You are on page 1of 90

Pemicu 1

Tampilan yang Berbeda

Learning Objectives
1. 3M Morfologi & fisiologi sel darah merah, sel
2.
3.

4.
5.
6.

darah putih dan trombosit


3M eritropoesis & fungsi eritropoetin
3M Hemoglobin (Metabolisme hem & Fe,
transport , ekskresi dan perannya dalam
pembentukan hemoglobin)
3M Leukopoesis (jenis dan fungsi leukosit)
3M Trombopoesis
3M Peran gizi dalam sel darah (vitamin,
mineral dan asam amino)

Morfologi & fisiologi sel darah merah,


sel darah putih dan trombosit

Darah
Dalam keadaan fisiologik, darah selalu berada

dalam pembuluh darah sehingga dapat


menjalankan fungsinya sebagai:
Pembawa oksigen (oxygen carrier);
Mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi;
Mekanisme hemostasis.

Darah terbagi atas:


Bagian yang terbentuk (formed elements): tdd
sel-sel darah merah (eritrosit), sel-sel darah
putih (leukosit) dan keping-keping darah
(trombosit; platelet).
Bagian yang tidak terbentuk: plasma yang tdd
molekul-molekul air, protein-protein, lemak,
karbohidrat, vitamin-vitamin, enzim-enzim dan
sebagainya, yang larut dalam plasma.

Struktur Eritrosit
Cakram bikonkaf, diameter +7 mikron.
Hanya terdiri atas membran dan sitoplasma tanpa inti

sel.
Komponen eritrosit terdiri atas:
1. Membran eritrosit
2. Sistem enzim; yang terpenting: dalam Embden

Meyerhoff pathway: pyruvate kinase; dalam pentose


pathway: enzim G6PD.
3. Hemoglobin: berfungsi sebagai alat angkut oksigen.
Komponennya terdiri atas:
a.
b.

Heme, merup gabungan protoporfirin dengan besi


Globin, bagian protein yang tdd 2 rantai alfa dan 2 rantai beta.

Fungsi Eritrosit
Mentransport gas respirasi (O2 & CO2).
O2 merupakan gas yang dibutuhkan oleh sel-

sel tubuh kita untuk proses metabolisme.

Leukosit

NEUTROFIL SEGMEN

EOSINOFIL

LIMFOSIT KECIL

BASOFIL

LIMFOSIT BESAR

MONOSIT

Leucocytes

Phagocytic Leukocytes

Neutrophils

Eosinophils

Granulocytes

Basophils

Immune Leukocytes

Monocytes

Lymphocytes

Fungsi Leukosit
JENIS

FUNGSI

NEUTROFIL

Pertahanan tubuh berupa migrasi ke


tempat-tempat infeksi dan peradangan.
Pengenalan dan pengolahan antigen asing.
Fagositosis dan pemusnahan.
Pencernaan febris jaringan dan
mikroorganisme.
Mematikan sel-sel yg terikat antibodi
melalui suatu proses Antibody dependent
cellular cytotoxicity.
Mencegah invasi oleh mikroorganisme
patogen.
Melokalisasi dan mematikan patogen
apabila telah terjadi invasi.

JENIS

FUNGSI

EOSINOFIL

Berperan khusus dalam respons alergi.


Pembuangan fibrin yg terbentuk selama
inflamasi.
Mampu melakukan fagositosis, namun tidak
bersifat bakterisidal.
Mengandung enzim yg menginaktifkan
mediator-mediator peradangan.
Berespons terhadap rangsangan kemotaktik
seperti neutrofil.
Dapat merusak larva parasit cacing
tertentu.

BASOFIL

Di jaringan, memiliki reseptor IgE di


membran selnya. Reseptor-reseptor ini
bereaksi dgn alergen dan IgE utk memicu
pengeluaran mediator-mediator vasoaktif.
Degranulasi disertai pelepasan histamin.
Membebaskan faktor-faktor kemotaktik dan
mediator kimiawi peradangan lainnya.

JENIS

FUNGSI

MONOSIT

Di jaringan menjadi makrofag.


