You are on page 1of 10

HAMA dan PENYAKIT Tanaman Cabe

Kali ini kita akan coba mengulas dan mengenali beberapa jenis hama maupun penyakit yang sering
menyerang tanaman cabe (Capsicum annuum L.), Hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman ini

sudah menjadi keharusan untuk kita ketahui.


Menjadi keharusan karena jangan sampai kita berandai-andai yang manisnya saja mengenai keuntungan atau
laba yang akan kita peroleh pada saat panen cabe. Ini beneran lho
Pada intinya, seperti biasa saya mengingatkansebelum melakukan kegiatan apapun kita harus minimal
pertama membuat dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mendukung kegiatan kita agar
mendatangkan keuntungan. Kedua, nah ini yang biasanya kita lewatkan atau bahkan kadang-kadang
terlupakan, yaitu mengenai faktor-faktor yang justru dapat merugikan, di sini yang akan kita coba ketahui
adalah seputar hama dan penyakit pada tanaman cabe.
Sebenarnya, salah satu penyebab lain mengapa harga cabe merah, misalnya, pada suatu saat tiba-tiba
melambung tinggi adalah karena adanya serangan hama dan penyakit, selain tentunya akibat musim atau
cuaca yang kurang mendukung. Banyak petani cabe merah sahabat kita, mengalami kerugian yang tidak
sedikit jumlahnya akibat serangan hama dan penyakit pada tanaman mereka. Namun bagi yang sudah
menyiapkan diri menghadapinya, pada umumnya tingkat kerugian dapat ditekan bahkan dapat dicegah.
Baiklah, kita lanjut ke materi utama ya..
Tanaman/buah cabe atau kita sebut cabe saja, ternyata meskipun rasanya pedas tapi tidak menyebabkan
hama dan penyakit mengurungkan niatnya untuk menyerang. Beberapa dari serangan penyakit bahkan dapat
menyebabkan akibat yang sangat dan sangat merugikan. Materi tulisan ini berasal dari beberapa sumber,
diolah dan ditambah seperlunya dengan harapan menambah pengenalan kita terhadap musuh tanaman cabe.
Ok,Mari kita pelajari satu-persatu

Hama
1. Hama Ulat
a. Ulat Grayak (Spodoptera litura)
Hama ulat begitu populer di kalangan para petani. Popularitas ulat ini tidak perlu diragukan lagi dan menjadi
musuh sejak dulu, tidak terkecuali terhadap tanaman cabe. Ulat yang biasanya sering menyarang tanaman
cabe diantaranya adalah ulat grayak (Spodoptera litura). Ulat jenis ini dapat

memakan daun sampai bolong-bolong sehingga kemampuan


fotosintesis tanaman terganggu. Pada serangan yang massif ulat grayak ini sampai memakan habis seluruh
daun dan hanya menyisakan tulang-tulang daun. Serangannya mirip ikan Piranha kalau kita bandingkan

b. Ulat jenis Helicoverpa sp dan Spodoptera exiqua


Serangan ulat jenis ini menyebabkan lubang pada buah cabe, baik cabe yang masih hijau maupun pada cabe
yang sudah merah.

c. Pola serangan
Pada umumnya serangan ulat terjadi di malam hari atau saat sinar matahari teduh, misalnya menjelang sore
hari. Menurut informasi, ternyata si ulat tidak nyaman menyantap daun atau cabe di bawah terik matahari
Pada siang hari yang terik , mereka bersembunyi di bawah ketiak daun, pangkal tanaman atau dibalik mulsa,
sehingga mereka nyaman dan aman dari sengatan sinar matahari dan selamat dari penyemprotan bila
dilakukan penyemprotan. Pintar juga nih ulat..

d. Pengendalian
Pengendalian dilakukan berdasarkan karakter dan kebiasaan ulat. Ada dua cara yang dapat kita tempuh :

Pada malam hari, pada saat ulat keluar dari persembunyiannya, ulat bisa diambil secara langsung dari
tanaman cabe dan dimusnahkan

Penyemprotan dengan insektisida. Gunakan insektisida organik seperti PHEFOC untuk


menyemprotnya. Dosis 6 tutup botol PHEFOC untuk 14 liter air (kapasitas tanki semprot). Lakukan
penyemprotan pada malam hari agar effektif disaat ulat keluar dari persembunyiannya

2. Hama Lalat Buah

Serangan hama ini dapat menyebabkan buah menjadi rontok


dan dapat menyebabkan kita gagal panen. Dan bisa membuyarkan segala impian kitagawat.

