You are on page 1of 7

http://www.dw-world.de/dw/article/0,,3057079,00.html 24 juli 2011 Sains dan Teknologi | 14.01.

2008 Biomassa Sebagai Sumber Energi Terbarukan

: Jagung sebagai bahan dasar ethanol, contoh penggunaan biomassa sebagai sumber energi Sejumlah pakar berpendapat, penggunaan biomassa sebagai sumber energi terbarukan merupakan jalan keluar dari ketergantungan manusia pada bahan bakar fossil.

Apa yang sebenarnya dimaksud dengan biomassa? Dalam sektor energi, biomassa merujuk pada bahan biologis yang hidup atau baru mati yang dapat digunakan sebagai sumber bahan bakar. Biomassa dapat digunakan secara langsung maupun tidak langsung. Dalam penggunaan tidak langsung, biomassa diolah menjadi bahan bakar. Contohnya, kelapa sawit yang diolah terlebih dahulu menjadi biodiesel untuk kemudian digunakan sebagai bahan bakar. Sebelum mengenal bahan bakar fossil, manusia sudah menggunakan biomassa sebagai sumber energi. Misalnya dengan memakai kayu atau kotoran hewan untuk menyalakan api unggun. Sejak manusia beralih pada minyak, gas bumi atau batu bara untuk menghasilkan tenaga, penggunaan biomassa tergeser dari kehidupan manusia. Namun, persediaan bahan bakar fossil sangat terbatas. Para ilmuwan memperkirakan dalam hitungan tahun persediaan minyak dunia akan terkuras habis. Karena itu penggunaan sumber energi alternatif kini digiatkan, termasuk di antaranya penggunaan biomassa.

Biomassa dari Bahan Baku Pangan

Gandum, tebu dan jagung adalah contoh bahan pangan yang juga dapat diolah menjadi energi dari biomassa. Energi tersebut tergolong energi ramah lingkungan yang bahan dasarnya disediakan alam. Namun, penggunaan energi dari biomassa kadang membawa dampak sampingan yang tidak diinginkan. Salah satunya adalah naiknya harga bahan baku pangan. Penyebabnya macam-macam. Di Jerman misalnya, produksi listrik biomassa mendapat subsidi pemerintah kata ahli biologi Dr. Andre Baumann: Ini memicu persaingan antar petani yang menanam gandum untuk pangan dan petani biomassa. Selama ini, produsen gandum untuk biomassa mendapat keuntungan lebih besar daripada petani biasa. Baru belakangan ini, dengan naiknya harga untuk susu dan gandum, petani biasa dapat bersaing dengan petani biomassa. Produsen biogas tak lagi dapat membeli bahan dasar gandum dengan harga murah seperti dalam lima tahun terakhir. Di Jerman, 100 kilogram gandum menghasilkan energi biomassa seharga 25 Euro. Tapi bila gandum tersebut dijual sebagai bahan baku pangan, harganya hanya 18 Euro. Kini di sejumlah negara muncul kekuatiran bahwa para petani bahan pangan beralih ke produksi tanaman untuk biomassa. Padahal, produksi bahan pangan saat ini saja belum mencukupi untuk menutup kebutuhan pangan dunia. Dampak Lingkungan Dampak lain penanaman produk pertanian untuk biomassa adalah kerusakan pada alam. Andre Baumann yang menjabat ketua Organisasi Lingkungan Hidup Jerman NABU menegaskan produksi tanaman untuk biomassa harus memenuhi standar amdal: Biomassa sudah digunakan selama ratusan tahun. Tapi dulu produk biomassa tidak diangkut dengan truk atau pesawat sampai tempat tujuan. Sekam gandum atau sisa tanaman lainnya digunakan di pertanian yang sama sehingga membentuk lingkaran yang tertutup. Tapi sekarang, manusia memakai truk dan kapal laut untuk mengangkut kelapa sawit dari kawasan tropis ke Eropa, ini menyebabkan siklus penggunaan biomassa tidak lagi tertutup. Dampak produksi tanaman untuk biomassa juga mulai dirasakan di kawasan lain dunia. Contohnya di Benua Hitam Afrika. Pakar lingkungan dari Institut Pertanian untuk Kawasan Tropis dan Subtropis Universitas Hohenheim Joachim Sauberborn menjelaskan Di Afrika sumber daya alam yang dapat diperbarui luas digunakan. Banyak warga masih memakai kayu untuk memasak. Namun, dampak negatifnya adalah kerusakan kawasan hutan karena penebangan yang tidak terkontrol. Hilangnya vegetasi hutan menyebabkan pengikisan lapisan tanah yang subur. Akibatnya, lahan pertanian pun makin berkurang. Untuk mendapatkan lahan pertanian baru, penduduk Afrika membuka hutan. Akibatnya siklus kerusakan alam terus berlanjut. Penebangan pohon-pohon untuk lahan pertanian menyebabkan karbondioksida dilepaskan ke udara. Padahal karbondioksida atau CO2 adalah salah satu gas rumah kaca penyebab pemanasan global. Sistem Pertanian Berkelanjutan Karena itu, pakar biologi Andre Baumann menyarankan agar petani menggunakan sistem pertanian yang berkelanjutan: Istilah ini sebenarnya berasal dari sektor perhutanan. Maksudnya, penebangan kayu disesuaikan dengan regenerasi hutan, jadi jumlah pohon yang ditebang sesuai

