You are on page 1of 15

Pengertian Dan Macam-Macam HAM (Hak Asasi Manusia)

1. Pengertian HAM
Menurut UU No 39/1999, HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada manusia
sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib
dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh Negara, hukum, pemerintah dan
setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.
Dengan akal budinya dan nuraninya, manusia memiliki kebebasan untuk
memutuskan sendiri perbuatannya. Disamping itu, untuk mengimbangi
kebebasannya tersebut manusia memiliki kemampuan untuk bertanggung jawab
atas semua tindakan yang dilakukannya.
Kebebasan dasar dan hak-hak dasar itulah yang disebut Hak Asasi Manusia yang
secara kodratnya melekat pada diri manusia sejak manusia dalam kandungan yang
membuat manusia sadar akan jatidirinya dan membuat manusia hidup bahagia.
Setiap manusia dalam kenyataannyalahir dan hidup di masyarakat. Dalam
perkembangan sejarah tampak bahwa Hak Asasi Manusia memperoleh maknanya
dan berkembang setelah kehidupan masyarakat makin berkembang khususnya
setelah terbentuk Negara. Kenyataan tersebut mengakibatkan munculnya
kesadaran akan perlunya Hak Asasi Manusia dipertahankan terhadap bahayabahaya yng timbul akibat adanya Negara, apabila memang pengembangan diri dan
kebahagiaan manusia menjadi tujuan.
Berdasarkan penelitian hak manusia itu tumbuh dan berkembang pada waktu Hak
Asasi Manusia itu oleh manusia mulai diperhatikan terhadap serangan atau bahaya
yang timbul dari kekuasaan yang dimiliki oleh Negara. Negara Indonesia
menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia dan kewajiban dasar manusia. Hak secara
kodrati melekat dan tidak dapat dipisahkan dari manusia, karena tanpanya manusia
kehilangan harkat dan kemanusiaan. Oleh karena itu, Republik Indonesia termasuk
pemerintah Republik Indonesia berkewajiban secara hokum, politik, ekonomi, social
dan moral untuk melindungi, memajukan dan mengambil langkah-langkah konkret
demi tegaknya Hak Asasi Manusia dan kebebasan dasar manusia.

2. Landasan Hukum Hak Asasi Manusia di Indonesia


Bangsa Indonesia mempunyai pandangan dan sikap mengenai Hak Asasi Manusia
yang bersumber dari ajaran agama, nilai moral universal, dan nilai luhur budaya
bangsa, serta berdasarkan pada Pancasila dan Undang-undang dasar 1945.
Pengakuan, jaminan, dan perlindungan Hak Asasi Manusia tersebut diatur dalam
beberapa peraturan perundangan berikut:
A. Pancasila
a) Pengakuan harkat dan martabat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
b) Pengakuan bahwa kita sederajat dalam mengemban kewajiban dan memiliki hak
yang sama serta menghormati sesamam manusia tanpa membedakan keturunan,
agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan social, warna kulit, suku dan
bangsa.
c) Mengemban sikap saling mencintai sesamam manusia, sikap tenggang rasa, dan
sikap tida sewenang-wenang terhadap orang lain.
d) Selalu bekerja sama, hormat menghormati dan selalu berusaha menolong
sesame.
e) Mengemban sikap berani membela kebenaran dan keadilan serta sikap adil dan
jujur.
f) Menyadari bahwa manusia sama derajatnya sehingga manusia Indonesia merasa
dirinya bagian dari seluruh umat manusia.
B. Dalam Pembukaan UUD 1945
Menyatakan bahwa kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa, dan oleh karena
itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan pri
kemanusiaan dan pri keadilan. Ini adalah suatu pernyataan universal karena semua
bangsa ingin merdeka. Bahkan, didalm bangsa yang merdeka, juga ada rakyat yang
ingin merdeka, yakni bebas dari penindasan oleh penguasa, kelompok atau
manusia lainnya.
C. Dalam Batang Tubuh UUD 1945
a) Persamaan kedudukan warga Negara dalam hokum dan pemerintahan (pasal 27
ayat 1)
b) Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak (pasal 27 ayat 2)
c) Kemerdekaan berserikat dan berkumpul (pasal 28)
d) Hak mengeluarkan pikiran dengan lisan atau tulisan (pasal 28)
e) Kebebasan memeluk agama dan beribadat sesuai dengan agama dan
kepercayaanya itu (pasal 29 ayat 2)
f) hak memperoleh pendidikan dan pengajaran (pasal 31 ayat 1)

