You are on page 1of 38

Mual dan Muntah Pagi hari

Step 1 ANC: Ante natal care, px rutin u/ ibu hamil secara berkala untuk px janin dan si ibu Tes HCG: Tess Human chorionic Gonadotropin, disintesis oleh sel sinsitirofoblast di plasenta menandakan ibu hamil G1P0A0:Gravidanum hamil ke berapa? Baru hamil 1, partussudah melahirkan berapa kali 0, Abortussdh prnh keguguran brp kali 0 Nama lain : Primigravida (hamil pertama kali) Amenorrhea: tidak menstruasi selama 3 bulan berturut-turut Ada amenorrhea primer: sampai umur 17th blm haid Amenorrhea sekunder: ada siklus haid tp trkdg ada waktu tidak haid Step 2 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Anatomi dan fisiologi sistem reproduksi wanita Mengapa ibu mengalami mual dan muntah terutama pada pagi hari? Mengapa ibu selera makan turun, badan cpt lelah dan sering BAK dan sering pilek? Mengapa ibu mengeluh payudara kencang, membesar, dan terasa agak nyeri serta di sekitar kedua puting payudara tampak lebih menghitam? Apa saja siklus-siklus menstruasi? Hormon-hormon apa saja yg mempengaruhi siklus haid? Mengapa pasien terlambat menstruasi selama 3 bulan? Mekanisme pembuahan (fertilisasi)? Mengapa tes HCG (+) Kenapa perlu pemeriksaan ANC? DD Penatalaksanaan

Step 3 dan step 7 1. Anatomi,fisiologi, histologi sistem reproduksi wanita Anatomi Organa genitalia feminina Interna: 1. Sepasang ovarium 2. Sepasang tuba uterina 3. Uterus 4. Vagina Organa genitalia feminina Eksterna: 1. Pudendum femininum=vulva: 1. Mons pubis 2. Labium majus pudendi 3. Labium minus pudendi 4. Vestibulum vaginae 5. Bulbus vestibuli

6. Ostium vagina 7. Gl. Vestibularis Mayor 8. Gl. Vestibularis Minor 2. Clitoris 3. Urethra feminina Diktat Anatomi Sistem Reproduksi Ed. 2013, FK UNISSULA Fisiologi Ovarium: 1. Mengeluarkan hormon estrogen dan progesterone 2. Mengeluarkan telur setiap bulan. Tuba Falopii: 1. Fungsi tuba yaitu untuk menangkap, membawa ovum yang dilepas ovarium ke jurusan cavum uteri, serta tempat terjadinya konsepsi. Uterus: Fungsi utama uterus: 1. Setiap bulan berfungsi dalam pengeluaran darah haid dengan adanya perubahan dan pelepasan dari endometrium 2. Tempat janin tumbuh dan berkembang 3. Tempat melekatnya plasenta 4. Pada kehamilan, persalinan dan nifas mengadakan kontraksi untuk lancarnya persalinan dan kembalinya uterus pada saat involusi. Vagina: 1. Saluran keluar untuk mengalirkan darah haid dan sekret lain dari rahim 2. Alat untuk bersenggama 3. Jalan lahir pada waktu bersalin Firman. (2009). Anatomi Fisiologi Sistem Reproduksi Pria dan Wanita. Nopiana, Helse. (2011). Anatomi Fisiologi Organ Reproduksi Wanita.

2.

Wulan 2. Fisiologi Mekanisme Kehamilan Uterus: tmpt untuk si janin saat proses kehamilan terjadi maka uterus akan membesar krn untuk menampung janin, plasenta, cairan amnion Vagina: saat hamil trjd peningkatan vaskularisasikulit dan otot-otot kelihatan keunguan ada tanda Chadwicks Ovarium: proses ovulasi berhenti saat kehamilan, proses pematangan folikel tertunda Payudara: adanya hormon yg meningkat pada saat hamil trjd peningkatan peryumbuhan dan perkembangan alveoli atau kelenjar di payudara. Fungsi: u/ ibu menyusui ASI pada bayi Sirkulasi darah meningkat krn aliran sirkulasi ada 2 untuk si ibu dan janin. Sistem respirasi meningkat krn trjd peningkatan kebutuhan oksigen untuk si ibu dan janin Saat kehamilan minggu ke-32, trjd desakan diafragma krn janin semakin membesar Sistem pencernaan: hormon esterogen tjd peningkatan asam lambung Bisa hormonal, GIT, kardio, respi, hema jg dilengkapi Aspek umum kehamilan dimulai oleh fertilisasi sebuah sel telur oleh sebuah serma. Fertilisasi melibatkan masa gestasi (perkembangan embrionik janin) dan secara nirmal diakhiri dengan partus atau kelahiran bayi. Durasi kehamilan adalah 266 hari (8 minggu) dari waktu fertilisasi sampai waktu kelahiran bayi. Karena waktu fertilisasi yang tepat biasanya tidak diketahui, maka tanggal kelahiran biasanya dihitung dari awitan menstruasi terakhir. Asumsikan siklus 2 hari, maka partus akan terjadi pada hari ke 288 atau 40 minggu atau 10 bulan purnama atau 9 bulan kalender. Hormon yang disekresi saat kehamilan : Hormon gonadotropin korionik manusia (hormone chorionic gonadotropin (hCG)) adalah hormone seperti LH yang disekresi sel-sel embrionik mulai hari ke 10 setelah fertilisasi. HCG mempertahankan produksi progesterone dan estrogen oleh korpus luteum dalam ovarium yang dikenal sebagai korpus luteum kehamilan. Jika fertilisasi tidak terjadi, korpus luteum berdegenerasi dan produksi estrogen dan progesterone erhenti. Kadar HCG tetap tinggi selama beberapa bulan setelah itu plasenta mengambil alih sebagai sumber estrogen dan progesterone. HCG masuk ke sirkulasi maternal dan disekresi ke dalam urine ibu hamil. Keberadaan HCG dapat dideteksi melalui uji imunoassai untuk mendiagnosis kehamilan.

a. 1)

2) 3)

b. Progesteron dan estrogen disekresi oleh korpus luteum kehamilan karena engaruh HCG dan kemudian disekresi oleh plasenta. Fungsi hormone ini dalam kehamilan : 1) Progesterone dan estrogen mempertahankan lapisan uterus untuk implantasi dan retensi konseptus (masa perkembangan keturunan) 2) Kadar progesterone dan estrogen yang tinggi dalam sirkulasi maternal menghambat gonadotropin hipofisis dan mencegah dimulainya siklus menstruasi. Menstruasi berhenti saat kehamilan dan dilanjutkan setelah partus. Menyusui dapat memerpanjang ketidakhadiran menstruasi.

3) Estrogen dan progesterone merangsang perkembangan selanjutnya dari kelenjar mammae. 4) Progesterone menghambat kontraksi muscular uterus selama kehamilan

