You are on page 1of 3

Tugas Kelompok

Perusahaan “AC Sueegar” selama tahun 2009 memiliki rencana untuk


memasarkan produknya dengan rincian :

Dwi-bulan 1 : 20% Dwi-bulan 4 : 20%

Dwi-bulan 2 : 10% Dwi-bulan 5 : 20%

Dwi-bulan 3 : 20% Dwi-bulan 6 : 10%

Data penjualan 5 tahun terakhir (2004-2008) adalah : 5500 unit, 5400


unit, 6000 unit, 5900 unit, dan 6100 unit. Dengan metode least square,
Perusahaan AC Sueegar akan menentukan sales levelnya.Harga jual tahun 2009
diperkirakan lebih tinggi 20% dibanding harga tahun 2008 , yang besarnya
$1500 (1 $ = Rp. 9100,-)

Jika diketahui :

Persediaan awal tahun produk jadi adalah 450 unit dan persediaan akhir
tahun produk jadi yang diinginkan adalah 496 unit.

Buatlah

(1) angggaran penjualan (dengan satuan moneter rupiah) ,

(2) anggaran produksi yang mengutamakan stabilitas produksi,

(3) anggaran-anggaran yang berhubungan dengan bahan mentah , untuk


tahun 2009 (per dwi-bulan) – informasi berkaitan bahan mentah sbb :

Jika untuk membuat satu unit AC diperlukan beberapa bahan baku. Dengan
standar pemakaian bahan
– Bahan A sebanyak 10 unit
– Bahan B sebanyak 0.5 kg
– Bahan C sebanyak 4 lembar
Dan tersedia persediaan awal bahan baku diawal tahun A (500 unit) , B (100
kg) , C (1800 lembar). Sedangkan persediaan akhir yang dikehendaki oleh
manajemen untuk masing-masing bahan adalah persentase dari total kebutuhan
untuk dwi-bulan sesudahnya. Yaitu A sebesar 25% , B 30%, dan C 30%. Khusus
untuk produksi dwi bulan pertama tahun 2010, perusahaan membutuhkan 11000
unit A, 600 kg B dan 2200 lembar C

Harga beli bahan A perunit adalah Rp. 700 , bahan B perkg adalah Rp. 400 dan
bahan C perlembar Rp.900

Pengolahan bahan dilakukan di 2 departemen

Departemen A : 50% bahan A , 30% bahan B, dan 60% bahan C

Departement B : 50% bahan A , 70% bahan B, dan 40% bahan C


Lanjutan Tugas Kelompok Anggaran (AC Segar Company)

Budget Tenaga Kerja Langsung dan Budget Factory Overhead (FOH)

Manajer Pabrik memperoleh informasi bahwa dalam memproduksi 1 unit AC ,


perusahaan menetapkan standar pengerjaan selama 0,2 jam untuk Departemen
A dan 0,4 jam untuk Departemen B. Tetapi standar pengerjaan ini diubah pada 4
bulan terakhir, dimana untuk Departemen A ditetapkan selama 0,25 jam/unit
dan untuk Departemen B ditetapkan selama 0,35 jam/unit. Informasi lain yang
diperoleh adalah :

a. Untuk empat bulan pertama upah dibayar sebesar Rp. 6000,- per jam ,
dan upah ini mengalami peningkatan 10% pada setiap empat bulan
berikutnya.
b. Setiap kenaikan produksi diatas 4000 unit , diberikan insentif sebesar Rp.
100,- per unitnya , Sedangkan jika produksi mencapai 6000 unit, maka
insentif ditambah 10% untuk unit yang dihasilkan diatas nilai tersebut.

Sang Manajer Pabrik juga mendapatkan data sebagai berikut :

1. Gaji tenaga kerja tidak langsung dibayar sebesar Rp. 2000,- untuk
setiap jam kerja langsung

2. Biaya bahan pembantu adalah Rp. 150,- untuk setiap pemakaian


bahan A , Rp. 50 untuk setiap pemakaian bahan B, dan Rp. 200,- untuk
setiap pemakaian bahan C

3. Biaya abodemen Listrik perbulan sebesar Rp. 2.500.000,- dan untuk


setiap satu unit produksi, maka akan timbul beban sebesar 5 kWh
dimana biaya per kWh adalah sebesar Rp. 800,-

4. Depresiasi gedung pertahun adalah sebesar Rp. 12.000.000,-

5. Penyusutan peralatan pertahun adalah Rp. 6.000.000,- dan perusahaan


menetapkan jika pemakaian mencapai diatas 2 Mega Watt Hour
(MWH), maka akan ada tambahan biaya sebesar Rp. 800.000,- per
bulannya dimana hanya dikenakan pada bulan-bulan yang pemakaian
listriknya sudah diatas 2 MWH tersebut.

6. Biaya pemeliharaan alat dan gedung adalah sebesar Rp. 20.000.000,- ,


dengan komposisi 40% pemeliharaan alat dan sisanya pemeliharaan
gedung. Dibebankan masing-masing sebesar 15% untuk dwibulan I – IV
, dan untuk dwibulan V-VI masing-masing sebesar 20%.

Berdasarkan keterangan diatas, maka susunlah budget Upah Tenaga Kerja


langsung dan Budget Biaya Overhead Pabrik untuk perusahaan AC Suegar
tersebut (penyajian budget tetap dalam dwi bulan).
Selamat Bekerja