu N. &<<6. Nanobacteria= An alternati$e mechanism for pathogenic intra*and e?tracellular calcfication and Stone :ormation. #roc. Natl.Ac. Science, Col <-=&4, 6254*625< +im, S0H 0oe, :8H 7inmouth B et al. 200-. Stone :ormatioan #roortion to #apier Surface 0o$erage by @andallTs #laPue. 3. !rol. &5.(& = &&5 2aragela 2, Citale 0, #etrulo 2. (t al. 2000. @enal Stone=from 2etabolic to #hysicochemical Abnormalisies. 4o, useful are ;nhibitor. 3. Nephrol. &.(Suppl . =S-&*S90 2edinaH (scobedoH 2u>>aret. 2002. #ositif :amily 4istory for #atiens ,ith Definite8ithiasis in Ducatan. 2e?ico. Salud #ublica. 2e?ico. 44=-4&*-49 2enon 2, @esnick, 2artin ;. !rinary 8ithiasis= (tiologi and (ndourologi, in= 0hambellTs !rology, 6th ed, Col &4, B.'. Saunder 0ompany, #hiladelphia, 2002= .2.0*.2<2 2ichel, Behle 3, Segura 23. &<<6. Acuta !reteral Stone = 0lues to the Diagnosis and ;nitial 7reaymen 4ospital 2edicine. .4(- = 45*6,-&0#ari$ar, :H @oger, +H Stoller, 2. 200.. 7he ;nfluence of Diet on !rinary Stone Disease. 3. !rol, Col &9<, ;ssue 2, page 450*454. :ebruary #eter 4., 2005. +idney Stones (pidemiology. http=)),,,.cari.org.au)0+DOstonesOlistOpublished)+idneyOstonesOepidemiologyO.&0&05.pdf. Di akses pada 29 3uni 20&& #urnomo, 'asuki '. 200<. Dasar*Dasar !rologi. (disi ;;. :akultas +edokteran !ni$ersitas 'ra,i"aya @esnick, 2;. &<<0. !rolithiasis, a 2edical and Surgical reference. B'. Saunders 0ompany, #hiladelphia. .-*5& @i$ers +, Shetty S dan 2enon 2. 2000. Bhen and 4o, to ($aluation of #atien ,ith Nephrolitiasis, in the !rologic klinik of North America, Col 25, 2, 2=20.*2&2 @ose, '.D. &<<5. Bater and (lectrolite #hysiology, in 0linical #hysiology of Acid* 'ase and (lectrolite Disorder. 2c. 1ra,*4ill +ogakhusa. 8td. 7okyo= .4*.-

48 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


@os,ita, SH Nicole, N, ($onH 1H 4esse, A. &<<9. 7he (fficacy of Dietary ;nter$ention on !rinary @isk :actor for Stone :ormation in @ecurrent +alsium E?alate Stone #atiens. 3. !rol. Col &--, ;ssue 2. #age 4.2*440. :ebruary ScheimanH Ste$en, 3. 200&. Ne, ;nsight ;nto 0auses and 7retment of +idney Stone. from !@8=4ttp= ,,,.4asparact.com)issues)200)0.)sceim.htm Sher,ood, 8auralee. 200&. Human Physiolo!y;%rom Cells to System . #enerbit buku +edokteran (10. 0etakan ;. 3akarta Soepriatno A7 dan @ifki 2uslim. &<<<. #ola #enderita 'atu Saluran +encing di @S!# Dr.+ariadi 7ahun &<<9*&<<6 Naskah lengkap 2A'; %;;, 3akarta Stoler, 2H 2a?,ell C2H 4arrison, A2H +ane, 3#. 2004. 7he #rimary Stone ($ent= A Ne, 4ypotesis ;n$ol$ing a Casculer (tiology. 3.!rol. &5&(- =&<20* &<24 SyaTbani , 2. 200&. 'uku A"ar ;lmu #enyakit Dalam 3ilid ;; (disi ketiga. 'alai #enerbit :+ !;. 3akarta Dendt (@. &<62. @enal 0alculi. 2edicine ;nternational. & (22*24 = &&&0*.

49 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013 8. FIMOSIS


&y6 D i0ayanti -itie H

A. De*inisi :imosis adalah keadaan dimana preputium tidak dapat di tarik ke belakang (proksimal atau membuka. 7erkadang lubang pada preputium hanya sebesar u"ung "arum, sehingga sulit untuk keluar (#urnomo, 200. . 2enurut ,merica rolo!ical ,ssociation tahun 20&0, fimosis adalah suatu kelainan dimana preputium penis yang tidak dapat diretraksi (ditarik ke proksimal dengan bebas. Namun, pada <- / bayi, kulub masih melekat pada glans penis sehingga tidak dapat ditarik ke belakang dan hal ini tidak dikatakan fimosis (;katan Dokter Anak ;ndonesia, 2006 . &. +tio(o,i 2enurut #urnomo tahun 200., penyebab dari fimosis adalah= &. +ongenital (#aling 'anyak 2. #eradangan kronik glans penis dan kulit preputium (#alanoposthitis .. +ebersihan yang buruk 4. #enarikan berlebihan kulit preputium -. (dema C. +pide$io(o,i &. :rekuensi #ada akhir tahun pertama kehidupan, retraksi kulit prepusium ke belakang sulkus glandularis hanya dapat dilakukan pada sekitar -0/ anak laki*lakiH hal ini meningkat men"adi 6</ pada saat usia tiga tahun. ;nsidens fimosis adalah sebesar 6/ pada usia 9 sampai 5 tahun dan &/ pada laki*laki usia &9 sampai &6 tahun (;katan Ahli !rologi ;ndonesia, 200- . 2. Seks :imosis hanya ter"adi pada laki* laki .. !sia :imosis dapat ter"adi pada semua kalangan usia.

50 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


D. Mani*estasi K(inis &. @asa nyeri pada saat ereksi 2. 4ematuria .. ;nfeksi saluran kemih yang berulang 4. Nyeri pada preputium -. 8emahnya pancaran urin pada saat miksi 9. 2engalami kesulitan miksi 5. 2enggelembungnya u"ung preputium penis pada saat miksi 6. 7erdapat ben"olan lunak di u"ung penis yang tak lain adalah korpus smegma +. Pene,a)an Dia,nosis &. Anamnesis a. +etidakmampuan anak untuk menarik kulup selama pembersihan rutin atau pada saat memandikan sang anak. b. #asien mengeluh nyeri pada saat ereksi c. 7er"adi infeksi saluran kemih yang berulang d. 7erasa nyeri pada preputium e. #ancaran urin pasien lemah pada saat miksi 2. #emeriksaan fisik a. #reputium tidak dapat ditarik ke arah proksimal hingga mele,ati glans penis b. 7erlihat kontraksi dari cincin putih fibrosa di sekitar orificio preputium .. #emeriksaan penun"ang !ntuk phimosis, diagnosis klinis sudah dapat ditegakkan hanya dari ge"ala klinis dan pemeriksaan fisik, sehingga tidak ada indikasi untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium atau pencitraan. F. Pato$e)anis$e 9/hory: 2;12< #enis dari laki*laki yang belum dikhitan terdiri dari batang penis, glans penis, sulcus coronal glans penis, dan preputium (kulup . #himosis yang fisiologis merupakan hasil dari adhesi lapisan*lapisan epitel antara preputium bagian dalam penis dengan glans penis. Adhesi ini secara spontan akan hilang pada saat ereksi dan retraksi kulup secara intermiten, "adi
51 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


