You are on page 1of 2

jurnal determinant youth unemployment di turki - edukasi adalah hal yang paling penting dalam menentukan tingkat youth

unemploy ment, high education memiliki tingkat pengangguran lebih tinggi - tingkat buta huruf menjadi salah satu determinant juga - tingkat aktivitas ekonomi mempengaruhi youth unemployment dengan signifikan, k arena kita ada krisis, perusahaan akan lebih memilih mature worker dibandingkan youth -tingkat produktivitas pekerja juga mempengaruhi berdasarkan training dampak youth unemployment -meningkatkan kriminalitas -drug - ketergantungan kepada keluarga -kepercayaan diri yang rendah - secara kesehatan, memiliki masalah mental dan masalah hilangnya kepercayaan di ri -pengangguran muda memiliki dampak yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara berkembang, karena populasi muda di negara berkembang lebih besar dibandingkan d engan negara maju - pengangguran muda dalam jangka panjang, menyebabkan pemuda lebih rentan dan un skilled eita dan ashipala (2010) menyatakan bahwa dengan engle-granger two step, menyata kan bahwa jika GDP dibawah GDP potential maka tingkat pengangguran akan naik valadkhani (2003) menyatakan bahwa CPI, output gap, total investment, exchange r ate untuk menentukan tingkat unemployment menggunakan simultan mortensen (1970) menyatakan bahwa inflasi juga berpengaruh terhadap tingkat peng angguran muda - jurnal ini menggunakan VAR sebagai metdology dengan menggunakan data bulanan

Jurnal determinant youth unemployment di etiopia -wanita dan pekerja yang berada di kota memiliki tingkat pengangguran yang lebih tinggi dibandingkan dengan male dan di rural - educated youth memiliki tingkat pengangguran muda lebih tinggi dibandingkan de ngan non educated youth -sedangkan di ethiopia pendidikan yng lebih rendah memiliki tingkat pengangguran yang lebih tinggi -informal memiliki tingkat pengangguran lebih tinggi dibandingkan formal sektor determinant youth unemployment di russia demidova -verick menyatakan bahwa tenaga kerja muda pada masa krisis akan lebih gampang t erkena PHK dibandingkan dengan senior -arpaia and curci (2010) menyatakan bahwa pada masa great recession (2007-2009) tenaga kerja yang memiliki kontrak kerja yang lemah, dan pengalaman dan qualifi kasi yang rendah lebih gampang terkena PHK - Choudry (2011) menyatakan bahwa dengan panel di 70 negara, krisis mempengaruhi pengangguran muda dengan signifikan dan tetap ada sampai 5 tahun - O Higgins (2010b) menyatakan bahwa efek krisis terhadap pengangguran muda bers ifat long lasting dibandingkan dengan pengangguran dewasa ECB - pertama, unutilised labor potensial dapat berpengaruh secara negatif terhadap GDP potential - kedua, semakin besar populasi muda maka semakin besar pula peluang meningkatka n youth unemployment -edukasi dapat menurunkan tingkat pengangguran muda

-employment protection dan minimum wages dapat meningkatkan tingkat pengangguran muda -number of years education, vocational training, PISA studies menurunkan tingkat pengangguran muda -sedangkan young yang tidak pernah bersekolah berkorelasi dengan tingkat pengang guran muda - di euro area tingkat pengangguran muda lebih tinggi pada tingkat primary educa tion - korenman dan neumark (2000) menemukan bahwa large youth cohort lead to increas e youth unemployment - tingkat pengangguran prime age berpengaruh dekat dengan youth unemployment -muda ketika crisis lebih terpengaruh secara drastis dibandingkan prime age dan ketika ekonominya bagus maka cepet menurun juga - kebanyakan studi menemukan bahwa tingkat agregate ekonomi adalah determinant u tama dari youth unemployment -ALMP -high level of employment protection berpengaruh negatif terhadap tingkat employ mnt terutama young worker - itu disebabkan beberapa hal yaitu high firing cost, sehingga employers tidak m empekerjakan pekerja lebih banyak ketika ekonomi sedang upswing, dan terlalu mah al ketika memecat pekerja pada saat krisis -ketika terjadi krisis, karena biaya memecat sangat costly maka, yang lebih diut amakan dipecat adlaah penangguran muda, sehingga akan banyak outsource -pereira (2003) menyatakan bahwa ada strong evidence yang kuat yang menyatakan b ahwa peningkatan minimum wages akan meningkatkan tingkat pengangguran muda lebih besar dibandingkan dengan older workers -Neumark and Washer menyatakan bahwa peningkatan UMR akan mengarah kepada kehila ngan pekerjaan bagi pekerja muda - pengeluaran untuk ALMP seperti wage subsidies dan sebagainya dapat menurunkan tingkat pengangguran muda -Bertola, Blau, And Kahn(2002) menemukan bahwa campur tangan serikat pekerja dal am menentukan tingkat UMR menurunkan tingkat employment terutama pekerja muda se cara signifikan -Neumark And Washer (2004) menemukan bahwa rigiditas insitusi buruh berdampak ne gatif terhadap tingkat pengangguran muda -sedangkan untuk edukasi, ditemukan bahwa less educated worker memiliki tingkat pengangguran muda yang lebih tinggi dibandingkan dengan high educated worker, hal ini disebabkan karena ada nya mismatch antara demand dan supply dari pendidi kan, dan adanya kelebihan permintaan untuk high educated worker -variabel yang dipakai adalah demographic trend, economic environment, dan labor market institution dan policy demographic trend adalah share dari young population dari total working age popu lation. economic activity nya menggunakan unemployment rate general (terutama pr ime age unemployment rate for male, dan real GDP sedangkan institutional labor dan policy menggunakan minimum wages dan ALMPs terus untuk edukasi menggunakan 1)share student untuk secondary upper school dan vocational, 2) rata-rata lama pendidikan umur 25 ke atas. 3) share youth popula tion not in school