You are on page 1of 4

Hamzah bin abdul muthalib Hamzah bin abdul muthalib bin hasyim bin abdi manaf adalah salah

seorang paman nabi, yang juga saudara sepersusuan dan teman sepermainan nabi SAW. Hamzah adalah seorang yang mempunyai otak yang cerdas dan berpendirian teguh , hamzah adalah tokoh quraisy yang disegani saat itu. Mekkah pada saat itu sedang gempar dengan kabar adanya agama baru yang dibawa oleh muhammad bin abdullah. Banyak diantara orang-orang mekkah yang mencibir bahkan menghina rasulullah SAW secara terang-terangan, namun diantara orang-orang itu ada orang quraisy yang belum memeluk islam namun juga tidak menunjukkan sikap permusuhan terhadap islam, diantara golongan ini termasuk pula hamzah bin abdul muthalib. Beberapa kali hamzah mendengar orang-orang quraisy sedang membicarakan muhammad dan agama barunya, ia pun mendengarkan apa yang mereka bicarakan mulai dari cibiran hingga tuduhan-tuduhan yang diarahkan kepada rasulullah SAW. Terkadang hamzah merasa apa yang dituduhkan oleh kaumnya keterlaluan karena ia tah u betul bagaimana perangai keponakannya itu. Menurutnya, tak mungkin seorang muhammad yang dijuluki al-amin serta yang dapat mencegah perpecahan antar kabilah karena memperebutkan haknya untuk mengembalikan hajar aswad saat pemugaran ka bah dulu, bermaksud memecah belah kaumnya. Pada suatu hari saat hamzah usai berburu, yang merupakan kegemarannya. Ia berjalan memasuki kota mekkah, namun seorang pelayan wanita Abdullah bin jud an menemuinya seraya berkata, wahai abu umarah, seandainya anda dapat melihat apa yang dialami oleh anak saudaramu muhammad tadi, yang dilakukan abul hakam bin hisyam?! Ia sedang duduk, tiba-tiba abu hakam datang memakinya dengan hinaan yang keji, lalu muhammad bangkit berdiri tanpa membalas hinaan itu sepatah katapun. Setelah mendengar penuturan dari perempuan itu, segeralah hamzah mencari -cari abu jahal ke seluruh penjuru kota mekkah. Akhirnya ia menemukan abu jahal sedang duduk tertawa tawa bersama kawan-kawannya. Hamzah pun langsung mengahampiri abu jahal dan tanpa banyak bicara ia menghantam muka abu jahal dengan busurnya hingga luka dan mengeluarkan darah, belum hilang keterkejutannya hamzah pun langsung membentak abu jahal, kenapa kau maki muhammad saw, sementara aku telah menganut agamanya dan mengatakan apa yang dikatakannya? Cobalah ulangi kembali makianmu itu kepadaku jika kamu berani! kawan-kawan abu jahal bangkit hendak mengeroyok hamzah namun abu jahal mencegahnya, biarkanlah abu umarah, aku memang memaki keponakannya dengan keji tadi Hamzah kembali ke rumahnya hendak beristirahat namun pikirannya menjadi kusut karena memikirkan kejadian sebelumnya. Mengapa ia berkata bahwa dirinya telah memeluk islam, mengapa ia begitu mudah meninggalkan agama nenek moyangnya dan beralih ke agama

