You are on page 1of 16

11.

Suatu Bahan bakar minyak mempunyai oAPI gravity 15 viscositas 160 Saybolt Furol Second pada suhu 122oF. Hitunglah : a. Faktor Karakteristik (K) b. Average Boiling Point c. Kandungan Hydrogen d. Cp pada 200 oF e. BM rata-rata Jawab : a. Dari Fig. 107 Hougen dengan oAPI gravity 15 dan =160, K=11,4 b. Dari Fig. 106 Hougen, average Boiling Point =890oF c. Dari Fig. 108 Hougen, H2 = 11,4% d. Karena K<11,8 maka menggunakan faktor koreksi dari Fig. 66 Hougen, didapatkan faktor koreksi = 0,8 Sehingga Cp = 0,48 X 0,8 = 0,384 e. Dari Fig. 106 Hougen didapatkan BM rata-rata = 430 12. Gasoline dengan spesifik gravity 61,5 oAPI. Boiling point dari hasil destilasi gasoline 10, 30, 50, 70, 90 persen temperature adalah 150, 194, 240, 290, 360 oF. Berapakah : a. Cubic, mean dan molar average boiling point? b. Berat molekul rata-rata dan harga K ? c. Jika gasoline dipanaskan dari suhu 70 oF sampai 800 oF, hitunglah panas yang dibutuhkan liquid tersebut. Jawab : a. Volumetric average boiling adalah : = 246,8 oF Slope dari grafik didapatkan dengan cara : Slope = = = 2,625 oF/persen Berdasarkan fig.5 page 88 Griswold Dari slope 2,625 o/% tarik ke atas memotong masing-masing curve molar, mean, cubic, average, boiling point. Dari grafik didapatkan koreksi untuk : - Cubic average boiling point = -6 o - Mean average boiling point = -17 o

- Molar average boiling point = -30 o

Sehingga akan menjadi : - Cubic average boiling point - Mean average boiling point - Molar average boiling point

= 246,8 o - 6 o = 240,8 o = 246,8 o - 17 o = 229,8 o = 246,8 o - 30 o = 216,8 o

b. Untuk mencari BM (Moleculair weight) dapat dilihat pada page 92

Griswold fig.9, oAPI 61,3 dengan cubic average boiling point = 240,8 o F, tarik ke atas memotong curve moleculair weight terbaca = 105 Untuk mencari K = Characterization factor dari cubic average boiling point = 240,8 oF tarik ke atas dan dari oAPI 61,5 tarik ke kanan sehingga ada titik potong. Dengan interpolasi terbaca harga K = 12,09 Untuk K = 12,09 termasuk minyak yang berasal dari paraffin base crude.
13. Fuel oil mengandung 85% C, 13% H2 dan sisanya S (dalam % berat).

Jika 100 lb bahan bakar (fuel) dibakar dan semua karbon C terbakar menjadi CO2, H2 menjadi H2O, S menjadi SO2, hitunglah : a. Lb mole gas yang terbentuk b. Total volume gas yang terbentuk (620oF, 1 atm) c. Total volume gas yang terbentuk (540oF, 750 mmHg) d. Partial volume masing-masing gas pada point c diatas e. Partial tekanan masing-masing gas pada point c diatas Jawaban : a. Basis 100 lb oil lb/berat mol Carbon, C 7 Hydrogen, H2 6,43 Sulfur, S 0,09 Total Lb/mol
b.

berat % lb 84 13 3

berat mol 12,03 2,02 32,5

mol

13,52

Volume molar pada 620oF dan tekanan 1 atm

Total volume gas adalah 13,52 x 788,05 = 10654,44 cuft

c.

