You are on page 1of 18

HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN BUAH NAGA

23 Juli 2013
Tanaman Buah Naga sebenarnya termasuk tanaman yang tahan banting dan
relatif mudah perawatannya. Tetapi tentunya dalam budidaya selalu ada
gangguan hama dan penyakit yang menyerang yang bisa mengakibatkan
hasil produksi yang tidak maksimal dan bisa mengalami kerugian. Oleh
karena itu harus diperhatikan apabila anda menjumpai gangguan hama dan
penyakit yang menyerang tanaman buah naga.
Adapun gangguan hama yang menyerang tanaman buah naga yaitu :
Tungau
Hama Tungau (Tetranychus sp.) akan menyerang kulit batang atau cabang
yang merusak jaringan klorofil yang berfungsi untuk asimilasi dari hijau
menjadi cokelat. Penanggulangannya dengan menyemprotkan Omite dengan
dosis 1-2 gr/ltr air yang dilakukan 2-3 kali seminggu.
Kutu Putih
Tanaman buah naga yang diserang hama kutu putih (mealybug) pada
permukaan batang atau cabang akan berselaput kehitaman dan terlihat
kotor. Hama ini bisa dikendalikan dengan menyemprotkan Kanon dengan
dosis 1-2 cc/ltr air seminggu sekali pada cabang yang diserang. Biasanya
dua kali penyemprotan hama kutu putih sudah hilang.
Kutu Sisik
Hama kutu sisik (Pseudococus sp.) umumnya berada pada bagian cabang
yang tidak terkena matahari langsung dan cabang yang diserang hama ini
akan terlihat kusam. Hama ini juga bisa diatasi dengan penyemprotan Kanon
dengan dosis sama dengan pengendalian hama kutu putih pada sela-sela
tanaman yang ternaungi atau tidak terkena sinar matahari.
Kutu Batok
Hama kutu batok (Aspidiotus sp.) menyerang tanaman dengan mengisap
cairan pada batang atau cabang yang menyebabkan cabang berubah
menjadi berwarna kuning. Pengendaliannya juga bisa menggunakan cara
yang sama dengan pengendalian hama kutu putih dan kutu sisik.
Bekicot
Hama bekicot sangat merugikan tanaman buah naga karena merusak
batang atau cabang dengan menggerogotinya dan dapat mengakibatkan
cabang busuk. Hama ini disebabkan karena kebersihan kebun yang kurang
terjaga.
Semut
Pada umumnya semut akan muncul pada saat tanaman buah naga mulai
berbunga. Semut mulai mengerubungi bunga yang baru kuncup dan akan