g) BAB XA pasal 28 a s.d 28 j tentang Hak Asasi Manusia


D. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia
a) Bahwa setiap hak asasi seseorang menimbulkan kewajiban dasar dan tanggung
jawab untuk menghormati HAM orang lain secara timbale balik.
b) Dalm menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orangbwajib tunduk kepada
pembatasan yang ditetapkan oleh UU.
E. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia
Untuk ikut serta memelihara perdamaian dunia dan menjamin pelaksanaan HAM
serta member I perlindungan, kepastian, keadilan, dan perasaan aman kepada
masyarakat, perlu segera dibentuk suatu pengadilan HAM untuk menyelesaikan
pelanggaran HAM yan berat.
F. Hukum Internasional tentang HAM yang telah Diratifikasi Negara RI
a) Undang- undang republic Indonesia No 5 Tahun 1998 tentang pengesahan
(Konvensi menentang penyiksaan dan perlakuan atau penghukuman lain yang
kejam, ridak manusiawi, atau merendahkan martabat orang lain.
b) Undang-undang Nomor 8 tahun 1984 tentang pengesahan Konvensi Mengenai
Penghapusan segala Bentuk Diskriminasi terhadap Wanita.
c) Deklarasi sedunia tentang Hak Asasi Manusia Tahun 1948 (Declaration Universal
of Human Rights).
3. Macam-Macam Hak Asasi Manusia
a) Hak asasi pribadi / personal Right
Hak kebebasan untuk bergerak, bepergian dan berpindah-pndah tempat
Hak kebebasan mengeluarkan atau menyatakan pendapat
Hak kebebasan memilih dan aktif di organisasi atau perkumpulan
Hak kebebasan untuk memilih, memeluk, dan menjalankan agama dan
kepercayaan yang diyakini masing-masing
b) Hak asasi politik / Political Right

Hak
Hak
Hak
Hak

untuk memilih dan dipilih dalam suatu pemilihan


ikut serta dalam kegiatan pemerintahan
membuat dan mendirikan parpol / partai politik dan organisasi politik lainnya
untuk membuat dan mengajukan suatu usulan petisi

c) Hak azasi hukum / Legal Equality Right

Hak mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan


Hak untuk menjadi pegawai negeri sipil / pns
Hak mendapat layanan dan perlindungan hokum
d) Hak azasi Ekonomi / Property Rigths

Hak
Hak
Hak
Hak
Hak

kebebasan melakukan kegiatan jual beli


kebebasan mengadakan perjanjian kontrak
kebebasan menyelenggarakan sewa-menyewa, hutang-piutang, dll
kebebasan untuk memiliki susuatu
memiliki dan mendapatkan pekerjaan yang layak

e) Hak Asasi Peradilan / Procedural Rights


Hak mendapat pembelaan hukum di pengadilan
Hak persamaan atas perlakuan penggeledahan, penangkapan, penahanan dan
penyelidikan di mata hukum.
f) Hak asasi sosial budaya / Social Culture Right
Hak menentukan, memilih dan mendapatkan pendidikan
Hak mendapatkan pengajaran
Hak untuk mengembangkan budaya yang sesuai dengan bakat dan minat

