You are on page 1of 15

Helium (He): Fakta, Sifat, Penggunaan & Efek Kesehatannya

Amazine.co - Online Popular Knowledge

Helium (He)
Baca juga

Aluminium: Sejarah, Karakteristik, dan Penggunaannya


Materi Penyusun Bintang: Apakah Bahan Pembuat Bintang?
Persamaan dan Perbedaan antara Gas Propana dan Butana

Fakta Singkat Helium

Nomor atom: 2

Massa atom: 4,00260 g/mol

Elektronegativitas menurut Pauling: tidak diketahui

Titik lebur: 272,2 (26 atm) C

Titik didih: 268,9 C

Radius Vanderwaals: 0.118 nm

Radius ionik: tidak diketahui

Isotop: 2

Energi ionisasi pertama: 2372 kJ/mol

Ditemukan oleh: Sir Ramsey pada tahun 1895


Sifat Kimia & Fisika Helium

Helium merupakan salah satu gas mulia kelompok O dalam tabel periodik. Gas ini
merupakan unsur paling ringan kedua setelah hidrogen.

Sumber helium utama dunia adalah serangkaian ladang gas alam di Amerika
Serikat.

Helium adalah gas tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna, dan tidak beracun.
Gas ini kurang larut dalam air dibandingkan gas lainnya.

Helium merupakan unsur kurang reaktif dan hampir tidak membentuk senyawa
kimia dengan unsur lain.

Kepadatan dan viskositas uap helium sangat rendah, sedangkan konduktivitas


termik dan kandungan kalorinya sangat tinggi.

Helium bisa dicairkan namun harus dilakukan dalam suhu amat rendah dan tekanan
tinggi.

Helium adalah unsur paling melimpah kedua di alam semesta, setelah hidrogen.
Helium menyumbang 23% dari semua massa dasar alam semesta.

Helium terbentuk di bumi oleh peluruhan radioaktif alami unsur yang lebih berat.
Sebagian besar helium ini bermigrasi ke permukaan dan memasuki atmosfer.

Namun demikian, berat molekul yang rendah memungkinkan helium untuk terlepas
ke ruang angkasa pada tingkat yang sama dengan laju pembentukannya.
Penggunaan Helium

Helium memiliki berbagai sifat unik seperti titik didih rendah, kepadatan rendah,
kelarutan yang rendah, konduktivitas termal tinggi, dan tidak reaktif.

Helium adalah gas pertama yang digunakan untuk mengisi balon karena sifatnya
yang lebih ringan dari udara.

Penggunaan utama helium adalah sebagai gas pelindung inert dalam pengelasan
autogenous.

Potensi terbesar helium juga ditemukan dalam aplikasi yang membutuhkan suhu
sangat rendah. Helium adalah satu-satunya pendingin yang mampu mencapai suhu
lebih rendah dari 15 Kelvin.

Aplikasi utama dari suhu amat rendah adalah dalam menciptakan suasana
superkonduktivitas, di mana tahanan terhadap fluks listrik hampir nol.

Helium juga digunakan sebagai gas penekan dalam propelan cair untuk roket,
dalam campuran helium-oksigen bagi para penyelam, sebagai fluida pendingin di
reaktor nuklir, dan sebagai gas pembawa dalam analisis kromatografi gas.
Efek Kesehatan Helium

Helium dapat diserap ke dalam tubuh jika terhirup.

Saat terhirup, gas ini akan menyebabkan suara menjadi tinggi, pusing, sakit kepala,
dan perasaan tercekik.

Kontak helium cair pada kulit bisa memicu radang dingin (frostbite) dan dalam
kasus parah membutuhkan amputasi anggota tubuh.[]
Neon (Ne): Fakta, Sifat, Kegunaan & Efek Kesehatannya

Amazine.co - Online Popular Knowledge

Neon (Ne)
Baca juga

Materi Penyusun Bintang: Apakah Bahan Pembuat Bintang?


