You are on page 1of 3

PT.

Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII adalah perusahaan negara yang menguasai sebagian besar perkebunan teh di Jawa Barat yang memproduksi teh kemasan, daun teh untuk ekspor dan pemasok teh bagi beberapa perusahaan teh di Indonesia. Teh Walini dicetuskan oleh Bapak Suryana Soma selaku kepala bagian pemasaran retail PTPN VIII dan mulai diproduksi pada tahun 2003. Sebelum Teh Walini sebenarnya PTPN VIII sudah memiliki beberapa merk teh untuk kalangan menengah, dan daun teh yang menjadi bahan baku Teh Walini merk diperuntukan untuk kualitas ekspor. Terdapat beberapa perkebunan teh milik PTPN di Jawa Barat yaitu Ciater, Malabar, Gunung Mas, dan Ciwidey. Ciater merupakan kebun yang terdekat dengan jakarta yang menjadi obyek agrowisata yang difavoritkan wisatawan. Perkebunan ini peninggalan belanda, karena belanda merupakan agresi terlama. Karyawan yang bekerja di Pabrik Walini Ciater ini sebanyak 1220 orang. Pabrik Teh Walini PTPN VIII yang di Ciater didirikan 1990, yang didesain oleh orang Indonesia. Proses pengolahan teh di PTPN VIII terbagi menjadi dua jenis yaitu CTC (secara modern) dan secara tradisional. Pada dasarnya pengolahan teh secara tradisional dan CTC sama. Namun, terdapat perbedaan di masing-masing proses pengolahan. Pengolahan CTC berlangsung lebih cepat dibandingkan dengan pengolahan tradisional. Berikut adalah tahapan pengolahan teh hitam secara tradisioan dan CTC (modern). Tahap-tahap pengolahan teh yaitu Pelayuan, Penggilingan/pengecilan ukuran, Fermentasi, Pengeringan, dan Pengemasan dan Penyimpanan. Pelayuan bertujuan untuk mengurangi kadar air teh. Pelayuan merupakan proses terlama dalam pengolahan teh yang dilakukan selama 15-20 jam menggunakan Blower. Pelayuan dilakukan menggunakan Blower karena bila menggunakan udara panas maka akan terjadi perubahan warna pada teh meskipun tidak berpengaruh pada rasa. Namun, penampilan tentu akan memengaruhi konsumen Pada proses tradisional, teh dilayukan dari kadar 90% menjadi 50 % sedangkan pada pengolahan secara CTC, teh dilayukan dari kadar 90 % menjadi 72 %. Penggilingan dilakukan selama 1 jam atau sekitar 50-60 menit. Bertujuan untuk mengurangi size daun teh. Alat untuk penggilingan pada daun teh berbeda antara proses tradisional dan CTC. Perbedaanny di alat. tapi alatnya gak tau. Cuma tau open top roller. Dalam penggilingan inilah teh yang berasal dari bagian daun, daun berserat, dan batang terpisah. Fermentasi bertujuan untuk membentuk rasa dan aroma teh hitam. Fermentasi dilakukan selama 60-90 menit pada suhu 25 derajat Celsius. Pengeringan dilakukan untuk mengehntikan fermentasi daun teh dan mengurangi kadar air akhir teh. Pengeringan dilakukan selama 15-20 menit secara terbuka dengan suhu 100-120 derajat Celsius. Terdapat perbedaan pengeringan pada proses tradisional dan CTC. Pada proses CTC, digunakan suhu lebih tinggi yaitu 130 derajat Celsius dikarenakan kadar air pada proses CTC masih tinggi yaitu sekitar 72 %. Kadar air akhir yang dikehendaki adalah sekitar 3-4 %. Teh yang dikeringkan kemudian masuk ke ruang disortasi untuk dipisahkan berdasarkan ukuran dan jenis teh. Dari 14 jenis yang didapat, seperti broken pecco, pecco fanning, dan dust, teh yang sudah jadi ini digolongkan ke dalam tiga mutu, yaitu mutu I, II, dan III. Packing menggunakan Aluminium foil karena menghalangi penyerapan air oleh teh (teh bersifat Higroskopis) sehingga diharapkan umur simpan lebih lama.

