You are on page 1of 2

Definisi

Hematemesis adalah dimuntahkannya darah dari mulut, darah bisa dalam bentuk segar (bekuan/
gumpalan/ cairan warna merah cerah) atau berubah karena enzim dan asam lambung menjadi
kecoklatan dan berbentuk seperti butiran kopi.
Etiologi
Hematemesis diakibatkan oleh perdarahan saluran cerna bagian atas (upper gastrointerstinal
tract), yaitu sebagai berikut:

Ulkus peptikum: Tukak didefinisikan sebagai integritas mukosa lambung dan atau
duodenum yang menyebabkan terjadinya inflamasi lokal (valle,2005) disebut tukak
apabila robekan mukosa berdiameter lebih dari 5 mm kedalaman submukosa dan
muskularis mukosa.
Mallory-Weiss Tears: Karena laserasi yang aktif disertai ulserasi pada daerah kardia dapat
timbul perdarahan yang masif. Timbulnya laserasi yang akut tersebut dapat terjadi
sebagai akibat terlalu sering muntah-muntah yang hebat, sehingga tekanan intra
abdominal menaik yang dapat menyebabkan pecahnya arteri di submukosa esofagus atau
kardia.
Varises Esophagus: Penyakit yang ditandai dengan pembesaran abnormal pembuluh
darah vena di esofagus bagian bawah. Varises esofagus biasanya tidak bergejala, kecuali
jika sudah robek dan berdarah. Gejala yang bisa terjadi : Muntah darah, tinja hitam,
kencing sedikit, sangat haus, dan bisa syock.
Erosive Hemorhagic Gastropathy (Gastritis): atau sering disebut gastritis merupakan
perdarahan dan erosi subepitel. Lesi pada mukosa ini tidak menyebabkan perdarahan
besar. Akan tetapi akan berkembang jika mengonsumsi alcohol, penggunaan NSAID.
Dan lain-lain: Erosive duodenitis, neoplasma, aortaenteri fistula.

Patomekanisme
Diawali dari beberapa faktor yang merusak pelindung mukosa seperti akibat alkohol, merokok,
penggunaan aspirin & NSAID, peningkatan asam & pepsinogen, dan infeksi Helicobater pylori.
Yang nantinya akan menyebabkan ketidakseimbangan antara faktor agresif & faktor defensif.
Faktor agresif merupakan faktor yang dapat merusak pertahanan dari mukosa, meliputi asam
lambung, pepsin, refluks asam empedu, enzim pankreas, infeksi H. pylori (Helicobacter pylori)
yang bersifat gram-negatif, OAINS (obat anti inflamasi non steroid), alkohol, nikotin dan
radikal bebas. Faktor agresif tersebut menyebabkan terjadinya perdarahan SCBA karena kelainan
non-varices.

Yang dimaksud dengan faktor defensif yaitu aliran darah mukosa yang baik, sel epitel permukaan
mukosa yang utuh, prostaglandin, musin atau mukus yang cukup tebal, sekresi bikarbonat,
motilitas yang normal, impermeabilitas mukosa terhadap ion H dan regulasi pH intra sel.
Ketidakseimbangan ini akan melemahkan fungsi sel mukosa & penuruan pH lambung. Jika pH
rendah maka H. pylori akan berkembang dengan cepat dan mengakibatkan infeksi. Dimana
infeksi menyebabkan peningkatan gastrin & penurunan somatostatin. Yang nantinya akan
menjadi erosive gastritis. Selanjutnya, terjadi kerusakan mukosa yang memungkinkan terjadinya
perdarahan. Mukosa yang rusak tidak bisa mensekresi mucus yang cukup untuk melindungi
mukosa dari asam lambung. Perdarahan yang bercampur dengan lambung akan memicu
ransangan muntah. Dan muncul gejala hematemesis.

Kerusakan
Pelindung
mukosa

Ulserasi
mukosa,
meungkin
perdarahan

Ketidakseimban
gan factor
agresif &
defensif

Erosive gastritis

Fungsi sel
mukosa

Infeksi akan
gastrin &
somatostatin

Hematemesis

Referensi:

Almi DU, September 2013, Hematemesis Melena Et Causa Gastritis Erosif Dengan
Riwayat Penggunaan Obat Nsaid Pada Pasien Laki-Laki Lanjut Usia,
http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/medula/article/view/75/78, 10 September
2016.
Dan L. Longo, Anthony S. Fauci, 2010, Harrisons Gastroenterology & Hepatology
Makalah Diskusi MO GEH, Perdarahan Saluran Cerna Bagian Atas, Universitas
Trisakti
Damayanti Ika Prasanti, 2013, Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kejadian
Perdarahan Saluran Cerna Bagian Atas, Universitas Diponegoro,
http://eprints.undip.ac.id/43750/1/Damayanti_Ika_Prasanti_G2A009057_Bab0KTI, 15
September 2016.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/58973/4/Chapter%20II