c. Hormon laktogen plasenta manusia (human lacental lactogen(HPL)) juga disebut sebagai somatomammotropin korionik, disekresi ole placenta. Hormone ini menstimulasi pertumbuhan kelenjar mammae dalam ppersiapan laktasi. HPL juga memiliki efek metbolik terhadap protein, lemak, dan glukosa untuk menyediakan energi bagi ibu hamil dan nutrient bagi perkembangan janin. d. Hormone tirotropin korionik merupakan hormone yang serupa dengan TSH dari hipofisis anterior disekresi oleh plasenta dan berfungsi untuk meningkatkan laju metabolism maternal. Hamper semua hormone yang mempengaruhi metabolism, termasuk hormone pertumbuhan ACTH, TSH, dan insulin dihasilkan oleh plasenta. e. Relaksin adalah hormone polipeptida yang disekresi korpus luteum kehamilan. Fungsinya adalah untuk merelaksasi (melunakkan) fibrikartilago dalam simfisis pubis unuk mempersiapkan jalur janin melalui jalan lahir. f. Sekresi prolaktin oleh kelenjar hipofisis anterior meningkat selama kehamilan akibat stimulasi estrogen. Bersama HPL dan estrogen, prolaktin menstimulasi pertumbuhan duktus dan alveoli dalam kelenjar mammae. Setelah kelahiran, prolaktin mempengaruhi produksi susu. 1) Selama kehamilan kadar estrogen yang tinggi menstimulasi hipofisis untuk mensekresi prolaktin, tapi menghambat kerja pembuatan susu. 2) Setelah kelahiran penurunan estrogen dan progesterone akan menyebabkan kadar prolakin berkurang, kecuali apabila ibu sedang menyusui. Reflex mengisap pada saat menyusui mempertahankan kadar prolaktin tetap tinggi. g. Oksitosin yang dilepas dari kelenjar hipofisis posterior (neuro-hipofisis) menstimulasi kontraksi otot polos uterus selama proses kelahiran. Saat menyusui, oksitosin menyebabkan kontraksi sel-sel mioepitel dalam kelenjar mammae sehingga tersedia susu pada putting (ejeksi susu) h. Prostaglandin dihasilkan oleh uterus, menstimulasi kontraksi uterus saat kelahiran. Anatomi dan Fisiologi untuk pemula, Ethel Sloane, EGC, halaman 363-364 Proyeksi tinggi fundus uteri (TFU) saat kehamilan 1-9 bulan Usia Kehamilan 1 bulan 2 bulan 3 bulan 4 bulan 5 bulan 6 bulan 7 bulan 8 bulan 9 bulan Besar Uterus / Tinggi Fundus Uteri Telur ayam Telur bebek Telur angsa, setinggi symphisis pubis Kepala bayi, 1-2 jari di atas symphysis pubis Kepala dewasa, 2-3 jari di bawah umbilicus Setinggi umbilicus 2-3 jari di atas umbilicus Pertengahan umbilius dan proc. xyphoideus 3 jari di bawah atau setinggi proc. xyphoideus

ATLAS ANATOMI MANUSIA SOBOTTA JILID 2 EDISI 22

3. Mengapa ibu mengalami mual dan muntah terutama pada pagi hari? Mual merupakan impuls iritatifibu hamil esterogen meningkat meningkatkan sekresi asam lambungiritas mukosa lambung Muntah krn rx dari organ GIT untuk mengeluarkan isirefleks Pagi hari krn lambung kosongsekresi HClkrn blm ada makanan yg masukmakanya mengiritasi mukosa

Dipiro, Cecily V, Nausea and Vomiting,dalam Dipiro, J.T., Talbert, R.L., Yee, G.C., Matzke, G.R., Wells, B.G., and Posey, L.M., 2008

Morning sickness atau mual & muntah terjadi karena peningkatan kadar hormon estrogen dan HCG serum motilitas gastrointestinal terutama lambung dan usus lebih lambat dan peningkatan hormon dapat merangsang reseptor di otak, yaitu reseptor CTZ (chemoreseptor trigger zone) di hipotalamus untuk merangsang muntah Sherwood, 2001 Pagi hari krn perut ibu msh dlm keadaan kosong 4. Mengapa ibu selera makan turun, badan cpt lelah dan sering BAK dan sering pilek?

Ibu hamil itu kan trdpt janin, nah janin itu dianggap antigenuntuk melindungu si janin agar tdk dirusakibu lebih peka trdhp lingkungan Sering BAK karena VU tertekan oleh tekanan kontraksi uterus, saat trimester ketiga posisi kepala bayi menghadap ke jalan lahir semakin sering BAK Cepat lelah: krn nutrisi ibu terbagi dg si janin Cepat lelah: Hormon somatomamotropinpenurunan sensifitas insulin dan glukosa tubuh. Jumlah glikosa fetus tinggi karena untuk pertumbuhan. Metab saat kehamilanpeningkatan sekresi hormon. Energinya dipakai untuk aktivitas lebih juga untuk janinGD turunTD turunproduksi darah meningkatbutuh ATP lebih banyak. Peningkatan produksi hormon kehamilan terutama HPL (Human Placenta Lactogen) akan meingkatkan resistensi sel terhadap insulin sehingga muncul kondisi diabetes. Cunningham, F. Gary, Gant, Norman F., Leveno, Kenneth J., Gilstrap III, Larry C.Hauth, John C., Wenstrom, Katharine D., Obstetri Williams Edisi 21, Jakarta : EGC, 2005

Sering buang air kecil: Pada bulan2 pertama uterus yg mulai membesarmenekan kandung kemihsering berkemih. Makin tuanya kehamilanuterus keluar dari rongga panggulkeadaan ini akan hilang. Pada akhir kehamilan, jika kepala janin sudah mulai turun ke pintu atas panggulkeluhan akan timbul lagi. Prawirohardjo, Sarwono. 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo Sering pilek: Perubahan imun maternal menyebabkan terjadinya toleransi janin termasuk penurunan imunitas seluler umum. Heffner LJ, Schust DJ. At a Glance Sitem reproduksi: Adaptasi maternal pada kehamilan. 2nd ed. Jakarta: Erlangga; 2008 Ibu hamil sangat peka thd terjadinya infx. dari berbagai mikroorganisme. Secara fisiologik sitem imun pada ibu hamil menurun, kemungkinan sebagai akibat dari toleransi sistem imun ibu thd bayi yang merupakan jaringan semi-alogenik. Prawirohardjo, Sarwono. 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo Sering BAK Pada wanita hamil BMR meningkat kalori yang dibutuhkan untuk itu diperoleh terutama dari pembakaran hidrat arang, khususnya setelah kehamilan 20 minggu keatas Hidrat arang : wanita hamil sering haus, nafsu makannya besar, sering kencing, dan kadang2 memeperlihatkan glukosuria sehingga menyerupai DM

Fungsi sistem urinarius sedikit meningkat karena peningkatan asupan cairan dan peningkatan produk beban / produk ekskresi Reabsorbsi tubulus ginjal untuk Na,Cl dan air meningkat 50% karena peningkatan produksi hormon steroid oleh plasma dan korteks adrenal Laju iltrasi glomerolus meningkat 50% selama kehamilan kecepatan ekskresi air dan elektrolit dalam urin Ada tekanan uterus pada pelvis frekuensi berkemih meningkat Sumber : Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Guyton & Hall, Ed 11 ; Ilmu Kebidanan. Prof.dr. Sarwono Prawirohardjo, SpOG dan Prof.dr. Hanifa Wiknjosastro, SpOG. Ed 3.2005

PERUBAHAN PADA ORGAN-ORGAN SISTEM TUBUH LAINNYA Sistem respirasi Kebutuhan oksigen meningkat sampai 20%, selain itu diafragma juga terdorong ke kranial -> terjadi hiperventilasi dangkal (20-24x/menit) akibat kompliansi dada (chest compliance) menurun. Volume tidal meningkat. Volume residu paru (functional residual capacity) menurun. Kapasitas vital menurun.

Sistem gastrointestinal Estrogen dan hCG meningkat dengan efek samping mual dan muntah-muntah, selain itu terjadi juga perubahan peristaltik dengan gejala sering kembung, konstipasi, lebih sering lapar / perasaan ingin makan terus (mengidam), juga akibat peningkatan asam lambung. Pada keadaan patologik tertentu dapat terjadi muntah-muntah banyak sampai lebih dari 10 kali per hari (hiperemesis gravidarum).