Selesai dikemas, teh tidak bisa langsung dijual ke tangan konsumen. Proses distribusinya cukup panjang karena harus melalui proses lelang. Dari tangan pemenang lelanglah, teh ada yang langsung dikemas, ada pula yang dijual lagi ke pihak lain untuk kemudian menyebar ke masyarakat melalui berbagai merek. Teh Walini adalah brand dari produksi teh yang di kelola oleh PTPN VIII. Teh Walini menggunakan daun yang diambil dari pucuk teh untuk mendapatkan kualitas terbaik. Untuk itulah, Walini memosisikan diri bersaing dengan produk-produk luar negeri dengan konsumen menengah ke atas. Pasar ekspor dari produk teh Walini PTPN VIII adalah Amerika, Seluruh Eropa terutama Eropa Timur, Rusia, Australia, Kuwait, dan Iran. Dari 50 ton daun teh dihasilkan sekitar 10.86 teh kering pada musim hujan dan sekitar 11 ton kering pada musim kemarau (basah kering). Teh putih (White Tea) merupakan teh yang berasal dari pucuk teh (peko) dan dikeringkan secara alami menggunakan pengeringan matahari. Kadar air pada whit tea adalah 2 % sehingga tahan hingga 3-4 tahun. White tea diproduksi di perkebunan Malabar. Teh Hijau lebih mahal di pasaran karena teh hijau diproduksi oleh petani (produktivitas rendah) sedangka permintaan lebih tinggi. Teh hijau tidak diproduksi PTPN VIII (keputusan pemerintah). Alat untuk mengukur kadar air adalah Hullugen. Cita rasa air seduhan teh yang diolah secara tradisional lebih kuat dibandingkan yang diolah secara modern (CTC). Teh Walini terdiri dari beberapa jenis produk teh seduh, yaitu : Green tea 2. White tea Black tea, selain itu juga diproduksi pengembangan produk teh berupa teh celup jahe, teh celup mint, teh celup lemon, BP, dan lain-lain. Keunggulan Teh Walini dibanding teh lainnya yang sejenis, diantaranya adalah terbuat dari bahan baku yang berkualitas ekspor dari hasil perpaduan atau kombinasi dari beberapa jenis hasil kreativitas olahan para pakar teh di Indonesia. Teh Walini dibuat dari bahan baku teh pilihan, dengan kombinasi campuran beberapa jenis kualitas ekspor, dan dikemas secara profesional. Kemasan teh dibuat sedemikian rupa yang membuat keutuhan mutu teh terjaga.

LAPORAN ANGGARAN DANA KUNJUNGAN INDUSTRI PENUNJANG MATA KULIAH TEKNOLOGI BAHAN PENYEGAR 12 Desember 2013 Pemasukan No Sumber Dana 1 Dana praktikum Departemen 2 Dosen 3 Iuran Mahasiswa 4 Recognition and Mentoring Program-Institut Pertanian Bogor (RAMP-IPB) Jumlah Total

Unit 118 Mahasiswa -

Satuan (Rp) 20.000 -

Jumlah (Rp) 3.000.000 100.000 2.360.000 5.677.000

11.137.000

Pengeluaran No. Perkiraan

Acara

Transaksi Plakat kenangkenangan Tiket masuk Pemandu Pulsa Print dan kirim surat dan proposal

Unit 1 buah 118 mahasiswa 4 grup 7 1 surat 2 proposal 2 bus 4 orang 2 bus 130 bungkus 130 bungkus 2 bungkus 4 bungkus 3 kardus

Satuan (Rp) 8.000 15.000 30.000 11.000 19.600 3.200.000 100.000 150.000 9.000 2.200 7000 1.200 15.000

Jumlah (Rp) 8.000 1.777.000 120.000 1.898.0000 77.000 33.000 110.000 6.400.000 400.000 300.000 7.100.000 1.170.000 286.000 14.000 4.800 20.200 45.000 1.540.000 10.648.000

Sub Total 2 Humas Sub Total Sewa bus Logistik dan Supir dan transportasi Kenek Tol 3 Sub Total Makan siang Snack Snack dosen 5 Snack Supir Konsumsi dan kenek Air mineral dosen dan supir Air mineral Sub Total
Jumlah Total

SISA Rp. 11.137.000 Rp. 10.648.000 = Rp. 489.000,Sisa Uang Rp. 489.000 akan digunakan untuk bantuan dana fieldtrip mahasiswa Teknologi Industri Pertanian 2011 yang akan dilaksanakan 21-28 Januari 2014 Ke beberapa Industri di Jawa dan Bali.