You are on page 1of 116

KAJIAN TEKNIS PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT

PADA PEMINDAHAN OVERBURDEN


PT. KALIMANTAN PRIMA PERSADA SITE MASS ASAM-ASAM
PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

SKRIPSI
Untuk Memenuhi Persyaratan Melakukan Penelitian Dalam Rangka Penyusunan Skripsi
Program Sarjana Strata-1 Teknik Pertambangan

Diajukan Oleh :
GINDANG RAIN PRATAMA
NIM. H1C109048

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
BANJARBARU
2014

5-1

5-2

5-3

5-4

LEMBAR PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi ini benar-benar karya saya
sendiri. Sepanjang pengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat yang
ditulis atau diterbitkan orang lain kecuali sebagai acuan atau kutipan dengan
mengikuti tata penulisan karya ilmiah yang lazim.

Banjarbaru, September 2014


Yang menyatakan,

Gindang Rain Pratama

5-5

LEMBAR PERSEMBAHAN

Terima kasih sebesar besarnya kepada Gusti Allah SWT yang telah memberikan rahmat
dan hidayahNya sampai dapat menyelesaikan Skripsi ini dan semua berkah termasuk
keselamatan dan kesehatan yang telah diberikan

Juga kepada kedua orang tua yang selalu menyemangati dan membantu secara fisik
maupun finansial serta doa yang tak kurang kurangnya untuk menyelesaikan skripsi
ini

Terima kasih pula untuk yang terkasih yang selalu mendampingi disaat sedih maupun
senang, someone yang selalu ada disaat saya sudah lelah dan letih memikirkan
skripsi

Terakhir terimakasih kepada teman teman teknik pertambangan khusus nya angkatan
2009 yang selalu support dan membantu dalam penyelesaian laporan ini hingga
benar benar tuntas

Tak lupa kepada dosen pembimbing dan seluruh dosen Teknik Pertambangan yang
telah memberikan saya pengalaman dan pelajaran selama saya menyelesaikan
kuliah disini

Akhir kata saya ucapakan terima kasih sekali lagi kepada seluruh umat yang telah ikut
campur dalam penyelesaian laporan ini

ALHAMDULILLAH!!!!!!!

5-6

ABSTRAK

Gindang Rain P.

: KAJIAN TEKNIS PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT DAN ALAT


ANGKUT PADA PEMIDAHAN OVERBURDEN PT KALIMANTAN
PRIMA PERSADA SITE MASS ASAM-ASAM PROVINSI
KALIMANTAN SELATAN

PT Kalimantan Prima Persada menargetkan produktivitas untuk kegiatan


pemindahan overburden untuk Komatsu PC1250SP-8 sebesar 680 BCM/Jam dan untuk
Komatsu PC300-7 sebesar 220 BCM/Jam, namun aktual di lapangan target pemindahan
overburden tidak tercapai maka perlu adanya kajian teknis untuk mengetahui
ketidaktercapaian tersebut.
Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisis
faktor-faktor pendukung produktivitas seperti cycle time, efisiensi, kondisi aktual lapangan
seperti kondisi front dan disposal, faktor-faktor penyebab ketidaktercapaian target
produktivitas.
Setelah melakukan analisa maka didapatkan hasil perhitungan berdasarkan
pengamatan aktual diperoleh produktivitas alat gali muat. Komatsu PC1250SP-8 adalah
sebesar 671,17 BCM/H dengan efisiensi kerja rata-rata sebesar 80 % dan untuk target
perusahaan adalah sebesar 680 BCM/H dengan tingkat persentase ketercapaian aktual
berdasarkan target 97 %. Sedangkan alat gali muat Komatsu PC300-7 adalah sebesar
206,37 BCM/H dengan efisiensi kerja rata-rata sebesar 78 % dan untuk target perusahaan
adalah sebesar 220 BCM/H dengan tingkat persentase ketercapaian aktual berdasarkan
target 86 %. Untuk alat angkut Komatsu HD785 didapatkan produktivitas sebesar 176,25
BCM/H dengan efisiensi kerja rata rata sebesar 82 % yang terdiri dari 3 unit alat angkut.
Sedangkan untuk alat angkut Komatsu HD465 didapatkan produktivitas sebesar 76,50
BCM/H dengan efisiensi kerja rata rata sebesar 80 % yang terdiri dari 2 unit alat angkut.
Kemudian setelah melalui simulasi simulasi perbaikan parameter-parameter
produktivitas dengan penurunan nilai cycle time, efisiensi kerja dan Bucket fill factor target
pemindahan overburden dapat tercapai.
Kata Kunci: Kajian Teknis, Efisiensi, Cycle Time, Bucket fill factor, produktivitas,
Overburden.

5-7

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan karunia-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan tugas akhir ini dengan baik.
Dalam kesempatan ini penulis juga mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada:
1. Riswan MT., selaku Ketua Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Lambung
Mangkurat.
2. Uyu Saismana, MT., selaku Dosen Pembimbing I.
3. Annisa Arifin, ST., selaku Dosen pembimbing II.
4. Seluruh Dosen pengajar pada Program Studi Teknik Pertambangan Universitas
Lambung Mangkurat.
5. Apri Pratimor, ST., selaku pembimbing lapangan.
6. Seluruh karyawan dan karyawati PT. Kalimantan Prima Persada SITE MASS ASAMASAM
7. Rekan-rekan Mahasiswa dan semua pihak yang telah banyak membantu dalam
kegiatan penelitian dan pembuatan Laporan Tugas Akhir.
Penulis menyadari bahwa laporan ini mempunyai banyak kekurangan, baik
dalam penulisan, tata bahasa, maupun isi laporan. Oleh karena itu, penulis
mengharapkan adanya masukan baik berupa kritik maupun saran yang membangun.
Penulis berharap semoga laporan ini dapat berguna.

Banjarbaru, September 2014

Penulis

5-8

DAFTAR ISI

Halaman
LEMBAR JUDUL ...................................................................................................

LEMBAR PERSETUJUAN .....................................................................................

ii

LEMBAR PENGESAHAN ...................................................................................... iii


LEMBAR PERNYATAAN ....................................................................................... iv
LEMBAR PERSEMBAHAN .................................................................................... v
ABSTRAK .............................................................................................................. vi
KATA PENGANTAR .............................................................................................. vii
DAFTAR ISI ........................................................................................................... ix
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................ xii
DAFTAR TABEL .................................................................................................... xiii
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................. xv
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang .................................................................................... 1-1
1.2. Rumusan Masalah .............................................................................. 1-1
1.3. Batasan Masalah ................................................................................ 1-2
1.4. Tujuan Penelitian ................................................................................ 1-2
1.5. Manfaat Penelitian .............................................................................. 1-2
BAB II TINJAUAN UMUM
2.1. Lokasi Kesampaian Daerah ................................................................ 2-1
2.2. Keadaan Umum Perusahaan .............................................................. 2-3
1. Sejarah dan Perijinan ...................................................................... 2-3
2. Kondisi Iklim dan Curah Hujan ........................................................ 2-3
2.3. Keadaan Geologi................................................................................. 2-4
1. Morfologi ......................................................................................... 2-4
2. Stratigrafi ........................................................................................ 2-5
3. Struktur Geologi ............................................................................ 2-10
4. Batubara ....................................................................................... 2-10
2.4. Kegiatan Penambangan .................................................................... 2-11
1. Persiapan dan Pembersihan Lahan .............................................. 2-12
2. Pengupasan dan Pengangkutan Tanah Pucuk (Top Soil) ............. 2-12

5-9

3. Pemberaian Pengangkutan Overburden ....................................... 2-12


4. Penggalian dan Pengangkutan Batubara ...................................... 2-13
5. Pengolahan Batubara ................................................................... 2-14
6. Pengangkutan ke Port................................................................... 2-14
BAB III DASAR TEORI
3.1. Peralatan Mekanis............................................................................... 3-1
3.2. Alat Gali Muat ...................................................................................... 3-2
3.3. Alat Angkut .......................................................................................... 3-2
3.4. Produktivitas Alat Gali Muat dan Alat Angkut....................................... 3-3
1. Alat Gali Muat ................................................................................. 3-3
2. Alat Angkut ..................................................................................... 3-4
3.5. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Alat Mekanis........... 3-4
1. Waktu Edar (Cycle Time) ................................................................ 3-4
2. Pola Pemuatan ............................................................................... 3-6
3. Bucket Fill Factor ............................................................................ 3-7
4. Swell Factor .................................................................................... 3-8
5. Efisiensi Kerja (Job Efficiency) ........................................................ 3-9
6. Faktor Keserasian Alat Gali Muat dan Alat Angkut (Match Factor) 3-10
3.6. Metode Statistik Untuk Menentukan Jumlah Data Yang Dibutuhkan.. 3-11
BAB IV METODE PENELITIAN
4.1. Diagram Alir Penelitian ........................................................................ 4-1
4.2. Instrumentasi dan Teknik Pengumpulan Data ..................................... 4-2
4.3. Teknik Analisis Data ............................................................................ 4-3
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1. Hasil Penelitian ................................................................................... 5-1
1. Pengambilan Data .......................................................................... 5-1
2. Waktu Edar (Cycle Time) Aktual Alat Gali Muat .............................. 5-1
3. Waktu Edar (Cycle Time) Aktual Alat Angkut .................................. 5-2
4. Faktor Pengisian Bucket (Bucket Fill Factor) .................................. 5-4
5. Faktor Pengembangan (Swell Factor) ............................................ 5-4
6. Kondisi Tempat Kerja ..................................................................... 5-4
7. Waktu Edar (Cycle Time) Teoritis Alat Gali Muat dan alat Angkut... 5-5
8. Produktivitas Aktual Alat Gali Muat dan Angkut............................. 5-10

5-10

9. Produktivitas Teoritis Alat Gali Muat dan Angkut ........................... 5-11


5.2. Pembahasan ..................................................................................... 5-14
1. Produktivitas Alat Gali Muat .......................................................... 5-14
2. Produktivitas Alat Angkut .............................................................. 5-18

BAB VI PENUTUP
6.1. Kesimpulan ......................................................................................... 6-1
6.2. Saran .................................................................................................. 6-2
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

5-11

DAFTAR GAMBAR

Halaman
Gambar 2.1. Peta Lokasi dan Kesampaian Daerah PT Amanah Anugerah Adi
Mulia ................................................................................................. 2-2
Gambar 2.2. Cekungan Kalimantan ....................................................................... 2-6
Gambar 2.3. Peta Geologi Area IUP PT A3M dan Sekitarnya ................................ 2-9
Gambar 2.4. Skema Kegiatan Penambangan PT Kalimantan Prima Persada ..... 2-15
Gambar 4.1. Diagram Alir Penelitian ...................................................................... 4-1
Gambar 5.1. Pengisian Bucket .............................................................................. 5-4
Gambar 5.2. Keadaan Loading Point ..................................................................... 5-5
Gambar 5.3. Keadaan Dumping Point ................................................................... 5-5
Gambar 5.4. Grafik Perbandingan Cycle Time Komatsu PC1250SP-8 .................. 5-6
Gambar 5.5. Grafik Perbandingan Cycle Time Komatsu PC300-7 ......................... 5-7
Gambar 5.6. Grafik Perbandingan Efisiensi Komatsu PC1250SP-8 ....................... 5-7
Gambar 5.7. Grafik Perbandingan Efisiensi Komatsu PC300-7 ............................. 5-8
Gambar 5.8. Grafik Perbandingan Cycle Time Komatsu HD785 ............................ 5-8
Gambar 5.9. Grafik Perbandingan Cycle Time Komatsu HD465 ............................ 5-9
Gambar 5.10. Grafik Perbandingan Efisiensi Komatsu HD785 .............................. 5-9
Gambar 5.11. Grafik Perbandingan Efisiensi Komatsu HD465. ........................... 5-10
Gambar 5.12. Grafik Perbandingan Produktivitas Komatsu PC1250SP-8 ............ 5-13
Gambar 5.13. Grafik Perbandingan Produktivitas Komatsu PC300-7. ................. 5-13
Gambar 5.14. Posisi Swing Angel 300 ................................................................. 5-14
Gambar 5.15. Grafik Perbandingan Produktivitas Komatsu PC1250SP-8 ............ 5-17
Gambar 5.16. Grafik Perbandingan Produktivitas Komatsu PC300-7. ................. 5-17
Gambar 5.17. Kondisi Jalan Angkut ..................................................................... 5-18
Gambar 5.18. Grafik Perbandingan Produktivitas Komatsu HD785 ..................... 5-20
Gambar 5.19. Grafik Perbandingan Produktivitas Komatsu HD465. .................... 5-20

5-12

DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel 2.1. Koordinat Geografis Letak Perusahaan................................................. 2-1
Tabel 2.2. Curah Hujan Per Bulan Tahun 2013 Pit KPP ........................................ 2-4
Tabel 2.3. Klasifikasi Satuan Morfologi .................................................................. 2-4
Tabel 3.1. Cycle Time Standar untuk Excavator Merk Komatsu Edisi 30 .............. 3-5
Tabel 3.2. Cycle Time Standar untuk Excavator Merk Komatsu Edisi 30 .............. 3-5
Tabel 3.3. Bucket Fill Factor Standar untuk Berbagai Tipe Material ....................... 3-7
Tabel 3.4. Representative Swell For Different Classes of Earth ............................. 3-8
Tabel 3.5. Tabel Efisiensi Kerja Untuk Berbagai Kondisi........................................ 3-9
Tabel 5.1. Waktu Edar (Cycle Time) Komatsu PC300-7 ........................................ 5-2
Tabel 5.2. Waktu Edar (Cycle Time) Komatsu PC1250SP-8 .................................. 5-2
Tabel 5.3. Waktu Edar (Cycle Time) Alat Angkut HD785 ....................................... 5-3
Tabel 5.4. Waktu Edar (Cycle Time) Alat Angkut HD465 ....................................... 5-3
Tabel 5.5. Cycle Time Teoritis Komatsu PC1250SP-8 ........................................... 5-6
Tabel 5.6. Cycle Time Teoritis Komatsu PC300-7.................................................. 5-6
Tabel 5.7. Perbandingan Produktivitas Aktual dan Teoritis .................................. 5-12
Tabel 5.8. Produktivitas Aktual, Teoritis dan Simulasi Alat Gali Muat. .................. 5-17
Tabel 5.9. Produktivitas Aktual, Teoritis dan Simulasi Alat Angkut. ...................... 5-20
Tabel 5.10. Faktor Keserasian Aktual, Teoritis dan Simulasi................................ 5-21
Tabel B.1. Cycle Time Komatsu PC1250SP-8 ....................................................... B-1
Tabel B.2. Cycle Time Komatsu PC300-7 .............................................................. B-6
Tabel C.1. Cycle Time Komatsu HD785 ................................................................ C-1
Tabel C.2. Cycle Time Komatsu HD465 ................................................................ C-3
Tabel D.1. Cycle Time Standar untuk Backhoe Tipe Komatsu ............................... D-1
Tabel E.1. Travel Time (One Way) ........................................................................ E-1
Tabel E.2. Kecepatan Alat Angkut Komatsu HD785 .............................................. E-2
Tabel E.3. Kecepatan Alat Angkut Komatsu HD465 .............................................. E-3
Tabel E.4. Cycle Time Teoritis Komatsu HD785 .................................................... E-4
Tabel E.5. Cycle Time Teoritis Komatsu HD465 .................................................... E-4
Tabel F.1. Efisiensi Aktual Komatsu PC1250SP-8 ................................................. F-1
Tabel F.2. Efisiensi Aktual Komatsu PC300-7........................................................ F-1

5-13

Tabel G.1. Efisiensi Aktual Komatsu HD785 .......................................................... G-1


Tabel G.2. Efisiensi Aktual Komatsu HD465 .......................................................... G-1
Tabel H.1. Efisiensi Kerja Teoritis untuk Alat Gali Muat ......................................... H-1
Tabel I.1. Efisiensi Kerja Teoritis untuk Alat Angkut ............................................... I-2
Tabel J.1. Jumlah Unit Komatsu HD785 ................................................................ J-1
Tabel J.2. Jumlah Unit Komatsu HD465 ................................................................ J-2

5-14

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran A Spesifikasi Alat Gali Muat dan Alat Angkut ....................................... A-1
Lampiran B Waktu Edar Aktual Alat Gali Muat ..................................................... B-1
Lampiran C Waktu Edar Aktual Alat Angkut ......................................................... C-1
Lampiran D Penentuan Cycle Time Teoritis Alat Gali Muat .................................. D-1
Lampiran E Penentuan Cycle Time Teoritis Alat Angkut ...................................... E-1
Lampiran F Efisiensi Aktual Alat Gali Muat .......................................................... F-1
Lampiran G Efisiensi Aktual Alat Angkut .............................................................. G-1
Lampiran H Penentuan Efisiensi Kerja Teoritis Alat Gali Muat ............................. H-1
Lampiran I Penentuan Efisiensi Kerja Teoritis Alat Angkut................................... I-1
Lampiran J Perhitungan Faktor Keserasian Alat Aktual ....................................... J-1
Lampiran K Produktivitas Aktual Alat Gali Muat dan Alat Angkut ......................... K-1
Lampiran L Produktivitas Teoritis Alat Gali Muat dan Alat Angkut ........................ L-1
Lampiran M Produktivitas Simulasi Alat Gali Muat dan Alat Angkut ..................... M-1
Lampiran N Swell Factor...................................................................................... N-1

5-15

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


PT Kalimantan Prima Persada merupakan salah satu perusahaan kontraktor yang
dipercaya oleh PT. Amanah Anugerah Adi Mulia selaku pemegang PKP2B untuk
melakukan kegiatan penambangan batubara dengan daerah operasi yang terletak di
daerah Asam-asam.
Dalam kegiatan penambangan batubara, PT Kalimantan Prima Persada
menggunakan metode penambangan open pit dengan pengoperasian peralatan mekanis
seperti backhoe untuk pemuatan dan dump truck untuk pengangkutan. Salah satu
penentu keberhasilan metode penambangan ini adalah seberapa besar produktivitas
peralatan mekanis tersebut dapat dimanfaatkan seefektif dan seefisien mungkin dalam
melakukan pekerjaannya agar hasil yang diperoleh maksimal.
Untuk mencapai produktivitas yang efektif dan efisien, maka penulis perlu mengkaji
dan menganalisa waktu edar dari alat mekanis yang nantinya akan menunjang
tercapainya produktivitas alat mekanis tersebut. Faktor-faktor lain seperti efisiensi juga
dikaji terkait pengaruhnya terhadap besar pruduktivitas yang dihasilkan alat mekanis.
1.2. Rumusan Masalah
Permasalahan yang timbul pada operasi pertambangan adalah tidak tercapainya
target produktivitas alat gali muat dan alat angkut yang disebabkan oleh kendala teknis
pada saat kegiatan pengangkutan. Target produktivitas per jam yang ditentukan
perusahaan adalah sebesar 680 BCM/H untuk alat gali muat tipe Komatsu PC1250SP8 dan 220 BCM/H untuk alat gali muat tipe Komatsu PC300-7.
Tidak tercapainya target perusahaan ini disebabkan karena faktor teknis yang
berkaitan dengan alat mekanis seperti waktu edar, efisiensi dan material yang digali..
Kajian teknis ini perlu dilakukan untuk mengkaji seberapa besar faktor-faktor
tersebut mempengaruhi produktivitas alat gali muat dan alat angkut.
Selain itu kajian ini juga akan membandingkan antara produktivitas aktual dan
teoritis untuk mengetahui apakah produktivitas aktual sudah sesuai dengan perhitungan
teoritis.