Komnas HAM: Sudah 100 Terduga Teroris


Mati Ditembak
TEMPO.CO, Jakarta - Komisi
Nasional Hak Asasi Manusia akan
menjadikan penanganan terorisme
sebagai
salah
satu
fokus
penyelesaian kasus HAM tahun ini.
Komnas menilai beberapa proses
dan
pendekatan
penanganan
kasus terorisme kerap melanggar
HAM, termasuk penembakan mati
para terduga teroris.
"Sudah 100 teroris mati ditembak, termasuk enam orang di Kampung Sawah,
Ciputat," kata Ketua Sub-Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM,
Natalius Pigai, saat dihubungi, Sabtu, 4 Januari 2014.
Pigai menyatakan, Komnas akan melakukan penyelidikan dalam proses
penggerebekan dan penangkapan kelompok Abu Roban di Ciputat.
Pendekatan tembak mati teroris, menurut dia, tak adil karena mengurangi
hak para terduga yang masih ada kemungkinan tak terkait langsung.
"Ada juga ketidakjelasan hasil dan proses pemeriksaannya, tiba-tiba sudah
masuk pengadilan," kata dia.
Selain penanganan teroris, Komnas juga menjadikan beberapa masalah HAM
sebagai fokus 2014. Komnas mengklaim akan mendesak pemerintah untuk
menyelesaikan kasus HAM masa lalu sebelum periode jabatan Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono berakhir.
Komnas juga akan terus mendorong jalannya tim ad hoc penyelesaian kasus
HAM di Aceh. Selain itu, Komnas juga memberikan perhatian besar pada
kasus-kasus agraria karena menduduki posisi teratas terkait sektor masalah
yang dilaporkan.
Pigai menyatakan, lembaganya tengah bergiat untuk mendorong pemerintah
dan legislatif untuk merancang regulasi atau aturan yang dapat mengurangsi
konflik agraria. Komnas juga memiliki perhatian untuk menyelesaikan
beberapa konflik perburuhan yang banyak menjadi tema pelaporan.

"Saya juga akan mengangkat lagi penyelesaian kasus HAM di Biak, Papua.
Kasus itu tak selesai sejak 14 tahun lalu. Akan coba diselesaikan tahun ini."

Minta Pesta Resepsi, Istri Diseret Pakai


Motor
TEMPO.CO, Bogor - Syahrul, 35
tahun, pria asal Desa Cinangneng,
Kecamatan Ciampea, Kabupaten
Bogor,
tega
menyeret
Fiti
Supratman, 19 tahun, perempuan
yang baru dinikahinya secara siri
satu pekan lalu, dengan sepeda
motor. Peristiwa itu terjadi pada
Jumat dinihari, 27 Desember 2013.
Syahrul diduga merasa tidak
nyaman dan emosinya terpancing karena Fiti mendesaknya segera
melangsungkan resepsi pernikahan. Perbuatan Syahrul menyebabkan istri
barunya itu sempat mendapatkan perawatan di RS Umum PMI karena
mengalami luka lecet dan memar di perut dan dada.
"Kami awalnya mendapatkan informasi dari warga, jika telah terjadi
penganiayaan dan kekerasan dalam rumah tangga, dan petugas kami
langsung melakukan penyidikan dengan mendatangi rumah korban," kata
Kepala Kepolisian Sektor Ciampea Komisaris Saefudin Ibrahim.
"Kami pun sudah mengamankan SY (Syahrul) saat tengah berada di rumah
istri pertamanya dan kini masih dalam poses pemeriksaan penyidik,"
sambung Kapolsek.
Berdasarkan informasi dan keterangan dari pelaku, Saefudin mengatakan
peristiwa tersebut berawal saat Syahrul tengah memboncengkan korban
menggunakan sepeda motor. Namun, dalam perjalanan tiba-tiba korban
yang mengetahui suaminya itu sudah beristri menuntut untuk menggelar
resepsi pernikahan.
"Namun diduga pelaku belum mempunyai dana, dan akhirnya keduanya pun
adu mulut dan cekcok," kata dia.
Pertengkaran itu membuat korban langsung terjatuh dari motor. Namun,
mengetahui istrinya terjatuh dan tersangkut di motor, pelaku bukannya
menghentikan sepeda motornya tetapi malah menancap gas sehingga
korban terseret. "Korban ditinggalkan oleh pelaku dalam kondisi luka parah

di Jalan Desa Bojong Jengkol, Kecamatan Ciampea, arah ke Kecamatan


Tenjolaya, dan ditemukan oleh warga sekitar, dan dibawa pulang ke rumah
keluarganya," kata dia.
Karena mengalami luka parah di perut dan dada, korban pun oleh pihak
keluarga dan warga langsung di bawa ke RSU PMI Bogor. "Meski antara
pelaku dan korban sudah menikah, pelaku dan korban memang tidak tinggal
serumah, makanya pelaku kami amankan dan dijemput dari rumah istri
pertamanya," kata dia.
Sementara itu, Syahrul yang kini ditahan di Mapolsek Ciampea mengaku
kalau Fitri terjatuh dari motor karena melompat. "Semua keterangan ini
masih kita dalami. Kita masih lakukan penyelidikan," kata Saefudin.

