You are on page 1of 6

HAM

Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan hak-hak yang dimiliki manusia sejak ia
lahir yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat siapapun.Hak
Asasi merupakan sebuah bentuk anugrah yang diturunkan oleh Tuhan sebagai
sesuatu karunia yang paling mendasar dalam hidup manusia yang paling berharga.
Hak Asasi dilandasi dengan sebuah kebebasan setiap individu dalam menentukan
jalan hidupnya, tentunya Hak asasi juga tidak lepas dari kontrol bentuk normanorma yang ada. Hak-hak ini berisi tentang kesamaan atau keselarasan tanpa
membeda-bedakan suku, golongan, keturunanan, jabatan, agama dan lain
sebagainya antara setiap manusia yang hakikatnya adalah sama-sama makhluk
ciptaan Tuhan.

Prinsip HAM
1. Universal dan tak dapat dicabut
2. Saling terkait
3. Tidak dapat dibagi
4. Kesetaraan dan non-Diskriminatif
5. Partisipasi dan Inklusi
6. Akuntabilitas dan Rule of Law
Macam macam HAM

1. Hak asasi pribadi (Personal Right)


Contoh : hak kemerdekaan, hak menyatakan pendapat, hak
memeluk agama
2. Hak asasi politik (Political Rights) yaitu hak untuk diakui sebagai warga
Negara
Misalnya : memilih dan dipilih, hak berserikat dan hak
berkumpul.
3. Hak asasi ekonomi (Property Rights)
Misalnya : hak memiliki sesuatu, hak mengarahkan
perjanjian, hak bekerja dan mendapatkan hidup yang layak.
4. Hak asasi sosial dan kebuadayaan (Sosial & Cultural Rights).
Misalnya : mendapatkan pendidikan, hak mendapatkan
santunan, hak pensiun,, hak mengembangkan kebudayaan dan hak
berkspresi.
5. Hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan
Pemerintah (Rights Of Legal Equality)
6. Hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum.

UUD yang mengatur HAM

Pasal 27 ayat (1)"...segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam


hukum dan pemerintaahan dan wajib menjunjung hukum itu dengan tidak
ada pengecualiannya.

Pasal 27 ayat (2)"...Tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan


penghidupan yang layak bagi kemanusiaan

Pasal 27 ayat (3), Setiap warga negara berhak ikut serta dalam upaya
pembelaan negara

Pasal 28, dalam pasal ini terkandung hak-hak warga negara sebagai berikut :

1. Hak tuk berorganisasi


2. Berkumpul, meliputi berkumpul dalam ruangan, misal diskusi, rapat,
komfrensi,, dan lain-lain. Berkumpul diluar ruangan, misalnya kampanye,
pawai, demonstrasi dan lain-lain.
3. Mengeluarkan pendapat secara lisan, misalnya menyampaikan lansung
kepada yang bersangkutan, audiens di muka DPR, dan lain-lain. Secara
tulisan, misalnya melalui media massa, petisi atau pamplet, dan meda cetak
lainnya.

Pasal 28A, setiap orang berhak untuk hidup serta berhak untuk
mempertahankan hidup dan kehidupannya.

Pasal 28B ayat (1) setiap orang berhak membentuk kelauarga dan
melanjutkan keterunan melalui perkawinan yang sah

Pasal 28B ayat (2) setiap anak berhakatas kelangsungan hidup, tumbuh dan
berkembang serta berhak atas perlindungan atas kekerasan dan diskriminasi

Pasal 28C ayat (1) setiap orang berhak mengembangkan diri melalui
pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan
memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan tekhnologi, seni dan
budaya, demi meningkatkan kwalitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat
manusia.

Pasal 28C ayat (2) setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam
memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat,
bangsa dan negaranya.

Pasal 28D ayat (1) setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan,
perindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama
dihadapan hukum

Pasal 28D ayat (2) setiap orang berhak untuk bekerja erta mendapat imbalan
dan perlakuan yang adil dan ayak dalam hubungan kerja

Pasal 28D ayat (3) setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan
yang sama dalam pemerintahan

Pasal 28D ayat (4) setiap orang berhak atas status kewarganegaraan

Pasal 28E ayat (1) setiap orang bebas memeluk agama dan beribadah
menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan,
memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan
meninggalkannya, serta berhakk kembali.

Pasal 28E ayat (2) setiap orang bebas atas kebebasan meyakini kepercayaan,
menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.

Pasal 28E ayat (3) setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpl
dan mengeluarkan pendapat.

Pasal 28F setap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh


informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, sera
berhak untuk mencari, memperoleh memiliki, menyimpan, mengolah, dan
menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang
tersedia.

