You are on page 1of 30

SISTEM

HEMATOLOGI
Kristamuliana, S.Kep.,Ns.
Bagian Ilmu Keperawatan Dewasa
STIKES Panakkukang Makassar

Defenisi
Hematologi adalah cabang ilmu

kesehatan yang mempelajari


darah, organ pembentuk darah
dan penyakitnya
Asal katanya dari bahasa Yunani
yaitu haima artinya darah

DARAH
Darah adalah suatu

suspensi partikel dalam


suatu larutan cair yang
mengandung elektrolit dan
merupakan suatu medium
pertukaran antar sel

Komponen darah

Butir2 darah => eritrosit,

leukosit & trombosit


Plasma darah => bagian cair
darah: elektrolit, air dan protein

Fungsi Darah
Transportasi
Termoregulasi
Imunologi
Homeostasis

Proses pembentukan sel darah


Terjadi pada awal masa embrional => hati &

limpa
Minggu ke 20 (embrio) => sel darah mulai
terbentuk di sum-sum tulang
Setelah lahir => semua sel darah diproduksi
di sum-sum kecuali limfosit => limfe, thymus
< 5 tahun sel darah diproduksi di semua sumsum 5 20 thn => sum-sum tlg pnjg tdk lg
membentuk sel darah
> 20 thn => vertebra, sternum, iga

Eritrosit (Sel Darah


Merah)
Sel darah merah atau eritrosit

adalah sel yang tidak berinti


yang berumur 120 hari
dengan proses pematangan
sel darah merah 1 minggu dan
tidak mempunyai organel dan
ribosom

Lanjut...
Merupakan bagian utama dari sel darah.
Jumlah pada pria dewasa sekitar 5 juta

sel/cc darah dan pada wanita sekitar 4 juta


sel/cc darah.
Berwarna merah disebabkan oleh
Hemoglobin (Hb)
Fungsinya adalah untuk mengikat Oksigen.
Eritrosit berusia sekitar 120 hari. Sel yang
telah tua dihancurkan di Limpa

Pembentukan sel darah merah


Proses pembentukan sel darah

merah disebut dengan


eritropoesis melalui sum sum
tulang belakang --- jaringan lunak
yang seluler yang mengisi
rongga internal tulang sum sum
tulang belakng dapat
memproduksi sel darah merah
dengan kecepatan 2 3 juta x /

Lanjut...
Pembentukan eritrosi pada usia

prenatal yaitu selama masa


perkembangan janin , eritosit di
produksi di kantong kunir ( yolk suc )--Usia janin 3 10 minggu , kemudian
akan dilanjutkan di hati pada usia janin
6 minggu sampai janin berusia 3-4
bulan dan masih berlansung beberapa
minggu sebelum janin lahir

Lanjut...
Setelah itu limfa di mulai pada

usia janin 10 minggu mencapai


puncaknya usia 4 bulan dan
menurun sesudah usia 6 bulan .
kemudian akan di ambil alih
oleh sum sum tulang belakang
sampai seumur hidup .

Lanjut.....
Eritropoesis dikontrol oleh

eritropoetin dari ginjal. Terjadinya


penurunan oksigen ke ginjal akan
merangsang pengeluaran
hormon eritropoitein yang masuk
ke dalam darah dan kemudian
akan merangsang sum sum
tulang belakang untuk
menghasilkan sel darah merah

Lanjut....
Sel darah merah mengakhiri

hidup nya di limpa. Karena bentuk


jaringan kapilernya yang sempit
dan berbelit-belit akan membuat
sel-sel manjadi rapuh dan terjepit
dan hancur, fungsi lain dari limpa
yaitu dapat menyimpan trombosit
dan limfosit

Lekosit (Sel Darah Putih)


Mempunyai nukeus dan tidak

mempunyai hemoglobin dan


merupakn unit yang mobiler
dalam sistem pertahanan tubuh
(imunitas) yang mengacu pada
kemampuan tubuh untuk
menghancurkan benda asing yang
masuk ke dalam tubuh.

Lanjut...
Fungsi utama dari sel tersebut

adalah untuk Fagosit (pemakan) bibit


penyakit/ benda asing yang masuk ke
dalam tubuh.
Maka jumlah sel tersebut bergantung
dari bibit penyakit/benda asing yang
masuk tubuh.
Peningkatan jumlah lekosit
merupakan petunjuk adanya infeksi

Nilai normal leukosit


Neonatus =10.000-25.000
10-7 tahun = 6.000-18.000
8-12 tahun = 4.500-13.500
Dewasa =5.000-10.000

Jumlah leukosit abnormal


Lekopeni => Berkurangnya

jumlah lekosit sampai di bawah


6000 sel/cc darah.
Lekositosis => Bertambahnya
jumlah lekosit melebihi normal
(di atas 9000 sel/cc darah).