Pada peradangan dpt merangsang monosit
bermigrasi dari darah ke jaringan, tetapi dgn
kecepatan yg lebih kecil drpd neutrofil.
Berperan dlm byk mekanisme pertahanan
pejamu.
Sangat aktif dlm fagositosis dan
pemusnahan mikroorganisme.
Interaksi kompleks dgn imunogen dan dgn
konstituen selular dan protein sistem imun.
Pengenalan dan pengolahan antigen.
(spesific defense)

JENIS

FUNGSI

LIMFOSIT

Berinteraksi dgn antigen dan menimbulkan


respons imun.
Respons imun:
1. Humoral dalam bentuk produksi antibodi.
2. Diperantai oleh limfosit; disertai
pengeluaran berbagai limfokin oleh limfosit.
3. Sitotoksik, disertai pembentukan limfosit
pembunuh sitotoksik.
Terdapat 2 subtipe utama:
- Limfosit-T berperan dlm imunitas selular dan
memodulasi responsivitas imun. Limfosit T
ada 3 macam yaitu T4 penolong (helper), T8
penekan (sitotoksik), dan efektor.
Limfosit-B utk imunitas humoral dan
pembentukan antibodi.

KANDUNGAN GRANULA
Neutrofil
Anti mikroba enzimatik
Anti mikroba non enzimatik

Lisosim, peroksidase, fosfatase alkali


Laktoferin, fagositin

Eosinofil

Peroksidase, plasminogen
Fungsi : anti histamin

Basofil

Histamin, heparin

Fungsi Neutrofil dan


Monosit
Kemotaksis
Sel- sel tersebut sebagai fagosit akan tertarik ke

arah bakteri atau bagian yang mengalami inflamasi


oleh zat-zat kemotaksis yang dilepaskan oleh
jaringan yang rusak atau komponen komplemen.
Cytotaxigens : bukan zat kemotaksis, namun zat
yang menginduksi zat kemotaksis, contoh:
endotoxin, bakteri ttt, lysosome dari netrofil,
makrofag dan liver.
Cytotaxins : contoh: C5A
Zat kemotaksis utama untuk netrofil adalah C5A

Fagositosis
Benda asing (bakteri,fungi,sel mati/rusak

akan difagositosis.
Pengenalan partikel asing disebabkan
adanya opsonisasi dengan imunoglobulin/
komplemen, karena baik neutrofil maupun
monosit mempunyai reseptor untuk
imunoglobulin (Fc) dan komplemen (C3b).
Merupakan lini pertama pertahanan tubuh
apabila jaringan rusak atau benda asing
masuk kedalam tubuh.

Membunuh dan Mencerna


reaksi oxygen-dependent pathway
Super oksida (O2-), hidrogen peroksida (H2O2)

dan spesies oksigen teraktivasi lainnya


dihasilkan dari O2 dan NADPH. Dalam neutrofil,
H2O2 beraksi dengan mieloperoksidase dan
halida intraselular untuk membunuh bakteri.

reaksi oxygen independent pathway


Melibatkan penurunan pH dalam vakuol fagosit

tempat dilepaskannya enzim lisosom.


Lactoferin yang merupakan suatu protein
pengikat besi yang ada dalam granula neutrofil
yang bersifat bakteriostatik dengan cara
mengambil Fe dari bakteri.

Struktur Trombosit
Glikokaliks

Glikogen

Selubung
permukaan
Mukopolisakarid
a

Granula
spesifik :
Fibrinogen
Faktor V
vWF
Mitokond
Fibronektin
ria
Granula Elektron
tromboglobulin
Padat :
Antagonis
Nukleotida
heparin
(ADP)
thrombospon
Ca 2+
din
Serotonin

Filamen Submembran
(Protein kontraktil
trombosit:
Trombastenin)

Membra
n
plasma
Sistem
Kanalikul
ar
terbuka

Sistem Membran
Tertutup

Fosfolipi
d
trombosi
t

Fungsi Trombosit
1. Adhesi trombosit
Perlekatan trombosit pada dinding pemb.darah
2. Reaksi pelepasan
- Trombosit melepaskan isi granulanya
3. Agregasi trombosit
Trombosit melekat satu sama lain
Dipengaruhi oleh ADP dan tromboksan A2
4. Aktifitas prokoagulan
5. Fusi trombosit