mengakibatkan kulit buah nantinya akan berbintik-bintik berwarna coklat


yang tentunya harga buah akan menurun dengan kualitas seperti itu.
Pengendaliannya dengan menyemprotkan Gusadrin dengan dosis 2 cc/ltr air.
Burung
Gangguan burung pada buah naga umumnya jarang terjadi dan tidak perlu
dikuatirkan. Biasanya menyerang buah yang telah masak pada bagian atas.
Penyakit Buah Naga
Penyakit yang menyerang tanaman buah naga terhitung tidak banyak jenis
dan penyebabnya. Meskipun demikian, jika tanaman terserang harus segera
diatasi agar tidak menyebar ke tanaman yang lain. Berikut ini penyakit buah
naga dan penyebabnya serta tindakan pengobatannya :
Busuk Pangkal Batang
Penyakit ini umumnya menyerang pada awal penanaman buah naga,
tanaman buah naga sering mengalami pembusukan pada pangkal batang,
berwarna kecokelatan dan terdapat bulu putih. Pembusukan tersebut
disebabkan oleh kelembaban tanah yang berlebihan sehingga muncul jamur
yang menyebabkan kebusukan yaitu Sclerotium rolfsii Sacc. Penyakit ini
sering terjadi pada bibit setek yang belum tumbuh akar dalam bentuk
potongan.
Pengobatan tanaman buah naga yang terserang penyakit ini dengan
penyemprotan Benlate dengan dosis 2 g/ltr air atau menggunakan Ridomil 2
g/ltr air sebulan sekali. Bila muncul gejala kekuningan pada pangkal batang
maka segera dilakukan penyemprotan pada seluruh batang dan diutamakan
pada pangkal batang yang terserang.
Untuk pencegahan penyakit ini bisa dilakukan pengairan yang disertai
dengan penyemprotan fungisida dan Atonik didaerah pangkal batang pada
tanaman yang berumur 30 hari pada awal penanaman.
Busuk Bakteri
Gejala tanaman buah naga yang terserang penyakit ini adalah tanaman
tampak layu, kusam, terdapat lendir putih kekuningan pada tanaman yang
mengalami pembusukan. Penyakit ini disebabkan oleh Pseudomonas sp.
Pengobatannya dengan mencabut tanaman yang sakit, kemudian pada
lubang tanam diberi Basamid dengan dosis 0,5-1 g dalam bentuk serbuk
kemudian pada lubang tanam tersebut ditanam bibit baru.
Fusarium
Penyakit yang disebabkan oleh Fusarium oxysporium Schl. Gejalanya antara
lain cabang tanaman berkerut, layu, dan busuk berwarna coklat.
Penanggulangannya dengan menyemprotkan Benlate dengan dosis 2g/liter
air dalam seminggu 1-2 kali penyemprotan pada bagian batang dan cabang.

GO

english Version

Home
Profil
Berita
Hasil Penelitian
Publikasi
UPBS
Layanan
Hubungi Kami

Pengunjung Saat Ini


We have 12 guests online

SMS Center : +628116624892 (SMS dari GSM/CDMA dalam negeri,


mohon catumkan asal dan nama) ...e-Mail :
balitbu@litbang.deptan.go.id, balitbu@gmail.com
E-mail

OUTBREAK PENYAKIT BUSUK BATANG TANAMAN BUAH NAGA DI SUMATERA BARAT

Buah naga merupakan tanaman tropis yang termasuk ke dalam genus Hylocereus dan Selenicereus.
Tanaman ini berasal dari negara Meksiko, Guatemala dan El Salvador. Dibudidayakan secara komersil
pertama kali di Vietnam, kemudian berkembang di Taiwan dan Thailand bagian Utara, selanjutnya
berkembang di negara Israel, Australia dan negara Asia lainnya. Tanaman ini pertama kali masuk ke
Indonesia pada tahun 1977, dan mulai ditanam dan dikembangkan secara komersial pada tahun 2000.
Selain penampilannya yang menarik dan rasanya yang segar, buah naga juga kaya nutrisi seperti
vitamin C, beta karoten, kalsium dan karbohidrat serta mengandung kadar serta yang cukup tinggi.
Sampai saat ini belum ada data resmi berapa luas pertanaman buah naga di Indonesia namun
kenyataan saat ini buah naga telah dibudidayakan secara komersil di beberapa provinsi seperti

Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Jawa Tengah dan Jawa Timur, NTB, bahkan penanaman yang
luas di provinsi Kepulauan Riau (Tanjung Pinang dan Batam) produksinya telah di ekspor ke negara
tetangga seperti Singapura. Di Sumatera Barat sendiri booming buah naga telah terlihat dan
dirasakan sejak empat tahun terakhir. Kabupaten yang menjadi sentra penanaman adalah Padang
Pariaman, Pasaman dan kabupaten Solok. Dengan harga jual dan preferensi konsumen yang sangat
tinggi menyebabkan buah ini berpeluang untuk dikembangkan sebagai komoditas penunjang
agribisnis dan peningkatan devisa serta dapat bersaing dengan buah tropis lainnya.
Hasil kunjungan beberapa orang peneliti Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika Solok ke beberapa
lokasi pertanaman buah naga di Sumatera Barat (Kab. Solok dan Padang Pariaman) diperoleh informasi
bahwa saat ini budidaya buah naga sudah dilakukan secara intensif, luasnya sudah mencapai puluhan
hektar (mungkin ratusan hektar). Sebagai gambaran di kecamatan Batang Anai kabupaten P.
Pariaman, beberapa orang pengusaha menanam dengan luasan 3-4 ha dengan sistem tanam Tiang
Tunggal ataupun sistem Jemuran, dimana jumlah tiang untuk setiap hektar berkisar 1.200-1.500 tiang.
Penanaman
suatu
komoditas
pertanian
secara
luas
dan
monokultur
berpeluang
terjadinya outbreak suatu hama atau penyakit. Di beberapa negara produsen buah naga dilaporkan
adanya beberapa hama dan penyakit berbahaya yang mengancam produksi. Serangan hama
kumbang Protaetia impavida dan penyakit busuk batang yang disebabkan oleh beberapa mikroba
seperti cendawan dari genusFuarium, Phytophthora, Sclerotium, Rhizoctonia dan Pythium juga pernah
dilaporkan pada pertanaman buah naga di kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.
Sama halnya dengan daerah produsen buah naga lainnya, serangan penyakit busuk batang juga
menjadi momok menakutkan dan mengancam produksi buah naga di Suamatera Barat. Berdasarkan
data sementara yang dikumpulkan (dari 20 kebun) di kecamatan Batang Anai, diketahui bahwa
serangan penyakit busuk batang ini ditemukan hampir di setiap kebun yang dikunjungi. Intensitas
serangan bervariasi dari ringan sampai parah. Beberapa kebun dengan serangan parah bahkan mulai
ditinggalkan oleh pengusaha/petani.

Gambar 1a

Gambar 1b

Gejala serangan yang ditemukan cukup bervariasi seperti, busuk batang pada bagian bawah/pangkal
batang dengan warna kuning atau coklat (Gambar 1a dan 1b), busuk lunak pada pinggir/tepi batang
dengan warna coklat dan kuning (Gambar 2a dan 2b), busuk lunak pada cabang produktif atau ujung
batang
(Gambar
3),
busuk
batang
dengan
bercak
kuning
dan
hitam
mirip
serangan Antraknose(Gambar 4), penyakit busuk batang ini diperparah dengan adanya serangan
hama kutu sisik. Menurut petani serangan bersama hama dan penyakit ini pada cabang-cabang
produktif mengakibatkan bunga/buah gagal terbentuk.

Gambar 2a

Gambar 2b

Gambar 3

Gambar 4

Gejala penyakit busuk pada Ujung batang/cabang produktif

Gejala penyakit yang mirip antraknose


Saran pengendalian, lakukan monitoring secara ketat dan pengendalian dilakukan sedini mungkin.
Caranya adalah dengan membuang/mengorek bagian batang yang busuk sampai ke bagian batang
yang berkayu, bagian batang berkayu ini dibersihkan kemudian diolesi dengan fungisida, karena
dilaporkan sebagian penyebab penyakit busuk batang ini adalah mikroba dari kelompok cendawan.
Hama kutu sisik dikendalikan dengan penyemprotan insektisida. Tindakan pengendalian ini berhasil
dilakukan oleh seorang pengusaha buah naga di kabupaten Solok, dari kunjungan di kebun tersebut
serangan penyakit busuk batang ini sangat rendah dan tidak terlalu mengganggu
Terimakasih untuk : Jumjunidang, Riska dan Irwan Muas
masirul@2012

< Prev

Next >

Hak Cipta 2011 Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika


Jl. Raya Solok Aripan Km. 8 Solok Sumatera Barat 27351, Indonesia
Telp. +62 755 20137 Fax. +62 755 20592 SMS Centre : +62 8116624892 email: balitbu@litbang.deptan.go.id

PERTANIAN INDONESIA

HOME
TEKNIK BUDIDAYA
TANAMAN OBAT OBATAN
AGROEKOSISTEM
JENIS HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN
NEWS
LABEL