Polisi Periksa 17 Saksi Kasus Pembunuhan


Murid SD
TRIBUNNEWS.COM, KUTACANE Hingga Sabtu (15/2/2014) jajaran
Polres
Aceh
Tenggara
telah
memeriksa 17 orang saksi untuk
mengungkap kasus pembunuhan
dan pemerkosaan terhadap Betaria
Sianturi (6) murid SD Kelas I Lawe
Loning Aman, Kecamatan Lawe
Sigala-gala. Namun dari sekian saksi
yang diperiksa polisi belum menetapkan tersangka kasus pembunuhan
tersebut.
Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Trisno Riyanto melalui Kasat Reskrim, Iptu
Benito Harleandra dan Kapolsek Lawe Sigala-gala, Iptu Nasrun SKD kepada
Serambi (Tribunnews.com Network), Minggu (16/2/2014) mengatakan, sejak
sepekan ini polisi terus mengembangkan kasus ini dan telah memeriksa 17
orang sebagai saksi dalam kaitan pembunuhan terhadap murid SD Lawe
Loning Aman tersebut.
Dalam waktu dekat, polisi juga akan memeriksa lagi seorang saksi. Ia
berharap kasus tersebut secepatnya tuntas dan mengimbau masyarakat
yang melihat kejadian itu agar membantu polisi sebagai saksi untuk
mengungkap pelaku pembunuhan tersebut.

Seperti diberitakan, Betaria Sianturi (6), murid kelas 1 sekolah dasar di


Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara (Agara) ditemukan tewas dalam
keadaan tangan terikat dan mengapung dalam kolam pada sebuah kebun
jagung di Desa Lawe Loning Aman, Sabtu (8/2/2014) sekitar pukul 22.00 WIB.
Saat ditemukan warga, posisi korban telentang, tanpa celana dalam, tangan
terikat, dan kepala korban tertutup dengan tas sekolahnya. Diduga, korban
terlebih dahulu diperkosa, lalu dibunuh, dan mayatnya dibuang pelaku ke
kolam.

'Pendeta' Cabul Ditangkap Polisi


TEMPO.CO, Malang - Seorang
rohaniawan bernama Yafet Agus
ditangkap petugas Kepolisian Resor
Malang dengan tuduhan mencabuli
empat anak perempuan di bawah
umur di tempat tinggalnya di RT 15
RW
03,
Desa
Pandanlandung,
Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
Pencabulan terjadi Desember 2013
dan Yafet ditetapkan sebagai tersangka. Dia dituduh melanggar UndangUndang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak berdasarkan dua
alat bukti berupa pengakuan empat korban dan hasil visum atas dua korban
pencabulan. Korban berusia antara 7-8 tahun.
"Tersangka belum mengakui perbuatannya, tapi akan kami periksa intensif,"
kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Malang Ajun Komisaris
Polisi Muhammad Aldy Sulaeman, Kamis petang, 13 Februari 2014.
Kasus ini terkuak dari laporan orang tua korban, kemarin pagi. Polisi
langsung mencokok pelaku tadi malam. Pencabulan tersebut berawal dari
rayuan Yafet yang mengajak korbannya nonton video syur bareng. Pria 55
tahun itu memasukkan jarinya dan selang air ke kemaluan korban, serta
memberi Rp 5 ribu supaya mereka tutup mulut.

Satuni, seorang ibu korban, mengatakan putrinya juga difoto dengan kamera
sabak digital. "Dia merasa sakit di kemaluannya," katanya. Hasil
pemeriksaan dokter menyatakan kemaluan sang anak iritasi akibat dimasuki
benda padat. Dokter pun menyarankan agar Satuni melapor ke polisi.
Edi Prayitno, Ketua RW 03, mengatakan Yafet dikenal sebagai pendeta yang
tinggal bersama istri dan anak angkatnya. "Ngakunya kepada saya dan
warga di sini dia bekerja sebagai pendeta. Dia juga sering datang jika
diundang hajatan warga," katanya.
Yafet mengaku sering menonton video esek-esek untuk mengobati ejakulasi
dininya. Namun dia menyangkal telah mencabuli bocah-bocah tersebut.
"Saya sempat melihat VN (putri Satuni) memasukkan jari ke dalam
kemaluannya sendiri. Saya sempat melarang kok," kata pria asal Surabaya
itu.
Soal statusnya, Yafet mengatakan menjadi rohaniawan sejak 1977 dengan
wilayah kerja di Malang Raya, meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, dan
Kota Batu. "Tapi saya bukan pendeta. Orang-orang saja yang bilang saya
pendeta," ujarnya.
Akibat perbuatannya, Yafet terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun
berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak.

