You are on page 1of 9

JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 1979-8415

Vol. 1 No. 1 Agustus 2008

MODEL ROTATING CYLINDER ELEKTRODE UNTUK MENENTUKAN


KEPERLUAN RAPAT ARUS PROTEKSI KATODIK

Isni Utami1
1
Jurusan Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur

Masuk: 15 Maret 2008, revisi masuk: 17 Juni 2008, diterima: 9 Juli 2008

ABSTRACT
Effect of fluids flow rate onto necessity of current density cathodic protection
which characterized using Rotating cylinder electrode (RCE) model has been researched
on an electrochemistry manner. This research was done to AISI 1018 steel as the
electrode spinning cylinder-shaped inside aerated dissolvable NaCl 3.5%. using variation
spinning rate 0-2000rpm and 25-75 0C temperature. Current density cathodice protection
necessity determined from the steel interface potential -800mV with reference anode
Ag/AgCl. Experiment result shows as the increasing of electrode rate, cathode protection
current density needs increased due to diffusion layer tare faction and also because
corrosion potential become more positive. Higher temperature would increasing cathode
protection current density needs and makes corrosion potential more negative. Oxygen
activation energy value to be diffused onto electrode surface support the corrodibility AISI
1018 toward temperature increment, because cathode reaction controlled by transfer
mass of dissolved oxygen. With un-dimensioned number analysis and data experiment
calculation, empiric formula which is functional relation between electrode rate/fluids flow
rate characterized as turbulence flow toward cathodic protection current density is
mentioned below:
[ ] [ ]
0,6539 0,4976
iPRCE = 0,0841 nFCD Re Sc
d
Keywords: Cathodic Protection, RCE, AISI.

INTISARI
Pengaruh laju alir fluida terhadap keperluan rapat arus proteksi katodik yang
dikarakterisasi oleh model Rotating Cylinder Elektrode (RCE) diteliti secara elektrokimia.
Penelitian dilakukan pada baja AISI 1018 sebagai elektroda berbentuk silinder berputar
dalam larutan NaCl 3,5% teraerasi dengan variasi kecepatan pada rentang 0 - 2000 rpm
dan suhu 25oC - 750C. Keperluan rapat arus proteksi katodik ditentukan pada
potensial antarmuka baja -800 mVolt dengan elektroda referensi Ag/AgCl. Dari hasil
percobaan menunjukkan dengan meningkatnya kecepatan elektroda akan meningkatkan
keperluan rapat arus proteksi katodik yang disebabkan karena penipisan lapisan difusi,
dan potensial korosinya semakin positif.Naiknya suhu juga akan meningkatkan keperluan
rapat arus proteksi katodik dan potensial korosinya semakin negatif. Nilai energi aktifasi
oksigen untuk berdifusi ke permukaan elektroda mendukung korodibilitas AISI 1018
terhadap kenaikan suhu, karena reaksi katodik terkendali oleh perpindahan massa
oksigen terlarut. Dengan analisis bilangan tak bermatra dan perhitungan dari data hasil
percobaan, persamaan empiris yang merupakan hubungan fungsional antara pengaruh
kecepatan elektroda/laju alir fluida yang dikarakterisasi sebagai aliran turbulen terhadap
keperluan rapat arus proteksi katodik adalah sebagai berikut :
[ ] [ ]
0,6539 0,4976
iPRCE = 0,0841 nFCD Re Sc
d
Kata Kunci : Proteksi katodik, RCE, AISI

PENDAHULUAN annya, karena secara alamiah logam a-


Korosi merupakan degradasi lo- kan kembali menuju kondisi termodi-
gam akibat berinteraksi dengan lingkung- namis yang lebih stabil sebagai senya-

58
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 1979-8415
Vol. 1 No. 1 Agustus 2008

