You are on page 1of 17

APPENDICITIS PADA

ANAK
Hendi Anshori

STASE SUB-BAGIAN BEDAH ANAK


BAGIAN BEDAH FK UNPAD / RS. HASAN
SADIKIN

Pendahuluan

Appendicitis akut adalah penyebab


tersering nyeri abdomen pada anak.
Sekitar 50% - 70% diagnosis appendicitis
dapat ditegakkan pada saat anak masuk
keruang emergensi melalui anemnesis
dan pemeriksaan fisik
Apendisitis dapat ditemukan pada semua
umur, hanya pada anak kurang dari satu
tahun jarang dilaporkan.


Anatomi dan Embriologi

Appendiks pertama kali tampak selama minggu


ke-8 kehamilan sebagai kelanjutan ujung
inferior caecum, yaitu bagian ujung dari
protuberans sekum
Pada 30% kasus ujung dari appendiks berada di
dalam pelvis, pada 65% kasus berada di
belakang caecum, dan pada 5% kasus berada
ekstraperitoneal
Struktur apendiks mirip dengan usus
mempunyai 4 lapisan yaitu mukosa,
submukosa, muskularis eksterna/propria (otot
longitudinal dan sirkuler) dan serosa.

Pada bayi, apendiks berbentuk kerucut,


lebar pada pangkalnya dan menyempit
kearah ujungnya
Letak basis appendiks berada pada
posteromedial sekum pada pertemuan
ketiga taenia koli


Etiologi
Appendisitis biasanya disebabkan oleh
penyumbatan lumen apendiks :
hyperplasia folikel limfoid
Fekalit
benda asing
striktur karena fibrosis akibat peradangan
sebelumnya
neoplasma

Patofisiologi
Obstruksi lumen proxsimal produksi
mukus meningkat peningkatan tekanan
intralumen hipoksia (menghambat aliran
limfe, terjadi ulserasi mukosa, oedem)
(obstruksi vena, edema bertambah, dan
bakteri akan menembus dinding)
Peradangan meluas dan mengenai
peritoneum setempat arteri terganggu
akan terjadi infark dinding apendiks yang
diikuti dengan gangrene appendiks
perforasi abses lokal atau peritonitis
umum

DIAGNOSIS

Pada mayoritas anak yang dicurigai


appendisitis, kombinasi dari riwayat klinis,
pemeriksaan fisik dan hasil laboratorium
seharusnya memberikan data yang cukup
untuk membuat diagnosis
Gambaran klinis yang sering dikeluhkan oleh
penderita, antara lain:
Nyeri abdominal
Mual muntah
Nafsu makan menurun.
Obstipasi dan diare pada anak-anak
Demam

Gejala appendisitis akut pada anak-anak tidak


spesifik. Gejala awalnya sering hanya rewel dan
tidak mau makan Anak sering tidak bisa
melukiskan rasa nyerinya
Karena gejala yang tidak spesifik ini sering
diagnosis appendisitis diketahui setelah terjadi
perforasi
Telah banyak dikemukakan cara untuk
membuat diagnosis yang tepat, salah satunya
adalah dengan instrumen skoring sederhana
yang bisa dilakukan dengan mudah, cepat dan
kurang invasif

Sensitivitas dari sistem skoring alvarado berkisar antara


76% sampai 100% dengan spesifitas antara 79%
sampai 87%

Paediatric Appendicitis Score


(PAS)

Skor 5 bukan merupakan appendicitis,


sedangkan skor 6 merupakan appendicitis.

Modified Linbergs score


Variable

Indicator

Score

Sex

Male

+8

Female

-8

< 12.000

-15

12.000 20.000

+2

> 20.000

+10

<24

+3

24 48

> 48

-12

Yes

+3

No

-4

Yes

+7

No

-4

Yes

+7

No

-5

Yes

+4

No

-11

Yes

+5

No

-10

Yes

+15

No

-4

Yes

-6

No

+4

WBC x 1.000 mm3

Duration of pain (h)

Progresion of pain

Temperature 37,5C

Vomit

Migration of pain

Rebound tenderness

Rigidity

Tenderness outside RLQ

Constant

-10

Skor - 2 mengindikasikan operasi emergensi appendicitis, skor -3 / - 18


mengindikasikan observasi gejala appendicitis dalam 24 jam, dan skor 19 bukan appendicitis

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan Laboratorium
Sensitivitas dari leukositosis berkisar antara 52%
sampai 96%
sedangkan sensitivitas dari shift to the left (Peningkatan
persentase neutrofil) berkisar 39% sampai 96%
Peningkatan Nilai positif C-reaktif protein berguna,
tetapi nilai yang negatif tidak berarti menyingkirkan
diagnosa appendisitis

Dulholm melaporkan bahwa nilai hitung leukosit,


persentase neutrofil dan C-reaktif protein yang normal
dapat menyingkirkan diagnosa appendisitis dengan
akurasi 100%

Pemeriksaan Urin sangat membantu untk


menyingkirkan diagnosis

Pencitraan ( Imaging )
1.
Abdominal X-Ray
. Digunakan untuk melihat adanya fecalith sebagai
penyebab appendisitis
. Pola gas yang abnormal pada kuadran kanan bawah
. obliterasi dari psoas shadow atau fat stripe pada
daerah kanan juga dapat membantu diagnosis
2. Ultrasonografi
. sensitifitas USG lebih dari 85% dan spesifitasnya
lebih dari 90%
. Operator dependent
3. CT Scan
. Sensitifitas dan spesifisitasnya kira-kira 95-98%.
. Pada pasien-pasien yang obesitas
. presentasi klinis tidak jelas
. curiga adanya abscess

Diagnosis Banding

Pada anak-anak balita


Limfadenitis mesenterik yag biasanya didahului
oleh enteritis atau gastroenteritis (limfositosisi)
divertikulitis hampir sama dengan Appendicitis,
tetapi lokasinya berbeda dan nyrinya pada daerah
periumbilikal Imeging: biasanya di jumpai massa
di daerah tengah abdomen
ISK
Pada anak-anak usia sekolah
Gastroenteritis, konstipasi, infark omentum,
limfadenetis mesenterika, DHF

Penatalaksanaan

Konservatif
Operatif
Pembedahan awal saat didiagnosis
mempunyai keuntungan yang lebih besar
dibandingkan dengan terapi konsevatif.

HATUR NUHUN