You are on page 1of 17

Tugas : Individu

Mata Kuliah : Epidemiologi Kontemporer


Dosen : Prof. Dr. Ridwan Amiruddin, SKM, MKes, MSc PH


REVIEW JURNAL
TOPIK : PENANGANAN DIARE PADA BALITA













OLEH
HAMZAH B
P1804213423
KELAS EPIDEMIOLOGI B



KONSENTRASI EPIDEMIOLOGI
PROGRAM MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
PASCASARJANA UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2014

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat
dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini walaupun secara
sederhana, baik bentuknya maupun isinya.
Tugas ini disusun untuk melengkapi tugas Epidemiologi Kontemporer yang mungkin
dapat membantu kita dalam mempelajari hal-hal penting dalam mengenai penelitian terbaru
yang menjadi issue sekarang, khususnya tentang penanganan diare pada balita. Tugas ini
dapat penulis selesaikan karena bantuan berbagai pihak. Karena itu pada kesempatan ini
penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis.
Tak ada gading yang tak retak, begitu juga dengan makalah ini. Penulis menyadari
bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan
saran yang menbangun demi sempurnanya penelian ini. Penulis juga mengharap makalah ini
dapat bermanfaat bagi pembaca.


Makassar, 20 Mei 2014


Penulis












DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................................................ i
KATA PENGANTAR ............................................................................................................. ii
DAFTAR ISI ........................................................................................................................... iii
A. TABEL SINTESA ....................................................................................................... 1
B. ALASAN PEMILIHAN TEMA ................................................................................ 11
C. QUESTION RESEARCH .......................................................................................... 12
REFERENSI .......................................................................................................................... 13
LAMPIRAN

No Judul
Peneliti dan
Tahun
Tujuan Desain
Populasi dan
Sampel
Hasil Sumber
1 Pendidikan Kesehatan
Keluarga Efektif
Meningkatkan
Kemampuan Ibu
dalam Merawat Anak
Diare
Ni Luh
Kompyang
Sulisnadewi,
Nani Nurhaeni,
Dewi Gayatri.
Tahun 2013.
Penelitian ini
bertujuan
untuk
mengidentifikasi
pengaruh
pendidikan
kesehatan terhadap
kemampuan ibu
merawat anak
diare.
Studi ini
menggunakan
eksperimen
semu dengan
rancangan
post-test only
with group
control
design.
Sampel
penelitian ini
adalah
sebanyak 62
responden
di dua rumah
sakit di
Denpasar.
Hasil post-test
menggambarkan bahwa
skor pengetahuan, sikap,
dan keterampilan
masingmasing
kelompok berbeda secara
bermakna (p< 0,05) dan
ibu pada kelompok
intervensi mampu
merawat anak diare,
berbeda
secara bermakna dengan
kelompok kontrol (p=
0,000; = 0,05).
http://journal.ui.ac.id
2 Gambaran
Pengetahuan dan
Sikap Ibu dalam
Pencegahan dan
Penanggulangan
Secara Dini Kejadian
Diare pada Balita di
Desa Hegarmanah
Jatinagor
Lina Malikhah,
Sari Fatimah,
Bangun
Simangunsong.
Tahun 2013
Tujuan penelitian
ini adalah untuk
mengetahui
gambaran
pengetahuan dan
sikap ibu dalam
pencegahan dan
penanggulangan
secara dini kejadian
diare pada balita.
Metode
penelitian ini
adalah metode
deskriptif
dengan
pendekatan
proportionate
random
sampling
Sampel pada
penelitian ini
sebanyak 88
ibu yang
memiliki
balita
Hasil penelitian yang
diperoleh yakni 53
(60,23%) ibu memiliki
pengetahuan baik serta 46
(53,41%) ibu
memiliki sikap yang
favorable (mendukung)
terhadap pencegahan dan
penanggulangan secara
dini kejadian diare pada
balita.
http://journals.unpad.ac.id
3. Pengetahuan Ibu
dalam
Penanggulangan
Diare pada Anak
dibawah Lima Tahun
di Iran.
Amir Abdollah
Ghasemi,
Ahmad
Talebian, Negin
Masoudi Alavi,
Gholam Abbas
Mousavi.
Tahun 2013
Tujuan penelitian
ini untuk
mengevaluasi
pengetahuan ibu
pada
penaggulangan
diare pada balita
dan
Desain
penelitian
observasional
dengan
rancangan
cross
sectional
Sebanyak 430
ibu yang
memiliki anak
usia di bawah
lima tahun
yang dipilih
secara
cluster
Sebagian besar ibu-ibu
yang berusia 25-30 tahun
(43,8%). Sedikit lebih
dari separuh (55,6% )
memiliki hanya satu anak.
Puskesmas, pendidikan
program dan pembacaan
pribadi merupakan
http://nmsjournal.com
A. Tabel Sintesa :
Topik Penanganan Diare pada Balita


