You are on page 1of 11

1

BAB I LATAR BELAKANG


Tempe dan Tahu adalah asli makanan tradisional yang berasal dari Indonesia. Tidak jelas kapan pembuatan tempe dimulai. Namun demikian, makanan tradisonal ini sudah dikenal sejak berabad-abad lalu, terutama dalam tatanan budaya makan masyarakat Jawa, khususnya di Yogyakarta dan Surakarta. Indonesia merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. Sebanyak 50% dari konsumsi kedelai Indonesia dilakukan dalam bentuk tempe, 40% tahu, dan 10% dalam bentuk produk lain (seperti tauco, kecap, dan lain-lain). Konsumsi tempe rata-rata per orang per tahun di Indonesia saat ini diduga sekitar 6,45 kg. Namun, nama 'tempe' pernah digunakan di daerah perkotaan Jawa, terutama Jawa tengah, untuk mengacu pada sesuatu yang bermutu rendah. Istilah seperti 'mental tempe' atau 'kelas tempe' digunakan untuk merendahkan dengan arti bahwa hal yang dibicarakan bermutu rendah karena murah seperti tempe. Soekarno, Presiden Indonesia pertama, sering memperingatkan rakyat Indonesia dengan mengatakan, "Jangan menjadi bangsa tempe." Baru pada pertengahan 1960-an pandangan mengenai tempe ini mulai berubah. Pada akhir 1960-an dan awal 1970-an terjadi sejumlah perubahan dalam pembuatan tempe di Indonesia. Plastik (polietilena) mulai menggantikan daun pisang untuk membungkus tempe, ragi berbasis tepung (diproduksi mulai 1976 oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan banyak digunakan oleh Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia, Kopti) mulai menggantikan laru tradisional, dan kedelai impor mulai menggantikan kedelai lokal. Produksi tempe meningkat dan industrinya mulai dimodernisasi pada tahun 1980-an, sebagian berkat peran serta Kopti yang berdiri pada 11 Maret 1979 di Jakarta dan pada tahun 1983 telah beranggotakan lebih dari 28.000 produsen tempe dan tahu.

Standar teknis untuk tempe telah ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia dan yang berlaku sejak 9 Oktober 2009 ialah SNI 3144:2009. Dalam standar tersebut, tempe kedelai didefinisikan sebagai "produk yang diperoleh dari fermentasi biji kedelai dengan menggunakan kapang Rhizopus sp., berbentuk padatan kompak, berwarna putih sedikit keabuabuan dan berbau khas tempe". Sekarang ini Tahu dan Tempe tidak lagi dikonsumsi oleh orang-orang kerajaan saja, tapi makanan ini sudah menjadi makanan rumahan yang murah dan berkualitas tinggi serta menyehatkan bagi tubuh. Harganya yang murah memudahkan kita untuk terus dapat menikmati makanan ini kapan saja dan dimana saja. Apalagi saat ini banyak warung makanan yang telah menyediakan makanan ini dalam bentuk makanan siap saji.

BAB II PENGUMPULAN DATA PRIYONO adalah salah satu pengusaha TAHU dan TEMPE di kota Palopo yang kami wawancarai untuk melakukan pengumpulan data untuk mata kuliah RISET OPERASI dimana kami banyak mendapatkan data-data yang signifikan mengenai proses pembuatan TAHU dan TEMPE itu sendiri. Usaha yang terlerak di Jalan Achmad Razak ini pertama kalinya memulai usaha pada tahun 1995, yang dimana awalnya berdiri pertama kali di Jalan Tandi Pau, tapi karena sesuatu maka usaha rumahan ini berpindah tempat ke jalan Achmad Razak sampai sekarang. Awalnya usaha ini adalah usah turun temurun dari keluarga bapak Priyono dimana beliau melihat peluang usaha TAHU dan TEMPE yang sangat menjanjikan di Kota Palopo karena belum banyak yang memproduksi makan rakyat tersebut. A. Jumalah karyawan / pegawai yang dimiliki oleh bapak Priyono Saat ini jumlah karyawan / pegawai dari bapak Priyono adalah sebanyak 7 orang, yang setiap harinya memproduksi pembuat TAHU dan TEMPE dari usaha rumahan tersebut. B. 1. Modal awal saat memulai usaha TAHU dan TEMPE Modal awal yang dibutuhkan untuk pembuatan Tahu sendiri sebesar Rp. 4.000.000,- dan menadpatkan penjaman alat dari keluarga bapak priyono sendiri 2. C. 1. Modal awal yang dibutuhkan untuk pembutan Tempe Keuntungan yang di peroleh dari usaha TAHU dan TEMPE Keuntungan yang di peroleh dari pembuatan Tahu yaitu Rp. 1.000.000,- 2.000.000,- setiap kali produksi sendiri sebesar Rp. 1.500.00,-