Release reaction
Dirangsang oleh kontak antara sel trombosit
dan jar. kolagen subendotelial atau trombin
isi granula dilepaskan yaitu: ADP, serotonin,
fibrinogen,enzim-enzim lisosom dan pF4.
Pada reaksi ini juga diaktifkan sintesis
prostaglandin sehingga terbentuk
THROMBOXANE A2merendahkan cAMP
(prostasiklin) dlm trombosit proses realese
dimulai.
THROMBOXANE A2 bersifat agregasi trombosit
dan vasokonstriksi kuat.

Fungsi Trombosit
Adhesi trombosit
Adhesi trombosit melibatkan suatu interaksi antara
glikoprotein membran trombosit dan jaringan yang terpajan
kolagen atau cedera.
Diperlukan faktor von willebrand dan adanya fosfolipid yang
adekuat pada lapisan permukaan trombosit.
No injury:
Endotel sekret prostasiklin & nitric oxide # aktivasi
platelet
Endotel ikat plasmonogen, plasminogen aktivator,
urokinase single fibrinolysis & antikoagulan
Endotel mengandung glikosaminoglikan ikat
antitrombin
Injury: terpapar kolagen (ada integrin, Cell Adhesion
Molecule platelet nempel endotel keluarkan FVIII von
Wilebrand tempelkan kolagen dgn platelet receptor.

KOLAGEN dan TROMBIN


SINTESIS PROSTAGLANDIN
PELEPASAN DIASILGLISEROL

PELEPASAN INOSITOL TRIFOSFAT

MENGAKTIFKAN FOSFOLIPID

PELEPASAN ION Ca
FOSFOLIPASE

ASAM ARAKHIDONAT
SIKLO-OKSIGENASE
PROSTAGLANDIN ENDOPEROKSIDASE
TROMBOXAN SINTASE

PROSTASIKLIN SINTASE

TROMBOXAN A2
-

PROSTASIKLIN
ATP

TROMBOSIT

+
ENDOTEL

AMP

Agregasi trombosit
Kemampuan trombosit melekat satu sama
lain untuk membentuk suatu sumbat
trombosit.
Terjadi akibat kontak permukaan dan
pembebasan ADP dari trombosit lain yang
melekat ke permukaan endotel gelombang
agregasi primer.
Diperlukan ADP dan tromboxan A2.
Terbentuk platelet plug dan pendarahan
terhenti.

Aktifitas prokoagulan
Setelah proses agregasi dan release, fosfolipid
membran yang terpajan (pF3) tersedia untuk
dua jenis reaksi dalam kaskade koagulasi
yang bergantung pada ion kalsium.
Reaksi pertama (tenase) melibatkan faktor
IXa, VIIIa, dan X dalam pembentukan Xa.
Reaksi kedua (protrombinase) menghasilkan
pembentukan trombin dari interaksi faktor Xa,
Va, dan protrombin (II).

Agregasi trombosit ireversibel


Konsentrasi ADP yang tinggi dan protein
kontraktil trombosit menyebabkan fusi yang
ireversibel pada trombosit trombosit yang
beragregasi pada lokasi cedera vaskular.
Trombin juga mendorong terjadinya fusi
trombosit, dan pembentukan fibrin
memperkuat stabilitas sumbat trombosit yang
terbentuk.