wanya. Pengertian korosi adalah sebagai laju alir fluida (Jones, 1992). Sebagai
berikut, bila sepotong logam terkorosi da- contoh kapal yang bergerak laju
lam larutan elektrolit, sebagian daerah korosinya lebih besar dari pada kapal
pada logam tersebut bersifat anodik di- yang diam.
mana terjadi reaksi oksidasi logam atau Kajian pengaruh laju alir fluida
logam terkorosi, sebagian lain bersifat terhadap keperluan rapat arus proteksi
katodik, dimana terjadi reaksi reduksi dan katodik yang dinyatakan dalam persama-
korosi tidak terjadi (Scully,1975)). Pada an empiris diperlukan untuk mempermu-
proses korosi reaksi anodik dan katodik dah perhitungan di dalam desain proteksi
berlangsung secara serempak, artinya bi- katodik baja yang mempunyai kecepatan
la salah satu reaksi tidak berlangsung relatif, yang sampai saat ini belum ada.
maka korosi tidak terjadi (Fontana,1979). Proteksi katodik merupakan sa-
Pendekatan yang diambil dalam pengen- lah satu metoda pengendalian korosi
dalian korosi adalah dengan cara mengu- struktur logam dalam lingkungan elektro-
rangi atau mengeliminasi salah satu atau lit dengan cara memperlakukan struktur
keduanya sehingga reaksi tidak berlang- logam sebagai katoda (Jones, 1992).
sung. Metoda ini dilakukan dengan jalan me-
Metoda pengendalian korosi pa- ngalirkan arus listrik searah melalui elek-
da dasarnya dapat dikelompokkan men- trolit ke logam sehingga potensial antar-
jadi dua kelompok, yaitu metoda kinetika muka logam-larutan elektrolit turun me-
dan metoda termodinamika (Bard and nuju/mencapai daerah immunnya atau
Faulkner,1980). Dalam metoda kinetika sampai nilai tertentu dimana laju korosi
pengendalian korosi dilakukan dengan logam masih diperbolehkan/minimum
memberi hambatan pada interaksi de- (Jones, 1972). Sumber arus listrik searah
ngan lingkungannya sehingga laju koro- dapat diperoleh dengan dua cara yaitu:
sinya dapat dikurangi, tetapi kecende- arus listrik searah diperoleh dari reaksi
rungan untuk terjadinya korosi itu sendiri galvanik disebut metoda anoda korban
tidak diselesaikan, sehingga apabila (sacrificial anode) , dan cara kedua arus
hambatan ditiadakan korosi akan segera listrik searah diper-oleh dari sumber luar
berlangsung lagi (Jones,1992). Selain disebut metoda a-rus yang dipaksakan
dari pada itu apabila jumlah hambatan (impressed curent) (Morgan,1987).
yang ditambahkan tidak mencukupi maka Pada kedua cara tersebut diatas,
korosi akan menjadi lebih parah lagi mi- akan tercipta suatu sistem rangkaian a-
salnya terjadinya korosi setempat. Salah rus listrik searah tertutup. Aliran listrik pa-
satu metoda termodinamika adalah pro- da rangkaian luar dihantar oleh elektron,
teksi katodik yang diterapkan secara lu- sedang dalam elektrolit dihantar oleh ion.
as. Karena mekanisme dari proteksi katodik
Prinsip proteksi katodik sebenar- adalah proses elektrokimia yang terjadi
nya sederhana, yaitu dengan cara mem- pada elektroda, maka dapat disimpulkan
perlakukan struktur logam yang dipro- proteksi katodik hanya mungkin dite-
teksi sebagai katoda, dengan jalan me- rapkan bila struktur yang diproteksi dan
ngalirkan arus listrik melalui elektrolit ke anoda berkesinambungan secara elek-
logam yang diproteksi (Blount,1989). A- tronik dan elektrolitik ( Shreir,1994).
tas dasar prinsip inilah cara pengenda- Proses korosi logam dalam larut-
lian korosi dengan teknik proteksi katodik an air (aqueous) berlangsung secara e-
diterapkan dalam praktek, terutama da- lektrokimia, sehingga pada permukaan
lam pengendalian baja yang berada da- logam yang terkorosi terbentuk daerah
lam elektrolit misalnya tanah basah atau daerah yang bersifat anodik dan katodik
dalam air laut. Besar kecilnya rapat arus (Fontana, 1979). Sebagai contoh untuk
yang harus dialirkan bergantung dari laju logam besi yang terkorosi dalam larutan
korosinya. Makin besar laju korosinya air pada pH netral dan teraerasi reaksi
makin besar pula jumlah rapat arus selnya sebagai berikut :
proteksi yang diperlukan untuk mempro- Anodik :
2+
teksi katodik. Laju korosi baja dipenga- Fe --------- Fe + 2e (oksidasi)
ruhi oleh banyak faktor diantaranya oleh Katodik :

59
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 1979-8415
Vol. 1 No. 1 Agustus 2008