seiring dengan bertambahnya usia (masa puber phimosis fisiologis akan hilang diikuti dengan penambahan usia. 4igienitas yang buruk pada daerah sekitar penis dan episode balanitis atau balanophostitis berulang yang mengarah terbentuknya scar pada orificium preputium, dapat mengakibatkan fimosis patologis. @etraksi preputium secara paksa "uga dapat mengakibatkan luka kecil pada orificio preputium yang dapat mengarah ke scar dan berlan"ut phimosis. #ada orang de,asa yang belum berkhitan memiliki resiko phimosis secara sekunder karena kehilangan elastisitas kulit dan kurangnya frekuensi ereksi. #asien dengan phimosis, baik fisiologis dan patologis, beresiko berkembang men"adi paraphimosis ketika kulup ditarik secara paksa mele,ati glans penis. Apabila ter"adi pembengkakan pada penis, yang disebabkan oleh peradangan atau penindikan penis, pembengkakan tersebut dapat mengganggu aliran darah balik ($ena dan aliran limfatik yang akan menyebabkan membengkaknya $ena dan memburuknya pembengkakan. Setelah pembengkakan memburuk, aliran arteri pun terganggu, menyebabkan infark penis) nekrosis, gangrene, dan akhirnya auto*amputasi penis. /. -ata(a)sana 9I)atan Ah(i 2ro(o,i Indonesia: 2;;1< 7api fimosis pada anak*anak tergantung pada pilihan orang tua dan dapat berupa sirkumsisi plastik atau sirkumsisi radikal setelah usia dua tahun. #ada kasus dengan komplikasi, seperti infeksi saluran kemih berulang atau balloting kulit prepusium saat miksi, sirkumsisi harus segera dilakukan tanpa memperhitungkan usia pasien. 7u"uan sirkumsisi plastik adalah untuk memperluas lingkaran kulit prepusium saat retraksi komplit dengan mempertahankan kulit prepusium secara kosmetik. #ada saat yang sama, periengketan dibebaskan dan dilakukan frenulotomi dengan ligasi arteri frenular "ika terdapat frenulum #re0e. Sirkumsisi neonatal rutin untuk mencegah karsinoma penis tidak dian"urkan. +ontraindikasi operasi adalah infeksi tokal akut dan anomali kongenital dari penis. Sebagai pilihan terapi konser$atif dapat diberikan salep kortikoid (0,0-*0,&/ dua kali sehari selama 20*.0 hari 7erapi ini tidak dian"urkan untuk bayi dan anak*anak yang masih memakai popok, tetapi dapat dipertimbangkan untuk usia sekitar tiga tahun. H. Pro,nosis
52 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


Ad Citam Ad Sanationam Ad :unctionam
DAF-AR P2S-AKA6 #urnomo, 'asuki. 200.. )asar* )asar rolo!i. (disi +edua. 2alang= :+ !ni$ersitas 'ra,i"aya American !rological Association. 20&0. Phimosis and Paraphimosis. http=)),,,.intelihealth.com);4)iht#rint)BS;4B000)2445<)&0-20.html A$ailable at=

= 'onam = 'onam = 'onam

'eauge, 2ichel. &<<5. 7he 0ause of Adolescent #himosis. "ritish <ournal of Se(ual Medicine. Colume 29 1hory, 4ina A. 20&2. Phimosis and Paraphimosis. http=))emedicine.medscape.com)article)555-.<*o$er$ie,Na0&04 A$ailable at=

;katan Ahli !rologi ;ndonesia. 200-. %imosis dan Parafimosis; Panduan Penatalaksanaan rolo!i ,nak . Dapat diakses di= 999.iaui.or.id1ast1file1pediatric=urolo!y.doc

53 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013 =. /'OM+R2'O4+FRI-IS


&y6 2tiya 4%r 'ai(i

A. De*inisi 1lomerulonefritis (1N merupakan suatu istilah yang dipakai untuk men"elaskan berbagai ragam penyakit gin"al yang mengalami proliferasi dan inflamasi glomerulus yang disebabkan oleh suatu mekanisme imunologis (#rod"osud"adi, 200< . &. +tio(o,i 'erdasarkan penyebabnya dapat dibagi men"adi 2 yaitu glomerulonefritis primer dan sekunder. #rimer apabila penyakit dasarnya berasal dari gin"al sendiri (Ag merupakan komponen membran basal glomerulus (2'1 . Sekunder apabila ada Ag dari luar memicu terbentuknya Ab spesifik. 2isalnya akibat kelainan gin"al, infeksi Streptococcus, diabetes mellitus, lupus eritematosus sistemik (8(S , mieloma multiple, atau amiloidosis (#rod"osud"adi, 200< . 1lomerulonefritis pascastreptokokus didahului oleh infeksi Streptococcus >* hemolyticusgrup A "arang oleh streptokokus dari tipe yang lain. 4anya sedikit Streptococcus >*hemolyticus grup A bersifat nefritogenik yang mampu mengakibatkan timbulnya glomerulonefritis pascastreptokokus. 'eberapa tipe yang sering menyerang saluran napas adalah dari tipe 2&, 2, 4, &2, &6, 2- dan yang menyerang kulit adalah tipe 24<, --, -5, 90 (4erry, 200- . Selama cuaca dingin glomerulonefritis streptokokus biasanya menyertai tonsilofaringitis streptokokus, sedangkan selama cuaca panas glomerulonefritis biasanya menyertai infeksi kulit atau pioderma streptokokus. (pidemi nefritis telah diuraikan bersama dengan infeksi tenggorokan (serotipe &2 maupun infeksi kulit (serotipe 4< , tetapi penyakit ini sekarang paling la>im ter"adi secara sporadik (4erry, 200- . #enyakit infeksi lain yang "uga dapat berhubungan ialah skarlatina, otitis media, mastoiditis, abses peritonsiler, dan bahkan infeksi kulit. 3asad reniknya hampir selalu streptokokus beta hemolitik golongan A, dan paling sering ialah tipe &2. Strain nefritogenik lain yang dapat ditemukan pula ialah tipe 4, 45, &, 9, 2- dan Red -ake (4< (4erry, 200- . C. +pide$io(o,i
54 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


Di ;ndonesia tahun &<60, 1lomerulonefritis menempati urutan pertama sebagai penyebab penyakit gin"al tahap akhir dan meliputi --/ penderita yang mengalami hemodialisis. ;nsidens tidak dapat diketahui dengan tepat, diperkirakan "auh lebih tinggi dari data statistik yang dilaporkan oleh karena banyaknya pasien yang tidak menun"ukkan ge"ala sehingga tidak terdeteksi. +aplan memperkirakan separuh pasien glomerulonefritis akut pascastreptokokus pada suatu epidemi tidak terdeteksi. 1lomerulonefritis akut pascastreptokokus terutama menyerang anak pada masa a,al usia sekolah dan "arang menyerang anak di ba,ah usia . tahun. #erbandingan antara anak laki*laki dan perempuan adalah 2=&. 4asil penelitian multicentre di ;ndonesia pada tahun &<66, melaporkan terdapat &50 pasien yang dira,at di rumah sakit pendidikan dalam &2 bulan. #asien terbanyak dira,at di Surabaya (29,-/ , kemudian disusul berturut*turut di 3akarta (24,5/ , 'andung (&5,9/ dan #alembang (6,2/ . #asien laki*laki dan perempuan berbanding &,.=& dan terbanyak menyerang anak pada usia antara 9*6 tahun (40,9/ . #enyakit ini lebih sering ter"adi pada musim dingin dan puncaknya pada musim semi (4erry, 200- . D. K(asi*i)asi 1lomerulonefritis dibedakan men"adi . menurut (4erry, 200- = &. Difus 2engenai semua glomerulus, bentuk yang paling sering ditemui timbul akibat gagal gin"al kronik. 'entuk klinisnya ada . = a. Akut = 3enis gangguan yang klasik dan "inak, yang selalu dia,ali oleh infeksi stroptococcus dan disertai endapan kompleks imun pada membrana basalis glomerulus dan perubahan proliferasif seluler. b. Sub akut = 'entuk glomerulonefritis yang progresif cepat, ditandai dengan perubahan* perubahan proliferatif seluler nyata yang merusak glomerulus sehingga dapat mengakibatkan kematian akibat uremia. c. +ronik = 1lomerulonefritis progresif lambat yang ber"alan menu"u perubahan sklerotik dan abliteratif pada glomerulus, gin"al mengisut dan kecil, kematian akibat uremia. &. :okal 4anya sebagian glomerulus yang abnormal.

55 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


2. 8okal 4anya sebagian rumbai glomerulus yang abnomral misalnya satu sampai kapiler. +. Pene,a)an Dia,nosis &. 7anda dan ge"ala (#rod"osud"adi, 200< 1e"ala klinis glomerulonefritis akut pasca streptokokus sangat ber$ariasi, dari keluhan*keluhan ringan atau tanpa keluhan sampai timbul ge"ala*ge"ala berat dengan bendungan paru akut, gagal gin"al akut, atau ensefalopati hipertensi. +umpulan gambaran klinis yang klasik dari glomerulonefritis akut dikenal dengan sindrom nefritik akut. 'endungan paru akut dapat merupakan gambaran klinis dari glomerulonefritis akut pada orang de,asa atau anak yang besar. Sebaliknya pada pasien anak*anak, ensefalopati akut hipertensif sering merupakan gambaran klinis pertama. a. ;nfeksi Streptokokus @i,ayat klasik didahului (&0*&4 hari oleh faringitis, tonsilitis atau infeksi kulit (impetigo . Data*data epidemiologi membuktikan, bah,a pre$alensi glomerulonefritis meningkat mencapai .0/ dari suatu epidemi infeksi saluran nafas. ;nsiden glomerulonefritis akut pasca impetigo relatif rendah, sekitar -*&0/. b. 1e"ala*ge"ala umum 1lomerulonefritis akut pasca streptokok tidak memberikan keluhan dan ciri khusus. +eluhan*keluhan seperti anoreksia, lemah badan, tidak "arang disertai panas badan, dapat ditemukan pada setiap penyakit infeksi. c. +eluhan saluran kemih 4ematuria makroskopis (!ross sering ditemukan, hampir 40/ dari semua pasien. 4ematuria ini tidak "arang disertai keluhan*keluhan seperti infeksi saluran kemih ba,ah ,alaupun tidak terbukti secara bakteriologis. Eligouria atau anuria merupakan tanda prognosis buruk pada pasien de,asa. #roteinuria presisten dengan atau tanpa hematuria disertai penurunan fungsi gin"al progresif lambat merupatakan tanda 1N kronik. d. 4ipertensi 4ipertensi sistolik dan atau diastolik sering ditemukan hampir pada semua pasien. 4ipertensi biasanya ringan atau sedang, dan kembali normotensi setelah terdapat

