You are on page 1of 9

AIV.

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Lingua

__________________________ 1
_____________________________ 2

Keterangan gambar :
1.papillae fungiformis
2.papilae poliformis
Lingua adalah organ yang terdapat didalam mulut, yang memiliki fungsi
untama sebagai indera pengecap berbagai macam rasa seperti:rasa manis,pahit.dll.
Pada gambar preparat lingua diatas terlihat lingua tersusun dari otot-otot lurik,
berbentuk seperti tonjolan-tonjolan (papillae) dan terdiri dari jaringan-jaringan epitel.
Pada lingua juga terdapat membrane mukosa yang mengsekresikan mukus.
Lingua/lidah merupakan suatu massa otot lurik yang diliputi oleh membran
mukosa. Serabut-serabut otot satu sama lain saling bersilangan dalam 3 bidang,
berkelompok dalam berkas-berkas, biasanya dipisahkan oleh jaringan penyambung.
Pada permukaan bawah lidah, membran mukosanya halus, sedangkan permukaan

dorsalnya ireguler, diliputi oleh banyak tonjolan-tonjolan kecil yang dinamakan


papillae (Gunarso, 1979).
Papilae lingua merupakan tonjolan-tonjolan epitel mulut dan lamina propria
yang bentuk dan fungsinya berbeda. Dari gambar diatas macam macam lingua
terbagi atas :
1. Papilae filiformis
Mepunyai bentuk penonjolan langsing dan konis, sangat banyak, dan terdapat di
seluruh permukaan lidah. Epitelnya tidak mengandung puting kecap (reseptor)
2. Papilae fungiformis
Menyerupai bentuk jamur karena mereka mempunyai tangkai sempit dan
permukaan atasnya melebar. Papilae ini, mengandung puting pengecap yang
tersebar pada permukaan atas, secara tidak teratur terdapat di sela-sela antara papilae
filoformis yang banyak jumlahnya

2. Esophagus
______________________ 4
_________________ 3
______________________ 2
_________________ 1

Keterangan gambar :
1.mukularis mukosa
2.lumen
3.mukosa
4.epitel berlapis gempeng

Bagian saluran pencernaan ini merupakan tabung otot yang berfungsi


menyalurkan makanan dari mulut ke lambung. Esophagus diselaputi oleh epitel
berlapis gepeng tanpa tanduk. Pada lapisan submukosa terdapat kelompokan
kelenjar-kelenjar esophagea yang mensekresikan mukus. Lapisan otot hanya terdiri
sel-sel otot polos dan otot lurik.
Esophagus berupa saluran yang cukup panjang yang menghubungkan faring
dengan lambung. Terbagi atas tiga daerah antara lain : pars cervicis, pars thoracis,
dan pars abdominis ( Bevelander, 1988).
Esophagus memiliki lapis umum saluran pencernaan secara lengkap yaitu:
a. Tunika Mukosa
- Selaput lendir kutan membentuk lipatan-lipatan memanjang. Epithel pipih
banyak lapis pada herbivora bertanduk tapi pada karnivora tidak
- Tunika propria tidak tampak kelenjar dan terdiri dari jaringan ikat yang
banyak mengandung sel
- Muskularis mukosa, terdiri dari otot polos tersusun memanjang
b. Sub Mukosa
Terdiri dari jaringan ikat longgar yang mengandung sel lemak, pembuluh
darah, jaringan limfoid dan kelenjar (glandula esophageae)
c. Tunika Muskularis
Terdiri dari otot kernagka dan otot polos tergantung pada daerahnya.
Sebagian besar terdiri dari otot kerangka, kecuali daerah sepertiga bagian
belakang terdiri dari otot polos. Tunika muskularis membentuk lapis
melingkar (dalam), dan memanjang (luar) dan dipisah oleh jaringan ikat

d. Tunika Adventisis

Di daerah leher esophagus dibalut oleh adventisia tetapi di daerah dada dan
perut dibalut oleh serosa (Bevelander, 1988).
3. Hepar

Hepar berbentuk lobus yaitu lobus sinister dan lobus dexter pada hepar
menghasilkan empedu.vesica fellea atau kantung empedu terletak pada sebelah
kanan hati,pankreas pada hati hati terletak pada ventrikulus dan duodenum(anonim
2008).
4. Intestinum tenue