5-16

1.3. Batasan Masalah


Pada penelitian inimasalah yang akandisajikanhanyamembahastentang:
a. Alat gali muat dan alat angkut yang dianalisis adalah alat yang digunakan untuk
memuat dan mengangkut material Overburden
b. Analisis alat gali muat yang dilakukan terbatas pada Backhoe tipe Komatsu PC3007 dan Komatsu PC1250SP-8.
c. Analisis alat angkut yang dilakukan terbatas pada Off-Highway truck tipe Komatsu
HD465 dan HD785.
d. Perhitungan produktivitas alat gali muat dan alat angkut serta faktor keserasian alat
(match factor).
e. Nilai Bucket Fill Factor yang ditentukan perusahaan adalah 0,8.
f. Nilai Swell Factor sebesar 0,96.

1.4. Tujuan Penelitian


Penelitian ini dilakukan dengan tujuan antara lain:
a. Membandingkan besar cycle time alat gali muat dan alat angkut secara aktual dan
teoritis.
b. Menghitung nilai efisiensi alat.
c. Menghitung nilai produktivitas alat mekanis.
d. Menghitung nilai keserasian alat (Match Factor).
e. Menentukan simulai perbaikan cycle time berdasarkan hasil penelitian.

1.5. Manfaat Penelitian


Manfaat dari penelitian yang dilakukan ini adalah:
a. Sebagai bahan masukan bagi perusahaan dalam melakukan kegiatan penambangan
sehingga produksi yang optimal dapat tercapai sesuai dengan target perusahaan.
b. Mampu menghitung produktivitas alat gali muat dan alat angkut secara teoritis dan
aktual.
c. Mampu menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas alat gali
muat dan alat angkut
d. Menambah wawasan peneliti didalam penerapan ilmu dibidang pertambangan
khsusnya yang berhubungan dengan produktivitas alat gali muat dan alat angkut

5-17

e. Untuk memenuhi syarat guna memperoleh gelar Sarjana Teknik pada jurusan Teknik
Pertambangan Universitas Lambung Mangkurat.

5-18

BAB II
TINJAUAN UMUM

2.1

Lokasi dan Kesampaian Daerah


PT. Kalimantan Prima Persada merupakan perusahaan kontraktor yang diberikan

hak pengelolaan oleh dengan PT. Amanah Anugerah Adi Mulia. Secara administratif
lokasi pertambangan dengan PT. Amanah Anugerah Adi Muliamasuk ke dalam
Kabupaten Tanah Laut, dan kecamatan asam asam.
Wilayah kerja kuasa pertambangan batubara PT. Amanah di kabupaten tanah laut
secara keseluruhan di peroleh berdasarkan keputusan Bupati Tanah Laut berikut :
1.

Nomor 545.009/PU/DPE/2001, tanggal 17 mei 2001 tentang Pemberian Izin Usaha


Pertambangan (IUP) Penyelidikan Umum Batubara (KW.11 TW.I) seluas 1.000 ha.

2.

Nomor 545/57-IUP.OP/DPE/2010, tanggal 22 maret 2010 tentang Persetujuan


Perpanjangan Pertama Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi Kepada PT
Amanah Anugerah Adi Mulia seluas 203,6 ha.
Lokasi IUP PT. Amanah Anugerah Adi Mulia yang secara administratif terletak di

daerah Desa Riam Adungan, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Propinsi
Kalimantan Selatan,berjarak sekitar 90 Km sebelah timur Ibukota Kabupaten Kota
Pelaihari dean waktu tempuh sekitar 2-3 jam serta berjarak sekitar 150 km dari
Banjarmasin, ibukota Kalimantan selatan yang dapat dijangkau oleh kendaraan roda
empat maupun dua dari kota Banjarmasin dengan waktu tempuh sekitar 3 - 4 jam. Total
luas wilayah Kuasa Pertambangan kurang lebih 600

ha. Dimana secara Geografis

terletak pada koordinat :


Tabel 2.1.
Koordinat Geografis Letak Perusahaan

Koordinat Geografis
Bujur Timur

Lintang Selatan

115o 11 20

3o 43 38

115o 11 20

3o 42 53

115o 13 10

3o 42 53

115o 13 10

3o 43 38

5-19

5-20

2.2

Keadaan Umum Perusahaan

2.2.1

Sejarah dan Perijinan


PT Kalimantan Prima Persada merupakan kontraktor pertambangan nasional yang

mengerjakan

proyek-proyek

pertambangan

di

beberapa

wilayah

di

Kalimantan.PTKalimantan Prima Persada (PT KPP) adalah anak perusahaan PT


Pamapersada Nusantara yang berdiri pada tanggal 9 September 2003. Salah satu
penambangan batubara dilakukan pada site penambangan yaitu PT Amanah Anugerah
Adi Mulia, yang mendapatkan kontrak penambangan selama 5 tahun sejak 2010 2015.
Kontrak kerja PT. Kalimantan Prima Persada dengan PT. Amanah Anugerah Adi
Mulia meliputi kegiatan pembongkaran, pemuatan dan pengangkutan menuju lokasi
pengolahan melalui jalan tambang sepanjang 33 Km menuju port.
Lokasi proyek pertambangan PT Kalimantan Prima Persada terbagi menjadi 4
project, yaitu :
1.

Rantau mining project

2.

Sungai putting port project

3.

Tanjung alam jaya mining project

4.

Amanah mining project

2.2.2

Kondisi Iklim dan Curah Hujan


Daerah tambang pit KPP memiliki iklim tropis dengan suhu rata-rata

28 - 35

C, dan suhu tahunan rata-rata 29 C hal ini dimungkinkan karena posisi dari tambang PIT
KPP yang dekat dengan garis khatulistiwa sehingga daerah ini dipengaruhi oleh 2 musim,
yaitu musim kemarau dan musim hujan.Daerah Kalimantan Selatan termasuk daerah
yang beriklim tropis.Kelembaban udara termasuk tinggi pada kisaran maksimum dan
minimum secara berturut-turut 84,4%, 81,05%, dan 73,4%. Untuk kecepatan angin di
daerah tambang pit KPP termasuk rendah berkisar antara 0,7 knot atau 0,35 m/s sampai
3,3 knot atau 1,65 m/s dengan rata-ratanya untuk sepanjang tahun 1,78 knot atau 0,89 m/s.
Curah hujan terendah sepanjang tahun 2013 terjadi pada bulan Oktober dengan
curah hujan 8.50 mm, sedangkan curah hujan tertinggi terjadi pada bulan februari dengan
curah hujan 379.08 mm. Curah hujan sangat berbepengaruh terhadap kelancaran
produksi.

5-21

Tabel 2.2.
Curah Hujan per Bulan Tahun 2013 Pit KPP
Bulan
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember

Curah Hujan Rata-rata (mm/bulan)


2011
150.67
301.76
255.94
196.34
205.33
220.15
320.87
160.65
279.72
18.65
87.26
97.65

2012
138.5
312.56
212.96
186.76
201.23
213.7
298.78
157.98
267.83
20.12
95.84
104.5

2013
163.84
379.08
249.87
217.2
186.22
210.3
364.6
148.63
253.38
8.5
71.54
90.56

Sumber : Monitoring Control Engineering PT KPP, 2013.

2.3 Keadaan Geologi


2.3.1

Morfologi
Ada beberapa klasifikasi satuan morfologi yang digunakan untuk menentukan

kondisi morfologi suatu daerah, salah satu di antaranya adalah Klasifikasi Satuan
Morfologi menurut Van Zuindam,1985.
Tabel 2.3.
Klasifikasi Satuan Morfologi
Kelas Relief

Kemiringan Lereng
(%)

Datar Hampir datar

02

Berombak

37

BerombakBergelomban
g
BergelombangBerbukit
BerbukitPegunungan
Pegunungan Curam
Pegunungan sangat
Curam

813

Perbedaan
Ketinggian
<(
5m
5)
25
2575

1420
2155
55140

75200
200500
500-1.000

>140

>1.000

Sumber : Van Zuindam,1985

5-22

Secara regional Kabupaten Tanah Laut memiliki 4(empat) satuan morfologi yaitu
morfologi daratan, dataran bergelombang, perbukitan dan pegunungan.
Di wilayah penelitian diketahui memiliki ketinggian sekitar 70 mdpl, kelerengan
relief umumnya > 16% dan beda tinggi satuan bukit 100 200 m. Menurut klasifikasi Van
Zuindam daerah penelitian memiliki morfologi bergelombang berbukit.

2.3.2

Stratigrafi
Daerah IUP PT Amanah Anugerah Abdi Mulia termasuk ke dalam cekungan

Barito, sub cekungan Asam asam. Pada Cekungan Barito terdapat beberapa formasi
batuan sedimen pembawa batubara. Formasi batuan sedimen tertua adalah formasi
tanjung yang berumur Miosen. Menurut peta geologi Lembar Banjarmasin, daerah
Tambang penelitian termasuk ke dalam Formasi Pudak (Kap), akan tetapi pada lokasi IUP
PT Amanah Anugerah Adi Mulia termasuk dalam formasi Tanjung.

Sumber : rorygeobumi.blogspot.com

Gambar 2.2
Cekungan Kalimantan

5-23

Secara regional berdasarkan Peta Gologi Lembar Banjarmasin Tahun 1994, Skala
1:250.000, formasi batuan yang berada di dalam konsesi Izin Usaha Pertambangan PT.
Amanah Anugerah Adi Mulia dan sekitarnyaadalah sebagai berikut :
a.

Formasi Warukin (Tmw)


Formasi batuan ini merupakan perselingan batupasir kuarsa dengan ukuran
butir halus hingga kasar dan dibeberapa tempat berupa konglomeratan (5 30 cm)
dan batulempung (3 100 cm), dengan sisipan batulempung pasiran dan batubara
(20 50 cm) yang terendapkan dalam lingkungan paralik dengan perkiraan ketebalan
1.250 m. Formasi batuan ini terindikasi terbentuk di akhir Miosen Awal hingga Miosen
Tengah dari fosil-fosil yang terkandung dalam lapisan batulempung.

b.

Formasi Berai (Tomb)


Formasi ini disusun oleh batugamping berwarna putih kelabu, berlapis baik
dengan ketebalan 20 200 cm; setempat kaya akan koral, foraminifera dan
ganggang, besisipan napal berwarna kelabu muda padat berlapis baik (10 15 cm),
mengandung foraminifera plankton; dan batulempung berwarna kelabu setempat
terserpihkan dengan ketebalan 25 75 cm. Kumpulan foraminifera besar yang
terdapat dalam batugamping adalah Nummulites fichteli (Michelotti), Heterostegina
sp., Quinquiloculina sp., Lepidocyclina (Eulepidina) sp., Cycloclypeus sp., Gypsina
sp., Echinoid dan Rotalia sp., yang menunjukkan umur Oligosen Awal Miosen Awal.
Kumpulan foraminifera plankton yang terdapat dalam napal dan batulempung adalah
Globorotalia opima (Bolli), Globigerina ouchitaensis (Bolli), Globigerinita unicava
(Bolli, Loeblich dan Tappan), Globigerinoides quadrilobatus (Banner dan Blow), dan
Cassigerinella chipolensis (Chushman dan Ponton) yang menunjukkan umur nisbi
Oligosen. Formasi ini terendapkan dalam lingkungan neritik dan ketebalannya lebih
kurang 1000 m.

c.

Formasi Tanjung (Tet)


Formasi batuan ini disusun oleh batupasir kuarsa berbutir halus sampai
kasar dengan tebal perlapisan 50 150 cm, berstruktur sedimen perarian halus dan
perlapisan silang-siur, sisipan batulempung berwarna kelabu setempat menyerpih,
ketebalan perlapisan 30 150 cm, dijumpai pada bagian atas formasi; sisipan
batubara berwarna hitam, mengkilat, pejal, dijumpai pada bagian bawah formasi
dengan tebal lapisan 50 150 cm setempat dijumpai lensa batugamping warna
kelabu kecoklatan, mengandung kepingan moluska, echinoid dan foraminifera
diantaranya

Nummulites

javanus

(Verbeek)

dan

Heterostegina

sp.,

juga

5-24

foraminifera kecil bentos dari keluarga Milliolidae yang menunjukkan umur Eosen,
terendapkan di lingkungan paralas neritic

Formasi ini diperkirakan memiliki

ketebalan lebih kurang 750 m.


d.

Formasi Pudak (Kap)


Formasi batuan ini merupakan lava dengan perselingan konglomerat/breksi
vulkanik klastik dan batupasir kotor dengan olistolit batugamping, basal porfir,
ignimbrite, batuan malihan dan ultramafic. Ukuran olistolit berkisar antara beberapa
centimeter hingga ratusan meter. Olistolit batugamping paling luas mencapai 2 km.
bagian atas formasi menjemari dengan Formasi Keramaian. Di Lembar Amuntai,
Kotabaru, dan Sampanahan disebut sebagai Formasi Pitap.

e.

Formasi Olistolit Kintap (Kok)


Formasi ini berupa batugamping klastika pejal sampai berlapis tebal,
berwarna kelabu muda tua dan putih kekuningan. Bagian bawah mengandung
batupasir konglomeratan warna kelabu kehitaman, terpilah buruk, bentuk butir
menyudut-nyudut tanggung, sangat padu; komponen terdiri dari kepingan batuan
basal andesit dan batugamping Orbitulina dengan massa dasar yang telah
mengalami penghabluran ulang umurnya diperkirakan awal Kapur Akhir.

f.

Formasi Granit (Mgr)


Formasi batuan ini berupa batugranit, berwarna putih kecokelatan, berhablur
penuh, hipidiomorf berbutir seragam, ukuran butiran 1 3,5 mm, tersusun oleh
mineral ortoklas, kuarsa, sedikit plagioklas, bertekstur grafik, granofirik dan mirmekit,
mineral lain hornblend, muskovit dan bijih; tersingkap di Sungai Kintap dekat Desa
Riam Adungan.

g.

Formasi Gabro (Mgb)


Formasi batuan gabro berwarna kelabu kehijauan, berhablur penuh,
hipidiomorf, berbutir seragam, besar butir antara 1 4,5 mm, tersusun oleh mineral
plagioklas (labradorit) dan piroksen (augit) dengan mineral ikutan hornblend dan bijih.
Setempat piroksen telah terkloritkan menjadi hornblende. Di beberapa tempat batuan
ini berasosiasi dengan batuan ultramafik.

h.

Formasi Ultramafik (Mub)


Formasi ini tersebar di sepanjang Pegunungan Bobaris, Pegunungan Manjam
dan Pegunungan Kusan yang hubungan dengan batuan sekitarnya adalah sentuhan
tektonik.

5-25

5-26

2.3.3

Struktur geologi
Secara regional, kondisi geologi disekitar IUP PT Amanah Anugerah Adi Mulia

merupakan bagian dari rangkaian Pegunungan Meratus yang membujur dengan arah
Timur Laut Barat. Pada daerah IUP PT Amanah Anugerah Adi Mulia terdapat struktur
geologi sesar naik, sesar mendatar dan sesar turun. Pada daerah sekitarnya yang
termasuk formasi Kap juga ditemukan singkapan dengan dip 70o. Pada formasi Tomb
terdapat singkapan dip 20o dengan struktur antiklin dan singkapan dengan dip 40o dengan
sesar mendatar. Pada perbatasan formasi Kap terhadap formasi Mub terdapat kontak
geologi sesar.
Keadaan tektonik daerah konsesi diperkirakan telah berlangsung sejak zaman
Jura dan telah menyebabkan tercampurnya batuan ultramafik dengan batuan malihan.
Pada zaman Kapur Awal atau sebelumnya terjadi penerobosan granit dan diorite yang
menerobos batuan ultramafik dan batuan malihan. Pada akhir Kapur Awal terbentuk
kelompok Alino yang terdiri dari Formasi Paniungan, Formasi Pudak, formasi Keramaian,
dan Formasi Manunggul, yang sebagian merupakan olistostrom, diselingi dengan
kegiatan gunung api Kelompok Pitanak yang terdiri dari Formasi Pitanak dan Formasi
Paau.
Gerakan tektonik terakhir terjadi pada kala Miosen Akhir, menyebabkan batuan
yang tua terangkat, membentuk Tinggian Meratus, dan melipat kuat batuan Tersier dan
pra-Tersier.
2.3.4 Batubara
Dari hasil eksplorasi yang dilakukan oleh team geologis PT. Amanah Anugerah
Adi Mulia pada bulan Januari 2010 yang meliputi area dengan luasan 200 Ha, batubara
yang berjumlah 11 lapisan sebagai mana yang dijelaskan berikut ini :
a.

SeamRover 1, singkapan yang ditemukan pada lokasi tambang dengan strike ke arah
timur dan kemiringan sekitar 10o 12o ke arah selatan. Seam ini mempunyai
ketebalan 0,15 0,85 meter, batubara berwarna hitam terang, degan warna gores
hitam dull,dan massif.

b.

SeamRover 2, singkapan yang ditemukan pada lokasi tambang dengan strike N 80o
E/13o. Ketebalan yang tercatat sebesar 0,8 1,58 meter dengan sisipan parting
setebal 10 cm pada 1,10 meter dari bagian roof lapisan. Batubara berwarna hitam
mengkilap, warna gores hitam, dan massif.

5-27

c.

SeamRover 3, singkapan ditemukan dilokasi tambang dengan sifat yang serupa


dengan sifat singkapan yang sebelumnya. Ketebalan batubara 0,25 1,4 meter dan
dispot-spot tertentu terindikasi teroksidasi besi.

d.

SeamRover 4, singkapan ditemukan dilokasi tambang dengan strike N 80o E/13o,


ketebalan antara 0,3 0,7 meter, berwarna hitam kusam hingga terang, warna gores
hitam, bagian atas tertutupi parting 10 14 cm berupa lempung karbonan.

e.

SeamMiddle 30, singkapan ditemukan dilokasi tambang dengan strike N 210o E/60o
dengan ketebalan 0,35 0,7 meter.

f.

SeamMiddle 50, singkapan ditemukan dilokasi tambang dengan ketebalan 0,3 1,05
meter.

g.

SeamMiddle 2,5, singkapan ditemukan dilokasi tambang dengan strike N 72o E/13o
dan ketebalan 2,5 3,05 meter.

h.

SeamLower 30, singkapan ditemukan dilokasi tambang dengan strike N 68o E/14o
dan ketebalan 0,3 0,45 meter.

i.

SeamLower 1, singkapan ditemukan dilokasi tambang dengan strike N 70o E/10o dan
ketebalan 0,3 1,5 meter.

j.

SeamLower 2, singkapan ditemukan dilokasi tambang dengan strike N 68o E/14o dan
ketebalan 1,6 2,1 meter.

k.

SeamLower 3, singkapan tidak ditemukan dipermukaan namun diketahui dari hasil


pemboran. Seam ini terindikasi memiliki sifat yang serupa dengan seam Lower 1 dan
Lower 2.

2.4

Kegiatan Penambangan
Kegiatan penambangan batubara yang dilakukan oleh PT Kaliman Prima

Persadamenggunakan metode tambang terbuka. Penggalian dilakukan dari arah timur ke


barat, dengan kondisi endapan miring setiap seam batubara yang berkisar 14-15o.
Adapun kegiatan penambangan PT Kalimantan Prima Persada adalah sebagai berikut :
a.

Persiapan dan Pembersihan Lahan

b.

Pengupasan dan Pengankutan Tanah pucuk(Top Soil)

c.

Pemberaian dan Pengangkutan Overburden

d.

Penggalian dan Pengangkutan Batubara

e.

Pengolahan Batubara

5-28

f.

Pengankutan ke Port

g.