mengidentifikasi
hubungan antara
pengetahuan ibu
dengan beberapa
karakteristik
demografi.
sampling sumber utama
pengetahuan tentang
pengobatan diare ( 3,7%).
Sebanyak (28,8%) para
ibu memiliki pengetahuan
yang baik dalam
diagnosis dan pengobatan
diare, sementara 46,5 %
memiliki pengetahuan
sedang dan 24,7 %
menderita pengetahuan
rendah.
Pengetahuan ibu memiliki
hubungan yang signifikan
dengan usia ibu,
pendidikan ayah , jumlah
anak , pekerjaan ibu , dan
sumber pengetahuan.
4 Pengetahuan dan
sikap ibu tentang
penggunaan Larutan
Rehidrasi Oral pada
penanganan diare.
G.R Mahor
Tahun 2013
Tujuan penelitian
ini untuk
mengetahui
pengetahuan dan
sikap
ibu tentang
penggunaan oralit
dalam penanganan
diare di daerah
kumuh dan
perkotaan.
Desain
penelitian
observasional
dengan
rancangan
cross
sectional
Sebanyak 400
ibu yang
tercatat di
Puskesmas,
Rumah Sakit
Pendidikan di
Bhopal di
India Tengah
Dari 400 ibu yang
diwawancarai 74 % yang
melek huruf. Sebagian
besar milik kelas sosial
ekonomi rendah Hanya
156 tahu benar metode
persiapan ORS (Oral
Rehidrasi Solution) dan
penggunaannya . Hal itu
juga terlihat bahwa 48 ibu
lakukan tidak tahu tentang
oralit. Sumber yang
paling umum dari
informasi adalah
penyedial layanan
kesehatan.

http://www.jbiopharm.com

5 Khasiat dari New
Hipotonik Rehidrasi
Oral Solution
Mengandung Zinc
dan Prebiotik dalam
Pengobatan Anak
Diare akut.
Annalisa
Passariello,
Gianluca
Terrin, Giulio
De Marco,
Gaetano
Cecere, Serena
Ruotolo,
Antonio
Marino, Linda
Cosenza, Maria
Tardi, Rita
Nocerino,
Roberto Berni
Canani.
Tahun 2010
Tujuan penelitian
ini untuk
mengevaluasi
efektivitas solusi
rehidrasi oral
hipotonik ( oralit )
mengandung zinc
dan prebiotik untuk
pengobatan diare
akut pada anak-
anak.
Single-blind ,
prospektif ,
uji coba
terkontrol
termasuk
anak-anak
Ibu-Ibu yang
memepunyai
anak balita
yang dibagi
menjadi dua
kelompok.
Tingkat resolusi diare
pada 72 jam lebih tinggi
pada kelompok 2 ( 50 %
vs 72,9 % , P= 0.010 ) .
Total asupan ORS dalam
24 jam pertama lebih
tinggi pada Kelompok 2 (
50 mL / kg, 95 % CI, 41-
59 vs 22 mL / kg, 95 %
CI, 17-29, P < 0.001).
Jumlah rata-rata
kehilangan kerja
hari oleh orang tua dari
anak-anak dalam
kelompok 2 lebih rendah,
Lebih sedikit pasien
dalam kelompok 2
membutuhkan obat
tambahan untuk
pengobatan diare 6/59 vs
19/60
http://peds.stanford.edu
6 Pengaruh larutan
rehidrasi oral dan
yang di
rekomendasikan
cairan rumah pada
kematian diare.
Melinda K.
Munos, Christa
L Fischer
Walker, and
Robert E Black.
Tahun 2010.
Penelitian ini untuk
untuk
memperkirakan
dampak dari
intervensi terhadap
kematian akibat
diare
pada anak usia < 5
tahun
Systematic
Riview
Semua
jurnal/hasil
penelitian
yang telah
dilakukan
sebelumnya.
Kami memperkirakan
yang oralit dapat
mencegah 93% kematian
diare pada anak-anak
dibawah lima tahun.
http://ije.oxfordjournals.org
7 Pengetahuan, Sikap
dan Praktek
Pencegahan Ibu
Balita Berkaitan
dengan Penanganan
Mubashir Zafar
Tahun 2014.
Tujuan penelitian
inu untuk menilai
tingkat
pengetahuan dan
praktik pencegahan
Desain
penelitian
observasional
dengan
rancangan
Sebanyak 200
ibu yang
dipilih dengan
menggunakan
non-random
Dari 200 ibu, mayoritas
peserta studi memeiliki
pengetahuan yang baik
(46%), sikap negatif (3%)
dan praktek yang buruk
http://dx.doi.org

