You are on page 1of 13

HASIL KINERJA PUSKESMAS KARANGAN TAHUN 2015

A.

Hasil Kinerja Pelayanan Kesehatan


1. Upaya Kesehatan Wajib
Tabel 1 hasil pencapaian kinerja uskesmas karangan tahun 2014

N
o
1
2

Komponen kegiatan upaya


kesehatan wajib
Upaya promosi kesehatan
Upaya kesehatan lingkungan

Hasil cakupan
(%)
92%
55%

Tingkat
kinerja
Baik
Kurang

Upaya KIA/KB

92%

Baik

87.97%
98%

cukup

98%
87,16

Baik
Cukup

4
5

Upaya perbaikan gizi masyarakat


Upaya pencegahan dan
pemberantasan penyakit menular
6
Upaya pengobatan
Rata-rata

Keterangan
Baik>91%
Cukup>8190
Kurang<80
%

2. Upaya kesehatan pengembangan


Tabel 2.hasil pencapaian kinerja upaya kesehatan pegembangan
puskesmas karangan tahun 2014
No

Komonen kegiatan upaya


Hasil cakupan
Tingkat
Keteranaga
kesehatan pengembangan
(%)
kierja
n
1
Upaya kesehatan usia lanjut
100%
Baik
Baik>91%
2
Upaya kesehatan
95%
Baik
Cukup>81mata/pencegahan kebutaan
90
3
Upaya kesehatan
95%
Baik
Kurang<80
telinga/pencegahan gangguan
pendengaran
4
Kesehatan jiwa
95%
Baik
5
UKGS
100%
Baik
6
Perawatan kesehatan masyarakat
50%
Kurang
7
PTM
95%
Baik
8
UKS
100%
Baik
9
Prolanis
70%
Kurang
10 Pusling (puskesmas keliling)
97%
Baik
Rata-rata
89,7%
Cukup
Nilai cakupan kinerja pelayanan kesehatan adalah:rata-rata nilai upaya kesehatan wajib
dan upaya kesehatan pengembangan,atau dengan kata lain nilai pencapaian upaya
ksehatan wajib dan pengembangan dibagi dua.
Jadi nilai kinerja cakupan pelayanan kesehatan Puskesmas Karangan adalah : Cukup

B. Hasil Kinerja Krgiatan Manajemen Puskesmas Karangan


Tabel.3 Hasil Pencapaian Kinerja Manajemen Puskesmas Karangan

N Komponen Manajemen Puskesmas


o
1
Manajemen Oprasional Puskesmas
2
Manajemen Alat dan Obat
3
Mnajemen Keuangan
4
Manajemen Ketengaan
Rata-rata
Jadi hasil kinerja kegiatan manajemen
8,5 (kinerja cukup)

Cakupan
Tingkat
Keterangan
Kegiatan
Kinerja
10%
Baik
Baik >8,5
Cukup>5,57,6%
Sedang
10%
Baik
8,4
6,5
Baik
Kurang<5,5
8,5
Cukup
puskesmas Karangan tahun 2014 adalah :

1.Hasil Kinerja Mutu Pelayanan Kesehatan Puskesmas Karangan


Tabel 4.hasil pencapaian kinerja mutu pelayanan kesehatan
puskesmas karangan
N
o
1
2
3

Jenis Kegiatan

Cakupan

Nilai

Tingkat
Kinerja
Baik
Baik
Baik

Drop out pelayanan ANC (K1-K4)


9,1
10
Persalinan oleh tenaga kesehatan
9,1
10
Penanganan komplikasi
9,1
10
obstetri/resiko tinggi
4
Kepatuahan terhadap standar ANC 10
10
Baik
5
Kepatuahan terhadap standar
9,5
10
Baik
pemeriksaan TB paru
6
Tingkat kepuasan pasien terhadap 8,7
10
Baik
pelayanan puskesmas
Rata-rata
9,2
10
Baik
Dengan melihat tabel diatas hasil kinerja mutu pelayanan kesehatan Puskesmas
Karangan tahun 2014 adalah 10 (termasuk kinerja Baik)
2. Hasil Total Kinerja Kegiatan di Puskesmas Karangan tahun 2015
Tabel 5.Hasil total kinerja kegiatan puskesmas karangan tahun 2015
N Komponen Kegiatan
o
1
Pelayanan Kesehatan
2
Manajemen
3
Mutu
Rata-tara

