You are on page 1of 8

BAB II

PEMBAHASAN
Hak Asasi Manusia (HAM)
1.1 Pengertian Hak Asasi Manusia
Hak Asasi Manusia merupakan hak dasar atau pokok yang dimiliki oleh setiap
manusia yang dibawa sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Hak dasar itu
disebut Hak Asasi Manusia yang berlaku universal pada semua manusia tanpa membedakan
warna kulit,bangsa,agama,dan budaya serta letak geografis.
Secara harfiah, Hak Asasi Manusia ialah hak yang dimiliki oleh seseorang karena
orang itu adalah manusia. Hak ini berarti dimiliki oleh setiap manusia selama belum berhenti
menjadi manusia. Hak ini bukan pemberian dari siapapun tetapi langsung melekat pada setiap
manusia sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Hak ini juga tidak dapat dipindahkan atau
dialihkan kepada orang lain dan akan berlaku selama hidup.
Secara umum hak-hak asasi manusia yang utama itu antara lain hak hidup, hak
kemerdekaan, hak memiliki sesuatu, hak beragama dan menganut suatu kepercayaan, hak
berpendapat dan lain-lain, hak mencapai kesejahteraan serta kebahagiaan.
Selanjutnya hak-hak asasi yang utama tersebut berkembang menurut tingkat
kemajuan kebudayaan dan meliputi berbagai bidang antara lain hak asasi pribadi, hak asasi
ekonomi, hak persamaan hukum, hak asasi politik, hak asasi sosial dan kebudayaan.

1.2 Sejarah Perjuangan Hak Asasi Manusia


Upaya pemikiran dan perjuangan HAM dimulai sejak lahirnya Kode Hukum Raja
Hamurabi. Pada jaman Yunani kuno, Plato telah memaklumkan kepada warga polisnya,
bahwa kesejahteraan bersama baru tercapai apabila setiap warganya melaksanakan hak dan
kewajibannya masing-masing.
Perjuangan Hak Asasi Manusia dimulai di Inggris. Bangasa Inggris memiliki tradisi
perlawanan terhadap para raja yang berusaha berkuasa secara mutlak.
a. Pada tahun 1215 dipelopori oleh kaum bangsawan yang memaksa Raja John Lackland
untuk memberikan Magna Charta Liberatum (larangan penghukuman,penahanan,dan
perampasan benda dengan sewenang-wenang).
b. Pada tahun 1679 terbit Habeas Corpus Act (orang yang ditahan harus dihadapkan pada
hakim dalam waktu tiga hari dan diberitahu atas tuduhan apa ia ditahan )
c. Pada tahun 1689 terbit Bill of Rights (Akta Deklarasi Hak dan kebebasan Kawula dan
Tatacara Suksesi Raja ). ini merupakan konstitusi modern pertama di dunia.Dalam akta
tersebut ditegaskan bahwa raja tunduk kepada parlemen,tidak dapat memungut pajak
1

ataupun memiliki pasukan pada masa damai tanpa persetujuan parlemen,dan harus
mengakui hak-hak parlemen.UU ini masih diskriminatif karena hanya mengakui hak
kaum bangsawan ( itu pun hanya laki-laki ).
Puncak perkembangan perjuangan hak-hak asasi manusia tersebut yaitu ketika Human Rights
itu untuk pertama kalinya dirumuskan secara resmi dalam Declaration of Independence di
Amerika Serikat pada tahun 1776. Dalam deklarasi Amerika Serikat tertanggal 4 juli 1776
tersebut dinyatakan bahwa seluruh umat manusia dikarunia oleh Tuhan Yang Maha Esa
beberapa hak yang tetap melekat padanya. Perumusan hak-hak asasi manusia secara resmi
kemudian menjadi dasar pokok kostitusi Amerika Serikat tahun 1787, yang mulai berlaku 4
maret 1789.
Perjuangan hak asasi manusia tersebut sebenarnya telah diawali di Perancis sejak Rosseau,
dan perjuangan itu memuncak dalam revolusi Perancis, yang berhasil menetapkan hak-hak
asasi manusia dalam Declaration des Droits LHomme et du Citoyen yang ditetapkan oleh
Assemblee Nationale pada 26 Agustus 1789. Semboyan revolusi Perancis yang terkenal yaitu
: Liberte (kemerdekaan), egalite (kesamarataan), Fraternite (kerukunan atau persaudaraan).
Maka menurut konstitusi Perancis yang dimaksud dengan hak-hak asasi manusia adalah : hakhak yang dimiliki manusia menurut kodratnya yang tidak dapat dipisahkan dengan
hakikatnya.
Dalam rangka konseptualisasi dan reinterpretasi terhadap hak-hk asasi yang
mencakup bidang-bidang yang lebih luas itu, Franklin D.Roosevelt, presiden Amerika pada
permulaann abad ke-20 menformulasikan empat macam hak-hak asasi yang kemudian dikenal
dengan The Four Freedom itu adalah :
1. Freedom of speech, yaitu kebebasan untuk berbicara dan mengemukakan pendapat
2. Freedom of Religion, yaitu kebebasan beragama
3. Freedom from Fear, yaitu kebebasan dari rasa ketakutan
4. Freedom from Want, yaitu kebebasan dari kemeralatan.
Hal inilah yang kemudian menjadi inspirasi dari Declaration of Human rights 1948
Perserikatan Bangsa-Bangsa.
1.3 Macam-macam Hak Asasi Manusia
Pandangan mengenai macam HAM sangatlah beragam. Perbedaan ini sangat
dipengaruhi oleh latar belakang atau kondisi negara asal para filsuf dan pakar HAM dan
perkembangan zaman. Para filsuf terkenal seperti John Locke, Aristoteles, Montesquieu, dan
J.J Rosseau menyimpulkan bahwa hak-hak asasi mencakup hak kemerdekaan atas diri sendiri,
hak kemerdekaan beragama, hak kemerdekaan berkumpul, hak menyatakan kebebasan warga
negara dari pemenjaraan sewenang-wenang (bebas dari rasa takut), dan hak kemerdekaan
pikiran dan pers.

