You are on page 1of 20

adalah hak-hak dasar yang melekat pada

diri manusia secara kodrati, universal dan


abadi sebagai anugerah tuhan yang maha
esa.

KONSEP HAM
konsepsi HAM mempunyai jangkauan yang
luas dan komplek, tetapi kenyataannya
hanya menyentuh para aparat
pemerintahan saja khususnya para penegak
hukum.

Batas antara kewenangan tugas alat


negara/penegak hukum yang merupakan
representasi negara sebagai
otoritaskekuasaan dan penyelenggara
negara dengan poelanggaran HAM sangat
tipis, untuk itu perlu pemahaman yang
mendalam dari penegak hukum dan alat
negara terhadap konsep HAM.

Hukum HAM memusatkan fokus kepada


kepentingan pribadi dan kelompok pribadi
dengan pemerintah
Secara ideal hukum HAM harus
memperhatikan harmonisasi kehidupan
masyarakat dalam negara sehingga ada
batas yang jelas antara penegakan hukum
dan pelanggaran HAM.

Terjadinya pelanggaran HAM di Indonesia


disebabkan oleh beberapa indicatorindikator antara lain:
1. Pendekatan pembangunan pada masa
orde baru yang mengutamakan Security
Approach dapat menjadi penyebab
terjadinya pelanggaran HAM oleh
pemerintah

2. Sentralisasi kekuasaan yang dilakukan


orde baru, dengan pemusatan kekuasaan
pada pemerintah pusat yang nota bene
pada figure seorang presiden,
3. Kualitas layanan publik yang masih
rendah sebagai akibat belum terwujudnya
good governance yang ditandai dengan
transparansi diberbagai bidang,
akuntabilitas, penegakan hukum yang
berkeadilan, dan demokratisasi.

4. Konflik horizontal dan konflik vertikal


telah melahirkan berbagai tindakan
kekerasan yang melanggar hak asasi
manusia baik oleh sesama kelompok
masyarakat, perorangan, maupun oleh
aparat
5. Pelanggaran terhadap hak asasi kaum
perempuan masih sering terjadi

6. Pelanggaran hak asasi anak


7. Sebagai akibat dari belum terlaksananya
supremasi hukum di Indonesia,

1. supremasi hukum dan demokrasi harus


ditegakkan, pendekatan hukum dan dialogis
harus dikemukakan dalam rangka
melibatkan partisipasi masyarakat dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara.
2. desentralisasi melalui otonomi daerah
3. mengadakan reformasi dalam rangka
meningkatkan kualitas pelayanan publik
untuk mencegah terjadinya berbagai
bentuk pelanggaran hak asasi manusia oleh
pemerintah.

4. menyelesaikan akar permasalahan secara


terencana, adil dan menyeluruh.
5. lebih konsekuen dalam mematuhi
Konvensi Perempuan sebagaimana yang
telah diratifikasi dalam Undang-Undang No. 7
tahun 1984
6. Anak harus diperlakukan dengan cara
yang memajukan martabat dan harga
dirinya, tidak boleh dikenai siksaan,
perlakuan atau hukuman yang kejam dan
tidak manusiawi

7. Supremasi hukum harus ditegakkan,


sistem peradilan harus berjalan dengan baik
dan adil,
8. Perlu adanya control dari masyarakat
(social control) dan pengawasan dari
lembaga politik

a. Hak-hak tersangka/terdakwa telah dilindungi dalam


KUHAP (UU No. 8 Tahun 1981).
b. UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.
C. UU No. 23 Tahun 2001 tentang Penghapusan Tindak
Kekerasan Dalam Rumah Tangga.]
d. PP No. 24 Tahun 2004 tentang Tata Cara Perlindungan
Terhadap Saksi, Penyidik, Penuntut Umum Dan Hakim
Dalam Perkara Tindak Pidana Terorisme.
e. PP No. 2 Tahun 200 tentang Tata Cara Perlindungan
Terhadap Korban Dan Saksi Dalam Pelanggaran HAM
Berat.

Pasal 13 Undang-Undang Nomor 2 Tahun


2002 tentang Polri.
Polri sebagai aparat penegak hukum, dalam
melaksanakan tugasnya secara yuridis
Penggunaan kekerasan oleh polisi dalam
melaksanakan tugasnya dalam penegakan
hukum dan kamtinas telah diatur dan diakui
antara lain:

1. Dalam Pasal 3 Code of Conduct for Law


enforcement officials (1979)
2. Dalam kongres PBB tentang Prevention of
Crime and Treatment offender di Havana, Kuba
(1990)
3. Dalam hukum positif juga diatur penggunaan
kekerasan oleh Polri dalam melaksanakan tugas,
antara lain: a). UU No. 2 Tahun 2002 tentang
Polri dalam Pasal 18 ayat (1). b). Dalam KUHP
Pasal 50 KUHP dan Pasal 51 KUHP

Penegakan hukum merupakan suatu proses


untuk mewujudkan hukum yang dicita-citakan
yang bersifat abstrak menjadi wujud yang
konkrit
hambatan-hambatan:
a. Dalam substansi hukumnya
b. Dalam kondisi masyarakat yang dihadapi
masih terdapat adanya sikap-sikap dan perilaku
masyarakat yang tidak/kurang menguntungkan
untuk terselenggaranya penegakan hukum
yang baik

penegakan HAM bertujuan mewujudkan nilai-nilai


etika dan moral didalam kehidupan manusia
secara universal, didalam nilai etika dan moral
tersebutsecara implisit terkandung nilai penegakan
hukum.
HAM sebagai suatu bentuk kejahatan yang
melibatkan otoritas kekuasaan sebagai pribadi
maupun kelompok.
Pelanggaran akan terungkap manakala rezim suatu
pemerintahan berakhir atau tumbang sehingga
sistem pendukung lainnya juga tidak berfungsi.

Tugas polisi sangat penting dalam menjaga


supremasi HAM dalam kehidupan sosial
sebagaimana terdapat dalam UndangUndang No. 2 Tahun 2002.
namun dalam praktek masih ditemukan
kendala-kendala yang bersifat eksternal dan
internal

Dalam melaksanakan tugasnya terutama


dalam melakukan pemeriksaan polisi tetap
harus menghormati hak-hak tersangka
terlebih didampingi seorang pengacara.
pengacara/ penasehat hukum sangat
dibutuhkan untuk menyertai tersangka atau
terdakwa selama pemeriksaan oleh polisi
sampai mereka dinyatakan terbukti
bersalah oleh pengadilan

Meningkatkan perhatian terhadap Hak Asasi


Manusia (HAM) dan penegakan hukumnya
diperlukan niat dan kemauan yang serius dari
pemerintah, aparat penegak hukum, dan elit politik
agar penegakan hak asasi manusia berjalan sesuai
dengan apa yang dicita-citakan.
Untuk menanggulangi semakin meningkatnya serta
mencegah agar pelanggaran hak asasi manusia
dimasa lalu tidak terulang kembali dimasa sekarang
dan masa yang akan datang merupakan sudah
menjadi kewajiban bersama segenap komponen
bangsa