You are on page 1of 3

3.

4 Divisi Kolam Rizofiltrasi Lanjut


3.4.2 Program Kerja 'Peningkatan estetika dan green coverage kolam dengan cara harvesting tanaman
Typha, Scirpus, dan teratai kolam serta perawatan tanaman Hydrilla'
A. Deskripsi Program Kerja
Rhizofiltrasi adalah proses penyerapan polutan oleh tanaman. Kondisi awal
kolam Rizofiltrasi lanjut didominasi dengan tanaman Typha, Scirpus, dan teratai serta
Hydrilla. Tanaman Scirpus sebagai tanaman hiperakumulator yaitu tanaman yang secara
alami mampu mengakumulasi logam dalam jumlah besar. Sama halnya dengan Scirpus,
Typha memiliki kemampuan tinggi untuk mengangkut bahan pencemar yang terdapat di
kolam. Kedua tanaman tersebut mampu tahan terhadap berbagai macam bahan polutan seperti
logam berat, Hg, Pb, Cn, Mn, Mg dan mampu mengakumulasikannya dalam jaringan dengan
jumlah yang tinggi. Selain itu juga didukung dengan penanaman teratai untuk meningkatkan
kadar oksigen (DO) pada kolam fitorhizofiltrasi lanjut, serta adanya Hydrilla juga mampu
menurunkan kandungan logam-logam yang ada didalam kolam, semakin banyak tanaman
Hydrilla yang tumbuh, maka semakin cepat pula proses penyerapannya.
Program kerja ini dilakukan untuk mencapai salah satu dari sekian tujuan KKN-K
yaitu untuk meningkatkan kualitas air kolam fitoremediasi yang digunakan untuk irigasi
pertanian masyarakat. Untuk tanaman Thypa dan Scirpus dilakukan harvesting atau

pemangkasan di bagian ujung hingga tengah dari tanaman tersebut, dengan tujuan
untuk mengembalikan kondisi tanaman dalam kondisi juvenile sehingga diharapkan \
tanaman mampu menurunkan kadar polutan air dapat meningkat dan juga untuk
meningkatkan nilai estetika dari kolam Fitorhizofiltrasi lanjut.
B. Capaian Program Kerja
Capaian dari program kerja ini mencapai target yang ditentukan yaitu 75% tanaman
menjadi rapi dan juvenile tanaman Thypa, Scirpus dan teratai dapat tumbuh dengan subur,
Sehingga proses penyaringan air pada Kolam FitoRizofiltrasi lanjut juga dapat berjalan
dengan lancar. Kondisis awal sebelum perapian dan kondisi akir setelah perapian dari

kolam rizofiltrasi lanjut lanjut dapat didokumentasikan dengan baik.

Gambar . Kondisi kolam rhizofiltrasi lanjut (Kiri) (a) Sebelum dilakukan perapian (b) Setelah
dilakukan perapian

Gambar . Kondisi kolam rhizofiltrasi lanjut (Kanan) (a) Sebelum dilakukan perapian (b)
Setelah dilakukan perapian