You are on page 1of 5

HAMA DAN PENYAKIT PADI

Penyakit Bercak daun coklat. Penyebab: jamur Helmintosporium oryzae.

Gejala: menyerang pelepah, malai, buah yang baru


tumbuh dan bibit yang baru berkecambah. Biji berbercak-bercak coklat tetapi tetap berisi, padi
dewasa busuk kering, biji kecambah busuk dan kecambah mati.
Penyakit Blast. Penyebab: jamur Pyricularia oryzae.

Gejala: menyerang daun, buku pada malai dan ujung


tangkai malai. Daun, gelang buku, tangkai malai dan cabang di dekat pangkal malai membusuk.
Pemasakan makanan terhambat dan butiran padi menjadi hampa.
Busuk pelepah daun. Penyebab: jamur Rhizoctonia sp.

Gejala: menyerang daun dan pelepah daun pada tanaman yang telah
membentuk anakan. Menyebabkan jumlah dan mutu gabah menurun.
Penyakit kresek/hawar daun. Penyebab: bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae)

Gejala: menyerang daun dan titik tumbuh. Terdapat garisgaris di antara tulang daun, garis melepuh dan berisi cairan kehitam-hitaman, daun mengering dan
mati.
Penyakit kerdil. Penyebab: virus ditularkan oleh wereng coklat Nilaparvata lugens.

Gejala: menyerang semua bagian tanaman, daun menjadi


pendek, sempit, berwarna hijau kekuning-kuningan, batang pendek, buku-buku pendek, anakan
banyak tetapi kecil.
Penyakit tungro. Penyebab: virus yang ditularkan oleh wereng hijau Nephotettix impicticeps.

Gejala: menyerang semua bagian tanaman, pertumbuhan tanaman


kurang sempurna, daun kuning hingga kecoklatan, jumlah tunas berkurang, pembungaan tertunda,
malai kecil dan tidak berisi.
Hama putih (Nymphula depunctalis)

larvanya bersifat semi aquatik dan hidup dalam tabung yang terbuat dari
potongan daun berisi air. Berbentuk ngengat yang berwarna putih terang dengan dua bintik hitam dan
bercak-bercak kecoklatan pada sayap depannya. Panjang tubuh 6mm danrentang sayap 15mm. Pada

siang hari imago bersembunyi di balik daun dan pada malam hari meletakkan telur
Tikus sawah

mudah dibedakan dari jenis tikus lainnya, sebab dilihat dari


panjang ekornya yang biasanya lebih pendek atau sama jika dibandingkan dengan panjang tubuh
ditambah kepala, selain itu ukuran tubuhnya dalam pertumbuhan penuh panjangnya antara 16 22
cm.
Walang sangit (Laptocarisa oratorius)

termasuk ke dalam ordo hemiptera. Struktur sayap pada


hemiptera yaitu bagian dasar sayap depan menebal dan seperti kulit dan bagian ujung bersifat
berselaput tipis sayap depan. Sayap-sayap pada waktu istirahat terletak di atas abdomen, dengan ujung
yang berselaput tipis dengan sayap depan yang saling tumpang tindih. Bagian-bagian mulut
Hemiptera adalah merupakan tipe penusuk penghisap dan dalam bentuk parus yang biasanya beruas,
dan ramping yang timbul di bagian depan kepala dan umumnya menjulur ke belakang sepanjang sisi
ventral tubuh, kadang-kadang tepat di belakang dasar-dasar tungkai belakang.
Wereng coklat (Nilaparvata lugens)

merupakan hama dari golongan insekta yang sangat merugikan perpadian


di Indonesia. Wereng coklat termasuk dalam ordo homoptera. Ordo homoptera mempunyai ciri
mempunyai 2 pasang sayap, sayap depan bertekstur seperti mika/ kulit terutama pangkal sayap dan
sayap belakang bersifat membran. Sayap depan dengan tekstur yang seragam, ujung sayap sedikit
tumpang tindih. Alat mulut tipe penghisap dengan bentuk paruh panjang yang beruas-ruas. Serangga
wereng coklat berukuran kecil, panjang 0,1-0,4 cm. Wereng coklat bersayap panjang dan berkembang
ketika makanan tidak tersedia atau terdapat dalam jumlah banyak.

,kepik hijau (Nezara viridula)

memiliki bentuk tubuh lebar seperti perisai. Terdiri dari


kepala (caput), dada (thoraks), tungkai dan perut (abdomen). Mengeluarkan bau yang tidak enak dan
menyerang biji jagung.Bangsa kepik terutama kepik hijau umumnya memiliki sayap dua pasang
(beberapa spesies ada yang tidak bersayap). Sayap depan menebal pada bagian pangkal (basal) dan
pada bagian ujung membranus. Bentuk sayap tersebut disebut Hemelytra. Sayap belakang membranus
dan sedikit lebih pendek daripada sayap depan.Pada bagian kepala dijumpai adanya sepasang antene,
mata facet dan occeli.tipe alat mulut pencucuk pengisap yang terdiri atas moncong (rostum) dan
dilengkapi dengan alat pencucuk dan pengisap berupa stylet
Ulat Grayak

Serangga dewasa dari jenis Leucania Separata memiliki ukuran panjang bentangan sayap depan antara
45 - 50 mm dengan warna bervariasi antara merah bata sampai coklat. Larva Leucania separata
memiliki jumlah instar 6 dengan ukuran instar 1 panjang 1,8 mm dan instar 6 panjang 30 - 35 mm
berwarna hijau sampai merah jambu dan berumur 14 - 22 hari. Pada bagian punggungnya terdapat 4
garis berwarna hitam yang membujur sepanjang badan.

Larva Spodoptera litura memiliki jumlah instar 5 dengan ukuran instar 1 panjang 1,0 mm dan instar 5
panjang 40 - 50 mm berwarna coklat sampai coklat kehitaman dengan bercak-bercak kuning dan
berumur 20 - 26 hari. Sepanjang badan pada kedua sisinya masing-masing terdapat 2 garis coklat

muda. Serangga dewasa jenis Spodoptera litura, memiliki ukuran panjang badan 20 - 25 mm, berumur
5 - 10 hari dan untuk seekor serangga betina jenis ini dapat bertelur 1.500 butir dalam kelompokkelompok 300 butir. Serangga ini sangat aktif pada malam hari, sementara pada siang hari serangga
dewasa ini diam ditempat yang gelap dan bersembunyi. Serangga ulat Grayak perlu diwaspadai
karena pada siang hari tidak tampak dan biasanya bersembunyi di tempat yang gelap dan didalam
tanah, namun pada malam hari melakukan serangan yang hebat dan bahkan dapat menyebabkan
kegagalan panen, mungkin itulah sebabnya maka serangga ini disebut sebagai ulat grayak.