56 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


diuresis tanpa pemberian obat*obatan antihipertensi. 4ipertensi berat dengan atau tanpa ensefalopati hanya di"umpai pada kira*kira -*&0/ dari semua pasien. e. (dema anasarka dan bendungan paru akut 4ampir semua pasien dengan ri,ayat edema pada kelopak mata atau pergelangan kaki ba,ah, timbul pagi hari dan hilang siang hari. 'ila per"alanan penyakit berat dan progresif, edema ini akan menetap atau persisten, tidak "arang disertai dengan asites dan efusi rongga pleura. 2. #emeriksaan penun"ang a. !rinalisis menun"ukkan adanya proteinuria (W& sampai W4 , hematuria, kelainan sedimen urin dengan eritrosit dismorfik, leukosituria serta torak seluler, granular dan eritrosit. +adang*kadang kadar ureum dan kreatinin serum meningkat dengan tanda gagal gin"al seperti hiperkalemia, asidosis, hiperfosfatemia dan hipokalsemia. +adang* kadang tanpak adanya proteinuria masif dengan ge"ala sindrom nefrotik. +omplemen hemolitik total serum (total hemolytic complement dan 0. rendah pada hampir semua pasien dalam minggu pertama, tetapi 04 normal atau hanya menurun sedikit, sedangkan kadar properdin menurun pada -0/ pasien. b. #emeriksaan gula darah, serum albumin, profil lemak, fungsi gin"al c. 7iter antibodi tunggal yang paling baik diukur adalah titer terhadap antigen DN*ase ' untuk mendokumentasi infeksi streptokokus secara tepat. #ilihan lain adalah u"i Strepto/ime (Bampole streptokinase, dan NAD*ase. d. u"i serologis terhadap antigen streptokokus dapat dipakai untuk membuktikan adanya infeksi streptokokus, antara lain antistrepto>im, AS7E, antihialuronidase, dan anti DN* ase '. Skrining antistrepto>im cukup bermanfaat oleh karena mampu mengukur antibodi terhadap beberapa antigen streptokokus. 7iter anti streptolisin E meningkat pada 5-*60 / pasien dengan glomerulonefritis akut pascastreptokok dengan faringitis, meskipun beberapa strain streptokokus tidak memproduksi streptolisin E. Sebaiknya serum di u"i terhadap lebih dari satu antigen streptokokus. 'ila semua u"i serologis dilakukan, lebih dari <0 / kasus menun"ukkan adanya infeksi streptokokus. 7iter AS7E meningkat pada hanya -0/ kasus glomerulonefritis akut pascastreptokok atau
57 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

8aboratoris, Stamford,0t ,

suatu

prosedur a!lutination

slide yang mendeteksi antibodi terhadap streptolisin E, DN*ase ', hialuronidase,

Health Study Club 2013


pascaimpetigo, tetapi antihialuronidase atau antibodi yang lain terhadap antigen streptokokus biasanya positif. #ada a,al penyakit titer antibodi streptokokus belum meningkat, hingga sebaiknya u"i titer dilakukan secara seri. +enaikan titer 2*. kali lipat berarti adanya infeksi. 7etapi, meskipun terdapat bukti adanya infeksi streptokokus, hal tersebut belum dapat memastikan bah,a glomerulonefritis tersebut benar*benar disebabkan karena infeksi streptokokus tersebut. e. !ltrasonografi gin"al Diperlukan untuk menilai ukuran gin"al dan menyingkirkan kelainan lain seperti obstruksi sistem pel$iokalises. f. 'iopsi gin"al Diperlukan untuk menegakkan diagnosis secara histopatologi dan dapat digunakan sebgai pedoman pengobatan. 'iopsi gin"al tidak dapat dilakukan pada gin"al yang berukuran kurang dari < cm karena menggambarkan proses kronik. F. Pato,enesis 1lomerulonefritis pascastreptokokus dapat ter"adi setelah radang tenggorok dan "arang dilaporkan bersamaan dengan demam reumatik akut. 'erdasarkan hubungannya dengan infeksi streptokokus, ge"ala klinis, dan pemeriksaan imunofluoresensi gin"al, "elaslah kiranya bah,a glomerulonefritis pascastreptokokus adalah suatu glomerulonefritis yang bermediakan proses imunologis. 2eskipun secara umum patogenesis glomerulonefritis telah dimengerti, namun mekanisme yang tepat bagaimana ter"adinya lesi glomerulus, ter"adinya proteinuria dan hematuria pada glomerulonefritis pascastreptokokus belumlah "elas benar. #embentukan kompleks*imun bersirkulasi dan pembentukan kompleks*imun in situ, telah ditetapkan sebagai mekanisme patogenesis glomerulonefritis pascastreptokok. 4ipotesis lain yang sering disebut*sebut adalah adanya neuraminidase yang dihasilkan oleh streptokokus yang mengubah ;g1 endogen sehingga men"adi autoanti!enik. Akibatnya terbentuklah autoanti#ody terhadap ;g1 yang telah berubah tersebut, yang mengakibatkan pembentukan kompleks imun bersirkulasi, yang kemudian mengendap dalam gin"al. Adanya periode laten antara infeksi streptokokus dengan gambaran klinis dari kerusakan glomerulus menun"ukan bah,a proses imunologis memegang peranan penting

58 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


dalam patogenesis glomerulonefritis. 1lomerulonefritis akut pasca streptokok merupakan salah satu contoh dari penyakit kompleks*imun. #ada penyakit kompleks*imun, antibodi tubuh (host akan bereaksi dengan circulatin! anti!en dan komplemen yang beredar dalam darah untuk membentuk circulatin! immunne comple(es. #embentukkan circulatin! immunne comple(es ini memerlukan antigen dan antibodi dengan perbandingan 20=&. 3adi antigen harus lebih banyak atau antibodi lebih sedikit. Antigen yang bersirkulasi dalam darah bersifat heterolog baik eksogen maupun endogen. +ompleks*imun yang beredar dalam darah dalam "umlah banyak dan ,aktu yang singkat akan menempel)melekat pada kapiler*kapiler glomeruli dan ter"adi proses kerusakan mekanis melalui akti$asi sistem komplemen, reaksi peradangan dan mikrokoagulasi ('rehman, 2004 . /. Pato*isio(o,i #atofisiologi pada ge"ala*ge"ala klinik menurut (4erry, 200- sebagai berikut= &. +elainan urinalisis= proteinuria dan hematuria +erusakan dinding kapiler glomerulus sehingga men"adi lebih permea#le dan porotis terhadap protein dan sel*sel eritrosit, maka ter"adi proteinuria dan hematuria 2. (dema 2ekanisme retensi natrium dan edema pada glomerulonefritis tanpa penurunan tekanan onkotik plasma. 4al ini berbeda dengan mekanisme edema pada sindrom nefrotik. #enurunan faal gin"al yaitu la"u filtrasi glomerulus (81: tidak diketahui sebabnya, mungkin akibat kelainan histopatologis (pembengkakan sel*sel endotel, proliferasi sel mesangium, oklusi kapiler*kaliper glomeruli. #enurunan faal gin"al 8:1 ini menyebabkan penurunan ekskresi natrium NaW (natriuresis , akhirnya ter"adi retensi natrium NaW. +eadaan retensi natrium NaW ini diperberat oleh pemasukan garam natrium dari diet. @etensi natrium NaW disertai air menyebabkan dilusi plasma, kenaikan $olume plasma, ekspansi $olume cairan ekstraseluler, dan akhirnya ter"adi edema .. 4ipertensi a. 1angguan keseimbangan natrium (sodium homeostasis 1angguan keseimbangan natrium ini memegang peranan dalam genesis hipertensi ringan dan sedang.
59 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