AGROEKOSISTEM (6)

JENIS HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN (31)


NEWS (6)
TANAMAN OBAT OBATAN (45)
TEKNIK BUDIDAYA (77)
WOENSDAG 15 MEI 2013

hama tanaman buah naga

HAMA PENYAKIT TANAMAN B.NAGA


Seperti layaknya tanaman kaktus, tanaman buah naga jarang terserang hama dan
penyakit. Tanaman ini terbilan cukup tahan terhadap serangan hama penyakit. Namun,
bukan berarti dalam budidaya tanaman buah naga tidak ada upaya pengendalian hama
dan penyakit. Kerusakan akibat serangan hama dan penyakit tidak hanya menurunkan
kualitas dan kuantitas produksi, tetapi bila tidak dikendalikan juga dapat mematikan
tanaman. Oleh karena itu, sejak dini harus dilakukan pengontrolan tanaman dan
identifikasi terhadap organisme pengganggu tanaman yang menyerang.

HAMA BUAH NAGA


Hama yang paling sering menyerang dalam budidaya buah naga antara lain :
Tungau (Tetranycus sp.)
Tungau berukuran sangat kecil dengan bentuk menyerupai laba-laba dan bersifat polyfag,
yaitu menyerang hampir segala jenis tanaman. Serangga dewasa berukuran kurang lebih 1
mm dan aktif di siang hari. Siklus hidup tungau berkisar antara 14-15 hari. Tungau
menyerang tanaman buah naga dengan cara menghisap cairan batang dan cabang.
Akibatnya dipermukaan kulit batang atau cabang tanaman yang terserang muncul bintikbintik kuning atau cokelat. Serangan yang berat akan menyebabkan tanaman buah naga
tumbuh tidak normal.

Pengendalian tungau bisa dilakukan dengan penyemprotan pestisida nabati 3-4 hari sekali,
seperti nimba, tagetes, eceng gondok, atau rumput laut. Untuk memulihkan tanaman
yang terserang tungau diberikan nutrisi tanaman organik, baik melalui akar, dengan cara
dikocor, maupun melalui tubuh tanaman, dengan cara disemprot.
Kutu Kebul (Bemisia tabaci)
Salah satu hama utama dalam budidaya buah naga adalah kutu kebul. Imago serangga
dewasa berukuran 1-1,5 mm, berwarna putih, dan sayapnya ditutupi lapisan lilin yang
bertepung. Serangga dewasa biasanya berkelompok pada permukaan bagian bawah
cabang. Jika tanaman disentuh biasanya serangga akan beterbangan seperti kabut atau
kebul putih. Gejala serangan kutu kebul pada tanaman buah naga ditandai dengan adanya
bercak nekrotik akibat rusaknya sel-sel dan jaringan tanaman pada batang atau cabang
yang terserang. Ekskresi kutu kebul berupa madu yang merupakan media tempat
tumbuhnya embun jelaga yang berwarna hitam. Hal ini menyebabkan proses fotosintesis
berlangsung tidak normal. Selain kerusakan langsung pada tanaman, kutu kebul
merupakan serangga yang sangat berbahaya karena berperan sebagai vektor penular virus
tanaman. Kerugian akibat serangan kutu kebul dapat mencapai 20-100%. Hingga saat ini,
tercatat sebanyak 60 jenis virus yang berpotensi ditularkan oleh kutu kebul.