Sistem sirkulasi / kardiovaskular (baca juga kuliah kelainan jantung + kuliah anestesiologi) Perubahan fisiologi pada kehamilan normal, yang terutama adalah perubahan HEMODINAMIK maternal, meliputi : - retensi cairan, bertambahnya beban volume dan curah jantung - anemia relatif - akibat pengaruh hormon, tahanan perifer vaskular menurun - tekanan darah arterial menurun - curah jantung bertambah 30-50%, maksimal akhir trimester I, menetap sampai akhir kehamilan - volume darah maternal keseluruhan bertambah sampai 50% - volume plasma bertambah lebih cepat pada awal kehamilan,

kemudian bertambah secara perlahan sampai akhir kehamilan Pada trimester pertama, terjadi : - penambahan curah jantung, volume plasma dan volume cairan ekstraselular, disertai peningkatan aliran plasma ginjal dan laju filtrasi glomerulus - penambahan / retensi air dan natrium yang dapat ditukar di dalam tubuh, peningkatan TBW / total body water - akibatnya terjadi aktifasi sistem renin-angiotensin dan penurunan ambang osmotik untuk pelepasan mediator vasopresin dan stimulasi dahaga. - akibatnya pula terjadi penurunan konsentrasi natrium dalam plasma dan penurunan osmolalitas plasma, sehingga terjadi edema pada 80% wanita yang hamil. Terjadi peningkatan volume plasma sampai 25-45%, dengan jumlah eritrosit meningkat hanya sedikit (kadar hemoglobin menurun akibat anemia relatif). Cardiac output meningkat sampai 20-40%. Resistensi perifer juga menurun, sering tampak sebagai varisces tungkai. Leukosit meningkat sampai 15.000/mm3, akibat reaksi antigen-antiibodi fisiologik yang terjadi pada kehamilan. Infeksi dicurigai bila leukosit melebihi 15.000/mm3. Trombosit meningkat sampai 300.000-600.000/mm3, tromboplastin penting untuk hemostasis yang baik pada kehamilan dan persalinan. Fibrinogen juga meningkat 350-750 mg/dl (normal 250-350 mg/dl). Laju endap darah meningkat. Protein total meningkat, namun rasio albumin-globulin menururn karena terjadi penurunan albumin alfa-1, alfa-2 dan beta diikuti peningkatan globulin alfa-1, alfa-2 dan beta. Faktor-faktor pembekuan meningkat.

Metabolisme Basal metabolic rate meningkat sampai 15%, terjadi juga hipertrofi tiroid. Kebutuhan karbohidrat meningkat sampai 2300 kal/hari (hamil) dan 2800 kal/hari (menyusui). Kebutuhan protein 1 g/kgbb/hari untuk menunjang pertumbuhan janin. Kadar kolesterol plasma meningkat sampai 300 g/100ml. Kebutuhan kalsium, fosfor, magnesium, cuprum meningkat. Ferrum dibutuhkan sampai kadar 800 mg, untuk pembentukan hemoglobin tambahan. (baca juga kuliah diabetes mellitus) Khusus untuk metabolisme karbohidrat, pada kehamilan normal, terjadi kadar glukosa plasma ibu yang lebih rendah secara bermakna karena : - ambilan glukosa sirkulasi plasenta meningkat, - produksi glukosa dari hati menurun - produksi alanin (salah satu prekursor glukoneogenesis) menurun - aktifitas ekskresi ginjal meningkat

- efek hormon-hormon gestasional (human placental lactogen, hormon2 plasenta lainnya, hormon2 ovarium, hipofisis, pankreas, adrenal, growth factors, dsb). Selain itu terjadi juga perubahan metabolisme lemak dan asam amino. Terjadi juga peningkatan aktifitas enzim-enzim metabolisme pada umumnya.

Traktus urinarius Ureter membesar, tonus otot-otot saluran kemih menururn akibat pengaruh estrogen dan progesteron. Kencing lebih sering (poliuria), laju filtrasi meningkat sampai 60%-150%. Dinding saluran kemih dapat tertekan oleh perbesaran uterus, menyebabkan hidroureter dan mungkin hidronefrosis sementara. Kadar kreatinin, urea dan asam urat dalam darah mungkin menurun namun hal ini dianggap normal.

Kulit Peningkatan aktifitas melanophore stimulating hormon menyebabkan perubahan berupa hiperpigmentasi pada wajah (kloasma gravidarum), payudara, linea alba (-> linea grisea), striae lividae pada perut, dsb.

Perubahan Psikis Sikap / penerimaan ibu terhadap keadaan hamilnya, sangat mempengaruhi juga kesehatan / keadaan umum ibu serta keadaan janin dalam kehamilannya. Umumnya kehamilan yang diinginkan akan disambut dengan sikap gembira, diiringi dengan pola makan, perawatan tubuh dan upaya memeriksakan diri secara teratur dengan baik. Kadang timbul gejala yang lazim disebut "ngidam", yaitu keinginan terhadap hal-hal tertentu yang tidak seperti biasanya (misalnya jenis makanan tertentu, tapi mungkin juga hal-hal lain) Tetapi kehamilan yang tidak diinginkan, kemungkinan akan disambut dengan sikap yang tidak mendukung, napsu makan menurun, tidak mau memeriksakan diri secara teratur, bahkan kadang juga ibu sampai melakukan usaha-usaha untuk menggugurkan kandungannya.

5. Mengapa ibu mengeluh payudara kencang, membesar, dan terasa agak nyeri serta di sekitar kedua puting payudara tampak lebih menghitam? Payudara kencang krn peningkatan hormon progesteron. Selain itu ada juga hormon Esterogen: saat hamil meningkat prod untuk proliferasi jaringan kelenjar payudara, jg mnybabkan hiperpigmentasi di aerola, jg trdpt linea nigra pada abdomen si ibu

HCS: Human Chorionic Somatomamotropin dihasilkan oleh plasenta pada kehamilan minggu ke-5 Aerola menghitam krn dipengaruhi hormon MSH (melanophor Stimulating Hormon) terasa agak nyeri: trjd proliferasi di kelenjar payudaraperegangan pada kulitterasa nyeri

Payudara kencang, membesar dan terasa nyeri Perubahan di atas disebabkan oleh tekanan kelamin wanita, estrogen, dan progesterone yang dihasilkan oleh uri (plasenta). Hormon-hormon ini menyebabkan saluran dan kantong kelenjar susu membesar, dan tertimbun lemak di daerah payudara. Rasa kesemutan dan berdenyut disebabkan oleh bertambahnya aliran darah yang mengaliri payudara. Hiperpigmentasi pada areola mammae Perubahan warna (Hiperpigmentasi) yangterjadi dikarenakan meningkatnya kadar hormon MSH (Melanocyte Stimulating Hormon). MSHini mengakibatkan penumpukan pigmen melanin yang berlebihan sehingga tidak heranmenimbulkan warna lain pada kulit. Umumnya memang muncul pada bagian payudara, aerolanamun perubahan ini juga muncul pada area tubuh lainnya. seperti pada lipatan kulit, ketiak,daerah genital dan juga anal. Perubahan warna ini sebenarnya adalah sesuatu hal yang wajar terjadi, hanya saja dampaknya bisa membuat klien merasa tidak percaya diri, karena efek inimempengaruhi penampilan. Bahkan bisa dengan timbul apa yang disebut Melasma/chloasmayaitu istilah dari mask of pregnancy di mana bagian yang menghitam sampai meliputi bawah pada kedua mata dan hidung sehingga menyerupai topeng Guyton, A.C dan Hall, J.E
Pada awal kehamilan payudara lebih lunak. Bulan keduabertambah ukurannya & vena2 bawah kulit terlihat. Puting payudara lebih besar, kehitaman, dan tegak. Pengaruh estrogen dan progesteronemerangsang duktuli dan alveoli di mamae untuk persiapan ASI mamae menjadi tegang dan membesar. Glandula montgomeri (Kelenjar sebasea dari areola) akan membesar dan cenderung utk menonjol keluar. Ukuran payudara sebelum kehamilan tdk mempunyai hub. Dg banyaknya air susu yg akan dihasilkan. Prawirohardjo, Sarwono. 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