Faktor Faktor Trombosit


Fakto
r

Sinonim

pF 1

Trombosit Accelerator
Globulin

pF 2

Fibrin Accelerator

pF 3

Fosfolipid

pF 4

Anti Heparin Faktor

pF 5

Clotable Faktor

pF 9

Fibrin Stabilizing Faktor (FXIII)

pF 10

Serotonin

pF 11

Adenin Difosfat (ADP)

Faktor-Faktor Pembekuan
Faktor

Sinonim

Sintesis

Vit.K
Dependent

Fungsi/Bentuk
Aktif

FI

Fibrinogen

Hati

Fibrin

F II

Protrombin

Hati

Ya

Protease Serin

F III

Faktor Jaringan

Jaringan

Reseptor /
kofaktor

FV

Proaccelerin / Faktor labil

Hati

Kofaktor

F VII

Proconvertin

Hati

Ya

Protease Serin

F VIII C

Faktor Anti Hemofilik

Hati

Kofaktor

F VIII
Rag

Faktor VonWillebrand

Endotel

Kofaktor
trombosit

F IX

Faktor Christmas

Hati

Ya

Protease Serin

FX

Faktor Stuart-Prower

Hati

Ya

Protease Serin

F XI

Prekursor tromboplastin
plasma (Plasma
Tromboplastin Antecedent)

Hati

Protease Serin

F XII

Faktor Hageman

Hati

Protease Serin

Faktor penstabil fibrin

Hati

Transglutaminas
e

HMWK=High
Molecular Weight
F XIII

eritropoesis & fungsi eritropoetin

Hemopoesis

Hemopoesis adalah proses


pembuatan darah.

Usia

Jani
n

Bayi

Tempat terjadinya hemopoesis

0-2
bulan

Kantung kuning telur

2-7
bulan

Hati dan limpa

5-9
bulan

Sumsum tulang
Sumsum tulang (pada semua tulang)
Vertebra, tulang, iga, sternum,

PRENATAL

POSTNATAL

SUMSU
M
TULAN
G

YOLK
SAC

VERTEBRA
STERNUM

HATI

COSTAE

LIMP
A

TIBIA
FEMU
R

4 5

8 9

10

20

30

40

50

60

Hemopoesis
3 komponen (kompartemen) yang berperan

penting pada hemopoesis, yaitu:


Kompartemen sel-sel darah
Kompartemen lingkungan mikro
Kompartemen zat-zat pemicu/perangsang

(stimulator) hemopoesis

A. Sel induk Pluripoten:


Menurut teori semua sel-sel darah berasal dari 1 sel induk
pluripoten. Sel-sel ini jumlahnya sedikit tapi punya kemampuan
besar berproliferasi berkali-kali sesuai kebutuhan.
B. Sel Bakal Terkait Tugas (SBTT):
Dengan stimulasi faktor pertumbuhan, Sel induk Pluripotent dapat
berdiferensiasi menjadi Sel Bakal Terkait Tugas yang terkait pada
tugas menurunkan turunan-turunan sel darah yaitu jalur-jalur
turunan mieloid dan limfoid disebut colony forming unit
granulocyte, erythrocyte, megakaryocyte, monocyte ( CFU-GEMM )
dan jalur turunan limfosit.
C. Sel matur / Sel dewasa:
Komponen ini terdiri atas golongan granulosit (eosinofil, basofil,
neutrofil), golongan-golongan monosit/makrofag, trombosit,
eritrosit, dan limfosit B & Limfosit T.

Di sumsum tulang sel-sel darah berbaur dengan komponen II yaitu

jaringan lain yang terdiri atas kumpulan macam-macam sel dan matriks
yang disebut stroma dari sumsum tulang.
Stroma terdiri atas berbagai subkomponen yaitu fibroblas, adiposit,
matriks ekstraselular, monosit, makrofag dan sel-sel endotel lain yang
dapat menghasilkan macam-macam zat yang dapat menstimulasi
pertumbuhan sel induk, bakal, dan sel darah lain. Zat ini dinamakan
Colony Stimulating Factors (CSF) atau Hemopoetic Growth Factors (HGF).
Contoh: CSF yang merangsang pertumbuhan granulosit adalah GCSF.
Stroma yang terdiri atas fibroblas dkk itu juga disebut sebagai
Lingkungan Mikro Hemopoetik ( LMH ). Jadi LMH seakan-akan sebagai
tanah yang menghidupi sel induk dan sel bakal yang dianggap sebagai
benih.
Awalnya sel-sel darah melekat pada LMH melalui suatu molekul adhesi
yang diproduksi oleh stroma, kemudian melalui interaksi antara sel
matriks sel bakal di ransang untuk berdiferensiasi dan berfungsi seperti
sudah direncanakan.