b. #eranan sistem renin*angiotensin*aldosteron biasanya pada hipertensi berat. 4ipertensi dapat dikendalikan dengan obat*obatan yang dapat menurunkan konsentrasi renin, atau tindakan nefrektomi. c. Substansi renal medullary hypotensi0e factors, diduga prostaglandin. #enurunan konsentrasi dari >at ini menyebabkan hipertensi 4. 'endungan Sirkulasi 'endungan sirkulasi merupakan salah satu ciri khusus dari sindrom nefritik akut, ,alaupun mekanismenya masih belum "elas. 'eberapa hipotesis yang berhubungan telah dikemukakan dalam kepustakaan*kepustakaan antara lain= a. Caskulitis umum 1angguan pembuluh darah dicurigai merupakan salah satu tanda kelainan patologis dari glomerulonefritis akut. +elainan*kelainan pembuluh darah ini menyebabkan transudasi cairan ke "aringan intersisial dan men"adi edema. b. #enyakit "antung hipertensif 'endungan sirkulasi paru akut diduga berhubungan dengan hipertensi yang dapat ter"adi pada glomerulonefritis akut. c. 2iokarditis #ada sebagian pasien glomerulonefritis tidak "arang ditemukan perubahan*perubahan elektrokardiogram= gelombang 7 terbalik pada semua lead baik standar maupun precardial. #erubahan*perubahan gelombang 7 yang tidak spesifik ini mungkin berhubungan dengan miokarditis. d. @etensi cairan dan hiper$olemi tanpa gagal "antung 4ipotesis ini dapat menerangkan ge"ala bendungan paru akut, kenaikan cardiac output, ekspansi $olume cairan tubuh. Semua perubahan patofisiologi ini akibat retensi natrium dan air H. Penata(a)sanaan &. Nonmedikamentosa (#rod"osud"adi, 200< a. ;stirahat pada fase akut, misalnya bila terdapat 11A, hipertensi berat, ke"ang, payah "antung
60 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


b. Diet kalori adekuat terutama karbohidrat untuk memperkecil katabolisme endogen c. Diet rendah garam d. #engaturan asupan protein e. +ontrol kadar lemak darah untuk membantu menghambat progresi$ita 1N 2. 2edikamentosa (4erry, 200a. #enisilin prokain -0.000 !)kgbb)kali i.m. 2?)hr b. #enisilin C -0 mg)kgbb)hr p.o. . dosis c. (ritromisin -0 mg)kgbb)hr p.o. 4 dosis d. #enghambat sitokin inflamasi= +ortikosteroid 0,-*& mg)+g'')hari selama 9 minggu sampai 9 bulan tergantung keparahan dosis tapperin! #rednisolon 0,-*& mg)+g'')hari selama 4 bulan, dosis diturunkan tiap 4*9 minggu e. 'ila disertai hipertensi & @ingan (&.0)60 mm4g = tidak diberi anti hipertensi 2 Sedang (&40)&00 mm4g = 4idrala>in i.m. ) p.o. atau Nefidipin sublingual . 'erat (&60)&20 mm4g = +lonidin drip ) Nefidipin sublingual f. 'ila ada tanda hiper$olemia (edema paru, gagal "antung disertai oligouria beri diuretik kuat (furosemid &*2 mg)kgbb)kali g. 7erapi masa depan dapat menggunakan (#rod"osud"adi, 200< = & ;8*4, dapat mencegah produksi sitokin proinflamasi dan meningkatkan sintesis anti* inflamasi ;8&ra dan 7N:*X 2 ;8*&. dapat menghambat pembentukan radikal bebas oleh makrofag . 7erapi genetik, dengan melakukan transfer genetik ke dalam sel somatik glomerolus untuk memodifikasi proses inflamasi, sehingga diharapkan dapat memperbaiki kelainan genetik. I. Pro,nosis #enyembuhan sempurna ter"adi pada lebih dari <-/ dengan glomerulonefritis pascasteptokokus akut. 7idak ada bukti bah,a ter"adi pen"elekan men"adi glomerulonefritis kronis. Namun, "arang fase akut dapat men"adi sangat berat, menimbulkan hialinisasi glomerulus dan insuffisiensi gin"al kronis. 2ortalitas pada fase akut dapat dihindari dengan
61 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


mana"emen yang tepat pada gagal gin"al atau gagal "antung akut. +ekambuhan sangat "arang ter"adi (4erry, 200- . >. KOMP'IKASI +omplikasi yang dapat ter"adi (4erry, 200- = &. 1agal gin"al akut 2. +ongesti sirkulasi dan hipertensi .. 4iperkalemia 4. 4iperfosfatemia -. 4ipokalsemia 9. Asidosis 5. +e"ang*ke"ang 6. !remia
DAF-AR P2S-AKA 'ehrman, +liegman, Ar$in. 2004. 7elson +e(t#ook of Pediatrics. (disi &5. 3akarta= 4erry, 1 dan 4eda, 2. 200-. Pedoman )ia!nosis dan +erapi Ilmu $esehatan keti!a. 'andung = 'agian ;lmu +esehatan Anak :+ !N#AD @S4S. (10.

,nak. :disi

#rod"osud"adi, B. 200<. 'lomerulonefritis dalam "uku ,.ar Ilmu Penyakit )alam . 3akarta= ;nterna #ublishing.

62 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013 1;. In*e)si Sa(%ran Ke$ih


&y 6 A(vita Me,a K%$a(a -/ De*enisi

;nfeksi Saluran +emih (;S+ adalah infeksi yang ter"adi di sepan"ang saluran kemih, termasuk infeksi pada gin"al itu sendiri, akibat proliferasi dari suatu mikroorganisme.Sebagian mikroorganisme yang menyebabkan ;S+ berupa bakteri namun dapat "uga disebabkan oleh $irus (0or,in, 200< . &. +pide$io(o,i &. Banita J pria 2. !sia lansia, karena = a. Sisa urin dalam kandung kemih meningkat akibat pengosongan kandung kemih kurang efektif b. 2obilitas menurun c. Nutrisi sering kurang baik d. Sistem imunitas menurun, baik seluler maupun humoral e. 4ambatan pada aliran urin f. 4ilangnya efek bakterisid dari sekresi prostat C. +tio(o,i ;nfeksi pada saluran kemih dapat disebabkan oleh = bakteri, "amur atau parasit. Namun, sebagian besar ;S+ disebabkan oleh bakteri antara lain (3a,et>, 200- =

1/ (schericia coli 2. .. 4. -.

pada ;S+ uncomplicated)simple

+lebsiella) enterobacter Y #roteus morganella) pro$idencia Y #seudomonas aeruginosaY S.epidermidis

63 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013

9. 5. 6. <.

(nterococci 0andida albicans Staphylococcus aureus 7ersering gram negatif= Y 4ematogen= Stapgylococcus aureus, #seudomonas, Salmonella, brucella,

&0.

nokardia, aktinoomises, 2icrobacterium tuberculosae +eterangan = Y penyebab utama pada ;S+ complicated D. Port D?entry @ >a(%r Mas%) &. (ndogen= kontak langsung 2. 4ematogen .. 8imfogen 4. (ksogen = kateter atau sistoskopi -. 3alur utama= a. ;nfeksi hematogen Daya tahan rendah= peny. kronik, imunosupresif. Adanya fokus infeksi yg mempermudah penyebaran hematogen= & bendungan total 2 bendungan intrarenal = "aringan parut, obat . faktor $askular= konstriksi pembuluh darah 4 analgetik atau estrogen - pi"at gin"al 9 gin"al polikistik 5 D2 b. ;nfeksi asending #roses infeksi ascending atau menu"u ke organ bagian yang lebih atas adalah sebagai berikut =

64 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


+olonisasi uretra dan daerah introitus $agina 2asuknya organisme dalam C! 2ultiplikasi bakteri dalam C! dan pertahanan kandung kemih Naiknya bakteri dari kandung kemih ke gin"al +. -anda Dan /e0a(a 7anda dan gela"a ;S+ berdasarkan anatomis sistem nefrourinaria terbagi men"adi dua, yaitu = &. ;S+ Atas Sakit kepala, malaise, mual, muntah, demam, menggigil, rasa tidak enak atau nyeri pinggang 2. ;S+ 'a,ah Sakit)panas di uretra ,aktu buang air kecil, "umlah air kemih sedikit sedikit, rasa tidak enak atau nyeri di daerah suprapubik Sedangkan berdasarkan tingkat keparahannya, ;S+ terbagi men"adi dua "enis yaitu (Doenges, 2000 = &. ;S+ Akut a. #eningkatan frekuensi miksi baik deural maupun noktural b. Disuria c. Nyeri pada daerah suprapubis atau perineal d. @asa ingin miksi e. 4ematuria f. #ada ,anita , biasanya timbul setelah adanya infeksi saluran pernapasan atau setelah diare g. #ada pria, timbul prostitis setelah minum alkohol yang berlebihan 2. ;S+ +ronik 7anda dan ge"ala sama dengan cystitis akut namun berlangsung lama dan sering tidak menon"ol. F. Fa)tor Resi)o :aktor resiko yang berpengaruh terhadap infeksi saluran kemih =