Apa itu TV Plasma? Cara Kerja, Kelebihan & Kekurangannya
Apa itu Gas Mulia? Karakteristik, Kegunaan & Contohnya

Fakta Singkat Neon

Nomor atom: 10

Massa atom: 20,179 g/mol

Elektronegativitas menurut Pauling: tidak diketahui

Kepadatan: 0,9*10 -3 g/cm3 pada 20 C

Titik lebur: -249 C

Titik didih: -246 C

Radius Vanderwaals: 0,16 nm

Radius ionik: tidak diketahui

Isotop: 3

Energi ionisasi pertama: 2080 kJ/mol

Energi ionisasi kedua: 3952 kJ/mol

Potensial standar: 6122 kJ/mol

Ditemukan oleh: Sir Ramsay pada tahun 1898


Sifat Kimia dan Fisika Neon

Neon adalah gas mulia teringan kedua setelah helium.

Gas ini berwarna oranye kemerahan saat dimasukkan dalam tabung vakum dan
dalam lampu neon.

Kapasitas pendingin neon 40 kali lebih besar dari helium cair dan 3 kali hidrogen
cair (per unit volume).

Neon merupakan refrigeran lebih murah daripada helium di sebagian besar aplikasi.

Meskipun pada umumnya tidak reaktif (inert), gas ini dapat membentuk senyawa
eksotis dengan fluor di laboratorium.

Belum diketahui secara pasti apakah terdapat senyawa neon di alam akibat sifatnya
yang tidak reaktif.

Meskipun neon adalah unsur paling melimpah keempat di alam semesta, atmosfer
bumi hanya mengandung 0,0018% neon.
Penggunaan Neon

Warna oranye kemerahan yang dipancarkan oleh neon secara luas digunakan untuk
membuat lampu iklan dan display lainnya.

Kegunaan lain dari neon meliputi sebagai indikator tegangan tinggi, penangkal
petir, tabung meteran gelombang, dan tabung televisi.

Neon dan helium digunakan untuk membuat suatu jenis laser gas.

Neon cair juga secara komersial digunakan sebagai refrigeran kriogenik.


Efek Kesehatan Neon

Neon bisa terhirup melalui pernapasan. Neon yang terlepas dalam ruangan tertutup
bisa memicu sesak napas.

Kontak kulit dengan neon cair yang bersuhu amat rendah bisa menyebabkan
radang dingin (frostbite).

Neon yang terhirup dalam jumlah besar akan memicu pusing, mual, muntah,
kehilangan kesadaran, dan kematian.

Dalam ruangan yang tertutup, neon yang terlepas bisa mengurangi konsentrasi
oksigen di udara.

Konsentrasi oksigen yang hilang hingga 75% bisa berakibat fatal (kematian).
Dampak Lingkungan Neon

Neon adalah gas atmosfer langka dan dengan demikian tidak beracun serta bersifat
inert.

Neon tidak menimbulkan ancaman bagi lingkungan karena tidak membentuk


senyawa kimia dengan unsur lain.[]
Argon (Ar): Fakta, Sifat, Kegunaan & Efek Kesehatannya

Amazine.co - Online Popular Knowledge

Argon (Ar)
Baca juga

Apa itu Gas Mulia? Karakteristik, Kegunaan & Contohnya


Unsur Apakah yang Memiliki Titik Beku Terendah?
Sifat Helium: Karakteristik Gas Mulia Paling Sederhana

Fakta Singkat tentang Argon

Nomor atom: 18

Massa atom: 39,948 g/mol

Elektronegativitas menurut Pauling: tidak diketahui

Kepadatan: 1,78.10^-3 g/cm3 pada 0 C

Titik lebur: -189 C

Titik didih: -185,7 C

Radius Vanderwaals: 0,192 nm

Radius ionik: tidak diketahui

Isotop: 6

Energi ionisasi pertama: 1520 kJ/mol

Energi ionisasi kedua: 2665,8 kJ/mol

Energi ionisasi ketiga: 3931 kJ/mol

Ditemukan oleh: Sir Ramsay pada tahun 1894


Sifat Kimia dan Fisika Argon

Argon diduga terdapat dalam udara oleh Henry Cavendish pada tahun 1785, tapi
tidak ditemukan sampai tahun 1894 oleh Lord Rayleigh dan Sir William Ramsay.

