You are on page 1of 21

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada dasarnya penelitan merupakan penyelidikan secara sistematik
untuk menjawab pertanyaan atau memecahkan masalah melalui penerapan
metode ilmiah. Yang dimaksut dengan metode ilmiah adalah metode kerja
ilmuwan yang merupakan suatu siklus proses berfikir. Kemampuan meneliti
merupakan salah satu kemampuan professional yang harus dimiliki oleh
mahasiswa. Penulisan skripsi atau tugas akhir pada dasarnya merupakan fase
yang harus dilalui oleh mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan
meneliti.
Sejak penelitian direncanakan peneliti perlu mengkomunikasikan
recananya kepada pihak luar untuk memperoleh masukan. Rencana penelitian
tertulis yang menggambarkan latar belakang penelitian, permasalahan yang
diteliti, tujuan dan manfaat penelitian, serta prosedur pelaksanaan penelitia,
dinamakan usulan penelitian atau proposal penelitian. Sementara itu setelah
penelitian telah selesai dikerjakan peneliti perlu menyusun Laporan
Penelitian untuk diserahkan kepada perguruan tinggi sebagai skripsi atau
tugas akhir.
Dalam penelitian yang digunakan sebagai bahan karya tulis ilmiah
mengutip pernyataan orang lain sebagai dasar atau sebagai landasan
penyusunan penelitin. Pernyataan yang digunakan untuk bermacam macam
tujuan sesuai dengan bentuk argumentasi yang diajukan. Pernyataan tersebut
dapat digunakan sebagai definisi dalam menjelaskan suatu konsep, atau dapat
digunakan sebagai premis dalam pengambilan kesimpulan pada suatu
argumentasi.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka SGD 1 pada BLOK
Methodology Research ini akan membahas tentang bagaimana membuat
sebuah penelitian yang kemudian akan dilanjutkan dalam pembuatan proposal
dan selanjutnya akan menjadi skripsi atau tugas akhir mahasiswa.

Scenario

Farhan mau membuat KTI sebagai syarat untuk wisuda sarjana
kedokteran gigi, farhan tertarik disuatu daerah banyak masyarakatnya yang
menderita gigi berlubang, Farhan mencoba bertanya pada dosen
pembimbingnya tentang bagaimana caranya menyusun prosposal untuk
penelitian kasus tersebut.
Farhan : Pak, bagaiaman rumusan masalah yang sudah saya buat ini ya,
pak?
Dosen: Hmm, sepertinya masih abnyak yang harus diperbaiki nih
Farhan diperlukan landasan teori yang baik dalam menyusun permasalahan
yang ada sebagai dasar untuk kamu melakukan penelitian ini.
Farhan:Oo begitu ya pak
Dosen: tulisan kamu masih belum menggambarkan landasan teori yang
benar, semua harus didasari dengan pendekatan berfikir ilmiah, dan landasan
ilmunya, baik ontologism, epistomologis, dan axiologisnya supaya dapat
merumuskan masalah penelitian dengan baik dan dituangkan secara sistematik
dalam latar belakan penelitian.
Farhan : iya pak, sepertinya saya harus baca kembali apa yang sudah
diberikan pada Kuliah Metodologi Penelitian.
Dosen: Baguslah mudah mudahan kamu juga dapat menentukan jenis
penelitian kamu ya??
Farhan : baik pak terima kasih banyak ya pak
Assalammualaiku..
Dosen :Waalaikum salam, semangat ya


Berikut adalah pembahasan dari SGD 1:

Epistomologis: Cara yang digunakan untuk mengkaji suatu ilmu(difli)
Axiologis: Penerang hasil penelitian yang digunakan untuk memenuhi
kebutuhan hidup(Sandra), penggunaan ilmu dalam rangka memenuhi
kebutuhan manusia(Kiwi), peran nilai dalam penilitian(ayu), menurut Jujun S.
Suriasumantri: pengetahuan dapat digunakan sebagai teori nilai untuk
meningkatkan pengetahuan(atika)
Ontologis: membahas apa yang ingin diketahui(apri),asumsi yang penting
tentang inti suatu penelitian(aisya),kajian filsafat yang berasal dari yunani
yang bersifat kongkret secara sederhana yang juga bisa dirumskan untuk ilmu
yang mempelajari ttg realita kenyataan(ayu)
Penelitian: suatu proses secara sistematis yang didukung oleh data untuk
mencapai jawaban suatu pertanyaan, penyelesaian terhadap permasalahan atau
pemahan yang mendalam terhadap suatu fenomena(Ajeng), studi yang
dilaukan seseorang melalui penyelidikan terhadap suatu maslah sehingga
didapat pemacahan terhadap maslah tersebut(Thuba)
Landasan ilmu: suatu dasar atau landasan yang merupakan acuan untuk
memecahkan suatu permasalahan (Ervina)
KTI: suatu tulisan yang membahas suatu permasalahan yang pembahasannya
dilakukan dengan berdasarkan penyelidikan, pengamatan dan pengumpulan
data(atika), suatu karya yang disusun secra sistematis dan runtut yang bersifat
ilmiah(Sandra)
Rumusan masalah: merupakan suatu kesenjangan antara apa yang diinginkan
atau apa yang dituju sesuai dengan fakata atau kenyataan(Ervina),inti dari
penelitian the heart of research(Thuba)
Proposal: dokumen tertulis yang dibuat untuk mengkomunikasikan pada
pembimbing atau seponsor penelitian yang berisi strategi atau pemecahan
masalah(Atika)
Latar belakang penelitian : uraian yang berkaitan dengan permasalahan yang
dikemukakan serta penjelasan mengapa masalah tersebut dipandang menarik
untuk diteliti(Aisya)

Masalah yang timbul dari scenario diatas:

Apa saja tipe tipe penelitian?