65 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


&. #an"ang urethra. Banita mempunyai urethra yang lebih pendek dibandingkan pria sehingga lebih mudah 2. :aktor usia. Erang tua lebih mudah terkena dibandingkan dengan usia yang lebih muda. .. Banita hamil lebih mudah terkena penyakit ini karena pengaruh hormonal ketika kehamilan yang menyebabkan perubahan pada fungsi gin"al dibandingkan sebelum kehamilan. 4. :aktor hormonal seperti menopause. Banita pada masa menopause lebih rentan terkena karena selaput mukosa yang tergantung pada esterogen yang dapat berfungsi sebagai pelindung. -. 1angguan pada anatomi dan fisiologis urin. Sifat urin yang asam dapat men"adi antibakteri alami tetapi apabila ter"adi gangguan dapat menyebabkan menurunnya pertahanan terhadap kontaminasi bakteri. 9. #enderita diabetes, orang yang menderita cedera korda spinalis, atau menggunakan kateter dapat mengalami peningkatan resiko infeksi. Sebagian besar infeksi saluran kemih tidak dihubungkan dengan faktor risiko tertentu. Namun pada infeksi saluran kemih berulang, perlu dipikirkan kemungkinan faktor risiko seperti = &. +elainan fungsi atau kelainan anatomi saluran kemih 2. 1angguan pengosongan kandung kemih (incomplete bladder emptying .. +onstipasi 4. Eperasi saluran kemih atau instrumentasi lainnya terhadap saluran kemih sehingga terdapat kemungkinan ter"adinya kontaminasi dari luar. /. Pato,enesis Secara umum mikroorganisme dapat masuk ke dalam saluran kemih dengan tiga cara yaitu (2angantas, 2004 = &. Asenden yaitu "ika masuknya mikroorganisme adalah melalui uretra dan cara inilah yang paling sering ter"adi. 2. 4ematogen (desenden , disebut demikian bila sebelumnya ter"adi infeksi pada gin"al yang akhirnya menyebar sampai ke dalam saluran kemih melalui peredaran darah.

66 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


.. 3alur limfatik, "ika masuknya mikroorganisme melalui sistem limfatik yang menghubungkan kandung kemih dengan gin"al namun yang terakhir ini "arang ter"adi. 4. (ksogen sebagai akibat pemakaian alat berupa kateter atau sistoskopi. -. #enyebaran endogen yaitu kontak langsung dari tempat terdekat saluran kemih yang terinfeksi Sedangkan yang paling sering ialah infeksi secara ascendens. :aktor predisposisi ter"adinya adalah fimosis, alir balik $esico ureter, uropati obstruktif, kelainan kongenital buli* buli atau gin"al dan diapper rash (2angantas, 2004 . ;nfeksi saluran kencing pada umumnya disebabkan oleh bakteri yang berasal dari daerah sekitar kemaluan, pada ,anita hal ini dapat ter"adi karena terbilasnya mulut uretra oleh air kencing, disamping itu trauma, instrumentasi, tekanan dapat pula men"adi penyebab masuknya bakteri ke dalam kandung kencing (2angantas, 2004 . Setelah bakteria berada di dalam kandung kemih, maka urine akan merupakan media bagi bakteria tersebut, tetapi infeksi tidak ter"adi karena pengeluaran urine pada ,aktu berkemih. Adanya benda asing, obstruksi traktus urinarius (anomali dan interekuensi (berkemih yang tidak tuntas , dapat memungkinkan ter"adinya kontaminasi bakteri yang sementara pada kandung kemih, yang memungkinkan dapat progresif men"adi ;S+ yang sesungguhnya (2angantas, 2004 . ;nfeksi rekuren pada kandung kemih, dapat menyebabkan kerusakan katub $esiko* ureter, yang dapat menyebabkan ter"adinya refluks $esiko*uretral. Setelah ter"adinya infeksi maka akan menyebabkan mukosa kandung kemih meradang dan edema dan perdarahan dapat ter"adi. #asien mengalami urin bercampur darah (2angantas, 2004 . +ronologis patogenesis ;S+ yang timbulnya secara asenden (2angantas, 2004 = &. +olonisasi flora usus (:. Coli dan lain*lain di usus atau Staphylococcus di kulit atau Proteus di preputium. 2. 2igrasi kuman di periureteral dan introitus $aginae. .. +olonisasi kuman di uretra distal dan introitus $aginae. 4. 2igrasi asenden kuman le,at uretra ke dalam kandung kemih. -. +olonisasi kuman di kandung kemih sehingga menimbulkan infeksi dan kandung kemih (sistitis peradangan

67 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


H. Pato*isio(o,i 2asuknya kuman secara ascending ke dalam saluran kemih Z +olonisasi kuman di sekitar uretra Z masuknya kuman melalui uretra ke buli*buli Z penempelan kuman pada dinding buli*buli Z Sistem imun tubuh mengenali sebagai benda asing Z ter"adi reaksi inflamasi pada buli*buli Z ter"adi kerusakan "aringan Z digantikan oleh "aringan parut Z peregangan tidak bisa maksimal, ter"adi peningkatan sensiti$itas, dsb Z peningkatan sensiti$itas menyebabkan peningkatan rasa ingin kekamar kecil, peregangan tidak maksimal menyebabkan rasa sakit ketika berkemih dan terkadang disertai darah, peregangan yang tidak maksimal "uga menyebabkan ter"adinya nyeri di bagian suprapubic (#urnomo, 20&& . I. Pene,a)an Dia,nosis #enegakan diagnosis infeksi saluran kemih meliputi terpenuhnya !e.ala dan tanda yang dialami oleh pasien, pemeriksaan penun.an! lainnya diantaranya = &. !rinalisis a. 8eukosuria
68 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


8eukosuria atau piuria merupakan salah satu petun"uk penting terhadap dugaan adalah ;S+. Dinyatakan positif bila terdapat J - leukosit)lapang pandang besar (8#' sedimen air kemih. Adanya leukosit silinder pada sediment urin menun"ukkan adanya keterlibatan gin"al. Namun adanya leukosuria tidak selalu menyatakan adanya ;S+ karena dapat pula di"umpai pada inflamasi tanpa infeksi.

1ambar &. 8eukosuria b. 4ematuria Dipakai oleh beberapa peneliti sebagai petun"uk adanya ;S+, yaitu bila di"umpai -*&0 eritrosit)8#' sedimen urin. Dapat "uga disebabkan oleh berbagai keadaan patologis baik berupa kerusakan glomerulus ataupun oleh sebab lain misalnya urolitiasis, tumor gin"al, atau nekrosis papilaris. 2. 'akteriologis a. 2ikroskopis Dapat digunakan urin segar tanpa diputar atau tanpa pe,arnaan gram. Dinyatakan positif bila di"umpai & bakteri )lapangan pandang minyak emersi. b. 'iakan bakteri

1ambar 2. 'iakan bakteri

69 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


Dimaksudkan untuk memastikan diagnosis ;S+ yaitu bila ditemukan bakteri dalam "umlah bermakna sesuai dengan criteria Cattell, &<<9= & Banita, simtomatik J&02 organisme koliform)ml urin plus piuria, atau J &0- organisme pathogen apapun)ml urin, atau adanya pertumbuhan organisme pathogen apapun pada urin yang diambil dengan cara aspirasi suprapubik. 2 8aki*laki, simtomatik J&0. organisme patogen)ml urin. #asien asimtomatik urin pada 2 contoh urin berurutan. .. 7es kimia,i Dang paling sering dipakai ialah tes red%)si ,riess nitrate. Dasarnya adalah sebagian besar mikroba kecuali enterokoki, mereduksi nitrat bila di"umpai lebih dari &00.000 * &.000.000 bakteri. +on$ersi ini dapat di"umpai dengan perubahan ,arna pada u"i tarik. Sensiti$itas <0,5/ dan spesifisitas <<,&/ untuk mendeteksi 1ram*negatif. 4asil palsu ter"adi bila pasien sebelumnya diet rendah nitrat, diuresis banyak, infeksi oleh enterokoki dan asinetobakter. 4. 7es #lat*0elup (Dip*slide J&0- organisme patogen)ml