Pencapaian
88,43
8,5
9,2
11,7

Tingkat
Kinerja
Cukup
Baik
Baik
Baik

Ketrangan

ANALISIS HASIL KINERJA


Perbandingan hasil kinerja tahun 2014 dengan 2015
Belum dapat dibandingakan karena pada tahun 2014
menggunankan penilaian kinerja dengan CMI tool.
1. Hasil inerja kegiatan (upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan
pengembangan
Puskesmas Karangan
Dari grafik diatas semua kegiatan belum mencapai 100%yang termasuk
kurang yaitu, upaya promosi kesehatan 88% dan upaya pencegahan dan
pemberantasan penyakit menular 98%.
Kemudian dapat kita jabarkan lain ke dalam pencapaian kinerja
perkegiatan
Dari grafik diatas terlihat bahwa untuk kegiatan Upaya Kesehatan Usia
Lanjut hanya mencapai 95%,dan Kegiatan Perawatan Kesehatan
Masyarakat 48%
Terlihat bahwa kegiatan yang belum mencapai 100% .
Untuk kegiatan KIA dan ANC K1-K4 9,8%,Kepatuhan terhadap ANC
90%,Upaya Kesehatan bayi dan Anak Praskolah 92%,Upaya Kesehatan
Anak Usia Sekolah dan Remaja 78%,Pusling 84%,Pelayanan Keluarga
Berencana 98%,Untuk Upaya Kesehatan Bayi dan Anak Presekolah kami
belum mengadakan kegiatan DTKB apras sehingga belu dapat dinilai
Untuk program gizi, belum mencapai 100% adalah Upaya Perbaikan Gizi
Masyarakat 83,7%
Kinerja P2M yang belum mencapai 100% adalah DBD 80%, dan ISPA 0%
adalah dikarenakan ABJ 60%, dan untuk ISPA tidak diketemukan kasus
pneumonia
Untuk upaya pengobatan 95% dikarenakan dari 25547 penduduk ,yang
berkunjung dalam tahun 2009 hanya 91%
Pencapaian kinerja Upaya Kesehatan Pengembangan yang belu
mencapai 100% adalah Uaya Kesehatan Usila 83%,Kesehatan Jiwa 40%
dan pencegahan dan penanggulagan Penyakit Gigi 83%. Hal ini
dikarenakan tidak semua kelompo usila yang dibina, dipantau kesehatan
oleh nakes 67%,Pembinanan sikat gigi masal SD/MI 31%. Dijabarkan
pada grafik dibawah ini.
2. Hasil Kinerja Kegiatan Manajemen Puskesmas
Kinerja manajemen dibagi menjadi 4 variabel,yaitu :
1. Manajemen Operasional Puskesmas
2. Manajemen Alat dan Obat
3. Manajemen keuangan
4. Manajemen Ketengaan

Berikut ini gambaran pencapaian kinerja manajemen di UPT


Puskesmas Karangan
Terlihat bahwa pencapaian kinerja sebagian besar baik >8,5, tetapi masih
ada yang sedang yaitu manajemen alat dan obat 8,68 dikarenakan tidak
semau ruangan terdapat daftar inventari s barang, dan updating data alat
tidak rutin dilaksanankan
Untuk kinerja manajemen oprasional puskesmas lokmin tribulan kurang
terlaksana, dan pengiriman laopran masih kurang cepat.
Untuk kinerja manjemen alat dan obat, permasalahan yang ada yaitu pada
masalah inventarisasi barang :tidak terdapat daftar inventaris barang yang
terpasang diruangan kemudian updating data inventaris kurang rutin
Untuk kinerja manajemen keuangan semauanya baik,tidak ada masalah
Untuk kinerja manajemen ketenagaan, belum semua petugas memebuat
rencana kerja bulanan
1. Hasil Kinerja Mutu Pelayanan Kesehatan
Untuk kinerja mutu pelayanan kesehatan semaua variabel bernilai baik
Tabel 6.Tren Pencapaian Kinerja Puskesmas Karangan