Pengendalian hama kutu kebul dapat dilakukan secara kultur teknis, yaitu dengan
menerapkan metode strip-planting yaitu penerapan tanaman perangkap. Tanaman
perangkap bisa ditanam mengelilingi areal budidaya buah naga sehingga membentuk
pagar yang rapat. Beberapa tanaman yang efektif digunakan sebagai perangkap kutu
kebul antara lain, jagung, bunga matahai, kacang panjang, dan buncis. Selain penerapan
strip planting, pengendalian gulma juga harus dilakukan secara rutin. Gulma sangat
berpotensi sebagai inang kutu kebul.
Untuk mengurangi populasi serangga bisa dengan pemasangan alat perangkap yellow trap
sebanyak 40 buah/ha. Pengendalian hayati dapat dilakukan dengan memanfaatkan musuh
alami kutu kebul, antara lain sebagai berikut :
1.
Kumbang predator Menochilus sexmaculatus (Coccinelidae) yang memiliki siklus
hidup 18-24 hari dengan kemampuan memangsa nimfa kutu kebul sebanyak 200-400 ekor.
Satu ekor kumbang betina mampu menghasilkan telur sebanyak 3.000 butir.
2.
Parasitoid Encarcia formosa, satu ekor serangga betinanya mampu menghasilkan
telur sebanyak 100-200 butir.
Penyemprotan pestisida nabati seperti nimba, tagetes, eceng gondok, atau rumput laut
harus dilakukan secara rutin dengan interval 3-4 hari sekali.
Untuk memperkuat kondisi tanaman agar mampu bertahan dari infeksi virus yang
ditularkan oleh kutu kebul maka diperlukan penyemprotan mengunakan nutrisi organik
secara rutin dengan interval 7 hari sekali. Pemberian nutrisi organik bertujuan untuk

memberikan asupan yang cukup pada tanaman, sehingga tanaman tetap sehat. Tanaman
yang sehat memiliki daya tahan yang baik dari serangan hama penyakit.
Kutu sisik (Pseudococcus sp.)
Hama ini lebih menyukai berapa pada bagian batan atau cabang tanaman buah naga yang
tidak terkena sinar matahari. Batang atau cabang tanaman terserang telihat kusam.
Pengendalian hama Peudococcus sp. bisa dilakukan dengan penyemprotan pestisida nabati
3-4 hari sekali, seperti nimba, tagetes, eceng gondok, atau rumput laut. Untuk
memulihkan tanaman yang terserang, berikan nutrisi tanaman organik, baik melalui akar,
dengan cara dikocor, maupun melalui tubuh tanaman, dengan cara disemprot.
Kutu Batok (Aspidiotus sp.)
Hama kutu batok menyerang tanaman buah naga dengan cara mengisap cairan batang
atau cabang, sehingga pada bagian tanaman terserang berwarna kuning.

Pengendalian hama Kutu Batok (Aspidiotus sp.) bisa dilakukan dengan penyemprotan
pestisida nabati 3-4 hari sekali, seperti nimba, tagetes, eceng gondok, atau rumput laut.
Untuk memulihkan tanaman yang terserang, berikan nutrisi tanaman organik, baik melalui
akar, dengan cara dikocor, maupun melalui tubuh tanaman, dengan cara disemprot.
Bekicot
Hama bekicot menyerang tanaman buah naga terutama pada musim hujan. Bekicot
menyerang tanaman buah naga pada malam hari dengan cara menggerogoti batang atau
cabang tanaman sehingga bagian tanaman yang luka berpotensi terinfeksi oleh penyakit
sekunder yang disebabkan oleh fungi maupun bakteri.

Pengendalian bekicot bisa dilakukan secara fisik yaitu dengan melakukan pengontrolan
lahan dan mengambil berkicot yang menempel pada tanaman Lebih efektif pengendalian
dengan cara ini dilakukan pada malam hari, karena bekicot memiliki aktifitas yang tinggi
pada malam hari.
Semut
Pada umumnya, semut akan muncul pada saat tanaman buah naga mulai berbunga. Bunga
buah naga memiliki aroma khas dan mengeluarkan cairan yang berasa manis. Semut
menyerang dengan mengerubungi bungan yang baru kuncup dan mengakibatkan kulit buah
akan berbintik-bintik cokelat. Hal ini tentunya mengakibatkan kualitas buah turun dan
harga menjadi rendah. Pengendalian dilakukan dengan menaburkan kapur di sekitar
batang utama.
Burung
Gangguan burung umumnya jarang terjadi sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Biasanya
burung menyerang buah naga yang telah masak. Pemanenan tepat waktu dapat
mengurangi resiko serangan burung tersebut.

