You are on page 1of 17

HAMA dan PENYAKIT PISANG

Teknis Budidaya
3 Comments
Dilihat sebanyak : 13,465 Kali

HAMA dan PENYAKIT PISANG Budidaya Petani.


Hama Tanaman Pisang
1.
Ulat daun (Erienota thrax.)
o
Bagian yg diserang adalah daun.
o
Gejala: daun menggulung seperti selubung & sobek hingga tulang daun.
o
Pengendalian: dengan menggunakan insektisida yg cocok belum ada, dapat
dicoba dengan insektisidaMalathion.

Uret kumbang (Cosmopolites sordidus)


o
Bagian yg diserang adalah kelopak daun, batang.
o
Gejala: lorong-lorong ke atas/bawah dlm kelopak daun, batang pisang penuh
lorong.
o
Pengendalian: sanitasi rumpun pisang, bersihkan rumpun dari sisa batang pisang,
gunakan bibit yg telah disucihamakan.

Nematoda (Rotulenchus similis, Radopholus similis).


o
Bagian yg diserang adalah akar.
o
Gejala: tanaman kelihatan merana, terbentuk rongga atau bintik kecil di dlm akar,
akar bengkak.
o
Pengendalian: gunakan bibit yg telah disucihamakan, tingkatkan humus tanah &
gunakan lahan dengan kadar lempung kecil.

Ulat bunga & buah (Nacoleila octasema.)


o
Bagian yg diserang adalah bunga & buah.
o
Gejala: pertumbuhan buah abnormal, kulit buah berkudis. Adanya ulat sedikitnya
70 ekor di tandan pisang.
o
Pengendalian: dengan menggunakan insektisida.
Penyakit Tanaman Pisang
1.
Penyakit darah
o
Penyebab: Xanthomonas celebensis (bakteri). Bagian yg diserang adalah
jaringan tanaman bagian dalam.
o
Gejala: jaringan menjadi kemerah-merahan seperti berdarah.
o
Pengendalian: dengan membongkar & membakar tanaman yg sakit.

Panama
Penyebab: jamur Fusarium oxysporum. Bagian yg diserang adalah daun.

Gejala: daun layu & putus, mula-mula daun luar lalu daun di bagian dalam,
pelepah daun membelah membujur, keluarnya pembuluh getah berwarna hitam.
o
Pengendalian: membongkar & membakar tanaman yg sakit.
o

o
o

o
o
o

Bintik daun
Penyebab: jamur Cercospora musae. Bagian yg diserang adalah daun dengan
gejala bintik sawo matang yg makin meluas.
Pengendalian: dengan menggunakan fungisida yg mengandung Copper oksida
atau Bubur Bordeaux (BB).
Layu
Penyebab: bakteri Bacillus . Bagian yg diserang adalah akar.
Gejala: tanaman layu & mati.
Pengendalian: membongkar & membakar tanaman yg sakit.

Daun pucuk
Penyebab: virus dengan perantara kutu daun Pentalonia nigronervosa. Bagian yg
diserang adalah daun pucuk.
o
Gejala: daun pucuk tumbuh tegak lurus secara berkelompok.
o
Pengendalian: cara membongkar & membakar tanaman yg sakit.
7.3. Gulma
Tidak lama setelah tanam & setelah kanopi dewasa terbentuk, gulma akan menjadi persoalan yg
harus segera diatasi. Penanggulangan dilakukan dengan:
1.
Penggunaan herbisida seperti Paraquat, Gesapax 80 Wp, Roundup & dalapon.
2.
Menanam tanaman penutup tanah yg dapat menahan erosi, tahan naungan,
tidak mudah diserang hama-penyakit, tidak memanjat batang pisang. Misalnya Geophila
repens.
3.
Menutup tanah dengan plastik polietilen. Baca selengkapnya budidaya pisang ada di
>>sini atauhttp://budidaya-petani.blogspot.com/2013/03/pisang.html
http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/03/hama-penyakit-pisang.html
Budidaya Petani

Beberapa tahun terakhir ini para petani di desa saya mengeluhkan adanya penyakit
yang menyerang pohon pisang. Beberapa keluhan para petani diantaranya adalah,
pohon pisang layu setelah ditanam, buah menjadi keras dan tidak bisa dikonsumsi.
Berawal dari permasalahan tersebut akhirnya Kelopok Tani Makmur Jaya I, yang ada di
desa saya kemudian mengundang PPL yang mengerti tentang hama penyakit berbagai
tanaman. Dari penjelasan Bpk. Toni selaku pengamat hama, ternya ada 2 penyebab
hama penyakit pohon pisang.