No

Jenis Kegiatan

Pencapaian
Tahun 2014

Cakupan Pelayanan

Trend

Tahun 2015
85,5%

Kesehatan
2

Manajemen Puskesmas

Mutu Pelayanan Puskesmas

8,89%
10%

Trend belum bisa ditentukan karena baru Tahun 2014 pedoman penilaian
kierja Puskesmas digunakan.
3. IDENTIFIKASI MASALAH DAN ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH
Dengan melihat gambaran diatas hasil kierja kegiatan Puskesmas Karangan tahun
2014 dapat dikategorikan perjenis kegiatan
1. Kategori Kinerja Baik
Upaya Kesehatan Lingkungan
Kesehatan Ibu dan Anak termasuk KB
Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
Upaya Pengobatan
Upaya Kesehatan Mata/ Pencegahan Kebuataan
Perawatan Kesehatan Masyarakat
2. Kategori Kinerja Cukup
Upaya Kesehatan Usia Lanjut
Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Gigi

3. Kategori kinerja Kurang


Promosi Kesehatan
Upaya Pencegahan dan Pemberntasaan Penyakit Menular
Kesehantan Jiwa
Selanjutnya akan dibahas jenis kegiatan yang termasuk kategori kinerja
cukup dan kurang menentukan penyeybab dengan memnelusuri variabel dan
sub variabel
1. Penilaian Kinerja Cukup
1) Upaya Kesehatan Usia Lanjut dengan nilai 95%
Permaslahan :
a) Penanggung jawab program sedang mengambil

ijin

belajar

DIII

kebidanan, sehingga kegiatan posyandu lansia kurang terpantau


b) Pendanaan khusus untuk kegiatan lansia tidak ada
c) Kegitan posyandu lansia dilakukan saat siang ataupun sore hari,
sehingga petugas usila tidak dapat rutin hadir untuk ikut pembinaan
d) Masyarakat yang berusia lanjut, bila tidak datang ke posyandu, sehingga
seakan-akan posyandu usila hanya untuk berobat saja.
Pemecahan:
e) Kegiatan posyandu usila dilakaukan dipagi hari atau saat hari libur
f) Membuat perencanaan kegiatan melalui dana yang ada dipuskesmas
maupun di masyarakat . contoh: Jamkesmas,BPJS,ASKES,Kartu Indonesia
Sehat
g) Perlu pelatihan untuk kader posyandu usila, sehingga dapat secara
mandiri melaksanakan kegiatan posyandu usila
h) Perlu adanya sosialisasi ke masyarakat mengenai peran posyandu usila,
dan kegiatan apa saja yang ada didalamnya
2) Pencegahan dan penanggulangan Penyakit Gigi dengan nilai 83%d
disebabkan oleh:pembinaan dan bimbingan sikat gigi masal pada SA/MI
31%
Permasalhan
a) Jumlah SD/MI di UPT Puskesmas Karangan 25 Sekolah, sedangkan
petugas UKS jug bertugas di poli Gigi Puskesmas
b) Pendanaan untuk kegiatan UKS hanya sedikit, tidak dapat

mencakup

seluruh SD/MI
c) Belum semua SD dilatih dokter kecil, sehingga dapat membimbing
teman-temannya untuk berPHBS
Pemecahan
d) Perlu penjadwalan yang matang, sehinggan semua kegiatan dapat
terlaksana
i) Membuat perencananan kegiatan melalui dana yang ada dipuskesmas
maupun dimasyarakat. Contoh : Jamkesmas,BPJS,ASKES,Kartu Indonesia
Sehat

j) Mengadakan pelatihan dokter kecil bagi SD/MI yang belum dilatih dokter
kecil
2. Penilaian Kinerja Kurang
1. Promosi Kesehatan dengan nilai 88 %. Disebabkan program bayi
mendapatakan ASI Eksklusif 20%
Permasalhan
a) Perugas kurang mempromosikan pentingnya ASI Eksklusif
b) Pemerintah
kurang
tegas
menindak
produsen
memepromosikan