dengan pohon baru yang ditanam. Dalam seratus tahun terakhir, sistem pertanian berubah karena globalisasi. Negara industri mengimpor bahan pangan dan produk pertanian dari negara berkembang. Akibatnya muncul masalah lingungkan baik di negara berkembang maupuan industri. Andre Baumann memberikan salah satu contoh. 12,5 persen lahan pertanian yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan Jerman berada di luar negeri. Produk pangan yang diimpor, mulai dari buah-buahan sampai makanan ternak menghasilkan ampas dalam jumlah besar yang tidak dapat diolah oleh sistem daur ulang Jerman. Kerusakan alam juga terjadi bila produk pertanian tersebut berasal dari lahan yang dulunya adalah hutan. Belum lagi dengan emisi karbondioksida yang dihasilkan saat produk tersebut ditranspor dari negara asalnya ke Jerman.

Bildunterschrift: Groansicht des Bildes mit der Bildunterschrift: Buah kelapa sawit Misalnya, biodiesel dari kelapa sawit. Selain tersedia dalam jumlah banyak, dapat diperbarui dan menghasilkan energi yang ramah lingkungan, penggunaan biodiesel dari kelapa sawit dapat meningkatkan efisiensi pembakaran mesin, termasuk mesin kendaraan bermotor. Biodiesel jenis ini mempunyai kandungan asetan tinggi, bebas dari sulfur dan mampu dioperasikan di musim dingin, bahkan saat suhu mencapai minus 20 derajat Celcius sekalipun, sehingga cocok digunakan di Jerman. Namun, pakar biologi Andre Baumann memperingatkan jangan sampai kebutuhan energi di Jerman merusak alam di negara produsen biomassa tersebut. Pemerintah menggunakan uang pajak rakyat untuk memberi subsidi pada produk biomassa. Padahal produk itu menyebabkan rusaknya hutan tropis di bagian lain dunia. Misalnya, kelapa sawit yang berasal dari perkebunan yang sebelumnya merupakan hutan. Produk tersebut harus ditranspor ribuan kilometer ke Jerman. Di sini, kelapa sawit diolah menjadi biogas dan ampasnya digunakan sebagai pupuk. Ini sama sekali bukan sistem pertanian berkelanjutan. Sistem ini tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara sosial maupun ekologis. Masa Depan Biomassa Sebagai Bahan Bakar Lalu bagaimana masa depan penggunaan energi dari biomassa? Saat ini, bioenergi hanya memegang pangsa 13 persen dari keseluruhan sumber energi dunia. Menurut pakar biologi Andre Baumann kunci untuk meningkatkan efisiensi energi bukan dengan memperluas produksi tanaman untuk biomassa. Sebaliknya, penggunaan energi keseluruhanlah yang perlu dikurangi. (zpr/zer)

http://yefrichan.wordpress.com/2011/02/05/pengertian-biomassa/ 24 juli 2011 Biomassa adalah bahan organik yang dihasilkan melalui proses fotosintesis, baik berupa produk maupun buangan. Contoh biomassa antara lain tanaman, pepohonan, rumput, ubi, limbah pertanian dan limbah hutan, tinja dan kotoran ternak. Selain digunakan untuk tujuan primer seperti serat, bahan pangan, pakan ternak, minyak nabati, bahan bangunan dan sebagainya, biomassa juga digunakan sebagai bahan energi (bahan bakar). Umumnya yang digunakan sebagai bahan bakar adalah biomassa yang nilai ekonomisnya rendah atau merupakan limbah setelah diambil produk primernya. Biomassa terutama dalam bentuk kayu bakar dan limbah pertanian merupakan sumber energi tertua. Hingga sekarang, biomassa sebagai sumber energi masih cukup berperan terutama untuk negara-negara berkembang. Data dari shell Breifing Service (1980) yang dikutip Abdul Kadir (1982) menyebutkan bahwa konsumsi energi biomassa di negara-negara berkembang (tidak termasuk negara OPEC) pada tahun 1977 adalah 2.6 BOE perkapita per tahun, atau sekitar 54% dari konsumsi energi keseluruhan. (sumber ; Sri Endah Agustina IPB)