Total volume pada 540oF, dan tekanan 750 mmHg

d. Partial volume CO2 = 9996,74 x (7/13,52) = 5175,83 cuft H2O = 9996,74 x (6,43/13,52) = 4754,37 cuft SO2 = 9996,74 x (0,09/13,52) = 66,55 cuft e. Partial tekanan CO2 = 750 (7/13,52) = 388,31 mmHg H2O = 750 (6,43/13,52) = 356,69 mmHg SO2 = 750 (0,09/13,52) = 4,99 mmHg 15. Test yang dilakukan pada suatu contoh batubara diperoleh data sebagai berikut; Moisture 4,20% S 2,70% V.M. 14,70% H 5,60% F.C. 75,30% C 83,70% Ash 5,80% N 1,10% Ash soft temperature 2600 F O 4,70% BTU 14.300 a. Apa rangking batubara menurut ASTM? b. Carilah klasifikasi batubara menurut gradenya (kwalitas dapur) Jawab: a. Rangking batubara menurut ASTM Moisture (tanpa Mm) BTU = 100 x (BTU 50 s) 100 (1,08 A + 0,55 s) = 100 x (14.300 50 (2,7) 100 (1,08 (5,8) + 0,55 (2,7)) = 100 x 14.165 100 (6,264 + 1,485) = 1.416.500 92.251 = 15.354,85 BTU % dry Mm (tanpa Mm) = Vm (0,08 A 0,4 s) x 100 100 (M + 1,08 A + 0,55 s) % = 14,7 (0,08 (5,8) 0,4 (2,7)) 100 x 100 (4,2 + 1,08 (5,8) + 0,55 % (2,7)) = 14,7 (0,465 1,08) x 100 100 (4,2 + 6,264 + 1,485) % = 15,319 x 100 88,051 % = 17,4 %

% dry F.C (tanpa Mm) = 100 x (FC 0,15 s) 100 (3,4 + 1,08 A + 0,55 s) = 100 x (75,3 0,15 (2,7)) 100 (3,4 + 1,08 (5,8) + 0,55 (2,7)) = 100 x (75,3 0,405) 100 (3,4 + 6,88 + 1,485) = 7489,5 88,051 = 85,059 % Berdasarkan perhitungan diatas maka batubara tersebut menurut ASTM masuk Low Volatile Bituminous b. Klasifikasi batubara menurut grade nya Nilai Abu Temperature Belerang Kalori Max (%) terbentuknya abu Max (%) BTU/lb/10 min F per 100 0 153,5 A-6 F - 26 S - 310 16. Suatu campuran minyak bumi dengan komposisi seperti pada daftar dibawah ini akan dicari 0API dan densitasnya No. Jenis Minyak Berat (lb) Density pada 600F 1. Gasoline 16 0,76 2. Tractor Fuel 18 0,75 3. Kerosene 26 0,79 4. Diesel Fuel 30 0,82 0 Hitunglah Api dan densitasnya menggunakan 2 cara yaitu a. Dengan menggunakan appendik XX hougen
b. Menggunakan rumus 0API =

Penyelesaian: a. Dengan menggunakan appendik XX hougen N Jenis Berat Fraksi Density o. Minyak (lb) Berat pada 600F 1. Gasoline 16 0,18 0,76 2. Tractor 18 0,2 0,75 3. Fuel 26 0,29 0,79 4. Kerosene 30 0,33 0,82 Diesel Fuel Total 90 0 API campuran adalah 48,590API

API

54,60 57,05 47,60 41,05

Fraksi Berat x 0 API 9,53 11,41 13,80 13,55

48,59

Density campuran dari appendix XX Hougen adalah 0,786 pada 600F 0 b. 0API campuran juga bisa dicari dengan perhitungan API =

Dimana Scamp = Vt bisa dicari dari jumlah masing masing komponen No. Jenis Minyak Berat (lb) Density pada 600F 1. Gasoline 16 0,76 2. Tractor Fuel 18 0,75 3. Kerosene 26 0,79 4. Diesel Fuel 30 0,82 Total 90 Scamp = = = 0,7857
0

Volume 21,05 24 32,91 36,59 114,55

API = =

= 48,59 API campuran adalah 48,590API Density campuran dari appendix XX Hougen adalah 0,786 pada 600F
0

17. Basis 100 85% C 15% H Udara (100% excess) 79 N2 21 O2

Flue Gas 95% CO2 15% CO O2 N2 H2O

Kompon en CO2 CO O2 N2 Total

Mol 6.72 6 0.35 4 10.8 97 80.6 6 98.6 37

% 6.82 0.36 11.0 5 81.7 7 100

Suatu coke ( c ) dibakar dalam suatu keadaan dimana 80% C terbakar menjadi CO dan sisanya menjadi CO2 serta tidak ada sisa oksigen dalam hasil pembakaran. Hitunglah % gas hasil pembakaran dengan : a. Berbasis pada 100 atom C (metode langsung) b. Berbasis pada 100 mol udara (metode langsung) c. Dengan metode aljabar
18.