Diare Studi Kasus di
Karachi, Pakistan
ibu yang berkaitan
dengan diare di
rumah sakit sipil
Karachi , Pakistan
cross
sectional
sampling. (39,4%). Dalam analis
multivariat pendapatan,
dan sikap responden
secara signifikan terkait
dengan pengathuan yang
tepat terhadap
penganganan diare.
8 Pengetahuan Ibu,
Sikap dan Praktek
Mengenai
Penganganan diare di
Morang Nepal.
Mukhtar
Ansari,
Mohamed
Izham,
Mohamed
Ibrahim and P
Ravi Shanker.
Tahun 2012
Tujuan : Untuk
menilai
pengetahuan, sikap
dan praktek ibu
terkait penanganan
diare melalui
intervensi
pendidikan.
Penelitian
intervensi
dilakukan
pada sembilan
lokasi yang
berbeda dari
kabupaten
Morang
630 responden
dan mereka
dibagi menjadi
dua kelompok
kasus dan
kelompok
kontrol
Mayoritas ( > 62 % ) dari
ibu yang tidak
berpendidikan .
pendidikan intervensi
membawa perbaikan yang
signifikan dalam
pengetahuan, sikap dan
praktek. Selain itu ,
intervensi memperkuat
korelasi antara
pengetahuan , sikap dan
praktek
http://www.bioline.org.
9 Pengetahuan, Sikap
dan Praktek Ibu
Menuju terapi
rehidrasi oral di
Duhok.
Akrem
Mohammad Al-
Atrushi, Saad
Younis Saeed,
Shireen Muhsin
Yahya.
Tahun 2012
Tujuan utama
adalah untuk
menilai
pengetahuan, sikap
dan praktek ibu
terhadap
penggunaan larutan
rehidrasi oral
dalam pengobatan
diare akut pada
anak-anak berusia
kurang dari lima
tahun dan
menilai kepatuhan
ibu dan hasil
pengobatan ini
Desain
penelitian
observasional
dengan
rancangan
cross
sectional
Penelitian ini
melibatkan
para 300 ibu
dari anak-anak
yang
mengalami
diare dan
dirawat oleh
larutan
rehidrasi oral
Dalam 201cases ( 67 % )
ibu tidak tahu apa solusi
rehidrasi oral digunakan
dalam kasus diare dan 77
% tidak percaya cukup
sebagai pengobatan yang
tepat untuk persiapan
larutan rehidrasi oral tidak
diketahui 48% dari ibu
dan 35,7 % tidak tahu
cara yang tepat untuk
pemberian larutan
rehidrasi oral, sementara
59 % dari mereka tidak
tahu bahwa itu harus
dibuang setelah 24 jam.
http://www.isra.edu.pk

Sebanyak 43 % responden
tidak tahu bagaimana
harus bersikap jika anak
mengalami gejala
diare(muntah)
10 Pengetahuan dan
praktek mengenai
terapi rehidrasi oral di
antara ibu di daerah
pedesaan Vasind,
India
DM Kadam, R
Hadaye, and D
Pandit. Tahun
2012
Tujuan untuk
mempelajari
kesadaran
tentang oralit,
pentingnya ORS
Untuk mempelajari
pengetahuan
tentang persiapan
ORS.
Desain
penelitian
observasional
dengan
rancangan
cross
sectional
Sebanyak 163
ibu yang
memiliki
balita.
Hanya 39,31 % ibu tahu
bahwa ORS mengatasi
dehidrasi selama diare.
31,72 % ibu merasa
bahwa ORS berhenti
gerakan longgar.
Meskipun memiliki
pengetahuan yang benar
kebanyak dari mereka
melakukan persiapan
salah dalam pembuatan
oralit.
http://nmcth.edu
11 Pengetahuan dan
Sikap Ibu Mengenai
Rehidrasi Oral
Solution
Abida Sultana,
Rizwana Riaz,
Riaz Ahmes,
Riffat
Khusrshid.
Tahun 2010
Tujuan untuk
menilai
pengetahuan, sikap
dan perilaku ibu
tentang Rehidrasi
Oral Solution
(ORS)
Desain
penelitian
observasional
dengan
rancangan
cross
sectional
Sebanyak 320
ibu yang
terdaftar di
Pusat
Pelayanan
Kesehatan
Dari 320 ibu, 80%
responden yang melek
huruf. 61,87% ibu milik
kelas sosial menengah
dan 44% memiliki
pengetahuan yang
memadai berkaitan
dengan persiapan ORS
dan signifikansi dalam
pengelolaan diare. Hanya
4,06% ibu tidak tahu
tentang oralit. Informasi
mengenai ketersediaan
ORS ditemukan akurat
antara 86,87% ibu.
Sebagian besar ibu
(37,19%) mendapat
informasi tentang oralit
http://www.journalrmc.com

dari dokter diikuti media
(25%) dan ibu mereka
(20%).