PENYAKIT BUAH NAGA


Tidak banya jenis penyakit yang menyerang tanaman buah naga. Umumnya penyakit mulai
menyerang tanaman akibat sanitasi kebun tidak dijaga dengan baik. Jika tanaman
terserang penyakit maka harus segera dilakukan penanganan agar tidak menyebar ke
tanaman yang lain. Berikut beberapa penyakit yang biasa ditemui pada tanaman buah
naga dan cara pengendalian yang dapat dilakukan.
Busuk Pangkal Batang
Penyakit busung pangkal batang umumnya menyerang pada saat awal penanaman. Gejala
serangan ditandai dengan adanya pembusukan pada pangkal batang sehingga
menyebabkan batang berair dan berwarna kecokelatan. Pada daerah terserang terdapat
bulu-bulu putih halus yang merupakan miselium cendawan. Penyakit ini disebabkan oleh
serangan cendawan Sclerotium rolfsii Sacc. dan lebih sering menyerang tanaman pada
saat cuaca lembab.

Upaya pengendalian dapat dilakukan dengan pengaturan drainase dan kelembaban pada
saat musim hujan. Penyemprotan tanaman menggunakan pestisida nabati, seperti daun
serai, bawang putih, kunyit, serta bawang merah. Bahan-bahan tersebut direbus dan
disemprotkan pada tanaman. Upaya lain yang bisa dilakukan adalah dengan pemanfaatan
agensia hayati, seperti Trichoderma sp. dan Gliocldium sp.
Busuk Bakteri
Serangan penyakit ini desebabkan oleh infeksi bakteri Pseudomonas sp. Gejala tanaman
yang terserang penyakit busuk bakteri ditandai dengan adanya pembusukan pada pangkal
batang, terdapat lendir putih kekuningan pada daerah serangan, serta tanaman tanpak
kusan dan layu.

Pengendalian terhadap serangan bakteri ini dilakukan dengan melakukan sanitasi kebun
secara rutin, perbaikan drainase untuk mencegah adanya genangan air, pencabutan
tanaman terserang dan tanah disekitar titik tanam dibuang jauh dari areal budidaya.
Usahakan pembuangan tanah tersebut jangan sampai tercecer. Lubang bekas titik tanam
ditaburi dengan kapur agar pH tanah lokal meningkat. Penyemprotan tanaman
menggunakan pestisida nabati, seperti daun serai, bawang putih, kunyit, serta bawang
merah. Bahan-bahan tersebut direbus dan disemprotkan pada tanaman. Upaya lain yang
bisa dilakukan adalah dengan pemanfaatan agensia hayati, seperti Trichoderma sp. dan
Gliocldium sp.
Fusarium
Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporium. Gejala serangan antara lain
cabang tanaman berkerut, layu dan busuk berwarna cokelat. Secara umum gejala yang
tampak hampir sama dengan serangan penyakit busuk bakteri.

Pengendalian terhadap serangan bakteri ini dilakukan dengan melakukan sanitasi kebun
secara rutin, perbaikan drainase untuk mencegah adanya genangan air, pencabutan
tanaman terserang dan tanah disekitar titik tanam dibuang jauh dari areal budidaya.
Usahakan pembuangan tanah tersebut jangan sampai tercecer. Lubang bekas titik tanam
ditaburi dengan kapur agar pH tanah lokal meningkat. Penyemprotan tanaman
menggunakan pestisida nabati, seperti daun serai, bawang putih, kunyit, serta bawang
merah. Bahan-bahan tersebut direbus dan disemprotkan pada tanaman. Upaya lain yang
bisa dilakukan adalah dengan pemanfaatan agensia hayati, seperti Trichoderma sp. dan
Gliocldium sp.