Penjualan dan pengapalan


Secara lebih jelas kegiatan penambangan tersebut dijelaskan sebagai berikut :

2.4.1. Persiapan dan Pembersihan Lahan


Sebelum di buka, area penambamgam PT Kaliman Prima Persada merupakan
area berhutan sekunder. Sebagian besar pepohonan yang berukuran besar di lokasi
penambangan telah hilang karena penebangan yang dilakukan oleh kegiataan lainnya
sebelum proyek penambangan berlangsung. Dalam proses awal pembukaan lahan,
pepohonan kecil dan semak semak dibersihkan secara langsung dengan menggunakan
bulldozer. Hanya jika masih ditemukan pohon yang berukuran besar, maka terlebih dahulu
dipotong dengan menggunakan gergaji mesin (chain saw), baru kemudian akarnya digali
dengan bulldozer atau dengan bantuan excavator. Luas area yang dibersihkan adalah
mengikuti luas bukaan tambang yakni sekitar 26,5 26,4 ha/tahun. Dengan rencana
produksi hingga tahun 2015, lahan yang akan dibuka total seluas 147,1 ha, dimana 20,1
ha di antaranya sudah terbuka dalam operasional penambangan selanjutnya.
2.4.2

Pengupasan dan Pengangkutan Tanah Pucuk (Top Soil)


Setelah permukaan lahan dibersihkan dari vegetasi-vegetasi maka mulailah

kegiatan pengupasan Top Soil. Ketebalan lapiisan Top Soil yang dikupas berkisar antara
50 120 cm. Pengupasan dilakukan dengan menggunakan excavator dan pengangkutan
menggunakan dump truck. Penumpukan Top Soil dipisahkan pada tempat yang khusus
dan ketika telah mencapai batas maksimum tumpukan maka akan ditanami tanaman
perdu sementara untuk menghindari erosi dan menjaga kesuburan tanah.
2.4.3

Pemberaian Pengangkutan Overburden


Lapisan tanah penutup overburden ada yang dapat digali tanpa diledakkan dahulu

sebelum batuannya dapat dipindahkan. Pada awalnya pembukaan tambang tanah


penutup terpaksa ditimbun di luar area bukaan tambang (outpit dump). Baru pada fase
bukaan berikutnya metode backfilling dapat diterapkan.
Penetapan cara pemindahan batuan penutup sangat dipengaruhi oleh jenis
material batuannya. Pemindahan lapisan batuan yang tergolong lunak dan tidak kompak
atau lapuk dapat dilakukan dengan metode penggalian langsung atau dengan digaru
terlebih dahulu menggunakan bulldozer yang dilengkapi pisau bajak (ripper blade). Tetapi

5-29

untuk lapisan batuan yang tergolong kompak maka terpaksa digunakan metode
peledakan, sebelum dapat dikupas atau digali dengan excavator. Lapisan batuan penutup
(overburden) di daerah Riam Adungan diidentifikasi tergolong batuan dengan kekerasan
sedang sampai keras/kompak sehingga memerlukan proses peledakan (blasting) terlebih
dahulu sebelum dapat digali dan dipindahkan.
Kegiatan pemberaian overburden yang dilakukan dengan proses peledakan
menggunakan metode nonel. Sebelum melakukan kegitan peledakan dilakukan terlebih
dahulu kegiatan pemboran, alat bor yang digunakan adalah Drilltech DR245S dengan
diameter 6 inchi. Setelah dilakukan kegiatan pemberaian maka dilakukan kegiatan
penggalian dan pengangkutan overburden, dengan menggunakan alat gali PC1250 dan
alat angkut HD785 ke arah diposal.

2.4.4

Penggalian dan Pengangkutan Batubara


Penggalian batubara dilakukan dengan sistem konvensional menggunakan alat

gali mekanis (excavator) untuk menjaga mutu batubara yang diambil bebas dari segala
jenis kontaminasi, setelah lapisan penutup batubara dipindahkan, maka permukaan
lapisan batubara terlebih dahulu dibersihkan dari sisa sisa lapisan penutup. Lapisan
batubara yang diperkirakan hilang dari kegiatan ini adalah 5 sampai 10 cm. Setelah
dibersihkan dari kotoran, untuk batubara yang sangat kompak dilakukan pemberaian
terlebih dahulu dengan metode penggaruan (ripping). Sedangkan untuk lapisan batubara
yang tidak terlalu keras dan kompak dapat dilakukan dengan penggalian secara langsung.
Kegiatan penggalian atau pengambilan batubara tersebut dilakukan secara berurutan
setiap

strip

dan

blok

penambangan,

sehingga

terjadi

penambangan

yang

berkesinambungan atau yang dikenal dengan metode strip mine. Selanjutnya batubara
hasil pemberaian dimuat menggunakan excavator ke dalam dump truck untuk diangkut
ke Stockpile.
Berdasarkan hasil perhitungan sisa cadangan batubara dalam wilayah kuasa
penambangan PT Amanah, diketahui sumberdaya terduga sebesar 10,95 juta ton,
sumberdaya terkira sebesar 9,39 juta ton, sumberdaya terukur sebesar 7,82 juta ton, dan
jumlah cadangan yang dinilai ekonomis saat ini sebesar 5,50 juta ton. Seiring dengan
jalannya kegiatan penambangan yang telah dilakukan pihak KPP hingga tahun 2010 dan
rencana penambangan dari tahun 2011, maka dilakukan pengembangan eksplorasi detil
pada daerah daerah yang diperkirakan masih belum cukup data bornya, sehingga

5-30

memungkinkan jumlah cadangan batubara tersebut akan berubah dan diharapkan


menjadi lebih besar. Disamping itu dengan ada nya permintaan pasar untuk jenis batubara
super yang semakin tinggi dan perkembangan harga yang relatif lebih baik, maka akan
sangat memungkinkan untuk mengeksploitasi deposit dengan stripping rasio (SR) tinggi,
sehingga SR juga berubah mengikuti harga batubara. Dengan didukung penerapan dan
kemajuan teknologi pertambangan yang terus berkembang hingga dapat menekan biaya
operasional penambangan, maka jumlah cadangan ekonomis juga dapat meningkat.
2.4.5

Pengolahan Batubara
Batubara hasil penambangan ditempatkan di stock ROM dekat lokasi

penambangan. Selanjutnya untuk mencapai keseragaman ukuran batubara sesuai


permintaan pembeli, batubara yang telah di hauling akan diremukan dengan
menggunakan crusher untuk mencapai ukuran butir 60 mm. unit peremukan terdiri dari
hopper, yang berfungsi sebagai tempat penerima umpan atau corong yang menampung
batubara yang akan diremukan, dan crusher yang berfungsi sebagai alat peremuknya.
2.4.6

Pengangkutan ke Port
Setelah dilakukan pengolahan, batubara tersebut diangkut kembali menuju

Portyang berjarak 39 Km dari lokasi penambangan dengan menggunakan Dump Truck.

5-31

Sumber :Engineering Department PT. Kalimantan Prima Persada, 2013.

Gambar 2.5.
Skema Kegiatan Penambangan PT. Kalimantan Prima Persada

5-32

BAB III
DASAR TEORI

3.1 Peralatan Mekanis


Segala macam pekerjaan yang berhubungan dengan kegiatan penggalian
(digging,

breaking,

loosening),

pemuatan

(loading),

pengangkutan

(hauling,

transportating), penimbunan (dumping, filling), perataan (spreading, leveling) dan


pemadatan (compacting) tanah atau batuan dengan alat-alat mekanis (alat-alat besar)
disebut pemindahan tanah mekanis.
Untuk pemindahan tanah mekanis ini biasa digunakan alat-alat mekanis yang
sesuai kemampuan kerja alat-alat mekanis tersebut tetapi akan dibebankan kepada
penggunaannya untuk pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan tambang terbuka.
Selain itu penggunaan peralatan mekanis disesuaikan dengan komponen
lapangan kerja yang perlu diperhatikan, yaitu :
1.

Jalan-jalan dan sarana pengangkutan yang ada (accessibility and transportation).

2.

Tumbuh-tumbuhan (vegetation).

3.

Macam material dan perubahan volumenya (kind of material and its change of
volume).

4.

Daya dukung material (bearing capacity).

5.

Iklim (climate).

6.

Ketinggian dari permukaan air laut (altitude).

7.

Kemiringan, jarak dan keadaan jalan (haul road conditions).

8.

Effisiensi kerja (operating efficiency).

9.

Syarat-syarat penyelesaian pekerjaan (finishing spesifications).

10. Syarat-syarat penimbunan (fill spesifications)


11. Waktu (time element).
12. Ongkos-ongkos produksi (production costs).
(Partanto, 2000 : 1-10)

Menurut Indonesianto, 2008 ; dasar pemilihan dari peralatan mekanis adalah


sebagai berikut :
1.

Adanya jaminan keselamatan kerja (safety)

5-33

Maksudnya adalah jaminan keselamatan kerja dari alat, yaitu apakah alat PTM
(Pemindahan Tanah Mekanis) tersebut membahayakan operatornya atau tidak.
2.

Ongkos

gali

dan

muat

seminimum

mungkin

suatu

perusahaan

pembongkaran/pemindahan tanah mekanis yang akan memilih peralatan PTM apa


yang akan dicapai, terlebih dahulu harus menghitung secara teoritis tentang :
Produksinya (out put) atau kapasitas alatnya, Biaya pemilikan (cost of owning), Biaya
operasi (cost of operating).
3.

Singkronisasi dengan alat PTM lain (utamanya keserasian kerja antara alat muat dan
alat angkut).

3.2 Alat Gali Muat


Jenis alat ini dikenal juga dengan excavator. Beberapa alat mekanis digunakan
untuk menggai tanah dan batuan. Yang termasuk dalam kategori ini adalah power shovel,
backhoe, dragline dan clamshell (Basuki, 2004)
Alat gali ini mempunyai bagian-bagan utama, antara lain:
a. Bagian atas yang dapat berputar (revolving unit)
b. Bagian bawah untuk berpindah tempat (travelling unit)
c. Bagian-bagian tambahan (attachment) yang dapat diganti sesuai pekerjaan yang akan
dilaksanakan.(Wigroho, 1992)

3.3 Alat Angkut


Alat angkut adalah alat yang digunakan untuk memindahkan material hasil
penambangan ke tempat penimbunan atau pengolahan.
Pengangkutan batuan, endapan bijih, waste, dan lain-lain merupakan suatu hal
yang sangat mempengaruhi operasi penambangan. Untung rugi suatu perusahaan
tambang terletak juga pada lancar tidaknya pengangkutan yang tersedia.
Untuk pengukuran jarak dekat (kurang dari 5 km) dapat dipakai truck dan power
scraper. Untuk pengangkutan jarak sedang (5 20 km) dapat dipakai truk berukuran
besar, dan belt conveyor. Sedangkan untuk jarak jauh (> 20 km) dipergunakan kereta api
atau pipa. (Prodjosumarto,1989).

5-34

3.4 Produktivitas Alat Gali Muat dan Alat Angkut


3.4.1 Alat Gali Muat
Untuk menghitung produktivitas back hoe, pertama-tama kita harus membatasi
terhadap kondisi yang ada pada setiap keadaan pekerjaan.
Back hoe sama seperti power shovel dimana jenis material mempengaruhi
didalam perhitungan produktivitas. Penentuan waktu siklus backhoe didasarkan pada
pemilihan kapasitas bucket (Basuki, 2004)
Untuk perhitungan produksi per siklus alat gali muat dapat menggunakan
persamaan dibawah ini: (Anonim, 2002)

q = q1 x K
Keterangan :
q

= Produksi per siklus (m3)

q1

= Kapasitas Munjung Bucket (m3)

= Bucket Fill Factor

Kemudian untuk perhitungan produktivitas alat gali muat dapat menggunakan


persamaan dibawah ini : (Anonim, 2002)

xqxE

Keterangan :
Q

= Produktivitas alat gali muat (m3/jam)

= Produksi per siklus (m3)

= Efisiensi Kerja

CT

= Cycle time (detik)

3.4.2 Alat Angkut


Produktivitas dari truk dipengaruhi oleh waktu siklusnya. Waktu siklus dump truck
terdiri dari waktu pemuatan, waktu pengangkutan, waktu pembongkaran muatan, waktu
perjalanan kembali dan waktu antri (Basuki, 2004)
Untuk perhitungan produksi per siklus alat gali muat dapat menggunakan
persamaan dibawah ini: (Anonim, 2002)

5-35

q = n x q1 x K
Keterangan :
q

= Produksi per siklus alat angkut (m3)

q1

= Kapasitas Munjung Bucket (m3)

= Bucket Fill Factor

= Jumlah pengisian bak oleh bucket /Passing


Kemudian untuk perhitungan produktivitas alat angkut dapat menggunakan

persamaan dibawah ini : (Anonim, 2002)

xqxE

Keterangan :
Q

= Produktivitas alat Angkut (m3/jam)

= Produksi per siklus (m3)

Eff

= Efisiensi Kerja

CT

= Cycle time (detik)

3.5 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Alat Mekanis


3.5.1. Waktu Edar (Cycle Time)
a. Waktu Edar Alat Gali Muat
Terdiri dari waktu untuk menggali, waktu ayunan bermuatan, waktu untuk
menumpahkan muatan, waktu ayunan kosong. (Anonim, 2010 : 15A-10)

Cycle time = ET + STL + DT + STE

Keterangan :
ET

= Excavating time (detik)

STL = Swing time Loaded (detik)

DT

= Dumping Time (detik)

STE = Swing time empty (detik)

5-36

Sedangkan pada beberapa jenis alat telah ditentukan besar cycle time standar
yang dilihat dari beberapa parameter. Cycle time standar alat gali muat untuk merk
Komatsu dapat dilihat pada Tabel 3.1

Tabel 3.1.
Cycle Time Standar untuk Excavator Merk Komatsu Edisi 30
Model
PC80
PC100
PW100,PW130E
PC120,SPC130
PC150
PW170ES
PC180
PC200,PC210
PW210
PC220,PC230
PC240
PC250

Swing Angle (s)


45o 90o 90o 180o
10 13
13 - 16
11 14
14 - 17
11 14
14 - 17
11 14
14 - 17
13 16
16 - 19
13 16
16 - 19
13 16
16 - 19
13 16
16 - 19
14 17
17 - 20
14 17
17 - 20
15 18
18 - 21
15 18
18 - 21

Model
PC300, PC350
PC380
PC400,PC450
PC750
PC800
PC1250
PC1800
PC1400
PC3000
PC4000
PC5500
PC8000

Swing Angle (s)


45o 90o
90o 180o
15 - 18
18 - 21
16 - 19
19 - 22
16 - 19
19 - 22
18 - 21
21 - 24
18 - 21
21 - 24
22 - 25
25 - 28
24 - 27
27 - 30
24 - 30
30 - 37
24 - 30
30 - 37
24 - 30
30 - 37
25 - 31
31 - 38
25 - 31
31 - 38

(Sumber : Anonim, 2010 : 15A-10)


Tabel 3.2
Cycle Time Standar untuk Excavator Merk Komatsu Edisi 30
Model
PC 78
PW140
PC120, PC130
PC160
PW160,PW180
PC180
PC200,PC210
PW200,220
PC220,PC230,PC240

Swing Angle (s)


45o 90o 90o 180o
10 ~ 13
13 ~ 16
11 ~ 14
14 ~ 17
11 ~ 14
14 ~ 17
13 ~ 16
16 ~ 19
13 ~ 16
16 ~ 19
13 ~ 16
16 ~ 19
13 ~ 16
16 ~ 19
14 ~ 17
17 ~ 20
14 ~ 17
17 ~ 20

Model
PC270,PC290
PC300,PC350
PC400,PC450
PC600
PC750,PC800,PC850
PC1250
PC2000

Swing Angle (s)


45o 90o 90o 180o
15 ~ 18
18 ~ 21
15 ~ 18
18 ~ 21
16 ~ 19
19 ~ 22
17 ~ 20
20 ~ 23
18 ~ 21
21 ~ 24
22 ~ 25
25 ~ 28
24 ~ 27
27 ~ 30

(Sumber : Anonim, 2010 : 15A-10)

b. Waktu Edar Alat Angkut


Waktu edar alat angkut pada umumnya terdiri dari waktu menunggu alat untuk
dimuat, waktu diisi muatan, waktu mengangkut muatan, waktu dumping, waktu kembali
kosong. Persamaan waktu edar alat angkut adalah sebagai berikut : (Anonim, 2010 :
15A-13 )

5-37

Cycle time = LT + HLT + DT + RT + SLT


Keterangan :
LT

= Loading Time (detik)

HLT

= Hauling Time (detik)

DT

= Dumping Time plus time expended (detik)

RT

= Return Time (detik)

SLT

= Spoting Time (detik)

3.5.2. Pola Pemuatan


Secara umum klasifikasi pola pemuatan dibagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu
:
a. Berdasarkan dari jumlah penempatan posisi truk untuk dimuati terhadap posisi
backhoe
b. Berdasarkan dari posisi truk untuk dimuati hasil galian backhoe
c. Berdasarkan cara manuvernya
Dilihat dari jumlah penempatan posisi truck untuk dimuati terhadap posisi back hoe
(biasa disebut pola gali muat), maka ada 2 pola yaitu:
a. Single Back up, truck memposisikan untuk dimuati pada satu tempat
b. Double Back Up, truck memposisikan diri untuk dimuati pada dua tempat
c. Triple Back Up, truck memposisikan diri untuk dimuati pada tiga tempat.
Berdasarkan dari posisi truck untuk dimuati hasil galian backhoe (pola galian muat),
maka terdapat 2 pola, yaitu :
a. Bottom Loading, dimana posisi backhoe dan truk pada satu level (sama-sama diatas
jenjang)
b. Top Loading, dimana posisi backhoe diatas jenjang dan truk berada dibawah jenjang.

Berdasarkan cara manuvernya, pola muat dapat dibedakan menjadi :


a. Frontal Cut, dimana backhoe berhadapan dengan muka jenjang atau front penggalian.
Pada pola ini alat mulai memuat pertama kali pada truk sebelah kiri sampai penuh,
kemudian dilanjutkan pemuatan pada truk sebelah kanan. Sudut putar backhoe antara
10o 110o.

5-38

b. Parallel Cut With Drive By, dimana backhoe bergerak melintang dan sejajar dengan
front penggalian. Pola ini diterapkan apabila lokasi pemuatan memiliki 2 (dua) akses
dan berdekatan dengan lokasi penimbunan (Indonesianto, 2008 : III.37-38)

3.5.3. Bucket Fill Factor


Karakteristik ukuran material memiliki peranan penting dalam menentukan proses
pemuatan. Produksi dari alat muat sangat dipengaruhi oleh material yang dimuatnya.
Disini dikenal istilah faktor pengisian bucket yaitu perbandingan antara volume material
nyata yang dimuat bucket dengan kapasitas munjung bucket.
Faktor pengisian mangkuk alat muat (F) dapat dinyatakan sebagai perbandingan
volume nyata (Vn) dengan volume munjung teoritis (Vt), seperti yang dinyatakan dalam
persamaan (Anjar, 1997 : 3-2) :

Dimana :
F

= Faktor pengisian mangkuk (%)

Vn

= Volume nyata atau kapasitas nyata mangkuk (m3)

Vt

= Volume munjung teoritis mangkuk (m3)


Sedangkan berdasarkan teoritis bucket fill factor dapat diperoleh dengan mengacu

pada parameter kondisi penggalian, yang terlihat pada Tabel 3.3.