Genosida, Konflik Antar Etnis di Myanmar


Meluas Menjadi Pembantaian Besarbesaran
dakwatuna.com Jakarta. Konflik
antar etnis yang terjadi antara
suku Muslim Rohingya atau
Arakan yang mendiami wilayah
Rakhine, yang terus terjadi di
wilayah
Myanmar
(Burma)
diperkirakan
telah
meluas
menjadi
Genosida
(pembantaian
besar-besaran)
tidak hanya pada salah satu
etnis muslim saja.
Baru-baru ini, pusat lembaga advokasi hukum dan hak asasi manusia (HAM),
PAHAM yang berada di bawah Fakultas Hukum Universitas Indonesia
(FHUI), dan memfokuskan sebagai pusat informasi
dan advokasi
Rohingya Arakan (PIARA) mengungkapkan, jumlah umat muslim di

Myanmar turun sangat drastis dengan adanya konflik Rohingya yang


terjadi di sana.
Direktur PAHAM, Heri Aryanto mengungkapkan, konflik yang terjadi di sana
sudah menyebar, yang menjadi sasaran serangan warga Myanmar dan
kelompok radikal Budhis di sana tidak lagi hanya orang Rohingya akan
tetapi sudah menyebar ke semua komunitas muslim Burma yang mana
mereka semua memiliki akar keturunan asli Myanmar, namun beragama
Islam.
Heri mengungkapkan temuannya ini dalam tulisan buku perjalanannya dan
tim PIARA PAHAM pada akhir April 2013 lalu, dimana kondisi konflik di
Rohingya itu sudah hampir menyerupai seperti kekerasan Hitler. Ini
operasi sistematis dari kelompok yang menamakan 969 yang melibatkan
pemerintah Myanmar, ujar Heri, Sabtu (24/5).
Di wilayah Rakhine sudah ada gerakan masif yang bernama Rohingya
Elimination Group (Kelompok yang bertugas mengeliminasi etnis
Rohingya) itu linier tugasnya dengan kelompok 969. Kelompok 969 ini
diketuai seorang, Wiratu Bihiksu Mandala, tuturnya. Dan saat ini konflik
ini telah menyebar ke etnis muslim lain selain Rohingya, dan sudah
menyebar ke wilayah Meikhtila dan Yangoon.
Kelompok 696 ini, papar dia, dibentuk untuk mengkounter kelompok Islam
yang terus berkembang di sana. Di sana dikenal dengan kelompok 786
yang diistilahkan dengan simbol Bismillah dalam huruf abjad myanmar.
Beberapa aktivis HAM yang ke lokasi, kata dia, memang sudah
menyimpulkan bahwa konflik Rohingya ini sudah bukan lagi antar etnis,
akan tetapi sudah menyebar ke penyerangan terhadap agama yakni
Islam.
Ia mengatakan, Muslim di Myanmar secara data, yang terdiri dari etnis
Rohingya dan Muslim Burma setidaknya ada 5 juta jiwa. Akan tetapi di
beberapa wilayah konflik jumlah ini turun drastis hanya tinggal beberapa
ribu orang saja. Saat ini diperkirakan tinggal 125 ribu saja, katanya.
Dimana sebagian besar mereka sudah terkosentrasi hanya dipinggir pantai
dan tempat pengungsian, jadi hanya menunggu waktu untuk diusir atau
dimusnahkan oleh kelompok warga non-Rohingya.
Secara jujur Heri menyampaikan, warga Myanmar yang non-muslim mereka
takut Islam terus menyebar dan mengalahkan Budha sebagai mayoritas.
Mereka tidak mau Myanmar terjadi seperti di Indonesia, dimana dahulu
agama mereka jaya dan berganti dengan Islam.

Karena ada fenomena baru sebelum meletusnya konflik Rohingya ini, dimana
muslim hampir menguasai sisi ekonomi di Myanmar. Dan beberapa
wanita Budha di Rohingya telah menikah dengan Muslim Myanmar dan
berpindah agama.

