You are on page 1of 4

PEMBAHASAN DAN HASIL

3.1. Appendikografi

DEFINISI :

Appendikografi : Teknik pemeriksaan radiologi untuk memvisualisasikan appediks dengan menggunakan kontras
media positif barium sulfat .

Dapat dilakukan :
Secara oral
Ecara anal
PERSIAPAN PASIEN
48 jam sebelum pemeriksaan dianjurkan makan makanan lunak tidak berserat. Misal : bubur kecap
12 jam atau 24 jam sebelum pem pasien diberikan 2/3 Dulcolac untuk diminum
Pagi hari pasien deberi dulkolac supositoria melalui anus atau dilavement
4 jam sebelem pemeriksaan pasien harus puasa hingga emeriksaan berlangsung
Pasien dianjurkan menghindari banyak bicara dan merokok
PERSIAPAN ALAT
Pesawat sinar-X yg dilengkapi fluoroskopi & dilengkapi alat bantu kompresi yg berfungsi untuk memperluas
permukaan organ yg ada didaerah ileosaekal / memodifikasi posisi pasien supine mjd prone
Kaset + film
PERSIAPAN BAHAN
Bahan kontras barium sulfat dengan perbandingan 1 : 4 sampai 1 : 8

3.2. Teknik Pemeriksaan

PA/AP PROJECTION

Posisi Pasien : Pasien pada posisi pone atau supine, dengan bantal di kepala.

Posisi Objek :
MSP berada di tengah-tengah meja pemeriksaan
Pastikan tidak ada rotasi

Central Ray :
CR tegak lurus terhadap kaset
CR setingi iliac crest
SID minimal 100 cm

Struktur yang tampak :
Colon bagian transversum harus diutamaka terisi barium.pada posisi PA dan terisi udara pada posisi AP
dengan teknik double contrast.
Seluruh luas usus harus nampak termasuk flexure olic kiri.
RPO (Right Posterior Oblique)

Posisi Pasien : 35 to 45o menuju right dan left porterior oblique (RPO atau LPO), dengan bantal pada bantal

Posisi Objek :
Letakan bantal di atas kepala.
Flexikan siku dan letakan di depan tubuh pasien
Luruskan MSP dengan meja pemeriksaan dengan abdominal margins kiri dan kanan sama jauhnya dari
garis tengah meja pemeriksaan


CENRAL RAY :
CRtegak lurus terhadap IR
Sudutkan CR dengan titik pusat setinggi iliac crest dan sekitar 2,5 cm lateral menuju garis midsaggital plane
(MSP).
SID minimal 100 cm

STRUKTUR YANG TAMPAK
LPO colic flexura hepatic kanan dan ascending & recto sigmoid portions harus tampak terbuka tanpa
superimposition yang significant. RPO- colicflexure kiri dan descending portions harus terlihat terbuka
tanpa superimposition yang significant.



PENUTUP

4.1. Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat ditarik dari penulisan makalah ini antara lain :
1. Apendisitis (radang usus buntu) adalah peradangan pada apendix vermiformi.
2. Appendikografi merupakan teknik pemeriksaan radiologi untuk memvisualisasikan appediks dengan
menggunakan kontras media positif barium sulfat, yang dilakukan dengan dua proyeksi, yakni PA/AP dan
RPO atau RAO.