Tabel 3.3.
Bucket Fill Factor Standar untuk Berbagai Tipe Material
Condition

Excavating Conditions

Easy
Excavating natural ground of clayey soil, clay, or soft soil
Average
Excavating natural ground of soil such as sandy soil and
dry soil
Rather
Excavating
natural ground of sandy soil with gravel
Difficult
Loading Blasted Rock
Sumber : Anonim, 2010 : 15A-9

Bucket Fill
Factor
1.1 1.2
1.0 1.1
0.8 0.9
0.7 0.8

3.5.4. Swell Factor


Swell adalah pengembangan volume suatu material setelah digali dari tempatnya.
Di alam, material didapati dalam keadaan padat dan terkonsolidasi dengan baik, sehingga
hanya sedikit bagian-bagian kosong (void) yang terisi udara di antara butir-butirnya, lebihlebih kalau butir-butir itu halus sekali.

5-39

Apabila material digali dari tempat aslinya, maka akan terjadi pengembangan
volume (swell). Untuk menyatakan berapa besarnya pengembangan volume itu dikenal
dua istilah yaitu : Faktor pengembangan (Swell factor) dan Persen pengembangan
(Percent swell)
Angka-angka faktor pengembangan (swell factor) setiap klasifikasi tanah atau
material berbeda sesuai dengan jenis tanahnya seperti terlihat pada Tabel swell factor
berikut ini :
Tabel 3.5.
Representative Swell For Different Classes of Earth
Class of Earth

Percent Swell (%)

Clean Sand or Gravel

5 15

Top Soil

10 - 25

Loamy Soil

10 - 35

Common Earth

20 - 45

Clay

30 - 60

Solid Rock

50 - 80

Sumber : Indonesianto, 2008

Sedangkan Percent Swell adalah perbandingan antara densitas dari material


sesudah digali (loose) dan material sebelum digali (insitu) yang dinyatakan dalam persen
.

SF =

Densitas loose (ton / m3 )


x 100 %
Densitas insitu (ton / m3 )

3.5.5. Efisiensi Kerja (Job Efficiency)


Menurut Ir. Susy Fatena Rostiyanti (2002), dalam pelaksanaan pekerjaan dengan
menggunakan alat berat terdapat faktor yang mempengaruhi produktivitas alat yaitu
efisiensi kerja. Efektivitas alat tersebut bekerja tergantung dari beberapa hai yaitu:
- kemampuan operator pemakai alat,
- pemilihan dan pemelihara an alat,
- perencanaan dan pengaturan letak alat,

5-40

- topografi dan volume pekerjaan,


- kondisi cuaca,
- metode pelaksanaan alat.
Dalam kenyataannya, penentuan besarnya efisiensi kerja sulit diukur, tetapi
dengan dasar pengalaman dapat ditentukan efisiensi kerja yang mendekati kenyataan.
Untuk penentuan efisiensi teoritis dapat ditentukan berdasarkan tabel efisiensi kerja
seperti pada tabel 3.4.

Tabel 3.6.
Tabel Efisiensi Kerja Untuk Berbagai Kondisi
Pemeliharaan Mesin

Kondisi
Operasi Alat

Baik
Sekali
Baik Sekali
0,83
Baik
0,78
Sedang
0,72
Buruk
0,63
Buruk Sekali
0,52
Sumber : Nurhakim, 2004

Baik

Sedang

Buruk

0,81
0,75
0,69
0,61
0,50

0,76
0,71
0,65
0,57
0,47

0,70
0,65
0,60
0,52
0,42

Buruk
Sekali
0,63
0,60
0,54
0,45
0,32

Cara yang sangat umum dipakai untuk menentukan efisiensi alat adalah dengan
menghitung berapa menit alat tersebut bekerja secara efektif dalam satu jam,
diformulasikan sebagai (Nurhakim, 2004):
=

100%
+

Dimana :
E

= Efisiensi Kerja (%)

CT

= Cycle Time (sekon)

WT = Waktu Tunda (sekon)

5-41

3.5.6. Faktor Keserasian Alat Gali Muat dan Alat Angkut (Match Factor)
Faktor keserasian (Match Factor) biasanya digunakan untuk mengetahui jumlah alat
angkut yang sesuai (serasi) untuk melayani satu unit alat gali muat. Beberapa faktor yang
perlu diperhatikan dalam menghitung keserasian antara alat gali muat dan angkut adalah
:
Jumlah alat gali muat dan alat angkut yang dipakai
Waktu edar (cycle time) dari alat gali muat
Jumlah pemuatan alat gali muat ke dalam alat angkut
Waktu edar (cycle time) dari alat angkut
Keserasian alat gali muat dan alat angkut dapat dirumuskan sebagai :

MF =

Dimana :
MF

= Faktor Keserasian (Match Factor)

Na

= Jumlah alat angkut

Nm

= Jumlah alat gali muat

Cta

= Waktu edar alat angkut (sec.)

Ctm

= Lamanya pemuatan ke alat angkut, yang besarnya adalah jumlah pemuatan


dikalikan dengan waktu edar alat gali-muat (menit)

Faktor Keserasian (match factorI) mempengaruhi kinerja dari alat gali muat dan alat
angkut, bila dari hasil perhitungan kita dapatkan hasil sebagai berikut :
- Faktor keserasian < 1, maka alat gali muat akan sering menganggur.
- Faktor keserasian = 1, maka kedua alat tersebut sudah serasi artinya kedua alat
tersebut akan sama-sama sibuk sehingga tidak perlu menunggu.
- Faktor keserasian > 1, maka alat angkut akan sering menganggur.

5-42

BAB IV
METODE PENELITIAN

4.1.

Diagram Alir Penelitian

Mulai
Perumusan Masalah
- Membandingkan besar produktivitas teoritis dan
aktual alat gali muat dan alat angkut
- Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi
produktivitas alat gali muat dan alat angkut
Studi Pustaka
- Konsep Perhitungan
- Jenis dan Spesifikasi Alat
- Kondisi Daerah pengamatan
Pengambilan Data

Data Primer

Data Sekunder

Cycle Time Alat Gali muat dan Angkut


Kondisi dan profil Jalan Angkut

Iklim dan Curah Hujan


Kecepatan Safety Alat Angkut
Data geologi
Data alat dan spesifikasinya
Data Bucket fill factor teoritis
Data efisiensi kerja teoritis
Working Hours

5-43

Pengolahan Data
Perhitungan Cycle Time Alat Gali Muat dan Alat Angkut secara teoritis
Perhitungan Produktivitas alat gali muat dan alat angkut secara teoritis dan
aktual
Perhitungan Kebutuhan alat gali muat dan alat angkut berdasarkan nilai teoritis
dan aktual
Analisa Data
Analisis perbandingan produktivitas alat gali muat dan alat angkut secara teoritis
dan aktual alat angkut
Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas alat gali muat dan alat
angkut
Analisis peningkatkan kemampuan produktivitas alat gali muat dan alat angkut
Kesimpulan

Rekomendasi kepada perusahaan untuk peningkatan


Produktivitas alat gali muat dan alat angkut

Selesai
Gambar 4.1.
Diagram Alir Penelitian
4.2.

Instrumentasi dan Teknik Pengumpulan Data


Instrumen atau peralatan yang dipergunakan pada kegiatan pengumpulan data

adalah :
- Stopwatch, digunakan untuk mengukur waktu edar (cycle time) alat gali muat dan alat
angkut material Overburden.
- Penggaris, digunakan untu mengukur rolling resistance.
- Kamera, digunakan untuk mengumpulkan foto-foto sebagai data penunjang.
Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan beberapa tahapan kegiatan. Hal ini
dilakukan untuk memperoleh data yang benar-benar representatif yang dapat digunakan
dalam penelitian ini. Tahapan-tahapan pengumpulan data adalah :
a. Studi Literatur

5-44

Untuk pelaksanaan penelitian studi literatur dilakukan dengan mencari bahanbahan pustaka yang menunjang, baik yang bersifat sebagai dasar penelitian maupun
yang bersifat sebagai pendukung dan referensi. Literatur diperoleh dari buku-buku,
brosur-brosur, peta-peta, grafik dan tabel dari data perpustakaan maupun dari
perusahaan terkait.
b. Pengamatan Lapangan
Dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi lapangan
dan gambaran kondisi kerja alat secara nyata tentang kegiatan pemuatan, dan
pengangkutan yang dilakukan.
c. Pengambilan Data
Data diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan (data primer) dan
literatur-literatur yang berhubungan dengan permasalahan yang ada (data sekunder).
Pengambilan data tergantung dari jenis data yang dibutuhkan, yaitu :
Data primer antara lain :
- Data cycle time alat muat dan alat angkut.
Data Sekunder antara lain :
- Data geologi.
- Data curah hujan.
- Data jumlah alat dan spesifikasinya.
- Data Bucket fill factor teoritis
- Data produktivitas alat aktual
- Data-data pendukung lainnya

4.3.

Teknik Analisis Data


Setelah semua data-data diperoleh, kemudian dlanjutkan dengan proses analisis

data. Proses analisis data juga dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu :
a. Pengolahan Data
Data

yang

telah

diperoleh

kemudian

dikelompokkan

sesuai

dengan

kegunaannya untuk lebih memudahkan dalam penganalisaan, yang selanjutnya


disajikan dalam bentuk tabel, grafik, atau perhitungan penyelesaian.
Data mengenai kondisi tempat kerja, kondisi jalan angkut, kondisi kerja operator,
digunakan untuk melakukan penilaian terhadap kondisi kerja alat muat dan alat
angkut yang beroperasi.

5-45

Data mengenai waktu edar, teknis alat, spesifikasi alat dan sifat material yang
kemudian diolah secara matematis untuk mengetahui produktivitas dari masingmasing alat secara teoritis maupun secara nyata.
Data mengenai monthly target, loss time, breakdown time digunakan untuk
mengetahui besar pencapai target faktor-faktor produksi dan mengevaluasi
kendala-kendala yang dihadapi

b. Analisis Data
Hasil pengolahan data digunakan untuk menganalisis cycle time, kondisi medan
kerja, serta sifat material sehingga dapat diketahui produktivitas dari alat muat dan alat
angkut secara nyata dilapangan maupun secara teoritis.
Dengan diketahuinya kemampuan produktivitas secara nyata maupun secara
teoritis diharapkan produktivitas dapat ditingkatkan dengan melakukan koreksi dan
perbaikan perbaikan baik dari segi teknis alat, manusia dan kondisi tempat kerja.
Selain itu hasil pengolahan data pencapaian target faktor produksi digunakan
untuk mengevaluasi seberapa besar pencapaian secara aktual jika di bandingkan
dengan perencanaan, serta mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam
pencapaian target produksi dan target faktor produksi sehingga dapat diambil suatu
rekomendasi guna perbaikan pada periode berikutnya.

5-46

BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1.

Hasil Penelitian

5.1.1. Pengambilan Data


Kegiatan pengambilan data dilakukan melalui pengamatan lapangan serta melalui
berbagai literatur yang berkaitan dengan penelitian ini. Pengambilan data dilakukan pada
bulan Februari hingga Maret 2014. Alat gali muat yang digunakan pada kegiatan
pembongkaran material tanah penutup adalah Komatsu PC300 dan Komatsu PC1250SP8, sedangkan alat angkut yang digunakan adalah Komatsu HD785 dan HD465. spesifikasi
untuk masing-masing alat dapat dilihat pada LAMPIRAN A.
Untuk mengetahui produktivitas alat gali muat dan alat, perlu dilakukan
pengamatan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhinya. Produktivitas alat gali muat
dan alat angkut umumnya dipengaruhi oleh faktor alat, faktor alam/lingkungan dan faktor
manusia (Operator).

5.1.2

Waktu Edar (Cycle Time) Aktual Alat Gali Muat


Waktu edar alat adalah jumlah waktu yang diperlukan untuk siklus kerja suatu alat.

Pada penelitian ini, waktu edar alat gali muat terdiri atas empat bagian, yaitu waktu
menggali material (Digging time), waktu ayun bermuatan (Swing Load), waktu tumpah
(Dumping Time), dan waktu ayun kosong (Swing Empty). Selain cycle time, juga terdapat
waktu tunda (delay time). Delay time yang terjadi dikarenakan alat gali muat harus
menunggu alat angkut yang belum datang dan menunggu alat angkut ketika melakukan
manuver di area pemuatan. Besar nilai delay time yang terdapat pada alat gali muat dan
total waktu edar alat gali muat dapat dilhat pada tabel 5.1, sedangkan secara rinci dapat
dilihat pada LAMPIRAN B.

5-47

Tabel 5.1.
Waktu Edar (Cycle Time) Komatsu PC300
Siklus Kegiatan
Digging Time
Swing Load Time
Loading Time
Swing Empty Time
Cycle Time
Delay Time

Waktu
(s)
8,89
3,7
2,97
3,25
18,81
5,35

Sumber : Pengambilan Data, 2014

Tabel 5.2.
Waktu Edar (Cycle Time) Komatsu PC1250SP-8
Siklus Kegiatan
Digging Time
Swing Load Time
Loading Time
Swing Empty Time
Cycle Time
Delay Time

Waktu
(s)
11,66
3,92
3,22
3,28
22,08
5,43

Sumber : Pengambilan Data, 2014

5.1.3. Waktu Edar (Cycle Time) Aktual Alat Angkut


Waktu edar (cycle time) alat angkut adalah waktu edar rata-rata yang
ditempuh oleh alat angkut mulai dari saat dimuati oleh Komatsu PC1250SP-8
sampai untuk dimuati kembali dalam keadaaan kosong. Waktu edar alat angkut ini
terdiri dari enam bagian yaitu waktu mengambil posisi pemuatan, waktu pemuatan,
waktu pengangkutan, waktu manuver tumpah, waktu penumpahan muatan, waktu
angkut kosong. Selain cycle time, juga terdapat waktu tunda (delay time). Waktu
tunda ini disebabkan adanya intersection dan masalah teknis lainnya. Total waktu
edar (cycle time) rata-rata alat angkut dapat dilihat pada tabel 5.3 dan table 5.4,
sedangkan cycle time alat angkut secara rinci dapat dilihat pada LAMPIRAN C.

E-48

Tabel 5.3.
Waktu Edar Alat Angkut HD465
Siklus Kegiatan

Waktu
(s)

Loading Time
222,15
Travel Load Time
213,55
Spoting Time
22,39
Dumping Time
28,28
Travel Empty Time
170,08
Spoting Time
17,85
Total Cycle Time
595,9
Delay Time
145,52
Sumber : Pengambilan Data, 2014
Tabel 5.4.
Waktu Edar Alat Angkut HD785
Siklus Kegiatan

Waktu
(s)

Loading Time
190,70
Travel Load Time
306,14
Spoting Time
22,23
Dumping Time
32,98
Travel Empty Time
202,76
Spoting Time
20,86
Total Cycle Time
775,66
Delay Time
165,49
Sumber : Pengambilan Data, 2014

5.1.4. Faktor Pengisian Bucket (Bucket Fill Factor)


Faktor pengisian (fill factor) merupakan suatu faktor yang menunjukkan
besarnya kapasitas nyata dengan kapasitas baku dari mangkuk (bucket) alat muat.
Kapasitas munjung alat gali muat Komatsu PC1250SP-8 secara teoritis adalah 6,7
m3 dan Komatsu PC300-7 adalah 1,8 m3. Dari keadaan di lapangan telah
ditentukan besar Bucket Fill Factor adalah 0,8.

E-49

Gambar 5.1
Pengisian Bucket
5.1.5. Faktor Pengembangan (Swell Factor)
Faktor pengembangan merupakan suatu faktor yang menunjukkan
besarnya volume pengembangan suatu material setelah digali dari tempatnya
berdasarkan volume asli sebelum digali. Perhitungan faktor pengembangan ini
nilai berat jenis loose dan insitu dari material overburden. Berat jenis loose
didapatkan dari hasil percobaan di laboratorium, sedangkan berat jenis insitu
didapatkan dari data Departemen Engineering PT Kalimantan Prima Persada Site
Asam-Asam. Dari data-data tersebut didapatkan nilai Swell Factor sebesar 0,96
(LAMPIRAN N).
5.1.6. Kondisi Tempat Kerja
Tinjauan terhadap kondisi tempat kerja bertujuan untuk mengetahui
apakah kondisi tersebut sudah mendukung atau belum untuk kegiatan produksi
material overburden.
a. Kondisi Loading Point
Pada area pengamatan, kondisi loading point terdiri dari perselingan antara
material setelah blasting dan ripping. Pemukaan kerja alat muat dan alat angkut
cukup stabil meskipun masih bergelombang, tetapi apabila pada kondisi setelah
hujan, struktur tanah menjadi labil dan sangat bergelombang dikarenakan materal
penyusun lapisan penutup bersifat plastis.

E-50

Gambar 5.2
Keadaan Loading Point

b. Kondisi Dumping Point


Pada area dumping point struktur tanahnya masih agak labil, hal ini lebih
dikarenakan oleh faktor material penyusun dumping point tersebut.

Gambar 5.3
Keadaan Dumping Point

5.1.7. Waktu Edar (Cycle Time) Teoritis Alat Gali Muat dan Alat Angkut
a. Waktu Edar (Cycle Time) Alat Gali Muat
Penentuan cycle time alat gali muat didasari oleh beberapa parameterparameter aktual di lapangan antara lain seperti faktor swing angle, digging
condition dan dumping condition. Besar cycle time alat gali muat teoritis untuk
Komatsu PC1250SP-8 yaitu sebesar 22 sekon, sedangkan untuk Komatsu PC3007 sebesar 15. Pengambilan data ini dilakukan pada swing angle 450 - 900.
b. Waktu Edar (Cycle Time) Alat Angkut
Penentuan cycle time alat angkut juga didasari oleh beberapa parameterparameter aktual yang ada di lapangan, antara lain jarak dan kecepatan alat
angkut. Jarak rata-rata untuk Komatsu HD785 adalah 1530 m, sedangkan untuk

E-51

Komatsu HD465 adalah 920 m. Nilai cycle time teoritis alat angkut dapat dilihat
pada tabel 5.5.
Tabel 5.5.
Cycle Time Teoritis Komatsu PC1250SP-8
Waktu
(s)
Loading Time
Travel Load Time
Spoting, dumping, and delay Time
Travel Empty Time
Cycle Time

198,44
270
75
180
723,44

Tabel 5.6.
Cycle Time Teoritis Komatsu PC300-7
Waktu
(s)
Loading Time
Travel Load Time
Spoting, dumping, and delay Time
Travel Empty Time
Cycle Time

22,2

171,75
240
75
180
666,75

Cycle Time Komatsu PC1250SP-8

22
21,8
21,6
21,4
21,2
21
Aktual

Teoritis

Gambar 5.4
Grafik Perbandingan Cycle Time Komatsu PC1250SP-8

E-52

Cycle Time Komatsu PC300-7


19
18
17
16
15
14

Aktual

Teoritis

Gambar 5.5
Grafik Perbandingan Cycle Time Komatsu PC300-7

Efisiensi Komatsu PC1250SP-8


90

80

70

60
Aktual

Teoritis

Gambar 5.6
Grafik Perbandingan Efisiensi Komatsu PC1250SP-8

E-53

Efisiensi Komatsu PC300-7


90

80

70

60
Aktual

Teoritis

Gambar 5.7
Grafik Perbandingan Efisiensi Komatsu PC300-7

Cycle Time Komatsu HD785


900
850
800
750
700
650
600
550
500
Aktual

Teoritis

Gambar 5.8
Grafik Perbandingan Cycle Time Komatsu HD785

E-54

Cycle Time Komatsu HD465


750
700
650
600
550
500

Aktual

Teoritis

Gambar 5.9
Grafik Perbandingan Cycle Time Komatsu HD465

Efisiensi Komatsu HD785


90

80

70

60

Aktual

Teoritis

Gambar 5.10
Grafik Perbandingan Efisiensi Komatsu HD785

E-55

Efisiensi Komatsu HD465


90

80

70

60
Aktual

Teoritis

Gambar 5.11
Grafik Perbandingan Efisiensi Komatsu HD465

5.1.8. Produktivitas Aktual Alat gali Muat dan Alat Angkut


Produktivitas alat muat dan alat angkut pada tambang batubara ini dapat
diketahui dengan melakukan perhitungan dari kemampuan alat muat dan alat
angkut berdasarkan data-data pendukung yang telah diperoleh sebelumnya.
Target produktivitas alat muat dan alat angkut adalah besarnya
produktivitas yang tetapkan oleh perusahaan dengan mengacu pada kondisi
aktual di lapangan. Besar produktivitas yang ditargetkan oleh PT Kalimantan Prima
Persada Site Asam-Asam adalah sebesar 250 BCM/H untuk alat Gali Muat
Komatsu PC300-7 dan 720 BCM/H untuk Komatsu PC1250SP-8.
Sedangkan produktivitas aktual alat muat dan alat angkut adalah besarnya
produksi yang dapat dicapai dalam kenyataan kerja alat muat dan alat angkut
berdasarkan kondisi yang dapat dicapai saat ini.
a. Produktivitas Komatsu PC1250SP-8
Operasi penggalian material tanah penutup, menggunakan 2 buah alat gali
muat yaitu Komatsu PC1250SP-8. Besar produktivitas aktual untuk masingmasing alat gali muat sebesar 671,17 BCM/H
b. Produktivitas Komatsu PC300-7
Operasi penggalian material tanah penutup, menggunakan 1 buah alat gali
muat yaitu Komatsu PC300-7. Besar produktivitas aktual untuk alat gali muat
sebesar 206,37 BCM/H