1ambar .. #lat celup


70 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


8empeng plastik bertangkai dimana kedua sisi permukaannya dilapisi perbenihan padat khusus dicelupkan ke dalam urin pasien atau dengan digenangi urin. Setelah itu lempeng dimasukkan kembali ke dalam tabung plastik tempat penyimpanan semula, lalu dilakukan pengeraman semalaman pada suhu .5[ 0. #enentuan "umlah kuman)ml dilakukan dengan membandingkan pola pertumbuhan pada lempeng perbenihan dengan serangkaian gambar yang memperlihatkan keadaan kepadatan koloni yang sesuai dengan "umlah kuman antara &000 dan &0.000.000 dalam tiap ml urin yang diperiksa. 0ara ini mudah dilakukan, murah dan cukup akurat. 7etapi "enis kuman dan kepekaannya tidak dapat diketahui. -. #emeriksaan radiologis dan pemeriksaan lainnya #emeriksaan radiologis dimaksudkan untuk mengetahui adanya batu atau kelainan anatomis yang merupakan faktor predisposisi ;S+. Dapat berupa pielografi intra$ena (;C# , ultrasonografi dan 07*scanning. !ntuk mengetahui apakah "enis ;S+ atas)ba,ah yang dialami oleh pasien selain dari ge"ala dan tanda pasien dapat dilihat dari pemeriksaan penun"ang diantaranya (1race, 2005 = &. ;S+ bagian atas (pyelonefritis akut, ureteritis a. D#8 (pemeriksaan darah perifer b. !reum W elektrolit dan serum kreatinin = untuk mengetahui fungsi gin"al c. !S1 gin"al = untuk mengetahui pembengkakan pada pelionefritis, batu, obstruksi atau hidronefrosis, abses sekunder d. ;C! (!rogram ;ntra$ena = untuk melihat adanya batu, kelainan structural, obstruksi sistem pengumpul e. 07 scan = untuk melihat abses atau tumor f. Scan isotop (D#7A, D2SA = untuk mengetahui fungsi tubuloglomerular gin"al 2. ;S+ bagian ba,ah (cystitis, uretritis a. D#8 b. Sistoskopi hanya "ika ada hematuria, keganasan atau batu yang "adi penyebab dasar 3ika ada obstruksi, scan !S1, ;C!, dan sistoskopi mungkin di lakukan.

71 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


>. Dia,nosis &andin, ;nfeksi atau iritasi pada periuretra atau $agina. K. Penata(a)sanaan ISK &. ;S+ bagian atas (1race, 2005 = a. 7erapi antibiotic intra$ena (spirofloksasin, gentamisin, sefuroksim, kotrimoksa>ol b. @edakan obstruksi akut dengan drainase internal atau eksternal terutama "ika ter"adi sepsis akut c. Abses akan memerlukan drainase baik secara radiologis maupun bedah 2. Sistisis dan ;Sk bagian ba,ah tanpa komplikasi (#urnomo, 20&& = !tamanya diberikan antibiotic oral (timetropin, siprofloksasin, nitrofurantoin, sefrad. Secara spesifik, terapi sistitis akut cukup diberikan antimikroba dosis tunggal atau "angka pendek (&*. hari . a. 'ila disebabkan e*coli dipilih antimikroba yang spesifik misalnya= & Nitrofurantoin 2 7rimetoprim*sulfametoksa>ol . Ampisilin b. Antikolinergik untuk cegah hiperiritabilitas buli*buli. c. :ena>opiridin hidroklorida untuk antiseptic pada saluran kemih. Daftar obat yang dapat digunakan= Obat @egimen Standar= Q 7rimethoprim*sulphametho?a>ole Q 7rimethoprim Q Nitrofurantoin Q Nitrofurantoin macrocrystals 8ain*lain= Q 0ephale?in Q Norflo?acin Q 0iproflo?acin '. Ko$p(i)asi +omplikasi yang dapat ter"adi dari penyakit ;S+, antara lain (1raber, 2009 = &. #ielonefritis akut
72 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Dosis 40)200 mg)hari or tiga kali )minggu &00 mg)hari -0 mg)hari &00 mg)hari &2- or 2-0 mg)hari 200 mg)hari &2- mg)hari

Health Study Club 2013


2. #ielonefritis Septikemia .. kerusakan gin"al
4/ Sistitis 4emoragik dapat ter"adi sebagai efek samping dari terapi siklofosfamid, dan sering

dicegah dengan pemberian mesna. M. Pro,nosis #rognosis ;S+ disesuaikan dengan proses penatalaksanaan yang dilakukan. Apabila penatalaksanaan dilakukan secara tepat dan benar maka prognosis dubia ad bonam. Sedangkan apabila penatalsanaan tidak dapat dilakukan dengan benar dan tepat maka prognosis dubia ad sanam. Dengan proses pengelolaan penatalaksanaan meliputi = &. 2encegah dan menghilangkan ge"ala 2. 2encegah dan mengobati bakteriemia dan bakteriuria .. 2encegah dan mengurangi risiko kerusakan "aringan gin"al 4. #rinsip umum= a. (radikasi bakteri penyebab b. 2engoreksi kelainan anatomis) faktor predisposisi
DAF-AR P2S-AKA 0or,in, (li>abeth. 2006. "uku Saku Patofisiolo!i. 3akarta= (10 1raber, 2ark A, dkk. 2009. 'uku Saku Dokter +eluarga, (disi .. 3akarta= (10 1race, #ierce A. 2005. ,t a 'lance Ilmu "edah :disi 5. 3akarta = (rlangga 3a,et>. ( , 2elnick L Adelberg. 200-. Mikro#iolo!i $edokteran, edisi 4?. 3akarta= (10 2angatas A2, +etut su,itra. 2004. )ia!nosis dan Penatalaksanaan Infeksi Saluran $emih +erkomplikasi, a$ailable at http=)),,,.de?amedica.com)test)htdoes)de?amedica)article files)isk.pdf #urnomo, 'asuki '. 20&&. )asar*dasar rolo!i, :disi $eti!a. 3akarta= Sagung Seto.

73 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013

11. Ko(i) Rena(


&y 6 Rayna 4adia

A. De*inisi +olik gin"al adalah nyeri pinggang hebat yang datangnya mendadak, hilang timbul (intermiten yang ter"adi akibat spasme otot polos untuk mela,an suatu hambatan. +eluhan nyeri ini bersifat ga,at darurat sehingga harus didiagnosis dengan cepat dan penatalaksanaan yang tepat. &. +tio(o,i Nyeri ini biasanya disebabkan oleh obstruksi saluran kemih akibat urolitiasis, bekuan darah, infark renal, pielonefritis akut, nyeri pada kega,atan abdomen lain seperti di$ertikulitis, apendisitis, dan ruptur aneurisma aorta abdominal. C. /a$baran )(inis #asien tampak gelisah, nyeri pinggang, selalu ingin berganti posisi dari duduk, tidur, kemudian berdiri guna memperoleh posisi yang dianggap tidak nyeri. #erasaan nyeri bermula di daerah pinggang dan dapat men"alar ke seluruh perut, ke daerah inguinal, testis atau labium disertai dengan atau tanpa keluhan mual, muntah, disuria atau hematuria. 3ika disertai demam harus di,aspadai terhadap adanya infeksi yang serius atau urosepsis. Dalam keadaan ini pasien harus secepatnya diru"uk karena mungkin memerlukan tindakan drainase urine. #alpasi pada abdomen dan perkusi pada daerah pinggang akan terasa nyeri. +eluhan kolik pada urolitiasis "ika batu kecil yang turun ke pertengahan ureter pada umumnya menyebabkan pen"alaran nyeri ke pinggang sebelah lateral dan seluruh perut. 3ika batu turun mendekati buli*buli biasanya disertai dengan keluhan lain berupa sering kencing dan urgensi.

