You are on page 1of 8

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN


3.1.

Penggunaan Sarana Produksi


Sarana produksi dalam pertanian terdiri dari alat-alat pertanian, pupuk dan

pestisida, dimana alat-alat pertanian untuk mengelolah lahan dan tanaman


digunakan alat-alat seperti cangkul, parang babat, arit dan traktor. Dengan sistem
pengelolahan lahan dengan baik dan benar akan memperoleh hasil yang lebih
bagus. Pupuk juga sangat diperlukan juga untuk pertumbuhan tanaman karena
akan membantu proses pertumbuhan tanaman, dengan pemberian pupuk sesuai
dengan dosis yang di berikan akan membuat tanaman lebih subur lagi. Pestisida
digunakan untuk membasmi hama dan penyakit, dengan menggunakan pestisida
yang berlebihan maka akan membuat tanaman mati dan hama tananman menjadi
resisten atau tahan akan kekebalan tubuhnya ( Suratiyah K, 2008).
Pengembangan teknologi pada sistem pertanian konvensional tidak
berbasis sumber daya lokal. Petani yang menjadi pemakai. Setelah bersusah payah
selama beberapa generasi petani mengembangkan benih dari proses bercocok
tanamannya, benih tersebut diotak atik secara revolusioner oleh para pendukung
revolusi hijau sehingga lahirlah benih-benih hibrida dan benih-benih yang
mengalami modifikasi genetika. Benih-benih tersebut tidak boleh dan tidak bisa di
perbanyak oleh petani karena didukung oleh seperangkat undangan-undangan
yang mengatur hak paten.
Tantangan pengembangan pertanian organik saat ini adalah industrialisasi
sarana produksi pertanian organik tidak berbasis sumber daya lokal, baik sumber
daya manusia, sumber daya alam, sumber daya sosial, sumber daya keuangan
maupun sumber daya infrastruktur yang dimiliki petani (S. Sabastian Eliyas,
2008).
Dalam memasyarakatkan pengelolahan hara terpadu dilaksanakan dengan
mengkombinasikan penggunaan pupuk kimia dan pupuk organik. Tetapi perlu
dikaji lebih mendalam kombinasi yang tepat penggunaan hara yang bersal dari
dua sumber yang berbeda, berdasarkan jenis tanaman dan sistem pertanaman
dengan memperhatikan kondisi agroekosistem setempat. Diperlukan penelitian

kebutuhan bahan organik secara kuantitatif dan berbagai sumber dengan


memperhatikan kualitas tanah. Penamabahan tersebut harus mempertimbangkan
pengembangan jangka pendek atau jangka panjang dengan memperhitungkan
potensi produksi tanaman. Pengolahan hara terpadu harus dibawa ke dalam upaya
pengelolahan hara yang berkelanjutan, yang secara ekonomi menguntungkan dan
merupakan teknologi berkelanjutan dan berwawasan lingkungan (Sutanto
Rachman, 2002).
A. Sarana produksi di desa Sri Agung
1. Pupuk
Sarana produksi yang di gunakan di desa Sri Agung adalah pupuk. Pupuk
merupakan salah satu sarana produksi utama selain lahan, tenaga kerja dan
modal. Pemupukan berimbang memegang peranan penting dalam upaya
meningkatkan hasil pertanian. Kandungan zat hara N, P, K dalam tanah berbedabeda, tergantung sifat-sifat tanahnya. Sebagai contoh kandunagn zat hara pada
tanah yang berat/liat akan berbeda dengan tanah berpasir. Oleh karena itu jenis
dan dosis pupuk pada kedua jenis tanah tersebut harus berbeda.Pemupukan
bertujuan untuk menambah zat-zat dan unsur-unsur makanan yang dibutuhkan
oleh tanaman di dalam tanah. Pupuk yang sering di gunakan pada tanaman padi
adalah pupuk urea, TSP, dan pupuk KCl.
Pupuk Urea diperlukan tanaman untuk memenuhi kebutuhan akan unsur
hara Nitrogen (N). Adapun manfaat dari unsur N adalah: Menjadikan bagian daun
menjadi hijau segar sehingga banyak mengandung butir hijau daun yang
diperlukan dalam proses fotosintesa. Mempercepat pertumbuhan vegetatif
tanaman (tinggi, jumlah anakan, tunas dan lain-lain) sehingga memperbanyak
produksi serta menambah kandungan protein dari hasil tanaman. Pupuk TSP
adalah nutrient anorganik yang digunakan untuk memperbaiki hara tanah untuk
pertanian. TSP artinya triple super phosphate. Rumus kimianya Ca(H2PO4).
Kadar P2O5 pupuk ini sekitar 44-46%, namun di lapangan bisa mencapai 56 %.
Pupuk KCL diperlukan oleh tanaman untuk memenuhi kebutuhan unsur hara
Kalium (K). Adapun manfaat unsur hara Kalium (K) adalah : Memperlancar
proses fotosintesa. Memacu pertumbuhan tanaman pada tingkat permulaan,
memperkuat ketegaran batang sehingga mengurangi resiko mudah rebah.