JAWABAN Pembakaran 100 atom C akan terbentuk 80 mol CO dan 20 mol CO2. O2 yang diperlukan untuk reaksi ini adalah 2 C + O2 2 CO : 40 mol untuk reaksi CO C + O2 CO2 : 40 mol untuk reaksi CO2 Sehingga total O2 yang dipakai adalah 40 + 20 = 60 mol N2 = x 60 mol = 225,71 mol = 285,71 mol Fraksi 0,246 0,061 0,693 % 24,6 6,1 69,3 100

Udara yang dipakai adalah 60 x a. Pada basis atom C dalam fuel Komponen Mol CO 80 CO2 20 N2 225,71 Total 325,71

b. Basis lain yang dipakai 100 mol udara Di dalam basis ini 79 mol O2 harus Nampak dalam gas hasil pembakaran. Dari 21 mol O2 dari udara jumlah yang menjadi CO adalah

x 21 = 14 mol C + O2 CO O2 = 14 mol Membentuk CO sebesar = 28 mol Sisanya = 21 14 = 7 mol

Basis : 100 mol udara Komponen Mol N2 79 CO 28 CO2 7 Total 114


c. Dengan menggunakan cara Aljabar

Fraksi 0,693 0,246 0,061

% 69,3 24,6 6,1 100

Ambil basis 100 atom C


Fuel 100 atom C Udara, x mol 21% O2 Combustion Zone Fuel Gas 80 mol CO 20 mol CO2

Reaksi 79% C 2 + O2 2 CO : 2 N y mol NO2 C + O2 CO2 Misal x = mol udara dan y = mol N2 dalm fuel gas Oxygen balance = 0,21 x 28 + 40 = 48 N balance = 0,79 x y Jadi y = 0,79 ( x= Komponen N2 CO CO2 ) = 255,81 mol

= 285,71 mol Mol 255,81 80 20 % 69,33 24,56 643

19.Pada Pembakaran natural gas yang mengandung 94% methana, ethana 4,5%, dan sisanya adalah propana, digunakan udara 70% berlebih. Setelah keluar dari combustion zone (daerah pembakaran) diperoleh flue gas sebagai berikut : carbon dioksida, oksigen, nitrogen dan air. Hitunglah komposisi dari produk hasil pembakaran dengan basis kering. Jawab :

udara 70% excess 21% O2 dan 79% N2 Methana 94% Ethana 4,5% Propana 1,5% C2H6 + 3,5 O2 2CO2 + 3H2O CH4 + 2O2 Co2 +2H2O C3H8 + 5O2 3CO2 + 4H2O

Flue Gas CO2 O2 N2 H2O

Basis 100 mol fuel gas Kompone Mol O2 CO2 H2O n teoritis teoritis terbentuk CH4 94 188 92 184 C2H6 4,5 15,75 9 13,5 C3H8 1,5 7,5 4,5 6 Excess O2 dalam flue gas : 0,7 (211,25) = 147,875 Total O2 = 211,25 + 147,875 = 359,125 N2 di udara = 359,125 x 79/21 = 1350,99 Dengan dry flue gas Kompone Mol % n CO2 105,5 6,58 147,87 O2 9,22 5 1350,9 N2 84,22 9 1604,3 Total 100 7 20. Fuel oil mengandung 88,20 % C dan 11,80 % H (dalam persen berat), dibakar dengan udara 40% berlebihan. Semua hydrogen menjadi air dan 90 % C menjadi CO2. Sedangkan sisanya mejadi CO. Hitunglah komposisi produk pembakaran dengan basis kering. Jawaban : Komposisi gas masuk : C 88,20 % x 100 mol = 88,2 mol H 11,80 % x 100 mol = 11,8 mol
21. Gas dari suatu campuran equimolal antara CO dan H2 dibakar dengan