FPH adalah senyawa-senyawa yang dapat

menstimulasi proliferasi, diferensiasi, dan


aktifasi fungsional dari sel-sel darah.
Faktor pertumbuhan ini diproduksi oleh
stroma.
Biasanya nama dari FPH ini menggunakan
akhiran CSF, memakai awalan IL, memakai
nama-nama khusus seperti Stem cell Factor,
eritropoetin, trombopoetin, dst.

Eritropoesis

Eritropoesis
Rubriblast

Prorubrisit

Rubrisit
Metarubrisit
Eritrosit
Basofil Diffuse
Eritrosit

Eritropoesis

Sitoplasma biru tua dengah


hallo
Inti bulat merah berkromatin
halus
Mulai di bentuk hemoglobin
shg warna aga merah
Inti bulat relatif kecil

Plasma kebiruan atau


polikhromik
Tidak ada nukleoli
Sitoplasma basofilik
Inti padt tanpa terlihat
anak inti
Inti memadat terus
Tidak ada sitoplasma
basofilik

Retikulosit/ eritoblas
ortokromatofilik

Sel stem hematopoetik


Eritropoetin
(EPO)

Proeritroblas
Sel darah merah

Menurun
Oksigenasi jaringan

Menurun
Faktor-faktor:
1.Volume darah yang rendah
2.Anemia
3.Hemoglobin yang rendah
4.Aliran darah yang kurang
5.Penyakit paru

Hemoglobin

Hemoglobin
Diameter +5,5 nm
Hemoglobin tersusun atas :
Globin: 2 pasang rantai polipetida
Heme: 4 cincin protoporfirin dengan 1 atom Fe
valensi 2 di tengah sehingga mampu mengikat O 2
Tiap hemoglobin mempunyai 4 atom Fe

sehingga mampu mengikat 4 molekul O2.


Karena mengandung Fe, Hb berwarna merah

sewaktu mengangkut O2 dan biru saat angkut


CO2.

Struktur Hemoglobin

Hemoglobin
Hb dapat berikatan dengan O2 membentuk

HbO2 (oksihemoglobin).
Bila HbO2 melepaskan partikel O2 nya maka ia

dikenal sebagai deoksihemoglobin.


Dapat terjadi ikatan Hb abnormal yang
mengganggu transport oksigen seperti;
Methemoglobin
Karboksihemoglobin
Sulfhemoglobin

Metabolisme Besi
Proses absorbsi
Fase luminal : besi dalam makanan diolah dalam
lambung kemudian diserap di duodenum. Besi
dalam makanan dapat berupa 2 bentuk :
Besi heme : daging dan ikan, tingkat absorbsi tinggi
Besi non-heme : tumbuh-tumbuhan, tingkat absorbsi

rendah

Fase mukosal : proses penyerapan dalam mukosa

usus yang merupakan suatu proses aktif.


Fase korporeal : meliputi proses transportasi besi
dalam sirkulasi, pengeluaran besi oleh sel-sel yang
memerlukan, dan penyimpanan besi oleh tubuh.

Proses Regulasi Absorbsi Besi dalam Usus


Regulator Dietetik : dipengaruhi oleh jenis
diet dimana besi terdapat.
Regulator Simpanan : dipengaruhi oleh
cadangan besi dalam tubuh (penyerapan besi
- maka penyimpanan besi + dan sebaliknya)
Regulator Eritropoetik : dipengaruhi oleh
kecepatan eritropoesis.