Ciri-ciri hama penyakit pada pohon pisang adalah sebagai berkut :


Hama penyakit yang disebabkan jamur atau layu pusarium ciri-cirinya adalah

Daun yang paling tua pelepahnya patah.

Batang pisang pecah-pecah.

Bonggol/akar hitam.

Hama Penyakit yang disebabkan bakteri ciri-cirinya sbagai berikut :

Daun utama/yang paling muda layu.

Pelepah ada cairan merah atau biasa disebut darah pisang.

Apabila salah satu pohon pisang sudah terserang penyakit, maka pohon yang lainpun
dapat tertular juga, penularan penyakit pada pohon pisang bisa melalui :

Melalui Air : Penularan melalui air dapat disebabkan karena drainase kurang
lancar

Alat : Penularan melalui alat biasanya terjadi melalui, sabit maupun cangkul.

Serangga : Beberapa serangga bisa menularkan penyakit ini.

Cara Pencegahannya :
Ada beberapa cara untuk mencegah agar hama penyakit tidak menular ke pohon pisang
yang lain, diantaranya cebagai berikut :

Jangan menanam bibit yang sudah terkena penyakit.

Drainase atau saluran air harus lancar agar tanah yang denkat dengan pohon
pisang tuntas.

Jangan gunakan alat, misalnya cangkul maupun sabit yang pernah dipakai untuk
menebang pohon yang sudah ternkena penyakit untuk mengambil bibit yang mau
ditanam. (Apabila alat sudah pernah dipakai pada pohon yang terkena penyakit
usahakan alat dibersihkan agar steril)

Kalau yang sudah berbuah, buang jantung/bunga harus segera dibuang, karena
serangga bisa menularkannya melalui ini.

Cara Menanggulangginya
Untuk menanggulanggi tanaman pohon pisang yang sudah terserang penyakit dapat
dilakukan dengan cara sebagai berikut :

Pupuklah pohon dengan pupuk yang mempunyai kadar kalium tinggi.

Apabila satu rumpun sudah terkena semua, tebang seuma pohon dan bakar
rumpun tersebut agar nanti kalu tumbuh kemabli diharapkan penyakit sudah tidak
ada.

Sebelum menanam bibit sebaiknya dibakar pada bonggolnya sela 10 menit, atau
bisa juga dengan cara membakar sekam pada lubang tanah yang mau ditanami
pohon pisang.

Itulah Ciri-Ciri Hama Penyakit Pohon Pisang Dan Cara Pencegahannya yang saya dapat
dari Petugas Penyuluh Lapangan Bpk. Toni. selaku pengamat hama, Semoga
bermanfaat.

Read more: http://www.kemejingnet.com/2015/05/ciri-ciri-hama-penyakit-pohonpisang.html#ixzz43ygjKjmr


Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike
Follow us: @isrofia78 on Twitter | Rofiamesi on Facebook

Nematoda
Pisang

Parasit

Radopholus similes Cobb., Pratylenchus sp., Helicotylenchus multicinctus Cobb.,


Meloidogyne spp.

