You are on page 1of 21

Kelompok VI

030.06.159
030.06.160
030.06.162
030.06.167
030.07.151
030.08.088
030.08.089
030.08.102
030.08.103
030.08.104
030.08.105
030.08.106
030.08.107
030.08.211
030.08.290
030.08.301

Maya Dwi Utami


Maydina Putri Anggita
Medissa
Mgs Puji Wahid Farhan M
Maratu Solihah
Donna Novita A
Edward Wijaya L Ismangoen
Ferdy
Fifi Tandion
Fitri Anugrah
Fitrisia Rahma
Friska Monita
Gabriel Klemens
Riski Dianti F
Noor Ain Bt Moh
Nurul Wahida H

Pendahuluan
Muntah pada neonatus sering menimbulkan kecemasan
pada orang tua, bahkan bila muntah disertai darah
(hematemesis). Orang tua akan segera mencari pertolongan
dokter bila mengalami hal ini.1,2
Muntah dapat sebagai awal penyakit di dalam atau di luar
saluran cerna baik berupa infeksi,inflamasi atau kelainan
anatomi.
Peningkatan tekanan intrakranial dapat bermanifestasi awal
berupa muntah,juga adanya infeksi sitemik dapat
menimbulkan
muntah.2,3

Tinjauan Pustaka

Sifat dan ciri muntah berguna untuk mengetahui penyebab


muntah misalnya mutah yang projektil dapat dikaitkan
dengan obstruksi gastrointestinal atau tekanan intrakranial
yang meningkat3,4,5,6.

Muntah yang mengandung gumpalan susu yang tidak


berwarna coklat atau kehijauan berasal dari lambung.

Muntah yang berwarna kehijauan berasal dari duodenum


dimana terjadi obstruksi di bawah papila Vateri.

Bahan muntahan yang berwarna merah atau kehitaman


menunjukkan adanya lesi di mukosa lambung. Adanya ulkus
pada lambung menyebabkan muntah berwarna hitam,
kecoklatan, atau bahkan merah karena darah yang belum
tercerna sempurna.

Tinjauan Pustaka
Asfiksia neonatorum ialah keadaan
di mana bayi baru lahir tidak dapat
bernafas secara spontan dan teratur.
Asfiksia dapat disebabkan oleh
faktor ibu, faktor bayi dan faktor tali
pusat.

Tinjauan Pustaka
Asfiksia neonatorum dapat dibagi dalam :

Bayi normal
Asfiksia sedang
Asfiksia berat

Skor Apgar 7-10.


Skor Apgar 4-6.
Skor Apgar 0-3.

Skor Apgar adalah tes untuk mengevaluasi kondisi fisik


neonatus. Kata Apgar itu sendiri adalah akronim dari
Activity, Pulse, Grimace, Appearance,dan Respiration.
Tes Apgar dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pada menit
pertama dan kelima. Apabila kondisi bayi tidak baik atau
skor kedua-duanya rendah, tes ketiga dilakukan pada
menit ke-10.8

Tinjauan Pustaka
Tanda Apgar

Denyut jantung

Normal(diatas
100x/menit

Dibawah 100x/menit

Tidak ada

Pernapasan

Normal, tanpa usaha


bernapas yang
berlebih,
menangis kuat

Pelan, tidak teratur,


menangis lemah

Tidak bernapas

Respon/refleks
mimik

Menarik diri, batuk


oleh karena ada
rangsangan

Perubahan mimik
wajah hanya ketika
di rangsang

Tidak ada respon terhadap


rangsangan

Aktivitas otot

Aktif, pergerakan
spontan

Lengan dan kaki


menekuk dengan
sedikit pergerakan

Tidak ada gerakan sama


sekali

Tampilan (warna
kulit)

Warna kulit normal,


merata di
seluruh tubuh

Warna kulit normal


(tangan dan kaki
pucat)

Warna pucat atau kebiruan


di seluruh tubuh

Laporan Kasus

Seorang bayi lelaki berusia 3 hari dikirim oleh Rumah


Bersalin dengan keluhan muntah darah. Bayi lahir spontan
dan ketuban pecah 29 jam sebelum kelahiran. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan bayi tampak sakit, lemah,
suhu tubuh 37 C, denyut jantung 152 kali/menit. Respirasi
38 kali/menit, turgor kulit baik. Ubun-ubun besar sedikit
cekung. Diketahui ternyata bayi lahir dengan asfiksia berat
dan skor Apgar: 1. Pada pemeriksaan laboratorium 9:

Kadar Hb

Kadar leukosit total 5200/mm3


30000/mm3

Kadar trombosit

12 gr%

Normal: 12-24 gr%

80.000/l

Normal: 9000-

Pembahasan
Penyebab perdarahan gastro intestinal pada
neonatus dan anak bergantung pada umur.
Oleh karena itu sangat penting untuk mencari
kemungkinan etiologi menurut kelompok umur.
Pada neonatus penting untuk membedakan antara
hematemesis dan muntah dari darah ibu yang tertelan.