Fe dalam makanan
Asam lambung

METABOLISME
BESI

Ion Ferri ( Fe 3+)

Ion Ferri ( Fe 3+)


alkali
Ion Ferro ( Fe 2+)

& HEMOSIDERIN

Storage
in

Transport Besi
Transpor, distribusi dan penyimpanan
melibatkan 3 protein:
1.Transferin
2.Ferritin dan homosiderin
3.Tf-R

Fe harian

TransferinFe2+
plasma Fe2
+

Pembuluh
darah

Eritropoie
sis
inefektif

120 hari
Eritrosit
yg
bersirkul
asi

Disimpan :
-Dlm bentuk
feritin dan
homosiderin di
sel kriptus usus
- Dlm hati sbg
enzim
-Mioglobin

Fe2+
makrofag

Kehilangan
lewat
menstruasi

Distribusi Besi Tubuh


Pria

Wanita

Hemoglobin

2,4

1,7

65

Feritin &
Hemosiderin

1,0

0,3

30

Mioglobin

0,15

0,12

3,5

Enzim

0,02

0,15

0,5

Transferin

0,004

0,003

0,1

Absorbsi Besi
Faktor yang Mendukung
Absorbsi Besi

Faktor yang Mengurangi


Absorbsi Besi

Besi Heme

Besi Anorganik

Bentuk Ferro

Bentuk Ferri

Asam (HCl, vit. C)

Basa-antasida, sekresi
pankreas

Agen pelarut (gula, as. Amino)

Agen yang mendapatkan fitat,


fosfat

Defisiensi besi

Kelebihan besi

Meningkatnya eritropoesis

Berkurangnya eritropoesis

Kehamilan

Infeksi

Hemokromatis herediter

Teh

Peningkatan ekspresi DMT-1


dan ferroportin dalam
enterosit duodenum

Penurunan ekspresi DMT-1 dan


ferroportin dalam enterosit
duodenum

Leukopoesis

Produksi leukosit disebut dengan

leukopoiesis.Leukopoiesis terjadi di
jaringan limphoid seperti kelenjar limfe,
limpa dan tonsil.
Secara garis besar leukosit
diklasifikasikan kedalam: Agranulosit
(Mononuclear leukosit) dan Granulosit
(Polymorphonuclear leukosit).
Tiga jenis Granulosit:
Neutropil (sekitar 60%)
Eosinopil
Basopil

Ukuran besar, inti bulat, merah,


kromatin halus, anak inti 2-5, sitoplasma
biru kelabu
Inti bulat, kromatin mulai kasar, nukleoli
1-2, sitoplasma kebiruan, mengandung
granula primer/ azurofilik
Inti seperti huruf D, warna merah
kebiruan, kromatin kasar, sitoplasma
biru kemerahan, mulai ada granula
sekunder
Inti mulai melekuk, lekukan kurang dari
diameter inti, warna ungu kebiruan,
kromatin kasar, agak padat, sitoplasma
merah kebiruan
Inti bentuk huruf U, warna ungu
kebiruan, kromatin kasar, agak padat,
sitoplasma merah muda
Inti sudah berlobus, dengan benang
filament, kromatin padat, sitoplasma
merah muda

Granulosit
Granulosit dan monosit di bentuk dalam sumsum

tulang dari sel prekursor yang sama.


Dalam seri granulopoietik, sel progenitor, mieloblas,
promielosit, dan mielosit membentuk mitotic pool/
stadium proliferasi.
Metamielosit, neutrofil batang, neutrofil segmen
termasuk dalam post mitotic pool/ stadium maturasi.
Dalam sumsum tulang, neutrofil batang dan segmen
terdapat dalam jumlah besar sebagai reserve pool/
kompartemen penyimpanan.
Dalam keadaan normal, sumsum tulang terdapat
lebih banyak sel mieloid dibandingkan sel eritoid
dengan ratio 2:1 sampai 12:1, dengan proporsi
terbesar neutrofil dan metamielosit.

Dalam keadaan normal sumsum tulang


mengandung 10 sampai 15 kali jumlah granulosit
yang ditemukan dalam sel darah tepi.
Granulosit dilepaskan dari sumsum tulang,
masuk ke sirkulasi darah selama 6 10 jam,
kemudian granulosit akan pindah ke jaringan dan
menjalankan fungsi fagositiknya.
Dalam sirkulasi darah tepi, granulosit terdapat
dalam 2 pool dengan jumlah hampir sama yaitu :
circulating pool (termasuk dalam hitung darah)
marginal pool (tidak termasuk dalam hitung darah)

Dalam jaringan, granulosit dihancurkan setelah 4


5 hari, karena perannya dalam pertahanan
terhadap benda asing (bakteri atau karena sudah
waktunya untuk mati).