PANEN BUAH NAGA


Panen merupakan kegiatan memetik buah yang telah siap panen atau mencapai
kematangan optimal sesuai dengan standar yang ditentukan pasar. Tujuannya adalah
untuk memperoleh hasil sesuai dengan tingkat kematangan buah. Umumnya produk
hortikultura merupakan produk yang cepat sekali rusak. Meskipun mutunya bagus, tetapi
jika pemanenan dilakukan dengan tidak benar maka akan menurunkan kualitasnya. Pada
bagian ini akan dibahas tentang panen buah naga Super Red (Hylocereus costaricensis).
Setelah berumur 1,5-2 tahun tanaman buah naga mulai berbunga. Buah naga Super Red
siap panen memerlukan waktu antara 50-55 hari sejak muncul bunga. Setelah bunga
muncul pada bagian cabang atau tangkai buah diberi tanda tanggal munculnya bunga
tersebut mengguunakan kertas dan ditulis dengan spidol, lalu kertas dibungkus dengan
plastik bening agar tidak rusak. Biasanya pada 2 tahun pertama, setiap tiang mampu
menghasilkan 8-10 buah naga dengan bobot 400-600 gram/buah. Umur produktif tanaman
buah naga berkisar 15-20 tahun.
Ciri-Ciri buah naga siap panen :
1.

Umur buah sejak telah mencapai 50-55 hari setelah muncul bunga;

2.

Warna kulit buah mengkilat dengan sisik berubah dari hijau menjadi kemerahan;

3.

Mahkota buah telah mengecil;

4.

Kedua pangkal buah keriput dan kering;

5.

Bentuk buah bulat sempurna dan besar dengan bobot diperkirakan 400-600 g.

Waktu panen dilakukan pada pagi hari antara pukul 06.00-09.00 atau sore hari antara
pukul 15.00-17.00. Pemanenan dilakukan saat cuaca cerah dan tidak hujan. Hindari panen
pada kondisi lembab karena dapat memicu serangan patogen pada saat penyimpanan.

Pemanenan buah naga harus dilakukan dengan benar untuk menjaga kualitas buah. Cara
dan tahap pemanenan adalah sebagai berikut :
1.
Kenakan sarung tangan agar tidak melukai kulit buah.
2.

Gunakan gunting atau alat potong lain yang tajam untuk memotong tangkai buah.

3.
Potong buah tepat pada tangkainya, lakukan dengan hati-hati, jangan sampai
melukai kulit buah maupun percabangan tempat buah tersebut.
4.
Bungkus buah yang telah dipanen dengan koran dan diletakkan ke dalam keranjang
dengan posisi tangkai buah menghadap ke bawah. Bagian bawah keranjang dilapisi dengan
daun kering atau kertas koran.
5.
Bagian atas buah juga dilapisi dengan daun kering atau kertas koran untuk
mengurangi tekanan buah pada lapisan di atasnya.
6.
Tinggi lapisan buah tidak lebih dari 3 lapis agar buah bagian bawah tidak menerima
beban terlalu berat.
Geplaas deur taufikhur rozik om 8:04 vm.
E-pos hierdieBlogDit!Deel op TwitterDeel op Facebook
Etikette: JENIS HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN

Geen opmerkings nie:


Plaas 'n opmerking

Nuwer plasingOuer plasingTuis


Teken in op: Plaas opmerkings (Atom)
TOTALE BLADSYKYKE

9,267
MEER OOR MY

SHARE IT

taufikhur rozik
Bekyk my hele
profiel
BLOGARGIEF

2013 (165)
June (11)