6. Apa saja siklus-siklus menstruasi dan Hormon-hormon (mekanisme, mempengaruhi organ apa, diproduksi di mana) apa saja yg mempengaruhi siklus menstruasi? Ada 3: Proliferasi: u/ menyiapkan endometrium untuk menerima sel sperma. Ada peningkatan FSH (Follicle stimulating Hormone) Folikel primer pd ovarium u/ menyiapkan ke perkembangan folikel primordial / de graff. Foliccle ini aktif krn adanya stimulasi hormon LH. Folikel primordial / de graff untuk Pertumbuhan endometrium. dan LH u/ proliferasi selnya agar berkembang. Luteal: untuk pmbntkan corpus luteum. Hormon yg brpengaruh progesteron dan esterogen apabila ada stimulasi hipothalamus yaitu Gonadotropin. Kl tdk dibuahi maka corpus luteum akan luruh(deskuamasi) Menstruasi: proses deskuamasi corpus luteum yg menandakan tdk tjd proses fertilisasi

Siklus menstruasi

Pd siklus haid, endometrium dipersiapkan menerima ovum yang dibuahi setelah trjadi ovulasi, dbwh pengaruh ritmik hormone ovarium (estrogenestriol dan progesteronepregnandiol) Adanya ovulasi diikuti oleh pembentukan korpus luteum yang mengeluarkan progesteronesuhu basal pd ovulasi turun, lalu naik dan menetap sekitar 37 C,

sampai pada permulan haid turun kembali. Lamanya siklus haid yang normal/klasik adalah 28 hari ditambah atau dikurangi 2-3 hari Pada tiap siklus dikenal tiga masa utama; 1. Masa haid selama 2-8 hari. Pada waktu itu endometrium dilepas, sedangkan pengeluaran hormon2 ovarium terendah (minimum) 2. Masa proliferasi sampai hari keempat belas. Pada waktu itu endometrium tumbuh kembali (berproliferasi, hari ke12-14 dapat terjadi pelepasan ovum dari ovarium yang disebut ovulasi) 3. Masa sekresi, pada saat ini korpus rubrum menjadi korpus luteum yang mengeluarkan progesterone.Di bawah pengaruh progesterone, kelenjar endometrium tumbuh berlekuk2 mengeluarkan getah yang mengandung glikogen dan lemak. Pd akhir masa ini, stroma endometrium berubah kea rah sel2 desidua, terutama yang berada di seputar arteri, sehinggamemudahkan terjadinya nidasi Siklus menstruasi normal Umumnya jarak siklus menstruasi berkisar dari 15 sampai 45 hari, dengan rata-rata 28 hari. Lamanya berbeda-beda antara 2-8 hari, dengan rata-rata 4-6 hari. Darah menstruasi biasanya tidak membeku. Jumlah kehilangan darah tiap siklus berkisar dari 60- 80 ml. I. Siklus ovarium Fase folikuar Siklus diawali dengan hari pertama menstruasi, atau terlepasnya endometruim. FSH merangsang pertumbuhan

beberapa folikel primordial dalam ovarium. Umumnya hanya satu yang terus berkembang dan menjadi folikel deGraff dan yang lainnya berdegenerasi. Foikel terdiri atas ovum dan dua lapisan sel yang mengelilinginya. Lapisan dalam, yaitu sel-sel granulose menyintesis progesterone yang disekresi ke dalam cairan folikular selama paruh pertama menstruasi, dan bekerja sebagai precursor pada sintesis estrogen oleh lapisan sel teka interna yang mengelilinginya. Estrogen disintesis dalam sel-sel lutein pada teka interna. Di dalm folikel, oosit primer mulai menjalani proses pematangan. Pada waktu yang sama, folikel yang sedanga berkembang menyekresi estrogenlebih banyak kedalam system ini. Kadar estrogen yang meningkat menyebabkan pelapasan LHRH melalui mekanisme umpan balik positif. Fase Luteal LH merangsang ovulasi dari oosit yang matang. Tepat sebelum ovulasi, oosit primer selesai menjalani pembelahan miosis pertamanya. Kadar estrogen yang tinggi kini menghambat produksi FSH. Kemudian kadar estrogen semakin menurun. Setelah oosit lepas dari folikel deGraff, lapisan granulose menjadi banyak mengandung pembuluh darah dan sangat terluteinisasi, berubah menjadi korpus luteum yang berwarna kuning pada ovarium. Korpus luteum terus menyekresi sejumlah kecil estrogen dan progesterone yang makain lama makin meningkat.

II.

Siklus endometrium Fase proliferasi Segera setelah menstruasi, endometrium dalam keadaan tipis dan dalam stadim istirahat. Stadium ini berlangsung kira-kira 5 hari. Kadar estrogen yang meningkat dari folikel yang berkembang akan merangsang stroma endometrium untuk mulai tumbuh dan menebal, kelenjar-kelenjar mengalami hipertrofi dan berproliferasi, dan pembuluh dara menjadi banyak sekali. Kelenjar-kelenjar dan stroma berkembang sama cepatnya. Kelenjar semakin bertambah panjang tapi tetap lurus dan berbentuk tubulus. Epitel kelenjar berbentuk toraks dengan sitoplasma eosinofilik yang seragam dengan inti di tengah. Stroma cukup padat pada lapisan basal tetapi makin ke permukaan semakin longgar. Pembuluh darah akan mulai berbentuk spiral. Lamanya fase proliferasi sangat berbeda-beda tiap orang, dan berakhir saat terjadinya ovulasi. Fase sekresi Setelah ovulasi, di bawah pengaruh progesteron yang meningkat dan terus diproduksinya estrogen oleb korpus luteum, endoimetrium menebal dan menjadi seperti beludru. Kelenjar menjadi lebih besar dan berkelok-kelok, dan epitel kelenjar menjadi berlipat lipat, sehingga memberikan gambaran seperti gigi gergaji. Inti sel

bergerak ke bawah, dan permukaan pitel tampak kusut. Stroma menjadi edematosa. terjadi pula infiltrasi leukosit yang banyak, dan pemuluh darah menjadi makin berbentuk spiral dan melebar. Lamanya fase sekresi sama pada setiap perempuan yaitu 142 hari. Fase menstruasi terjadi pelepasan seluruh lapisan endometrium disertai perdarahan, akibat terjadi penurunan progesteron dan estrogen yang tajam

7. Mengapa pasien terlambat menstruasi selama 3 bulan? Amenorrhea fisiologis Saat kehamilan kan ada proses fertilisasi makanya tdk menspeningkatan hormon esterogen dan progesteron dinding endometrium tetap Organ-organ reproduksi blm matangtdk mens Amenorrhea patologis

Amenorrhoe fisiologis dapa terjadi pada: a. Sebelum pubertas b. Masa Kehamilan c. Masa Lakstasi d. Tiga Bulan Post Partum e. Sesudah Menopause Amenorrhoe Patologis: a. Dysfungsi hypotalamus Idiopatis PsikogenReaktif psikogen : kesedihan-pindah lingkugan, kehamilan palsu b. Anorexia nervosa Penambahan berat badan Kelainan Organis : tumor, trauma, infeksi, proses degeneraly c. Dysfungsi Hypofise

Insufisiensi : terjadi Sheehan syndrome Tumor : chromophobe-, aci dophil (akromegali), basofil adenoma Radang : Proses degeneratif : TBC, lues

d. Dysfungsi Ovarium Kelainan Kongenial : Hypoplasia Ovaii, syndrome Turner, hermaprhoditismus Ovarium polykistik Tumor Radiasi

e. Periferi tidak bereaksi Endometrium tidak bereaksi misalnya karena kuretase atau TBC

f. Penyakit Lain : Penyakit kronik : TBC Penyakit metabolik : tyroid, pancreas, suprarenalis Kelainan gizi Kelainan hati dan ginjal Obesitas

g. Gangguan Uterus, vagina Aplasia dan hipoplasia Sindrom asherman Endometritis tuberculosis Histerektomi Aplasia vagina

h. Gangguan Pancreas Diabetes Melitus i. Gangguan Glandula Suprarenalis Sindrom adenogenital

j.