penggunaan

susu

formula

bagi

susu
bayi

usia

yang
0-6

bulan,maupun penyalur (petugas kesehatan) yang memeberiakan susu


formula pada bayi 0-6 bulan tanpa indikasi medis.
c) Kurangnya pengetahuan ibu tentang menyusui , kebanyakan wanita
adalah pekerja sehingga kadang pemberian ASI ekslusif hanya sampai
usia 3 bulan
Pencegahan
d) Sosialisasikan kepetugas dan pemegang program terkait untuk lebih giat
menginformasikan kepada masyarakat tentang pentingnya Asi ekskulsif.
e) Sosialisasikan ke masyarakat mengenai ASI ekskulsif
2. Upaya Pencegahan dan Pemberantasaan Penyakit Menular dengn nilai
80% Untuk program ISPA masih 0%,ABJ 60%
Permaslahan ISPA:
a) Petugas dan masyarakat kurang menegerti pnemonia
b) Kebanyakan pnemonia ditemukan di RS, karena biasanya sudah dalam
kondisi buruk,tidak dibawa lewat Puskesmas
c) Pendanaan program ISPA tidak ada
Pemecahan ISPA
d) Perlunya sosialisai pnemonia pada petugas dan masyarakat
e) Dibuat protap disgnosis pnemonia
f) Adanya jejaring surveilans pnemonia tingkat kabupaten
g) Membuat perencanan kegiatan melaui dana yang ada dipuskesmas
maupun dimasyarakat. Contoh Jamkesmas,BPJS,ASKES,Kartu Indonesia

a)
b)
c)
d)
3.
a)
b)
c)
d)

Sehat
Permaslah ABJ:
Gerakan PSN hanya terlaksana situasinonal bila ada kasus
Perilaku masyarakat yang masih kurang tentang PSN
Pemecahan ABJ
Menggalakkan kembali gerakan PSN
Sosialisasi PSN dimasyarakat secara rutin
Kesehatan Jiwa dengan nilai 92%
Permasalahan:
Pemahaman masyarakat tentang ganggguan jiwa masih kurang
Tidak semua petugas kesehatan mengetahui tentang gangguan jiwa
Pendanaan untuk kesehatan jiwa
Pemecahaan:
Sosialisasikan kepetugas dan pemegang program terkait untuk lehih giat
melakukan penyuluhan tentang gangguan jiwa ke masyarakat

e) Petugas lebih menigkatkan kinerja dalam hal perencanaan,pelaksanaan,


dan evaluasi
f) Petugas melakukan kunjungan rumah dan motivasi masyarakat agar
segera memeriksa keluarganya bila ada yang menderita gangguan jiwa
Untuk kinerja manjemen puskesmas, yang masih sedang adalah
manajemen alat dan obat. Berdasarkan sub variabel, disebabkan
inventarisasi barang diruangan belum ada, updating barang masih
kurang.
Permaslahan:
a) Kurangnya motivasi dari petugas inventaris barang untuk mendata
b) Tenanga rangkap
Pemecahan masalah:
c) Memonitor tugas pokok dan fungsi dari pengelola barang
d) Mengusulkan tambahan tenaga administrasi barang

A. Kesimpulan
Puskesmas karangan telah melaksanakan penilaian kinerja tahun 2014
dengan hasil sebagai berikut:
1. Kierja cakupan yankes dengan nilai 85,5% termasuk kategori kinerja
Cukup
2. Kierja kegiatan manajemen puskesmas dengan nilai 8,89% termasuk
kategori kierja Baik
3. Kinerja mutu yankes dengan nilai 10 termasuk kategori kinerja Baik
4. Dengan melihat gambaran diatas hasil kinerja UPT Puskesmas
Karangan tahun 2014 dapat dikategorikan perjenis kegiatan sebagai
berikut:
a) Kategori Kinerja Baik
Upaya Kesehatan Ibu dan Anak termasuk KB
Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
Upaya Pengobatan
Upaya Kesehatan Mata/ pencegahan Kebutaan
Upaya Kesehatan Usia Lanjut
Promosi Kesehatan
Kesehatan Jiwa
Upaya Pencegahan dan Pemerantasan Penyakit Menular
Pusling
b) Kategori Kinerja Cukup
Upaya Kesehatan Lingkungan
Upaya Pencegahan Penanggulangan Gigi
c) Kategori Kinerja Kurang
Upaya Kesehatan Mata
Upaya Kesehatan Telinga

d) Untuk

UKGS
Perawataan Kesehatan Masyarakat
PTM
UKS
Prolanis
kinerja manajemen puskesmas yang termasuk kinerja sedang

adalah manjemen alat dan obat

B. Saran dan Usul


Monitoring dan evaluasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten lebih

diaktifkan
Meningkatkan kerjasama lintas program dan lintas sektor serta
Diharapkan untuk tahun-tahun kedepan,masing-masing program
dapat

mengikatkan

hasil

kinerjanya,terutama

untuk

program-

program yang hasil pencapaian kegiatannya masih di bawah terget

sasaran
Untuk lebih mengikatakan kualitas pelayanan dan mengantisipasi
segala dampak pembangunan perlu dibuat upaya baru dalam