74 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


D. Pato*isio(o,i +olik renalis ter"adi pada bagian punggung tengah sebelah lateral di sudut kosto$ertebral dan terkadang di subkostalis. Nyeri dapat men"alar secara inferior dan anterior mele,ati daerah inguinal. Nyeri yang timbul terutama disebabkan oleh dilatasi, peregangan, dan spasme akibat dari obstruksi akut ureteral. +olik pada renal biasanya bersifat konstan dan terkadang mirip dengan kolik pada intestinal yang bersifat intermiten dan pulsasif. #ola dari nyeri tergantung pada ambang nyeri, persepsi, kecepatan rangsang, serta dera"at perubahan pada tekanan hidrostatik pada ureter proksimal dan pel$is renalis. +eparahan kolik renalis ditentukan oleh dera"at dan lokasi dari obstruksi, tidak oleh ukuran batu. Nyeri dapat dirasakan lebih sakit saat batu bergerak menuruni ureter dibandingkan batu yang tidak bergerak. Ebstruksi yang konstan dapat menstimulasi mekanisme autoregulasi dan refleks aliran balik pielolimfatik dan pielo$ena. Aliran balik tersebut akan mengurangi tekanan hidrostatik pel$is renalis ke ureter. (dema interstisial menyebabkan peregangan kapsul renalis, memperbesar gin"al dan meningkatkan aliran limfatik renalis. (dema "uga meningkatkan reabsorpsi cairan yang "uga akan berefek pada peningkatan aliran limfatik renal. (dema mengurangi densitas dari sel parenkim gin"al yang terkena pada pemeriksaan 07 scan (8eslie, 20&0 . +arena tersumbatnya saluran urin oleh batu gin"al, maka ter"adi distensi pel$is renalis. Distensi ini akan menstimulasi hiperperistalsis ureter. #uncak dari tekanan hidrostatik pel$is renalis ter"adi pada 2*- "am setelah obstruksi total. #ada <0 menit a,al, ter"adi $asodilatasi dari arteriol aferen, yang akan meningkatkan aliran darah ke renal. Dan di antara <0 menit sampai - "am aliran darah akan terus berkurang selagi tekanan intraureteral meningkat. Setelah - "am, aliran darah dan tekanan intraluminal ureteral akan mulai berkurang. #ada obstruksi yang parsial, manifestasi di atas akan ber"alan lebih lama, karena tekanan hidrostatik pada proksimal ureteral dan pel$is renalis berlangsung lebih lama (+umar, et al., 200- . +. Pene,a)an Dia,nosis &. Anamnesis

75 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


#asien mengeluh nyeri yang hebat (kolik . Nyeri ini dapat men"alar hingga ke perut bagian depan, perut sebelah ba,ah, daerah inguinal, dan sampai ke kemaluan. 1erakan pristaltik ureter mencoba mendorong batu ke distal, sehingga menimbulkan kontraksi yang kuat dan dirasakan sebagai nyeri hebat (kolik . #asien "uga mengeluh nyeri pada saat kencing atau sering kencing. ;ni disebabkan oleh letak batu yang berada di sebelah distal ureter. 4ematuria sering kali dikeluhkan oleh pasien akibat trauma pada mukosa saluran kemih yang disebabkan oleh batu 'atu yang ukurannya kecil (I- mm pada umumnya dapat keluar spontan sedangkan yang lebih besar seringkali tetap berada di ureter dan menyebabkan reaksi peradangan (periureteritis maka akan ditemukan demam. #asien "uga kemungkinan mengalami ge"ala*ge"ala gastrointestinal seperti mual, muntah dan distensi abdomen. #asien dengan kalkuli di dalam pel$is renalis dan calyces mungkin mengeluh lebih konstan, nyeri tumpul. Dia "uga dapat melaporkan rasa sakit dan nyeri perut yang parah. #asien dengan nyeri yang parah "uga biasanya mengeluh mual, muntah dan, mungkin, demam dan menggigil. 4ematuria ter"adi ketika kalkuli mengikis ureter, distensi perut dan, "arang, anuria #asien dengan batu gin"al mungkin sangat cemas karena mendadak sakit parah karena tidak ada pengetahuan dan rasa sakit yang hilang timbul. Eleh karena itu tanyakan kemampuan pasien untuk mengatasi. +arena diet dan gaya hidup dapat berkontribusi untuk pembentukan kalkulus, pasien mungkin menghadapi perubahan gaya hidup. 2enilai kemampuan pasien untuk menangani perubahan tersebut. 2. #emeriksaan fisik +olik gin"al biasanya merupakan ge"ala umum dari batu gin"al, yang biasanya hasil dari obstruksi besar, kalkuli kasar menyumbat pembukaan ke persimpangan ureteropel$ic dan meningkatkan frekuensi dan kekuatan kontraksi peristaltik. ;ntensitas nyeri dan dapat berfluktuasi sangat sakit pada puncaknya. Denyut nadi meningkat karena gelisah dan tekanan darah meningkat pada pasien yang sebelumnya normotensi. 7idak "arang di"umpai adanya pernapasan cepat dan grunting terutama pada saat puncak nyeri. a. ;nspeksi

76 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


7erlihat pembesaran pada daerah pinggang atau abdomen sebelah atas. #embesaran ini mungkin karena hidronefrosis.7erlihat pasien yang selalu berubah posisi untuk mencari posisi yang nyaman. b. #alpasi Ditemukan nyeri tekan pada abdomen sebelah atas. 'isa kiri, kanan atau dikedua belah daerah pinggang. #emeriksaan bimanual dengan memakai dua tangan atau dikenal "uga dengan nama tes 'allotement. Ditemukan pembesaran gin"al yang teraba disebut 'allotement positif. Nyeri positif pada palpasi daerah panggul pasien. c. #erkusi #erkusi dari daerah perut adalah normal, tetapi ditemukan nyeri ketok pada sudut kosto$ertebra yaitu sudut yang dibentuk oleh kosta terakhir dengan tulang $ertebra d. Auskultasi Auskultasi perut pasien untuk bising usus normal. .. #emeriksaan #enun"ang a. 8aboratorium #emeriksaan sedimen urine sering menun"ukkan adanya sel*sel darah merah. 7etapi pada sumbatan total saluran kemih tidak didapatkan sel*sel darah merah, yaitu kurang lebih terdapat pada &0 / kasus. Ditemukannya piuria perlu dicurigai kemungkinan adanya infeksi, sedangkan didapatkannya kristal*kristal pembentuk batu (urat, kalsium oksalat, atau sistin dapat diperkirakan "enis batu yang menyumbat saluran kemih. b. @adiologi #emeriksaan foto polos perut ditu"ukan untuk mencari adanya batu opak di saluran kemih, tetapi hal ini seringkali tidak tampak karena tidak disertai persiapan pembuatan foto yang baik. c. !S1 !ltrasonografi dapat menilai adanya sumbatan pada gin"al berupa hidronefrosis. Sekitar 50/ kasus kolik renal dapat didiagnosis dengan cepat menggunakan !S1 selain untuk menyingkirkan kega,atan abdomen yang lain. !S1 memiliki sensiti$itas <0/ tetapi spesifisitasnya sekitar 9-*64/ untuk mendeteksi adanya obstruksi. Setelah episode kolik berlalu dilan"utkan dengan pemeriksaan foto #;C. :oto #;C atau 07 scan

77 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


merupakan gold standard untuk menentukan dera"at obstruksi, ukuran batu dan akibat obstruksi terhadap fungsi ekskresi renal. F. Penata(a)sanaan Serangan kolik harus segera diatasi dengan medikamentosa ataupun dengan tindakan lain. Ebat*obat yang sering dipakai untuk mengatasi serangan kolik adalah antispasmodik dan analgetik. Namun terapi konser$atif dengan analgetik tidak dian"urkan untuk pasien dengan resiko urosepsis, obstruksi lama, nyeri persisten, atau adanya infeksi. 3ika pasien mengalami episode kolik yang sulit ditanggulangi, dita,arkan untuk pemasangan kateter ureter dou#le < ()< stent yaitu suatu kateter yang ditinggalkan mulai dari pel$is renalis, ureter hingga buli* buli. #asien yang menun"ukkan ge"ala*ge"ala gangguan sistem saluran cerna (muntah*muntah atau ileus sebaiknya dimasukkan ke rumah sakit agar hidrasi pasien tetap ter"aga. Diuresis pasien harus diperbanyak karena peningkatan diuresis akan mengurangi frekuensi serangan kolik. 7indakan penyakit primer penyebab retensi urin diker"akan setelah keadaan pasien stabil.
DAF-AR P2S-AKA 8eslie SB. 7ephrolitiasis, acute renal colic . Ucited at 20&0 2arch .0V. A$ailable at= http=))emedicine.medscape.com)article)4-9652*o$er$ie,. +umar, Abbas, :austo. Ro#in&s and Cotran&s patholo!ic #asis of disease. 5th ed. ;ndia= (lse$ier. 200-.