Sindrom cushing Penyakit Addison Gangguan Glandula Tiroidea Hipotireoidisme Hipertireoidisme Kreinisme Prawiroharjo, sarwona. 2008. Ilmu kandungan. Jakarta : yayasan bina pustaka.

Amenore ialah keadaan tidak adanya haid untuk sedikitnya 3 bulan berturut turut. Amenore primer apabila seseorang wanita berumur 18 tahun ke atas tidak pernah dapat haid. Sedang pada amenorea sekunder penderita penderita pernah mendapat haaid, tetapi kemudian tidak dapat lagi. Amenorea primer umumnya mempunyai sebab-sebab yang lebih berat dan lebih sulit untuk diketahui, seperti kelainan congenital dan kelainan genetic. Adanya emonorea sekunder lebih menunjuk kepada sebab-sebab yang timbul kemudian dalam kehidupan wanita, seperti gangguan gizi, gangguan metabolisme, tumor, penyakit infeksi. Istilah kriptomenorea menunjuk kepada keadaam di mana tidak tampak adanya haid karena darah tidak keluar karena ada yang menghalangi, missal pada ginatresia himenalis. Lalu amenorea fisiologis, yakni yang terdapat dalam masa sebelum pubertas, masa kehamilan, masa laktasi, dan sesudah menepaose.

Amenorrhea Fisiologi PF dan tanda kehamilan ANC primer Patologis Sekunder


a. Primer belum terlihat pertumbuhan seksual sekunder dan belum mendapat haid pada wanita yang telah berumur 14 - 16 th ataupun sudah terlihat pertumbuhan seksual sekunder tetapi belum mendapatkan haid. Kelainan anatomic a. b. c. d. Aplasia uterus dan vagina ( sindrom Mayer-Kustner-V-Rokitansky ) Sindroma feminimisasi testikuler ( androgen insensitivity ) Sindrom Androgenital ( AGS ) Hipogenesis/agenesis gonad i. Ulrich-Turner Sindrom agenesis gonad dengan tubuh kecil, anomaly pada tubuh bagian tertentu ii. Agenesis gonad murni pertumbuhan pada tubuh tidak terganggu dan tidak ditemukan anomali

iii. Atipikal Turner Sindrom sering ditemukan gambaran virilisasi Tertundanya menarke (menstruasi pertama) Kelainan bawaan pada sistem kelamin (misalnya tidak memiliki rahim atau vagina, adanya sekat pada vagina, serviks yang sempit, lubang pada selaput yang menutupi vagina terlalu sempit/himen imperforata) Penurunan berat badan yang drastis (akibat kemiskinan, diet berlebihan, anoreksia nervosa, bulimia, dan lain lain) Kelainan bawaan pada sistem kelamin Kelainan kromosom (misalnya sindroma Turner atau sindroma Swyer) dimana sel hanya mengandung 1 kromosom X) Obesitas yang ekstrim Hipoglikemia Disgenesis gonad Hipogonadisme hipogonadotropik Sindroma feminisasi testis Hermafrodit sejati Penyakit menahun Kekurangan gizi Penyakit Cushing Fibrosis kistik Penyakit jantung bawaan (sianotik) Kraniofaringioma, tumor ovarium, tumor adrenal Hipotiroidisme Sindroma adrenogenital Sindroma Prader-Willi Penyakit ovarium polikista Hiperplasia adrenal kongenital

b. Sekunder Wanita dengan usia produktif, pernah mengalami haid, tetapi tiba-tiba haidnya terhenti untuk sedikitnya 3 bulan berturut-turut a. Amenorea akibat kelainan di hipotalamus hipofisis ( amenorea sentral ) b. Amenorea galaktoreaamenorea akibat kelainan pada tingkat ovarium i. Tumor ovarium ii. Menopause prekok iii. Sindrom ivarium resisten gonadotropin iv. Sindrom ovarium polikistik Penyebab : Kehamilan Kecemasan akan kehamilan Penurunan berat badan yang drastis Olah raga yang berlebihan Lemak tubuh kurang dari 15-17%extreme Mengkonsumsi hormon tambahan Obesitas Stres emosional Menopause Kelainan endokrin (misalnya sindroma Cushing yang menghasilkan sejumlah besar hormon kortisol oleh kelenjar adrenal) Obat-obatan (misalnya busulfan, klorambusil, siklofosfamid, pil KB, fenotiazid) Prosedur dilatasi dan kuretase Kelainan pada rahim, seperti mola hidatidosa (tumor plasenta) dan sindrom Asherman (pembentukan jaringan parut pada lapisan rahim akibat infeksi atau pembedahan). Karena pada waktu konsepsi, terbenuk hormon HCG yang fungsinya mempertahankan korpus luteum selama 9 -10 minggu untuk menghasilkan hormon

progesterone yang fungsinya memperkuat dinding uterus saat implantasi zigot sehingga tidak terjadi deskuamasi endometrium dan menstruasipun tidak terjadi.
Ilmu Kandungan, FKUI

Apa yg bisa mempertahankan endometrium? Apa saja yg bisa mengurangi kontraksi uterus? 8. Mekanisme pembuahan (fertilisasi)? Sperma dan ovum bertemu. Sperma da 50% sperma yg mencapai tuba fallopi. Namun hnya satu yg menempel dan masuk ke zona pelusidalalu berikatan dg reseptor di zona pelusidaakrosom menempel di ovummelepas enzim akrosin yg mepermudah penetrasi sperma lebih dalammulai menyatumengelurakan fertilinmencegah sperma lain untuk tdk membuahi ovum lagitrbntk blastokistabergerak ke uteruskontak dg endometriummulai dilapisi lapisan sensitiofotroblasmulai tertanam di endometrium

Keterangan : A : Oosit tidak bersegmen B : Fertilisasi C : Terbentuk pro-nuklei D : Pembelahan kumparan pertama E : Stadium 2 sel F : Stadium 4 sel G : Stadium 8 sel H : Morula I & J : Pembentukan blastokista

K : Zona pelusida menghilang, implantasi terjadi http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/112/jtptunimus-gdl-5583-2-babii.pdf

FISIOLOGI KEHAMILAN Pembuahan nidasi Plasentasi

Fase pembuahan Pembuahan umumnya terjadi di ampula tuba, ovum dilingkari zona pelusida dan korona radiata,saat sperma menembus zona pelusida terjadi reaksi korteks ovum granula sel ovum mengeluarkan enzim ke zona pelusida membentuk materi yang keras & saling berkaitan satu sama lain sehingga tidak dapat ditembus sperma lain. terjadi pembelahan sel blastokista

Nidasi Terjadi pada hari keempat setelah konsepsi stadium blastokista, bagian luarnya adalah trofoblas Trofoblas yang memiliki massa inner sel yang nantinya akan menjadi janin. Terbentuknya trofoblas akan meningkatkan hCG

Plasentasi berlangsung sampai 12-18 minggu setelah fertilisasi, terus mengalami perkembangan sehingga timbul ruangan ruangan interviler, pembentukan vili korialis (awal dari sirkulasi darah janin) plasenta lapisan endometrium lapisan desidua : - desidua kapsularis - desidua basalis - desidua parietalis
Kl bayi kembar bagaimana proses fertilisasinya? Pada proses pembuahan ovum baik satu dua ataupun tigamelapisi dinding ovum supaya lebih tebal dan kuatada proses pembelahanyg baik kembar lebih kompleks kl cm satu hanya satu zigot. Kembar identik : satu ovum , satu spermapembelahan sempurna kembar non identik: dua ovum, dua spermapembelahan satu2 9. Mengapa tes HCG (+) Saat ibu hamilhari ke 8-10 . maksimum HCG pada hari ke 50-70 kehamilan. u/ memperthankan corpus luteum dan hormon esterogen jg progesteron untuk mempertahankan kehamilan.