12 Pengetahuan, Sikap
dan Praktek dari Ibu
dan Dokter Mengenai
Feeding, Larutan
Rehidrasi Oral (ORS)
dan Penggunaan Obat
diare akut.
Seyal T, Hanif
A. Tahun 2009
Untuk menilai
pengetahuan, sikap
dan praktek ibu dan
dokter pada diare
akut pada anak-
anak umur 5
tahun mengenai
makanan ,
persiapan dan
penggunaan larutan
rehidrasi oral
(oralit ) dan obat-
obatan .
Desain
penelitian
observasional
dengan
rancangan
cross
sectional
150 anak yang
mengalami
diare akut.
ORS digunakan
(diberikan) dengan hanya
464 ( 49,67 % ) dari ibu,
dari mana 125 ( 27 % )
digunakan oleh
pengetahuan mereka
sendiri
(melalui surat kabar,
televisi, diberitahu oleh
tetangga atau konsultasi
sebelumnya dengan
dokter). 400 ( 42.82 % )
ibu tahu tentang persiapan
oralit. Feeding dilanjutkan
dengan 697 ( 74,62 % )
dari ibu dan 400
(42.82%).
http://kemu.edu.pk
13 Sebuah studi tentang
praktek-praktek diare
terkait Kesadaran
ORS antara ibu dari
anak-anak dibawah 5
tahun menghadiri
OPD, CHTC,
Rajapur.
Meenakshi
Dhadeve, G
Ajay Kumar,
Shirivas Reddy,
Vijayanah.
Tahun 2012
Tujuan untuk
menentukan
praktek diare
terkait dan
kesadaran ORS
antara ibu dari
balita
Desain
penelitian
observasional
dengan
rancangan
cross
sectional
Sebanyak 70
ibu yang
berhasil
diwawancarai.
55% tahu metode yang
tepat persiapan gula
garam solution.65.7%
dari ibu menyadari
larutan oralit.
http://www.jpbms.info/index.php
14 Prediktor Terapi
Rehidrasi Oral
digunakan di
kalangan balita
dengan diare di
Ethiopia Timur: studi
Bezatu
Mengistie,
Yemane
Berhane and
Alemayehu
Worku.
Tujuan penelitian
ini adalah untuk
mengidentifikasi
prediktor Oral
penggunaan Terapi
Rehidrasi antara
Desain
penelitian
observasional
dengan
rancangan
case control
Kasus adalah
241 balita
dengan diare
yg menerima
(ORT)
sedangkan
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa
pengalaman pengasuh
sebelumnya 'penggunaan
Terapi Rehidrasi Oral
(AOR = 4.05 , 95 % CI =
http://www.biomedcentral.com

kasus kontrol berbasis
masyarakat
Tahun 2012 balita dengan diare kontrol adalah
253 balita
dengan diare
yang belum
menerima
(ORT).
2,63-6,22 ), mencari saran
atau pengobatan dari
fasilitas kesehatan, (AOR
= 3,25 , 95 % CI = 2,06-
5,11 ) dan pengetahuan
Terapi Rehidrasi Oral
(AOR = 3,09 , 95 % CI
=1,97-4,85 ) ditemukan
menjadi faktor penentu
positif
penggunaan Therapi
Rehidrasi Oral.
15 Meneliti Penggunaan
Garam Rehidrasi Oral
dan Terapi Rehidrasi
Oral lain untuk Anak
penderita Diare di
Kenya
Lauren S.
Blum, Prisca A.
Oria, Christine
K. Olson,
Robert F.
Breiman, and
Pavani K. Ram.
Tahun 2011
Tujuan penelitian
ini adalah untuk
meneliti kapan
waktu yang tepat
dalam penggunaan
terapi rehidrasi oral
pada anak dengan
diare
Desain
penelitian
adalah
kualitatif yang
terdiri dari
semi-
terstruktur,
wawancara
mendalam
dan diskusi
kelompok
Semua
keluarga yang
mempunyai
anak dengan
diare di
Asembo
Provinsi
Nyaya Kenya
Rekomendasi dari petugas
kesehatan tentang
penggunaan rehidrasi oral
solusi ( oralit )
menyebabkan
kebingungan tentang
kapan ORS yang tepat
dan apakah memerlukan
resep dokter. Dalam
masyarakat pedesaan,
penjelasan kausal tentang
diare, keyakinan dalam
pengobatan herbal, biaya,
dan jarak ke fasilitas
kesehatan
merupakan hambatan
tambahan untuk
penggunaan oralit.
Komunikasi kesehatan
yang dibutuhkan untuk
memperjelas fungsi ORT
dalam mencegah
dehidrasi perlu dilakukan.
http://www.ncbi.nlm.nih.gov