meneggulangi dan menghadap masalah masalah yang timbul


Sumber daya kesehatan perlu terus ditingkakan baik kulaitas
apapun

A. LATAR BELAKANG
Dalam rangka pemerataan pelayanan kesehatan dan pembinaan kesehatan
masyarakat telah d bangun puskesmas. Puskesmas adalah unit pelaksana teknis
dinas kesehatan kabupaten / kota yang bertanggung jawab menyelengarakan
pembagunan kesehatan di suatu wilayah kerja tertentu.
Puskesmas berfungsi sebagai :
1. Pusat penggerak pembangunan berwawasan ksehatan
2. Pusat pemberdayaan keluara dan masyarakat
3. Pusat pelayanan kesehatan strata pertama
Untuk menujang pelaksanaan fungsi dan penyelenggaraan upayanya,
puskesmas dilengkapi dengan instrumen manajemen yang terjadi terdiri
dari :
1. Perencanaan tingkat Puskesmas
2. Lokakrya Mini Puskesmas
3. Penilaian Kinerja Puskesmas Dan Manajemen Sumber Daya termasuk alat,
obar, keuangan dan Tenaga serta didukung dengan manajemen sistem
pencatatan dan pelaporan disebut sistem informasi manjemen Puskesmas
(SIMPUS) dan upaya pengikatan mutu pelayanan ( antara lain melalui
penerapan quality assurance ).
Puskesmas merupakan ujung
kesehatan,

memepunyai

peran

tombak
cukup

terdepan
besar

dalam

dalam

pembngunan

upaya

mencapai

pembangunan kesehatan. Untuk mengetahui tingakat kinerja Puskesmas,


perlu diadakan Penilaian Kinerja Puskesmas.

B. PENGERTIAN PENILAIAN KINERJA


Penilaian kierja Puskesmas adalah suatu upaya untuk melakukan penilaian
hasil kerja / prestasi puskesmas.
Pelaksanaan penilaian dimulai dari tingakt Puskesmas sebagai instrumen
mawas diri karena setiap puskesmas melalukan penilaian kinerjanya secara
mandiri, penilaian kinerja ini menggunakan

Change Managemen and

Innovations (CMI) Tool dari Kemitraan Partnership, adapun aspek penilaian


meliputi

data

dasar

pelayanan

publik,

transpransi,partisipasi,dan

akuntabilitas

C. TUJUAN DAN MANFAAT PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS


1. Tujuan
1) Tujuan Umum
Tercapainya tingkat kinerja puskemas yang berkualitas secara
optimal

dalam

mendukung

pencapian

tujuan

pembangunan

kesehatan kabupaten kota.


2) Tujuan Khusus
a) Untuk melakukan evaluasi sendiri (secara mandiri) tentang
kualitas pelayanan yang diberikan
b)
Hasil evaluasi menjadi dasar terhadap perbaikan pelayanan
c) Perbaikan pelayanan dapat dilakukan dengan jalan perbaikan
kebijakan

tentang

pelayanan

atau

intervensi

program/kegiatan untuk menigkatakan kualiatas pelayanan


2. Manfaat Penilaian Kinerja Puskesmas
1) Puskesmas mengetahui tingkat kinerja pelayanan yang telah
dilakukan
2) Puskesmas dapat melakukan identifikasi hal-hal apa saja yang
masih belum sempurna, dan dapat digunakan sebagai dasar
melakukan perbaikan pelayanan
3) Dinas kesehatan kabupaten /kota
mendukung kebutuhan

dapat

menetapkan

dan

puskesmas dalam hal penigkatan kinerja

pelayanan
D. RUANG LINGKUP PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS
Ruang lingkup kinerja puskesmas meliputi data dasar pelayanan
publik, trnsparansi, partisipasi, dan akuntabilitas
1. Transparansi
Indikator yang dipakai untuk menilai apakah
diberiakan

secara

transparan,

dalam

arti

pelayanan

prosedur

yang

layanan,

pembiayaan, dan proses pemberian layanan diketahui secara terbuka

oleh pengguna layanan sebelum mereka memperoleh layanan yang


dibutuhkan
2. Partisipasi
Indikator yang dipakai untuk meniali apakah dalam memberikan
pelayanan,penyedian

