You are on page 1of 8

HAMA DAN

PENYAKIT ULAT
SUTERA
Andi Sadapotto

PENYAKIT ULAT SUTERA


1. Penyakit Protozoa
Pebrine
- ciri-ciri : bintik hitam pada tubuh ulat sutera
- agen penyebab dan infeksi : spora Nosema bombycis family : Nosematidae
- penyakit menyebar melalui telur, melalui kontak dg ulat yg berpenyakit dan melalui
pakan yg terkontaminasi. Terdapat 2 tahap siklus hidup dr organisme ini, yaitu tahap
spora dan tahap.
- Tahap spora : spora matang adalah oval dan berukuran 3-4 mikron x 1.5-2 mikron
- Tahap vegetative : media umumnya adalah daun murbei
- gejala : telur yg terinfeksi pebrin dg mudah dilepas dr kertas telur atau lapisan dimana
mereka diletakkan krn tdk mempunyai perekat. Telur diletakkan saling tindih. Telur yg tdk
dibuahi dan mati adalah biasa pada telur yg kena pebrin. Pada kasus ekstrim dimana
infeksi berat, larva tdk menetas sama sekali.
Gejala penting adalah adanya munculnya bintik hitam atau coklat pada tubuh larva
instar akhir
Pencegahan : sterilisasi dg merendam kertas telur dalam 2% formalin selama beberapa
menit dan mencuci pada air mengalir. Tindakan lain dg sanitasi yg ketat, pemeliharaan yg
bersih, frekuensi inspeksi yg sering, pembakaran bahan yg terinfeksi dan
desinfeksiruangan pemeliharaan dan peralatan

Desinfektan dan disinfeksi : sesudah pemeliharan ruangan diberi formalin dan

kaporit. Larutan 2 persen


2. Bakteri
a. Flacherie ; kondisi tubuh ulat yg lembek krn serangan berbagai bakteri
sebab lain :
- suhu tinggi, kelembaban tinggi, dan ventilasi jelek
- daun yg jelek : daun kasar & kotor, daun tdk sesuai dg umur larva, daun
basah dan terfermentasi
- kelebihan makanan
- menurunnya alkalinitas perut
- terlalu padat
jenis bakteri : Streptococcus bombycis dan Streptococcus pastorianus
b. Penyakit krn bakteri di organ pencernaan
jenis bakteri : Streptococci, Bacillus, Proteus
gejala : - ulat kehilangan selera makan
- melempem dan lambat tumbuh
- kulit yg tdk elastis
pengendalian : - memelihara ulat sutera yg sehat dan kuat
- inkubasi telur yg sesuai
- seleksi ras yg cocok
- memberi makan daun yg kualitasnya baik

b. Septicemia
- agen penyebab : penetrasi dan multiplikasi berbagai macam bakteri
dalam haemolymph yg menyebabkan septicemia.
- Jenis bakteri : bacilli, streptococci, staphylococci. Infeksi melalui luka di
kulit
- Gejala : - larva mengeluarkan cairan
- tubuh mengecil sewaktu mati
- pengendalian : - ulat yg terinfeksi dipisahkan dan dibakar
atau ditanam
- desinfeksi ruangan dan alat pemeliharaan setelah
usai pemeliharaan dg larutan formalin 2%
c. Sotto
-patogen dan infeksi : Bacillus thuringiensis var sotto
- gejala : - hilang nafsu makan
- melempem
- kulit kehilangan tekanan dan diare
- sembelit
- pengendalian : - ulat yang terinfeksi dipisahkan
- ruangan pemeliharaan dan peralatan didisinfeksi

3. Virus
a. Grasserie
- agen penyebab : Borrelina
- gejala : - selera makan menurun, dan
tekanan kulit hilang
- 5 -7 hari setelah infeksi, tubuh
membengkak, kulit menjadi mengkilat
- larva menjadi tdk pernah istirahat dan
tidak sabar, warna berubah menjadi kuning terang
- pengendalian : - pemeliharaan yg bersih
- hindari daun yg tdk cocok
- ventilasi dan ruang yg cukup

b. Cytoplasmic polyedrosis
- agen penyebab : virus Smithia
- gejala : - kehilangan selera makan dan perkembangannya terlambat
dibanding yg lain
- besar kepala tdk proporsional
- duburnya menonjol keluar
- pengendalian : - kebersihan dijaga
- disinfeksi setelah pemeliharaan
4. Cendawan
a. Muscardine putih
- penyebab : Beauveria bassiana
- gejala : - kehilangan selera makan dan tdk aktif
- diare dan memuntahkan cairan
- setelah mati tubuh ulat diselubungi micelium putih seperti mumi
- pengendalian : - mencampur formalin 0.4-0.8% dg sekam padi dg rasio
1:10 dan menyebarkan di rak pemeliharaan tiap dua hari
b. Muscardine hijau
- penyebab : Metarrhizium anisoplae
- gejala : sama dg diatas, muminya berwarna hijau
- pengendalian : sda

c. Muscardine kuning
d. - Penyebab : Isaria farinosa
e. - gejala : sda terbentuk mumi kuning
f. - pengendalian : sda
g. Aspergillus
- penyebab : Aspergillus sp
- gejala : menyerang ulat kecil

- pd saat mati, benang hifa hanya


pd bagian yg terserang, bangkai mengeras
- pengendalian : -pd awal tahapan larva, sda

Hama Ulat Sutera


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Uzy fly (lalat)


Uji fly (lalat)
Kumbang dermestid
Mite Pediculoides ventricosus
Nematoda
Lizard
Tikus
Burung