78 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013

12. Pie(one*ritis
&y6 Ste((a /racia Octarica

A. De*inisi Pielonefritis adalah inflamasi infeksius yang mengenai parenkim dan pel$is gin"al. ;nfeksi ini bermula dari saluran kemih ba,ah, kemudian naik sampai gin"al. A,alnya saat yang terinfeksi hany saluran kencing ba,ah ge"ala masih asimptomatik, kemudian "ika sudah mengenai ginal baru dapat diketahui adanya infeksi. #ielo nefritis paling sering dikaitkan dengan sistitis, kehamilan, dan obstruksi, efek samping pemeriksaan dan prosedur in$asif saluran kemih, serta trauma pada saluran kemih. Sifat penyakitnya dapat berupa akut maupun kronik. +ronik "ika sudah ter"adi serangan akut berulang*ulang ('aradero, 2006 .
,/ +tio(o,i

!mumnya ;S+ disebabkan oleh kuman gram negatif. :scherichia coli merupakan penyebab terbanyak baik pada yang simtomatik maupun yang asimtomatik yaitu 50 * <0/. (nterobakteria seperti Proteus mira#ilis (.0 / dari infeksi saluran kemih pada anak laki*laki tetapi kurang dari - / pada anak perempuan . Selain itu, Staphylococcus koagulase*negatif (S. :pidermidis dan S. Saprophyticus . S. ,ureus, dan Streptococcus grup D (enterococcus kadang*kadang "uga dapat menyebabkan pielonefritis. +husus untuk Staphylococcus dapat menginfeksi secara hematogen dan dapat menyebabkan abses gin"al (1raber, 2009 . C. +pide$io(o,i Secara epidemiologis, infeksi traktus urinarius dibagi lagi men"adi terkait penggunaan kateter (atau nosokomial infeksi dan terkait non*kateter (didapat dari komunitas . ;nfeksi akut yang didapat dari komunitas sangat umum dan terhitung terdapat lebih dari 5 "uta pasien setiap tahun di Amerika Serikat. ;nfeksi ini ter"adi pada & sampai ./ dari sis,i dan kemudian meningkat ta"am dengan timbulnya akti$itas seksual pada rema"a. Sebagian besar ge"ala akut infeksi melibatkan perempuan muda, sebuah studi prospektif menun"ukkan sebuah angka ke"adian infeksi sebesar 0,-*0,5 pasien per tahun dalam kelompok ini. 1e"ala akut infeksi saluran kemih "arang pada pria di ba,ah usia -0 tetapi umum di"umpai pada ,anita antara 20
79 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


dan -0. 'akteriuria asimptomatik lebih umum antara pria dan ,anita lan"ut usia, dengan angka 40 sampai -0/ dalam beberapa studi (Stamm, 200- . D. Fa)tor Resi)o

Selain itu, kehamilan, diabetes, disfungsi saluran kemih neurogenik, obstruksi dan refluk $esikoureter "uga merupakan faktor resiko pieolonefritis maupun infeksi saluran kemih lainnya. +. Pene,a))an Dia,nosis &. 7anda dan 1e"ala 1e"ala pielonefritis akut umumnya berkembang pesat selama beberapa "am atau hari, yakni (Stamm, 200- =
a/ Demam J.6,-\0 b/ 2enggigil )/ 2ual dan muntah, malaise $/ Diare

e. 7akikardia
80 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


f. Nyeri tekan pada otot secara menyeluruh, nyeri tekan 0osto$ertebral Angles
g/ Nyeri panggul (:lank pain

dapat ter"adi unilateral atau kadang*kadang bilateral.

+etidak nyamanan atau nyeri bisa pada punggung atau daerah suprapubik, dinyatakan sebagai rasa tidak nyaman, berat, sakit, atau tertekan h. 4ematuria 1e"ala sistitis mungkin atau mungkin tidak hadir. #ada beberapa pasien, tanda dan ge"ala sepsis gram negatif sepsis sangat tampak. 4ematuria bisa muncul selama fase akut dari penyakit, "ika itu terus berlan"ut setelah manifestasi infeksi akut telah hilang, harus dipertimbangkan penyakit lain seperti batu, tumor, atau 7'. +ecuali pada indi$idu dengan nekrosis papiler, pembentukan abses, atau obstruksi kemih, manifestasi pielonefritis akut biasanya merespon terapi dalam ,aktu 46 sampai 52 "am. #ada pielonefritis yang cukup parah, demam turun lebih lambat dan mungkin tidak hilang selama beberapa hari, bahkan setelah pengobatan antibiotik yang tepat telah diberikan (Stamm, 200- . 2. #emeriksaan :isik #ada pemeriksaan fisik, didapatkan= a. Nyeri tekan suprapubis, ringan sampai sedang tanpa reboundH b. Suara usus aktif (normal c. Nyeri sudut kosto$ertebral, biasanya unilateral, tergantung pada gin"al yang terinfeksi d. #ada ,anita, seharusnya tidak didapatkan nyeri tekan pada ser$iks, uterus maupun adne?a (1raber, 2009 . .. #emeriksaan 8aboratorium
a/ 8eukositosis bergeser ke kiri b/ !rinalisis menun"ukan piuria, silinder leukosit, hematuria, dan proteinuria ringan.

8eukosuria atau piuria merupakan salah satu petun"uk penting terhadap dugaan adalah ;S+. Dinyatakan positif bila terdapat J - leukosit)lapang pandang besar (8#' sedimen air kemih.

81 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


4ematuria dengan hasil -*&0 eritrosit)8#' sedimen urin.
)/ 'iakan dan u"i kepekaan urin serta darah mutlak dilakukan. 'akteremia dinyatakan

positif bila di"umpai & bakteri )lapangan pandang minyak emersi. d. '!N dan kreatinin biasanya tetap normal pada pielonefritis tanpa komplikasi e. 7idak memerlukan pemeriksaan radiologi pada pielonefritis tanpa komplikasi f. ;C# untuk serangan akut berulang untuk melihat adanya batu atau uropati obstruktif
g/ 07 scan untuk membedakan pielonefritis akut dengan abses gin"al atau perinefritik yang

tidak merespon pada pengobatan (1raber, 2009 . F. Pato,enesis

82 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013

(Alantas, 2002

83 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013

Selain itu patogenesis pielonefritis dapat "uga ter"agi melalui infeksi darah, "alur limfatik (cth= infeksi kolon dan langsung dari infeksi "aringan yang berdekatan= seperti abses perut atau panggul. /. Penata(a)sanaan. &. #enatalaksanaan 2edikamentosa (:ulop, 20&. = a. #ada infeksi yang disebabkan patogen (. 0oli= & :irst*line= fluoroPuinolones= a ciproflo?acin (0ipro -00 mg per oral selama 5 hari b le$oflo?acin (8e$aPuin 5-0 mg per oral selama - hari $ontraindikasi= ,anita hamil dan anak*anak 2 Second*line= 7rimethroprim*sulfametho?a>ole (72#*S2% =
84 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^

Health Study Club 2013


&90 mg)600 mg ('actrim DS, Septra DS & tablet per oral selama &4 hari . #ada infeksi yang disebabkan patogen bakteri gram*positif= Amo?icillin atau amo?icillin*cla$ulanic acid= Dosis= -00mg, setiap 6 "am, selama &4 hari. 2. Non 2edikamentosa ('aradero, 2006 = & (dukasi 2 2inum air sebanyak .*4 8iter)hari . +ontrol &*2 minggu setelah pemberian terapi 4 2en"ada kebersihan saluran kencing, dan cara membersihkan alat kelamin setelah buang air kecil dengan benar, yaitu bagi perempuan dari depan ke belakang - +onsumsi $itamin 0 untuk men"aga imun 9 (dukasi untuk tidak menahan buang air kecil terlalu lama H. Ko$p(i)asi &. +erusakan gin"al yang permanen yang dapat mengakibatkan gagal gin"al 2. Sepsis .. +omplikasi kehamilan (''8@ 4. @elaps -. 8uka pada gin"al 9. Abses gin"al ('ritish 2edical 3ournal . I. Pro,nosis 0epatnya deteksi terhadap penyakit sangat mempengaruhi outcome. 2orbiditas tidak terlalu tinggi. Secara umum prognosis baik (:ulop, 20&. .
DAF-AR P2S-AKA :ulop, 7ibor. 20&.. Acute #yelonephritis. A$ailable at http=))emedicine.medscape.com)article)24---<* o$er$ie,Na,2aab9b2b9 Accessed on &<)06)20&. 2&=00 Anonymous, 20&&. #yelonephritis #athogenesis and #athology. A$ailable http=)),,,.aPno$el.com)article*2-954*&.html Accessed on &<)06)20&2 at 2&=.5 Alantas, 4usein. 2002. 'uku A"ar Nefrologi Anak. (disi 2. 3akarta= 'alai #enerbit :+ !;. 1raber, 2ark. 2009. 'uku Saku Dokter +eluarga. 3akarta= (10. 85 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^ at

Health Study Club 2013


'aradero, 2ary. +lien 1angguan 1in"al. 3akarta = #enerbit 'uku +edokteran (10. Stamm, (. Balter. 200-. rinary +ract Infections and Pyelonephritis , 4arissonTs #rinciple of ;nternal 2edicine &9th (d. !nited States of America= .2c1ra,*4ill 0ompanies.

86 | N e p h r o U r i n a r y ^ ^