2. D. 1. 2. potong E. 1. a. b. c. 1. 2. 3.

Keuntungan yang di peroleh dari pembuatan Tempe yaitu Hasil produksi setiap hari Hasil produksi Tahu setiap hari 648 potong. Dari 3 kwintal Hasil produksi Tempe setiap hari untuk 1 kg sebanyak 10 Cara pembuatan Tahu dan Tempe Cara pembuatan TAHU Bahan-Bahan Membuat Tahu : Kacang kedelai 3 Kwintal = 300 Kg Vinegar (cuka) warna putih = 62 Gram Kain Belacu (kain bekas karung tepung) Cara Pembuatan Tahu : Bersihan kedelai dengan cara membuang yang sudah layu (kisut) pilih yang segar Cuci bersih lalu rendam sampai biji Setelah itu dicuci lagi selama kedelai tenggelam ( sekitar 6 jam) setengah jam 4. 5. 6. 7. 8. Lalu dibagi-bagi biji kedelai sesuai Letakkan dalam wadah plastik Kedelai digiling sampai halus dengan kapasitas mesin penggilingan

Rp. 1.000.000,- - 1.500.000,- setiap kali produksi.

kacang kedelai

(menggunakan mesin penggiling atau blender biasa) Ampas kedelai langsung direbus Jangan terlalu lama membiarkan selama 15-20 menit dalam wajan yg cukup besar. ampas tahu, begitu penggilingan selesai segera rebus ampas tahu untuk mendapatkan hasil tahu yg bagus (tidak keras). 9. Adonan ampas kedelai yang sudah direbus tadi langsung dituang kedalam kain belacu (yg sudah

disiapkan sebelumnya diatas wadah besar dari kain atau plastic dan diikat kuat agar saat menuang adonan rebusan kain tidak jatuh kedalam wadah dan kain juga harus kuat menahan berat adonan). 10. cukup kering 11. Atau boleh juga kain belacu tersebut dipastikan kedalam saringan bambu. Lalu peras ampas kedelai dengan menggunakan air panas, lakukan berulang ulang hingga tidak ada sari lagi yg tersisa diampas kedelai. Air saringan yang tertampung (biasanya warna kuning atau putih) lalu dicampur dengan asam cuka agar menggumpal, aduk sampai rata (asam cuka bisa digantikan dengan air kelapa atau sulfat kapur). Air asam dipisahkan dari gumpalan-gumpalan. Gumpalangumpalan tahu yang mulai mengendap dituangkan dalam kotak berukuran 3020 cm2 dan dialasi kain belacu. Adonan tahu kotak dikempa selama beberapa saat agar air yang masih tercampur dalam adonan tadi habis. Bila adonan itu sudah padat (yg disebut tahu), sudah dapat dipotong-potong dan simpan dikulkas, dan siap diolah setiap saat. 2. TEMPE a. Kacang kedelai 3 kwintal = 300 Kg b. Ragi tempe 150 gram c. Tepung Sagu/Tapioka 1 sdm d. Air secukupnya Cara pembuatan TEMPE Bahan-bahan membuat Aduk atau digoyang-goyang adonan terus menerus hingga sari kedelai jatuh kebawah dan adonan tadi

a.