http://www.scribd.com/doc/44716115/Potensi-Biomassa-Sebagaai-Sumber-Energi-TerbarukanDi-Indonesia Biomassa sebagai Sumber Energi Terbarukan di Indonesia Dengan semakin meningkatnya konsumsi energi dunia serta adanyaketerbatasan energi fosil yang ada untuk mencukupi, maka beberapa pengembanganterhadap energi baru dan terbarukan. Energi baru adalah bentuk energi yangdihasilkan oleh teknologi baru baik yang berasal dari energi terbarukan maupun tak terbarukan, misalkan hidrogen dan fuel cell . Sedangkan energi terbarukan merupakansumber energi yang dihasilkan dari sumber daya energi yang secara alamiah t idak akan habis dan dapat berkelanjutan jika dikelola dengan baik, contohnya panas bumi,tenaga air, angin, biomassa, biogas dan gelombang.Pemilihan biomassa sebagai energi terbarukan menjadi solusi yang palingbaik dibandingkan energi terbarukan yang lainnya untuk saat ini. Biomassa, dalamsektor energi merujuk pada bahan biologis yang hidup atau baru mat i yang dapatdigunakan sebagai sumber bahan bakar. Biomassa dapat digunakan secara langsungmaupun tidak langsung. Dalam penggunaan tidak langsung, biomassa diolah menjadibahan bakar P o t e n s i e n e r g i b io m a s s a d i I nd o ne s i a s a ng a t b e s a r . M e nu r u t Y u l i s t i a n i(2009), limbah biomassa yang dapat digunakan untuk menghasilkan energi lsitrik bisa berasal dari tandan kosong kelapa sawit, tongkol jagung, dan sekam padi. Sekampadi merupakan limbah biomassa yang paling besar menghasilkan potensi listrik bagiIndonesia. Berikut ini adalah penjabaran jenis-jenis limbah biomassa yang digunakan: Konversi Biomassa Menjadi Energi B e b e r a p a t e k no lo g i k o n v e r s i ya n g d i l a k u k a n u nt u k me n g u b a h b i o m a s s a menjadi energi, antara lain: DensifikasiDensifikasi adalah teknik konversi biomassa menjadi pellet ataubriket. Briket atau pellet akan memudahkan dalam penangananbiomassa. Tujuannya agar meningkatkan densit as dan memudahkanp e n y i m p a na n d a n p e ng a ng k u t a n. P r o s e s i n i d a p a t me n a i k k a n n i l a i kalori per unit volume, mudah disimpan dan diangkut, mempunyaiukuran, dan kualitas yang seragam. Karbonisasi Karbonisasi merupakan suatu proses untuk mengkonversi bahanorgranik menjadi arang. Pada proses karbonisasi akan melepaskan zatya ng m u d a h t e r b a k a r s e p e r t i C O , C H 4, H2, formaldehid, methana,formik dan acetil acid serta zat yang tidak terbakar seperti seperti CO2, H 2 O dan tar cair. Gas-gas yang dilepaskan pada proses ini mempunyainilai kalor yang tinggi dan dapat digunakan untuk memenuhikebutuhan kalor pada proses karbonisasi. Pirolisis