Akar

Preferred Name : Radopholus similis (Cobb, 1893) Thorne, 1949


Taxonomic Position
Kingdom: Animalia
Phylum: Nematoda
Class: Secernentea
Order: Tylenchida
Suborder: Tylenchina
Family: Pratylenchidae
Sumber gambar : CABI
Gejala Serangan
Gejala kerusakan yang disebabkan oleh masing-masing jenis
nematoda parasit akar pisang sulit dibedakan, karena serangannya
serentak dan sehingga kerusakan akar menjadi lebih cepat. Pada
umumnya nematoda masuk melalui ujung akar, tetapi R. similes
dapat masuk melalui semua permukaan akar dan pindah dari akar
terinfeksi menuju bonggol pisang, sehingga menyebabkan luka
berwarna hitam yang menyebar pada permukaan bonggol. Luka
yang disebabkan oleh H. multicinctus pada umumnya terbatas
pada sel luar dari korteks akar dan menyebabkan luka nekrosis yang kecil. Pratylenchus spp. masuk
ke dalam jaringan akar tanaman dan menimbulkan luka nekrosis berwarna kemerah-merahan.
Sedangkan kerusakan yang disebabkan oleh Meloidogyne spp. ditandai dengan adanya
gall/pembengkakan jarigan akar. Bila akar terserang berat, menyebabkan tanaman mudah roboh
(tumbang) terutama pada fase pengisian buah.
Morfologi/Bioekologi
Secara umum siklus hidup nematoda parasit tumbuhan itu hampir sama. Telur menetas menjadi larva
yang bentuk dan strukturnya sama dengan dewasa. Larva berkembang dengan melakukan pergantian
kulit pada setiap akhir fase. Semua jenis nematoda mempunyai empat fase larva, pada fase ini
nematoda sangat aktif menginfeksi akar. Pada pergantian kulit yang terakhir maka dapat diketahui
jenis nematoda jantan atau betina. Nematoda jantan ditandai dengan adanya specula. Sedangkan
nematoda betina mempunyai vulva dan dapat menghasilkan telur yang fertile setelah mengadakan
perkawinan dengan nematoda jantan atau dengan cara parthenogenesis. Apabila kondisi
menguntungkan untuk hidup maka siklus hidup bisa mencapai 3 4 minggu.
Pengendalian
Cara kultur teknis

Rotasi tanaman

Penggenangan selama beberapa bulan

Penggunaan varietas resisten

Cara mekanis

Menaikkan suhu tanah sampai 50 0C selama 30 menit dengan uap panas atau air panas.

Pencelupan bonggol anakan ke dalam air panas suhu 50 0C selama beberapa menit.

Cara kimiawi

Penggunaan nematisida Karbofuran, Etrofos dan Oksanil dengan dosis 12 gr bahan aktif per
rumpun, yang diaplikasikan pada saat tanam dan diulang tiap 6 bulan.

MACAM-MACAM HAMA TANAMAN PISANG


Author: Qolamul Hasna | Filed Under: buah , Hama | at 21.32 |

ULAT

PENGGULUNG

DAUN

(Erienota

thrax.)

Penyebabnya adalah ulat Erionata thrax. Larva yang baru menetas memakan daun pisang
dengan membuat gulungan daun. Seluruh siklus hidupnya terjadi di dalam gulungan daun.
Daun terpotong-potong karena tergulung dan jika dibiarkan tanaman akan menjadi gundul.

Cara pengendaliannya adalah secara fisik, telur, ulat dan daun yang terkumpul kemudian
dilenyapkan, selain itu dilakukan dengan memangkas daun yang terserang kemudian
dibakar. Secara teknis daun pisang muda dirobek-robek agar ulat tidak bisa menggulung
daun dan secara kimia dilakukan dengan penyemprotan insektisida beracun kontak maupun
beracun perut yang dilakukan saat telur baru saja menetas misalnya Diazinon 60 EC,
Bayrusil 250 EC sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan.Dapat juga digunakan
insektisida yang bersifat sistemik akan lebih efektif mengingat ulat daun ini tersembunyi
dalam gulungan daun.dengan menggunakan insektisida yang cocok belum ada, dapat
dicoba

dengan

insektisida

Malathion.

Bagian yang diserang adalah daun. Gejala: daun menggulung seperti selubung dan sobek
hingga

tulang

============================================

daun.

URET

KUMBANG

(PENGGEREK

BONGGOL)

(Cosmopolites

sordidus)

Bagian yang diserang adalah kelopak daun, batang. Larva penggerek bonggol membuat
terowongan pada bonggol pisang yang merupakan tempat masuknya bibit penyakit lain
seperti Fusarium. Kerusakan berakibat lemahnya sistem perakaran dan transportasi
makanan terhenti. Gejala serangan terlihat daun menguning dan ukuran tandan berkurang
sehingga produksi menurun. Cara Pengendaliannya yaitu dengan sanitasi lingkungan,
menangkap kumbang dewasa dengan perangkap yang terbuat dari bonggol pisang,
menggunakan musuh alami dan insektisida berbahan aktif karbofuran dan monokrotofos
dengan

dosis

seperti

tertera

pada

kemasan.