E-56

c. Produktivitas Komatsu HD785


Kegiatan pengangkutan material tanah penutup menggunakan 3 alat
angkut yaitu Komatsu HD785. Besar produktivitas masing-masing alat angkut
yaitu sebesar 176,25 BCM/H
d. Produktivitas Komatsu HD465
Kegiatan pengangkutan material tanah penutup menggunakan 2 alat angkut
yaitu Komatsu HD465. Besar produktivitas masing-masing alat angkut yaitu
sebesar 76,50 BCM/H
(LAMPIRAN K)
e. Faktor Keserasian Alat
Berdasarkan hasil perhitungan faktor keserasian alat muat dan alat angkut,
dapat diketahui kecenderungan alat gali muat atau alat angkut untuk menunggu..
Dari nilai match factor dapat pula diketahui jumlah unit alat angkut yang sesuai
dengan kebutuhannya. Nilai keserasian yang diperoleh sebesar 0,87 untuk
kombinasi Komastsu PC1250SP-8 dan Komatsu HD785, sedangkan untuk
kombinasi Komastsu PC300-7 dan Komatsu HD465 diperoleh nilai sebesar 0,72
(LAMPIRAN J).
5.1.9. Produktivitas Teoritis Alat Gali Muat dan Alat Angkut
Produktivitas teoritis merupakan nilai kemampuan suatu alat yang dihitung
berdasarkan kondisi di lapangan berdasarkan parameter-parameter tertentu yang
mana parameter tersebut telah diketahui besar nilai idealnya.
a. Faktor Efisiensi
Faktor efisiensi kerja merupakan faktor yang mempengaruhi besar
produktivitas alat. Nilai efisiensi ini mengacu pada faktor kemampuan operator
pemakai alat, pemilihan dan pemeliharaan alat, metode pelaksanaan alat, kondisi
cuaca, dll. Besar nilai efisiensi alat gali muat dan alat angkut pada PT Kalimantan
Prima Persada yaitu sebesar 83% (LAMPIRAN H dan I).
b. Produktivitas Komatsu PC1250SP-8
Produktivitas alat gali muat teoritis untuk jenis Komatsu PC1250SP-8
adalah sebesar 727,99 BCM/H
c. Produktivitas Komatsu PC300-7
Produktivitas alat gali muat teoritis untuk jenis Komatsu PC300-7 adalah
sebesar 286,85 BCM/H
E-57

d. Produktivitas Komatsu HD785


Produktivitas alat angkut teoritis untuk jenis Komatsu HD785 adalah
sebesar 176,41 BCM/H
e. Produktivitas Komatsu HD465
Produktivitas alat angkut teoritis untuk jenis Komatsu HD465 adalah
sebesar 122,61 BCM/H
f. Faktor Keserasian Alat
Faktor keserasian alat teoritis berdasarkan parameter yang digunakan
bernilai 1 untuk semua kombinasi 1
(LAMPIRAN L)

Tabel 5.7.
Perbandingan Produktivitas Aktual dan Teoritis
Parameter

Aktual

Teoritis

Produktivitas Komatsu PC1250SP-8 (BCM/H)

671,17

698,87

Produktivitas Komatsu PC300-7 (BCM/H)

206,37

275,37

Produktivitas Komatsu PCHD785 (BCM/H)

176,25

191,27

Produktivitas Komatsu PCHD465 (BCM/H)

76,50

117,71

Faktor Keserasian/Match Factor (%) (PC1250-8 dengan HD785)

0,72

1,1

Faktor Keserasian/Match Factor (%) (PC300-7 dengan HD465)

0,77

1,2

Kebutuhan Alat Angkut Komatsu HD785

3,65 (~4)

Kebutuhan Alat Angkut Komatsu HD465

2,34 (~3)

Sumber : Pengolahan Data, 2014

E-58

Produktivitas Komatsu PC1250SP-8


720
700
680
660
640
620
600

Target

Aktual

Teoritis

Gambar 5.12
Grafik Perbandingan Produktivitas Komatsu PC1250SP-8

Produktivitas Komatsu PC300-7


290

280
270
260
250
240
230
220
210
200
Target

Aktual

Teoritis

Gambar 5.13
Grafik Perbandingan Produktivitas Komatsu PC1250SP-8

E-59

5.2.

Pembahasan

5.2.1. Produktivitas Alat Gali Muat


a. Cycle Time
Cycle time merupakan faktor yang sangat menentukan besarnya nilai
produktivitas alat gali muat . Secara teoritis besar cycle time alat gali muat adalah
antara 2225 sekon dengan swing angle antara 45o-90o untuk Komatsu
PC1250SP-8 dan 16-18 sekon dengan swing angle antara 45o-90o untuk Komatsu
PC300-7. Sedangkan aktualnya di lapangan nilai cycle time Komatsu PC1250SP8 adalah 22,08 sekon dan nilai cycle time Komatsu PC300-7 adalah 18,81. Hal ini
berarti besar cycle time aktual masih dalam batas kondisi ideal. Akan tetapi nilai
cycle time itu bisa lebih diperkecil untuk meningkatkan produktivitas apabila alat
gali muat tersebut lebih dioptimalkan kerjanya dengan didukung oleh faktor-faktor
pendukung lainnya. Faktor-faktor yang dapat memperkecil besar cycle time
Komatsu PC1250SP-8 yaitu :
Swing Angle
Swing angle merupakan sudut perputaran alat gali muat pada saat alat
tersebut berayun baik dalam keadaan berisi maupun dalam keadaan kosong.
Pada kondisi aktual di lapangan besar swing angle selalu berubah-ubah antara
45o-90o. Hal ini menyebabkan adanya variasi nilai cycle time alat angkut. Semakin
besar swing angle pada alat maka cycle time pun akan menjadi semakin besar.
Untuk itu perlu adanya pengurangan swing angle pada saat pengoperasian alat
gali muat dengan cara penempatan alat angkut yang ideal dengan alat gali muat
agar nilai swing angle tersebut dapat direduksi.

Gambar 5.14
E-60

Posisi Swing Angel 300

Waktu Digging (waktu gali)


Waktu gali merupakan salah satu dari siklus waktu edar alat gali muat yang
memakan waktu paling banyak sehingga besar nilainya tergantung jenis material
yang akan digali. Oleh karena itu waktu gali sering bernilai besar ketika kondisi
material yang tidak sesuai dengan yang diprediksi. Material yang digali di area PT
Kalimantan Prima Persada merupakan hasil blasting dan hasil ripping, sehingga
tidak dapat ditebak hasilnya. Maka dari itu, apabila hasil blasting dan ripping
bagus, waktu gali untuk alat gali muat akan dapat tereduksi, begitu pula
sebaliknya.
b. Delay Time Alat Gali Muat
Delay time merupakan salah satu faktor yang memperkecil produktivitas
alat gali muat. Berdasarkan pengambilan data dilapangan diperoleh nilai delay
time rata-rata Komatsu PC1250SP-8 sebesar 5,43 sekon, sedangkan nilai delay
time rata-rata Komatsu PC300-7 sebesar 5,35 sekon. Nilai delay time ini akan
mempengaruhi nilai efisiensi kerja dari alat tersebut.
Permasalahan-permasalahan yang menyebabkan terjadinya delay time
Komatsu PC1250SP-8 antara lain adalah :
- Terjadinya Gantung, yaitu posisi bucket alat gali muat terisi muatan dan
menunggu alat angkut bermanuver untuk melakukan kegiatan pemuatan.
Dalam prakteknya terjadinya gantung sulit dihindari, hal ini dikarenakan alat gali
muat akan mencuri waktu untuk melakukan penggalian dan ayun berisi pada
saat alat angkut sedang melakukan manuver kosong di pit. Waktu yang
diperlukan alat angkut bermanuver biasanya lebih lama dibandingkan dengan
alat gali muat melakukan penggalian dan ayun berisi sehingga menyebabkan
terjadinya gantung oleh alat gali muat.
- Menunggu alat angkut, hal ini dikarenakan belum adanya alat angkut yang
berada di pit untuk melakukan prose pemuatan. Biasanya ketika tidak adanya
alat angkut yang akan dimuati, alat gali muat melakukan kegiatan pengumpulan
material atau alat tersebut pindah posisi. Sedangkan untuk bulldozer biasanya

E-61

memperbaiki kondisi front loading agar proses pemuatan berlangsung dengan


optimal.

Dari data di atas, penulis membuat simulasi perbaikan cycle time untuk alat
gali muat agar mengoptimalisasikan kerja alat gali muat, mereduksi efisiensi yang
kemudian berdampak meningkatnya produktivitas alat gali muat. Untuk cycle time
Komatsu PC1250SP-8 penulis mensimulasikan nilai sebesar 22,08 sekon
sedangkan untuk Komatsu PC300-7 sebesar 17 sekon. Secara aktual dan teoritis
dua data tersebut masih dalam waktu ideal sehingga masih dapat direduksi.
Simulasi untuk Komatsu PC1250SP-8 tidak melalu waktu edar dikarenakan
waktu edar dalam kondisi yang baik. Namun dengan waktu edar yang sama,
produktivitas tidak tercapai, maka dari itu penulis mensimulasikan peningkatan
produktivitas terfokus pada peningkatan efisiensi dari 80% menjadi 83% dengan
cara mereduksi waktu delay. Waktu delay dapat direduksi dengan menambahkan
alat support pada front seperti buldozer sehingga waktu pindah alat dalam
merapikan material dapat direduksi sehingga alat bekerja maksimal terfokus pada
pemuatan ke alat angkut. Sehingga setelah simulasi produktivitas mampu naik
sebesar 725,35 BCM/H dari sebelumnya yaitu 699,13 BCM/H.
Sedangkan simulasi pada Komatsu PC300-7 hanya dapat mencapai 17
sekon dari 18,81 sekon, dengan pertimbangan perbaikan front yang baik dan
penambahan alat support sehingga mampu meningkatkan efisiensi dan mereduksi
waktu edar. Jika mengikuti waktu edar aktual maka alat tidak mampu untuk
mencapai target produktivitas. Masalah utama yang perlu diperhatikan adalah
kondisi front yang berair sehingga material disekeliling menjadi lembek dan
menjadikan bucket tidak maksimal dalam memuat material.
Data perbandingan cycle time dan efisiensi secara aktual, teoritis dan
simulasi dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Setelah menentukan perbandingan di atas maka didapatkan nilai
produktivitas alat gali muat secara aktual, teoritis dan simulasi. Nilai perbandingan
produktivitas aktual (LAMPIRAN K), teoritis (LAMPIRAN L) dan simulasi
(LAMPIRAN M) dapat dilihat pada tabel dan gambar di bawah ini.
Tabel 5.8.
Produktivitas Aktual, Teoritis dan Simulasi Alat Gali Muat
E-62

Aktual
(s)

Teoritis
(s)

Simulasi
(s)

671,17
Komatsu PC1250SP-8
206,37
Komatsu PC300-7
Sumber : Pengolahan Data, 2014

698,87
275,37

696,33
242,98

Produktivitas Komatsu PC1250SP-8


700
680

660
640
620
600
Target

Aktual

Teoritis

Simulasi

Gambar 5.15
Grafik Perbandingan Produktivitas Komatsu PC1250SP-8

Produktivitas Komatsu PC300-7


275
260
245
230
215
200
Target

Aktual

Teoritis

Simulasi

Gambar 5.16
Grafik Perbandingan Produktivitas Komatsu PC300-7
5.2.2. Produktivitas Alat Angkut
E-63

a. Cycle Time
Berdasarkan hasil pengamatan pada kondisi aktual untuk nilai cycle time
alat gali muat untuk Komatsu HD785 yaitu sebesar 775,66 sekon sedangkan untuk
Komatsu HD465 595,9. Berdasarkan perhitungan teoritis nilai cycle time untuk
Komatsu HD785 sebesar 813,44 sekon, sedangkan untuk Komatsu HD465
sebesar 666,75. Nilai cycle time aktual berbeda dengan kondisi teoritisnya.
Perbedaan nilai aktual dengan teoritis dikarenakan adanya faktor-faktor
yang mempengaruhi terjadinya perbedaan nilai cycle time, maka dapat dijabarkan
untuk setiap bagian dari cycle time tersebut.
Loading Time (Waktu Pemuatan)
Faktor yang mempengaruhi terjadinya perbedaan pada waktu pemuatan
telah

dijelaskan

sebelumnya

pada

subbab

5.2.1

dimana

faktor

yang

mempengaruhinya adalah faktor swing angle dan pola pemuatan,


Travel Load Time (Waktu Angkut)
Berdasarkan hasil pengamatan, yang mempengaruhi adalah kecepatan
alat angkut sehingga terjadi perbedaan waktu yang sangat signifikan antara aktual
dan teoritis. Kecepatan juga dipengaruhi kondisi jalan alat angkut.

Gambar 5.17
Kondisi Jalan Angkut
Travel Empty Time (Waktu Kembali)
Seperti halnya pada travel load time, pada travel empty time kecepatan
sangat berpengaruh untuk mereduksi cycle time pada alat angkut sehingga
memperkecil nilai cycle time yang berpengaruh pada produktivitas.
b. Delay Time Alat Angkut
Sama halnya dengan alat gali muat, delay time yang terjadi pada alat angkut
juga berpengaruh terhadap produktivitas dan efisiensi kerja alat tersebut.

E-64

Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh data untuk delay time rata-rata Komatsu
HD785 sebesar 165,49 sekon, sedangkan untuk Komatsu HD465 sebesar 145,52.
Permasalahan-permasalahan yang menyebabkan terjadinya delay time
pada alat angkut antara lain adalah adanya intersection pada jalan angkut. Hal ini
menyebabkan alat angkut berhenti untuk mengantisipasi apabila terdapat alat
angkut lain yang datang berlawanan arah. Penyebabnya adalah lebar jalan angkut
yang tidak sesuai dengan kapasitas alat angkut terbesar.
Simulasi pada alat angkut tipe Komatsu HD785 tidak merubah waktu edar
melainkan penambahan alat angkut yang semula 3 menjadi 4 alat angkut. Ini
disebabkan dengan jumlah 3 alat angkut produktivitas alat angkut tidak mencapai
target produktivitas alat angkut yang ditargetkan sebesar 720 BCM/H. Jika hanya
menggunakan 3 alat angkut saja, produktivitas total alat angkut sebesar 552
BCM/H. Jika menggunakan 4 alat angkut produktivitas meningkat sebesar 736
BCM/H. Perbaikan jumlah passing yang semula rata-rata sebesar 9,02 menjadi 9
juga disarankan agar jumlah passing lebih terkontrol dan tidak berdasarkan besar
payloadmeter.
Simulasi pada alat angkut tipe Komatsu HD465 tidak berbeda jauh dengan
tipe Komatsu HD785, yaitu tidak merubah merubah waktu edar melainkan
penambahan alat angkut yang semula 2 menjadi 3 alat angkut. Ini disebabkan
dengan jumlah 2 alat angkut produktivitas alat angkut tidak mencapai target
produktivitas alat angkut yang ditargetkan sebesar 250 BCM/H. Jika hanya
menggunakan 2 alat angkut saja, produktivitas total alat angkut sebesar 167,03
BCM/H. Jika menggunakan 3 alat angkut produktivitas meningkat sebesar 250,55
BCM/H. Perbaikan jumlah passing yang semula rata-rata sebesar 11,45 menjadi
12 juga disarankan agar jumlah passing lebih terkontrol dan tidak berdasarkan
besar payloadmeter.
Data perbandingan cycle time dan efisiensi secara aktual, teoritis dan
simulasi dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Tabel 5.9.
Produktivitas Aktual, Teoritis dan Simulasi Alat Angkut
Aktual
(s)

Teoritis
(s)

Simulasi
(s)
E-65

184
Komatsu HD785
79,69
Komatsu HD465
Sumber : Pengolahan Data, 2014

198,36
122,61

183,59
83,51

Produktivitas Komatsu HD785


200
190
180
170
160
150
Aktual

Teoritis

Simulasi

Gambar 5.18
Grafik Perbandingan Produktivitas Komatsu HD785

Produktivitas Komatsu HD465


120

105

90

75

60
Aktual

Teoritis

Simulasi

Gambar 5.19
Grafik Perbandingan Produktivitas Komatsu HD465
Perbandingan faktor keserasian antara alat gali muat dan alat angkut dapat
dilihat pada tabel berikut :
Tabel 5.10.
Faktor Keserasian Aktual, Teoritis dan Simulasi
E-66

Aktual
(s)

Teoritis
(s)

Simulasi
(s)

0,77

1,1

0,72

1,2

Komatsu PC1250SP-8 dengan


Komatsu HD785
Komatsu PC300-7 dengan
Komatsu HD465
Sumber : Pengolahan Data, 2014

BAB VI
PENUTUP

6.1. Kesimpulan
Berdasarkan hal-hal yang telah dibahas pada bab-bab sebelumnya dapat
ditarik beberapa kesimpulan, antara lain :
1.

Cycle time aktual Komatsu PC1250SP-8 sebesar 22,08 sekon, secara teoritis
sebesar 22 sekon sedangkan setelah simulasi sebesar 22,08 sekon. Untuk
cycle time aktual Komatsu PC300-7 sebesar 18,81 sekon, secara teoritis
sebesar 15 sekon sedangkan setelah simulasi sebesar 17 sekon.

2.

Cycle time aktual Komatsu HD785 sebesar 775,66 sekon, secara teoritis
sebesar 723,44 sekon sedangkan setelah simulasi sebesar 775,66 sekon.

E-67

Untuk cycle time aktual Komatsu HD465 sebesar 595,90 sekon, secara teoritis
sebesar 666,75 sekon sedangkan setelah simulasi sebesar 595,9 sekon.
3.

Nilai efisiensi aktual Komatsu PC1250SP-8 sebesar 80%, secara teoritis


sebesar 83% sedangkan setelah simulasi sebesar 83%. Untuk efisiensi aktual
Komatsu PC300-7 sebesar 78%, secara teoritis sebesar 83% sekon
sedangkan setelah simulasi sebesar 83%.

4.

Nilai efisiensi aktual Komatsu HD785 sebesar 82%, secara teoritis sebesar
83% sedangkan setelah simulasi sebesar 82%. Untuk efisiensi aktual
Komatsu HD465 sebesar 80%, secara teoritis sebesar 83% sekon sedangkan
setelah simulasi sebesar 80%.