HCG adalah suatu glikoprotein yang mengandung galaktosa dan heksosamin.Molekul ini dihasilkan oleh sinsitiotrofoblas,HCG terbentuk dari sub unit alfa dan beta.HCG alfa identik dengan subunit alfa pada LH,FSH, dan TSH.Berat molekul HCG alfa adalah 18000 dan HCG beta adalah 28000.HCG bersifat luteinizing dan luteotropik serta memiliki sedikit aktivitas FSH .Hormon ini dapat diukur dengan radioimunoesai dan dideteksi dalam darah sedini 6 hari setelah komsepsi.Keberadaannya dalam urine pada awal kehamilan adalah dasar bagi berbagai uji laboratorium untuk kehamilan,dan hormon ini kadang-kadang dapat terdeteksi sedini 14 hari setelah konsepsi. HCG tidak mutlak spesifik untuk kehamilan.Sejumlah kecil disekresikan oleh berbagai tumor saluran cerna dan tumor lain pada kedua jenis kelamin,dan HCG diukur pada orang yang dicurigai menderita tumor (sebagai petanda tumor).

Fisiologi Kedokteran .William F Ganong.EGC.2002


10. Kenapa perlu pemeriksaan ANC? Untuk si ibu menjaga kesehatan dirinya dan si janinnya, menjaga asupan nutrisi, menjaga aktivitasnya tdk lelah, dan agar si ibu melahirkan dg sehat. Apa saja px ANC Px umum: anamnesis,vital sign, KU, asupan gizinya bagaimana Status generalisata: trmsk px umum, menyeluruh benar2 dipantau, imunisasi Status obstetri: yg diperiksa bukan hanya ibu namun jg janin. Masa sblm melahirkan . Suspect gravid: ada indikasi betul2 positif hamil. Kapan saja px ANC ? Trimester I: 1x Trimester II: 1x Trimester III: 2x untuk trimester III dan IV Kl ada kelainan, boleh lebih dari ketentuan. Edukasi Senam hamil untuk mempersiapkan persalinan Persiapan ASI Eksklusif persiapan saat ibu hamil Imunisasi

tujuan umum: menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dua anak selama dalam kehamilan,persalinan dan nifas,sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat tujuan khusus: 1. mengenali dan menangani penyulit2 yang mungkin dijumpai dalam kehamilan,persalinan dan nifas 2. mengenali dan mengobati penyakit2 yang mungkin diderita sedini mungkin 3. menurunkan angka morbiditas dan mortalitas ibu dan anak 4. memberikan nasihat2 tentang cara hidup sehari2 dan keluarga berencana,kehamilan,persalinan,nifas dan laktasi (sinopsis obstetri,Prof.Dr.Rustam mochar,MPH) Tujuan perawatan antenatal adatah mengusahakan agar: Ibu sampai pada akhir kehamilanan sama sehatnya atau lebih sehat daripada sebelum hamil. Setiap problem fisik situ psikologikik yang tirnbul semasa kehamilan dapat dideteksi dan diobati. Setiap komplikasi kehamilan dapat dicegah atau dideteksi secara dini dan diberi penatalaksaan secara adekuat. Ibu dapat melahirkan anak yang sehat.

Ibu mempunyai kesempatan membahas kecemasan dan ketakutannya tentang kehamilan. Ibu diberitahu tentang setiap tindak, alasan dilakukan tindakan tersebut dan hasil yang mungkin dicapai. - Pasangan dipersiapkan untuk kelahiran dan membesarkan anak, termasuk mendapatkan informasi mengenai diet, perawatan anak dan keluarga berencana. (Dasar Dasar Obstetri dan Ginekologi edisi 6, Derek Llewelyn-Jones) Kegiatan ANC?? Pemeriksaan dikerjakan tiap 4 minggu jika segala sesuatu normal sampai kehamilan 28 minggu. Sesudah ini, pemeriksaan diadakan tiap 2 minggu, dan sesudah 36 minggu tiap minggu. Pada tiap pemeriksaan harus diperhatikan ibu dan janinnya.( Hanifa Wiknjosastro 1992)

Pelayanan antenatal dalam penerapan operasionalnya dikenal dengan standar minimal 7T yang terdiri dari: a. Timbang badan dan tinggi badan dengan alat ukur yang terstandar. Penimbangan dilakukan setiap kali ibu hamil memeriksakan diri, karena hubungannnya erat dengan pertambahan berat badan lahir bayi. Berat badan ibu hamil yang sehat akan bertambah antara 10-12 Kg sejak sebelum hamil (Nadesul, 2006). Tinggi badan hanya diukur pada kunjungan pertama. Ibu dengan tinggi <145cm perlu diperhatikan kemungkinan panggul sempit sehingga menyulitkan pada saat persalinan (Depkes RI, 1998). b. Mengukur tekanan darah dengan prosedur yang benar. Pengukuran tekanan darah harus dilakukan secara rutin dengan tujuan untuk melakukan deteksi dini terhadap terjadinya tiga gejala preeklamsi. Tekanan darah tinggi, protein urin positif, pandangan kabur atau oedema pada ekstremitas. Apabila tekanan darah mengalami kenaikan 15 mmHg dalam dua kali pengukuran dengan jarak 1 jam atau tekanan darah > 140/90 mmHg , maka ibu hamil mengalami preeklamsi. Apabila preeklamsi tidak dapat diatasi maka akan menjadi eklamsi (Mufdlillah, 2009). c. Mengukur Tinggi fundus uteri dengan prosedur yang benar. Pengukuran tinggi fundus uteri dilakukan secara rutin untuk mendeteksi secara dini terhadap berat badan janin. Indikator pertumbuhan janin intrauterin, tinggi fundus uteri juga dapat digunakan untuk mendeteksi terhadap terjadinya molahidatidosa, janin ganda atau hidramnion (Nadesul, 2006)

b. Pemberian imunisasi tetanus toksoid (TT) lengkap (sesuai jadwal). Pemberian imunisasi TT untuk mencegah terjadinya penyakit tetanus. Pemberian Tablet tambah darah minimal 90 tablet selama kehamilan. Pemberian tablet tambah darah dimulai setelah rasa mual hilang satu tablet setiap hari, minimal 90 tablet. Tiap tablet mengandung FeSO4 320 mg (zat besi 60 mg) dan asam folat 500 g. Tablet besi sebaiknya tidak minum bersama kopi, teh karena dapat mengganggu penyerapan (Prawirohardjo, 2006). f. Tes laboratorium (rutin dan khusus). Pemeriksaan laboratorium rutin mencakup pemeriksaan hemoglobin, protein urine, gula darah, dan hepatitis B. Pemeriksaan khusus dilakukan didaerah prevalensi tinggi dan atau kelompok perilaku terhadap HIV, sifilis, malaria, tubercolusis, cacingan dan thalasemia. (Meilani, et al., 2009). g. Temu wicara (konseling). Memberikan penyuluhan sesuai dengan kebutuhan seperti perawatan diri selam hamil, perawatan payudara, gizi ibu hamil, tandatanda bahaya kehamilan dan janin sehingga ibu dan keluarga dapat segera mengambil keputusan dalam perawatan selanjutnya dan mendengarkan keluhan yang disampaikan (Meilani, et al., 2009). 4. Tempat Pelayanan Antenatal Care Pelayanan antenatal care bisa didapatkan di Rumah Sakit, Puskesmas, Bidan Praktek Swasta, Dokter Praktek Swasta, Posyandu. Pelayanan antenatal care hanya diberikan oleh tenaga kesehatan dan bukan dukun bayi (Meilani, et al., 2009).