a. Pola Serangan
Hama Lalat buah (Bactrocera dorsalis, B. cucurbitae, B. carambolae) ini dapat bersumber dari buah yang
terinfeksi, adanya kepompong di dalam tanah, dari tanaman inang seperti mentimun, belimbing, maupun
berasal dari tanaman cabe berdekatan yang sudah terserang
Penyebaran dan penularan sangat mudah terjadi karena lalat merupakan salah satu jenis insect (serangga)
yang aktif terbang apalagi pada saat terjadinya peralihan musim.
Serangan biasanya terjadi setelah agak siang, yaitu setelah tanaman kering dari embun pagi.

b. Pengendalian
Beberapa pengendalian dapat kita lakukan :

Buah cabe yang sudah rontok atau akan rontok (sudah terserang) dipungut dan dimusnahkan dengan
dibakar. Hal ini dilakukan untuk mencegah dan memutus rantai penularan. Dalam cabe yang sudah
terserang akan banyak mengandung pupa lalat yang nantinya akan memperparah serangan. Hindari
pula menanam cabe terlalu berdekatan dengan tanaman buah misalnya mangga atau belimbing
karena tanaman buah juga menjadi target serangan lalat.

Perangkap lalat dapat dicoba digunakan, ini dapat anda beli di toko pertanian. Lalat dirangsang untuk
memasuki jebakan. Apabila serangan mulai parah, lakukan penyemprotan menggunakan PHEFOC,
disemprot pagi hari sebelum embun di daun mengering.

3. Hama Kutu Daun


Serangan kutu daun (biasanya dari jenis Aphis gossypii dan Myzuspersicae) mirip vampire, mereka akan
menghisap cairan dalam daun sampai habis. Akibatnya daun mengering dan keriting

a. Pola Serangan

Selain menghisap cairan dalam daun, hama ini doyan sekali membawa penyakit
lain. Kutu daun akan membawa penyakit lain (sebagai vektor) seperti virus dan mengeluarkan cairan
berwarna kuning kehijauan yang mengundang datangnya semut dan jamur hingga menimbulkan lapisan
hitam seperti jelaga di permukaan daun.
b. Pengendalian

Secara teknis, petik dan musnahkan daun-daun yang sudah terserang. Hindari menanam cabe yang
berdekatan dengan tanaman semangka, melon dan kacang panjang. Perhatikan juga kebersihan
kebun. Penggunaan mulsa perak juga cukup effektif untuk mengendalikan hama ini.

Lakukan penyemprotan menggunakan PHEFOC di sore hari agar effektif.

4. Hama Tungau
Serangan tungau kuning (Polyphagustarsonemus), atau tungau merah (Tetranycus sp) akan

menyebabkan daun keriting melinting ke bawah seperti


bentuk sendok terbalik. Daun akan kaku dan tebal, pertumbuhan pucuk menjadi terhambat, daun perlahan
akan berubah warna menjadi coklat dan akhirnya mati.
a. Pola Serangan dan Penyebaran
Serangan banyak terjadi padamusim kering, di area ternaungi. Nah ini yang perlu diwaspadai, populasi akan
meningkat jika kita terlalu banyak menggunakan pestisida atau pupuk daun kimia buatan yang banyak
mengandung belerang (sulfur). Penyebaran dapat terjadi melalui tangan para pekerja atau terbawa angin.
b. Pengendalian
Secara teknis lakukan pencabutan tanaman cabe yang sudah terserang parah sedangkan yang belum parah

dipotong pucuk-pucuknya. Sisa tanaman yang terserang dibakar agar tidak


menjangkiti yang lain. Untuk mencegahnya, usahakan areal penanaman cabe tidak berdekatan dengan
tanaman singkong. Menjaga kebersihan kebun ternyata effektif mengurangi serangan tungau.bersih
pangkal sehat juga berlaku di sini.
Pada serangan hebat, penyemprotan dengan insektisida kurang effektif, namun cukup effektif dengan
menggunakan racun tungau tapi berbahaya. Pengendalian yang disarankan adalah sanitasi yang baik.

5. Hama Thrips atau Trips

Ciri-ciri dari tanaman cabe yang terserang trips pada daunnya akan
terlihat garis-garis keperakan, terdapat bercak-bercak kuning hingga kecoklatan dan pertumbuhannya kerdil.
Bila dibiarkan daun akan kering dan mati. Serangan trips biasanya menghebat pada musim kemarau. Hama
ini juga berperan sebagai pembawa virus dan mudah sekali menyebar.
Pengendalian secara teknis bisa dengan memanfaatkan predator alami hama ini, seperti kumbang dan kepik.
Pemakaian mulsa dan menjaga kebersihan kebun (ingat,..bersih pangkal sehat ya) effektif menekan
perkembangannya. Selain itu, rotasi tanaman membantu mengendalikan hama jenis ini. Penyemprotan
dilakukan bila serangan meluas. Gunakan PHEFOC dan lakukan penyemprotan pada sore hari.