Penelitian merupakan suatu proses secara sistematis yang didukung oleh data
untuk mencapai jawaban suatu pertanyaan, penyelesaian terhadap
permasalahan atau pemahan yang mendalam terhadap suatu
fenomena(Ajeng), studi yang dilaukan seseorang melalui penyelidikan
terhadap suatu maslah sehingga didapat pemacahan terhadap maslah
tersebut(Thuba)
Berukut adalah tipe tipe penelitian:
1. Berdasarkan segi manfaat atau kegunaannya:
- penelitian dasar (basic of fundamental research)
penelitian ini dilakukan untuk memahami atau menjelaskan gejala yang
muncul pada suatu ihwal. Kemudian dari gejala yang terjadi pada ihwal
tersebut dianalisis, dan kesimpulanya adalah merupakan pengetahuan atau
teori baru. Jenis penelitian ini sering juga disebut penelitian murni ( pure
research), karena dilakukan untuk merumuskan suatu teori atau dasar
pemikiran ilmiah tentang kesehatan atau kedokteran. Misalna penelitian
tentang teori [enyebab kanker, penelitian cloning, bayi tabung, dsb.
- penelitian terapan (aplied research)
penelitian ini dilakukan untuk memperbaiki atau memodifikasi proses
suatu sistem atau program, dengan menetapkan teori teori kesehatan yang
ada. Dengan kata lain, penelitian ini berhubungan dengan penerapan suatu
sistem atau metode yang terbaik sesuai dengan sumber daya ynag tersedia
untuk suatu hal atau suatu keadaan. Artinya, penelitian dilakukan
sementara itu sistem baru tersebut diuji coba dan dimodifikasi. Penelitian
terapan ini sering disebut penelitian operasional (operational research
contoh penelitian untuk mengembangkan sistem pelayanan terpadu di
puskesmas.
- penelitian tindakan (actin research)
penelitian ini dilakukan terutama untuk mencari suatu dasar oengetahuan
praktis guna memperbaiki suatu situasi atau keadaan kesehatan
masyarakat, yang dilakukan secara terbatas. Biasanya penelitian ini
dilakukan terhadap suatu keadaan yang sedang berlangsung. Penelitian ini
biasanya dilakukan dmana pemecahan masalah perlu dilakukan, dan
hasilnya diperlukan untuk memperbaiki suatu keadaan. Misalnya
penelitian tindakan untuk penoingkatan kesehatan masyarakat
traansmigrasi.
- penelitian evaluasi (evaluation research)
penelitian ini dilakukan untuk melakukan penilaian terhadap suatu
pelaksanaan kegiatan atau program yangs sedang dilakukan dalam rangka
mnecari umpan balik yang akan dijadikan dasar untuk memperbaiki suatu
program atau sistem. Penelitian evaluasi ada 2 tipe, yaitu:
a. penelitian tinjauan
penelitian yang bersifat tijauan dilakukan untuk mengetahui sejauh
mana program itu berjalan, dan sejauh mana program tersebut
mempunyai hasil atau dampak. Misalanya, penelitian utnuk
mengevaluasi keberhasilan program imunisasi, program perbaikan
sanitasi lingkunagn, program KB, dbs.
b. penelitian pengujian (trials)
dilakukan utnuk menguji efektifitas suatu pengobatan atau program
progran yang lain. Biasanya penelitian ini dilakukan untuk menguji
keampuhan dari suatu produk obat baru atau sistem pengobatan lain.
Oleh sebab itu jenis penelitian ini lebih dikenal dengan nama
penelitian klinil, atau clinical trials.
2. Ditinjau dari segi tujuan:
Penelitian kesehatan dapat digolongkan menjadi 3, yaitu penelitian
penjelajahan (eksploratorif), penelitian pengembangan, dan penelitian
verivikatif. Penelitian penjelajahan bertujuan untuk menemukan
problematik problematik baru dalam dunia kesehatan atau kedokteran.
Penelitian pengenmabnagn bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan
atau teori di bidang kesehatan atau kedokteran. Sedankan penelitian
verivikatif, bertujuan untuk menguji kebenaran suatu teori dalam bidan
kesehatan ataupun kedokteran.
3. Dari segi area masalah kesehatan, penelitian ksehatan dikelompokkan menjadi
2, yaitu penelitian klinin termasuk keperawatan dan kesehatan masyarakat.
Penelitian klinik atau kedokteran termasuk keperawatan dilakukan di
pelayanan kesehatan dengan sasaran orang sakit atau pasien. Sedangkan
penelitian kesehatan masyarakat, denagn sasaran orang yang sehat dalam
rangka pencegahan dan pemeliharaan kesehatan mereka. Meskipun ada
beberapa penggolongan penelitian seperti telah diuraikan diatas, tetapi di
dalam prkakteknya tidan secara mutlak melaksanakan salah saut jenis
penelitian tertentu melainakn kadang kadang dilakukan secra tumpang tindih,
antara jenis penelitian satu dengan jenis penelitian yang lain. Hal ini
tergantung pada bagaimana oenelitian itu sendiri dilakukan, dan bagaimana
tujuan penelitian tersebut oleh karena itu dalam prakteknya tidak mutlak
perlunya diadakan pembatasan jenis penelitian secara kaku seperti
penggolongan diatas.
(Metodologi peelitian kesehatan; soekidjo notoadmodjo;2005;rineka
cipta;jakarta)
4. Berdasarkan atas proses bagaimana variabel penelitian diamati :
a. Penelitian Kedokteran Eksperimental. Penelitian yang observasinya
dilakukan terhadap Efek dari Manipulasi peneliti terhadap satu atau
sejumlah ciri (Variabel) subyek penelitian.
Ada 2 macam :
- Murni : penelitian yang memungkinkan peneliti mengendalikan
hampir semua variabel luar (variabel pengacau), sehingga perubahan
yang terjadi pada efek (variabel yang dipelajari) hampir sepenuhnya
karena pengaruh perlakuan (variabel eksperimental).
- Kuasi : peneliti tidak mungkin mengontrol semua variabel
dari luar, sehingga perubahan yang terjadi tidak sepenuhnya pengaruh
perlakuan.
b. Penelitian Kedokteran Non-eksperimental. Penelitian yang observasinya
dilakukan terhadap sejumlah variabel subyek menurut keadaan Apa
Adanya (in nature), tanpa ada manipulasi atau intervensi peneliti.
(Watik Pratiknya. 2003. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kedokteran
& Kesehatan.)

Apa saja kriteria perumusan masalah yang baik?

Rumusan masalah merupakan suatu kesenjangan antara apa yang diinginkan
atau apa yang dituju sesuai dengan fakata atau kenyataan(Ervina),inti dari
penelitian the heart of research(Thuba)
Menurut Hulley ang Cummings sebagai FINER:
a. Feasible
o tersedia subyek penelitian
o tersedia dana
o tersedia waktu, alat dan keahlian
b. Interesting
o masalah hendaknya menarik bagi peneliti
c. Novel
o mengemukakan sesuatu yang baru
o membantah atau mengkonfirmasi penemuan terdahulu
o melengkapi atau mengembangkan hasil penelitian terdahulu
d. Ethical
o tidak bertentangan dengan etika
e. Relevant
o relevan bagi perkembangan ilmu pengetahuan
o relevan untuk tata laksana pasien atau kebijakan kesehatan
o relevan sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya
(Sastroasmoro Sudigdo & Ismael S. 2002. Dasar-dasar Metodologi Penelitian
Klinis ed.2)

Apa saja tujuan dan manfaat dari sebuah penelitian?