Inilah Pengakuan Tentara Israel


Penembak Anak Palestina
www.islampos.com. SEORANG tentara Israel
dikabarkan telah mengaku bahwa dia sering
menembak dan membunuh warga Palestina,
termasuk anak-anak. Pengakuannya ini

ditayangkan pada program televisi Ukraina yang pada awal November lalu, maan melaporkan
pada Ahad (24/11/2013).
Elena Zakusilo, seorang wanita Yahudi Ukraina yang pindah ke Israel sebagai tentara Israel,
mengungkapkan pengakuannya pada 4 November lalu pada program Lie Detector. Ia mengaku
telah membunuh orang-orang Palestina dan telah menembak anak-anak Palestina, namun ia tidak
tahu berapa jumlah warga Palestina yang berhasil dibunuh.
Zakusilo, yang dikenal dengan nama Elena Gluzman di Israel, juga menjelaskan bahwa ia
melatih anjing tentara untuk menyerang desa-desa Palestina dan melakukan pengawasan video
yang ia pantau dari jarak hingga 10 kilometer jauhnya.
Zakusilo mengatakan pada acara itu bahwa salah satu kejadian yang ia ingat adalah saat ia
menembak warga Palestina pada aksi protes besar pasca Yasser Arafat meninggal pada tahun
2004.
Ini menakutkan, terutama saat anak-anak Palestina berjalan di tengah serangan bom molotov
dan tembakan. Terlebih saat anak-anak kecil berusia 3-4 tahun mulai mengalihkan perhatian,
mereka nyaris tidak berjalan terkena serangan, tambahnya. Zakusilo juga menjelaskan bahwa ia
tidak yakin berapa banyak anak-anak Palestina yang telah ditembak mati olehnya.

Pemuda Inggris tusuk gadis yang


memanggilnya Harry Potter
Merdeka.com - Remaja asal Inggris
ini dijebloskan ke penjara sebab
menusuk seorang gadis. Ini
lantaran
perempuan
itu
memanggilnya Harry Potter.
Surat
kabar
the
Daily
Mail
melaporkan, Rabu (12/2), Ryan

Walker memang agak mirip dengan tokoh fiksi dari buku karangan
penulis Inggris J.K Rowling. Dia berkacamata dan agak kurus. Dua gadis
memanggilnya Potter namun dia tidak terima dan menangkap salah satu
diantaranya, lalu melukai gadis itu dengan pisau buah yang sudah tak
terpakai.
Dia lalu menjambak gadis satunya lagi dan menghempaskannya ke tembok
sambil bersumpah mereka akan mati.
Korban yakni Emma Keeble dan Leah Pierce tidak menyangka perbuatan
mereka menyebabkan mereka terluka. Awalnya Walker baru saja pulang
setelah belanja buah. Dia menuju apartemen keluarganya dan di tangga
apartemen dia bertemu dengan kedua gadis itu.
Keduanya mengejek Walker aneh dan mirip Potter. Pemuda itu lalu menuju
ke kamar apartemen dia dan mengambil pisau buah lalu terjadilah
peristiwa mengenaskan itu.
Walker mengakui perbuatannya di pengadilan. "Saya tidak normal saat itu,"
ujarnya.
Jaksa pembela Walker Keely Harvey mengatakan pemuda itu jadi lepas
kendali sebab terlalu sering diejek. "Memang perbuatan klien saya buruk,
tapi paling tidak itu ada sebabnya," ujar Harvey.
Walker dijatuhi hukuman 4,5 bulan penjara atas perbuatannya.

Wartawan dipukul dan diludahi saat liput


kecelakaan Transjakarta
Merdeka.com
Seorang
wartawan
BeritaSatu TV, Gandhi Armansyah
mengalami
penganiayaan
yang
dilakukan oleh petugas on board