5.

Produktivitas aktual Komatsu PC1250SP-8 sebesar 671,17 BCM/H, secara


teoritis sebesar 698,87 BCM/H sedangkan setelah simulasi sebesar 696,33
BCM/H. Untuk produktivitas aktual Komatsu PC300-7 sebesar 206,37 BCM/H,
secara teoritis sebesar 275,37 BCM/H sedangkan setelah simulasi sebesar
242,98 BCM/H.

6.

Produktivitas aktual Komatsu HD785 sebesar 176,25 BCM/H, secara teoritis


sebesar 191,27 BCM/H sedangkan setelah simulasi sebesar 176,25 BCM/H.
Untuk produktivitas aktual Komatsu HD465 sebesar 76,50 BCM/H, secara
teoritis sebesar 117,71 BCM/H sedangkan setelah simulasi sebesar 80,17
BCM/H.

7.

Faktor keserasian untuk kombinasi Komatsu PC1250SP-8 dengan Komatsu


HD785 secara aktual sebesar 0,77 sedangkan secara teoritis sebesar 1,1 dan
simulasi sebesar 1.

8.

Faktor keserasian untuk kombinasi Komatsu PC300-7 dengan Komatsu


HD465 secara aktual sebesar 0,72 sedangkan secara teoritis sebesar 1,2 dan
simulasi sebesar 1.

6.2. Saran
1.

Perlu adanya perbaikan dalam kegiatan blasting dan ripping agar material
yang dihasilkan dapat memudahkan alat gali muat saat melakukan penggalian
sehingga menekan nilai cycle time alat gali muat.

2.

Perbaikan dan pelebaran jalan agar alat angkut yang melintas tidak
mengalami waktu tunggu sehingga waktu yang digunakan bisa direduksi guna
menekan nilai cucle time alat angkut.
E-68

3.

Penambahan alat pada masing-masing front guna tercapainya target


produktivitas.

DAFTAR PUSTAKA

E-69

Anjar, A., 1997. Kajian Teknis Alat Muat dan Alat Angkut Dengan Penerapan
Metode Antrian untuk Mencapai Sasaran Produksi pada Penambangan
Tanah Liat Kuari Temandang PT. Semen Gresik tbk Tuban. Fakultas
Teknologi Mineral UPN, Yogyakarta. Hal : 3-2
Anonim, 2013.Specifications & Application Handbook Edition 30, Komatsu,
Japan, 817 pp.
Arif, I dan Adisoma, G. S. 2002. Buku ajar Perencanaan tambang. Institut
Teknologi Bandung. Hal V2, VI1, V3.
Basuki, S. dan Nurhakim., 2004. Modul Ajar dan Praktikum Pemindahan Tanah
Mekanis. Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Lambung
Mangkurat, Banjarbaru. Hal19-20, 28-30, 83, 91.
Hartman, H.L., 1987, Introductory Mining Engineering, John Wiley & Sons, inc,
Canada.
Indonesianto, Y. 2008. Pemindahan Tanah Mekanis. Jurusan Teknik
Pertambangan. Universitas Pembangunan Nasional Veteran.
Yogyakarta.
Nurhakim, 2004. Buku Panduan Kuliah Lapangan 2, FT UNLAM, Banjarbaru,
Hal 5-6, 20, 23-24, 28
Prodjosumarto, P., 1989. Pemindahan Tanah Mekanis. Institut Teknologi
Bandung. Hal 1-10.
Suwandhi, A. 2004. Perencanaan Jalan Tambang. Diklat Perencanaan
Tambang Terbuka. Bandung. Hal : 1-4.
Wigroho, H.Y., 1992. Alat-Alat Berat. Universitas Atmajaya Yogyakarta. Hal 49.

E-70

LAMPIRAN A
SPESIFIKASI ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT

A.

Spesifikasi Komatsu PC1250SP-8


Merk

Komatsu

Tipe

PC1250SP-8

Kapasitas tangki bahan bakar

1360 liter

Berat keseluruhan

106.700 kg

Kapasitas munjung mangkuk

6,7 m3

Daya tekan

20,4 psi

Mesin
- Tenaga

- Model

- Tipe

620 Hp/ 1800 rpm


Komatsu SAA6D170E-5
4 cycle, water cooled, direct injection

Dimensi alat :

B.

- Tinggi

4120 mm

- Lebar

4995 mm

- Panjang dengan boom

14790 mm

Kecepatan jalan maksimum

Lo :

2,1 Km/h

Hi :

3,2 Km/h

Merk

Komatsu

Tipe

PC300-7

Kapasitas tangki bahan bakar

650 liter

Berat keseluruhan

31200 kg

Kapasitas munjung mangkuk

1,8 m3

Daya tekan

9,2 psi

Spesifikasi Komatsu PC300-7

Mesin
- Tenaga

- Model

242 Hp/ 1900 rpm


Komatsu SAA6D114E-2
E-71

- Tipe

4 cycle, water cooled, direct injection

Dimensi alat :

C.

- Tinggi

3700 mm

- Lebar

3450 mm

- Panjang dengan boom

11140 mm

Kecepatan jalan maksimum

Lo :

3,2 Km/h

Hi :

5,5 Km/h

Spesifikasi Komatsu HD785


Kapasitas muatan maksimum

77.1 ton

Berat kosong

58.886 kg

Kecepatan maksimum

60 Km/jam

Panjang keseluruhan

9780 mm

Panjang bak

6879 mm

Lebar bak

4950 mm

Tinggi bak

1908.4 mm

Tinggi Total

4140 mm

Tinggi Dumping

9290 mm

Radius putar

26.8 m

Kecepatan maksimal :
- Maju gigi
1..10,5 Km/jam
2..14,3 Km/jam
3..19,3 Km/jam
4.. 26,0 Km/jam
5..34,9 Km/jam
6..46,6 Km/jam
7..60,4 Km/Jam
- Reverse
1..11,9 Km/jam

E-72

Mesin
- Tipe

D.

3508B TA

- Jumlah silinder

- Piston Displacement

34,5 L

- Gross Power

1000 HP / 1750 rpm

- Kapasitas Tangki

860 liter

Kapasitas muatan maksimum

61 ton

Berat kosong

42.800 kg

Kecepatan maksimum

70 Km/jam

Panjang keseluruhan

9780 mm

Panjang bak

6879 mm

Lebar bak

4950 mm

Tinggi bak

1908.4 mm

Tinggi Total

4140 mm

Tinggi Dumping

9290 mm

Radius putar

8,5 m

Spesifikasi Komatsu HD465

Kecepatan maksimal :
- Maju gigi
1..10,5 Km/jam
2..14,3 Km/jam
3..19,3 Km/jam
4.. 26,0 Km/jam
5..34,9 Km/jam
6..46,6 Km/jam
7..60,4 Km/Jam
- Reverse
1..11,9 Km/jam

Mesin
- Tipe

- Jumlah silinder

3508B TA
=

8
E-73

- Piston Displacement

34,5 L

- Gross Power

1000 HP / 1750 rpm

- Kapasitas Tangki

860 liter

LAMPIRAN B
WAKTU EDAR AKTUAL ALAT GALI MUAT

Tabel B.1
Cycle Time Komatsu PC1250SP-8
Fixed Time (sekon)
No
1
2
1. 1
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29

Waktu
Gali
12,46
14,69
15,91
17,39
14,44
19,89
9,38
6,71
6,63
8,33
8,12
14,97
17,94
11,78
11,91
8,94
11,39
7,99
8,42
11,46
12,13
14,46
14,32
13,81
14,52
10,5
11,03
10,69
11,2

Waktu
ayun
berisi
3,11
2,88
2,99
3,1
3,54
2,51
2,56
3,49
4,2
4,04
2,79
3,14
3,69
3,52
3,99
4,96
3,59
4,1
3,74
4,86
3,06
2,91
4,21
5,08
5,58
4,03
2,93
3,22
3,86

Waktu
tumpah
2,71
2,93
3,41
2,51
2,73
3,48
2,66
3,12
2,51
2,63
3,17
3,29
3,33
2,61
3,28
3,07
2,7
2,41
3,29
2,01
2,46
3,56
3,17
3,86
4,6
3,47
3,32
2,69
3,06

Waktu
ayun
kosong
2,62
2,39
2,9
2,93
3,08
2,88
3,58
2,49
3,38
3,27
3,47
3,43
2,81
2,95
2,92
3,82
3,16
3,14
3,66
2,93
3,18
3,24
4,23
3,28
3,71
2,92
2,51
2,97
2,47

Cycle
Time
(sekon)

Delay
Time
(sekon)

20,9
22,89
25,21
25,93
23,79
28,76
18,18
15,81
16,72
18,27
17,55
24,83
27,77
20,86
22,1
20,79
20,84
17,64
19,11
21,26
20,83
24,17
25,93
26,03
28,41
20,92
19,79
19,57
20,59

16,43
18,03
0
0
0
17,56
0
0
18,22
0
17,88
0
0
0
0
22,33
0
0
20,67
0
0
0
0
0
0
29,77
0
0
22,89

Keterangan

E-74

30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75

8,63
12,7
14,91
10,26
11,32
9,95
8,88
10,01
9,29
7,45
10,09
12,34
10,19
11,21
8,89
10,92
13,46
10,45
8,78
11,01
8,69
10,89
11,04
12,72
13,51
11,39
12,56
9,52
8,53
11,06
11
10,01
11,51
12,18
13,75
12,08
10,39
9,17
10,13
11,39
9,48
11,07
9,17
8,23
9,42
9,54

3,05
3,82
4,66
6,57
4,46
3,62
4,82
5,58
3,94
4,74
4,2
5,18
4,03
5,13
4,64
3,69
4,03
4,59
3,51
3,75
3,95
4,67
3,44
3,48
3,22
4,67
5,79
5,11
2,49
3,52
5,87
3,89
3,39
4,48
5,22
5,7
3,44
3,64
3,34
3,42
5,3
4,86
4,19
4,57
3,09
3,58

2,48
3,24
2,86
4,92
4,58
2,99
3,99
2,94
3,04
3,79
2,7
3,53
2,61
3,73
3,42
3,54
2,58
3,24
4,19
3,58
3,83
3,08
3,3
2,66
4,25
3,29
4,1
3,6
3,41
3,7
4,5
2,89
3,09
2,92
3,04
5,01
4
3,4
3,6
4,35
3,96
4,49
4,65
5,03
5,33
2,53

2,75
3,32
3,18
4,44
4,87
2,92
2,69
2,53
2,75
2,76
2,74
3,55
2,92
3,09
2,7
3,26
2,86
2,4
3,85
3,97
3,39
2,7
3,68
3,04
4,35
4,8
4,15
3,38
3,08
4,45
4,91
3,32
3,82
4,61
4,56
4,34
3,95
4
3,45
3,51
4,43
3,04
3,18
3,85
3,67
2,1

16,91
23,08
25,61
26,19
25,23
19,48
20,38
21,06
19,02
18,74
19,73
24,6
19,75
23,16
19,65
21,41
22,93
20,68
20,33
22,31
19,86
21,34
21,46
21,9
25,33
24,15
26,6
21,61
17,51
22,73
26,28
20,11
21,81
24,19
26,57
27,13
21,78
20,21
20,52
22,67
23,17
23,46
21,19
21,68
21,51
17,75

0
0
0
0
0
23,52
0
0
27,11
0
0
22,13
0
0
0
0
0
0
0
0
22,79
0
0
25,22
0
0
0
30,13
23,14
0
0
0
23,15
0
0
0
0
0
0
0
31,22
0
0
0
0
0
E-75

76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121

9,33
8,77
10,61
8,82
7,63
10,2
11,2
11,48
10,21
11,9
9,52
9,7
10,56
9,4
11,37
7,79
10,1
9,84
11,87
7,09
8,3
9,46
12,42
12,25
13,17
11,55
13,84
10,93
11,95
12,24
13,95
12,18
9,23
12,09
12,78
14,57
13,6
12,85
10,59
7,09
8,3
9,46
12,42
12,25
13,17
11,55

3,34
3,25
3,64
4,02
3,64
3,66
2,63
3,07
3,22
3,08
3,4
3,39
3,08
5,31
4,03
3,05
3,53
4,06
3,83
4,32
3,99
3,35
3,84
3,01
2,67
3,72
3,24
3,86
3,16
4,65
2,81
4,05
3,93
3,76
4,79
2,83
3,82
3,89
3,05
4,32
3,99
3,35
3,84
3,01
2,67
3,72

2,21
3,02
2,85
3,45
2,56
3,75
2,67
2,64
2,99
2,69
2,92
2,41
3,04
4,68
4,58
3,71
3,3
2,54
2,62
3,55
5,11
3,97
3,41
2,98
3,41
3,22
3
2,32
3,15
2,75
3,02
3,28
3,2
3,11
3,3
2,98
2,31
2,96
3,93
3,55
5,11
3,97
3,41
2,98
3,41
3,22

2,1
3,49
2,62
2,56
2,5
3,24
2,7
1,99
3,08
1,93
3,17
2,65
2,37
2,8
3,73
2,97
3
2,78
3,5
3,52
3,51
3,57
2,92
3,17
3,93
3,38
2,92
3,19
2,89
3,41
3,42
3,7
3,52
3,44
2,59
3,78
2,99
3,71
2,47
3,52
3,51
3,57
2,92
3,17
3,93
3,38

16,98
18,53
19,72
18,85
16,33
20,85
19,2
19,18
19,5
19,6
19,01
18,15
19,05
22,19
23,71
17,52
19,93
19,22
21,82
18,48
20,91
20,35
22,59
21,41
23,18
21,87
23
20,3
21,15
23,05
23,2
23,21
19,88
22,4
23,46
24,16
22,72
23,41
20,04
18,48
20,91
20,35
22,59
21,41
23,18
21,87

16,68
17,22
0
0
0
0
0
0
15,55
14,98
0
0
17,11
0
0
16,45
0
0
0
0
12,12
0
19,33
0
0
0
13,57
0
15,55
0
0
0
12,37
0
0
13,88
14,21
0
0
0
0
13,45
12,1
15,38
0
0
E-76

122
123
124
125
126
127
128
129
130
131
132
133
134
135
136
137
138
139
140
141
142
143
144
145
146
147
148
149
150
151
152
153
154
155
156
157
158
159
160
161
162
163
164
165
166
167

13,84
10,93
11,95
12,24
13,95
12,18
9,23
12,09
12,78
14,57
13,6
12,85
10,59
15,29
10,13
14,18
15,16
14,26
17,37
15,33
15,7
16,36
11,48
14,12
10,67
11,62
14,24
14,45
16,48
14,99
17,37
16,13
17,84
11,52
10,97
10,22
10,83
12,67
14,08
11,37
10,9
9,82
12,18
13,13
12,99
12,7

3,24
3,86
3,16
4,65
2,81
4,05
3,93
3,76
4,79
2,83
3,82
3,89
3,05
3,34
4,4
6,09
4,31
4,76
5,79
5,39
4,86
5,12
5,43
5,8
4,65
4,95
4,72
4,63
4,4
3,27
5,04
3,96
4,2
3,87
4,12
4,69
4,75
5,02
4,71
4,82
5,03
4,6
4,66
3,89
3,44
4,97

3
2,32
3,15
2,75
3,02
3,28
3,2
3,11
3,3
2,98
2,31
2,96
3,93
3,49
3,19
3,89
3,84
3,23
3,97
2,85
3,47
4,14
2,84
3,78
4,12
3,3
3,41
2,55
3,68
2,71
4,62
3,41
3,14
2,42
3,09
2,53
2,6
2,19
2,69
3,54
2,7
3,45
3,21
2,63
2,8
2,78

2,92
3,19
2,89
3,41
3,42
3,7
3,52
3,44
2,59
3,78
2,99
3,71
2,47
3,06
3,38
2,19
3,8
3,5
4,14
3,26
2,56
4,24
3,92
3,45
4,05
4,29
3,73
3,6
4,77
3,47
4,39
3,64
3,33
3,64
3
3,3
3,49
3,67
3,92
3,14
3,09
3,39
2,89
3,01
2,89
3,01

23
20,3
21,15
23,05
23,2
23,21
19,88
22,4
23,46
24,16
22,72
23,41
20,04
25,18
21,1
26,35
27,11
25,75
31,27
26,83
26,59
29,86
23,67
27,15
23,49
24,16
26,1
25,23
29,33
24,44
31,42
27,14
28,51
21,45
21,18
20,74
21,67
23,55
25,4
22,87
21,72
21,26
22,94
22,66
22,12
23,46

0
0
20,77
0
0
0
0
16,22
16,89
0
0
0
13,97
0
19,34
16,77
0
0
0
23,67
0
0
0
28,14
0
18,22
0
0
0
0
0
18,87
16,33
0
17,98
0
14,58
0
0
16,34
14,11
0
0
0
0
0
E-77

168
169
170
171
172
173
174
175
176
177
178
179
180
181
182
183
184
185
186
187
188
189
190
191
192
193
194
Total
Rata-Rata

12,19
11,1
11,46
10,41
11,14
11,84
12,5
10,45
11,03
10,56
14,59
12,58
13,54
10,56
11,46
12,84
12,73
11,19
9,35
12,63
12,42
13,74
12,11
8,96
7,79
11,51
13,82
2262,0
1
11,66

3,78
3,37
4,76
3,84
3,8
4,09
5,32
2,89
2,78
3,16
2,37
3,2
3,16
3,81
3,12
3,59
3,34
2,92
3,79
3,13
2,49
3,08
3,21
3,79
3,08
2,77
3,28
760,32

3,67
3,13
3,09
2,79
2,75
2,6
3
2,64
3,01
3,61
2,13
2,65
2,63
2,06
2,7
2,11
3,42
2,69
3,5
2,71
2,27
2,76
3,02
2,94
2,21
2,94
2,55
624,39

3,58
3,83
2,8
3,35
3,59
3,74
3,55
2,95
2,56
3,15
3,24
2,72
2,71
2,25
3,39
3,98
2,65
3,15
3,79
2,08
2,72
2,86
3,96
2,75
3,45
2,74
2,77
636,39

23,22
21,43
22,11
20,39
21,28
22,27
24,37
18,93
19,38
20,48
22,33
21,15
22,04
18,68
20,67
22,52
22,14
19,95
20,43
20,55
19,9
22,44
22,3
18,44
16,53
19,96
22,42
4283,11

0
17,55
0
0
0
0
0
15,33
0
18,66
16,44
0
0
0
0
0
21,71
0
0
0
23,44
0
0
0
15,22
0
0
1052,69

3,92

3,22

3,28

22,08

5,43

E-78

E-79

E-80

E-81

E-82

Tabel B.2
Cycle Time Komatsu PC300-7
Fixed Time (sekon)
No
1
2
2. 1
3
4

Waktu
Gali
8,32
8,78
9,06
8,57

Waktu
ayun
berisi
2,91
3,47
3,99
4,64

Waktu
tumpah
3,22
3,67
4,2
2,88

Waktu
ayun
kosong
3,02
2,99
4,31
3,56

Cycle
Time
(sekon)

Delay
Time
(sekon)

17,47
18,91
21,56
19,65

10,31
20,19
0
0

Keterangan

E-83

5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60

8,89
9,67
8,35
11,08
10,37
10,6
8,26
11,87
11,42
9,13
7,62
9,42
8,88
9,33
10,44
10,64
9,11
10,48
8,85
7,6
5,95
6,97
6,68
10,11
6,33
10,19
7,99
7,85
8,54
6,76
9,21
11,38
8,24
9,66
10,26
10,26
8,33
8,02
9,2
7,24
6,87
9,41
7,66
7,43
8,89
9,18
8,83
8,57
8,21
9,94
7,39
7,99
9,66
8,64
7,04
6,82