½ 02 + H20 + 2e -------- 2 0H- ( reduksi ) rakterisasi oleh regim aliran turbulen nilai
-------------------------------------------------------------------------
+ bilangan Reynoldnya adalah :
Re = πωd
Reaksi sel : 2
> 200 ( hanya berlaku
Fe + ½ 02+ H20 --------- Fe2++ 2 0H- υ
untuk metoda RCE) (Gabe and Walsh
Reaksi sel elektrokimia di atas ,1984)
mencakup semua phenomena perpin- Oleh karena besarnya keperluan
dahan elektron pada antar muka logam - rapat arus proteksi katodik sebanding de-
larutan elektrolit yang disebabkan oleh ngan rapat arus korosi maka, hubungan
reaksi oksidasi - reduksi, karenanya laju pengaruh laju alir fluida terhadap keper-
korosi dapat dinyatakan sebagai arus (e- luan rapat arus proteksi katodik yang di-
lektron/satuan waktu, coulomb/detik = simulasi dengan RCE dapat dinyatakan
ampere) (Prentice, 1991). sebagai fungsi dari : iPRCE = f ( D,d,V,
Dalam proteksi katodik salah sa-
tu cara untuk mengetahui keberhasilan
υ ,n,C,F ) (Uhlig, 1985).
Dengan analisis bilangan tak
suatu struktur logam terproteksi dengan
bermatra dapat dicari kelompok kelom-
baik adalah dengan mengamati potensial
pok bilangan bilangan tak bermatra seba-
antarmuka logam yang dilindungi (Uhlig,
gai berikut :

[υ] [ ]
1985). Beberapa kriteria yang menggu- −c
nakan parameter potensial antarmuka, iPRCE = K n F C d-1 υ Vd c 3 υ
D 1
khususnya untuk besi atau baja dalam
lingkungan air laut, umumnya mengacu Dengan manipulasi aljabar persamaan a-
ke standard National Assosiation of Cor- kan didapat:
rosion Engineer NACE (RP 076-1983) [ ] [ ]
iPRCE = K nFCD Re a 1 Sc a 2
tentang “Corrosion Control of Steel,Fixed d
Offshore Platform Associated with Pe- Persamaan empiris tersebut, menunjuk-
troleum Production “ yang dapat disari- kan hubungan antara pengaruh laju alir
kan sebagai berikut : Proteksi katodik di- fluida terhadap keperluan rapat arus pro-
capai bila, teksi katodik. Konstanta K , a1 , a2 akan
(1) Potensial antarmuka logam ≤ - 800 ditentukan melalui percobaan.
mV diukur antara permukaan struktur Peubah tetap yang digunakan a-
yang diproteksi dengan elektroda re- dalah baja AISI - SAE 1018, sedangkan
ferensi Ag/AgCl jenuh yang dikontak- peubah bebas yang dikerjakan adalah :
kan dengan elektrolit. (1) Sebagai lingkungan, larutan NaCl
(2) Potensial diturunkan ≥ 300 mV ke 3,5%
arah negatif dari potensial korosi (2) Suhu yaitu 25 0C , 50 0C, 75 0C
struktur yang dihasilkan dari aplikasi (3) Kecepatan RCE pada rentang 0 -
arus proteksi. 2000 rpm
(3) Bila korosi terkendali oleh suhu ling- Pada penelitian ini digunakan Po-
kungan, maka potensial proteksi da- tensiostat Gamry Instrument yang dileng-
pat didekati dengan menggunakan kapi dengan “Programable DC Power
persamaan Nernst, sedangkan pada Supply”. Reaksi reduksi dilangsungkan
lingkungan khusus dan suhu normal dalam sel elektrolisis yang dilengkapi de-
berlaku kriteria (1) dan (2). ngan elektroda kerja berbentuk silinder
RCE digunakan secara luas un- berputar dari baja. Kecepatan elektroda
tuk mempelajari proses korosi dan para- kerja dikendalikan oleh motor pengaduk,
meter kinetika reaksi elektrokimia yang dan sumber arus listrik dihubungkan de-
terkendali olek laju perpindahan massa ngan sikat sikat yang terbuat dari Grapha-
(uhlig, 1985), karena karakteristik perpin- lloy. Elektroda bantu terbuat dari kawat
dahan massa yang dibentuknya sudah platina berbentuk jaring ditempatkan me-
sangat dikenal berdasarkan hukum hu- ngelilingi dinding sel. Ag/AgCl ( kalibrasi
kum termodinamika. Pada umumnya alir- +0,202 Volt terhadap SHE pada suhu
0
an fluida karena konveksi natural (kon- 25 C) digunakan sebagai elektroda refe-
veksi yang disebabkan gradient densi- rensi, yang dicelupkan pada larutan. Se-
tas), dan konveksi paksaan ,yang dika- lama proses elektrolisis sistem dalam ke-

60
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 1979-8415
Vol. 1 No. 1 Agustus 2008

adaan tertutup sehingga tidak ada gas lektroda kerja diputar di dalam sel elek-
yang keluar. Untuk memperoleh data trolisis sampai diperoleh potensial korosi
yang akurat, sebelum polarisasi dimulai e- yang relatif tetap.