baru yang dibawa muhammad yang belum ia ketahui. Apakah ia benar-benar telah islam? Pikiran-pikiran seperti itu terus berkecamuk dalam diri hamzah. Akhirnya ia pergi ke ka bah, ia menengadahkan wajah serta mengangkat kedua tangannya, memohon kepada Rabb semesta alam agar dirinya dibimbing ke jalan yang benar. Hamzah bertutur tentang dirinya, Aku merasa menyesal sekali meningalkan agama nenek moyang dan kaumku. Aku resah dan gelisah, tidak tahu apa yang harus kuperbuat. Makan tidak nafsu dan tidur pun tidak bisa. Kemudian aku pergi ke Ka bah; aku memohon kepada Allah supaya dadaku dilapangkan menerima kebenaran dan supaya kegelisahan hatiku disingkirkan. Teryata, Allah mengabulkan doaku itu. Hatiku dipenuhi dengan keimanan dan keyakinan kepada-Nya. Aku terdorong ingin pergi menemui Muhammad sek etika itu juga. Aku ceritakan semua yang terjadi. la kemudian mendoakan aku supaya hatiku dikukuhkan dalam agamanya. Itulah saat islamnya hamzah, sang singa Allah. Setelah masuk islam hamzah tekun mempelajari islam, ia telah mengetahui jalan menuju darul arqam, yang merupakan tempat pembelajaran islam pertama saat itu. Suatu saat umar bin khattab mendatangi darul arqam dan mengetuk pintunya dengan keras. Beberapa orang ketakutan saat tahu yang datang adalah umar bin khattab, namun hamzah dengan tenang berdiri seraya berkata, biarkanlah ia masuk, jika ia bermaksud baik maka kita sambut ia dengan baik, jika ia bermaksud jahat kami berikan ia dengan pedangnya sendiri Setelah menjalani beragam penindasan dari kaum kafir quraisy, kaum muslimin diperintahkan untuk berhijrah ke madinah. Kaum muslimin saat itu berhijrah secara sembunyi-sembunyi, namun hamzah bersama beberapa muslim lainnya berhijrah terang terangan, ia berjalan dengan pedang terhunus serta sorot mata yang tajam seakan berkata, siapapun yang mencegahku pergi, lehernya akan ditebas pedang ini Akhirnya kaum muslimin telah tiba di madinah. Rasulullah mempersaudarakan kaum muslimin, hamzah dipersaudarakan dengan zaid bin haritsah. Beberapa waktu kemudian rasulullah mengirim 30 orang pasukan berkuda dipimpin hamzah untuk menghadang kafilah dagang quraisy yang dikawal 300 pasukan berkuda, namun pertempuran tidak terjadi berkat adanya penengah bagi kedua belah pihak. Hal ini membuktikan bahwa pasukan muslim berani melawan pasukan yang jumlahnya 10 kali lipat jumlah mereka. Setelah itu rasulullah memimpin 300 orang kaum muslim untuk menghadang kafilah dagang Quraisy pimpinan abu sufyan. Mendengar kabar ini abu sufyan segera meminta bantuan ke mekkah, segeralah terkumpul 1000 orang untuk melindungi kafila h dagang quraisy. Namun kafilah abu sufyan berhasil menghindari hadangan pasukan muslim, hasilnya pasukan muslim akan bertemu pasukan dari mekkah. Perang pun tak dapat terelakkan. Perang yang terjadi di badar ini berlangsung pada 7 ramadhan dua tahun setel ah hijrah. Setelah tiba di badar rasulullah segera memerintahkan pasukan muslim untuk menutup semua sumur