Pemeriksaan ANTE NATAL CARE Pemeriksaan antenatal care adalah pemeriksaan terhadap ibu selama kehamilan ( sebelum persalinan) yang meliputi pemeriksaan umum/ status generalis maupun pemeriksaan obstetric untuk memantau keadaan ibu, keadaan janin serta keadaan kehamilannya. Pemeriksaan ini dilakukan minimal 4 kali selama kehamilan yaitu 1 kali pada trimester 1, 1 kali trimester 2 dan 2 kali pada trimester III. Tujuan Pemeriksaan ANC a. setiap ibu hamil dan menyusui agar dapat memelihara kesehatannya sebaik mungkin b. setiap ibu hamil dapat melahirkan bayi yang sehat dan dapat merawat bayinya dengan baik c. menjaring kehamilan resiko tinggi dan mengupayakan pengelolaan selanjutnya sehingga ibu hamil tidak jatuh pada kieadaan penyulit/komplikasi yang berat atau sampai meninggal Pengelolaan ANC a. pemeriksaan ibu hamil - anamnesis keluhan utama

- pemeriksaan fisik umum dan obstetrik - pemeriksaan penunjang ( laboratorium, USG, Rontgent dll) b. imunisasi ibu hamil c. penyuluhan gizi ( pengaturan menu seimbang dan cara pengolahan menu) d. antenatal breast care e. senam hamil dan simulasi persalinan Variabel Yang harus diketahui pada pemeriksaan ANC Umur kehamilan Keadaan umum kesehatan ibu Gangguan non fisik (psikiatri dll) Berat badan Tekanan darah Denyut jantung janin Letak janin Tinggi fundus uteri Tanda tanda komplikasi obstetri (perdarahan antepartum, nyeri kepala, bengkak kaki dll) Obat obat yang dikonsumsi, termasuk imunisasi yang telah diberikan Hasil pemeriksaan penunjang : a. Laboratorium - VDRL/TPHA - HbsAg - Gula darah - TORCH (bila diperlukan) b. USG (konfirmasi umur kehamilan, taksiran berat janin, jumlah air ketuban, cacat kongenital, serta profil biofisik janin) dan KTG (bila ada indikasi) Faktor penyulit kehamilan : a. Too many (paritas tinggi) b. Too Close ( jarak < 2 tahun) c. Too Early (umur < 18 tahun) d. Too Late (umur > 35 tahun) Diagnosa kehamilan a. Trimester I : 0 12 minggu b. Trimester II: 12 28 minggu c. Trimester III: 28 40 minggu Gejala kehamilan : a. tanda presumtif - amenorrhoe ( HPL rumus Naegele) - mual muntah (emesis gravidarum) - mengidam (tak tahan bau bauan) - pingsan di tempat ramai - anorexia - mastodinia - obstipasi - inkontinesnia urin - stria gravidarum - pigmentasi kulit (linea nigra , kloasma gravidarum) - epulis (hipertrofi papilla gusi) - varices (haemorrhoid) a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k.

b. tanda objektif - perut membesar (uiterus membesar) - tanda HEGAR pada minggu (gravid, isthmus memanjang, hipertrofi dan teraba lunak pada palpasi) - tanda CHADWICK(portio berwarna livide karena bertambahnya vasa/pembuluh darah dan pelebaran pembuluh darah) - tanda PICASECK (pembesaran/pelunakkkan umilateral pada tempat implantasi uterus) - kontraksi BRAVION HICAS (timbul kontraksi kecil pada uterus bila dirangsang) - tanda GOODEL (cerviks melunak dan vaskularisasi bertambah) - tanda Ballotment - reaksi kehamilan positif - rumus HAASE umur kehamilan ibu dalam bulan dari HPHT dapat menunjukkan perkiraan panjang janin : a. umur 1-4 bulan : n2 (<25) b. umur 5 10 bulan : n X 5 (> 25) c.tanda positif : - gerak janin - denyut jantung janin (+) - Ro foto terdapat tulang janin

PEMERIKSAAN IBU HAMIL TUJUAN: a. menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental dalam persalinan b. memperoleh hasil ibu anak sehat selama hamil, bersalin dan nifas c. mengenal dan mengatasi penyakit dalam masa kehamilan-persalinan-nifas d. menurunkan morbiditas dan mortalitas ibu dan anak e. nasehat cara hidup sehari hari dalam masa kehamilan persalinan nifas, KB,laktasi f. mengobati penyakit selama masa kehamilan persalinan- nifas Macam : a. ante natal care b. ante partal care c. pre natal care Pemeriksaan : a. Anamnesis b. Pemeriksaan Fisik - Inspeksi - Palpasi 1. 2. 3. 4. 5. besar dan konsistensi uterus bagian janin, letak janin dan presentasi gerak janin,HIS, Pandl Ring kontraksi Braxton Hicks perkiraan umur kehamilan dan taksiran berat janin (TBJ)

auskultasi (mulai bulan ke IV) 1. bagi anak DJJ (denyut jantung janin dengan metode ANARD (tempat pemeriksaan DJJ disesuaikan dengan letak janin dalam rahim) Bising plasenta 2. bagi ibu bising aorta peristaltik usus vaginal/rectal toucher INDIKASI Indikasi Sosial (pemeriksaan kehamilan dan partus sebelum ditinggalkan penolong) Pada pemeriksaan dari luar, kedudukan janin tidak dapat di tentukan Partus tak maju/macet Menentukan ukuran panggul dalam Menentukan skor pelvis Kecurigaan CPD/DKP Persiapan tindakan Obstetri operatif

PEMERIKSAAN PENUNJANG 1.Reaksi imunologis - gravindex/ PPtest 2. rontgent foto - letak dan presentasi -IUPD dan KET - Metode : Colcher sussman - Snows dan Thorns - Mc Lane - Stereoskopik 3.UiSG Sumber : Bunga rampai Obstetri Ginekolog

11. DD (Amenorrhea)

12. Tanda-tanda kehamilan ada 2: tanda pasti (ada 7 di pelvis, kulit, perut):

tanda Chadwicks pada vagina tanda Goedel tanda heggar linea nigra tanda tidak pasti : Amenorrhea Mual muntah Perubahan payudara Hiperpigmentasi Kelelahan Pseudosiasis (kehamilan semu) Peningkatan BAK Gejala kehamilan tidak pasti Amenore (tidak mendapat haid) Nausea (enek) dengan atau tanpa vomitus (muntah). Sering terjadi pagi hari pada bulan2 pertama kehamilan, disebut morning sickness Mengidam/menginginkan makanan atau minuman tertentu Konstipsi/obstipasi, disebabkan penurunan peristaltic usus oleh hormone steroid Sering kencing. Terjadi karena kandubg kemih pada bulan2 pertama kehamilan tertekan uterus yg mulai membesar. Gejala ini akan terus berkurang perlahan-lahan, lalu timbul lagi pada akhir kehamilan Pingsan dan mudah lelah Anoreksia (tidak nafsu makan)

Tanda kehamilan tidak pasti Pigmentasi kulit Leukore secret serviks meningkat karena pengaruh peningkatan hormon progesteron Epulis (hipertrofi papilla ginggiva) sering terjadi pada trimester pertama kehamilan Perubahan payudara payudara menjadi tegang dan membesar karena pengaruh estrogen dan progesterone yg merangsang duktuli dan alveoli payudara, daerah areola menjadi lebih hitam karena deposit pigmen berlebihan. Pembesaran abdomen Suhu basal meningkat terus 37,5-37,80C Perubahan organ2 dalam pelvic : a. tanda Chadwick : vagina livid, terjadi kira2 minggu k2-6

b. tanda Hegar : segmen bawah uterus lembek pada perabaan c. tanda Piscaseck : uterus membesar ke salah satu jurusan d. tanda Braxton-Hicks : uterus berkontraksi bila dirangsang. Tanda ini khas untuk uterus pada masa kehamilan Tes kehamilan pemeriksaan HCG dalam urin