Cara membuat TEMPE Proses Pencucian/Pembersihan. Air direbus dalam panci sampai mendidih dan angkat. Masukkan kedelai kedalam panci berisi air mendidih tadi dan diamkan sampai airnya hangat. Buang kulit kedelai hingga bersih. b. Proses Pemasakan. Seteleh itu rebus kedelai sampai airnya mengeluarkan buih/ empuk. Kemudian buang air rebusan tadi hingga kering, masukkan kacang kedelai ke wadah datar. Dimana wadah ini harus diberi alas kain/ handuk agar tempe cepat meresap dan kering. c. Proses Peragian. Seteleh kacang kering, pindahkan kewadah yang cekung/ bowl. Masukkan Ragi tempe dan tepung sagu kedalam kedelai, aduk dan campur hingga merata. d. Proses Pengemasan. Masukkan tempe kedalam plastik/ daun pisang dan tutup rapat ujung plastik. Tusuk-tusuk plastik secukupnya dari kedua sisi, agar tempe tetap mendapatkan udara. e. Proses Penyimpanan. Setelah selesai semua sekarang adalah tahap penyimpanan. Simpan tempe ke dalam tempat/kotak yang hangat. Tutup tempe dengan kain/handuk dan simpan selama 3 hari. Seteleh 3 hari tempe pun siap di olah menjadi aneka masakan.

NB : Ragi tempe dapat diperoleh di penjual kacang kedelai, ragi untuk membuat tempe ini berbeda dengan ragi roti atau ragi tape yang umumnya kita tahu. F. yaitu Alat yang digunakan dalam proses pembuatan Tahu dan Tempe

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Wadah dan panci cukup besar untuk merendam dan Wadah dengan permukaan lebar untuk mencampur ragi Kantong plastik ukuran 1 kg Tusukan gigi berfungsi untuk melubangi plastik Rak berjeruji untuk alas tempe mesin pengiling kasar untuk tempe dan mesin penggiling

merebus kedelai dan kedelai.

halus untuk Tahu

BAB III PENGOLAHAN DATA Ada pun produk yang dijadikan sampel dalam Riset Operasi ini yaitu produk Tahu dan Tempe. 1. Linear Programming
Jenis bahan produksi Tahu Tempe Tenaga Kerja Keuntungan Jenis bahan baku Kacang hijau 300 300 3 1.000.000 Cuka / ragi 62 150 4 1.000.000 Persedian Max 648 3000 7 hari

1). Variabel X1 = Tahu dan Tempe X2 = enaga Kerja 2). Fungsi Tujuan ZMax = 1.000.000X1 + 1.000.000X2 3). Fungsi Kendala 1. 3x1 + 62x2 628

2. 3x1 + 150x2 3000 3. 3x1 + 4x2 7

4). Grafik

2. Metode Simpleks 3. Penugasan Modul ini digunakan untuk memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan Penugasan (Assigment). Seperti penugasan karyawan pada jenis pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh karyawan tersebut agar bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan baik dan cepat sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan dan waktu

yang se-evisien mungkin, sehingga akan menghemat biaya yang seminimal mungkin. Berikut merupakan tabel evisiensi pekerjaan produk berdasarkan kecepatan penyelesaiannya :

Produk Tahu Tempe

Karyawan Karyawan A 2 2 Karyawan B 2 1

Hasil :

4. Transportasi Modul Transportasi digunakan untuk mengatur distribusi sumbersumber yang menyedikan produk yang sama ke tempat-tempat yang membutuhkan secara optimal dengan biaya yang termurah. KASUS : Pengiriman baranng dari Gudang ke Toko, diketahui biaya transportasi seperti berikut ini :

Ke Dari Gudang1 Gudang2 Kebutuhan


Hasil :

Toko 1 Rp. 100 Rp. 50 80

Toko 2 Rp. 100 Rp. 50 90

Kapasitas 200 100

10

5. Jaringan Kerja a. Jaringan Kerja untuk TAHU b. Jaringan kerja untuk TEMPE

11

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Dari hasil penelitian yang kami lalukan di usaha bapak Priyono kami dapat mengambil kesimpulan yaitu : 1. 2. B. Saran Usaha Tahu dan Tempe memiliki peluang pasar yang cukup menjanjikan di Kota Palopo