Transjakarta. Gandhi ditendang dan diludahi saat meliput kecelakaan bus transjakarta di
Koridor 10 Jl Yos Sudarso, Koja, Jakarta Utara.
Gandhi menjelaskan, penganiayaan tersebut berawal saat terjadi kecelakaan motor Honda Vario
merah dengan nopol B 6778 UQD kontra bus Transjakarta bernopol B 7293 IV di Putaran
Plumpang, Jl Yos Sudarso Koja Jakarta Utara. Saat berada di bagian belakang kiri bus ia
ditegur oleh pelaku yang menjulurkan badannya dari pintu.
"Dia julurin badan keluar sambil teriak-teriak. Ngapain sih elo foto-foto kita. Maksud lo apa
foto-foto kita," kata Gandhi, Kamis (13/2).
Ditegur seperti itu, Gandhi sambil mengambil gambar menjelaskan bahwa dirinya hanya
melakukan tugas liputan. Dirinya cuma bermaksud mengambil gambar suasana bus bagian
samping.
"Eh dia malah menghardik saya. Sama aja goblok, orang yang salah siapa kok," tutur Gandhi.
Mendapat makian demikian, Gandhi tetap melakukan tugasnya mengambil gambar. Namun saat
berada tepat di bawah pintu bagian kiri itu lah ia mendapat perlakuan dari petugas.
"Saya sempat coba wawancara tanya ke dia, kenapa ini berhenti ya mbak. Eh dia malah nendang
dan meludahi saya," tukasnya.
Kanit Laka Satwil Lantas Jakut, Akp Daud Iskandar, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi
sekitar pukul 17.00 WIB tepat di putaran Plumpang Jl Yos Sudarsi, arah Cempaka Putih. Bus
transjkarta yang dikendarai Saeman (41) menyerempet motor yang dikendarai oleh Noviani
Rahtami (40), warga RT 10/07 Tugu Utara, Koja, Jakut.
"Saat ini kasusnya kecelakaan ditangani oleh Laka Lantas Polda. Korbannya mengalami luka
dibagian kaki kanan dan sudah dibawa ke RS Pelabuha untuk diberikan perawatan,"
tukasnya.
Sementara, Kepala UP Transjakarta, Pargaulan Butar-Butar, saat dikonfirmasi mengatakan belum
mengetahui tentang kejadian tersebut. Selanjutnya ia mengaku akan menindak lanjuti
perilaku tidak ramah petugasnya.
"Saya mohon maaf, seharusnya petugas kami tidak berlaku demikian. Nanti akan kami tindak
lanjuti, akan kami usut siapa pelakunya," tukasnya.

35 Anak di Lombok Jadi Korban


Pemerkosaan
REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Sebanyak
35 anak korban perkosaan se-Pulau Lombok,

Nusa Tenggara Barat, masuk dalam daftar anak membutuhkan perlindungan khusus
(AMPK), dan tidak bisa diabaikan.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB H Badarudin saat melakukan pertemuan dengan
pengurus LPA se-Lombok di Mataram, Selasa, menjelaskan para korban perkosaan tersebut
mendapat dana pembinaan sebesar Rp1,5 juta per orang per tahun.
Dalam pertemuan yang dibuka Sekda Kota Mataram H Lalu Makmur Said, dia menjelaskan dana
itu dipergunakan untuk biaya pemulihan anak, pendidikan serta keperluan lainnya.
Terhadap kasus kekerasan terhadap anak terutama perkosaan pelakunya tetap dilanjutkan ke meja
hijau, sementara korban dibina oleh keluarga dengan mendapat pendamping dari LPA.
Dia menjelaskan, secara keseluruhan jumlah kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan
selama 2013 tercatat 1.165 kasus, jumlah ini meningkat dari tahun 2012 yang kurang dari
1.000 kasus.
Sementara jumlah kasus anak sebagai pelaku tindak kekerasan tahun 2013 tercatat 75 orang
turun dari tahun 2012 sebanyak 89 orang.
"Pengalaman kasus yang terjadi dan menimpa anak-anak di Lombok, NTB, patut menjadi
perhatian kita bersama untuk melindungi anak sebagai penerus bangsa," katanya.
Dikatakannya, LPA NTB dalam tahun 2013 secara keseluruhan telah menyalurkan santunan
kepada 433 anak dan diharapkan pada 2014 lebih banyak lagi terutama yang putus sekolah
untuk kelanjutan pendidikannya.
Dana tersebut khusus diberikan kepada anak dan tidak diperkenankan kepada orang tua karena
dikhawatirkan disalahgunakan. Karena itu, LPA telah menyediakan tenaga pendamping yang
siap dihubungi kapan saja.
Bantuan yang diberikan kepada anak di NTB selama ini masih belum maksimal, diperlukan
uluran tangan para dermawan serta bantuan dari Kemensos.
"Ke depan kami tidak hanya mencari dana bantuan dari pemerintah daerah dan pusat, melainkan
juga akan melibatkan semua elemen untuk membantu anak-anak telantar dan korban
kekerasan," katanya.