Argon adalah gas mulia ketiga dan berkontribusi pada sekitar 1% atmosfer bumi.

Argon memiliki kelarutan mirip oksigen dan sekitar 2,5 kali lebih mudah larut dalam
air dari nitrogen.

Unsur kimia inert ini tidak berwarna dan tidak berbau baik dalam bentuk cair dan
gas. Argon biasanya diperoleh melalui fraksinasi udara cair.

Sebagai informasi, atmosfer Mars mengandung 1,6% Ar-40 dan 5 ppm Ar-36.

Dalam atmosfer bumi, Ar-39 tercipta oleh aktivitas sinar kosmik. Dalam lingkungan
bawah permukaan, argon dihasilkan melalui penangkapan neutron oleh K-39 atau
emisi alpha oleh kalsium.

Argon-37 dihasilkan dari peluruhan kalsium-40, hasil dari ledakan nuklir bawah
tanah.

Argon juga hadir dalam sebagian mineral kalium karena peluruhan radioaktif isotop
kalium-40.
Penggunaan Argon

Argon tidak bereaksi dengan filamen bola lampu bahkan pada suhu tinggi, sehingga
digunakan sebagai gas pengisi bola lampu.

Argon juga memiliki nilai penting bagi industri logam dan digunakan sebagai perisai
gas inert dalam arc welding dan pemotongan logam.

Kegunaan lain argon adalah sebagai selimut non-reaktif dalam pembuatan titanium
dan unsur reaktif lainnya, serta sebagai atmosfer pelindung untuk menumbuhkan
kristal silikon dan germanium.

Argon-39 telah digunakan untuk sejumlah aplikasi, terutama ice coring.

Unsur ini digunakan pula dalam scuba diving untuk mengembangkan drysuit karena
sifatnya yang tidak reaktif serta kemampuannya mengisolasi panas.

Argon juga digunakan untuk gas pengisi ban mobil-mobil mewah.


Efek Kesehatan Argon

Argon bisa terhirup dan masuk ke dalam tubuh. Jika terhirup pada ruangan tertutup,
korban bisa lemas karena kekurangan oksigen akibat didesak oleh argon.

Efek lain yang mungkin timbul saat menghirup argon adalah pusing, sakit kepala,
sesak nafas, mual, muntah, kehilangan kesadaran, dan pada kasus parah
mengakibatkan kematian.

Kematian bisa terjadi akibat kesalahan dalam penilaian, kebingungan, atau


kehilangan kesadaran sehingga mencegah upaya penyelamatan diri.
Dampak Lingkungan Argon

Tidak ada kerusakan ekologis yang diketahui yang disebabkan oleh argon.

Argon merupakan gas yang terjadi secara alami dan akan terlarut dengan cepat di
area yang memiliki ventilasi baik.

Efek dari argon pada tanaman atau hewan belum diketahui. Argon juga diyakini
tidak membahayakan kehidupan air.[]

Kripton (Kr): Fakta, Sifat, Kegunaan & Efek Kesehatannya

Amazine.co - Online Popular Knowledge

Kripton
Baca juga

Aluminium: Sejarah, Karakteristik, dan Penggunaannya


Apa itu Gas Mulia? Karakteristik, Kegunaan & Contohnya
Unsur Apakah yang Memiliki Titik Beku Terendah?

Fakta Singkat Kripton

Nomor atom: 36

Massa atom: 83,80 g/mol

Densitas: 3,73 10-3 g/cm3 pada 20 C

Titik lebur: -157 C

Titik didih: -153 C

Radius Vanderwaals: 0,197 nm

Isotop: 15

Energi ionisasi pertama: 1351 kJ/mol

Energi ionisasi kedua: 2350,4 kJ/mol

Energi ionisasi ketiga: 3565 kJ/mol

Ditemukan oleh: Sir Ramsay pada tahun 1898


Sifat Kimia dan Fisika Kripton

Kripton terdapat di udara dengan konsentrasi sekitar 1 ppm. Gas ini ditandai
dengan spektrum garis-garis cerah hijau dan oranye.