Tujuan seseorang melakukan penelitian :
a. untuk mengetahui deskripsi pelbagai fenomena alam
b. untuk menerangkan hubungan antara pelbagai kejadian
c. untuk memecahkan pelbagai masalah yang ditemukan dalam kehidupan
d. untuk memperlihatkan efek tertentu
(Prof. DR.DrSudigdo S, Dasar Dasar metodologi penelitian Klinis)
Tujuan penelitian kesehatan :
a. menemukan atau menguji fakta baru maupun fakta lama sehubungan dengan
bidang kesehatan atau kedokteran
b. mengadakan analisis terhadap hubungan atau interaksi antara fakta fakta
yang ditemukan dalam bidang kesehatan atau kedokteran
c. menjelaskan tentang fakta yang ditemukan serta hubungannya dengan teori
teori yang ada
d. mengembangkan alat, teori, atau konsep baru dalam bidang kesehatan /
kedokteran yang memberi kemungkinan bagi peningkatan kesejahteraan umat
manusia pada umumnya.
Secara garis besar tujuan penelitian kesehatan/kedokteran itu di kelompokkan
menjadi 3, yaitu :
a. untuk menemukan teori, konsep, dalil, atau generalisasi beru tentang
kesehatan atau kedokteran
b. untuk memperbaiki atau modifikasi teori, sistem, atau program pelayanan
kesehatan / kedokteran
c. untuk memperkokoh teori, konsep, sistem, atau generalisasi yang sudah ada
(Dr. Soekidjo Notoatmojo, Metodologi penelitian Kesehatan)

Secara singkat manfaat penelitian kesehatan dapat diidentifikasi sebagai berikut :
1. hasil penelitian dapat digunakan untuk menggambarkan tentang keadaan atau
status kesehatan individu, kelompok, maupun masyarakat.
2. hasil penelitian kesehatan dapat digunakan untuk menggambarkan kemampuan
sumber daya, dan kemungkinan sumber daya tersebut guna mendukung
pengembangan pelayanan kesehatan yang direncanakan.
3. hasil penelitian kesehatan dapat dijadikan sarana diagnosis dalam mencari
sebab masalah kesehatan, atau kegagalan2 yang terjadi di dalam sistem
pelayanan kesehatan. Dengan demikian akan memudahkan pencarian alternatif
pemecahan masalah2 tersebut.
4. hasil penelitian kesehatan dapat dijadikan sarana untuk menyusun
kebijaksanaan dalam menyusun strategi pengembangan sistem pelayanan
kesehatan.
5. hasil penelitian kesehatan dapat melukiskan kemampuan dalam pembiayaan,
peralatan, dan ketenagakerjaan baik secara kuantitas maupun secara kualitas
guna mendukung sistem kesehatan.
( Metodologi Penelitian Kesehatan, Dr. Soekidjo Notoatmodjo, 2002 )

Bagaimanakah landasan teori yang benar itu?
Berdasar teori yang benar dari UGM 2001, berbentuk uraian kuantitaf,
matematis atau persamaan persamaan yang berkaitan dengan bidang yang
diteliti, terdiri:
- Uraian teori
- Kerangka konseptual
- Hipotesis(thuba)
Dari UI: syarat penulisan sesuai ketentuan ilmiah, rujukan 10 tahun terakhir,
teori yang relevan sesuai dengan variable yang diteliti(Apri)

Apa saja syarat syarat penelitian?

Dalam menyusun sebuah penelitian yang memiliki daya guna bagi masyarakat
dan dapat diterima oleh khalayak masyarakat maka, sebuah penelitian harus
memliki syarat tertentu. Bukan hanya penelitianyya saja yang memiliki syarat
tertentu, namun para peneliti juga harus mempunyai syarat yang harus dipatuhi
oleh peneliti.
Syarat - syarat yang harus dimiliki oleh seorang peneliti, yaitu:
- Kompeten
- Jujur,
- Objektif,
- Actual dan terbuka,
- Filsuf,
- Rasa ingin tau(kritis)(Apri)
- Menurut metodologi penelitian: skeptic, analitik, kritik(Sandra)
Sedangkan syarat untuk sebuah penelitian, yaitu:
- Proposif : memiliki tujuan atau maksut tertentu
- Rigol: dilakukan dg cermat dan teliti dg keakuratan tertentu
- Testability: memiliki dugaan atau hipotesis tertentu dan dapat diuji
- Replikability: kesimpulan atau penemuan hasil penelitian memiliki sifat
stabil
- Precision and convidence: menunjukan seberapa besar keakuratan
penelitian
- Objektifity : kesimpulan harus berdasarkan fakta yang ditemukan
- Generalizasiblity: hasil penelitian harus dapat diterapkan seluas mungkin
- Parsimony: prinsip kesederhanan dalam menjelaskan alur masalah dan
alur penelitian(Aisya)