Apt tes digunakan untuk mengetahui keberadaan


hemoglobin anak atau ibu dalam darah yang
dimuntahkan. Harus diingat, darah ibu yang tertelan
bisa terdapat dalam feses neonatus (melena). Jika
darah yang tertelan banyak, bayi dapat memuntahkan
darah berwarna merah terang.

Pembahasan
Anamnesis
Anamnesis untuk riwayat penyakit sekarang. Perlu
ditanyakan frekuensi muntah darah, warna darah
(muntah & tinja), riwayat kehamilan dan persalinan,
adakah bayi dilahirkan prematur yang merupakan
faktor resiko necrotizing enterocolitis, dan onset
muntah.
Untuk mengetahui riwayat kehamilan dapat ditanya
riwayat obat-obatan yang dikonsumsi sewaktu hamil,
riwayat perdarahan, asupan gizi seimbang atau tidak,
serta status kehamilan. Penting diketahui jenis obat
yang dikonsumsi, karena ini berkait dengan defisiensi
vitamin K.11

Pembahasan

Pemeriksaan Fisik
Secara inspeksi dilihat keadaan umum bayi, tandatanda vital, apakah bayi demam, warna kulitnya
pucat atau tidak, serta adanya lesi di kulit atau gusi.
Pada bayi yang mengalami trombositopenia,
keadaan umumnya tampak sakit. Turut diperiksa
apakah bayi mengalami purpura, petechiae atau
perdarahan di tempat lain. Purpura dan petechiae
adalah salah satu manifestasi dari Neonatal
Alloimmune Thrombocytopenia (NAIT)12
Massa serta rigiditas di bagian perut diperiksa secara
palpasi dan dengan perkusi, jika kedengaran pekak,
menandakan adanya massa di bagian tersebut.
Secara auskultasi, bising usus hiperaktif selalu
didapatkan pada perdarahan gastrointestinal bagian
atas.13

Pembahasan

Pemeriksaan Tambahan

Apt Downey Test digunakan untuk mengetahui apakah darah


yang dimuntahkan berasal dari darah ibu atau bayi itu
sendiri. Warna merah jambu menandakan darah bayi, jika
berwarna kuning kecokelatan menunjukkan darah ibu. 14

Pemeriksaan darah lengkap juga diperlukan untuk menilai


apakah jumlah trombositnya normal. Untuk menentukan
beratnya perdarahan, kadar Hb dan hematokrit harus
dimonitor per jam.

Kultur feses turut berguna untuk melihat kehadiran bakteri


patogen. Adanya darah samar dalam feces (Tes Guaiak
positif).

Pemeriksaan prothrombin time (PT) dan activated partial


thromboplastin time (aPTT) diperlukan untuk mengetahui
kemungkinan penyakit defisiensi vitamin K dan NEC.

Pembahasan
Diagnosis
Stress

Banding

Ulcer
Tertelan Darah Ibu (Maternal Swallow
Blood)
Alergi Susu
Necrotizing Entero Colitis (NEC)
Volvulus

Pembahasan
Diagnosis

Kerja

Hematemesis e.c. Stress Ulcer dan atau


sepsis.

Stress ulcer pada neonatus disebabkan oleh


syok, sepsis, dehidrasi dan severe respiratory
distress. Tanda-tanda yang timbul adalah
anoreksia, menangis setelah makan dan
hematemesis. Neonatus yang mengalami
asfiksia, masa kelahiran yang panjang,
kelahiran dengan pembedahan dan respiratory
distress berisiko tinggi mendapat penyakit
ini15.

Pembahasan
Pengobatan

Pengobatan stress ulcer baik primer maupun


sekunder sama saja. Obat yang digunakan ialah
sukralfat,H2 antagonis reseptor (cimetidin,
ranitidin), proton pump inhibitors (omeprazol
dan lansoprazol) serta vasokonstriktor (analog
somatostatin, vasopresin).

Namun pada kasus di atas khususnya pada


neonatus untuk mencegah timbulnya ulkus, ph
asam lambung harus dipertahankan dengan
pemberian antasid dengan dosis 1ml/kgBB.