Pada tahun 1960, disepakati secara internasional bahwa satuan dasar panjang,
meter, didefinisikan sebagai 1 m = 1.650.763,73 panjang gelombang (dalam
vakum) dari garis oranye-merah Kr-33.

Dalam kondisi normal, kripton merupakan gas tidak berwarna, tidak berbau, dan
berharga cukup mahal.

Kripton padat berwujud zat kristal putih dengan struktur kubus, seperti pada
umumnya gas mulia lainnya.

Senyawa kripton umumnya tidak stabil, kecuali diisolasi dalam matriks pada suhu
yang sangat rendah.

Kripton mungkin merupakan salah satu gas paling langka di atmosfer. Terdapat total
lebih dari 15 miliar ton gas ini di atmosfer dengan sekitar 8 ton per tahun diekstrak
melalui udara cair.

Penggunaan Kripton

Kripton digunakan untuk mengisi bola lampu listrik yang menggunakan campuran
kripton dan argon.

Kripton juga digunakan dalam lampu proyeksi fotografi, dalam lampu energi tinggi
seperti yang digunakan di bandara dan di strobo-lamp karena memiliki respon yang
sangat cepat pada arus listrik.

Campuran isotop stabil dan tidak stabil kripton dihasilkan oleh fisi neutron lambat
uranium dalam reaktor nuklir sebagai Kripron-85, isotop yang paling stabil.

Kripton juga digunakan untuk mendeteksi kebocoran dalam wadah tertutup, untuk
merangsang fosfor dalam sumber cahaya tanpa memerlukan energi dari luar, dan
dalam kedokteran untuk mendeteksi bukaan jantung abnormal.
Efek Kesehatan Kripton

Gas ini bersifat inert dan diklasifikasikan sebagai gas yang menyebabkan sesak
nafas ringan.

Inhalasi dalam konsentrasi berlebihan dapat menyebabkan pusing, mual, muntah,


kehilangan kesadaran, dan bahkan kematian.

Kematian bisa terjadi akibat kesalahan dalam penilaian, kebingungan, atau


kehilangan kesadaran yang mencegah penyelamatan diri.

Pada konsentrasi oksigen rendah, ketidaksadaran dan kematian dapat terjadi dalam
hitungan detik tanpa peringatan.

Pengaruh gas sesak nafas ringan sebanding dengan sejauh mana kripton
mengurangi jumlah (tekanan parsial) oksigen di udara yang dihirup.

Oksigen dapat berkurang sampai 75% dari persentase normal di udara dan
berpotensi berakibat fatal dalam hitungan menit.

Ketika gas ini mencapai konsentrasi 50%, berbagai gejala mulai terlihat seperti
sesak nafas ringan, pernapasan yang cepat, dan kelaparan udara (air hunger).

Gejala lain meliputi berkurangnya kewaspadaan mental dan terganggunya


koordinasi otot.
Dampak Lingkungan Kripton

Kripton adalah gas atmosfer langka, tidak beracun, dan bersifat inert.

Gas pada suhu dingin yang ekstrim (-244 derajat C) akan membekukan organisme
saat terjadi kontak, meskipun hal ini hampir mustahil terjadi secara alami.[]
sifat Kimia
Reaksi dengan air

Xenon tidak bereaksi dengan air, tetapi sangat sedikit larut dalam air sekitar 108.1
cm3 kg-1 at 20C (293 K)
Reaksi dengan udara

Xenon tidak bereaksi dengan udara.


Sifat fisik
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Sifat fisika adalah segala aspek dari suatu objek atau zat yang dapat diukur atau
dipersepsikan tanpa mengubah identitasnya. Sifat fisik dapat berupa sifat intensif
atau ekstensif. Sifat intensif tidak tergantung pada ukuran dan jumlah materi pada

objek, sedangkan sifat ekstensif bergantung pada hal tersebut. Sebagai tambahan,
suatu sifat dapat pula berupa isotropik jika nilainya tidak tergantung arah
pengamatan atau anisotropik jika sebaliknya.