Tanda pasti kehamilan Pada palpasi dirasakan bagian janin dan balotemen serta gerak janin Pada auskultasi terdengar bunyi jantung janin (BJJ) Dengan ultrasonografi (USG) atau scanning dapat dilihat gambaran janin Pada pemeriksaan sinar X tampak kerangka janin. Tidak dilakukan lagi karena dampak radiasi terhadap janin ( Kapita Selekta Kedokteran ) Tanda tak pasti Amenore : kehamilan, tumor hipofise, perubahan factor lingkungan, malnutrisi, gangguan emosional Pembesaran payudara : kehamilan, penggunaan kontrasepsi hormonal, penderita tumor otak atau ovarium, pengguna rutin obat penenang, hamil semu ( peudocyesis ) Mual dan muntah : kehamilan ataupun penyebab metabolic. Kelelahan Hiperpigmentasi Tanda pasti Tanda Chadwick : perubahan warna menjadi kebiruan atau keunguan pada vulva, vagina dan serviks Tanda Goodell : perubahan konsistensi serviks ( dianalogikan dgn konsistensi bibir ) Tanda Hegar : pelunakan atau kompresibilitas isthmus serviks Tanda piskacek : pembesaran salah satu cornu uterus px bimanual pelvic pd kehamilan 8-10 minggu Kontraksi Braxton Hicks : 6 minggu non ritmik, sporadic, tanpa rasa nyeri, tidak terdeteksi dengan px bimanual pelvic, trimester 2 dapat dikenali dgn px bimanual pelvic, trimester 3 palpasi abdomen DJJ : usia kehamilan 12-20 minggu ultrasound atau system Doppler, usia kehamilan 20 minggu fetoskop Gerakan janin : mulai dirasakan pada kehamilan 16-20 minggu Fenomena bandul ( Ilmu Kebidanan, Sarwono Prawirohardjo, 2008 ) Mc donald sign

Ladin sign Vont fernwald sign 13. Penatalaksanaan Px penunjang: USG Tes sensitif Darah rutin Tes HCG Untuk mendengar denyut jantung bayi dg auskultasi yang didengar DJJ(denyut jantung janin) Penatalaksanaan Terapi non medikamentosa Terapi Medikamentosa:

Vitamin A, 3 porsi per hari. Ada di wortel, sayuran hijau dan kuning, minyak ikan, margarin, minyak goreng, kuning telur dan susu. Gunanya meningkatkan daya tahan tubuh ibu, baik untuk penglihatan, menjaga kulit tetap sehat selama hamil, agar gigi tidak bermasalah sepanjang kehamilan, membuat rambut indah dan tidak mudah rontok, menguatkan kuku agar tidak gampang patah.

Vitamin B1. Ada di gandum, kacang-kacangan, hati, ragi, atau yeast. Berguna membantu proses pencernaan, menjaga kesehatan lambung dan usus, meminimalkan mual muntah dan kembung, juga menyiapkan produksi ASI. Vitamin B2. Ada di gandum, ragi, susu, telur, hati, sayuran hijau. Gunanya membantu mengurai makanan, mencegah gangguan mata dan kulit, penting untuk pertumbuhan embrio di minggu pertama. Vitamin B3. Ada di gandum, ragi, susu, telur, hati, sayuran hijau, kacang tanah. Gunanya mengurangi mual dan muntah saat morning sickness, mencegah perdarahandan infeksi gusi juga membentuk sel otak janin. Vitamin B5. Ada di hati, telur, keju, kacang tanah. Gunanya untuk reproduksi dan memelihara sel darah merah. Vitamin B6. Ada di gandum, ragi, hati, pepaya, kentang, jamur, pisang, sayuran kering, sirup tebu. Gunanya membantu mencerna lemak dan asam lemak dan meningkatkan kekebalan tubuh. Vitamin B12. Ada di gandum, ragi, hati, ikan, susu, kacang kedelai. Gunanya membentuk sel darah merah dan sistem saraf pusat janin. Vitamin C, 2 porsi per hari. Ada di jeruk, buah segar, sayuran merah, kuning dan hijau. Gunanya membantu melawan infeksi, membentuk plasenta kuat, penawar racun, penyembuh luka dan infeksi dan membantu penyerapan zat besi di usus. Vitamin D. Ada di susu yang diperkaya, minyak ikan, ikan berlemak, telur, kuning telur, mentega. Gunanya membantu penyerapan kalsium di usus dan masuknya kalsium dari darah dan jaringan ke sel-sel tulang untuk menguatkan tulang.

Vitamin E. Ada di gandum dan tauge. Gunanya menjaga keutuhan dinding sel, melindungi beberapa jenis asam lemak. Vitamin K. Ada di sayuran hijau dan dibentuk di tubuh dari kuman di usus. Gunanya membantu proses pembentukan darah.

Obat
kategori-kategori dibuat berdasarkan ada tidaknya (besar kecilnya) resiko terhadap sistem reproduksi, efek samping dan manfaat yag diharapkan. Obat Kategori A: adalah golongan obat yang pada studi (terkontrol) pada kehamilan tidak menunjukkan resiko bagi janin pada trimester 1 dan trimester berikutnya. Obat dalam kategori ini amat kecil kemungkinannya bagi keselamatan janin. Ex
Potassium chloride, Potassium citrate, Potassium gluconate, Pyridoxine (vitamin B6), Riboflavin

Obat Kategori B: adalah golongan obat yang pada studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan tidak menunjukkan resiko bagi janin. Belum ada studi terkontrol pada wanita hamil yang menunjukkan adanya efek samping, kecuali adanya penurunan fertilitas pada kehamilan trimester pertama, sedangkan pada trimester berikutnya tidak didapatkan bukti adanya resiko. Ex. amonium chloride, Ammonium lactate *topical*, Amoxicillin, Amphotericin B, Ampicillin, Atazanavir, Azatadine, Azelaic acid, Benzylpenicillin, Bisacodyl, Budesonide *inhalasi, nasal*, Buspiron, Caffeine, Carbenicillin, Camitine, Cefaclor, Cefadroxil, Cefalexin, Cefalotin, Cefamandole, Cefapirin, Cefatrizine, Cefazolin, Cefdinir, Cefditoren, Cefepime, Cefixime, Cefmetazole, Cefonicid, Cefoperazone, Ceforanide Obat Kategori C: adalah golongan obat yang pada studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan menunjukkan adanya efek samping bagi janin. Sedangkan pada wanita hamil belum ada study terkontrol. Obat golongan ini hanya dapat dipergunakan jika manfaatnya lebih besar ketimbang resiko yang mungkin terjadi pada janin. Ex. Fluocinolone, Fosinopril, Furosemide, Gemfibrozil, Gentamicin, Obat Kategoti D: adalah golongan obat yang menunjukkan adanya resiko bagi janin. Pada keadaan khusus obat ini digunakan jika manfaatnya kemungkinan lebih besar dibanding resikonya. Penggunaan obat golongan ini terutama untuk mengatasi keadaan yang mengancam jiwa atau jika tidak ada obat lain yang lebih aman. Carbamazepine, Carbimazole, Chlordizepoxide, Cilazapril, Clonazepam, Diazepam, Doxycycline, Imipramine, Kanamycin, Lorazepam, Lynestrenol, Meprobamate Obat Kategori X: adalah golongan obat yang pada studi terhadap binatang percobaan maupun pada manusia menunjukkan bukti adanya resiko bagi janin. Obat golongan ini tidak boleh dipergunakan (kontra indikasi) untuk wanita hamil, atau kemungkinan dalam keadaan hamil.
Medroxyprogesterone, Menotrophin, Mestranol, Methotrexate, Methyl testosterone, Mifeprestone, Miglustat, Misoprostol, Nafarelin, nandrolone

Syafrudin dan Hamidah. 2009. Kebidanan Komunitas. Jakarta : EGC

Endosetron: aman untuk ibu hamil sbg anti muntah Vitamin E Vitamin B12(Asam folat): membantu pertumbuhan otak, tulang Cari vitamin, obat yg teratogenik tdk boleh(KI) u/ ibu hamil

Step 4 Nafsu makan menurun Nausea dan vomitus Amenorrhea Fisiologis patologis Sering lelah primer sekunder Tes HCG, USG,urin rutin, tes spesifik

Tanda pasti kehamilan

Tanda tidak pasti kehamilan

G1 A0 P0 Step 7