Bagaimana langkah langkah metode ilmiah ??

Secara umum:
- Memilih dan mengidentifikasi masalah
- Menetapkan tujuan penelitian
- Studi leteratur
- Merumuskan kerangka konsep penelitian
- Merumumuskan hipotesis
- Merumuskan metode penelitian
- Pengolahan data
- Mengolah dan dan menganalisis data
- Membuat laporan(difli)

Mengapa dalam pembuatan KTI harus didasari pendekatan berfikir
ilmiah dan landasan ilmu?

Filsafat suatu ilmu dengan kajian yang tidak terbatas hanya pada fakta-
fakta saja, melainkan jauh diluar fakta yaitu sampai batas kemampuan
logika manusia.
Tujuan filsafat ilmu:
a. sebagai sarana pengujian penalaran ilmiah, sehingga orang menjadi
kritis terhadap kegiatan ilmiah (ilmunya sendiri)
b. merefleksi, menguji, mengkritisi sasumsi asumsi, metode keilmuan
c. memberikan pendasaran logis terhadap metode keilmuan, pertanggung
jawaban rasional logis terhadap metode ilmiah
Dr. Soekidjo Notoatmojo, Metodologi penelitian Kesehatan Penelitian
Fungsi Filsafat ilmu:
Sedangkan Ismaun (2001) mengemukakan fungsi filsafat ilmu adalah untuk
memberikan landasan filosofik dalam memahami berbagi konsep dan teori
sesuatu disiplin ilmu dan membekali kemampuan untuk membangun teori ilmiah.
Selanjutnya dikatakan pula, bahwa filsafat ilmu tumbuh dalam dua fungsi, yaitu:
sebagai confirmatory theories yaitu berupaya mendekripsikan relasi normatif
antara hipotesis dengan evidensi dan theory of explanation yakni berupaya
menjelaskan berbagai fenomena kecil ataupun besar secara sederhana