50% udara

kelebihan, tetapi hanya 95 % saja yang terkonversi menjadi CO2 dan 98 H2 menjadi H2O. Hitunglah gas kering hasil pembakaran tersebut. Pengyelesaian: 1 mol gas terdiri dari 0,5 mol CO dan 0,5 mol H2 Reaksi : CO + O2 CO2 H2 + O2 H2O Untuk reaksi sempurna, O2 yang dibutuhkan secara teoritis = 0,5 mol Dengan 50% excess maka O2 yang dipakai = (1,5)0,5 = 0,75 O2 teoritis = + = mol 50 % excess O2 dipakai 1,5 x 0,5 = 0,75 N2 yang ada = 95 % CO CO2 Mol CO2 = 0,95 x 0,5 = 0,475 Sisa CO = 0,5 0,475 = 0,025 Sisa H2 = 0,025 x 0,5 = 0,0125 N2 = = 2, 821 Sisa O2 = 0,75 x 0,95 x 0,2 x 0,95 x 0,2 = 0,2875 Total = 3,621 Komponen Mol Fraksi % 95 %, 0,5 mol CO2 0,475 0,475/ 3,621 13,11 CO2 5 %, 0,5 mol CO 0,025 0,025/ 3,621 0,69 CO 2%, 0,5 mol H2 0,0125 0,0125/ 3,621 0,345 H2 *0,25+0,1(0,25)+0,05 0,2875 0,2875/ 3,621 7,939 O2 (0,25) 0,75(79/21) 2,821 2,821/ 3,621 77,9 N2 Total gas kering 3,621 100 % 0,25 = 0,5 x 0,5 = 50 % x 0,5 = 0,25 98 % x 0,5 mol H2 = H2O = 0,49 Total Gas = 4,111 22. Pada pembakaran suatu bahan yang mengandung 82% berat C; 11% H; 6% O; dan 1% N dan sulfur. Fuel ini dibakar dengan 75% excess air (udara kelebihan). Hitunglah susunan produk pembakaran. Penyelesaian : Basis 100 lb fuel Susunan produk pembakaran : H2 + O2 H2O C + O2 CO2 O2 Produk Pembakaran Kompon Atom lb mol teoriti CO2 H2O O2 N2 en /mol s C 82/12 6,83 6,83 6,83 H2 11/12 5,5

O 6/16 0,375 N2 1/28 0,04 0,04 Total 100 Net H2 = 5,5 0,375 5,125 2,563 5,125 Combined H2O (terikat) 0,375 0,375 Total 9,393 N2 diudara = 9,393 (1,75) 61,84 (79/21) Excess O2 = 9,393 (0,75) 7,045 Total 6,83 5,5 7,045 61,88 23. fuel oil mengandung 86% C; 9% H dan sisanya sulfur. Dibakar dengan udara 50% kelebihan Pada kondisi ini 10% karbon dibakar menjadi CO dan sisanya menjadi CO2, sedangkan hydrogen dioksidasi sempurna. a. Bagaimanakah komposisi produk pembakaran basis kering? b. Bagaimanakah komposisi produk pembakaran tersebut tanpa SO2? c. bila dengan anggapan tanpa pembentukan SO2, berapa kali CO2 yang dilaporkan? Jawab :

Udara (30% ex) C) Fuel Oil 86% C 9%H 5%S Basis : 100 lb oil Komponen C H S Total

Combustion Zone

Flue gas CO (10% dari CO2 (90% dari C) O2 N2 H2O

lb 86 9 5 100,0

Atom/mol 7,17 mol C 4,5 mol H2 0,16 mol S

O2 teoritis (lb mol) 7,17 2,25 0,16 9,58

Produk pembakaran : SO2= 0,16 mol CO2 = 7,17 (0,9) = 6,453 mol CO = 7,17 (0,1) = 0,717 mol O2 = 9,58 (0,50) + (0,717/2) = 5,1485 mol N2 = 9,58 (1,50) (79/21) = 54,03 mol

H2O

= 4,5 mol

a. Pada basis kering flue gas = 66,51 mol b. Pada basis kering tanpa SO2 = 66,38 mol c. Dengan anggapan tanpa pembentukan SO2, % CO2 yang dilaporkan : = (6,453 + 0,16) (100%/66,51) = 9,94 %