16 Manajemen rumah
pada anak-anak
dengan diare di Ceko
Eva Kudlova.
Tahun 2010
Tujuan penelitian
ini untuk
menyelidiki
manajemen
penanganan
anak dengan diare
akut yang berbasis
rumah tangga.
Desain
penelitian
observasional
dengan
rancangan
cross
sectional
Para
pengasuh/ibu
dari 210 anak-
anak usia 6
sampai 59
bulan.
Hasil penelitian ini adalah
pengetahuan ibu tentang
oralit ( 27,6 %) dan cara
penggunaan oralit (1,9 %
selama
episode terakhir anak
diare ) yang rendah.
http://pdfs.journals.lww.com
17 Pengetahuan dan
Sikap Ibu tentang
Terapi rehidrasi Oral
di Beberapa Kota
Kumuh di Dehli India
S.K. Rasania,
D.Sing, S.Pathi,
S.Matta and
S.Singh.
Tahun 2005
Penelitian ini
dilakukan
untuk menentukan
bagaimana
pengetahuan ibu
tetang ORT yang
tinggal di daerah
kumuh yang
berdampingan.
Desain
penelitian
observasional
dengan
rancangan
cross
sectional
Sebanyak 457
ibu yang
diwawancarai
di Medical
College New
Delhi
Hanya 38,7 persen dari
ibu yang bersedia untuk
memberitahu metode
yang benar persiapan
ORT dan 41,6% memiliki
pengetahuan yang baik
tentang ORT diberikan
kepada anak yang
menderita diare. Banyak
ibu ( 29,3 % )
percaya bahwa orang
perlu resep dari dokter
untuk membeli ORT atau
oralit. tetapi hanya 46,0%
memiliki
ORT pernah digunakan
antara pengguna oralit.
kebanyakan dari mereka
memiliki yang benar
pengetahuan tentang
peran oralit selama diare
(89,5 %), dan 67,6% tahu
bagaimana
mempersiapkan oralit.



http://medind.nic.in

18 Praktek ibu pada
pengelolaan diare
akut pada anak balita
di Kosovo.
Merita Berisha,
Sanjie Hoxha-
Ghashi, Musli
Gashi, Naser
Ramadani.
Tahun 2009
Penelitian
dilakukan untuk
menyajikan praktek
ibu tentang
pengelolaan diare
akut pada anak-
anak berusia di
bawah lima tahun,
di Kosovo
Desain
penelitian
observasional
dengan
rancangan
cross
sectional
Sampel
penelitian
ini sebanyak
106 ibu dari
anak-anak
berusia kurang
dari 5 tahun
dari semua
bagian dari
Kosovo.
Dalam kasus anak-anak
diare , 60,7 %
menyatakan bahwa
mereka jarang
menyediakan atau bahkan
tidak sama sekali
cairan oaralit, sedangkan
19,6 % seperti biasanya
dan hanya 17,8% lebih
dari biasanya.
http://www.ejmanager.com
19 Pengelolaan Diare
pada Balita di Rumah
dan Fasilitas
Kesehatan di Kashmir
Fayaz Ahmed,
Aesha Farheen,
Imtiyaz Ali,
Thakur M,
Muzaffar A,
Samina M.
Tahun 2009
Penelitian ini
bertujuaan untuk
mengetahui
pengelolaan diare
pada balita di
rumah
Desain
penelitian
observasional
dengan
rancangan
cross
sectional
Ukuran
sampel dari
10.708
diperkirakan
di semua 4
musim
Penggunaan oralit
menggunakan masih
rendah (24,4% dan 8,4%)
Praktek-praktek budaya
yang berbahaya masih
dilakukan seperti
kelaparan untuk
mengatasi episode diare.
Tingkat penggunaan
antibiotik lebih tinggi dari
pada oralit dengan 77,9%.
http://www.ncbi.nlm.nih.gov
20 Pengetahuan dan
Praktek Ibu dalam
Manajemen
penanganan Diare
pada anak, di
Northwest, Iran
Babak Abdinia.
Tahun 2014
Penelitian ini
bertujuan untuk
mengetahui
bagaimana
pengetahuan dan
kinerja para ibu
dari anak-anak
dengan diare.
Desain
penelitian
observasional
dengan
rancangan
cross
sectional
Semua ibu
yang
mempunyai
anak dengan
diare yang
dirawat di
Childresn's
Hospital
Tabriz dari
tahun 2012-
2013
Pengetahuan ibu dalam
manajen penganagan
diare masing-masing
37,23 % , 44,24%, dan
18,53 % dari ibu-ibu
miskin, menengah dan
baik. Selain itu , kinerja
ibu masing-masing dari
51,98 % , 30.03 % dan
17.99 % dari ibu-ibu
miskin , menengah dan
baik. Ada hubungan
antara
pendidikan ibu dan
http://pedinfect.com/27682.pdf