3,89
3,52
4,85
4,24
4,37
3,77
4,3
4,11
3,69
4,15
3,35
3,06
3,03
4,67
3,65
4,65
2,37
2,19
4,15
3,71
5,19
4,29
4,71
4,44
5,48
4,63
4,35
5,6
4,32
4,21
4,15
4,77
3,89
4,74
5,29
4,1
2,81
4,37
2,99
3,18
3,54
3,35
4,27
2,72
3,8
3,54
3,33
3,45
3,65
3,02
3,51
3,01
3,07
2,93
2,85
3,12

2,87
3,16
3,65
3,47
3,73
3,48
3,55
3,11
3,69
3,11
2,45
2,62
3,3
3,01
2,67
3,24
5,81
3,24
3,12
4,18
4
4,54
3,07
3,97
2,16
2,89
2,74
2,94
3,55
2,14
2,03
2,14
4,1
3,25
2,1
2,81
2,99
3,18
3,43
3,16
2,97
2,28
3,48
2,63
2,64
3,39
2,74
3,22
2,74
3,23
2,85
2,45
2,8
4,28
3,82
2,89

3,3
4,12
4,81
3,67
4,63
4,03
3,64
3,74
4,65
4,94
2,81
3,13
3,49
3,69
3,76
3,72
4,89
4,32
4,4
6,57
3,87
4,29
4,3
4,27
2,75
3,99
3,76
4,37
4,14
4,5
3,92
3,42
3,11
3,62
5,04
4,09
2,77
3,11
2,98
3,14
2,51
3,54
2,53
2,29
2,77
3,2
2,23
2,36
2,09
2,77
2,66
3,46
3,28
2,7
2,43
3,57

18,95
20,47
21,66
22,46
23,1
21,88
19,75
22,83
23,45
21,33
16,23
18,23
18,7
20,7
20,52
22,25
22,18
20,23
20,52
22,06
19,01
20,09
18,76
22,79
16,72
21,7
18,84
20,76
20,55
17,61
19,31
21,71
19,34
21,27
22,69
21,26
16,9
18,68
18,6
16,72
15,89
18,58
17,94
15,07
18,1
19,31
17,13
17,6
16,69
18,96
16,41
16,91
18,81
18,55
16,14
16,4

11,45
0
17,65
0
0
0
13,22
13,78
0
0
13,28
0
0
0
15,57
0
0
18,77
16,62
0
0
0
0
14,21
0
14,36
0
0
17,33
16,58
0
0
14,68
0
0
0
0
0
16,62
0
0
0
30,05
0
0
0
0
33,04
0
0
0
0
16,38
0
0
15,31
E-84

61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
Total

8,62
7,97
8,89
9,42
8,43
5,85
8,84
8,05
8,77
11,56
7,51
9,15
8,72
9,03
8,97
7,72
6,95
6,24
7,08
8,84
9,95
10,4
9,71
10,2
8,48
10,76
10,55
9,14
11,04
7,77
8,21
9,62
7,76
9,6
10,15
10,79
9,45
10,38
9,66
10,84
889,51

3,71
3,69
3,37
2,95
3,24
3,16
3,64
3,91
3,81
3,37
3
3,3
2,54
2,66
2,46
2,68
3,31
4,12
4,54
3,76
3,74
3,48
3,42
3,22
3,54
3,66
3,2
3,55
3,17
4,06
3,22
3,71
3,11
3,47
3,24
3,47
3,98
3,02
4,53
4,2
369,61

2,33
2,68
2,07
2,12
2,53
2,42
2,48
2,05
2,38
2,67
2,06
1,85
2,46
3,05
2,56
3,26
2,18
2,33
2,18
2,68
2,53
3,41
3,11
2,57
2,37
3,52
2,18
4,14
2,66
3,08
2,68
2,87
3,26
2,53
3,03
2,66
2,15
2,78
3,1
2,92
296,92

2,69
2,37
3
2,95
3,13
2,95
2,8
2,34
2,68
2,35
2,07
2,45
2,61
1,8
2,98
2,58
2,81
2,76
2,29
2,46
2,74
3,93
2,97
2,18
2,29
2,53
2,91
3,15
3,01
2,9
3,03
3,1
3,05
2,75
2,96
2,61
2,72
2,61
3,04
2,49
325,06

17,35
16,71
17,33
17,44
17,33
14,38
17,76
16,35
17,64
19,95
14,64
16,75
16,33
16,54
16,97
16,24
15,25
15,45
16,09
17,74
18,96
21,22
19,21
18,17
16,68
20,47
18,84
19,98
19,88
17,81
17,14
19,3
17,18
18,35
19,38
19,53
18,3
18,79
20,33
20,45
1881,1

13,46
0
0
0
13,91
0
14,56
0
0
12,44
11,78
0
0
0
0
0
15,61
0
11,97
0
21,64
0
26,44
0
0
0
0
29,77
0
0
0
0
0
0
0
0
24,54
0
0
0
535,52

Rata-Rata

8,89

3,7

2,97

3,25

18,81

5,35

GREJST
GREFER
SJJFK

E-85

E-86

LAMPIRAN C
WAKTU EDAR AKTUAL ALAT ANGKUT

Tabel C.1
Cycle Time HD785
E-87

No

Waktu
muat

Waktu
angkut

1
193,65
2 1. 1 172,57
3
223,94
4
167,11
5
155,35
6
177,62
7
179,1
8
181,19
9
178,18
10
206,1
11
190,17
12
148,5
13
166,29
14
165,21
15
190,29
16
183,96
17
176,82
18
198,69
19
174,33
20
165,59
21
174,77
22
174,8
23
164,87
24
171,27
25
158,77
26
181,13
27
205,99
28
193,74
29
215,55
30
212,71
31
175,32
32
154,33
33
165,78
34
193,03
35
187,01
36
216,17
37
165,87
38
204,19
39
197,8
40
260,65
41
262,03
42
228,49
43
239,56
44
256,77
45
273,42
46
195,83
47
199,22
48
189,47
49
159,88
50
154,49
51
171,72
52
171,35

317,97
214,5
187,08
228,87
220,09
248,06
249,66
224,81
286,21
299,83
210,4
210,46
305,94
291,75
340,52
249,28
320,29
256,78
293,57
302,49
296,5
315,7
305,38
291,77
269,06
357,01
333,45
343,23
360,35
335,21
328,15
406,79
407,1
425,47
401,08
412,48
410,56
453,05
473,83
422,56
320,19
319,9
347,86
311,93
302,7
322,3
334,54
309,11
304,18
319,85
312,85
290,06

Fixed Time (s)


waktu
Waktu
manuver
tumpah
tumpah

18,77
48,76
29,58
20,36
21,06
22,36
21,68
21,06
20,62
22,27
12,86
10,98
36,5
23,53
15,7
10,25
32,24
12,11
18,89
25,74
21
17,24
19,23
16,31
11,36
38,21
29,02
26,22
21,21
26,41
25,77
16,88
13,08
14,98
21,64
11,56
18,19
33,13
20,08
18,06
14,11
14,54
31,05
40,4
32,78
38,15
36,25
33,68
12,01
14,28
15,75
15,57

33,46
34,73
32,4
31,3
35,56
35,26
29,47
33,59
36,9
40,21
34,45
40,88
29,16
32,22
32,63
38,15
32,41
30,62
29,11
34,85
33,91
36,03
30,52
30,21
34,28
30,1
29,02
29,68
36,39
39,45
37,08
31,55
30,5
28,43
30,53
30,6
32,68
33,09
41,09
36,09
33,06
28,6
29,38
32,51
32,88
29,52
33,74
28,17
28,56
28,94
32,16
32,17

Waktu
kembali

Waktu
manuver
muat

214,5
180,28
195,42
167,44
211,02
185,65
192,12
186,2
231,76
236,56
147,36
191,8
241,94
244,77
259,23
200,17
247,81
186,92
209,55
217,95
212,69
208,7
226,06
211,29
160,29
179,01
188,06
176,57
198,96
207,86
204,46
293,35
262,06
254,56
295,54
285,97
276,15
323,83
331,25
327,11
208,67
218,02
168,01
189,56
156,31
153,47
161,49
154,33
154,49
162,23
155,89
154,22

19,04
17,33
18,41
22,95
22,65
25,13
21,76
22,66
19,28
15,81
32,3
24,26
23,89
24,59
29,51
26,87
27,74
23,04
24,22
40,24
26,08
30,5
29,01
27,02
33,05
15,83
19,62
18,64
17,12
18,85
19,14
14,21
14,06
20,48
14,77
20,23
24,9
14,78
14,59
16,24
16,62
16,95
27,14
15,25
16,78
15,88
24,78
14,66
14,21
18,83
12,88
14,78

Cycle
Time
(s)

Delay
Time
(s)

Jumlah
Passing

797,39
668,17
686,83
638,03
665,73
694,08
693,79
669,51
772,95
820,78
627,54
626,88
803,72
782,07
867,88
708,68
837,31
708,16
749,67
786,86
764,95
782,97
775,07
747,87
666,81
801,29
805,16
788,08
849,58
840,49
789,92
917,11
892,58
936,95
950,57
977,01
928,35
1062,07
1078,64
1080,71
854,68
826,5
843
846,42
814,87
755,15
790,02
729,42
673,33
698,62
701,25
678,15

150,79
163,28
205,48
98,24
114,21
162,88
186,94
162,89
278,44
230,17
87,95
120,05
120,15
126,77
189,65
195,11
226,78
172,12
138,93
172,43
128,64
118,67
164,22
282,19
254,33
214,66
314,64
156,38
196,17
263,22
179,44
72,38
98,64
121,78
115,21
239,88
265,23
187,29
210,72
182,11
126,63
104,64
195,77
99
147,32
88,36
124,98
96,89
142,78
113,42
187,24
97,87

10
10
10
10
10
10
10
10
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
8
8
8
8
8
8
8
8
9
9
10
10
10
8
8
9
8
9
8
9
9
10
11
10
10
10
10
8
8
8
8
8
8
8

E-88

53
54
55
57
58
59
60

163,85
165,6
215,39
177,95
213,32
197,81
246,77

302,77
305,56
215,39
177,95
213,32
197,81
246,77

12,94
16,91
18,22
25,22
17,39
25,43
31,7

34,84
35,69
34,23
30,89
30,46
35,84
35,4

156,33
129,86
145,78
122,61
143,41
128,23
127,46

14,92
14,5
25,05
18,29
17,76
23,24
17,26

Total

11251,33
190,70

18062,33
306,14

1311,28
22,23

1945,63
32,98

11962,59
202,76

1230,58
20,86

RataRata

685,65
668,12
654,06
552,91
635,66
608,36
705,36
45763,74
775,66

95,78
253,17
99,67
173,92
181,96
168,43
197,28

8
8
10
9
10
10
11

9764,17
165,49

523
9,02

Tabel C.2
Cycle Time HD465
No

Fixed Time (s)

E-89

Waktu
muat

Waktu
angkut

waktu
manuver
tumpah

Waktu
tumpah

Waktu
kembali

Waktu
manuver
muat

1
178,77
2 2. 1 170,66
3
207,17
4
207,69
5
193,77
6
173,79
7
164,59
8
190,77
9
209,83
10
178,81
11
267,11
12
279,16
13
272,64
14
300,02
15
246,6
16
263,21
17
271,67
18
258,95
19
232,18
20
188,81
21
199,87
22
246,92
23
219,75
24
228,55
25
255,74
26
163,76
27
187,73
28
187,02
29
181,16
30
215,91
31
211,13
32
274,26
33
231,68
34
218,57
35
251,69
36
211,83
37
242,87
38
257,2

199,98
178,82
182,35
162,62
169,42
167,42
171,44
191,32
184,13
180,03
254,26
272,36
256,17
304,58
280,63
287,39
208,19
139,27
136,88
137,09
117,26
136,25
218,65
197,85
228,25
150,43
262,93
150,92
140,7
150,58
128,11
317,75
309,11
289,48
338,41
300,52
299,07
314,41

26,06
27,16
32,54
32,27
28,83
26,99
30,95
21,34
28,29
19
20,11
16,89
18,16
19,02
18,26
14,88
11,48
13,86
15,9
16,3
59,84
16,59
14,84
14,31
15,6
9,4
10,21
18,24
19,05
33,82
16,73
24,49
15,93
20,02
18,8
37,98
34,06
32,6

21,99
27,14
23,76
27,67
28,15
26,53
35,5
30
35,1
25,28
27,26
32,27
27,76
28,76
30,89
32,13
29,52
31,64
31,51
28,71
30,86
32,58
27,51
30,02
25,8
22,79
23,48
23,79
27,56
29,71
21,74
33,6
32,73
32,86
21,29
28,65
19,81
28,31

139,11
143,12
202,92
172,47
180,26
163,71
178,74
174,62
163,07
151,13
228,34
208,17
235,03
224,84
191,64
193,95
158,12
124,51
123,05
134,46
119,38
125,63
159,78
178,68
174,04
97,44
98,17
113,62
90,7
86,21
80,43
265,79
239,79
213,27
217,95
247,43
217,48
245,94

8,79
21,88
9,48
10,9
15,12
12,27
15,87
15,25
13,32
16,14
19,07
9,72
10,13
10,3
16
12,67
14,41
17,05
37,51
37,58
19,16
31,25
15,47
15,87
15,25
13,48
13,09
11,65
13,07
11,42
16,22
35,95
24,71
20,92
26,94
29,44
23,06
17,89

Cycle
Time
(s)
574,7
568,78
658,22
613,62
615,55
570,71
597,09
623,3
633,74
570,39
816,15
818,57
819,89
887,52
784,02
804,23
693,39
585,28
577,03
542,95
546,37
589,22
656
665,28
714,68
457,3
595,61
505,24
472,24
527,65
474,36
951,84
853,95
795,12
875,08
855,85
836,35
896,35

8115,03
213,5534

850,8
22,38947

1074,66
28,2805
3

6462,99
170,078
7

678,3
17,85

25623,62
595,8981

Total
RataRata

8441,84
222,1537

Delay
Time
(s)

Jumlah
Passing

128,18
194,67
118,76
119,17
128,93
134,96
149,28
129,76
183,94
124,38
138,79
158,91
112,76
164,77
114,87
120,67
128,36
188,58
137,25
147,78
141,61
149,35
142,76
121,98
163,63
116,76
158,99
173,62
182,65

8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
13
12
13
13
12
13
13
14
13
13
13
14
13
14
13
10
10
10
11
12
13
13
13
13
14
13
13
14

138,56

184,76
134,38
127,65
148,59
149,54
192,88
148,69
128,56

5529,73
145,519
2

E-90

435
11,45

LAMPIRAN D
PENENTUAN CYCLE TIME TEORITIS ALAT GALI MUAT

Cycle time alat gali muat dapat ditentukan berdasarkan beberapa parameter,
antara lain :
- Swing angle
- Actual digging depth
- Maximal digging depth
- Dumping condition
Parameter tersebut kemudian dikorelasikan dengan tabel cycle time
standar untuk Komatsu PC1250SP-8 dan Komatsu PC300-7. Untuk penentuan
nilai cycle time, dapat digunakan nilai terbesar dari tabel cycle time. Tabel cycle
time standar dapat dilihat dibawah ini.

Tabel D.1
Cycle Time Standar untuk Backhoe Tipe Komatsu
Model
PC80
PC100
PW100,PW130E
PC120,SPC130
PC150
PW170ES
PC180
PC200,PC210
PW210
PC220,PC230
PC240
PC250

Swing Angle (s)


45o 90o 90o 180o
10 - 13
13 - 16
11 - 14
14 - 17
11 - 14
14 - 17
11 - 14
14 - 17
13 - 16
16 - 19
13 - 16
16 - 19
13 - 16
16 - 19
13 - 16
16 - 19
14 - 17
17 - 20
14 - 17
17 - 20
15 - 18
18 - 21
15 - 18
18 - 21

Model
PC300, PC350
PC380
PC400,PC450
PC750
PC800
PC1250
PC1800
PC1400
PC3000
PC4000
PC5500
PC8000

Swing Angle (s)


45o 90o
90o 180o
15 - 18
18 - 21
16 - 19
19 - 22
16 - 19
19 - 22
18 - 21
21 - 24
18 - 21
21 - 24
22 - 25
25 - 28
24 - 27
27 - 30
24 - 30
30 - 37
24 - 30
30 - 37
24 - 30
30 - 37
25 - 31
31 - 38
25 - 31
31 - 38

Sehingga ditentukan bahwa nilai cycle time yang digunakan untuk Komatsu
PC1250SP-8 adalah 22 sekon, sedangkan untuk Komatsu PC300-7 adalah 15
sekon.

E-91

LAMPIRAN E
PENENTUAN CYCLE TIME TEORITIS ALAT ANGKUT

Nilai cycle time teoritis alat angkut dibagi menjadi beberapa waktu, yaitu :
IN MINUTES
Tabel E.1
Travel Time (One Way)
DISTANCE ONE
WAY

AVERAGE TRAVEL SPEED KM/HR (MPH)

160

5
(3,1)
0,6

10
(6,2)
0,3

0,2

20
(12,4)
0,15

25
(15,5)
0,12

30
(18,6)
0,1

35
(21,7)
0,09

40
(24,9)
0,88

45
(28)
0,07

50
(31,1)
0,06

55
(34,2)
0,05

60
(37,3)
0,05

100

330

1,2

200

660

2,4

0,6

0,4

0,3

0,24

0,2

0,17

0,15

0,13

0,12

0,11

0,1

1,2

0,8

0,6

0,48

0,4

0,34

0,3

0,27

0,24

0,22

0,2

300

980

3,6

1,8

1,2

0,9

0,72

0,6

0,51

0,45

0,4

0,36

0,33

0,3

500

1640

1,5

1,2

0,86

0,75

0,67

0,6

0,55

0,5

1000

3280

12

2,4

1,71

1,5

1,33

1,2

1,09

1500

4920

18

4,5

3,6

2,57

2,25

1,8

1,64

1,5

2000

6560

24

12

4,8

3,43

2,67

2,4

2,18

3000

9840

36

18

12

7,2

5,13

4,5

3,6

3,27

5000

16410

60

30

20

15

12

10

8,57

7,5

6,67

5,45

METERS

FEET

50

15(9,3)

(Sumber : Anonim, 2013 ; 14A-64)


-

Cycle time = Loading time + Hauling time + Dumping time + Return time +
Spot & delay time

Determine hauling and return time from the above table respectively

Loading time = (Loader cycle time) (No. of cycles to fill dump truck)

Average fixed time (dumping, spot & delay): 1.25 ~ 1.65 min.

A. Waktu Muat (Loading Time)


- Cycle time Komatsu PC1250-8SP (Lampiran D)

: 22 sekon

- Jumlah passing rata-rata

: 9 Kali

Maka, Loading time adalah :


Loading Time

= 22 sekon x 9

= 198 sekon

Jadi, waktu loading untuk Komatsu HD785 sebesar 198 sekon.

E-92

- Cycle time Komatsu PC1250-8SP (Lampiran D)

: 15 sekon

- Jumlah passing rata-rata

: 11,45 Kali

Maka, Loading time adalah :


Loading Time

= 18 sekon x 12

= 176 sekon

Jadi, waktu loading untuk Komatsu HD465 sebesar 176 sekon.

