You are on page 1of 6

ABSTRAKSI

Tujuan dari percobaan aerobik adalah untuk mengetahui removal bahan organik
(glukosa) dan pupuk NPK dengan menggunakan lumpur aktif Sungai Brantas dan Sungai
Soda dalam keadaan aerobik.
Prosedur percobaan dari percobaan aerob ini adalah yang pertama melakukaan
standarisasi KMnO4 yaitu dengan memanaskan 100 ml air suling dan menambahkan H2SO4
8 N 5 ml dalam erlenmeyer sampai suhu 60C, menambahkan 10 ml asam oksalat 0,01 N dan
di titrasi dengan larutan KMnO4 yang sudah di standartkan, menghitung normalitas KMnO 4
dengan cara: N KMnO4 = ( 10 ml x 0,01 N ) / Volume KMnO4 (ml), yang kiedua yaitu
menimbang lumpur aktif 10 gram, glukosa 2000 ppm dan NPK 2000 ppm atau (4 gr),
kemudian menambahkan dengan air PDAM sampai batas erlenmeyer 2000 ml. Setelah itu
mengaerasi larutan tersebut dengan udara sesuai variabel yaitu 5, 15, 30, 60, 100 menit
kemudian melakukan analisa COD dan lumpur aktif untuk setiap variabel waktu aerasi.
Analisa COD dilakukan dengan memasukkan 100 ml sampel ke dalam erlenmeyer 300 ml,
kemudian menambahkan 5 ml H2SO4 8 N dan batu didih lalu memanaskan larutan tersebut
sampai suhu 70oC. Menambahkan 10 ml larutan standart KMnO4 dalam larutan tersebut dan
meneruskan pemanasan sampai 10 menit sehingga larutan yang semula berwarna merah
muda berubah menjadi bening. Segera menambahkan 10 ml asam oksalat 0,01 N. Menitrasi
kelebihan asam oksalat dengan KMnO4 0,02 N sampai timbul warna merah muda. Untuk
analisa lumpur aktif dilakukan dengan cara menimbang cawan kosong, kemudian mengambil
sampel sebanyak 10 ml ke dalam cawan, menimbangnya sehingga berat cawan dan sampel
didapatkan. Mengeringkannya (cawan+sampel) ke dalam oven pada suhu 105 oC.
Menimbang berat cawan+sampel yang sudah dikeringkan. Kemudian dari data yang
diperoleh digunakan untuk menghitung kandungan bahan padat kering TSS, inorganik
terlarut dan organik terlarut.
Dari percobaan dapat disimpulkan aebagai berikut penambahan nutrien NPK dan
glukosa digunakan untuk sumber makanan bagi mikroorganisme untuk berkembeng biak
sehingga dapat menguraikan limbah. Semakin lama waktu aerasi, maka semakin kecil kadar
ppm KMnO4 yang dibutuhkan. Semakin lama waktu aerasi maka nilai COD yang diperoleh
semakin kecil pula. Total Suspended Solid akan semakin menurun dengan semakin
bertambahnya waktu aerasi.

DAFTAR ISI
COVER
FOTOCOPY COVER
ABSTRAKSI

DAFTAR ISI

ii

DAFTAR TABEL .............................................................................................................

iii

DAFTAR GAMBAR ........................................................................................................

iv

BAB I PENDAHULUAN
I.1 Tujuan Percobaan
I.2 Dasar Teori
I.3 Aplikasi Pengolahan Limbah

11

BAB II METODOLOGI PERCOBAAN


II.1 Variabel Percobaan

. 12

II.2 Bahan yang digunakan

. 12

II.3 Alat yang digunakan

. 12

II.4 Prosedur Percobaan

. 13

II.5 Diagram alir percobaan ............. 14


II.6 Gambar alat

............................................................................................. 16

BAB III HASIL PERCOBAAN


III.1 Hasil Percobaan

. 18

III.1.1 Tabel Hasil Percobaan.

