You are on page 1of 14
Jurnal Darussalam, Yolume 8, No.1, Januari - Juni 2009 MADRASAH MASA PERTENGAHAN: KASUS MADRASAH HARAMAIN Oleh: Emroni Abstrak Kota Mekeh dan Madinah merupakan pusat ilma agama, sehingga banyak kaum muslim di sentero dunia pergi ke sana untuk mencari ilmu di samping beribadah haji. Kebangkitan madrasch Haramain dilatar belakangi oleh faktor internal dan ekstemal. Madrasah Haramain kebanyakan didirikan oleh penguasa dan para dermawan non Hijaz dan madrasah ini juga memiliki ketergantungan dari pendirinya, sedangkan wacana keilmuan berkisar peda ilmu-ilm figh, ilmu tafsir, imu hadis, imu tasawuf dan juga iimu kedokteran. Kata-Kata Kunci: Madrasa, Mekah, Madinch, keilmuan, A. Pendaholuan Kata “Haramain” yang berarti dua haram sering digunakan untuk menyebut dua Kota: Makkah dan Madineh.' Dalam pengertian ini, ‘madraszh haramain yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah madrasah yang ada di Makkah dan Madinah Kota Makkah dan Madinah disebut dua kota haram, menurut studi “Atiq b, Ghayts al-Biledi? karena di kedua Kota ini terdapat beberapa aktivitas yang diharamkan dan sekaligus ada deberapa aktivites yang bemnilai kemuliaan ( fadha'i))? Dari segi ini, Haramain juga berarti dua kemuligan, Pengertian semacam ini, menurat telaah Azyumardi Azra,‘ berpengaruh positif dan bahkan signifikan bagi kaum muslim’ bila * Penulis adalah Dosen Tetap/Lektor Kepala peda Falalias Tarbiyah YAN sen LDN Mut, ALM f Ligh va all Yem Ct Kel, Dar sR Beirut, 1986, 150 ® AtiqB. Ghaytsal-Bilad, Fachalf Makkah wa Hemet al-Baytab-Herom. dalam ‘dist terfmatan oleh Najib Junaidt Kiatvan can Abdul Wadd Navis,Aenguak hte! Tempatempet Keutamaan Kota Mokkoh, Puscka a-tidaya, Bandung, 1995, h. 9-16 dan 189-94, > ua, b3. Jurnal Darussalam, Volume 8, No.1, Januari - Juni 2009 dikombinasikan dengan ayat Alqur’an dan Alhadis tentang perintah mencari imu (halab al-‘itm). Artinya, banyak kaum muslim yang berlatarbelakang geografis dan etnis yang berbeda-beda-termasuk mereka yang berasal dari Nusantara-datang ke Haramain dengan alasan untuk mencari ilmu,® disamping beribadah haji. Sebab bagi mereka, masih menunut telaah Azra, imu yang diperoleh di Haramain dipandang ‘ebih tinggi nilainya daripada imu yang diperoleh di pusat-pusat keilmuan lain, Ulama lulusan Haramain, dengan demikian, juga dipandang lebih dihormati daripada mereka yang memperoleh pendidikan di terapat lain manapun. Melihat kenyataan dan posisi Haramain yang demikian istimewa bagi kaum muslim, tentu terdapat banyak lembaga pendidikan di Haramain yang menjadi tujuan mereka, Dalam kaitan ini, pertanyaan menarik yang perlu diajukan adalah: faktorfaktor apa sajakah yang melatarbelakangi kebangkitan madrasah di Haramain? Bagaimana karakteristik madrasah Maramain? Dan, bagaimana pula diskursus keilmuan yang eda di dalamnya? Tulisan ini mencoba menelaah dan menjawab ketiga pertanyaan di atas, dengan membatasi waktunya pada periode pertengahan, yaitu antara tahun 1258-1800, B, Kebangkitan Madrasab Haramain ‘Transmisi pengetahuan Islam