B. Waktu Angkut Muatan (Travel Load Time) dan Waktu Angkut Kosong
(Travel Empty Time)
Tabel E.2
Kecepatan Alat Angkut Komatsu HD785
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Tanggal
4 Maret 2014
5 Maret 2014
6 Maret 2014
14 Maret 2014
15 Maret 2014
17 Maret 2014
18 Maret 2014
21 Maret 2014
22 Maret 2014
29 Maret 2014
RATA - RATA

Hauling
Load
236,38
243,47
294,09
236,35
342,9
410,58
445,17
321,41
305,88
286,32
312,26

Haul
Empty
191,58
161,50
230,14
206,65
192,49
277,94
327,4
163,86
152,17
133,5
203,72

Jarak
(km)
1,1
1,2
1,3
1,4
1,5
1,5
1,6
1,6
1,9
2,2
1,53

Kecepatan
Load
16,75
17,74
15,91
21,32
15,75
13,15
12,94
17,92
22,36
27,66
18,15

Kecepatan
Empty
20,67
26,75
20,34
24,39
28,05
19,43
17,59
35,15
44,95
59,33
29,66

Dengan jarak angkut 1530 m (~1500) dan kecepatan rata-rata yang


digunakan alat angkut di lapangan adalah 18,15 km/jam (~20), maka ditentukan
waktu angkut bermuatan teoritis untuk sebesar 4,5 menit atau sama dengan 270
sekon. Untuk waktu angkut kosong teoritis, dengan kecepatan rata-rata yang
digunakan adalah 29,66 km/jam (~30), maka ditentukan waktu angkut ksosong
teoritis sebesar 3 menit atau sama dengan 180 sekon.

E-93

Tabel E.3
Kecepatan Alat Angkut Komatsu HD465
No

Tanggal

1
2
3
4
5

1 Maret 2014
3 Maret 2014
25 Februari 2014
26 Februari 2014
27 Februari 2014
RATA - RATA

Hauling
Load
160,34
309,82
178,75
256,84
163,94
213,94

Haul
Empty
80,94
235,38
166,92
180,01
142,44
161,14

Jarak
(km)
0,4
0,7
0,8
1,3
1,4
0,92

Kecepatan
Load
8,98
8,13
16,11
18,22
30,74
16,44

Kecepatan
Empty
17,79
10,71
17,25
26,00
35,38
21,43

Dengan jarak angkut 920 m (~1000) dan kecepatan rata-rata yang


digunakan alat angkut di lapangan adalah 16,44 km/jam (~15), maka ditentukan
waktu angkut bermuatan teoritis untuk sebesar 4 menit atau sama dengan 240
sekon. Untuk waktu angkut kosong teoritis, dengan kecepatan rata-rata yang
digunakan adalah 21,43 km/jam (~20), maka ditentukan waktu angkut ksosong
teoritis sebesar 3 menit atau sama dengan 180 sekon.
C. Waktu Manuver, Dumping dan Delay
Waktu teoritis maneuver, dumping dan delay diperoleh berdasarkan
Komatsu Performace Handbook, dimana standar waktu total maneuver, dumping
dan delay adalah 1,25 menit atau sama dengan 75 sekon. Disini penulis
menggunakan 75 sekon karena merupakan batas waktu tertinggi dari waktu ideal.
Setelah diketahui waktu untuk tiap kegiatan alat angkut, dapat diketahui
cycle time teoritis alat angkut, yaitu :

Tabel E.4
Cycle Time Teoritis Komatsu HD785
Waktu
(s)
Loading Time
Travel Load Time
Spoting, dumping, and delay Time
Travel Empty Time
Cycle Time

198
270
75
180
723

E-94

Tabel E.5
Cycle Time Teoritis Komatsu HD465
Waktu
(s)
Loading Time
Travel Load Time
Spoting, dumping, and delay Time
Travel Empty Time
Cycle Time

176
240
75
180
671

E-95

LAMPIRAN F
EFISIENSI AKTUAL ALAT GALI MUAT

Cara yang sangat umum dipakai untuk menentukan efisiensi alat adalah
dengan menghitung berapa menit alat tersebut bekerja secara efektif dalam satu
jam, diformulasikan sebagai berikut :
CT
CT + WT

Eff =

x 100%

Keterangan :
Eff

= Efisiensi

CT

= Cycle Time (Lampiran B)

WT = Delay Time (Lampiran B)


Tabel F.1.
Efisiensi Aktual Komatsu PC1250SP-8
Komatsu PC1250SP-8
Cycle Time
Delay Time
Effisiensi

Rata-rata
22,08
5,43
80%

Perhitungan :
EFF =

22,08
x 100%
22,08 + 5,43

EFF = 0,80 x 100%


EFF = 80%

Tabel F.2.
Efisiensi Aktual Komatsu PC300-7
Komatsu PC300-7
Cycle Time
Delay Time
Effisiensi

Rata-rata
18,81
5,35
78%

E-96

Perhitungan :
EFF =

18,81
x 100%
18,81 + 5,35

EFF = 0,78 x 100%


EFF = 78%

E-97

LAMPIRAN G
EFISIENSI AKTUAL ALAT ANGKUT

Cara yang sangat umum dipakai untuk menentukan efisiensi alat adalah
dengan menghitung berapa menit alat tersebut bekerja secara efektif dalam satu
jam, diformulasikan sebagai berikut :
Eff =

CT
CT + WT

Keterangan :
Eff

= Efisiensi

CT

= Cycle Time (Lampiran C)

WT = Delay Time (Lampiran C)


Tabel G.1.
Efisiensi Aktual Komatsu HD785
Komatsu HD785
Cycle Time
Delay Time
Effisiensi

Rata-rata
775,66
165,49
82%

Perhitungan :
EFF =

775,66
775,66 + 165,49

EFF = 0,82 x 100%


= 82%

Tabel G.1.
Efisiensi Aktual Komatsu HD465
Komatsu HD465
Cycle Time
Delay Time
Effisiensi

Rata-rata
595,90
145,52
80%

E-98

Perhitungan :
EFF =

595,90
145,52 + 145,52

EFF = 0,80 x 100%


= 80%

E-99

LAMPIRAN H
PENENTUAN EFISIENSI KERJA TEORITIS ALAT GALI MUAT

Dalam hal ini, penulis menentukan efisiensi teoritis berdasarkan tabel


efisiensi kerja.

Tabel H.1

Efisiensi Kerja untuk Alat Gali Muat


Excavating conditions
Good
Average
Rather poor
Poor

E
0,83
0,75
0,67
0,58

Penetapan efisiensi ini berdasarakan Komatsu Performance Handbook,


jadi nilai yang diambil adalah sebesar 0,83 karena pada pengamatan di lapangan
kondisi alat gali muat dalam keadaan baik.

E-100

LAMPIRAN I
PENENTUAN EFISIENSI KERJA TEORITIS ALAT ANGKUT

Penentuan efisiensi kerja alat angkut juga tidak berbeda dengan alat gali
muat. Penentuan efisiensi kerja alat angkut berdasarkan tabel efisiensi kerja alat
Tabel Q.1
Efisiensi Kerja untuk Berbagai Kondisi
Operation
conditions
Good
Average
Rather poor
Poor

E
0,83
0,8
0,75
0,7

Penetapan efisiensi ini berdasarakan Komatsu Performance Handbook,


jadi nilai yang diambil adalah sebesar 0,83 karena pada pengamatan di lapangan
kondisi operasi alat angkut dalam keadaan baik.

E-101

LAMPIRAN J
PERHITUNGAN FAKTOR KESERASIAN ALAT AKTUAL

Faktor keserasian alat gali muat dengan alat angkut dapat dihitung dengan
rumus :
MF =

Na x CTm
Nm x CTa

Keterangan :
Na

= Jumlah alat angkut, unit

CTm

= Waktu edar alat gali muat, menit

Nm

= Jumlah alat gali muat, unit

Cta

= Waktu edar Komatsu alat angkut, menit

Tabel J.1
Jumlah Unit Komatsu HD785
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Tanggal
4 Maret 2014
5 Maret 2014
6 Maret 2014
14 Maret 2014
15 Maret 2014
17 Maret 2014
18 Maret 2014
21 Maret 2014
22 Maret 2014
29 Maret 2014
RATA - RATA

Jumlah Unit Alat


Angkut
3
3
4
3
3
4
4
3
3
4
3,40

E-102

Tabel J.2
Jumlah Unit Komatsu HD465
No
1
2
3
4
5

Tanggal
1 Maret 2014
3 Maret 2014
25 Februari 2014
26 Februari 2014
27 Februari 2014
RATA - RATA

Jumlah Unit
Hauler
2
2
2
2
2
2

Adapun kombinasi kerja antara alat gali muat dengan alat angkut adalah
sebagai berikut :
Komatsu PC1250SP-8 dengan Komatsu HD785 adalah :
Na

= 3 unit

Nm

= 1 unit

CTm

= 9,02 x 22,08 sekon (Lampiran B)


= 199,16

CTa

= 775,66 sekon

MF

3 unit 199,16 Sekon


= 0,77
1 unit 775,66 Sekon

MF < 1, artinya Komatsu PC1250SP-8 bekerja kurang dari 100 % sedang


Komatsu HD785 bekerja 100 %.

Komatsu PC300-7 dengan Komatsu HD465 adalah :


Na

= 2 unit

Nm

= 1 unit

CTm

= 11,45 x 18,81 sekon (Lampiran B)


= 215,37

CTa

= 595,90 sekon

MF

2 unit 215,37 Sekon


= 0,72
1 unit 595,90 Sekon

MF < 1, artinya Komatsu PC300-7 bekerja kurang dari 100 % sedang


Komatsu HD465 bekerja 100 %.
E-103

LAMPIRAN K
PRODUKTIVITAS AKTUAL ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT

A. Produktivitas Komatsu PC1250SP-8


Untuk menghitung produktivitas dari alat gali dan muat (excavator) dalam
hal ini Komatsu PC1250SP-8 dari data-data yang diperoleh di lapangan dapat
menggunakan persamaan sebagai berikut :

Q=

3600

Dimana :
-

= Produktivitas Komatsu PC1250SP-8

BC

= Bucket Capacity

BFF = Bucket Fill Factor

SF

= Swell Factor

Sehingga diperoleh :
Q

3600
22,08

6,7 0.8 80% 0,96

= 671,17 BCM/H
B. Produktivitas Komatsu PC300-7
Untuk menghitung produktivitas dari alat gali dan muat (excavator) dalam
hal ini Komatsu PC300-7 dari data-data yang diperoleh di lapangan dapat
menggunakan persamaan sebagai berikut :

Q=

3600

Dimana :
-

= Produktivitas Komatsu PC300-7

BC

= Bucket Capacity

BFF = Bucket Fill Factor

SF

= Swell Factor

E-104

Sehingga diperoleh :
Q

3600
18,81

1,8 0.8 78% 0,96

= 206,37 BCM/H

C. Produktivitas Komatsu HD785


Produktivitas Komatsu HD785 dapat dihitung dengan menggunakan
persamaan sebagai berikut :

Q=

3600

Dimana :
-

= Produktivitas Komatsu HD785

BC

= Bucket Capacity

BFF = Bucket Fill Factor

SF

= Swell Factor

= Jumlah Passing Rata-Rata = 9

Sehingga diperoleh :
Q

3600
775,66

6,7 0,8 9,02 82% 0,96

= 176,25 BCM/H

D. Produktivitas Komatsu HD465


Produktivitas Komatsu HD465 dapat dihitung dengan menggunakan
persamaan sebagai berikut :

Q=

3600

Dimana :
-

= Produktivitas Komatsu HD465

BC

= Bucket Capacity

BFF = Bucket Fill Factor

SF

= Swell Factor

= Jumlah Passing Rata-Rata = 12


E-105

Sehingga diperoleh :
Q

3600
595,90

1,8 0,8 11,45 80% 0,96

= 76,50 BCM/H

E-106

LAMPIRAN L
PRODUKTIVITAS TEORITIS ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT

E. Produktivitas Komatsu PC1250SP-8


Untuk menghitung produktivitas dari alat gali dan muat (excavator) dalam
hal ini Komatsu PC1250SP-8 dari data-data yang diperoleh di lapangan dapat
menggunakan persamaan sebagai berikut :

Q=

3600

Dimana :
-

= Produktivitas Komatsu PC1250SP-8

BC

= Bucket Capacity

SF

= Swell Factor

BFF = Bucket Fill Factor

Sehingga diperoleh :
Q

3600
22

6,7 0.8 83% 0,96

= 698,87 BCM/H

F. Produktivitas Komatsu PC300-7


Untuk menghitung produktivitas dari alat gali dan muat (excavator) dalam
hal ini Komatsu PC300-7 dari data-data yang diperoleh di lapangan dapat
menggunakan persamaan sebagai berikut :

Q=

3600

Dimana :
-

= Produktivitas Komatsu PC300-7

BC

= Bucket Capacity

BFF = Bucket Fill Factor


E-107

SF

= Swell Factor

Sehingga diperoleh :
Q

3600
15

1,8 0.8 83% 0,96

= 275,37 BCM/H
G. Produktivitas Komatsu HD785
Produktivitas Komatsu HD785 dapat dihitung dengan menggunakan
persamaan sebagai berikut :

Q=

3600

Dimana :
-

= Produktivitas Komatsu HD785

BC

= Bucket Capacity

BFF = Bucket Fill Factor

SF

= Swell Factor

= Jumlah Passing Rata-Rata = 9

Sehingga diperoleh :
Q

3600
723,44

6,7 0,8 8,96 83% 0,96

= 191,27 BCM/H

H. Produktivitas Komatsu HD465


Produktivitas Komatsu HD465 dapat dihitung dengan menggunakan
persamaan sebagai berikut :

Q=

3600

Dimana :
-

= Produktivitas Komatsu HD465

BC

= Bucket Capacity

BFF = Bucket Fill Factor

SF

= Swell Factor

= Jumlah Passing Rata-Rata = 19


E-108

Sehingga diperoleh :
Q

3600
666,75

1,8 0,8 19 83% 0,96

= 117,71 BCM/H

I.

Jumlah Alat Angkut


Jumlah alat angkut untuk kombinasi Komatsu PC1250SP-8 dan Komatsu
PC300-7 yang dibutuhkan agar sesuai dengan alat gali muat dapat dihitung
dengan menggunakan persamaan sebagai berikut :
Na =
=



698,87
191,27

= 3,65 ~ 4
Jumlah alat angkut untuk kombinasi Komatsu PC300-7 dan Komatsu
HD465 yang dibutuhkan agar sesuai dengan alat gali muat dapat dihitung
dengan menggunakan persamaan sebagai berikut :
Na =
=



275,37
117,71

= 2,34 ~ 3

J. Faktor Keserasian
Adapun kombinasi kerja antara Komatsu PC1250SP-8 dengan Komatsu
HD785 adalah :
Komatsu PC1250SP-8 dengan Komatsu HD785 adalah :
Na

= 4 unit

Nm

= 1 unit

CTm

= 9 x 22 sekon
= 198

CTa

= 723,44 sekon

MF

4 unit 198 Sekon


= 1,1
1 unit 723,44 Sekon
E-109

MF > 1, artinya Komatsu HD785 bekerja 100% sedang Komatsu


PC1250SP-8 kurang bekerja 100%...

Komatsu PC300-7 dengan Komatsu HD465 adalah :


Na

= 3 unit

Nm

= 1 unit

CTm

= 19 x 15 sekon
= 285

CTa

= 666,75 sekon

MF

3 unit 285 Sekon


= 1,2
1 unit 666,75 Sekon

MF > 1, artinya Komatsu HD465 bekerja 100% sedang Komatsu PC300-7


kurang bekerja 100%...

E-110

LAMPIRAN M
PRODUKTIVITAS TEORITIS ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT

K. Produktivitas Komatsu PC1250SP-8


Untuk menghitung produktivitas dari alat gali dan muat (excavator) dalam
hal ini Komatsu PC1250SP-8 dari data-data yang diperoleh di lapangan dapat
menggunakan persamaan sebagai berikut :

Q=

3600

Dimana :
-

= Produktivitas Komatsu PC1250SP-8

BC

= Bucket Capacity

BFF = Bucket Fill Factor

SF

= Swell Factor

Sehingga diperoleh :
Q

3600
22,08

6,7 0.8 83% 0,96

= 696,33 BCM/H

L. Produktivitas Komatsu PC300-7


Untuk menghitung produktivitas dari alat gali dan muat (excavator) dalam
hal ini Komatsu PC300-7 dari data-data yang diperoleh di lapangan dapat
menggunakan persamaan sebagai berikut :

Q=

3600

Dimana :
-

= Produktivitas Komatsu PC300-7

BC

= Bucket Capacity

BFF = Bucket Fill Factor


E-111

SF

= Swell Factor

Sehingga diperoleh :
Q

3600
17

1,8 0.8 83% 0,96

= 242,98 BCM/H
M. Produktivitas Komatsu HD785
Produktivitas Komatsu HD785 dapat dihitung dengan menggunakan
persamaan sebagai berikut :

Q=

3600

Dimana :
-

= Produktivitas Komatsu HD785

BC

= Bucket Capacity

BFF = Bucket Fill Factor

SF

= Swell Factor

= Jumlah Passing Rata-Rata = 9

Sehingga diperoleh :
Q

3600
775,66

6,7 0,8 9 82% 0,96

= 176,25 BCM/H

N. Produktivitas Komatsu HD465


Produktivitas Komatsu HD465 dapat dihitung dengan menggunakan
persamaan sebagai berikut :

Q=

3600

Dimana :
-

= Produktivitas Komatsu HD465

BC

= Bucket Capacity

BFF = Bucket Fill Factor

SF

= Swell Factor

= Jumlah Passing Rata-Rata = 12


E-112

Sehingga diperoleh :
Q

3600
595,9

1,8 0,8 12 80% 0,96

= 80,17 BCM/H

O. Jumlah Alat Angkut


Jumlah alat angkut untuk kombinasi Komatsu PC1250SP-8 dan Komatsu
PC300-7 yang dibutuhkan agar sesuai dengan alat gali muat dapat dihitung
dengan menggunakan persamaan sebagai berikut :
Na =
=



696,33
176,25

= 3,9 ~ 4
Jumlah alat angkut untuk kombinasi Komatsu PC300-7 dan Komatsu
HD465 yang dibutuhkan agar sesuai dengan alat gali muat dapat dihitung
dengan menggunakan persamaan sebagai berikut :
Na =
=



242,98
80,17

= 3

P. Faktor Keserasian
Adapun kombinasi kerja antara Komatsu PC1250SP-8 dengan Komatsu
HD785 adalah :
Komatsu PC1250SP-8 dengan Komatsu HD785 adalah :
Na

= 4 unit

Nm

= 1 unit

CTm

= 9 x 22,08 sekon
= 198,72

CTa

= 775,66 sekon

MF

4 unit 198,72 Sekon


=1
1 unit 775,66 Sekon

E-113

MF = 1, artinya Komatsu PC1250SP-8 dan Komatsu HD785 bekerja 100%


sehingga tidak ada waktu tunggu dari alat gali muat dan alat angkut..

Komatsu PC300-7 dengan Komatsu HD465 adalah :


Na

= 3 unit

Nm

= 1 unit

CTm

= 17 x 12 sekon
= 204

CTa

= 595,9 sekon

MF

3 unit 204 Sekon


=1
1 unit 595,9Sekon

MF = 1, artinya Komatsu PC1250SP-8 dan Komatsu HD785 bekerja 100%


sehingga tidak ada waktu tunggu dari alat gali muat dan alat angkut..

E-114

LAMPIRAN N
SWELL FACTOR

Densitas batuan lempung secara teoritis sebesar 1,7 2,2 ton/m3,


sedangkan densitas batuan yang diteliti di lapangan sebesar 2,3 ton/m3, sehingga
dilakukan perhitungan untuk mendapatkan nilai Swell Factor sebagai berikut :

Densitas loose (ton / m3 )


SF =
x 100 %
Densitas insitu (ton / m3 )

SF =

2,2 ton / m 3
x 100 %
2,3 ton / m 3

SF = 96%

E-115

E-116