Pirolisis atau bisa disebut thermolisis adalah proses dekomposisi kimiadengan menggunakan pemanasan tanpa kehadiran oksigen. Proses inisebenarnya bagian dari proses karbonisasi yaitu proses untuk memperoleh karbon atau arang, tetapi sebagian menyebut pada prosespirolisis merupakan high temperature carbonization (HTC) yaitu lebihdari 500 derajat C. Proses pirolisis menghasilkan produk berupa bahanbakar padat yaitu karbon, cairan berupa campuran tar dan beberapa zatla i n n ya . P r o d u k la i n n a d a la h g a s be r u p a k a r bo n d io k s i d a ( C O 2 ) , metana (CH4) dan beberapa gas yang memiliki kandungan kecil.Terdapat beberapa cara memanfaatkan energi yang tersimpan dalambiomassamelalui pirolisis. Pembakaran langsung adalah cara yangpaling tua digunakan. Biomassa yang dibakar dapat langsungmenghasilkan panas tetapi cara ini hanya mempunyai efisiensi sebesar 10 %. Cara lain adalah dengan mengubah biomassa menjadi cairan. Cara inidigunakan karena keuntungannya berupa kemudahan penyimpanan,pengangkutan, serta pembakaran. Cairan yang dihasilkan daripengolahan biomassa dapat berupa crude bio-oil . Anaerobic digestion Proses anaerobic igest ion yait u proses dengan melibatkanmikroorganisme tanpa kehadiran oksigen dalam suatu digester . Prosesini menghasilkan gas produk berupa metana (CH4) dan karbondioksida (CO2) serta beberapa gas yang jumlahnya kecil, seperti H2,N 2 , d a n H 2 S . P r o s e s i n i b i s a d i k l a s i f i k a s i k a n m e n j a d i d u a m a c a m yaitu anaerobic digestion k e r i n g d a n ba s a h. P e r be d a a n d a r i k e d u a proses anaerobik ini adalah kandungan biomassa dalam campuran air.p a d a a n a e r o b i k k e r i n g m e m i l i k i k a n d u n g a n b i o m a s s a 2 5 3 0 % sedangkan untuk jenis basah memiliki kandungan biomassa kurangdari 15 % Gasifikasi Gasifikasi merupakan proses yang menggunakan panas untuk merubahbiomassa padat atau padatan berkarbon lainnya menjadi gas sint etik "sepert i gas alam yang mudah terbakar. Melalui proses gasifikasi,k it a b i s a m e r u b a h ha m p i r s e m u a b a ha n o r g a n i k p a d a t me n j a d i g a s bakar yang bersih, netral. Gas yang dihasilkan dapat digunakan untuk pembangkin listrik maupun sebagai pemanas. Gas yang dihasilkanpada gasifikasi disebut gas produser yang kandungannya didominasioleh gas CO, H 2 , dan CH 4 Secara sederhana, gasifikasi bisa dijelaskan sebagai prosespembakaran bertahap. Hal ini dilakukan dengan membakar padatanseperti kayu atau batu bara dengan ketersediaan oksigen yang terbatas,sehingga gas yang terbentuk dari hasil pembakaran masih memilikipotensi untuk terbakar. Bahan bakar gasifikasi dapat berupa

materialpadatan berkarbon biasanya biomassa (kayu atau limbah berselulosa)atau batubara. Semua senyawa organic mengandung atom karbon (C),hydrogen (H) dan oksigen (O), dalam wujud molekul komplek yangbervariasi. Tujuan dari gasifikasi adalah untuk memutuskan ikatan darimolekul komplek ini menjadi gas yang sederhana yaitu Hidrogen dankarbon monoksida (H 2 dan CO). Kedua gas ini merupakan gas yangmudah terbakar serta memiliki kerapatan energi dan densitas.Keduanya merupakan gas yang sangat bersih dan hanya memerlukansatu atom oksigen untuk dibakar menghasilkan karbon dioksida danair (CO 2 ,H 2 O). Inilah yang menyebabkan pembakaran yang melaluiproses gasifikasi memiliki emisi yang snagat bersih. Dalam prosesnya,gasifikasi merupakan rangkaian proses termal hingga terbentuk gas.P e m b a k a r a n t id a k s e m p u r n a s a ng a t k o t o r d a n bu r u k . T u ju a n d a r i gasifikasi adalah untuk mengendalikan proses termal secara terpisahy a n g b i a s a n ya t e r c a m p u r d a l a m p r o s e s p e m b a k a r a n s e d e r h a n a d a n diatur sehingga menghasilkan produk yang diinginkan.

DAFTAR PUSTAKA Pinske. (2000). Electricity Engineering , Vol.2. Stuttgart: BG. Teubner.Yulist iani, F. (2009). K a j i a n T e k no E k o no m i P a b r i k Ko n ve r s i B io m a s s a menjadi Bahan Bakar FischerTropsch melalui Proses Gasifikasi. http://www.dw-world.de/dw/article/0,,3057079,00.htmldiakses tanggal 11Oktober 2010.Pambudi, N.A.http://alpensteel.com/article/51-111-energi-lain-lain/279-energialternatif-itu-bernama-biomassa.pdf diakses tanggal 10 Oktober 2010.