Pembahasan
Prognosis
Dengan

perawatan yang baik,


kemungkinan penyakit ini kambuh
amat rendah. Prognosisnya ad
bonam.

Pembahasan
Pencegahan

Tindakan pencegahan dengan terapi saat kehamilan sang ibu. Jika


kehamilan kurang dari 38 minggu dilakukan metode konservatif.
Ibu hamil diwajibkan istirahat, dibantu pemberian obat-obatan
yang tidak menimbulkan kontraksi, biasanya melalui infus.

Bila si bayi belum cukup besar, dokter akan memberikan obatobatan untuk mematangkan paru-parunya agar jika terpaksa
dilahirkan, janin sudah siap hidup di luar rahim ibunya. Di
samping itu, ibu pun akan diberi antibiotika untuk mencegah
infeksi.

Umumnya cara ini berhasil dilakukan. Melalui bed rest, air


ketuban dicegah keluar dalam jumlah lebih banyak. Sementara
itu, lapisan kantung yang sebelumnya terbuka pun akan menutup
kembali. Cairan ketuban akan dibentuk kembali oleh amnion,
sehingga janin bisa tumbuh lebih matang lagi.

Kesimpulan

Perdarahan saluran cerna pada neonatus maupun


anak dapat berasal dari saluran cerna atas atau
dari saluran cerna bawah yang menifestasi
klinisnya berbeda.

Hal yang utama diperhatikan pada perdarahan


saluran cerna pada neonatus dan anak adalah
mengatasi agar tidak terjadi shok hipovolemik
karena perdarahan. Hal lain yang perlu
diperhatikan adalah memastikan lokasi
perdarahan.

Anamnesa dan pemeriksaan fisik yang tepat akan


menghindari kita dari pemeriksaan penunjang
yang berlebihan.

Daftar Pustaka
1. Murry KF, Christie DL. Vomiting Pediatrics in Review Vol. 19 No. 10 October 2000
2. Wood JD,Alpers DH, Andrews PL Fundamentals of neurogastroenterology Gut;
Sep2001;
3. Fitzgerald JF,Clark JH.; Manual of pediatric gastroenterology. Churchill livingstones;
2002. p 25-32.
4. Dodge JA.; Vomiting and regurgitation. In Pediatric gastrointestinal Disease.
Pathophysiology, Diagnosis, Management. Ed by Durie, Hamilton, Walker smith,
Watkins. Black and Decker Inc; 2002. p 32-41.
5. Orensteins SR. Dysphagia and vomiting. In Pediatric Gastrointestinal Disease .
Pathophysiology, Diagnosis, Management. Edited by Willy R, Hyams JS. WB Saunders
Comp; 2001. p.135-150.
6. Sondheimer JM. Vomiting. In Pediatric Gastrointestinal Disease 3rd ed. Edited by
Walter, Durie, Hamilton, Walkersmith, Watkins. Black and Decker Inc; 2003. p 97-115.
7. Green M. Pediatric diagnosis interpretation of symptoms and signs in diffferent age
periode. WB Saunders 4th ed; 2000. p 213-223.
8. Asfiksia Neonatorum. Avaiable at: http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugasmakalah/ilmu-kesehatan/asfiksia-neonatorum Accesed on October 5, 2009.

Daftar Pustaka
9. Sutedjo A.Y. Buku Saku Mengenal Penyakit Melalui Hasil Pemeriksaan Laboratorium.
Yogyakarta: Amara Books ; 2007.
10. Hamoui N, Docherty S D. Crookes P F.Gastrointestinal hemorrhage : is the surgeon
obsolete? Emerg Med Clin N Am 21 ; 2003. p 1017-56
11. Geoffrey A, Bertil G. Pediatric Clinics of North America. Volume 49 Number 6.
Penerbit: W. B. Saunders Company ; 2002.
12. Neonatal Thrombocytopenia. Marina M. Perez-Fournier. Avaiable at:
http://www.metrohealth.org/documents/patient
%20services/neonatology/Thrombocytopenia.pdf
Accesed on October 5, 2009.
13. Pediatrics, Gastrointestinal Bleeding. Rhenee Y. Avaible at:
http://emedicine.medscape.com/article/802064-overview Accesed on October 5, 2009.
14. Gastrointestinal Bleeding. Avaiable at:
http://www.wrongdiagnosis.com/r/rectal_bleeding/book- diseases-15a.htm Accesed on
October 5, 2009.
15.

Stress Associated Gastric Bleeding. Sharma D. Avaiable at:


http://indianpediatrics.net/nov1991/1305.pdf Accesed on October 5, 2009