Penyakit-penyakit
Waduh, bagaimana ini ? Hama saja sudah cukup banyak, sekarang selain adanya hama ada pula penyakitpenyakit yang dapat menyerang tanaman cabe. Penyakit-penyakit ini bisa disebabkan oleh virus, bakteri
maupun jamur. Dan parahnya, penyakit-penyakit ini sering berkolaborasi atau berasosiasi dengan
datangnya hama. Berikut adalah beberapa penyakit yang perlu kita kenal :

1. Antraknosa (Patek)
a. Pola Serangan dan Penyebaran

Sumber penyakit ini disebabkan oleh cendawan Colletotrichum capsici


dan Colletotrichum gloeosporioides. Sumbernya dapat berasal dari sisa tanaman sakit atau dari benih yang
sudah terinfeksi. Akibatnya serangan dapat terjadi mulai pada fase pembibitan. Penyakit ini menyebabkan

kecambah layu saat disemaikan. Sedangkan pada fase dewasa serangan menyebabkan mati pucuk, serangan
pada daun dan batang menyebabkan busuk kering. Sementara itu, serangan pada buah akan menyebabkan
buah menjadi busuk seperti terbakar.
Penyebaran bisa terjadi melalui tangan para pekerja, percikan air, hujan dan angin serta tangan pemetik
buah.

b. Pengendalian
Penyakit ini bisa terbawa dari benih atau biji cabe. Pencegahan bisa dilakukan dengan memilih benih yang
sehat dan bebas patogen. Lakukan treatment benih dengan memakai PHEFOC dan SOT (baca DI SINI).
Kondisi tajuk jangan terlalu lembab dan jangan terlalu berlebih menggunakan pupuk buatan dengan
kandungan Nitrogen (N). Tanah dengan kandungan Ca (Calsium) rendah juga dapat memicu perkembangan.
Pengendalian bisa dilakukan dengan memusnahkan tanaman yang terserang dan penyemprotan dengan
menggunakan PHEFOC.

2. Penyakit Bercak Daun Cercospora

a. Pola Serangan
Penyakit bercak daun yang menyerang tanaman cabe disebabkan oleh jamur Cercospora capsici. Ciri-ciri
tanaman yang terserang ditandai dengan terdapatnya bercak-bercak bundar berwarna abu-abu dengan
pinggiran coklat pada daun. Bila serangan menghebat daun akan berwarna kuning dan akhirnya berguguran.
Penyakit ini biasanya menyerang pada musim hujan dimana kondisi kelembaban cukup tinggi.
Penyakit ini menyebar saat jamur masih berupa spora dan bisa dibawa oleh angin, air hujan, hama vektor,
dan alat pertanian. Spora jamur juga bisa menempel pada benih atau biji cabe.

b. Pengendalian

Pengendalian terbaik adalah dengan melakukan pencegahan. Pencegahan terhadap penyakit ini dapat
dilakukan dengan memilih benih yang sehat bebas patogen.

Merenggangkan jarak tanam juga berguna meminimalkan serangan agar lingkungan tidak terlalu
lembab.

Pengendalian teknis bisa dilakukan dengan memusnahkan tanaman yang terinfeksi dengan cara
dibakar. Bila serangan menghebat bisa dilakukan penyemprotan fungisida PHEFOC.

3. Penyakit Layu

Serangan penyakit layu ini sangat ditakuti karena sangat sulit dikendalikan. Penyakit layu ini bisa
ditumbulkan oleh beragam penganggu tanaman seperti berbagai jenis cendawan dan bakteri. Terdapat dua
jenis penyakit layu, yaitu layu fusarium dan layu bakteri.

a. Layu Fusarium

Layu yang disebabkan oleh cendawan disebut layu fusarium (gambar kanan). Jenis cendawannya
adalah Fusarium sp., Verticilium sp. dan Pellicularia sp. Cendawan ini hidup di lingkungan yang
masam

Layu fusarium dapat bersumber dari sisa tanaman sakit atau tanah. Penularan dapat melalui aliran
air dan tanah

Beberapa pemicu perkembangan penyakit layu fusarium : tanah berpasir, pupuk N (ZA) yang
terlalu terlalu tinggi, kandungan unsur Mn dan Fe dalam tanah terlalu tinggi, kurang pupuk organik
bokashi, tanah kekurangan calsium (Ca), dan jumlah nematoda yang tinggi

b. Layu Bakteri

Sedangkan layu bakteri (gambar kiri) disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum. Bakteri ini
hidup di jaringan batang.