Fungsi leukosit
Memakan invasi oleh patogen melalui

proses fagositosis
Mengidentifikasi dan menghancurkan
sel-sel kanker yang muncul dalam
tubuh
Berperan sebagai petugas pembersih
sampah tubuh dari debris yang berasal
dari sel yang cidera atau mati.

Jenis2 Leukosit
1. Granulosit=>Lekosit yang di dalam
sitoplasmanya memiliki butir-butir kasar
(granula). Jenisnya adalah eosinofil, basofil dan
netrofil
Eosinofil: mengandung granola berwama merah

(Warna Eosin)disebut juga Asidofil. Berfungsi pada


reaksi alergi (terutama infeksi cacing).
Basofil: mengandung granula berwarna biru.
Berfungsi pada reaksi alergi.
Netrofil: (ada dua jenis sel yaitu Netrofil Batang dan
Netrofil Segmen). Disebut juga sebagai sel-sel PMN
(Poly Morpho Nuclear). Berfungsi sebagai fagosit.

Lanjut...
Agranulosit => Lekosit yang
sitoplasmanya tidak memiliki granula.
Jenisnya adalah limfosit dan monosit.
Limfosit => (ada dua jenis sel yaitu
sel T dan sel B). Keduanya berfungsi
untuk menyelenggarakan imunitas
(kekebalan) tubuh.
Monosit => merupakan lekosit
dengan ukuran paling besar

2.

Trombosit (KEPING
DARAH)
Trombosit dalah fragmen sel sel

yang berasal dari megakariosit


besar di sumsum tulang.trombosit
berperan penting dalam
hemostasis,penghentian
peredaran dari pembuluh yang
cidera

Lanjut....
Disebut pula sel darah pembeku.

Jumlah sel pada orang dewasa sekitar


200.000 - 500.000 sel/cc. Di dalam
trombosit terdapat banyak sekali
faktor pembeku (Hemostasis) antara
lain adalah Faktor VIII (Anti
Haemophilic Factor) Jika seseorang
secara genetis trombositnya tidak
mengandung faktor tersebut, maka
orang tersebut menderita Hemofili.

Mekanisme Pembekuan
darah

PLASMA DARAH
Terdiri dari air dan protein darah

Albumin, Globulin dan Fibrinogen.


Cairan yang tidak mengandung
unsur fibrinogen disebut Serum
Darah.
Protein dalam serum inilah yang
bertindak sebagai Antibodi terhadap
adanya benda asing (Antigen).

Lanjut...
Tiap antibodi bersifat spesifik

terhadap antigen dan reaksinya


bermacam-macam.
Antibodi yang dapat
menggumpalkan antigen =>
Presipitin.
Antibodi yang dapat menguraikan
antigen => Lisin.
Antibodi yang dapat menawarkan

Lanjut....
Antigen merupakan bahan asing

yang dikenal dan merupakan target


yang akan dihancurkan oleh sistem
kekebalan tubuh
Antibodi adalah protein yang dapat
ditemukan pada darah atau kelenjar
tubuh vertebrata lainnya, dan
digunakan oleh sistem kekebalan
tubuh untuk mengidentifikasikan dan
menetralisasikan benda asing seperti

Golongan darah
Golongan darah adalah ciri khusus

darah dari suatu individu karena


adanya perbedaan jenis karbohidrat
dan protein pada permukaan
membran sel darah merah.
Dua jenis penggolongan darah yang
paling penting adalah penggolongan
ABO dan Rhesus (faktor Rh).

Gol. Darah A
Individu dengan golongan darah A

memiliki sel darah merah dengan antigen


A di permukaan membran selnya dan
menghasilkan antibodi terhadap antigen
B dalam serum darahnya. Sehingga,
orang dengan golongan darah A-negatif
hanya dapat menerima darah dari orang
dengan golongan darah A-negatif atau Onegatif.

Gol. Darah B
Individu dengan golongan darah B

memiliki antigen B pada permukaan


sel darah merahnya dan menghasilkan
antibodi terhadap antigen A dalam
serum darahnya. Sehingga, orang
dengan golongan darah B-negatif
hanya dapat menerima darah dari
orang dengan dolongan darah Bnegatif atau O-negatif

Gol. Darah AB
Individu dengan golongan darah AB memiliki

sel darah merah dengan antigen A dan B


serta tidak menghasilkan antibodi terhadap
antigen A maupun B. Sehingga, orang
dengan golongan darah AB-positif dapat
menerima darah dari orang dengan golongan
darah ABO apapun dan disebut resipien
universal. Namun, orang dengan golongan
darah AB-positif tidak dapat mendonorkan
darah kecuali pada sesama AB-positif.

Gol. Darah O
Individu dengan golongan darah O

memiliki sel darah tanpa antigen, tapi


memproduksi antibodi terhadap
antigen A dan B. Sehingga, orang
dengan golongan darah O-negatif
dapat mendonorkan darahnya
kepada orang dengan golongan
darah ABO apapun dan disebut donor
universal. Namun, orang dengan
golongan darah O-negatif hanya