pengetahuan ( P = 0,000 )
, tetapi tidak ada
hubungan yang antara
usia ibu dan pengetahuan
( P = 0.36 ), dan ada
hubungan antara
pendidikan ibu dan
kinerja (P = 0,001).
21 Pengujian pengaruh
pendidikan kesehatan
pada ibu di daerah Al
Maki, negara Gezira,
untuk meningkatkan
homecare untuk
penanganan diare
pada balita.
Huda M.
Haroun,
Mohamed S.
Mahfouz,
Mohamed El
Mukhtar Dan
Amami Salah.
Tahun 2010
Tujuan penelitian
ini adalah untuk
mengevaluasi
pengaruh
pendidikan
kesehatan pada
perawatan rumah
balita dengan
penyakit diare .
Bahan dan Metode
:
Studi yang
digunakan
kuasi
eksperimental,
yang di Al
Maki,
Medani,
Gezira. Sudan
Tengah
Sebanyak 118
ibu yang
memiliki
setidaknya
satu anak di <
5 tahun
dengan diare
yang
membutuhkan
manajemen
rumah.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa
pengetahuan ibu tentang
definisi diare , bahayanya
, kapan harus mencari
bantuan medis dan tiga
aturan manajemen rumah
yang ditemukan menjadi
35% , 28% , 13% dan 29
% meningkat secara
signifikan setelah
intervensi menjadi 91% ,
94% , 92% dan 93% %
masing-masing dengan
tingkat signifikan yang
sangat tinggi.
http://www.ncbi.nlm.nih.gov

B. Alasan Pemilihan Tema
Diare sampai saat ini masih merupakan penyebab kematian utama di dunia, diare telah
menyebabkan kematian 1,8 juta per tahun dengan kematian terbesar pada anak-anak umur
kurang dari lima tahun. Diare membunuh anak-anak lebih banyak dari jumlah kematian akibat
AIDS, Malaria dan Campak. WHO memperkirakan 4 milyar kasus terjadi di dunia dan 2,2 juta
diantaranya meninggal, meskipun diare membunuh sekitar 4 juta orang/tahun di negara
berkembang, ternyata diare juga masih merupakan masalah utama di negara maju. Di Amerika,
setiap anak mengalami 7-15 episode diare dengan rata-rata usia 5 tahun. Di negara berkembang
rata-rata tiap anak dibawah usia 5 tahun mengalami episode diare 3 kali pertahun. Hal ini
menyumbang 21 % dari semua kematian di negara berkembang dan jumlahnya tetap tidak dapat
diterima (Walker, 2011). Di Indonesia diare masih merupakan salah satu penyebab tinggi
morbiditas dan mortalitas anak di Indonesia (Depkes RI, 2011).
Sampai saat ini kasus diare di Indonesia masih cukup tinggi dan menimbulkan banyak
kematian terutama pada bayi dan balita. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas)
2007 diare merupakan penyebab utama kematian pada bayi (31,4%) dan anak balita (25,2%).
18

Sekitar 162.000 balita meninggal akibat diare setiap tahun atau sekitar 460 balita per hari.
Sedangkan dari hasil survei kesehatan rumah tangga (SKRT) di Indonesia dalam Depkes RI
(2011) diare merupakan penyebab kematian nomor dua pada balita, nomor tiga bagi pada bayi,
dan nomor lima bagi semua umur. Setiap anak di Indonesia mengalami episode diare sebanyak
1,62 kali pertahun (Depkes RI, 2011).
Survei morbiditas yang dilakukan oleh Subdit Diare, Departemen Kesehatan RI dari tahun
2000 - 2010 terlihat kecenderungan insidens naik. Pada tahun 2000 Insiden Rate (IR) penyakit
Diare 301/ 1000 penduduk, tahun 2003 naik menjadi 374 /1000 penduduk, tahun 2006 naik
menjadi 423 /1000 penduduk dan tahun 2010 menjadi 411/1000 penduduk. Kejadian Luar Biasa
(KLB) diare juga masih sering terjadi, dengan Case Fatality Rate (CFR) yang masih tinggi.
Pada tahun 2008 terjadi KLB di 69 Kecamatan dengan jumlah kasus 8133 orang, kematian 239
orang (CFR 2,94%). Tahun 2009 terjadi KLB di 24 Kecamatan dengan jumlah kasus 5.756
orang, dengan kematian 100 orang (CFR 1,74%), sedangkan tahun 2010 terjadi KLB diare di 33
kecamatan dengan jumlah penderita 4204 dengan kematian 73 orang (CFR 1,74 %.) (Depkes RI,
2011).
Peningkatan kasus diare pada balita yang dirawat dirumah sakit/pelayanan kesehatan
dipengaruhi oleh pengetahuan ibu yang masih kurang terhadap manajemen penanganan diare
berbasis rumah sebagai tindakan pencegahan dini saat anak mengalami periode diare. WHO
merekomendasikan ORS (oral rehydration solution, oralit) yang mengandung 3,5 gram/L NaCL,
2,5 gram/L Na bikarbonat, 1,5 gram KCL dan 20 gram glukosa. Cairan rehidrasi oral (ORS)
tersebut dinamakan cairan rehidrasi lengkap, disamping itu terdapat formula sederhana yang
hanya mengandung 2 komponen yaitu NaCL dan glukosa atau penggantinya missal sukrosa dan
merupakan larutan gula garam (LGG). Meskipun WHO telah merekomendasikan penggunaan
oralit sebagai tindakan penanganan diare di rumah, tetapi program ini masih menemukan
kendala pada masyarakat khususnya di pedesaan. Hal ini disebabkan karena informasi terhadap
penggunaan oralit masih sangat kurang, sehingga peran kader kesehatan yang berada diwilayah

