You are on page 1of 6

APPENDIKS

Data Fisik
Massa Jenis Air pada 28 C : 0,9962365 gr/ml = 996,2365 kg/m3
Viskositas Air pada 28 C : 0,000836 kg/m.s
Massa Jenis Silika
Massa jenis silika diperoleh dengan menimbang sejumlah massa silika dan
kemudian mengukur volumenya dengan memasukkan silika tersebut ke dalam
gelas ukur yang berisi sejumlah volume air tertentu. Pertambahan volume air
kemudian diukur.
Tabel A.1 Data Perhitungan Massa Jenis Silika
Mesh
40/70
140/200

Massa Silika
Tertimbang (gr)
5,6925
6,048
Massa Jenis Rerata

Volume Silika

Massa jenis

(ml)
3
3,5

Silika (gr/ml)
1,725
1,728
1,7265

Contoh Perhitungan Densitas :


=

m 5,69255
gr
=
=1,725
v
3,3
ml

1,725+1,728
gr
=1,7265 =1726,5 kg /m3
2
ml

Selanjutnya selama proses perhitungan massa jenis silika yang digunakan adalah
massa jenis yang diperoleh dari proses pengukuran ini yaitu 1726,5 kg/m3.
Massa Jenis Bleaching Earth
Massa Jenis Bleaching Earth diperoleh melalui metode yang sama dengan
pengukuran massa jenis silika.

A-1

Tabel A.2 Data Perhitungan Massa Jenis Bleaching Earth


Massa Bleaching

Volume

Massa Jenis

Earth Tertimbang (gr)

Bleaching Earth

(gr/ml)

2,012

(ml)
1,5

1,341333

Contoh Perhitungan
=

m 2,012
gr
kg
=
=1,341 =1341,333333 3
v
1,5
ml
m

Selanjutnya selama proses perhitungan massa jenis bleaching earth yang


digunakan adalah massa jenis yang diperoleh dari proses pengukuran ini yaitu
1341,33333 kg/m3.
Koefisien Drag (Cd)
Untuk mendapatkan nilai koefisien drag maka diperlukan proses trial yang
didapatkan melalui persamaan berikut :
Contoh proses trial untuk silika 2% pada spitkazten 1, Dp = 4,4571 x 10-5 m
Persamaan 1

Nre=

x Dp x v

Nre=

996,2365 x 4,4571 x 105 x v


0,000836

Nre=53,11394383 v

Persamaan 2

A-2

V=

4 x ( p ) x g x D p
3 x Cd x

V 2=

4 x ( 1726,5996,2365 ) x 9,8066 x 4,4571 x 105


3 x C d x 996,2365

C d=

0,00042719
v2

Kedua persamaan tersebut kemudian digunakan pada proses trial, untuk proses
trial pertama digunakan v = 0,01 m/s. Nilai v tersebut dimasukkan ke persamaan 1
dan 2 sehingga didapatkan :
Persamaan 1
Nre=53,11394383 v

Nre=53,11394383 x 0,01
Nre=0, 5311394383

Persamaan 2
C d=

0,0004272
v2

C d=

0,0004272
0,012

C d=4,272

Untuk trial kedua digunakan v = 0,0003 m/s dan nilai v tersebut dimasukkan ke
dalam persamaan 1 dan 2 sama seperti sebelumnya.
Persamaan 1
Nre= 53,11394383 v

A-3

Nre= 53,11394383 x 0,0003

Nre=0,01593
Persamaan 2

C d=

0,0004272
v2

C d=

0,0004272
0,0003 2

C d=4746,66287

Nilai Nre dan Cd pada trial pertama dan pada trial kedua menjadi 2 titik yang
berbeda yang akan dimasukkan pada grafik Nre vs Cd

Gambar A.1 Kurva Nre vs Cd


Dari kedua titik tersebut dibuat garis lurus yang kemudian memotong kurva Nre
vs Cd. Kurva tersebut menyatakan hubungan C d vs Nre untuk partikel berbentuk
bola. Pada titik potong tersebut maka didapatkan nilai Cd sesungguhnya dari

A-4

partikel pada konsentrasi silika 2% dan pada spitkazten 1 pada kecepatan terminal
sesungguhnya. Nilai Cd sesungguhnya adalah 1850.
Pada nilai Cd didapat nilai kecepatan terminal :

C d=

0,0003837
v2

1850=

0,0003837
v2

v =0,00048054

m
s

Kemudian didapat nilai Nre pada kecepatan tersebut yang adalah :


Nre=53,11394383 v
Nre=53,11394383 x 0,000 48054

Nre=0,02 552362

Pada setiap corong spitkazten, terukur diameter lubang inlet air murni pada bagian
bawah corong adalah 0,77 mm, sehingga dapat dihitung luasan saluran air sebagai
berikut :
1
A= x x d 2
4
1
A= x x 0,772=0,46566 mm 2=0,46566 x 104 dm2
4
Laju alir volumetrik inlet air murni adalah 2 Liter/menit (laju alir terbagi pada tiga
corong spitkazten), konversi satuan kecepatan aliran air masuk dilakukan seperti
berikut :

A-5

dm
1
1 menit 1 m 1
m
v air =2
x
x
x
x =23,9
4
2
menit 0,465 x 10 dm
60 s
10 dm 3
s

A-6