Manfaat filsafat ilmu:
Kajian untuk menelaah hakikat ilmu secara mendalam.oleh sebab itu filsafat ilmu
dapat menjawab beberapa pertanyaan mengenai hakikat ilmu,seperti:
a. Objek apa yg di telaah oleh ilmu?bagaimana wujud hakiki objek
tersebut?bgmn daya tangkap manusia (mslnya berfikir,merasa,mengindra)
b. Bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yg berupa
ilmu?bagaimana prosedurenya?hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kita
mendapatkan pengetahuan yg benar?apa yg disebut kebenaran itu sendiri?apa
kriterianya?
c. Untuk apa ilmu digunakan?bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut
dan kaidah-kaidah moral?bagaimana penentuan objek yg ditelaah berdasarkan
pilihan-pilihan moral?.
Ketiga kelompok tersebut merupakan 3 landasan ilmu,yakni yang pertama
kelompok landasan ontologi,kedua landasan epistemologis,ketiga landasan
aksiologis.
(Dr. Soekidjo Notoatmojo, Metodologi penelitian Kesehatan Penelitian)
Hubungan Pengetahuan, ilmu, disiplin ilmu, dan filsafat:
Manusia di ciptakan tuhan sempurna,dalam memahami alam sekitarnya terjadi
proses bertingkat.dari pengetahuan (sebagai hasil ingin tahu manusia),ilmu dan
filsafat.
Pengetahuan(knowledge)adalah hasil tahu dari manusia yg sekedar menjawab
pertanyaan what ,misalnya apa air,apa alam,apa manusia,apa PBL. Sedangkan
ilmu (science) bukan sekedar menjawab pertanyaan what melainkan akan
menjawab pertanyaan why dan how,misalnya mengapa air mendidih bila
dipanaskan,mengapa manusia bernafas dsb. Pengetahuan hanya dapat menjawab
apa sesuatu itu,tapi ilmu dapat menjawab bagaimana dan mengapa itu terjadi.
Apabila pengetahuan itu memiliki sasaran tertentu,memiliki metode atau
pendekatan untuk mengkaji objek tersebut sehingga memperoleh hasil yg dapat
disusun secara sistematis dan diakui secara universal maka terbentuklah disiplin
ilmu.
(Dr. Soekidjo Notoatmojo, Metodologi penelitian Kesehatan Penelitian)
Pengetahuan hanya dapat menjawab pertanyaan what
Ilmu hanya mempelajari how dan Why
Displin ilmu memiliki sasaran, proses, dan hasil yang diakui secara universal.
Filsafat mempelajari pertanyaan yang lebih mendalam hingga tidak ada
partanyaan yang mungkin lagi, sebatas logika kita
(Dr. Soekidjo Notoatmojo, Metodologi penelitian Kesehatan Penelitian)
Ilmu merupakan filosofi, penelitian merupakan suatu tindakan yang akan
berguna untuk membangun dan mengembangkan ilmu pengtahuan. Ilmu
pengetahuan sndri merupakan akumali suatu pengetahuan yang sesaui dengan
metode ilmiah dg menggunakan teori yang ada (Ervina) Menurut dasar dasar
metode penelitian, penguasaan metode keilmuan merupakan inti dari penelitian
seseorang. Karena pada hakikatnya metode penelitian merupakan bagian dari
metodologi keilmuan. Jadi, dalam hal ini mempelajari filsafat keilmu dalam
banyak hal dapat membantu usaha peneliti (Apri).
Salah satu tujuan pembuatan KTI itu untuk mengetahui kebenaran ilmiah
tentang fakta yang ditemukan serta hubungannya dengan teori yang sudah ada
yang didasari dengan landasan ilmu (landasan yang digunakan dalam
memecahkan masalah). Jadi dalam pembuaan KTI, dibutuhkan landasan ilmu
yang digunakan untuk memecahkan masalah melalui pendekatan berfikir ilmiah,
manusia berusaha memperoleh kebenaran ilmiah, yaitu kebenaran yang dapat
dipertanggung jawaban secara rasional dan empiris yang didasari . Kebenaran
semacam ini dapat diperoleh dengan metoda ilmiah (scientific method).
Metoda ilmiah dapat dibedakan menjadi dua macam (Johnson, 2005) , yaitu :
a. Deductive method involved the following three steps :
1) State the hypothesis (based on theory or research literature);
2) Collect data to test hypothesis;
3) Make decision to accept or reject the hypothesis.

b. Inductive method. This approach also involves three steps:
1) Observe the world;
2) Search for a pattern in what is observed;
3) Make a generalization about what is occuring.

Metode deduktif melibatkan tiga langkah berikut:
1) Sebutkan hipotesis (berdasarkan teori atau penelitian kepustakaan)
2) Mengumpulkan data untuk menguji hipotesis
3) Membuat keputusan untuk menerima atau menolak hipotesis.

b. Metode induktif. Pendekatan ini juga melibatkan tiga langkah
1) Amati dunia;
2) Mencari pola dalam apa yang diamati;
3) Membuat generalisasi tentang apa yang terjadi.

Bagaimana penulisan latar belakang yang sistematik?

Latar belakang penelitian merupakan uraian yang berkaitan dengan
permasalahan yang dikemukakan serta penjelasan mengapa masalah tersebut
dipandang menarik untuk diteliti(Aisya)
Latar belakang yang baik dan benar mengandung beberapa unsure yang harus
dijelaskan, yaitu:
1. Masalah
2. Besar masalah
3. Kronologis
4. Upaya penyelesaian(Apri)
5. Harus ada benang merah antar alenia dan referensi yang
mendukung(Aisya)

Bagaimana cara menemukan masalah?