Mengurangi kecepatan pembusukan hasil selama pengangkutan dan penyimpanan.


Menambah daya tahan tanaman terhadap serangan hama, penyakit dan
kekeringan. Memperbaiki mutu hasil yang berupa bunga dan buah (rasa dan
warna).
Di desa Sri Agung menggunakan urea sebanyak 100 kg/Ha, sedangkan
penggunaaan Pupuk Tsp sebanyak 200 Kg/Ha, serta penggunaan pupuk kcl
sebanyak 100 Kg/Ha
2. Teknologi (Mesin)
Mesin adalah alat mekanik atau elektrik yang mengirim atau mengubah
energi untuk melakukan atau membantu pelaksanaan tugas manusia. Biasanya
membutuhkan sebuah masukan sebagai pelatuk, mengirim energi yang telah
diubah menjadi sebuah keluaran, yang melakukan tugas yang telah disetel. Mesin
dalam bahasa Indonesia sering pula disebut dengan sebutan pesawat, contoh
pesawat telepon untuk tejemahan bahasa Inggris telephone machine. Namun
belakangan kata pesawat cenderung mengarah ke kapal terbang.
Mesin telah mengembangkan kemampuan manusia sejak sebelum adanya
catatan tertulis. Perbedaan utama dari alat sederhana dan mekanisme atau pesawat
sederhana adalah sumber tenaga dan mungkin pengoperasian yang bebas. Istilah
mesin biasanya menunjuk ke bagian yang bekerja bersama untuk melakukan
kerja. Biasanya alat-alat ini mengurangi intensitas gaya yang dilakukan,
mengubah arah gaya, atau mengubah suatu bentuk gerak atau energi ke bentuk
lainnya.
Mesin-mesin yang di gunakan dalam produksi padi di desa sri agung
adalah traktor, mesin penggiling padi, mesin perontok padi, mesin panen, huller
dan mesin bajak sawah
a. Traktor

Gambar 3.1 Traktor


Sumber, Google.co.id
Traktor adalah kendaraan yang didesain secara spesifik untuk keperluan
traksi tinggi pada kecepatan rendah, atau untuk menarik trailer atau implemen
yang digunakan dalam pertanian atau konstruksi. Istilah ini umum digunakan
untuk mendefinisikan suatu jenis kendaraan untuk pertanian.
b. Mesin penggiling padi

Gambar 3.1 Mesin penggiling padi


Sumber, Google.co.id
Mesin penggiling padi diperuntukan untuk mempermudah proses
pemisahan bulir beras dari kulitnya, dengan tetap mempertahankan rendemen dan
mutu beras dan meminamalisir kehilangan hasil yang sering terjadi pada
penggilingan atau pemisahan bulir beras dari kulitnya yang dilakukan secara
manual, untuk itu mesin penggilingan padi sangat penting untuk proses
pembentukan beras yang berkualitas.

Sebelum memahami cara kerja dan bagian-bagian mesin penggilingan padi


alangkah baiknya mengetahui jenis-jenis atau model penggilingan padi,
diantaranya adalah :
1) Penggilingan Padi Manual/Tangan
Model sederhana dan tradisional ini mungkin masih digunakan dibeberapa
desa/pedalaman, dengan alat lesung dan alu cara kerja nya adalah dengan
ditumbuk sehingga menimbulkan pergesekan dan akhirnya bulir beras akan
terkelupas dari kulitnya. Dengan alat ini akan mengakibatkan tingkat kehancuran
beras tinggi dan rendemen yang dicapai akan sangat rendah.
2) Penggilingan Padi Dengan Mesin Satu Step
Dengan menggunakan sistem mesin pengupas dan pemoles satu unit logam
yang masuk padi dan keluar menjadi beras dengan satu arah.
3) Penggilingan Padi Dengan Mesin Dua Step.
Mesin ini dengan sistem Pengupas dan pemoles terpisah atau dengan dua
mesin, satu mesin untuk pengupas dan mesin yang lainnya digunakan sebagai
pemoles.Rendemen dari mesin ini bisa mencapai hingga 60-65 persen
4) Penggilingan Padi Dengan Mesin Multi Pass
Mesin ini digunakan secara bersatu dengan jenis abrasif dan friksi sehingga
dapat mem=ngurangi resiko dan dengan kandungan rendemen pada hasil beraspun
tinggi.
Setelah mengetahui jenis-jenis penggilingan padi, berikut ini saya akan
menjelaskan bagaimana cara kerja dan bagian-bagian mesin penggilingan padi.
Cara Kerja dan Bagian-Bagian Mesin Penggiling Padi
Merujuk dari beberapa referensi pertanian ada beberapa Bagian-bagian
mesin penggilingan padi diantaranya adalah:
1) Motor Penggerak
Motor penggerak, merupakan bagian mesin yang melakukan gaya gerak
memutar sehingga mendorong bagian-bagian lainnya untuk bergerak dan bekerja
sesuai yang diinginkan, motor penggerak merupakan bagian inti dari mesin
penggilingan padi ini.