18

III.1.2 Tabel Hasil Perhitungan . 19


III.2 Pembahasan

. 20

BAB IV KESIMPULAN

. 25

DAFTAR PUSTAKA . v
DAFTAR NOTASI

. vi

APPENDIKS

. vii

LAMPIRAN : ~ Laporan sementara


~ Literatur
~ Lembar revisi

DAFTAR PUSTAKA
1. Agustiani, E., Ir., M.Eng. Diktat Kuliah PLIK. Program Studi D3 Teknik Kimia FTIITS. Surabaya. 2002
2. Mahida, U.N. Pencemaran Air dan Pemanfaatan Limbah Industri. CV Rajawali.
Jakarta. 1981
3. Forlink.com, Paket Terapan Produksi bersih Pada Industri Tekstil pengolahan limbah
Cair Dengan Proses Biologi .
4. Shah, Kanthi .L. Basics of solid and Hazardous waste Management Technology.
Prentice Hall. New Jersey. 2000
5. Sugiharto, Dasar-Dasar Pengolahan Air Limbah Unversitas Indonesia Press, Jakarta,
1987.
6. Tchobanoglous, George. Wastewater Engineering : Treatment Disposal Re-Use. Mc
Graw Hill Publishing Company LTD. New Delhi. 1979
7. , Buku Petunjuk Praktikum Pengolahan Limbah Industri Kimia, Program Studi
D3 Teknik Kimia, FTI-ITS, Surabaya, 2005.

DAFTAR NOTASI
Symbol
BE

Keterangan
Berat ekivalen

Satuan
mg/mol

BM

Berat molekul

mg/mol

COD

Chemicals Oxygen Demand

mg/liter

mg KmnO4

Miligram

mg

Normalitas

ppm

Part per milion

mg/liter

Waktu aerasi

menit

TSS

Total suspended solid

mg/liter

Volume

ml

W0

Berat cawan kosong

gr

W1

Berat cawan + sampel sebelum dioven

gr

W2

Berat cawan + sampel setelah dioven

gr

APPENDIKS

1.

Menghitung normalitas KMnO4 melalui standarisasi KMnO4 dengan asam oksalat


Volume asam oksalat

= 10 ml

Normalitas asam oksalat

= 0,01 N

Volume KMnO4

= 0,733 ml

N1 x V1

= N2 x V2

N KMnO4

= V asam oksalat x N asam oksalat


Volume KMnO4
= 10 x 0,01
0,733
= 0,136 N

2.

Menghitung ppm KMnO4


Contoh perhitungan untuk waktu aerasi 5 menit pada sampel Sludge Brantas
Volume rata-rata KMnO4 (a)

= 0,210 ml

Normalitas KMnO4 yang sebenarnya (b)

= 0,136 N

Normalitas asam oksalat (c)

= 0,01 N

Volume sampel Sungai Brantas (pd taerasi 5 menit) (d)= 10 ml

ppm KMnO4 = mg KMnO4/liter

10 a xb 10xc x 61.6x1000
d

={(10+0.21) x 0.136 (10 x 0.01)} x 61,6 x 1000


10
= 7937,5296 ppm ( mgr/lt )

3.

Menghitung mg KmnO4
Contoh perhitungan untuk waktu aerasi 5 menit pada sampel Sludge Brantas.
ppm KmnO4

= 7937,5296 ppm ( mgr/lt )

Vrata-rata KmnO4

= 0,210 ml = 0,00021 liter

mg KmnO4

= ppm x Vrata-rata KMnO4


= 7937,5296 (mgr/lt) x 0,00021 ( liter )
= 1,666881 mg

4.

Menghitung COD
Contoh perhitungan untuk waktu aerasi 5 menit pada sampel Sludge Brantas.
BM KmnO4

= 158 gr/mol

BE KmnO4

= 158 gr/mol

BM O2

= 32 gr/mol

mg KmnO4

= 1,666881 mg

COD

mgKMnO4
xBEKMnO4 xBMO2
BMKMnO4

= 1,666881 x 158 x 32
158
= 53,340192 mg

5.

Menghitung TSS, Inorganik terlarut, dan organik terlarut


Contoh perhitungan untuk waktu aerasi 5 menit pada sampel Sludge Brantas
Berat cawan kosong, Wo

= 29,30 gr

Berat cawan + sampel


- Sebelum dioven, W1

= 36,05 gr

- Setelah dioven, W2

= 29,37 gr

Volume sampel

= 10 ml

TSS

W1 W0
1000
volumesampel

= 36,05 29,30
10
= 675 gr/liter
Inorganik terlarut

x 1000
W2 W0
x1000
volumesampel

= 29,37 29,30
10

x 1000

= 7 gr/liter
Organik terlarut

= TSS - inorganik terlarut


= 675 - 7
= 668 gr/liter