Gambar 1. skema rangkaian alat potensiostat

Pengukuran keperluan rapat arus


proteksi katodik dilakukan dengan metoda
potensiodinamik. Polarisasi katodik dila-
kukan dengan laju penambahan potensi-
E (V)
al sebesar 0,5 mV/det. Penentuan keper- Ekor
luan rapat arus proteksi katodik ditentu-
kan pada potensiak baja - 800 mVolt de-
ngan elektroda Ag/AgCl. Eprot Iproteksi

PEMBAHASAN
Dari setiap percobaan polarisasi Log I
baja AISI-SAE 1018 dalam larutan NaCl (mA/cm2)
3,5% teraerasi dilakukan untuk menentu-
kan besarnya rapat arus proteksi katodik Gambar 2. Skema kurva polarisasi baja
0
pada suhu 25 - 75 C dengan variasi ke- dalam larutan NaCl 3,5% pada pH 7,2
cepatan pada rentang 0 - 2000 rpm, di- dan teraerasi
peroleh kurva polarisasi sebagai berikut :

61
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 1979-8415
Vol. 1 No. 1 Agustus 2008

Gambar 3. skema sel elektolisis RCE

Dari kurva polarisasi katodik pa- dalam larutan NaCl 3,5% teraerasi pada
da (gambar 2) dapat ditentukan dua pa- pH 7,2 dengan variasi kecepatan penga-
rameter yaitu potensial korosi dan besar- dukan pada rentang 0 - 2000 rpm dan
0
nya keperluan rapat arus proteksi katodik suhu 25 - 75 C, didapatkan bahwa be-
pada kriterium - 800 mVolt dengan elek- sarnya keperluan rapat arus proteksi di-
trode referensi Ag/AgCl. Dari parameter pengaruhi oleh kecepatan pengadukan
tersebut dapat ditentukan hubungan pe- dan suhu yang dinyatakan dalam persa-
ngaruh laju alir fluida terhadap keperluan maan empiris sebagai fungsi bilangan
rapat arus proteksi katodik’. Dari hasil Schmidt, Reynold dan Sherwood.
serang-kaian percobaan baja AISI 1018

62
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 1979-8415
Vol. 1 No. 1 Agustus 2008

Gambar 4. Pengaruh kecepatan elektroda terhadap keperluan rapat arus proteksi


katodik AISI - SAE 1018 (RCE) dalam larutan NaCl 3,5% teraerasi

Sebagaimana yang dapat dilihat difusi dengan meningkatnya kecepat-an


pada (gambar 4) meningkatnya kecepat-an pengadukan, sehingga laju korosinya juga
pengadukan akan meningkatkan laju meningkat. Hubungan pengaruh ke-
korosi baja AISI 1018 dan keperluan ra-pat cepatan pengadukan pada berbagai su-hu
arus proteksi, hal ini disebabkan de-ngan terhadap tebal lapisan difusi ditunjuk-kan
adanya pengadukan ion - ion logam di pada (gambar 5). Selain dari pada itu
antarmuka logam - larutan elektrolit le-bih potensial korosinya meningkat dengan
cepat mencapai ruah, yang ditunjuk-kan meningkatnya kecepatan pengadukan
dengan semakin tipisnya tebal lapis-an (gambar 6).

T 75* C
0.014
Tebal lapisan difusi (d)cm

T 50* C
0.012
T 25* C
0.01
Power (T 75* C)
0.008
Power (T 50* C)
0.006
Power (T 25* C)
0.004
0.002
0
0 500 1000 1500 2000 2500
Kecepatan elektroda rpm

Gambar 5. Hubungan pengaruh kecepatan elektroda terhadap tebal lapisan difusi AISI-
SAE 1018 dalam larutan NaCl 3,5% teraerasi

Kenaikan suhu (25 - 75°C) juga akan me- rosinya juga meningkat, yang dapat dije-
ningkatkan laju korosi baja AISI 1018 dan laskan dengan penerapan rumus Arrhe-
keperluan rapat arus proteksi katodik nius sebagai berikut :
(gambar 7). Meningkatnya keperluan ra- Di = Dio exp ⎡ Q * ⎤
pat arus proteksi ini disebabkan difusi ok- ⎢⎣ RT ⎥⎦
sigen ke permukaan elektroda meningkat
dengan kenaikan suhu sehingga laju ko-