2) Mesin Pengupas/mesin pemecah kulit gabah


Bagian ini atau yang lebih dikenal dengan husker merupakan bagian
pengupas kulit gabah yang memisahkan bulir beras dari kulitnya, bentuknya
bermacam-macam, diantaranya adalah Engelberg, Rol Karet, Under Runner,
Runner stone Disc dan ada juga jenis sentrifucal. Dan yang paling banyak
digunakan pada saat ini adalah jenis Rol Karet dengan manfaat cukup efisien,
mudah penggunaan dan perawatannya.
3) Mesin Pemisah Gabah
Mesin ini digunakan sebagai pemisah bulir beras dari kulit pecah, sehingga
menjadi bulir padi, namun tahapan ini masih belum sempurna karena masih ada
tahapan Pemolesan/Penyosohan.
4) Mesin Penyosoh/Pemoles
Mesin ini digunakan sebagai pemoles, atau pemutih beras, sehingga beras
bersih namun dengan tingkat rendemen yang tetap terjaga.
5) Selanjutnya Mesin Pemisah beras kepala/Utuh dengan beras yang patah
(menir) dan terakhir.
6) Shinning atau Mesin Kristal yang berfungsi sebagai pencuci dan pembersih
beras.
3.2.

Gambaran Produksi
Desa Sri Agung terletak di kecamatan batang asam kabupaten tanjung

jabung timur, tanaman yang dominan di produksi di desa Sri Agung adalah
tanaman padi sawah. Padi sawah di desa Sri Agung merupakan andalan jambi
yang bisa satu tahun tiga kali panen, Dengan jumlah luas lahan sekitar 2300 Ha.
Di desa tersebut lebih mengutamakan penggunakan bibit yang tahan akan
penyakit dari pada bibit yang lebih banyak produksinya. jenis bibit yang rentan
terhadap penyakit adalah bibit infara, si junjung, si apari 30, melati, kencoko,
bonyeh/ unggul dan 864 atau sirang ukuran 5 kg, dengan memakai sistem tanam
jajar legowo (2:1/ 4:1/ 6:1) dan yang sering digunakan Jajar Legowo 4:1. Produksi
padi di desa Sri Agung rata-rata 90 karung/Ha.
Pada tahun 2003 pernah terjadi gagal panen di desa Sri Agung yang di
sebabkan oleh anjuran pemakaian bibit super toy oleh pemerintah. Kemudian

pemerintah memberikan ganti rugi sebesar Rp.2500.000/ha. Hama yang sering


menyersng tanaman padi sawah sangat beragam seperti, sundep, tikus musiman,
kemudian potong leher yaitu penyakityang paling berbahaya dan belum ada
obatnya.
Petani di desa Sri Agung merupakan petani yang modern karena di setiap
proses produksi sudah menggunakan jasa mesin. contohnya:(mesin panen, mesin
bajak, mesin giling, mesin perontok padi). Di perkirakan hasil produksi sekali
panen di desa Sri Agung rata-rata 5,5 ton/Ha. Jadi selama satu tahun produksi padi
di desa Sri Agung rata-rata 16,5 ton/Ha.
Setelah masuk waktu panen dan telah melewati proses penggilingan
kemudian biasanya beras di pasarkan ke pekan baru dan jambi di daerah
sarolangun dengan perbandingan 5:1 . Harga gabah sebesar Rp.3000/Kg, harga
beras Rp.9500/Kg. Gambaran produksi di atas sesuai dengan hasil wawancara
narasumber yang bernama bapak Misro yang merupakan salah satu petani padi
sawah di desa Sri Agung.
3.3.

Gambaran Pelaksanaan Penyuluhan atau Komunikasi


Berdasarkan hasil yang diperoleh dari narasumber pada tahun 2015

dilaksanakan kegiatan penyuluhan oleh dinas penyuluh di desa Sri Agung


Penyuluhan tersebut dilaksanakan pada waktu panen raya dengan materi
penyuluhan tentang penyemaian dan pemupukan. Materi tersebut disampaikan
oleh penyuluh secara lisan tanpa menggunakan media apapun. Bahasa pengan tar
yang digunakan oleh penyuluh adalah bahasa Indonesi dan bahasa daerah Jambi.
Sebelum melaksanakan penyuluhan para penyuluh sudah melaksanakan
kunjungan kelahan petani di desa Sri Agung, namun tidak mengunjungi masingmasing rumah petani. Dengan adanya penyuluhan yang di laksanakan oleh dinas
penyuluh dapat meningkatkan hasil produksi padi sawah di Desa Sri Agung.