Menurut Briefly, pada dasarnya hak-hak asasi manusia dapat dibagi atas hak
mempertahankan diri (self preservation), hak kemerdekaan (independence), hak persamaan
pendapat (equality), hak untuk dihargai (respect), dan hak untuk bergaul sesama manusia
(intercouse). Dari kumpulan pendapat diatas dapat disimpulkan macam-macam HAM seperti
yang terlihat pada tabel berikut, baik yang bersifat individual maupun kolektif.

No

Jenis HAM

Contoh

Hak

kemerdekaan

memeluk

agama,beribadah menurut agama


1

Hak-hak asasi pribadi (personal right )

masing-masing

Hak menyatakan pendapat

Hak

kebebasan

berorganisasi

atau berpartai

Kebebasan

memiliki

sesuatu,

menjual,

serta

membeli,
2

Hak-hak asasi ekonomi (property rights)

memanfaatkan

Hak mendapat tunjangan hidup


bagi orang miskin dan anak
terlantar

Hak

ikut

serta

dalam

pemerintahan

Hak-hak asasi politik (political rights)

Hak pilih ( dipilih dan memilih )


dalam pemilu

Hak

mendirikan

politik,ormas,

dan

partai
organisasi

lainnya

Hak-hak asasi hukum (rights of legal

Hak

untuk

mendapatkan

pengayoman dan perlakuan yang

equality )

sama

dalam

hukum

dan

pemerintahan

Hak-hak asasi sosial dan kebudayaan

Hak

memperoleh

jaminan

pendidikan dan kesehatan

Hak

mengembangkan

kebudayaan
6

Hak-hak asasi dalam tata cara peradilan


dan perlindungan (procedural rights)
3

Hak

untuk

mendapatkan

perlakuan dan tata cara peradilan

dan perlindungan

dalam hal

pemyitaan,penggeledahan,

atau

peradilan.

1.4 Instrumen (ketentuan hukum) Yang Mengatur Hak Asasi Manusia di Indonesia
Peraturan yang mengatur Hak Asasi Manusia disebut instrumen Hak Asasi Manusia.
Instrumen Hak Asasi Manusia itu antara lain :
a. Undang-Undang Dasar 1945
Jaminan Hak Asasi Manusia dalam UUD 1945 ( sebelum amandemen ) dipandang oleh
Kuncoro Porbopranoto belum disusun secara sistematis .Selain itu dalam UUD 1945
hanya empat pasal yang memuat ketentuan-ketentuan tentang hak asasi ,yakni pasal
27,28,29,dan 31 .Meskipun demikian bukan berarti HAM kurang mendapat perhatian
.Jaminan HAM dalam UUD 1945 adalah merupakan inti-inti dasar kenegaraan.
Dari keempat pasal tersebut ,terdapat lima pokok mengenai hak-hak asasi manusia
yang terdapat dalam batang tubuh UUD 1945 yaitu ;
* Kesamaan kedudukan dan kewajiban warga negara dalam hukum dan pemerintahan
(pasal 27 ayat 1 )
* Hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak ( pasal 27 ayat 2 )
* Kemerdekaan berserikat dan berkumpul ,mengeluarkan pikirandengan lisan dan tulisan
dan sebagainya ditetapkan undang-undang ( pasal 28 )
* Kebebasan asasi untuk memeluk agama bagi penduduk dijamin oleh negara ( pasal 29
ayat 2 )
* Hak atas pengajaran ( pasal 31 )
Pasca amandemen jaminan Hak Asasi Manusia tampak lebih dipertegas
(dieksplisitkan )dan lebih terinci . Selain hak-hak asasi manusia seperti yang tercantum
pada UUD 1945 sebelum diamandemen seperti tersebut di atas juga dapat dilihat dalam
UUD 1945 Bab X A yang terdiri atas pasal 28 A sampai dengan pasal 28 J.
b.
c.
d.

1.5
1.6

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari penjabaran diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa
3.2 Saran
Dalam rangka mewujudkan

DAFTAR PUSTAKA