untuk minum di sekitar badar kecuali sumur di daerah pasukan muslim, rasulullah memerintahkan untuk memenuhi sumur tersebut dengan air. Tak berapa lama kedua pasukan sudah saling berhadapan, namun pasukan quraisy terkejut karena tak menemukan sumur yang dapat mereka gunakan untuk menghilangkan dahaga mereka. Tiba-tiba seorang kafir quraisy yang menyadari bahwa sumur disekitarnya telah ditutup oleh pasukan muslim. al- Aswad bin Abdul As ad al-Makhzumi, seorang kafir quraisy yang terkenal ganas segera menerjang ke arah sumur pasukan muslim, namun hamzah mencegahnya saat hendak merusak sumur itu. Terjadilah pertarungan antara keduanya, tak berapa lama hamzah berhasil mangalahkan al-aswad dengan sabetan pedang yang menebas betis al-aswad hingga putus. Setelah berhasil mengalahkan orang yang hendak merusak sumur pasukan muslim, hamzah pun mewakili pasukan muslim bersama kedua sahabat lainnya, ali bin abi thalib dan ubaidah bin al-harits, ketiganya berduel dengan orang quraisy, hamzah melawan syaibah bin rabi ah, ali melawan walid bin utbah, sementara ubaidah melawan utbah bin rabi ah. Tak lama hamzah berhasil merobohkan syaibah, ali pun menebas walid dengan cepat, sementara ubaidah berhasil mengalahkan utbah walau dirinya terluka parah. Melihat para jagoan mereka tumbang pasukan quraisy langsung menyerang, perang badar pun dimulai. Dalam perang badar hamzah sangat menonjol, ia mencerai -beraikan pasukan quraisy, ia pun banyak membunuh pemuka-pemuka kafir quraisy dalam perang badar. Akhirnya perang badar pun dimenangkan pihak muslim setalah pihak quraisy menarik mundur pasukannya yang telah porak-poranda. Kaum kafir quraisy yang pulang membawa kekalahan membuat gempar kota mekkah, banyaknya pembesar-pembesar quraisy yang tewas di badar membuat seluruh kota penuh jerit tangis. Kaum quraisy segera mempersiapkan balasan untuk kekalahan pada perang badar, akhirnya terkumpulah 3000 orang pasukan untuk berperang mela wan pasukan muslim. Kaum muslimin yang mendengar kabar bahwa pasukan yang berjumlah besar telah disiapkan kaum kafir quraisy untuk menghancurkan umat muslim, segera bermusyawarah. Rasulullah pun memutuskan untuk maju keluar madinah menghadapi pasukan musuh setelah bermusyawarah dengan para sahabat lainnya. Tibalah kedua pasukan di bukit uhud yang akan menjadi medan perang antara pasukan muslim dengan quraisy. Di belakang pasukan quraisy terlihat banyak para penghibur untuk menyemangati pasukan quraisy. Sementara itu di sebuah sudut pasukan kaifr ada seorang budak habsyi yang terkenal akan keahlian menombaknya, hindun binti utbah yang sangat dendam kepada hamzah segera mangehampiri budak hitam itu bersama pemiliknya. Sang pemilik budak itu menjanjikan kebebasan kepadanya jika ia berhasil membunuh hamzah, selain itu hindun berjanji akan memberinya semua perhiasan kesayangannya jika hamzah terbunuh. Penawaran kedua orang kafir itu membuat budak bernama wahsyi tergoda, apalagi ia ditawari kebebasan, suatu hal yang sangat diimpikan semua budak. Berkecamuklah perang uhud pada 15 syawal tahun ketiga hijriah. Pada perang itu kaum muslimin pada awalnya mendominasi perang uhud dengan memecah belah barisan kafir

quraisy dengan hanya 700 orang pasukan, hamzah adalah orang yang paling menojol, pasukan kafir yang mendekatinya segera ia tebas dengan pedangnya, orang yang melihatnya seperti melihat singa yang sedang mengamuk. Melihat pasukannya porak poranda, abu sufyan menarik mundur pasukannya. Karena silau oleh harta rampa san, pasukan pemanah tdak menghiraukan nasihat rasulullah. Hal ini menyebabkan kejadian berbalik, pasukan kafir yang tadinya mundur, segera kembali ke medan perang. Pasukan muslim yang tidak bersiaga menjadi sasaran empuk pasukan musuh. Keadaan pun berbali k, pasukan muslim yang hampir menang, dibuat kocar-kacir oleh pasukan quraisy. Hamzah yang melihat pasukan muslim berjatuhan semakin mengganas , setiap kafir yang ditemuinya tewas oleh sabetan pedangnya. Sementara pasukan quraisy sedang menyarang pasukan muslim, wahsyi yang sedari awal perang mengamati hamzah, akhirnya menemukan celah untuk menombak sang singa Allah. Saat celah terbuka, segera wahsyi dengan segenap kemapuannya melemparkan tombaknya ke arah hamzah. Tombak yang dilemparkan wahsyi langsung menembus antara kedua kaki hamzah, tak lama kemudian hamzah pun jatuh tersungkur dan syahid. Tak sampai disitu, setelah mengetahui hamzah tewas, segera saja hindun menghampiri mayat hamzah dan dengan kejam ia merobek perut sang sayyidus syuhada itu lalu mengambil hatinya dan memakannya namun ia memuntahkannya kembali, ia pun tertawa-tawa seperti orang gila. Akhirnya sang singa allah syahid pada perang uhud dalam keadaan perut terburai. Hamzah sang tokoh syuhada, syahid setelah ia menunaikan kewajibannya kepada tuhannya dan agamanya, dengan meninggalkan seorang istri dan seorang putri.