belum bersifat formal dan terlembagakan di madrasah sempai abad ke-9. Sebagaimana diketahui bahwa sebelum munculnya madrasah, pendicikan Muslim sejek masa Nabi Muhammad berlangsung di seputar masjid, rumah-rumah guru, perpustakean dan rumah sakit. Dua lembaga yang disebut pertama--yakni masjid dan rumeh-rumah guru lebih dersifat tertutup (exclusive * Azyumardi Azra, Jaringan Ulama Timer Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVI dan XVI. Mizan, Bandung, 1994, b. 59. > szyumardi Aza, Ulama Indonesia di Haramayn: Pasang Surat Sebuah Wacana Ingelektval Keagamoann, dalam Ulemul Quan, I, 3, Lembaga Studi Agama, dan Fisfat (USAR), Jakarta, 1992, h. 7685, 24 Jumal Darussalam, Volume 8, No.1, Januari - Juni 2009 insttuions) sedangkan kedua lembaga yang disebut terakhir lebih bersifat terbuka (inclusive instinsions).° Mengingat sifatnya yang tertutup pendidikan yang berlangsung di masjid dan rumah-rumah guru, dilaksanakan dalam bentuk halagah, mayjlis al-tadris, dan kuttab.” Istilah madraseh, menurut al-Suyuthi, baru digunakan agak Iuas sejak abad ke-9.* Dari segi ini, madrasah Nizhamiyah yang didiikan di Baghdad pada 459/1066 oleh perdana menteri Saljuk, Niznam al-Mulk, bukanlah madrasah yang pertama dalam Islam.” Sedangkan institusi yang ‘memperlihatkan ciri-ciri madrasah sebagaimana dikenal sekarang, didirikan di Nisapur, Iran, sekitar perempatan, pertama abad ke-11."° Peristiwa berdirinya madrasah ini menandai perkembargan baru dalam dunia pendiikan Islam, Namun demikian, patut dicatat bahwa kebangkitan madrasah baru terjadi setelah berdirinya madrasah Nizhamiyah. Madrasah Nizhamiyah ‘yang dianggap sebagai prototipe madrasah Sunni ini dibuka dan diresmikan oleh Nizham al-Mulk, pada Deulgaidah 459/1065."" Dikatakan prototipe madresah Sunni, Karena madrasah ini, di satu sisi, mempunyai komitmen berpegang teguh pada doktrin Asy/ariyah dalam kalam (teofogi) dan ajaran Syafii dalam figh, dan sisi lain, madrasah ini menjadi lembaga pendidikan terkermuka Sunni, Mengingat komitmennya in, Nizham al-Mulk (w. ° George Maks, The Rest of Colleges: institutions of Learning in Islam and The West, Bdinburgh University Press: Edinburg, 1981, 19-27 ” Mehdi Nakoston, "History of Islamic Origins of Western. Education A.D. 800- 130, with an Indoduction to Medieval Muslim Education’, dalam edis terjemahan Yoko S, Kahlar dan Supriyanto Abdallah, Komribusi Islam eias Dunia Intelektual Barat: Deskrips! Analisis Abad Keemasan Isom. Risaah Gusti, Surabaya, 1996, h. 60:2: dan Munir al-Din Ahmed, Austin Education and the Scholars, Social Status up fo the 5 Century Mastin Bra (11 Century Christin Braj. Verlag der Islam, Zivich, 1968, h. 32- 8 ® Azyumard Azra, Jringan Ulama.h. 62. Nal Manu Alodarie Qodlof Nishomiyh o Maj’ at Hn al “iraqi, Baghdad, 1973, b 15-7 "© Naji Maru, Madaris Qubl. h. 11. dan Richard W, Bullet, "The Madrasa”, alam The Potricians of Nishopur: A Study in MedlevelIsiante Social Society. Cambridge, Harvard University Press, 1972, h, 249-55, "Mehdi Nakosteen, Konribusi Islam. h 5. 25