Sel darah putih yang sedang berkembang dapat


dibagi menjadi berbagai kompartemen fisiologik:
1.
Kompartemen Proliferasi / mitotik:
Pada tahap mieloblas, promielosit, mielosit
mampu membelah diri
2.
Kompartemen Pematangan / post mitotik:
Pada tahap metamielosit, neutrofil batang dan
segmen tidak mitosis lagi
3.
Kompartemen Penyimpanan / storage:
Di dalam ss.tulang mungkin sel-sel ini dalam
jumlah berlebihan yang siap dibebaskan jika diperlukan
4.
Kompartemen didarah perifer:
Terdiri atas 2 komponen yaitu komponen
marginal yang berikatan dengan dinding pembuluh
darah serta komponen sirkulasi

Monosit

Merupakan 5 8% jumlah leukosit dalam darah tepi, tetapi yang

beredar pada suatu saat hanya sebagaian kecil saja dari seluruh
cadangan sel ini.
Sel prekursor dari monosit dalam sumsum tulang (monoblast, dan
promonosit) sukar di bedakan dari mieloblast dan monosit.
Berasal dari sel induk yang sama dengan granulosit.
Monosit hanya sebentar berada dalam sumsum tulang.
Setelah bersirkulasi 20 40 jam, kemudian masuk ke jaringan untuk
menjadi matur/makrofag dan menjalankan fungsinya.
Lama hidup ekstravaskuler sesudah berubah menjadi makrofag
dapat selama beberapa bulan bahkan beberapa tahun.
Monosit dapat menjalankan fungsi spesifik dalam jaringan yang
berbeda.
Salah satu jalur terpenting adalah jalur sel dendritik yang terlibat
dalam presentasi antigen ke sel T.
Growth factors: GM-CSF dan M-CSF berperanan dalam produksi dan
aktivasi monosit.

Skema Perkembangan

Faktor Pertumbuhan
Mieloid
IL-1
GM-CSF
IL-3
IL-5 (untuk eosinofil)
IL-6

G-CSF
M-CSF

IL-11
IL: interleukin; GM: Granulocyte Monocyte; G:
Granulocyte;
M: Monocyte; CSF: Colony-Stimulating Factor

Limfosit
Berasal dari sel induk pluripotensial seperti sel

hemapoietik yang lain. Dari sel induk ini terbentuk sel


induk limfoid dan dalam perkembangan selanjutnya,
sel- sel prekusor dengan pengaruh unsur epitel
jaringan limfoid akan berdiferensiasi menjadi limfosit.
Organ limfoid primer (tempat berkembangnya
limfosit): sumsum tulang dan timus
Organ limfoid sekunder (tempat pembentukan
respons imun spesifik): kelenjar getah bening, limpa,
dan jaringan limfoid saluran cerna dan saluran napas.

Sel B berasal dari sel induk SSTL. Hingga saat ini

masih belum jelas apakah sel tsb diproses diluar


SSTL untuk menjadi limfosit B matur. Pada
burung, proses ini berlangsung di bursa Fabricius,
tetapi pada manusia belum ditemukan organ
yang setara.
Sel T juga awalnya berasal dari sel induk SSTL,
bermigrasi ke timus tempat berdiferensiasi
menjadi sel T matur selama perjalanan dari
korteks menuju medula.
Sel T yang swareaktif (self-reactive) dibuang
seleksi negatif
Sel T yang memiliki sedikit spesifisitas thdp
molekul HLA pejamu diseleksi seleksi positif

Limfosit T berdiferensiasi menjadi:


Limfosit T penolong T4
Limfosit penekan T8
Limfosit sitotoksik T efektor
Limfosit B mempunyai potensi berubah menjadi sel

plasma yang membentuk imunoglobulin dengan


demikian limfosit B berperan dalam respon
imunologik humoral.
Limfosit merupakan kunci dari aktivitas imunologik.
Limfosit dalam darah tepi merupakan sebagian kecil
dari limfosit di dalam tubuh. Sebagian besar limfosit
berada dalam sarang-sarang di dalam kelenjar
limfe, limpa, mukosa saluran cerna dan tersebar
dalam sumsum tulang, hati, dan kulit.