24. Basis 100 lb mol gas Oksigen dibutuhkan untuk : - Unsaturated = 8,5 (2,73 + 4,72/4) lb mol - Hydrogen = 38/2 - Carbon monoksida = 32,9/2 - Paraffin = 10,8 (1,14 + 4,28/4)

33,23

= 19 lb mol = 16,45 lb mol = 23,86 lb mol

Total oksigen yang dibutuhkan untuk 100 lb mol gas = 92,54 lb mol Oksigen yang disupply per mol gas = (0,9254 0,008) = 0,9174 lb mol Basis 1 gr mol gas HV - Hydrogen = 0,35 x 68,317 cal/gr mol = 25,960 cal - CO = 0,329 x 67,636 cal/gr mol = 22,257 cal Unsaturated : 0,085 ((2,73 x 98200) + (4,72 x 28200) + 28800) = 36549 cal Paraffins = 1,08 ((1,14 x 15,8100) + 54300) = 25372 cal Total unsaturated + paraffins = 110,133 cal = 110,133 x 1800 = 198239,4 BTU/lb mol

25. a.

Batubara mengandung: 74% Carbon 4.5% Hydrogen 1.3% Nitrogen 0.6% Sulfur 19.6% Oxygen

b. Untuk membakar 100 lb batubara

Kompon en Carbon Net H2 Sulfur Total

lb 74 2.022 5 0.6

mo l 6.1 7 1 0.1 7

O2 6.1 7 0.5 0.1 7 6.8 4

Suatu dapur pembakaran berisi gas alam mengandung Hydro carbon, dari flue gas analysis (alat orsat) didapat data-data sebagai berikut : CO2= 9%; O2 = 3,4%, CO=1,3%. Hitunglah : a. Berapa mol ratio dari net hydrogen dengan carbon dalam bahan bakar? b. Berapa % excess udara yang digunakan?
26.

JAWABAN Basis 100 ml dry flue gas % mol Mol C CO2 9 9 CO 1,3 1,3 O2 3,4 N2 86,3 Total 100 10,3 O2 = 86,3 x = 22,8 mol

BM 44 28 32 28

Mol O2 9 0,65 3,4 13,05

Berat 396 36,4 108,8 2416,4 2957,6 gr

O2 pada dry flue gas = 13,05 mol 22,8-13,5=9,75 mol Mol net H2 atau uap air = 9,75 x 2 = 19,5 mol a) Mol ratio net hydrogen dengan carbon = 19,5 / 10,3=1,89 b) Excess oxygen adalah oxygen flue yang meninggalkan setelah pembakaran sempurna. Untuk pembakaran CO butuh 1,3/2=0,65 mol Excess Oxygen = 3,4-0,65=2,75 mol Excess udara = 100 H2 total H2 terikat = net H2 13,72%

net H2= adalah H2 yang terbakar dan oxygen yang ada dalam udara.
c)

N2 =

=75,43 gr mol 75,43 gr mol x 75,43 x 75,43 x 0,7135


d) Vol N2 = 75,43

= 5,43 x 22,4 l N2 = 16,896 75,43 x

28. Methane dibakar dalam suatu furnace dengan 150% excess udara

kering untuk menghasilkan steam pada suatu boiler. Udara dan methane dibakar pada 5000 1 atm dan produk meninggalkan furnace pada 21000F 1 atm. Jika dianggap bahwa gas yang keluar adalah CO2, O2, N2 dan H2O, hitung panas yang dibutuhkan oleh air untuk membuat steam per lb mol methane yang dibakar. CH4 + 2O2 CO2 + 2H2O Basis : 1 lb mol CH4 H25 = -212,798 kcal O2 dibutuhkan = 2 lb mol O2 tersedia = 2 x 2,5 = 5 lb mol Udara tersedia =5/0,25 = 20 lb mol N2 = 20-5 = 15 lb mol O2 tidak digun = 5-2 =3 lb mol Panas reaksi (HR) CH4 cpm = 11,65 enthalpy=(11,65) (1,0) (500-25)=5533,75 lcal