Gejala:

lorong-lorong

ke

atas/bawah

dalam

kelopak

daun,

batang

pisang

penuh

lorong.

Pengendalian:
sanitasi rumpun pisang, bersihkan rumpun dari sisa batang pisang, gunakan bibit
yang

telah

disucihamakan.

==============================================

PENGGEREK

BATANG

(Odoiporus

longicolis

(Oliv)

Kerusakan akibat hama ini ditandai dengan adanya lubang disepanjang batang semu. Cara
pengendaliannya yaitu : dengan sanitasi kebun, menggunakan musuh alami Plaesius
javanicus

dan

penggunaan

insektisida

berbahan

aktif

===============================================

Carbofuran.

THRIPS

(Chaetanaphotrips

signipennis)

Hama ini menyerang bunga dan buah muda, akibatnya terdapat binti8k-bintik dan goresan
pada kulit buah yang telah tua. Cara pengendaliannya yaitu dengan membungkus tandan
buah saat bunga akan mekar dan penyaputan tangkai tandan dengan insektisida berbahan
aktif

monocrotophos.

=======================================================
============

URET

Penyebabnya adalah hama uret, gejala serangan tampak pada batang yang berlubang
hingga ke umbi bagian bawah. Gejala ini bisa tampak pada anakan pisang dan bibit yang
masih muda. Pengendalian dilakukan dengan mencelupkan bibit pisang ke dalam larutan
insektisida

selama

15

menit.

=======================================================
============

NEMATODA

(Rotulenchus

Bagian yang

diserang

rongga

bintik

bibit

atau

yang

dengan

telah

adalah

kecil

di

similis,

akar.

Gejala:

dalam

akar,

disucihamakan,
kadar

Radopholus

tanaman
akar

tingkatkan

kelihatan

bengkak.

humus

tanah

lempung

similis).

merana,

Pengendalian:
dan

terbentuk
gunakan

gunakan

lahan
kecil.

Penyebabnya adalah hama Nematoda Radopholus similis, gejala serangan yang nampak
tanaman menjadi kerdil, akar tampak berbintik-bintik gelap, buah menjadi sedikit dan kecilkecil. Pengendalian untuk mencegah nematoda ini diusahakan agar di sekitar tanaman
pisang terdapat cacing gelang karena cacing ini bisa menghambat perkembangan
nematoda. Dapat digunakan Furadan 3G yang dibenamkan di sekitar tanaman pisang.

=======================================================
=================

ULAT

BUNGA

DAN

BUAH

(BURIK

BUAH)

(Nacoleila

octasema.)

Bagian

yang

diserang

adalah

bunga

dan

buah.

Gejala:

pertumbuhan

buah

abnormal, kulit buah berkudis. Adanya ulat sedikitnya 70 ekor di tandan pisang.
Pengendalian:

dengan

menggunakan

insektisida.

Serangan hama yang menyebabkan burik buah menyebabkan perkembangan buah menjadi
terhambat, menimbulkan kudis pada buah sehingga menurunkan kualitas buah. Hama ini
meletakkan telurnya diantara pelepah bunga dan segera setelah bunga muncul dari
tanaman pisang. Hama langsung menggerek pelepah bunga dan bakal buah, terutama saat
buah masih dilindungi oleh pelepah buah. Cara pengendaliannya yaitu dengan membungkus
tandan

buah

saat

bunga

akan

mekar.

=======================================================
================

KUDIS

BUAH

PISANG

Penyebabnya adalah ngengat Nicoleia octamena . Gejala yang nampak seperti ada tato atau
kudis sehingga kualitas buah turun karena kulit menjadi kasar, bentuk dan ukuran buah
menjadi tidak sempurna. Pengendalian dengan cara penyemprotan insektisida pada jantung
pisang yang telah terbuka seludangnya. Jenis insektisida yang efektif adalah Nogos 50 EC
atau Basudin 60 EC. (siti hafsah husas, PP Pusbangluhtan

OPT PISANG
Senin, 15 April 2013

opt pisang kategori hama


1.

OPT kategori binatang hama (dengan bagian-bagian deskripsi: judul dengan nama
ilmiah, nama umum dalam bahasa Indonesia dan Inggris, klasifikasi dari ITIS atau
GBIF Data Portal, deskripsi setiap fase perkembangan serangga, gejala kerusakan
tanaman, dan pengendalian)

ULAT PENGGULUNG DAUN (Erienota thrax.)