Pada orang dewasa, 75-80 % limfosit dalam

sirkulasi adalah limfosit T, 10-15 % merupakan


limfosit B, sisanya limfosit non T -non B.
Limfosit atipik (sel Downey) dikaitkan dengan
mononukleosis infeksiosa adalah limfosit T
dalam stadium aktivasi imunologik. Karena itu,
limfosit demikian disebut juga limfosit reaktif.
Limfosit reaktif biasanya berukuran besar
karena adanya peningkatan DNA dalam nukleus
dan peningkatan RNA dalam sitoplasma.
Limfosit reaktif dapat dijumpai pada
mononukleosis infeksiosa, infeksi virus, reaksi
transfusi, tranplantasi organ, alergi sistemik.

Trombopoesis

10
hr

4.000

Diferensiasi sel induk hemopoietic megakarioblast

promegakariosit megakariosit pematangan


dgn replikasi inti endomitotik memperbesar volume
sitoplasma penambahan lobus inti sitoplasma
menjadi granular (pada stadium inti 8) pelepasan
trombosit ( 10hr)
1 megakariosit efektif = 4000 trombosit
Pengatur utama : trombopoietin (dihasilkan oleh hati

dan ginjal) & IL-11


Pada anemia aplasia: Trombositopenia

Trombopoietin
Jumlah normal : 150.000 400.000/L darah
Lama hidup : 7-10 hr

Nama

Megakariobla
s

Promegakario
sit

Megakariosit

Trombosit

Gambar

Morfologi dan Ciri


-20% dari megakariosit SST
-6 24 M
-Nukleus > Sitoplasma
-Sitoplasma basofilik
-Belum ada granula
-25% dari megakariosit SST
-14 30 M
-Nukleus > Sitoplasma
-Sitoplasma kurang basofilik
-Ada granula
-55% dari megakariosit SST
-40 - 60 M
-Nukleus < Sitoplasma
-Ada granula
-2 3 M
-Mudah hancur
-Mudah menempel

Gizi

Fe
Besi heme
Sumber besi heme:
Daging

Besi non heme


Sumber besi non

heme:

Ikan

Serealia

Ungas

Umbi-umbian

Hasil olahan darah

Sayuran (bayam)
kacang

Absorpsi Besi Terbagi atas 3 fase:

1.Fase luminal:
besi dalam makanan diolah dalam lambung
kemudian siap di serap di duodenum
2.Fase mukosal:
proses penyerapan dalam mukosa usus yang
merupakan suatu proses aktif.
3.Fase korporeal:
meliputi proses transportasi besi dalam sirkulasi,
utilisasi besi oleh sel-sel yang memerlukan, dan
penyimpanan besi oleh tubuh

Asam amino
Protein hewani (kualitas lebih tinggi):
Daging
Telur
Produk susu (dairy product).

Protein nabati (kualitas lebih rendah);

Kacang kedelai (kualitas hampir menyamai protein

hewani)
Avokad
Gandum cokelat
Biji labu
Kacang-kacangan, termasuk kacang hijau, kacang
tanah, dan kacang polong.
Buah, sayur, dan gelatin

Asam folat
Buah-buahan berwarna jingga dan merah.
Daun-daunan hijau
Kacang-kacangan
Serealia

Asam Folat

Sintesa deoxythymidylate
(dTMP)

ASAM FOLAT

Homosiste
in

Metionin

DNA

Thymidine
Monofosfat
(dTMP)

Metil
THF
Metil
B12

DHF

THF
5,10 Metil
THF

Deoxy Uridine
Monofosfat
(DUMP)

Vitamin B12
Hati
Ginjal
Daging sapi
Kebanyakan makanan hasil laut
Telur dan produk susu

B12

Daftar Pustaka
Hoffbrand, A.V., J.E.Petit, P.A.H.Moss. Kapita

Selekta
Hematologi Edisi IV. Jakarta: EGC

Kesimpulan dan Saran