Pasal 28G ayat (1) setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi,
keluarga kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah
kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman
kekuatan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak
asasi.

Pasal 28G ayat (2) setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau
perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak
memperoleh suaka politik dari negara lain.

Pasal 28H ayat (1) setiap bertempat tinggal, orang berhak hidup sejahtera
lahir batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik
dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

Pasal 28H ayat (2) setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan
khusus dan untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna
mencapai persamaan dan keadilan.

Pasal 28H ayat (3) setiap orang berhak atas jaminan sosial yang
memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang
bermartabat.

Pasal 28H ayat (4) setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak
milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh
siapapin.

Pasal 28I ayat (1) hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan
pikiran danhati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk
diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas
dasar hukum yang berlaku surat adalah hak asasi manusia yang tidak dapat
dikurangi dalam keadaan apapun.

Pasal 28I ayat (2) hak untuk tidak diperlakukan secara diskriminatif.

Pasal 28I ayat (3) hak mendapat penghormatan identitas budaya dan hak
masyarakat tradisional.

Pasal 28I ayat (4) hak mendapatkan perlindungan, pemajuan, penegakan,


dan pemenuhan hak asasi.

Pasal 28I ayat (5) hak jaminan terhadap jaminan hak asasi manusia sesuai
dengan prinsip negara hukum yang demokratis.

Pasal 29 ayat (2) ".... Negara menjamin tiap-tiap penduduk untuk memeluk
agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agamanya dan
kepercayaan itu". Pasal ini merupakan pencerminan hak asasi pribadi
(personal rights) dalam memilih, menentukan dan memeluk sesuatu agama
sesuatu agama sesuai dengan keyakinannya.

Pasal 30 ayat (1) tiap-tiap warga negara berhak dalam usaha pertahanan
keamanan negara.

Pasal 31 ayat (1) "...tiap-tiap warga negara berhak mendapat pendidikn".


Pasal ini merupakan pengakuan dan jaminan hak memperoleh pendidikan.

Pasal 31 ayat (2) "...Pemerintah wajib membiayai pendidikan dasar".

Pasal 33, hak dalam bidang ekonomi

Pasal 32, hak dalam bidang kebudayaan.

Pasal 34, hak dalam bidang sosial.

Kasus pelanggaran HAM

Tragedi Trisakti terjadi pada 12 Mei 1998. Peristiwa ini berkaitan dengan
gerakan di era reformasi yang gencar disuarakan di tahun 1998. Gerakan tersebut
dipicu oleh krisis moneter dan tindakan KKN presiden Soeharto, sehingga para
mahasiswa kemudian melakukan demo besar-besaran di berbagai wilayah yang
kemudian berujung dengan bentrok antara mahasiswa dengan aparat kepolisian.
Tragedi ini mengakibatkan (4 mahasiswa meninggal dan puluhan lainnya
luka-luka). Tragedi Semanggi I terjadi pada 11-13 November 1998 (17 orang warga
sipil meninggal) dan tragedi Semanggi II pada 24 September 1999 (1 orang
mahasiswa meninggal dan 217 orang luka-luka).
Mereka tewas tertembak di dalam kampus, terkena peluru tajam di tempattempat vital seperti kepala,tenggorokan, dan dada.

Hubungan HAM dengan pancasila Buddhis


Hak Asai Manusia tidak hanya menyangkut interaksi antar-umat manusia,
tetapi juga berhubungan dengan alam sekitarnya. Apabila alam sekitarnya rusak
maka umat manusia akan menghadapi malapetaka. Tidakkah alam juga memasuki
hak asasi sendiri. Bagi umat Buddha, memiliki batin yang luhur (brahma-Vihara) dan
melaksanakan Pancasila berarti menghargai dan melindungi Hak Asasi Manusia.
Agar persoalan hak asasi manusia dapat didudukan pada tempatnya secara benar,
manusia harus memiliki kebebasan internal yang bersifat spiritual, bebas dari
keserakahan, kebencian, kebodohan atau pandangan yang keliru. Mereka yang
berjuang untuk menegakkan hak asasi manusia pun tidak boleh dipengaruhi oleh
perasaan benci dan permusuhan.

Agama Buddha sangat menaruh peduli terhadap hak asasi


setiap bentuk kehidupan hingga makhluk sekecil apapun.
Agar persoalan HAM dapat didudukan pada tempatnya

secara benar, manusia harus memiliki kebebasan internal


yang bersifat spiritual, bebas dari keserakahan,
kebencian, kebodohan atau pandangan yang keliru.
Mereka yang berjuang untuk menegakkan HAM pun tidak
boleh dipengaruhi oleh perasaan benci dan permusuhan.