May (154)

budidaya pisang lengkap

budidaya kedondong

hama pada tanaman nanas(Ananas comosus)

budidaya blimbing manis

budidaya tebu

budidaya timun suri

kasiat kayu manis

hama pada tanaman bawang prei

budidaya bawang prei

budidaya selada

budidaya kacang kapri

khasiat buah cepokak

budidaya kacang hijau

budidaya wijen

khasiat tanaman sidaguri

khasiat daun binahong

khasiat daun sirih

hama pada jambu air

kahsiat kulit pisang

khasiat kulit manggis

budidaya daun mint

TEKNIK BUDIDAYA JARAK RAMBUTAN

budidaya buah sawo

news buah tin

budidaya matoa

budidaya blewah

hama pada tanaman kubis

hama pada tanaman alpukat

24 mei 2013

kasiat kunir putih

kasiat buah kenari

kasiat bunga melati

kasiat daun randu

kasiat labu parang/kuning

khasiat biji bunga matahari

budidaya ketumbar

budidaya kemiri

budidaya kopi

hama pada tanaman sawi

hama pada ketela pohon

kahsiat daun pakis

22-mei-2013

22-mei-2013

24-Apr-2013

25-april-2013

hama pada tanaman mentimun

hama pada tanaman pepaya

budidaya jeruk sunkist

budidaya kentang

budidaya kubis organic

budidaya nanas

kahsiat buah nanas

kahsiat jeruk bali

budidaya petai

budidaya gambas

budidaya pisang abaka

hama pada tanaman stroberi

budidaya stroberi

budidaya kacang hijau

budidaya jambu merah

hama pada tanaman jambu mente

budidaya jambu mente

kahsiat buah pinang

budiadaya kembang kol

budidaya kangkung

budidaya brokoli organic

hama pada tan vanili

hama dan penyakit pada tanaman tomat

budidaya tanaman kina

budidaya terong belanda

budidaya buah kesemek

budidaya anggur

kahsiat tanaman mengkudu

kahsiat tanaman keladi tikus

kahsiat bunga rosela

budidaya jambu air

budidaya mentimun

budidaya wortel (Daucus carrota)

kasiat daun kelor

budidaya markisa

budidaya manggis

budidaya tanaman salak

hama tanaman kelengkeng

budidaya sirih merah

budidaya kacang panjang

hama pada tanaman buncis

hama pada tanaman kacang tanah

pada Tanaman Kelapa Sawit

hama pada tanaman bawang merah

budidaya bawang merah

penyakit pada tanaman tomat

budidaya tomat

hama tanaman semangka

budidaya semangka

hama pada tanaman jeruk

budidaya jeruk

hama tanaman cengkeh

hama tanaman buah naga

budidaya buah naga

hama pada tanaman melon

budidaya melon

budidaya bawang putih

budidaya cengkeh

budidaya semangka

budidaya tanaman pala

budidaya anggur dalam pot

budidaya talas

budidaya alpukat

budidaya rambutan

budidaya ubi jalar

budidaya singkong

budidaya terong

Teknik Pembibitan Kelapa Sawit

bunga rosela

MACAM-MACAM PENYAKIT TANAMAN MANGGA

PENGENDALIAN HAMA BELALANG

MACAM-MACAM PENYAKIT PISANG

PENGGOLONGAN PENYAKIT TUMBUHAN DAN PATOGENNYA

HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN PEPAYA

HAMA & PENYAKIT PADA TANAMAN

Arthropoda

LAP EKOLOGY

budidaya tembakau

budidaya tanaman karet

budidaya jagung

budidaya jamur lingzhi

budidaya jamur kancing

TEKNIK DAN CARA BUDIDAYA JAMUR TIRAM BUDIDAYA JAMU...

Lidah buaya

brokoli

Dandang gendis

cengkeh

bunga pagoda

Bunga matahari

lengkuas

kenanga

kencur

jeruk nipis

Jambu Biji(Psidium guajava, Linn.)Sinonim :Familia...

Daun jintan

Daun dewa

Dadap serep

akar wangi

Alang alang

ASAM JAWA

Adas

AGROFORESTRY

EKOSISTEM PERTANIAN

Abiotik

BUDIDAYA KOPI

budidaya tanaman vanili

TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN TEH

BUDIDAYA KELAPA

ekosistem alami

Picture Window-sjabloon. Aangedryf deur Blogger.