_________________a
_________________b
_________________________c

Keterangan gambar :

a. Lamina propia
b. Mukosa
c. Muskularis mukosa
Intestinum tenue terdiri dari : duodenum , jejunum, dan ileum. Ciri umum :
berselaput lendir berkelenjar yang membentuk vili untuk kelancaran penyerapan.
Memiliki 3 macam sel pada epitel permukaan yakni : sel penyerap, sel mangkok dan
sel argentafin. Memiliki lapis umum lengkap. Pada praktikum preparat yang
digunakan adalah preparat duodenum, pada preparat terdapat lapisan mukosa, sub
mukosa, muskularis mukosa, dan lamina propria.
Usus halus relatif panjang kira-kira 6 m dan ini memungkinkan kontak
yang lama antara makanan dan enzim-enzim pencernaan serta antara hasil-hasil
pencernaan dan sel-sel absorptif epitel pembatas. Usus halus terdiri atas 3 segmen
yaitu duodenum, jejunum, dan ileum (Campbell, 2002).
Dalam usus halus, proses pencernaan diselesaikan dan hasil-hasilnya
diabrsorpsi. Pencernaan lipid terutama terjadi sebagai akibat kerja lipase pankreas
dan empedu. Pada manusia, sebagian besar absorpsi lipid terjadi dalam duodenum
dan jejenum bagian atas. Asam-asam amino dan monosakarida yang berasal dari
pencernaan protein dan karbohidrat diabsorpsi olah sel-sel epitel oleh transport
aktif tanpa korelasi morfologis yang dapat dilihat (Junquera, 1980)
5. Intestinum Crrassum
a. Colon

____________________________ a
__________________________________ b
____________________ c
Keterangan gambar :
(a) serosa

(b) lamina propia


(c) mukosa
Colon terdiri dari membran mukosa tanpa lipatan dan tidak terdapat vili usus.
Epitel belapis dan mempunyai daerah kutikula tipis. Fungsi utama usus besar adalah:
1. untuk absorpsi air dan pembentukan massa feses,
2. pemberian mukus dan pelumasan permukaan mukosa, dengan demikian
banyak sel goblet.
Pada colon, tunika mukosanya tebal karena penambahan dari glandula
intestinalis dibandingkan dengan usus halus. Tidak terdapat villi permukaan mukosa
halus. Ditandai dengan penambahan sel goblet. Pada sub mukosa ditemukan jaringan
limfoid sampai dengan ke lapisan muskularis mukosa. Pada babi dan kuda lapisan
longitudinal Tunika muskularis sangat luas yang diselingi oleh serabut elastis.
Bahkan pada caecm dan colon lebih banyak dijumpai serabut elastis dibandingkan
dengan sel-sel otot polos (Bevelander, 1988).
b. Caecum
______________________________a
______________________________b
____________________________c
_____________________________d

Keterangan gambar :
(a) serosa

(b) mukosa
(c) muskularis mukosa
(d) intestinum tenue
Caecum merupakan sekat pembatas antara intestinum tenue dengan
intestinum crassum. Struktur dari caecum mirip dengan struktur pada intestinum
tenue yang tidak memiliki villi seperti pada colon.
Caecum memiliki variasi dalam ukuran diantara spesies yang berbeda. Pada
herbivora dengan lambung tunggal misalnya kuda, caecum relatif besar dan penting
dalam proses fermentasi bakteri. Tetapi pada karnivora kecil. Pada hewan piara
nodulus limfatikus terdapat sepanjang caecum, sedangkan pada anjing, babi dan
ruminansia jaringan limfoid terbatas hanya pada ileo caecal. Pada caecum tidak
ditemukan villi, struktur yang lain sama dengan usus halus (Gunarso, 1979).

LAPORAN PRAKTIKUM
ANATOMI HEWAN
HISTOLOGI PENCERNAAN

OLEH:
KELOMPOK 4(A)
ANGGOTA:1.ELNIKA CITRA(1310421001)
2.FIRDAWATI FEBRINA R (131I4211029)
3.HANAFI MARUF(1310421081)
4.NESPY PERMATA SARI(1310421045)
5.ZARFANIA SHALIHAT(1310421037)
ASISTEN

: MIMING PERDANA

LABORATORIUM TEACHING II
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS ANDALAS,2014
V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum ini adalah sistem
pencernaan pada pisces dimulai dari rongga mulut, kemudian ke esofagus ke faring,
kemudian makanan didorong ke lambung, masuk ke usus dan bermuara pada
anus.Sistem pencernaan pada amphibi, dimulai dar rongga mulut, esofagus menuju
ke lambung dan usus bermuara ke kloaka kemudian sistem pencernaan pada aves
dimulai dari paruh kemudian rongga muut kemudian faring, pada faring terdapat
perlebaran pada bagian ini yang disebut tembolok, kemudian ke lambung, usus dan
bermuara pada kloaka dan terakhir sitem pencernaan pada mamalia yaitu mencit
makanan dikunyah kemudian masuk kedalam mulut kemudian masuk ke
kerongkongan dari kerongkongan makanan masuk menuju lambung, pada lambung
proses fermentasi atau pembusukan makanan dilakukan oleh bakteri terjadi pada
sekumyang banyak mengandung materi dan menuju usus bermuara pada anus.

5.2. Saran
Pada praktikum ini diharapkan praktikan berhati hati dalam menggunakan
preparat, menggunakan waktu seefektif mungkin dan lebih teliti dalam melakukan
praktikum.