tersebut sangat dibutuhkan dalam memberikan peningkatan pengetahuan kepada masyarakat.
Penelitian yang dilakukan oleh Melinda, et al (2010) menemukan bahwa penggunaan oralit
mampu mencegah 93% kematian anak balita yang disebabkan oleh diare.
Beberapa penelitian sebelumnya telah ditemukan beberapa hasil penelitian menujukkan
bahwa pengetahuan ibu mempunyai hubungan dengan penanganan diare pada balita. penelitian
penelitian Sultana, et al (2010) yang menemukan bahwa hanya 4,06% ibu yang tahu tentang
oralit Hal ini didukung oleh penelitian Kadam, et al (2012) hanya 31,7% ibu yang tahu dehidrasi
oral dapat mengatasi diare dan belum mengetahui cara penggunaan oralit. Begitu juga dengan
penelitian Ghasemi, et al (2013) menemukan bahwa terdapat 28,8%) para ibu memiliki
pengetahuan yang baik dalam diagnosis dan pengobatan diare, sementara 46,5 % memiliki
pengetahuan sedang dan 24,7 % menderita pengetahuan rendah.. Hal ini disebabkan karena
masyarakat memperoleh sumber informasi tentang oralit melalui pembacaan pribadi bukan
melalui penyuluhan pihak/tenaga kesehatan. Meskipun penelitian yang dilakukan oleh Haroun,
et al (2010) yang menemukan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan ibu tentang homecare
yang signifikan setelah dilakukan intervensi, namun penelitian ini belum menjawab apakah
intervesi yang dilakukan merupakan intervensi klasikal atau individual yang dilakukan oleh
kader kesehatan dan belum ditemukan seberapa efektif pendekatan verbal terhadap kemampuan
penerapan rehidrasi oral pada penanganan diare pada balita.
C. Question Research:
Berdasarkan uraian diatas, semakin menguatkan perlunya dilakukan penelitian untuk
lebih lanjut dengan judul Efektifitas Pendekatan Verbal Secara Individual Oleh Kader
Kesehatan Dalam Mengkatkan Pengetahuan Ibu Dalam Deteksi Dini Kejadian Diare Pada
Balita Dan Keterampilan Penerapan Terapi Rehidrasi Oral untuk menjawab pertanyaan
penelitian berikut:
a. Apakah ada perbedaan efektifitas pendekatan verbal secara individual dengan pendekatan
secara klasikal oleh kader kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan ibu dalam deteksi
dini kejadian diare pada balita.
b. Apakah ada perbedaan efektifitas pendekatan verbal secara individual dengan pendekatan
secara klasikal oleh kader kesehatan dalam keterampilan penerapan terapi rehidrasi oral
dalam penanganan kejadian diare pada balita.








D. Referensi
1. Sulisnadewi, dkk. 2013. Pendidikan Kesehatan keluarga Efektif Meningkatkan
Kemampuan Ibu dalam Merawat Anak Diare.
http://journal.ui.ac.id/index.php/jkepi/article/viewFile/2415/pdf. diakses tanggal 4 April
2014.
2. Malikhah dan Fatimah. 2013. Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Pencegahan
dan Penanggulangan Secara Dini Kejadian Diare pada Balita di Desa Hegarmanah
Jatinagor. Universitas Padjajaran.
http://journals.unpad.ac.id/index.php/ejournal/article/viewFile/783/829. diakses 4 April
2014.
3. Ghasemi, et al. 2013. Knowlegde of Mother in Management of Diarrhea in Under Five
Children in Kashan, Iran. Kashan University of Medical Sciences.
http://nmsjournal.com/26738.pdf. diakses tanggal 4 April 2014.
4. Mahor, G.R. 2013. Knowlegde and Attitudes of Mothers Regarding Use of Oral
rehydration Solution in Management of Diarrhea. Asian Jurnal of Biomedival &
Pharmaceutical Sciences.
http://www.jbiopharm.com/index.php/ajbps/article/download/309/249. diakses 6 April
2014.
5. Passariello Annalisa, et al. 2011. Efficacy of a New Hypotinic Oral rehydration Solution
Containing Zinc and Prebiotics in the Treatment of Childhood Acute Diarrhea. A
Randomized Controlled Trial. The Juornal of Pediatrics.
http://peds.stanford.edu/documents/EfficacyofaNewHypotonicOralRehyrdationSoultionCo
ntainingZincandPrebiotics.pdf. diakses tanggal 12 April 2014.
6. Munos, K. et al. 2010. The effect of Oral Rehydration Solution and Recommended Home
Fluids on Diarrhoera Mortality. International Journal of Epidemiology.
http://ije.oxfordjournals.org/content/39/suppl_1/i75.full.pdf. Diakses tanggal 15 April
2014.
7. Zafar, Mubashir. 2014. Knowledge and Attitude towards and Preventive Practices
Relating to Diarrhea among Mothers Under Five Years of Children: Findings of a Cross-
Sectional Study in Karachi, Pakistan. http://dx.doi.org/10.4172/2332-0877.1000126.
Diakses tanggal 20 April 2014.
8. Ansari, Mukhtar, et al. 2012. Mothers Knowledge, Attitude and Practice Regarding
Diarrhea and its Management in Morang Nepal: An Interventional Study. Tropical
Journal of Pharmaceutical Research. http://www.bioline.org.br/pdf?pr12100. Diakses
tanggal 20 April 2014.
9. Al-Atrushi, et al.2012. Knowledge, Attitude and Practice of Mother Towards Oral
Rehydration Therapy In Duhok. Isra Medical Jurnal Vol. 4 Issue 3 Sep 2012.
http://www.isra.edu.pk/downloads/journal/volume-iv_issue-iii/OA-1.pdf. Diakses tanggal
24 April 2014.
10. Kadam DM, et al. 2012. Knowledge and Practices regarding oral rehydration
therapy among mothers in rural area of vasind, India. Nepal Med Coll J 2012; 15(2) :
110-112. http://nmcth.edu/images/gallery/Original%20Articles/hqxrKDM%20Kadam.pdf.
Diakses tanggal 22 April 2014.
11. Sultana, Abisa et al. 2010. Knowledge and Attitude of Mothers regarding Oral
Rehydration Salt. Journal of Rawapindi Medical College.
http://www.journalrmc.com/volumes/1394532173.pdf. Diakses tanggal 23 April 2014.