63
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 1979-8415
Vol. 1 No. 1 Agustus 2008

Gambar 6. Pengaruh kecepatan elektroda terhadap potensial korosi AISI - SAE 1018
(RCE) dalam larutan NaCl 3,5% teraerasi

Gambar 7. Pengaruh suhu terhadap keperluan rapat arus proteksi katodik AISI - SAE 1018
(RCE) dalam larutan NaCl 3,5% teraerasi

Dari rumusan tersebut dapat di- Sebagaimana telah diuraikan pa-


simpulkan bahwa difusi oksigen ke per- da tinjauan pustaka, hubungan fungsio-
mukaan elektroda meningkat dengan nal pengaruh kecepatan pengadukan/laju
meningkatnya suhu dan potensial koros- alir fluida dan suhu terhadap keperluan
inya lebih negatif (gambar 8), sehingga rapat arus proteksi katodik untuk regim
laju korosinya juga meningkat.Dengan aliran turbulen dituliskan sebagai berikut :
iPRCE = K nFCD Re a 1 [ Sc]a 2
mengalurkan Ln D terhadap 1/T yang be-
rupa garis lurus (gambar 9) dapat diten-
[ ]
d
tukan besarnya energi aktivasi oksigen
untuk berdifusi.

64
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 1979-8415
Vol. 1 No. 1 Agustus 2008

Gambar 8. Pengaruh suhu terhadap potensial korosi AISI - SAE 1018 (RCE)
dalam larutan NaCl 3,5% teraerasi

V kecepatan m/det
υ viskositas kinematik cm2/det
n jumlah elektron yang dipertukarkan
C konsentrasi spesi i mol/lt
F konstanta Faraday C/ekuivalen

DAFTAR PUSTAKA
Berendsen A.M.,1987, Ship Painting Ma-
nual, Delf .
Bard A.J. and Faulkner L.R., 1980, Elec-
Gambar 9. Kurva ln D terhadap 1/T trochemical Methods, Fundamental
and Application, John Willey & Sons,
Dari data - data hasil percobaan New York .
yang diperoleh, dapat dihitung nilai koe- Blount F.E, 1989, Electrochemical Prin-
fisien K , a1 dan a2 . Dengan mengguna- ciples of Cathodic Protection Corro-
kan analisis regresi linier ganda diperoleh sion Control, NACE , vol 10, No 7.
nilai K , a1 , dan a2, sehingga rumusan Chawla S.L and Gupta R.K, 1993, Mate-
keperluan rapat arus proteksi katodik un- rial Selection for Corrosion Control
tuk metode RCE yang dianggap sebagai ASM International. John Willey and
regim aliran turbulen adalah sebagai be- Sons, Ney York.
rikut : Fontana G.Mars, 1979, Corrosion Engi-
[ ] [ ]
0,6539 0,4976 neering, Third edition, Mac Graw Hill
iPRCE =0,0841 nFCD Re Sc Book co, New York.
d Gabe D.R. and Walsh F.C, 1984, The
Rotating cylinder Elektrode, Applied
KESIMPULAN Electrochemistry 6, Prentice Hall,
Dari hasil penelitian dapat disim- New Jersey.
pulkan bahwa persamaan empiris yang Jones Denny A., 1992, Principles and
merupakan hubungan fungsional antara Preventation of Corrosion”, Macmi-
pengaruh kecepatan elektroda/laju alir llan Publishing Company, New York.
fluida yang dikarakterisasi sebagai aliran Jones D.A.,1972, Analisys of Cathodic
turbulen terhadap keperluan rapat arus Protection Criteria, Corrosion, NACE,
proteksi katodik adalah sebagai berikut : Vol 28, No. 11.
[ ] [ ]
iPRCE = 0,0841 nFCD Re 0,6539 Sc 0,4976 Morgan J.H., 1987, Catodic Protection,
d second edition, NACE.
Notasi NACE Standard Rp-01-76, 1976, Corro-
iPRCE rapat arus proteksi katodik mA/cm2 sion Control of Steel, Fixed Offshore
D koefisien difusi spesi i cm2/det Platfoms With Petroleum Produc-
d diameter elektroda cm tion, NACE.

65
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 1979-8415
Vol. 1 No. 1 Agustus 2008

Prentice G., 1991, Electrochemical Engi- Uhlig H.H., 1985, Corrotion and Corrotion
neering Principles, Prentice Hall, Control, John Welly & Sons New
New Jersey. York.
Scully J.C., 1975, The Fundamental of
Corrotion, second edition, New York.

66