Penyakit bersumber dari tanah

Cara menular sama dengan layu fusarium

Pemicu perkembangan penyakit layu bakteri dapat disebabkan oleh : lahan yang terlalu basah, tanah
terlalu liat, penggunaan pupuk N (urea) terlalu tinggi, populasi nematoda yang tinggi,
atau sebelumnya lahan ditanami tembakau, terung, tomat, atau cabe yang pernah terserang.

Pengendalian penyakit layu harus diamati dan dianalisa dengan lebih spesifik lagi agar penanganannya bisa
lebih tepat dengan memperhatikan pemicu perkembangannya dan harus dilakukan pengendalian secara
terpadu sejak mulai pembibitan dan persiapan lahan.

4. Penyakit Keriting Daun atau Mosaik

Asal serangan penyakit mosaik adalah virus Cucumber


Mosaic Virus (CMV). Gejalanya, pertumbuhan menjadi kerdil, warna daun belang-belang hijau tua dan hijau
muda, ukuran daun lebih kecil, tulang daun akan berubah menguning.
Penyakit ini bisa menyebar dan menular ke tanaman lain oleh aktivitas serangga. Penyemprotan kimia
bertujuan untuk menghilangkan serangga bukan penyakitnya. Untuk mengurangi penyakit, musnahkan
tanaman cabe yang kondisinya telah parah terserang.
Pemilhan benih tahan virus membantu menghindari resiko serangan penyakit ini. Hal lain yang bisa
membantu mengurangi resiko serangan adalah pemupukan yang baik dan tepat dengan menggunakan SOT
dan PHEFOC.

5. Penyakit Virus Kuning


a. Pola Serangan dan Penyebaran

Penyakit ini disebabkan oleh Gemini virus Tanaman cabe


yang terserang virus kuning, daun dan batangnya akan terlihat menguning (sesuai dengan namanya..).
Penyakit ini disebut juga penyakit bule atau bulai. Penyakit ini bisa dibawa dari benih atau biji dan
ditularkan oleh kutu. Sumbernya bisa dari gulma, atau tanaman sakit lainnya (cabai, tomat)
b. Pengendalian
Penyakit yang disebabkan virus tidak akan mempan dengan penyemprotan racun-racun kimia.
Pengendalian harus dilakukan sejak dini, dengan memilih benih unggul dan tahan serangan virus. Selain itu
bisa juga dengan membasmi hama yang menjadi vektornya, seperti kutu.

Untuk menaikkan daya tahan tanaman cabe terhadap serangan virus kuning, bisa dengan treatment benih
memakai PHEFOC dan mengintensifkan pemupukan, yaitu dengan penggunaan pupuk organik cair SOT
HCS yang mengandung zat hara makro dan mikro lengkap. Tujuannya agar tanaman cabe tumbuh subur
sehingga lebih tahan terhadap patogen.

6. Penyakit Busuk Batang, Akar dan Buah

a. Pola Serangan
Terdapat dua macam penyakit busuk yang biasa menyerang tanaman cabe, yakni busuk batang dan busuk
kuncup. Busuk batang pada tanaman cabe disebabkan oleh Phytophthora capsici. Menyerang saat musim
hujan dan penyebarannya sangat cepat.
Busuk kuncup disebabkan oleh cendawan Choanosearum sp. Penyakit ini masih jarang dijumpai di
Indonesia. Gejalanya, kuncup tanaman berwarna hitam dan lama kelamaan mati.
Pemicu perkembangan penyakit ini dapat berupa :

drainase yang kurang baik

penggunaan pupuk N (Urea) yang terlalu tinggi

pupuk kandang tidak matang (makanya sebaiknya pakai pupuk bokashi)

banyak nematoda

sebelumnya lahan ditanam cabe atau mentimun

Penyakit ini bisa dikendalikan dengan mengurangi dosis pemupukan Nitrogen seperti urea dan ZA.
Penggunaan pupuk organik seperti SOT HCS. Kemudian mengatur jarak tanam agar sirkulasi udara
berjalan lancar. Tanaman yang sudah terinfeksi sebaiknya dicabut dan dibakar. Penyemprotan bisa dilakukan
dengan fungisida PHEFOC.

Demikian beberapa jenis hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman cabe. Pengendalian secara
terpadu lebih disarankan. Artinya, pengendalian dilakukan sejak awal pembenihan, penanaman dan
pemeliharaan dengan melakukan berbagai cara secara bersamaan. Pilih bibit yang bagus dan lebih tahan,

pengolahan lahan yang baik, penggunaan pupuk bokashi, SOT dan PHEFOC secara seimbang dan tepat, dan
jangan melupakan sanitasi lingkungankarena tetap, bersih pangkal sehat. Semoga dapat membantu dan
sukses