layanan

telah

melibatkan

masyarakat,baik

didalam perencanaan,implementasi dan evaluasi kinerja layanan yang


diberiakan
3. Akuntabilitas
Indikator yang dipakai untuk menialai apakah pelayanan publik yang
diberikan oleh penyedia layanan telah sesuai dengan standar norma
dan nilai yang dianut oleh masyarakat. Akuntabilitas dapat dilihat dai
sisi adminstratif (keuangan),legal,profesional dan moral.
BAB II
PELAKSANAAN PENILAIAN KINERJA
1. BAHAN DAN PEDOMAN
Bahan yang dipakai pada penilaian kinerja puskesmas adalah data
dasar pelayanan pubiik,transparansi, patisipasi, dan akuntabilitas
sedangkan

dalam

data,pengolahan

pelaksannya

data,

analisis

mulai

dari

hasil/masalah

pengumpulan
sampai

dengan

penyusunan laporan pedoman pada bahan Tranining CMI Dinas


Kesehatan Kabupaten Gunung kidul yang dilaksankan oleh Kemitraan
Partnership Desember 2008.
2. TENIS PELAKSANAAN
Teknis pelaksannaan penilaian kinerja puskesmas di Kabupaten
Landak tahun 2014,sebagai berikut :
a) Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan memasukkan data hasil kegiatan
puskesmas tahun 2014 ( jan s/d des 2014 ) dalam instrumen
evaluasi

internal

kualitas

pelayanan

bidang

kesehatan

(puskesmas)
b) Pengolahan Data
Setelah proses pengumpulan data selsai, dilanjutakan dengan
input instrumen data ke sofeware CMI Tool,sehingga didapatkan
hasil penilaian kinerja puskesmas.

BAB III
HASIL KINERJA UPT PUSKESMAS KARANGAN TAHUN 2014
Hasil kinerja UPT Karangan Tahun 2009 dapat kami sajikan
sebagaimana berikut ini :
1. TRANSPARANSI
Total Skor Transparansi
memeberiakan

21

pelayanan,institusi

ini

Transparansi
telah

Bagus

dalam

menunjukan

adanya

kesungguhan praktek transparansi pelayanan publik


Artinya masyarakat pengguna lanyanan mendapatkan informasi dalam
hal-hal

yang

prosedur

menyangkut,

pelayanan,

pengetahuan

biaya

layanan

mengetahui

atau

mengenai

identifikasi

petugas

pelayanan publik. Namun demikian praktek transparansi masih bisa


ditingkatkan kejenjang yang lebih tinggi.
2. PARTISIPASI
Total Skor Partisipasi :44,Partisipasi

Sangat

Bagus

Dalam

memberiakan pelayanan, institusi ini telah menjalankan praktek


keterlibatan masyarakat dalam pelayanan publik.
Artinya masyarakat pengguna layanan telah dilibatkan dalam hal-hal
yang

menyangkut,perencanaan,

proses

atau

evaluasi.

Dengan

kesadaran penuh dari para karyawannya untuk menjalankan Good


Governance.
3. AKUNTABILITASI
Total Skor Akuntabilitasi :61 Akuntabilitasi Sangat Bagus dalam
memberikan

pelayanan,

institusi

ini

telah

menjalankan

praktek

akuntabilitas pelayanan publik.


Artinya masyarakat pengguna layanan telah merasa sesuai dengan
standar

norma

dan

nilai

yang

dianut

oleh

masyarakat

yang

menyangkut,sisi adminstratif (keuangan),legal,profesional dan moral.


Dengan kesadaran penuh dari para karyawannya untuk menjalankan
Good Governance.
4.KUALITAS PELAYANAN
Total Skor Kualitas Pelayanan :126 Kualitas Pelayanan Sangat Bagus
dalam

memberikan

pelayanan,

instiusi

ini

pelayanan berkualitas dalam pelayanan publik

telah

menjalankan

Artinya,masyarakat pengguna layanan telah diberikan pelayanan


berkualitas dalam hal-hal yang menyangkut, transparansi,partisipasi
atau akuntabilitasi. Dengan kesadaran penuh dari para karyawannya
untuk menjalakan Good Governance.

BAB IV
KESIMPULAN
1.
2.
3.
4.

Transparansi dari Puskesmas Karangan adalah bagus


Partisisasi dari Puskesmas Karangan adalah sangat bagus
Akuntabilitas dari Puskesmas Karangan adalah sangat bagus
Kualitas pelayanan dari Pusksmas Karangan adalah sangat bagus