Penyebab yang dilakukan oleh hama ini sangat merugikan karena hama ulat
dengan nama lengkap Erionata thrax ini mengeluarkan Larva yang baru menetas
dan memakan daun pisang dengan membuat gulungan daun. Seluruh siklus
hidupnya terjadi di dalam gulungan daun. Daun terpotong-potong karena tergulung
dan jika dibiarkan tanaman akan menjadi gundul.
Cara yang dipakai untuk mengendalikan hama ini yaitu secara fisik dan
kimia. Secara fisik, yaitu pada telur, ulat dan daun yang terkumpul kemudian
dilenyapkan, selain itu dilakukan dengan memangkas daun yang terserang
kemudian dibakar. Secara teknis daun pisang muda dirobek-robek agar ulat tidak
bisa menggulung daun dan secara kimia dilakukan dengan penyemprotan
insektisida beracun kontak maupun beracun perut yang dilakukan saat telur baru
saja menetas misalnya Diazinon 60 EC, Bayrusil 250 EC sesuai dengan dosis yang
tertera pada kemasan. Dapat juga digunakan insektisida yang bersifat sistemik
akan lebih efektif mengingat ulat daun ini tersembunyi dalam gulungan
daun.dengan menggunakan insektisida yang cocok belum ada, dapat dicoba
dengan insektisida Malathion.

URET KUMBANG (PENGGEREK BONGGOL) (Cosmopolites sordidus)

Bagian yang diserang adalah kelopak daun, batang. Larva penggerek bonggol
membuat terowongan pada bonggol pisang yang merupakan tempat masuknya
bibit penyakit lain. Kerusakan ini mengakibatkan lemahnya sistem perakaran dan
transportasi makanan terhenti. Gejala serangan terlihat daun menguning dan
ukuran tandan berkurang sehingga produksi menurun.
Cara yang dilakukan untuk mengendalikan hama ini yaitu dengan sanitasi
lingkungan, menangkap kumbang dewasa dengan perangkap yang terbuat dari
bonggol pisang, menggunakan musuh alami dan insektisida berbahan aktif
karbofuran dan monokrotofos dengan dosis seperti tertera pada kemasan.

NEMATODA (Rotulenchus similis, Radopholus similis).


Bagian yang diserang adalah pada bagian akar. Gejala yang ditimbulkan oleh
hama ini yaitu tanaman kelihatan merana, seperti kelihatan layu, terbentuk rongga
atau bintik kecil di dalam akar, akar membengkak. Penyebabnya lain juga adalah
hama Nematoda Radopholus similis, gejala serangan yang nampak tanaman
menjadi kerdil, akar tampak berbintik-bintik gelap, buah menjadi sedikit dan kecilkecil.
Pengendalian yang dilakukan untuk mencegah nematoda ini diusahakan agar
di sekitar tanaman pisang terdapat cacing gelang karena cacing ini bisa
menghambat perkembangan nematoda. Dapat digunakan Furadan 3G yang
dibenamkan di sekitar tanaman pisang. Pengendalian lain juga digunakan bibit yang
telah disucihamakan, tingkatkan humus tanah dan gunakan lahan dengan kadar
lempung kecil.

ULAT BUNGA DAN BUAH (BURIK BUAH) (Nacoleila octasema.)


Gejalah kerusakan adalah bunga dan buah. Gejala lain yang diakibatkan oleh
hama ini pada pertumbuhan buah abnormal, kulit buah berkudis. Adanya ulat
sedikitnya 70 ekor di tandan pisang. Serangan hama yang menyebabkan burik buah
menyebabkan perkembangan buah menjadi terhambat, menimbulkan kudis pada
buah sehingga menurunkan kualitas buah. Hama ini meletakkan telurnya diantara
pelepah bunga dan segera setelah bunga muncul dari tanaman pisang. Hama
langsung menggerek pelepah bunga dan bakal buah, terutama saat buah masih
dilindungi oleh pelepah buah.

Cara pengendaliannya yaitu dengan membungkus tandan buah saat bunga akan
mekarsehingga buah terlindung dari hama tersebut