12. T Seyal and A Hanif. 2009. Knowledge, Attutude and Practices of the Mothers and
Doctors Regarding Feeding, Oral Rehydration Solution (ORS) and Use of Drugs in
Children During Acute Diarrhea. Annals Vol 15. No. 1 Jan-Mar 2009.
http://kemu.edu.pk/annals/jan-mar-2009/Knowledge-Attitude-Practices-of-Mothers-and-
Doctors.pdf. diakses tanggal 24 April 2014.
13. Dhadave, Meenakshi et al. 2012. A Study on diarrhea related practices Awareness of
ORS among mothers of under-five children attending OPD, CHTC, Rajapur.
http://www.jpbms.info/index.php?option=com_docman&task=doc_download&gid=473&I
temid=48. Diakses tanggal 2 Mei 2014.
14. Mengistie, et al. 2012. Predictors of oral Rehydration Therapy use among under-five
childresn with diarrhea in Eastern Ethiopia: a community based case control study.
http://www.biomedcentral.com/content/pdf/1471-2458-12-1029.pdf. Diakses tanggal 2
Mei 2014.
15. Blum, Lauren S et al. 2011. Examining the use of oral Rehydration Salts and Other
Oral Rehydration Therapy for Childhood Diarrhea in Kenya.
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3225165/pdf/tropmed-85-1126.pdf.
Diakses tanggal 4 Mei 2014.
16. Kudlova, Eva. 2010. Home Managementof Acute Diarrhoea in Czech Children.
JPGN. Volume 50. Number 5 May. 2010.
http://pdfs.journals.lww.com/jpgn/2010/05000/Home_Management_of_Acute_Diarrhoea_
in_Czech.8.pdf. Diakses tanggal 4 Mei 2014.
17. Rasania S.K et al. 2005. Knowledge and Attitude of Mothers About Oral Rehydration
Solution in Few Urban Slum of Delhi. http://medind.nic.in/hab/t05/i2/habt05i2p100.pdf.
Diakses tanggal 10 Mei 2014.
18. Berisha Merita, et al. 2009. Maternal Practice on Management of Acute Diarrhea
among Children Under Five Years Old in Kosova. TAF Preventive Medicine Bulletin,
2009:8(5). http://www.ejmanager.com/mnstemps/1/1-1271657258.pdf?t=1401402957.
Diakses tanggal 7 Mei 2014.
19. Ahmed, Fayaz et al. 2009. Management of Dhiarrhea in Under Five at Home and
Health Facilities in Kashmir. International Journal of Health Sciences.
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3068810/pdf/ijhs-3-2-0171.pdf. Diakses
tanggal 8 Mei 2014.
20. Abdinia, Babak. 2014. Knowledge and Practice of Mother in the Management of
Childrens Diarrhea, in Nortwest, Iran. http://pedinfect.com/27682.pdf. Diakses tanggal
10 Mei 2014.
21. Horoun, et al. 2010. Assessment of the Effect of Health Education on Mother in Al
Meki Area, Gezira State, to Improve homecare for children Under Five with Diarrhea.
Journal Family Community Med. 2010 Sep-Dec; 17(3): 141-146.
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3045106/?report=classic. Diakses tanggal
15 Mei 2014.
22. Depkes, 2011. Situasi Diare di Indonesia. Jakarta: Subdit Pengendalian Diare dan
Infeksi Saluran Pencernaan.