udara cpm = 7,225 enthalpy=(7,225) (20) (500-25)=68637,5 kcal sigma HR = 5533,75 + 68637,5 =74171,25 kcal HP CO2 cpm = 13,17 enthalpy=13,17)(1,0)(2100-25)=28884 O2 cpm =8,460 enthalpy=(8,460)(3)(2100-25)=52663,5 N2 cpm =8,028 enthalpy=(8,028)(15)(2100-25)=249871,5 H2O cpm =10,52 enthalpy=(10,52)(2)(2100-25)=43658 sigma HR=375077 q=H=375077-74171,25-212,798=88,108 29. Pada suatu furnace terdapat gas alam hidrokarbon dengan hasil analisa sebagai berikut : CO2 = 10%; O2 = 2,0%; CO = 1,8%. Ditanyakan : a. Berapa molar ratio net hydrogen dengan carbon dalam fuel ? b. Berapa % excess udara yang digunakan ? c. Berapa berat dan volume (pada 130 F, 750 mmHg) udara kering per lb fuel yang dibakar? d. Berapa volume dry flue gas pada 550 F, 750 mmHg per lb fuel yang dibakar ? e. Berapa volume uap air pada flue gas per lb fuel (dengan asumsi udara kering) ? Penyelesaian : Basis : 100 mol % mol Mol C BM Mol O2 Berat CO2 10 10 44 10,0 440 CO 1,8 1,8 28 0,9 50,4 O2 2,0 32 2,0 64 N2 86,2 28 2413, 6 Total 100,0 11,8 12,9 2968

O2 = 86,2 x

= 22,91 mol

O2 pada dry flue gas = 12,9 mol 22,91 - 12,9 = 10,01 mol Mol net H2 atau uap air = 10,01 x 2 = 21,0 a) Mol ratio net hydrogen dengan karbon : = 1,779 b) Untuk pembakaran CO butuh 1,8/2 = 0,9 Excess oksigen = 2,0 - 0,9 = 1,1 % excess oksigen = % excess udara % excess udara = = = = 5,043 %
c) Berat udara kering/lb fuel bahan bakar = mol O2 pada flue

x 100 %

Mol O2 pada fuel = 12,9 22,91 = 0,563 Volume udara kering pada 130F, 750 mmHg V2 = P1 x T2 x V1 T1 x P2 = 0,563 x 760 x (130+460) x 359 492 x 750 = 245,6078 cuft
d) Volume dry flue gas pada 550F, 750 mmHg

e) Volume uap air

pada flue gas V2 = P1 x T2 x V1 T1 x P2 = 100 x 760 x (550+460) x 359 (550+460) x 359 22,91 x 492 x 750 = 3259,702 cuft

V2 = P1 x T2 x V1 T1 x P2 = 100 x 760 x 21 x 492 x 750 = 3556,18 cuft

30 Suatu furnace berisi gas alam yang mengandung hydrocarbon. Dari flue gas analysis (dengan alat orsat) diperoleh data-data sebagai berikut : CO2 = 11,3% ; O2 = 7,2% ; CO= 1,2%

Hitunglah : a. Mol ratio dari net hydrogen dengan C dalam bahan bakar b. Barapa % excess udara yang digunakan ? c. Berapa lb N2 setiap lb gas keluar seandainya tidak dipakai excess udara? d. Berapa cuft N2 dalam setiap lb gas keluar seandainya tidak dipakai excess udara? Penyelesaian : Basis 100 mol dry flue gas % mol Mol C BM Mol O2 Berat CO2 11,3 11,3 44 11,3 497,2 CO 1,2 1,2 28 0,6 33,6 O2 7,2 32 7,2 230,4 N2 80,3 28 2248,4 Total 100,0 12,5 19,7 3009,6 O2 = 80,3 x O2 pada dry flue gas = 19,7 mol 21,345 19,7 = 1,645 Mol net H2 atau uap air = 1,645 x 2 = 3,291 mol a. Mol ratio net hydrogen dengan carbon = 3,291/ 12,5 = 0,263 b. Excess oxygen adalah oxygen flue yang meninggalkan setelah pembakaran sempurna. Untuk pembakaran CO butuh 1,2/2 = 0,6 mol Excess oxygen = 7,2 0,6 = 6,6 Excess udara = H2 total H2 terikat = net H2 Net H2 = adalah H2 yang terbakar dan oxygen yang ada dalam udara c.

d. Vol N2