Menurut UI, Sumber masalah didapatkan dari sumber bacaan dari
penelitian, seminar, pengalaman pribadi, pengamatan dan perasaan
intuitif(Atika). Melalui sember kepustakaan, sumber keilmuan dan sumber
pengalaman praktik (difli). Dengan menggali kesenjangan di masyarakat
dengan hasil penelitian sebelemnya(Atika).
Masalah didapat berdasarkan:
- Kesenjangan antara teori dan kenyataan
- Fenomena yang ada di masyarakat
- Pengamatan pada lingkungan
- Dirumuskan dalam perumusan masalah dalam kalimat pertanyaan
Kriteria masalah utk penelitian:
Masalah akan timbul bila : ada kesenjangan antara teori (what should be) dengan
kenyataan yang dijumpai (what is).
Watik Pratiknya. 2003. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kedokteran &
Kesehatan.
masih baru
masalah penelitian tersebut belum pernah diungkap atau dilakukan penelitian
oleh orang lain, dengan kata lain masalah itu masih hangat2nya di masyarakat
actual
masalah tersebut benar2 terjadi di masyarakat dimana masalah ini merupakan
masalah masyarakat bukan masalah peneliti
praktis
masalah penelitian harus dapat menunjang nilai yang praktis dengan tidak
menghambur2kan sumber daya karena akan terjadi pemborosan saja
memadai
masalah yang diangkat menjadi masalah penelitian tidak perlu terlalu luas dan
juga jangan terlalu sempit
sesuai dengan kemampuan peneliti
peneliti harus mempunyai kemampuan penelitian dan kemampuan di bidang
yang akan ditelitinya karena berguna sebagai pertanggung jawaban
Sesuai dengan kebijaksanaan pemerintah
Ada yang mendukung (sponsor)
(Metodologi Penelitian Kesehatan Dr. Soekidjo Notoatmojo)

Mengapa penelitian terlebih dahulu disusun proposal?

Proposal merupakan dokumen tertulis yang dibuat untuk mengkomunikasikan
pada pembimbing atau seponsor penelitian yang berisi strategi atau
pemecahan masalah(Atika). Selain itu pembuatan proposal penelitian
meyakinkan orang lain bahwa penelitian yang dibuat penting, menjadi
dokumen kontrak informal peneliti dg penyandang dana sbg kesepakatan ttg
ruang lingkup penelitian yang akan dilakukan.
Fungsi dibuatnya proposal adalah
- Untuk memberi arahan pada penelitian dalam rencana penelitian yang
akan dilakukan.
- Memperoleh persetujuan dari pembimbing mengenai penelitian yang
dilakukan.
- Sebagai alat evaluasi bila terjadi penyimpangan dalam rencana
kerja(Aisya)

Apakah penelitian harus dimulai dengan masalah?
Iya, karena masalah itu tahap paling krusial sebab tujuan akan menjawab
permasalahan. Kalau permasalahn tidak jelas, penelitian tidak berjalan dengan
baik(Thuba).

Bagaimana menyusun proposal penelitian yang baik dan benar?

Dalam pembuatan proposal, peneliti harus melengkapi proposalnya dengan
syarat syarat dalam pembuatan proposal secara benar dan urut.
- Judul
- Penelitian: latar belakang, perumusan maslah, hipotesis, tujuan, manfaat
- Tinjauan pustaka: kerangka konsep
- Metodologi: desain, tempat dan waktu, populasi dan sample, criteria inklusi
dan eksklusi, besar semple, cara kerja, identifikasi variable, management, analisis
data
- Daftar pustaka
- Lampiran (Apri)


Peta Konsep Permasalahan

















LANDASAN
TEORI
TUJUAN FUNGSI
METODOLOGI
PENELITIAN
MASALAH
SKEPTIS
MENCARI
KEBENARAN
DASAR TEORI :
Sudigdo Sastroasmoro Sofyan Ismael. 1995. Dasar-dasar Metodologi Penelitian
Klinis. Jakarta: Binarupa Aksara
Watik Pratiknya. 2003. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kedokteran & Kesehatan.
Soekidjo Notoatmodjo.DR. 2002. Metodologi Penelitian Kesehatan.
Sastroasmoro Sudigdo & Ismael S. 2002. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis
ed.2.
soekidjo notoadmodjo rineka. 2005. Metodologi peelitian kesehatan. Cipta:
Jakarta.
Surisumantri, Jujun S. 2000. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Sinar
Harapan.
www.usu.ac.id
www.ui.ac.id

LAPORAN HASIL DISKUSI KELOMPOK
BLOK RESEARCH METHODOLOGY

Nama Anggota SGD 1:
Ajeng
Apriyani Suryaningsih
Aisya Rahma Zanuari
Andinda Pramudya
Ani Labibah
Atika Febrianti
Ayu Nurlaila F.Z
Cassandra Pramudita
Dyflia Irfania
Ervina Dyah I.
Thuba fithriana

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNISSULA