You are on page 1of 52

Penerbit:

MALANG KOTA BUNGA


@rightcopy 1431 - 2010
Hampir-hampir saja mereka jantan

TRAGEDI BERANTAI NAN MEMILUKAN


PENGHINAAN KEJI TERHADAP PARA
ULAMA DAKWAH SALAFIYYAH
(Asy Syaikh Al-Walid Al-Allamah Ubaid Al Jabiri hafizhahullah:
Jelaskan Keadaan Mereka & Peringatkan Para Ikhwan Dari Mereka)

Kalimat Pembuka




.
Semoga shalawat dan salam selalu tercurah pada Nabi Besar, Muhammad , keluarganya, para
sahabatnya dan para pengikutnya yang shalih hingga akhir zaman.
Allah berfirman:














Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong
dalam berbuat dosa dan pelanggaran. (QS. Al-Maidah:4)

Tidaklah tuts di keyboard ini diketikkan untuk menyusun untaian kata demi kata kecuali dilandasi
kecemburuan yang bergejolak dan membuncah dari dalam dada yang tak kuat lagi menyaksikan kenyataan
yang terbentang di depan mata akan kejadian demi kejadian yang memilukan, penghinaan dan pelecehan
terhadap kehormatan para ulama Dakwah Salafiyyah yang bertubi-tubi dan terus beruntun terjadi. Terlebih
lagi ketika membaca tantangan yang telah dikumandangkan oleh Al-Hajuri kepada setiap insan maka tak
ada lagi alasan untuk tidak bersikap tegas dan jelas, tak ada lagi alasan untuk menjadi setan bisu atau
seonggok batu. Al-Hajuri telah memaksa kita semua untuk memilih dan bersikap (lihat gambar 1):
Intinya dari semua ini, yang ingin kami wasiatkan dalam permasalahan ini adalah
sikap yang tegas dan tidak boleh untuk mengatakan aku mutawaqif karena kami tidak
mau menerima sikap tawaqquf dalam permasalahan ini ?

Gambar 1a. Screenshot Aloloom Al-Hajuriyah SK Al-Hajuri: kami tidak mau menerima sikap tawaquf

Hamba katakan:

2
Hampir-hampir saja mereka jantan
Naam, kami yang penuh kelemahan ini Allahummaghfirli- telah menyambut seruanmu wahai Al-Hajuri,
memutuskan apa yang harus diputuskan, memilih apa yang harus dipilih, menegaskan apa yang harus
ditegaskan, mengambil sikap apa yang harus disikapi sesuai dengan kehendakmu kepada kami semua, wahai
Al-Hajuri hadahullah. Bukankah sikap ini yang engkau inginkan dari kami?

Mungkin ada diantara Hajuriyun yang berkata bahwa hamba adalah anak kemarin sore, maka bagaimana
mungkin menyambut apa yang diminta oleh Syaikhuna Asy Syaikh Al Muhaddits An Nashihul Amin Al Imam Jarh
Wat Tadil Yahya bin Ali Al-Hajuri, Sang Khalifah Asy Syaikh Muqbil rahimahullah?
Hamba katakan sebagaimana Hajuriyun berkata:

Gambar 1b. Screenshot Alolom Al-Hajuriyah, Iya memang benar kami adalah anak kemarin sore

Kuhadiahkan tulisan sederhana ini kepada saudara-saudaraku yang masih tertidur lelap dibuai oleh khayalan
seekor katak dalam tempurung yang mengklaim paling murni sejagat
Kusodorkan tulisan sederhana ini kepada saudara-saudaraku yang belum lagi menyadari bahwa para ulama
kalian telah dihinadinakan dan dilecehkan kehormatannya atas nama malzamah-malzamah yang
dijamin kebenarannya
Dan kuhaturkan tulisan sederhana ini kepada siapa saja yang masih memiliki kecintaan dan kecemburuan
kepada para ulama pewaris para nabi bahwa mereka hafizhahumullah memiliki hak untuk dibela oleh segenap
kaum muslimin.
Inilah saatnya kita bersikap tegas dan jelas sebagaimana tuntutan yang dikumandangkan oleh Al-Hajuri.

Sesungguhnya kehormatan dan harga diri kita tidaklah sebanding dengan kehormatan dan kemuliaan para
Masyayikh Dakwah As Salafiyyah.
Dimana kedua kaki kita berpijak ketika para masyayikh dakwah Salafiyyah dicabik-cabik kehormatannya ?
Masih adakah tempat bagi kita untuk lari dan bersembunyi ketika tragedi itu terjadi?

Tiada hati kuat menahan


Tuk gerakkan pena goreskan pembelaan
Sebatas ilmu dan kemampuan
Dari tuduhan keji dan pelecehan
Terhadap para ulama pewaris ilmu kenabian
Hajuri & Hajuriyun memang sangat keterlaluan!!
Segala puji hanyalah untuk Allah yang semakin menampakkan kepada segenap Salafiyyin di berbagai
penjuru dunia akan hakekat fitnah ini yang terus tersingkap hari demi hari. Yang buram telah semakin jelas,
yang gelap menjadi semakin terang dan makar keji yang tersimpan rapat-rapat akhirnya terkuak juga. Taring-
taring permusuhan terhadap Para Masyayikh Dakwah dan segenap duat Ahlussunnah semakin nampak jelas
AL HAQ
menyembul dari balik gigi-gigi si durjana penebar malapetaka dan dusta atas nama
SUDAH TERANG BENDERANG DAN MALZAMAH-MALZAMAH YANG DIJAMIN
KEBENARANNYA. Allahul mustaan.

3
Hampir-hampir saja mereka jantan

Kalau saja mereka jantan...


Tentulah kita semua1 (antara lain sebagaimana halnya penghinaan mereka terhadap Asy
Syaikh Allamah
Al Walid Muhammad bin Abdil Wahhab Al Wushabi hafizhahullah2, Asy Syaikh Allamah
Muhammad Al Imam hafidzahullah3, Asy Syaikh Al-Walid Al Allamah Ubaid Al-Jabiri4,
Asy Syaikh Al Fadhil Washiyullah Abbas5, Asy Syaikh Al Fadhil Farkus Al Jazairi6, Asy
Syaikh Al Allamah Abdul Aziz Al Burai hafizhahullah7, Asy Syaikh Al Fadhil Utsman As
1 Kecuali yang mengklaim diri sebagai salafi asli, salafi sejati atau salafi paling murni sedunia
2 Segala omongan kotor dan keji yang dilontarkan oleh Al-Hajuri dan murid-muridnya terhadap Asy Syaikh
Al-Walid tersebut mereka tampilkan dengan penuh bangga. Al Hajuri menegaskannya sendiri: demikian
juga Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tidak ketinggalan bekerja keras untuk membela Abdurrahman
Al Adany, sehingga dia menjadi orang yang paling berbahaya dalam fitnah ini bahkan menjadi
pemimpinnya. Padahal dia mempunyai hubungan dekat dengan para masyayikh yang lainnya dan
seorang yang memiliki komando dan pengaruh yang besar dalam menyeret orang-orang
lainnya dalam membela fitnah Abdurrahman Adany. Celaan, cercaan, bahkan vonis bidah yang
tidak pernah terbersit di hati. dan berbagai kata-kata keji lainnya. Astaghfirullah !
3 Salah satu hinaan yang dilontarkan oleh Al Hajuri kepada Asy Syaikh yang mulia ini: Orang-orang yang
pergi dari Dammaj sini ditampung di markaznya Syaikh Muhammad Al Imam, padahal orang-orang
tersebut memiliki banyak syubhat dan aktif dalam menyebarkannya kepada thullab. Subhanallah,
bagaimana markiz beliau digambarkan sebagai tempat penampungan orang-orang yang berpenyakit
yang pergi dari Dammaj, ataukah pergi dari Dammaj karena takut tertular penyakit ganas mencabik-
cabik kehormatan para ulama yang mewabah di sana?
4 Kehormatan dan harga diri beliau mereka injak-injak dengan menyematkan vonis sesat dan menyimpang!
terhadap beliau. Dan bentuk kasih sayang mereka terhadap beliau yang tidak ada bandingannya adalah
mereka mengkhawatirkan beliau telah keluar dari agama dan jatuh dalam kezindikan! Lahaula wala
Quwwata illa billah
5 Mereka juga melemparkan kata-kata keji kepada beliau seraya menuduhnya dengan hizbiyyah turatsiyyah
6 Mereka jatuhkan kehormatan beliau dengan penghinaan serendah-rendahnya.
7 Berbagai celaan dan caci makian di arahkan secara gencar menginjak-injak kehormatan syaikh yang mulia
ini. Diantaranya :
a. ( ) : Al-Burai termasuk tentara-tentara Al-Baramikah.
b. ( ) !! : Ini adalah persaksian dusta oleh Asy Syaikh Al-Burai.
c. ( ) !! : Terima kasih kepada Wahyain tidaklah dilakukan
oleh seorang awam sekalipun, maka bagaimana dengan orang yang menisbahkan diri kepada ilmu
d. ( ) : Kita tidak tahu apa yang dimaukan oleh Al-Burai terhadap
Syaikh Yahya?
e. ( ) : Cukup ini sebagai celaan darimu wahai
Syaikh Burai terhadap ahlu Dammaj dan situs aloloom serta para pengampunya.
f. ( ) : Al-Burai memberati diri. Dia mengerahkan tentara (untuk
menghadapi) orang yang sudah dikenal (yakni Syaikh Yahya).
g. ( ) Al-Burai tidak lain hanyalah seorang peniup terompet.
Kemudian pada postingan berjudul : : Al-Burai di Aden
h. ( ) : Musibah tatkala kita melihat seorang yang
sebelumnya kita anggap sebagai qudwah kita ternyata kini berubah menjadi seorang yang
mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan.
i. ( ): ) )!!
Semoga Allah mengampuni para Masyayikh, yang kini telah menjadi seperti Syahhatin (para peminta-
minta).
j. ( ) : Al-Burai adalah mulabbis (tukang talbis)

4
Hampir-hampir saja mereka jantan

Salimi hafizhahullah8, Asy Syaikh Doktor Ahmad Bazmul hafizhahullah9, Asy Syaikh
Ahmad Az-Zahrani10 hafizhahullah) akan mereka cap sebagai MADKHALIYYUN11 dan bukannya
Mar'iyyun12.

Berikut sebagian bukti celaan-celaan keji nan rendah dari Hajuriyyun kepada Masyayikh di sekitar Asy Syaikh
Rabi hafizhahullah di Majlis Khusus Aloloom Al-Hajuriyah (Ungkapan Aspirasi dan Ide antar Anggota Seputar
Hal-hal Terkait dengan Internet dan Medan Dakwah):

Benar-benar forum ini menjadi ajang luas bagi mereka untuk menyalurkan syahwat dalam menghabisi
kehormatan para ulama ahlus sunnah yang mulia. Satu per satu nama besar ulama ahlus sunnah mereka

k. -
Lebih baik jangan hadir dalam muhadharah Al-Burai. Kami dulu pernah menghadiri khutbah jumatnya
dua tahun lalu, duhai kalau seandainya kami tidak menghadarinya.
l. : Sebaiknya tidak hadir baik acara jalsah ashr tidak pula
khutbah Al-Burai.
Kemudian dalam postingan berjudul : Si Ular Belang Numan Al-Watr memyampaikan muhadharah di
hadapan Al-Imam dan Adz-Dzamari
m.
Adapun Al-Burai maka dia telah terfitnah oleh Al-Wushabi dalam fitnah ini, dan dia gugur bersama orang-
orang yang gugur.
8 Di antara celaan-celaan mereka terhadap Syaikh yang mulia ini adalah sebagaimana dalam postingan
berjudul :
()
Pelan-pelan wahai syaikh Utsman As-Salami
a. : Syaikh ini seorang yang hasad
b.
Utsman As-Salimi jatuh tersungkur dalam setiap fitnah, sejak zaman awal fitnah Suriyyin sampai berakhir
dengan fitnah Al-Adeni.
c.
Dia tidak punya keahlian menghadapi fitnah, bukan ahli jarh wa tadil. Dia hanya orang shalih biasa.
9 Di antara celaan-celaan mereka terhadap kehormatan Syaikh yang mulia ini adalah sebagaimana dalam
postingan berjudul :
()
Ahmad Bazmul mengatakan bahwa dirinya hanya ingin menurunkan tulisannya di Wahyain bukan
menentang kita
a.
Bazmul dia termasuk kelompok rusak yang ada di sekitar Asy Syaikh Rabi
b.

Bazmul tidak akan merugikan kecuali dirinya sendiri, dia tidak akan merugikan Dakwah Salafiyyah
sedikitpun dengan izin Allah. Namun kita sesalkan mereka, bagaimana mereka bisa tertipu?
c.
Bazmul menisbahkan dirinya kepada taklid buta, dan pada saat bersamaan dia mendaftarkan diri di jalan
yang rusak.
d.
(Bazmul) berpindah dari para majhul di jalan rusak kepada para majhul al-wahlain (kotor) (yakni plesetan
dari situs Wahyain).
10 Di antara celaan mereka terhadap syaikh yang mulia ini adalah sebagaimana dalam postingan berjudul :
()
(Az-Zahrani dan kepandaiannya dalam bersandiwara)
Dari judulnya saja sudah cukup menunjukkan penghinaan, dan berikut beberapa celaan mereka dalam
postingan tersebut:
1.
(ahli dalam bersandiwara, menimbulkan permusuhan, dan memprovokasi).

5
Hampir-hampir saja mereka jantan
jatuhkan dan mereka hinakan, bahkan mereka telah menyentuh kehormatan Asy Syaikh Rabi Al-Madkhali
hafizhahullah.

Gambar 2. Screenshot Aloloom Al-Hajuriyah ketika mencerca Asy Syaikh Ahmad bin Yahya Az Zahrani
hafizhahullah

Gambar 3. Screenshot Majlis Khusus Aloloom Al-Hajuriyah ketika melecehkan Asy Syaikh Rabi dan para
Masyayikh di sekitar beliau, hafizhahumullah.

2.
(kebanyakan orang-orang yang berada di sekitar Asy Syaikh Rabi menempuh cara yang penuh hasad ini)
3.
(Asy Syaikh Rabi menegakkan gambaran-gambaran dan hukum-hukum tersebut bersandar kepada berita
yang dinukilkan kepadanya dari orang-orang yang berada disekitarnya yang mereka itu adalah kaki
tangan mariyyain (yakni Asy Syaikh Abdurrahman dan Asy Syaikh Abdullah) dan dari kalangan para
tukang hasad).
11 Tudingan sebagai pengikut fanatik Syaikh Rabi bin Hadi Al Madkhali sebagaimana para hizby sururi
ahya.org telah terlebih dahulu menuduh salafiyyin sebagai Al Madkhaliyyah Kharijiyah Ashriyah,
Naudzubillah.
12 Tudingan sebagai pembela fanatik Syaikh Abdullah Al Mari dan Syaikh Abdurrahman Al Mari hafidhahumallah.

6
Hampir-hampir saja mereka jantan

Gambar 4. Screenshot Majlis Khusus Aloloom Al-Hajuriyah ketika melecehkan Asy Syaikh Doktor Ahmad Bazmul
hafizhahullah

Gambar 5. Screenshot Majlis Khusus Aloloom13: Bazmul dia termasuk kelompok rusak yang ada di sekitar Asy
Syaikh Rabi

Sekali lagi lihatlah bukti di atas wahai saudaraku rahimani wa rahimakumullah, bagaimana Asy Syaikh DR.
Ahmad Bazmul hafizhahullah (saudara kandung dari Asy Syaikh Profesor Muhammad Bazmul) dicap oleh ekor-
ekor Al-Hajuri tanpa adab dan tanpa hujjah ilmiyah di Majlis Khusus Aloloom Al-Hajuriyah.

Hampir-hampir saja mereka jantan untuk mencap Salafiyyin dan ulamanya


yang berjalan di atas bimbingan Asy Syaikh Rabi hafizhahullah dalam menghadapi fitnah Yaman sebagai
MADKHALIYYUN!!
Hanya saja tingkat keberaniannya masih. hampir-hampir saja mereka
jantan.
Bukankah sejak awal munculnya fitnah Hajuriyah, segenap Salafiyyin dan ulamanya (termasuk Masyayikh
Yaman) terus meminta bimbingan dan arahan dari Asy Syaikh Rabi dalam menyikapinya? Dan Asy Syaikh Rabi
hafizhahullah telah berupaya keras memberikan bimbingannya dan tuntunannya demi memadamkan api fitnah
yang berkobar-kobar tersebut? Petuah dan nasehat selalu beliau berikan untuk membimbing umat agar fitnah
ini semakin padam. Pertanyaan dan kunjungan dari segenap Salafiyyin dari berbagai penjuru dunia, kunjungan
para Masyayikh Yaman, termasuk juga Al-Hajuri14 tidaklah menjadikan fitnah ini semakin padam kecuali

13 Bukan untuk bermaksud merendahkan jika mengatakan bahwa hamba tidak begitu yakin jika Abu Hazim Muhsin
menjadi anggota Majlis Khusus Aloloom yang merupakan representasi Hajuriyah-Hajuriyah kelas gembong fanatikus.
14 Sebagaimana kaidah yang mereka tegakkan tidak mengakui gelar Ustadz, Doktor, Lc, Magister, sengaja kami tidak
menuliskan gelar-gelar beliau yang selalu disematkan oleh para pengikutnya seperti halnya Al Allamah,
Al Muhaddits, An Nashihul Amin, Imam Jarh wat Tadil karena hamba masih belum menemukan
jawabannya jika sampai ditanya oleh Abu Turob, Abu Sulaim Sulaiman, Khidir Ali Tegal Al Mulky dan teman-
temannya:
Bukankah kita tidak pernah mengenal nama Al Allamah Ibnu Abbas (walaupun kita yakin bahwa beliau
adalah Allamah yang diridhai Allah bahkan tak bisa dibandingkan dengan Allamah mutaakhirin Al

7
Hampir-hampir saja mereka jantan
semakin banyak dan semakin banyak para ulama dakwah Salafiyyah yang seakan pasien yang duduk di kursi
pesakitan sedang menunggu giliran nama-nama mereka dipanggil oleh Dokter Spesialis Bedah untuk dicabik-
cabik kehormatan dan kemuliaannya oleh para pengikutnya atas nama perang terhadap Hizbi Jadid Mariyyain
dan komplotannya.

Betapa ajaibnya bahwa upaya untuk bersikap hati-hati dan berjalan di atas bimbingan Asy Syaikh Rabi dalam
menghadapi fitnah ini ternyata Hajuriyun tetap bersikeras membidik dan mengejarnya untuk kemudian
mencap dan menjarhnya sebagai muqallid, mutaashibin, Mariyyain. Kenapa ini semua mereka lakukan wahai
saudaraku? Karena para Masyayikh tersebut tidak sejalan untuk mendukung hawa nafsu mereka!!

Sungguh sangat menyakitkan, bahwa sikap yang ditempuh oleh para ulama Yaman dan Mamlakah serta
segenap Salafiyin untuk meminta bimbingan kepada ulama kibar, ayahanda mereka, Asy Syaikh Rabi
hafizhahullah telah dilecehkan oleh Pasukan Khusus Al-Hajuri di Aloloom sebagai bentuk taqlid buta
(Mengikuti orang yang bukan hujjah tanpa dalil)!

((
(Bazmul) menisbahkan dirinya kepada taqlid buta, dan pada saat bersamaan dia mendaftarkan
diri di jalan yang rusak

Gambar 6. Screenshot Majlis Khusus Aloloom Al-Hajuriyah ketika mencerca Asy Syaikh Ahmad Bazmul
hafizhahullah

Tarbiyah macam apa sehingga mereka, ekor-ekor Al-Hajuri berani bersikap kurangajar tanpa adab seperti di
atas kepada ulama dakwah yang telah dikenal pembelaannya dan loyalitasnya kepada dakwah Salafiyyah?
Tarbiyah Hajuriyah. Simak ketika kepala mereka memberikan sunnah sayyiahnya, Al-Hajuri berkata:

Kita sampaikan ini dalam rangka untuk menjelaskan kepada orang-orang yang taqlid buta (mengikuti
seseorang tanpa dalil) dalam fitnah ini kepada para masyayikh bahwa mereka telah salah

Hajuri)?
Bukankah kita tidak pernah mendengar nama Al Muhaddits Abu Hurairah (walaupun kita meyakini bahwa
beliau adalah Muhaddits dari kalangan Shahabat yang diridhai Allah bahkan tak bisa dibandingkan
dengan Muhaddits mutaakhirin Al Hajuri)?
Bukankah kita tidak pernah mendengar gelar An Nashihul Amin Ibnu Masud (walaupun kita yakin bahwa
beliau adalah penasehat yang diridhai Allah bahkan tak bisa dibandingkan dengan Nashihul Amin
mutaakhirin Al Hajuri). Wallahul Muwafiq.

8
Hampir-hampir saja mereka jantan
Gambar 7. Screenshot Aloloom Al-Hajuriyah, SK Al-Hajuri: merujuk pada bimbingan Masyayikh dalam
neghadapi fitnahnya adalah taqlid buta

Gambar 8. Screenshot Majlis Khusus Aloloom Al-Hajuriyah ketika mencerca Masyayikh Yaman, Asy Syaikh
Utsman As Salimi hafizhahullah

Tidaklah Pasukan Khusus tersebut sampai memiliki keberanian sedemikian kurang ajar kepada para Masyayikh
lainnya kecuali karena di atas tarbiyah inilah mereka diberi kobaran semangat dan keteladanan!

Guru kencing Berdiri


Murid kencing di sana sini
Lihatlah bagaimana keteladanan itu ditarbiyahkan kepada para muridnya, ketika Al-Hajuri melecehkan sikap
Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab hafizhahullah (yang kemudian pelecehan ini ditranskrip oleh Abu
Turob dan Abu Saif dan diterjemahkan oleh Muhammad Irham Al-Demaki) karena sikap kehati-hatian beliau
dengan mengembalikan permasalahan ini kepada ulama kibar:
Demikian juga taqlid ada pada mereka. Kalian akan mendapati Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
tidaklah dia melakukan ceramah kecuali dia akan berkata: Ulama. Baiklah kalau kalian bersama ulama,
akan tetapi bukti-bukti dan keterangan yang menunjukkan hizbiyyah Abdurrahman Al Adany mau kalian
kemanakan ini semua? Mereka berkata: Pokoknya kami bersama para ulama, bersama para ulama.

Gambar 9. Screenshot Aloloom dan tuduhan Al-Hajuri kepada Asy Syaikh Muhammad Wushabi hafizhahullah

9
Hampir-hampir saja mereka jantan
Tidak cukup dengan memaksakan kehendak bahwa dirinyalah yang benar, bahkan setelah bukti-bukti
penghizbiannya terhadap Asy Syaikh Abdurrahman hafizhahullah ternyata tidak diterima oleh para
ulama Yaman maka Al-Hajuri pun melanjutkan celaannya:
Sekarang beliau menjadi dai yang mengajak taqlid dan membuang bukti dan dalil. Kalau seandainya para
ulama tidak sesuai dengan keinginannya (Muhammad bin Abdul Wahhab Al Wushoby). Dia tidak akan
mengatakan kami bersama para ulama bahkan akan mencibirnya sebagai mata-mata atau menggunjingnya
sebagai orang yang impoten, atau memberikan gelar/sebutan-sebutan yang lainnya yang tidak layak. Dia
hanya memberi gelar ulama kepada orang yang menyetujui keinginannya.

Lebih sadis dari itu, Al-Hajuri telah memvonis beliau sebagai:

Gambar 10. Screenshot Aloloom, ketika Al-Hajuri memvonis Asy Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab
hafizhahullah sebagai orang yang paling berbahaya dalam fitnah ini bahkan menjadi pemimpinnya.

Laa hawla walaa quwwata illa billah, celaan Al-Hajuri yang bertubi-tubi terhadap sesepuh Ulama di Yaman,
Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab hafizhahullah, semoga Allah mengokohkan dakwah beliau dan
menganugerahinya kesabaran, amin.

Hampir-hampir saja mereka jantan untuk mencap Salafiyyin dan ulamanya


yang berjalan di atas bimbingan ayahanda mereka, Asy Syaikh Rabi hafizhahullah dalam menghadapi fitnah
Yaman sebagai MADKHALIYYUN!!
Hanya saja kenyataannya masih sebatas keberanian menggelari sebagai Mariyyun.

. hampir-hampir saja mereka jantan. Allahul mustaan.


Saudaraku rahimakumullah, sebelum celaan-celaannya terhadap Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
hafizhahullah, dalam buku tersebut Al-Hajuri telah terlebih dahulu menyebutkan daftar dosa dari kalangan
ulama Yaman yang dijarhnya, yakni Asy Syaikh Muhammad Al Imam hafizhahullah (lihat footnote no.3).

Gambar 11. Screenshot Aloloom Al-Hajuriyah ketika Al-Hajuri menyebutkan dosa Asy Syaikh Muhammad Al
Imam hafizhahullah

Ketahuilah wahai saudaraku rahimakumullah, setelah Al-Hajuri menyebutkan kejahatan dan dosa para ulama
Yaman tersebut dan menjelaskan keterkaitan mereka dengan bukti-bukti hizbiyyahnya Syaikh Abdurrahman
dan komplotannya, maka Al-Hajuripun mengeluarkan statemen yang menakjubkan (lihat gambar 12).

10
Hampir-hampir saja mereka jantan

Gambar 12. Screenshot Aloloom Al-Hajuriyah, penyataan SK Al-Hajuri yang menakjubkan

Apa yang kita bicarakan sekarang tidak tercakup di dalamnya para


masyayikh Yaman, mereka adalah saudara-saudara kami, mudah-mudahan Alloh
Subhanahu wa Taala senantiasa menjaganya mereka-akan tetapi dalam permasalahan ini dengan yakin dan
tanpa ragu-ragu kita katakan bahwa mereka telah salah.

Adakah akal-akal yang sehat bisa menerima keajaiban ucapan ini?


Setelah memvonis bahwa Markaz Asy Muhammad Al Imam hafizhahullah menampung orang-orang yang pergi
dari Dammaj dengan membawa syubhat, setelah memvonis bahwa Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
sebagai tukang taqlid buta karena meminta bimbingan Masyayikh Kibar dalam menghadapi fitnah ini dan
setelah memvonis beliau sebagai orang yang paling berbahaya dan bahkan pemimpin fitnah kemudian Al-
begitu lugunya mengatakan bahwa Apa yang kita bicarakan sekarang tidak
Hajuri
tercakup di dalamnya para masyayikh Yaman? Subhanallah.
Lain halnya kalau yang Al-Hajuri maksudkan Masyayikh Yaman adalah Masyayikh yang mengajar di Darul Hadits
Dammaj semata. Wallahu alam.

Apa yang kita bicarakan


Hal yang menguatkan qarinah di atas: setelah mengatakan bahwa
sekarang tidak tercakup di dalamnya para masyayikh Yaman, Al-Hajuri malah
membicarakan para Masyayikh Yaman yang telah melakukan kesepakatan yang tidak
diridhainya dan tanpa sepengetahuannya!

Al-Hajuri berkata (lihat gambar 13):

Gambar 13. Screenshot Aloloom Al-Hajuriyah, Al-Hajuri tidak meridhai keputusan Masyayikh Yaman

akan tetapi ketika aku pulang ke Yaman setelah selesai dari ibadah Haji, aku tunggu sikap dan nasehat
mereka yakni para masyayikh terhadap Abdurrahman Al Adany agar dia berlepas diri dari segala fitnah yang
telah dilakukannya, dan menjelaskan bahwa dia telah berbuat ini dan itu. Namun harapanku kepada
masyayikh tersebut sirna karena para masyayikh malah mengadakan pertemuan
dengan dihadiri orang-orang yang fanatik kepada Abdurrahman Al Adany tanpa sepengetahuanku
dan menghasilkan dari pertemuan tersebut pernyataan yang kami tidak

11
Hampir-hampir saja mereka jantan

meridhoinya.
Duhai..siapa kiranya Al-Hajuri ini sehingga musyawarah dari segenap masyayikh Yaman untuk memadamkan
api fitnah yang dikobarkannyapun harus pula di atas keridhaannya?

Dari pernyataan-pernyataan tersebut nampak jelas bahwa siapapun dan sealim apapun orang itu, jika tidak
sepakat dalam membenarkan dan mendukung sikap Al-Hajuri maka dia dan pasukannya siap untuk mengejar,
membeberkan dosa-dosanya, mentahdzir dan menjarhnya.

AL-HAJURI, OOOOH MEMANG DIA ITU


SIAPA? 15
Al-Hajuri hanya memberikan satu-satunya pilihan kepada semua orang (termasuk di dalamnya adalah para
Masyayikh Dakwah) bahwa DIRINYALAH YANG BENAR!! Dan bahkan (sekali lagi) dia jamin
kebenarannya!!
Al Hajury menegaskan (lihat gambar 14)

Gambar 14. Screenshot Aloloom Al-Hajuriyah, pihak Al-Hajuri MENJAMIN KEBENARAN malzamah-
malzamahnya, akan tetapi Jaminan Kebenaran Fitnahnya ternyata tidak diterima oleh Para Masyayikh Yaman

15 Kalau meminjam istilah Abu Turob Al Jawi yang menyatakan di malzamahnya berjudul Menepis Tuduhan Keji, jauh
lebih kasar : Kami tidak mengetahui dari golongan apakah anda. Dari jenis jin ataukah manusia atau binatang
melata? Dzakwan Al Medany dalam tulisan Menggulung Jaringan Sindikat, Membongkar Makar Pengkhianat
Abdurrohman Al-Adeny, yang mengecam Abu Mahfudzh seolah-olah tidak tahu yang dihadapinya adalah manusia.
Ini jika kamu adalah dari kalangan manusia. Namun jika kamu dari sebangsa jin hizby, maka kami katakan:
"Ittaqillah, wakhsya' falan ta'duwa qodroka!"

12
Hampir-hampir saja mereka jantan

Kami mengatakan: Kita menjelaskan fitnah ini kepada masyarakat melalui malzamah-
malzamah yang telah dikoreksi dan dijamin kebenarannya, kita jelaskan dalam
malzamah tersebut masalah ini dan itu dan sebagainya, semuanya tersebut kita lakukan sebagai
bentuk kasih sayang kita kepada saudara-saudara kita Ahlussunnah16

Sesungguhnya kebenaran itu datangnya dari Allah yang kemudian diemban risalahnya oleh Ash Shadiqul
Masduq Al Amin .



Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu (QS.
2:147).

Yang telah dijamin kebenarannya pastilah tidak ada keraguan padanya. Firman Allah :



Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya.. (QS. 2:2)

Kebenaran itu adalah milik Allah , tetapi bagi Al-Hajuri dakwah adalah miliknya!!
Jaminan Kebenaran itu adalah milik Al-Hajuri, oleh sebab itu adakah para pembelanya
termasuk orang-orang yang ragu?
Duhaisiapakah sesungguhnya Al-Hajuri dan wahyu dari manakah yang dia dakwahkan?

Jaminan Kebenaran malzamah-malzamah fitnah yang telah diikrarkannya, Pastilah


Dengan
Tanpa Ragu dirinya telah meletakkan diri jauh dan jauuuuh di atas seluruh para ulama Mujtahidin yang
masih memiliki kemungkinan Ijtihadnya keliru (walaupun dengannya telah mendapatkan satu pahala).
Adapun sesuatu yang telah berani menjamin kebenaran malzamah-malzamah
fitnahnya? Bukankah dia tidak layak lagi disebut sebagai Mujtahid?
Allah, Allah Ooooh. siapakah kiranya dirinya, manusia atau apa?

Bahkan setelah menegaskan JAMINAN KEBENARAN FITNAHNYA, Al-Hajuri malah begitu jujur menceritakan
perbuatannya yang ditentang oleh para Masyayikh, dengan ucapannya:
Akan tetapi hal ini disambut oleh para masyayikh sebagai bentuk penyebaran fitnah. Orang yang
membaca malzamah tersebut menurut mereka adalah orang-orang yang menginginkan tersebarnya
fitnah sedangkan sebaliknya orang yang tidak mau menyebarkannya berarti adalah orang-orang yang
telah berbuat adil dan telah menjaga stabilitas persaudaraan diantara Ahlussunnah.

Sungguh telah jelas bagi kita sekalian siapakah yang sesungguhnya terus dan terus mengobarkan dan
menyalakan api fitnah ini.

Dengan keadaannya seperti ini maka tidaklah heran jika para pengikutnya MENJADI FANATIK & TIDAK
MEMILIKI RASA KERAGUAN SEDIKITPUN untuk ikut pula MENELADANI jejaknya dalam mencela dan

16 Hamba akan memberikan satu bukti saja KUALITAS Jaminan Kebenaran Al Hajuri. Di dalam buku ini juga yang dijamin
dengan stempel Kebenaran oleh Al Hajuri, dilampirkannya DAFTAR SEBAGIAN MUTAWAQQIFIEN & MUTAASHIBIN yang
berisi 60 nama duat di Indonesia yang ditahdzirnya. Pada nomor urut (9) selain tertera nama Abu Yahya juga tertulis
nama Akhmad Khadim bin Hanan dengan keterangan LULUSAN JAMIAH ISLAMIYAH. Tahukah anda wahai para pembaca
sekalian bahwa setelah beliau membaca ARTIKEL FITNAH YANG DIJAMIN KEBENARANNYA OLEH PIHAK AL HAJURI
tersebut beliau malah merasa TERUSIK RASA MALUNYA? Jangan GR dulu dan salah sangka, bukan karena sempit dada
dan merasa sengsara karena telah ditahdzir oleh Khalifah di Markiz Dakwah Paling Murni Sedunia, sama sekali bukan
karena itu, tetapi beliau merasa tidak pernah berkuliah di Jamiah Islamiyah, maka bagaimana mungkin muncul
JAMINAN KEBENARAN Al Hajuri BAHWA BELIAU LULUSAN dari sana? Ini adalah Keajaiban fitnah. Dus apalagi beliau tidak
pernah mengaku-ngaku lulusan dari Jamiah!!!!!!!!!!! Maka apakah ini yang dimaksud dengan KUALITAS NOL
BESAR JAMINAN KEBENARAN DARI AL HAJURI?? Jaminan kebenaran FITNAH yang membikin bani Adam TERUSIK RASA
MALUNYA dengan sesuatu yang dia sendiri tidak pernah menempuhnya dan tidak pernah pula menyatakannya??!

13
Hampir-hampir saja mereka jantan
menjarh siapapun yang tidak mau bergabung mendukung barisan dakwah fitnahnya.

Naam, sebagai perwujudan kasih sayang tersebut adalah kesiapannya dan kesiapan pasukannya untuk
mencabik-cabik kehormatan para ulama dan segenap Salafiyin yang TIDAK MAU MENGIYAKAN
JAMINAN KEBENARAN FITNAHNYA.
Dengan PRINSIP JAMINAN KEBENARAN Al-Hajuri itulah pasukannya bergerak tanpa ragu.

Sungguh dengan jaminan kebenaran Al-Hajuri itu, mereka tidak lagi butuh
bimbingan dan arahan dari siapapun dan sealim apapun orang itu, kecuali
bimbingan dan komando dari satu-satunya KOMANDAN PENJAMIN KEBENARAN, Al-Hajuri
hadahullah.
Tidak ada lagi dengannya butuh kalimat Wallahu alamu bishshawab, tidak lagi dengannya dilafadzkan
kalimat al ilmu indallah. Dan tidak lagi terdengar nasehat kehati-hatian dan ketawadluan:

Pantaskah seseorang yang jika masih menyadari bahwa dirinya adalah seorang bani Adam alaihissalam yang
takkan mungkin lepas dari kesalahan kemudian meninggikan suaranya di atas suara kenabian yang keluar dari
lisan Ar Rasul Muhammad untuk kemudian menstempel KEMASHUMAN (baca: jaminan
kebenaran Al-Hajuri ) di atas malzamah-malzamah yang dikeluarkannya?
Pantaskah orang seperti ini berucap yang demikian sementara Ar Rasul Muhammad yang PASTI
DAKWAH BELIAU TERJAMIN KEBENARANNYA telah mengajarkan doa :

Ya Allah, aku berlindung kepadaMu (jangan sampai) aku tersesat atau disesatkan, tergelincir atau
digelincirkan, berbuat dzalim atau didzalimi, berbuat jahil atau dijahili atas diriku

Orang-orang yang bergerak di atas komando KOMANDAN PENJAMIN KEBENARAN , Pantaskah


orang seperti ini bertingkah yang demikian itu sementara bimbingan doa yang keluar dari lisan Ash Shadiqul
Masduq Ar Rasul Al Musthafa :
.....
Ya Allah, aku memohon kepadaMu maaf dan keselamatan di dunia dan di akhirat.. Ya Allah, aku memohon
kepadaMu maaf dan keselamatan dalam urusan agamaku

Pantaskah mereka ini bertingkah yang sedemikian itu sementara Nabi kita Muhammad telah mengajarkan
do kepada ummatnya:


Ya Allah sungguh aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang banyak, tidak ada yang
mengampuni dosa kecuali Engkau maka ampunilah aku ampunan dari sisiMu serta rahmatilah aku,
sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

Sepantasnya bagi kita semua untuk bisa menangis mengharapkan sangat akan ampunanNya dengan dosa-dosa
yang (pasti dan tidak mungkin luput) telah kita kerjakan dan bukannya meninggikan suara di atas
suara kenabian, memashumkan diri bahwa apa yang telah ditulisnya TERJAMIN KEBENARANNYA.
Allahumma
Telah terjadi mushibah di atas mushibah. Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun.

Tentang persoalan jamin-menjamin kebenaran, ada satu riwayat yang berbunyi:

14
Hampir-hampir saja mereka jantan


Sesungguhnya Allah menjadikan kebenaran pada lisan Umar dan hatinya17
Ada sisi persamaan dan ada pula sisi perbedaan diantara kedua JAMINAN KEBENARAN sebagaimana kasus di
atas.
1.Dari sisi pengucapannya, sisi persamaannya adalah keduanya sama-sama MENJAMIN KEBENARANNYA, yang
mengucapkannya sama-sama bani Adam alaihis salam,
hanya saja perbedaannya yang satu bergelar Khalifah dan yang satunya lagi adalah Ash Shadiqul Masduq Al
Musthafa yang Allah berfirman mengenai diri beliau :




2. kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru.
3. dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya.
4. ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).

Dengan dasar JAMINAN KEBENARAN dari ayat Al Quran di atas maka timbul suatu pertanyaan kepada para
pengikut sang Khalifah:
a.Siapakah yang MENJAMIN bahwa kawanmu (Khalifah) tidak sesat dan tidak keliru?
b.Siapakah yang menjamin bahwa yang diucapkannya itu (JAMINAN KEBENARAN) tidak menurut kemauan hawa
nafsunya?
c.Dan siapakah yang menjamin bahwa JAMINAN KEBENARAN Al-Hajuri tersebut adalah wahyu yang diwahyukan
PASTI TIDAK MUNGKIN PADANYA ADA KESALAHAN DAN
sehingga
KEJAHILAN?!
Allah berfirman:

Yang tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang
diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. (QS. 41:42)

Malzamah-malzamah yang dijamin kebenarannya tentulah tidak datang kepadanya kebatilan baik
dari depan maupun dari belakangnya, maka bagaimana mungkin jaminan tersebut bisa diterima oleh segenap
kaum muslimin sementara malzamah-malzamah tersebut tidaklah diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana
lagi Maha Terpuji?!

Ini (JAMiNANKEBENARAN yang diturunkan dari sisi Al-Hajuri) adalah bukti nyata
KEDUSTAAN itu sendiri, sebanyak malzamah-malzamah yang diturunkannya!
Allah berfirman mengenai perilaku buruk yang menimpa ahli Kitab dari kalangan Yahudi dan Nashara:








Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah (QS. 9:31)

Bukankah watak dan perilaku jelek semacam Yahudi dan Nashara harus dijauhi?
Tidakkah kita takut terjatuh kepada kesyirikan sebagaimana telah terjatuh padanya Ahlul Kitab ketika
mentaati ulamanya dalam memaksiati Allah ? Naudzubillah minasy syirk.

17 Hadits Shahih Riwayat Bukhary dan Muslim.

15
Hampir-hampir saja mereka jantan

Siapakah sesungguhnya yang taqlid buta (membebek kepada doktrin JAMINAN KEBENARAN seorang
Khalifah tanpa dalil yang dibenarkan syariat) wahai Hajuriyun??!


Alangkah banyaknya kebohongan di zaman itu, dan alangkah mesumnya (mengerikan)

2.Dari sisi obyek yang DIJAMIN KEBENARANNYA, kesamaannya adalah keduanya sama-sama bani Adam alaihis
salam, hanya saja perbedaannya, yang satu adalah Khalifah yang menjamin tulisan-tulisan yang datang dari
sisinya sendiri sebagai jaminan kebenaran, adapun satunya lagi adalah Shahabiyun Jalil Al Faruuq Umar
bin Khaththab radhiyallahu anhu yang kebenaran lisannya dijamin oleh Ash Shadiqul Masduq Al Musthafa
bahwa Allah menjadikan kebenaran pada lisan Umar, adapun seseorang yang
MEMASHUMKAN/MENYUCIKAN malzamah-malzamah fitnahnya sendiri TERBEBAS DARI
KESALAHAN (baca: dijamin kebenarannya)?
Adakah dia masih termasuk bani Adam alaihissalam (sementara dirinya telah menjamin
kebenaran tulisannya) padahal Ar Rasul Muhammad telah bersabda:
Allahumma. Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun.

Katakanlah wahai saudaraku sekalian kepada Al-Hajuri dan segenap pasukan Hajuriyunnya dengan kalimat
yang pernah keluar dari lisan Nabiyullah Musa Alaihissalam:


Tuhanku tidak akan salah dan tidak (pula) lupa (QS.20:52)

Dengan Jaminan Kebenaran yang telah paduka Al-Hajuri kumandangkan, apakah isi malzamah-
malzamahmu juga tidak akan salah dan tidak (pula) lupa wahai Al-Hajuri sebagaimana firman Allah di
atas?! Allahu yahdik.

Dimana kedudukan ayat ini bagi Hajuri dan Hajuriyun?






"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. (QS 2:286)

Apakah mereka masih merasa terikat dengan ayat di atas ataukah pembikin malzamah-malzamahnya
dimashumkan dari ayat di atas?

Di ayat berapa dan surat apa JAMINAN KEBENARAN MALZAMAH-MALZAMAH FITNAH HAJURIYAH
berada?! Duhai

Alangkah banyaknya kebohongan di zaman itu, dan alangkah mesumnya (mengerikan)

Allah memperingatkan dengan keras:

Apakah mereka mempunyai sesembahan-sesembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama
yang tidak diizinkan Allah? (QS. 42:21)

Maka bagimu wahai Al-Hajuri baik paduka ridha atau tidak, ketika berbicara ataupun diam, dalam keadaan
lapang atau sempit, baik dalam kondisi sehat ataupun sakit, ketika berbaring, duduk ataupun berdiri, baik
dalam keadaan lapar ataupun kenyang, baik memiliki murid sedikit ataupun banyak, selama hayat masih

16
Hampir-hampir saja mereka jantan

dikandung badanpaduka tetap harus terikat dengan suara kenabian Muhammad :



Allahul mustaan. Berapa banyak Masyayikh Yaman dan Mamlakah, berapa banyak pula para duat Ahlussunnah
yang telah berderet panjang nama-nama mereka menjadi korban penghinaan dan pelecehan di atas doktrin
mengerikan JAMINAN KEBENARAN yang diucapkan oleh seorang bani Adam ini (kalau Al-Hajuri masih
tergolong Bani Adam lho)? Wallahul mustaan.

Jadi siapakah sesungguhnya yang telah menghina para ulama wahai Hajuriyun? Siapakah yang bersikap ghuluw
melampaui batas? Siapakah yang meninggikan suara di atas suara kenabian? Siapa yang yang tidak peduli
dengan rambu-rambu Al Quran?
Menisbahkan kerendahan kepada Para Masyayikh dakwah dan segenap Salafiyyin telah melakukan taqlid buta
(mengikuti seseorang tanpa dalil)?? Maka adakah dalilnya di dalam Al Kitab was Sunnah akan JAMINAN
KEBENARAN MALZAMAH-MALZAMAH HAJURIYAH?
Sekali lagi.

Alangkah banyaknya kebohongan di zaman itu, dan alangkah mesumnya (mengerikan)

Sungguh tuduhan jika tidak terbukti akan kembali kepada si penuduh. Walhamdulillah.

Syaikh Shalih Fauzan mengatakan (artinya) :Kita wajib memuliakan ulama Muslimin karena mereka
adalah pewaris para Nabi, maka meremehkan mereka termasuk meremehkan kedudukan dan warisan yang
mereka ambil dari Rasulullah serta meremehkan ilmu yang mereka bawa. Barangsiapa terjatuh dalam
perbuatan ini tentu mereka akan lebih meremehkan kaum Muslimin. Ulama adalah orang yang wajib kita
hormati karena kedudukan mereka di tengah-tengah umat dan tugas yang mereka emban untuk kemaslahatan
Islam dan Muslimin. Kalau mereka tidak mempercayai ulama, lalu kepada siapa mereka percaya? Kalau
kepercayaan telah menghilang dari ulama, lalu kepada siapa kaum Muslimin mengembalikan semua problem
hidup mereka dan untuk menjelaskan hukum-hukum syariat, maka di saat itulah akan terjadi kebimbangan
dan terjadinya huru-hara (Al-Ajwibah Al-Mufidah, hal.140).

Lebih dari itu, melecehkan ulama merupakan ghibah dan namimah yang paling berat (termasuk dosa
besar). Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan Hafizhahullah berkata:Menggunjing ulama, melecehkan dan
menjelek-jelekkan mereka merupakan jenis ghibah dan namimah yang paling berat, karena dapat
memisahkan umat dari ulamanya dan terkikisnya kepercayaan umat kepada mereka. Jika ini terjadi, akan
muncul kejelekan yang besar (Ma Yajibu Fit Taamuli Maal Ulama, hal.17 dalam As-Syariah no.14/1445,
hal.6)

Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hadi Al-Madkhali mengatakan :


...Mereka itulah para ulama dan orang-orang yang beramal shalih pada setiap zaman dan tempat,
sebab mereka adalah pewaris ilmu para Nabi dan orang-orang yang berpegang dengan sunnah-sunnah
mereka. Sungguh Allah telah menegakkan hujjah melalui mereka atas setiap umat dan suatu kaum dan
Allah merahmati dengan mereka suatu kaum dan umat. Mereka pantas mendapatkan pujian yang baik
dari generasi yang datang sesudah mereka dan ucapan-ucapan yang penuh dengan kejujuran dan doa-doa
yang barakah atas perjuangan dan pengorbanan mereka. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya atas
mereka dan semoga mereka mendapatkan balasan yang lebih dan derajat yang tinggi. (Al-Manhaj Al-Qawim
fi At-Taassi bi Ar-Rasul Al-Karim, hal, 15 dalam Asy-Syariah, ibid, hal.16)

Dengan uraian di atas , omong kosong dan upaya pembonsaian masalah jika mereka terus menerus
memaksakan istilah Hizbi Jadid Mariyyain karena pada kenyataannya tidak hanya kedua Syaikh Al Mari saja
yang mereka hinadinakan kehormatannya, bahkan setiap Salafiyyin (bahkan para ulama Ahlussunnah!) yang
tidak sejalan dan tidak mau seia sekata dengan jaminan kebenaran Al-Hajuri telah terbukti pula
mereka cabik-cabik kehormatan dan kemuliaannya. Deretan para ulama yang menjadi korban kekejian pena
dan lisan mereka semakin hari semakin bertambah. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun.

Lebih tragis lagi, para mutawaqqifin (orang orang yang diam terhadap fitnah) tak luput pula mereka jarh dan

17
Hampir-hampir saja mereka jantan
tahdzir. Tiada pilihan lain kecuali harus tunduk taat satu suara bergabung pada komando sang khalifah,
jaminan kebenaran fitnah Al-Hajuri jika tak ingin bernasib tragis sebagaimana nasib al ustadz
Dzul Akmal hafizhahullah18. Allahul mustaan.

Seorang penyair pernah berkata :


Ambil kain dibuat sumbu
Nasi santan dibuang-buang
Hendak dibuat sebagai tebu
Air ditelan ampas dibuang
Al-Hajuri berkata:
Setelah ini semua kalau disana ada orang yang mutawaqif dalam permasalah ini, mereka tidak punya udzur
lagi disisi kami, dan dia tidak punya udzur dan dalil pula dalam membela sikapnya tersebut, dan kami juga
nyatakan tidak ridho dengan sikapnya tersebut.

Gambar 15. Screenshot Aloloom Al-Hajuriyah, SK Dilarang tawaquf, tidak punya udzur dan tidak diridhainya.
Terserah pembaca, memilih jadi Hajuriyun atau berjalan di atas bimbingan para Masyayikh Dakwah?

Bahkan Al-Hajuri jelas-jelas telah memvonis bahwa sikap yang ditempuh oleh para Masyayikh adalah salah dan
sikap segenap Salafiyyin yang berhati-hati berjalan di atas bimbingan para Masyayikh dalam menghadapi
fitnah yang dikobarkannya adalah sikap orang-orang yang taqlid buta (mengikuti seseorang tanpa dalil).

Al-Hajuri memvonis:
Kita sampaikan ini dalam rangka untuk menjelaskan kepada orang-orang yang taqlid buta (mengikuti
seseorang tanpa dalil) dalam fitnah ini kepada para masyayikh bahwa mereka telah salah(lihat gambar 16)

18 Penulis secara pribadi- merasa takjub bagaimana mungkin beliau dimasukkan dalam daftar para dai
mutawaqqifin yang dijarh oleh pihak Dammaj?
Bukankah Al Ustadz Dzul Akmal yang menyampaikan izin dauroh Ngawi (yang diselenggarakan oleh
Mahad Al Imam Muhsin Abu Hazim Magetan dan Aloloom) kepada Asy Syaikh Rabi hafizhahullah? Apakah
ini bukti tawaqquf?
Walaupun setelah meledak fitnah Hajuriyah, bukankah Al Ustadz Dzul Akmal tetap merupakan salah satu
wali santri di pondok Magetan yang jelas-jelas berwala kepada Yahya Al Hajuri? Apakah ini juga tawaqquf?
Bukankah ketika penyelenggaraan daurah Syaikh Abdullah Mari dan Syaikh Muhammad Ghalib kemarin
beliau tidak hadir? Apakah ini tawaqquf?
Bukankah ketika berkesempatan umroh dan berkunjung kepada Syaikh Rabi, rombongan beliau juga
mendapatkan nasihat keras dari Syaikh Rabi terkait mauqif mengenai fitnah Hajuriyah? Apakah ini juga
menunjukkan beliau diam (tawaqquf) tidak punya sikap dalam fitnah Hajuriyah?
Tetapi sungguh tragis dan memilukan bahwa semua pengorbanan beliau di atas sama sekali tidaklah
dipandang walau sebelah mata apalagi mendapatkan balas jasa dari pihak Al Hajuri karena nama beliau
tetap dicantumkan dalam daftar mutawaqqifin dan mutaashibin pada nomor urut (26) dengan dosa
beliau: Mutawaqqif dan Mutasawul. Ya Rabb.

18
Hampir-hampir saja mereka jantan

Gambar 16. Screenshot Aloloom Al-Hajuriyah, SK Dilarang berjalan di atas bimbingan ulama, harus menjadi
Hajuriyun

Al-Hajuri menegaskan lagi:


adalah sikap yang tegas
Intinya dari semua ini, yang ingin kami wasiatkan dalam permasalahan ini
dan tidak boleh untuk mengatakan aku mutawaqif karena kami tidak mau menerima
sikap tawaqquf dalam permasalahan ini. (lihat gambar 17)

Gambar 17. Screenshot Aloloom Al-Hajuriyah, SK Harus bersikap tegas,tidak menerima tawaquf

Al-Hajuri juga menandaskan:


Kami katakan juga, sesungguhnya orang yang tawaqquf adalah orang-orang yang di dalam hatinya ada
penyakit yang mempunyai tujuan tertentu atau dia adalah orang yang tersamar baginya kebenaran dan
mempunyai syubhat yang tidak bisa diterima, atau dia adalah orang yang lalai dari kebenaran. Oleh karena
itu apa yang kami sampaikan ini adalah sebagai keterangan baginya dan setelahnya tidak boleh lagi untuk
tawaqquf. (lihat gambar 18)

Gambar 18. Screenshot Aloloom Al-Hajuriyah, SK Harus menjadi Hajuriyun= Al Haq sudah terang
benderang,tidak menerima tawaquf

Demikianlah satu-satunya pilihan yang harus dipilih umat yang telah dilontarkan oleh sang Khalifah
penjaminan kebenaran fitnah, Al-Hajuri kepada setiap orang secara mutlak (yang mencakup
di sana para Masyayikh dakwah juga) apakah mengikuti dan membenarkan jaminan kebenaran Al-
Hajuri= Al Haq sudah terang benderang dan ini selamat baginya atau harus siap untuk dijarh
dan ditahdzir! Tetapi maukah ummat bergabung bersama Al-Hajuri dan kelompoknya?

19
Hampir-hampir saja mereka jantan

Telah sekian lama berlalu dari sejak Hajuriyun Indonesia (dengan direstui oleh Al-Hajuri) ketika menanggapi
pernyataan asatidzah Indonesia yang membawa pesan dari Asy Syaikh Rabi hafizhahullah yang dikirimkan
dalam Surat Terbuka kepada Al-Hajuri:

Kita semua kami dan antum sama-sama yakin Insya Allah kebenaran nasehat yang diucapkan oleh Asy
Syaikh Rabi untuk segenap salafiyyin, yang beliau sampaikan pada 17 Rabiuts Tsani 1429 H bahwa :

Karena mereka bukanlah Ahlul Bidah. Demi Allah, kalau seandainya salah satu pihak adalah mubtadi
niscaya kami akan angkat suara dan kami jelaskan kebidahannya. Namun tidak ada diantara mereka
yang ahlul bidah. Tidak ada di antara mereka dai kepada bidah. Tidak ada apa-apa di antara
mereka. Pada mereka hanya ada kepentingan-kepentingan pribadi.

Mereka semua adalah salafiyyun. Mereka semua adalah orang-orang yang utama. Mereka semua
insya Allah adalah para mujahidin. Barakallah fikum,

Mereka (Hajuriyun Indonesia yang berada di Dammaj) mengomentarinya dengan mengatakan :

,
.

Adapun kami, maka kami tidak meyakini kebenaran (nasehat Asy Syaikh Rabi) itu terkait dengan
Bahkan yang kami bertaqarrub kepada
Abdurrahman dan orang-orang yang bersamanya.
Allah dengannya adalah mereka adalah hizbiyyun, ini sudah dijelaskan dengan
hujjah-hujjah dan bukti-bukti yang telah tertulis dan dijelaskan dalam berbagai malzamah dan kaset,
walhamdulillah.

Subhanallah. Jadi inilah sikap mereka. Bahkan sikap tersebut mereka yakini sebagai bagian dari agama yang
mereka bertaqarrub kepada Allah dengannya. Subhanallah, sungguh betapa sedih kita mendengarnya.

Al-Hajuri dan murid-muridnya, memang telah terang-terangan dan penuh


Jadi mereka,
arogansi menampakkan penentangan terhadap nasehat para ulama Dakwah Salafiyyah,
yang mereka (para ulama tersebut) juga mengerti dan membahas permasalahan yang terjadi berdasarkan Al-
Quran dan As-Sunnah di atas manhaj salaf. Jika demikian, maka jelas sudah. Mereka tidak akan berubah.
Tetap pada keputusan bahwa Asy Syaikh Abdurrahman dan orang yang bersamanya adalah hizbi. Sehingga
halal mencela Asy Syaikh Abdurrahman, halal mencela Asy Syaikh Abdullah Mari, halal mencela Asy
Syaikh Ubaid, Asy Syaikh Al-Wushabi, dan banyak lainnya yang tidak sependapat dengan mereka.

Al-Hajuri sendiri sudah menyatakan dengan tegas dan terang-terangan :

Aku bersumpah demi Allah untuk kalian, para pendengar dan siapapun
yang mendengar, bahwa kalau para ulama dunia bersepakat menyatakan
bahwa Abdurrahman bukan hizbi, maka aku tidak akan menerima
pernyataan ini dari para ulama tersebut.
Maka inilah keputusan Al-Hajuri. Inilah tarbiyyah HARGA MATI Al-Hajuri kepada para muridnya. Di atas dalil
apa? Kebenaran yang Dijamin oleh Al-Hajuri hadahullah.

Sikap tegas dan jelas dari Asy Syaikh Rabi (yang jelas-jelas berlawanan dengan mereka) bahwa Asy
Syaikh Ubaid Al Jabiri, Asy Syaikh Abdullah dan Abdurrahman Mari adalah SALAFY (dan

20
Hampir-hampir saja mereka jantan

bukan hizby!)19 belum lagi mampu menumbuhkan kejantanan mereka sehingga


berani menvonis Asy Syaikh Rabi sebagai KIBAR MARIYYAIN!20
Hampir-hampir saja mereka Jantan
Saudaraku rahimakumullah, perlu diketahui bahwa rubrik khusus (yakni Majlis Khusus) di situs aloloom
tidaklah dibuat untuk menghadapi Rafidhah, Khawarij, ataupun Shufiyyah. Namun dibuat khusus untuk
memerangi Ahlus Sunnah!! Bahkan situs aloloom secara keseluruhan tidaklah dibuat kecuali untuk itu!!

Maka kelompok kecil yang zhalim dan durhaka ini tidaklah berbuat kecuali melawan manhaj salafi dan
melawan dan menghinakan para masyayikh Dakwah Salafiyyah yang tidak mau seia sekata dengan dakwah
fitnah yang dijamin kebenarannya oleh Al-Hajuri. Terkadang mereka tampilkan di mimbar umum (yang bisa
dibaca setiap pengunjung) dan terkadang mereka tampilkan di balik tirai yaitu di majlis Khusus (yang hanya
bisa dibaca oleh para anggota saja) .

Namun Allah Jalla fi Ulah batalkan makar-makar mereka, Allah singkap kedok mereka, sekaligus Allah
gagalkan rencana-rencana mereka. Di sarangnya mereka menyiapkan berbagai rencana-rencana sesat
dan bidah. Betapa sengitnya permusuhan mereka dalam memerangi manhaj salafy!!!

HAMPIR-HAMPIR SAJA MEREKA JANTAN


DENGAN MENCAP ASY SYAIKH RABI'
HAFIZHAHULLAH SEBAGAI KIBAR HIZBY
JADID MAR'IYYAIN
Bahkan Asy Syaikh Rabi pun tidak selamat dari celaan-celaan, baik tersembunyi maupun terang-terangan.
Celaan-celaan tersebut ada pada postingan berjudul :

()
(Az-Zahrani dan kepandaiannya dalam bersandiwara)
Yaitu terkadang mereka menyifati Asy Syaikh Rabi sebagai :

()
(seorang yang memiliki teman-teman duduk yang tukang hasad dan penakut)21

19 Dan di atas bimbingan dan arahan beliau inilah segenap Salafiyyin dan para ulama lainnya bersikap dan
bahkan hal ini diketahui dengan jelas oleh Musthafa Adil Mansur.
20 Karena di atas bimbingan beliaulah para ulama dan segenap Salafiyyin bersikap bahwa kedua Syaikh Al
Mari adalah SALAFY.
21 Naam, mereka/Hajuriyah memang orang-orang pemberani! Ya, pemberani dalam mencabik-cabik
kehormatan para ulama, melampiaskan hawa nafsunya dengan label perang terhadap Hizbi Jadid
Mariyyain sebagai kedoknya. Tidak ada pilihan lain bagi yang ingin selamat dari lisan dan tulisannya
kecuali harus menjadi satu shof satu barisan berteriak: Perangi Hizbi Jadid Mariyyain dan komplotannya
(yakni yang dimaksud adalah para ulama dan segenap Salafiyyin yang tidak mau mengikuti vonis
mereka)!. Inna lillah.

21
Hampir-hampir saja mereka jantan
Terkadang mereka mengatakan tentang beliau :


(kebanyakan orang-orang yang berada di sekitar Asy Syaikh Rabi menempuh cara yang penuh hasad ini)

Gambar 19. Screenshot Aloloom Al-Hajuriyah ketika mencerca majlis Asy Syaikh Rabi', Masyayikh di sekitar Asy
Syaikh Robi
Jadi Asy Syaikh Rabi menurut mereka adalah orang yang tidak perhatian terhadap orang-orang di sekitarnya
yang ternyata mereka adalah para penakut dan tukang hasad.
Terkadang mereka mengatakan tentang beliau :


Di antara orang-orang yang berada di sekitar Asy Syaikh Rabi kebanyakan bersama Al-Adeni, mereka telah
berhasil (membuat) gambaran-gambaran dan hukum-hukum yang salah tersebut
Apakah pembaca tahu celaan yang lebih keras dari ini terhadap Asy Syaikh Rabi?
Terkadang mereka mengatakan :


(Mereka telah mampu membuat talbis terhadap Asy Syaikh Rabi dengan bantuan beberapa Masyayikh!!)

Gambar 20. Screenshot Aloloom Al-Hajuriyah ketika melecehkan Asy Syaikh Rabi' dan mencabik-cabik
kemuliaan para Masyayikh
Terkadang mereka mengatakan :

22
Hampir-hampir saja mereka jantan

(

(Sering sekali Asy Syaikh Rabi menyampaikan pertanyaan kepada para zairin : Apakah kalian dari utara atau
selatan? pertanyaan ini tidak ada landasan kebenarannya sama sekali. Sebagian pengikut Mariyyain dan
para pembelanya yang ada di sekitar Syaikh Rabi berhasil memuaskan beliau. Tentunya dengan dukungan
sebagian Masyayikh di Yaman.)

Gambar 21. Screenshot Aloloom Al-Hajuriyah ketika melecehkan Asy Syaikh Rabi' dan mencabik-cabik
kemuliaan para Masyayikh Mamlakah dan Yaman
Jadi Asy Syaikh Rabi menurut mereka telah tertimpa kelalaian, tidak tahu sebab-sebab fitnah yang terjadi,
dengan menyangka bahwa sebab fitnah ini hanya semata-mata yel-yel jahiliyyah, yaitu kamu orang utara
ataukah orang selatan?
Apakah demikian kedudukan Asy Syaikh Rabi di hadapan kalian wahai Aloloom Al-Hajuriyah??!

Mereka juga mengatakan :


( )!( )- -
(


) ) ) .
(Musykilah terkait dengan Asy Syaikh Rabi hafizhahullah wa waffaqahu menegakkan kebanyakan gambaran
dan hukum yang salah kalau boleh ungkapan ini, dengan tetap pemuliaan kita terhadap beliau, demi Allah,
dan kecintaan kita serta kita tahu bahwa beliau mendapat pahala dengan ijtihadnya menegakkan
gambaran-gambaran dan hukum-hukum tersebut dengan bersandar kepada berita yang dinukilkan kepada
beliau dari orang-orang yang ada di sekitarnya dari kalangan para pengekor mariyyain dan para pendengki
Asy Syaikh Yahya dan dakwah Dammaj dari kalangan para Masyayikh di Mamlakah yang menginginkan Dakwah
Salafiyyah sebagai dakwah yang keras kepala terhadap Mamlakah. Yang membuat semakin meyakinkan
adalah bahwa sebagian Masyayikh Yaman yang memiliki kepentingan-kepentingan tersebut menguatkan
gambaran-gambaran salah tersebut kepada Syaikh Rabi yang mereka nukilkan kepada Syaikh Rabi)

23
Hampir-hampir saja mereka jantan

Gambar 22. Screenshot Aloloom Al-Hajuriyah ketika melecehkan Asy Syaikh Rabi' dan mencabik-cabik
kemuliaan para Masyayikh Mamlakah dan Yaman
Demikianlah, tragedi berantai cercaan dan caci makian terhadap para ulama Dakwah Salafiyyah dan para
Masyayikh-nya. Termasuk juga terhadap Asy Syaikh Rabi dengan kata-kata yang sangat kasar dan kotor.
Inilah bukti nyata peperangan keji yang dikobarkan oleh Hajuriyun terhadap ayahanda kita, Asy Syaikh Rabi
hafizhahullah beserta para ulama Mamlakah dan Yaman.
Masih adakah orang-orang yang tertipu setelah pembeberan bukti terang benderang seperti ini?

Bukti selengkapnya Aloloom Al-Hajuriyah ketika memerangi dan menikam dengan keji kehormatan dan
kemuliaan para Masyayikh Dakwah As Salafiyyah silakan download link di bawah ini:

Berikut bukti lengkap kejahatan Hajuriyun dalam postingan mereka di Majelis Khusus Aloloom Al-
:Hajuriyah

:Ucapan Terima Kasih kepada Situs Al-Wahyain oleh Al Burai


http://www.plunder.com/-mht-download-14f5be585e.htm
( Al Burai di Aden)
http://www.plunder.com/-doc-download-61606afd38.htm
:( ( Az-Zahrani dan Perhatiannya terhadap Permisalan)
http://www.plunder.com/-mht-download-0b3d718201.htm
: (Pelan-pelan Wahai Syaikh Utsman)
http://www.plunder.com/-mht-download-22253d0ec1.htm

( ] [ Si Ular Belang [Numan Al-Watr]


memyampaikan muhadharah di hadapan Al-Imam dan Adz-Dzamari)
http://www.plunder.com/-mht-download-f838afc52b.htm
( Ahmad Bazmul
mengatakan bahwa dirinya hanya ingin menurunkan tulisannya di Wahyain bukan menentang kita)
http://www.plunder.com/-mht-download-0c143720ae.htm
Di dalam dapur Aloloom Al-Hajuriyah pembawa malapetaka mereka merencanakan dan menyusun sendiri

24
Hampir-hampir saja mereka jantan
makar kejinya dalam memerangi dan menikam dari belakang kehormatan dan kemuliaan para ulama pewaris
para nabi!
Dan walhamdulillah makar keji tersebut telah tersingkap dengan jelas tanpa ragu lengkap beserta bukti
nyatanya walaupun mereka telah berupaya menutupinya dari pandangan umat (dengan majlis Khas-nya)!

Bukankah ini semua merupakan bukti nyata dosa-dosa besar Hajuriyun, wahai Abu Turob?
Bukankah perbuatan nista dan rendah seperti ini (di balik kampanye dan promosi fatwa dan pujian Asy
Syaikh Rabi yang kalian pampangkan di Majlis Umum Aloloom) ternyata di balik dapur kalian telah mengasah
SAIF-SAIF (Pedang Aloloom) untuk menikam beliau dan para Masyayikh dakwah Salafiyyah dari belakang?
Kalau saja kalian sedikit memiliki kejantanan, tentulah kalian tidak akan perlu untuk membuat
rubrik khusus (yang hanya bisa dibaca oleh anggota gembong-gembong besar Hajuriyun di dapur Aloloom)
untuk menikam dari belakang dan mencabik-cabik kehormatan para ulama kami.

Hampir-hampir saja kalian Jantan dengan mencerca dan mencabik-cabik


kehormatan Asy Syaikh Rabi dari depan (Majelis umum).

Setelah ini semua, masihkah ada orang-orang yang memiliki nurani, kecemburuan dan pembelaan terhadap
Islam dan Ulamanya yang tetap tertidur lelap dengan gemerlapnya permadani cercaan dan kejahatan yang
dihamparkan di depan kita?
Wahai saudaraku, saksikanlah bahwa ini semua adalah bukti pengkhianatan mereka terhadap ulama kaum
muslimin.

Adakah dengan tarbiyah keji semacam ini akan terlahir generasi-generasi Salafy yang ihtiram pada para ulama
PEWARIS PARA NABI?? Memuliakan kedudukan mereka sebagaimana Allah memuliakannya? Tidak bahkan
mereka telah memberikan Sunnah Sayyiah kedurhakaan, kezhaliman dan kerusakan untuk memisahkan umat
dari para pembimbing DIENnya.
DuhaiCelaka kalian.

Maka tidak sepantasnya bagi kalian wahai Al-Hajuri dan Hajuriyun untuk menipu umat dengan mengacung-
acungkan kepada umat Islam akan tazkiyah Asy Syaikh Rabi terhadap kalian!!
Sungguh pujian beliau yang kalian pampangkan sendiri ternyata kalian balas dengan menikam beliau (dan
para Masyayikh Mamlakah dan Yaman) dari belakang ketika bimbingan beliau dan para Masyayikh lainnya
hafizhahumullah tidak sejalan dan sekomando dengan dakwah jahat kalian yang telah dijamin
kebenarannya oleh Al-Hajuri hadahullah.
Inikah sikap ksatria durhaka yang kalian unggul-unggulkan? Inikah kemurnian dakwah Hajuriyah yang terjamin
kebenarannya? Wallahi kalian adalah pendusta besar!! Allahul mustaan. Allahul mustaan
Semoga Allah melindungi kita semua dari makar dan kejahatan mereka, amin.

Bisa jadi mereka akan menuding bukti hamba di atas telah mengambil rujukan pada si majhul.

Kita katakan:
Na'am!! Hamba memang menyusunnya, MENUKIL, MERUJUK pada bukti bukti kejahatan (kalian sendiri,
yang ditulis dan diposting oleh situs kebanggaan kalian sendiri) terhadap para ulama yang berhasil dibongkar
oleh Salafiyyin, yang bersumber sendiri dari Aloloom Al-Hajuriyah dan tidak sedang melakukan PENCURIAN
hasil karya orang lain (yang kemudian di atasnamakan sebagai tulisannya sendiri) sebagaimana perbuatan
orang licik dan tercela yang telah paduka sekalian beri jubah kemuliaan dan kehormatan (Salim bin Ied Al
Hilaly yang MENCURI (plagiat kitab Sabar,red) ilmu SABARnya Gembong Besar Ikhwanul Muslimin Yusuf Al
Qaradhawi) hanya karena dia sejalan dengan paduka dan memuji dakwah paduka!!

Bukankah paduka sekalian (para penghina dan pencaci maki) yang mencabik-cabik kemuliaan dan kehormatan
para ulama Ahlussunnah bukanlah orang-orang majhul yang samar identitasnya?
Bukankah paduka bukan orang-orang majhul yang malu untuk menyembunyikan identitasnya ketika mencaci
dan mencabik-cabik kehormatan dan kemulian para ulama dakwah Salafiyyah?!!

25
Hampir-hampir saja mereka jantan
Bahkan paduka sekalian begitu bangga merujuk pada Aloloom Al-Hajuriyah pembawa bencana dan
malapetaka.

Tanpa ragu walhamdulillah- hamba mengatakan jika Abu Turob bersama jaringannya bersatu padu bahu
membahu bersama kalian -wahai aloloom pembawa malapetaka dan bencana dalam mencabik-cabik
kehormatan dan kemuliaan para ulama Ahlussunnah.

Mungkin kita akan tertegun, mengapa pelecehan, penghinaan dan menikam dari belakang terhadap orang-
orang yang Allah muliakan ini sampai terjadi?
Ketahuilah bahwa di balik pelecehan ulama ada misi yang terselubung sebagaimana yang dikatakan oleh Asy
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan Hafizhahullah (artinya) :Yang demikian itu dalam rangka untuk
memisahkan umat dari ulamanya. Sehingga (bila berhasil Naudzubillah-pen) akan mudah bagi mereka (ahlul
bidah) untuk menyusupkan berbagai kerancuan pemikiran dan kesesatan yang dapat menyesatkan umat dan
memecah-belah kekuatan mereka. Itulah misi yang mereka inginkan, maka hendaknya kita waspada (Asy-
Syariah no.14/1445, hal.17)

Sungguh betapa mengerikan kondisi mereka yang ada di situs aloloom yang merupakan interpretasi Al-Hajuri
dan para muridnya. Jika demikian kedudukan ulama di mata mereka, maka bagaimana dengan orang-orang
yang tingkatannya di bawah ulama?
60 daftar nama duat Indonesia yang ditahdzir telah dikeluarkannya, yang utamanya nama-nama tersebut
adalah yang menandatangani Risalah Terbuka kepada Al-Hajuri.

Gambar 23. Screenshot Aloloom Al-Hajuriyah, SK Tahdzir Hizbi 60 duat yang mayoritasnya bertanda tangan
dalam Risalah Terbuka yang membawa pesan dan nasehat dari Asy Syaikh Rabi kepada Al-Hajuri
Tahukah pembaca sekalian bahwa risalah terbuka tersebut ditulis oleh asatidz yang membawa pesan dari Asy
Syaikh Robi hafizhahullah kepada Al-Hajuri?
Anehnya, tidak ada satu pun nasehat Asy Syaikh Rabi Al-Madkhali yang disampaikan para asatidzah yang
mereka sambut dengan tanggapan yang baik. Padahal itu merupakan tujuan ditulisnya surat terbuka
tersebut.

Adalah hal yang sangat menakjubkan bahwa si pembawa pesan (asatidz) telah mendapatkan SK Penghizbian
dari Hajuri dan Hajuriyun, adapun Asy Syaikh Rabi yang mewasiatkan pesan tersebut untuk disampaikan
kepada Al-Hajuri ternyata tidak didaftar nama beliau hafizhahullah dalam SK tersebut. Subhanallah.

Hampir-hampir saja mereka Jantan dengan mencap Asy Syaikh Rabi


sebagai Kibar Hizbi Jadid Mutaashibin Mariyyain!

26
Hampir-hampir saja mereka jantan
Adakah pengaruhnya 61 atau 601 atau bahkan 6001 nama du'at Ahlussunnah yang Hajuri dan Hajuriyah
hizbikan? Jangankan mereka para daI Indonesia jazahumullahu khairan atas perjuangan antum sekalian
dalam berdakwah- bahkan para Ulama Yaman, dan bahkan para ulama senior di sekitar ayahanda kita, Asy
Syaikh Rabi hafizhahullah dan bahkan lebih dari itu, ayahanda kita semuanya, Asy Syaikh Rabi hafizhahullah
sendiri tidak luput dari tikaman keji pena dan lisan Al-Hajuri dan Hajuriyun.
Makanya tidak heran setelah dikeluarkannya tahdzir terhadap para duat di Indonesia kita tidak
mendengar ada berita bahwa para duat yang telah ditahdzir oleh Al-Hajuri dan
Hajuriyun menjadi stress dan sakit. Adanya sebagaimana tidak adanya.
Mungkin berita ini mengecewakan bagi Hajuriyun yang telah bersusah payah menyusun JAMINAN
KEBENARANNYA,tetapi ya inilah kenyataannya.
Walhamdulillah dakwah para asatidz tetap berjalan sebagaimana biasa, program tahunan Daurah Masyayikh
yang datang dari sisi ayahanda kita, Asy Syaikh Rabi hafizhahullah tetap juga dijalankan biidznillah.

Sebagaimana pepatah
Biarlah anjing menggonggong karena menggonggong adalah
pekerjaannya
Tetaplah kita semua semangat untuk selalu menyambut bimbingan, petunjuk dan arahan dari para ulama.
Kita hormati para guru kita yang telah mengajari ilmu dien dan membantu mengangkat kejahilan demi
kejahilan yang ada pada diri kita.

Kecintaan kita terhadap pewaris para nabi tidak akan kita realisasikan dengan cara kurang ajar terhadap
ulama. Kalau Al-Hajuri dan Hajuriyun MASIH terus mengajarkannya demikian, sungguh akan ada saatnya waktu
panen tiba, memetik hasil yang ditanamnya, didurhakai oleh para muridnya. Naudzubillah.

BAK SEEKOR KELEDAI LIAR (BACA:


INDEPENDENT) YANG MEMANGGUL KITAB
(Penyusup Mujahirin dengan Track Record yang Mengerikan)
Masuk menyelusup ke berbagai komunitas untuk menyalurkan ambisi dan tujuannya, sekian topeng wajah
telah silih berganti dikenakannya. Mengaku mantan Laskar, mengaku rapper, pengarang lirik lagu rap
Petinju, masuk sururi, terpergok di sana lari kesini, dihalau dari sini ehhhkini mendekap di Salafi paling
murni.
Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun

Jika seekor gagak dijadikan penunjuk jalan

27
Hampir-hampir saja mereka jantan

Tidaklah dia menuntun kecuali kepada sekumpulan bangkai


Inilah jejak si burung gagak, sosok yang didekap dan tunggangi sedang pamerkan diri22 (lihat gambar 24,
25, 26, 27, 28 dan 29)

Gambar 24. Firman menyelusup di situs forum ikhwani myquran, mengaku mantan laskar MUJAHIDIN ASLI

Gambar 25. Eric Mobba wajah lain Firman, menyelusup di hiphopindo, si haus darah, membawa paham
Khawarij

22 Hamba berlepas diri dan memohon ampunan kepada Allah atas penukilan bukti-bukti kefajiran ini. Tidaklah bukti
tersebut hamba tampilkan kecuali untuk menunjukkan seterang terangnya akan kejahatan dan kengerian tingkah laku
yang dipertontonkannya. Sesungguhnya setiap insan tentulah tidak terlepas dari kesalahan dan dosa. Ada rasa malu
untuk mempertontonkannya kepada khalayak. Adapun Mujahirin yang terang-terangan mempertontonkan tingkah laku
dan perbuatan fajirnya maka ini adalah kegilaan, dan memuat ajakan kepada orang lain untuk melakukan kegilaan
sebagaimana kegilaan yang telah dipertontonkannya. Selayaknya bagi umat untuk diberi peringatan dari orang-orang
yang sangat berbahaya dan mengerikan seperti ini.

28
Hampir-hampir saja mereka jantan
Gambar 26. Abu Khalid Rajulun Ahlu Jarh minal Haq fii Bashirah Haadun Jiddan menyelusup di kelompok
Sururi, tampak wall facebooknya ketika dia condong ke mereka dan acara mereka

Gambar 27. Abu Khalid menyelusup di Sarang Ikhwani, tampak dia menjadi murid di lembaga milik Anis Matta,
Lc.

Gambar 28. Belakangan Firman a.ka Salafiyyin Jakarta a.ka Abu Hurairah Syujuan a.ka Abu Khalid, setelah
menyusup ke Magetan, dia berseteru dan menerima tuduhan Hasan bersaudara yang lebih dahsyat

29
Hampir-hampir saja mereka jantan

Gambar 29. Salafiyyin Jakarta (Abu Khalid) menulis tantangan terhadap Imam Abu Hazim Muhsin Al Jawi, guru
Hasan bersaudara

Adapun bukti yang ini, hamba tak sanggup memindahnya, liriknya hanya akan mengotori malzamah ini. Tetapi
agar hamba tidak dituduh sebagai tukang fitnah, buktipun terpaksa diserta. Silakan klik sendiri:

http://bocoralus.wordpress.com/2009/08/27/lirik-lagu-bejat-dari-buaya-darat/

http://bocoralus.wordpress.com/2009/08/26/eric-mobba-walaupun-gue-bejat-bro-tapi-ga-salahkan-gue-cari-
perawan/

Gambar 30. Fatwa Abu Khalid: DAMMAJ MILIK JENGHIS KHAN MUHSIN DARI MAGETAN

30
Hampir-hampir saja mereka jantan

Gambar 31. Abu Hurairah alias Eric Mobba alias Firman alias Abu Khalid alias Rajulun Ahlu Jarh minal Haq fii
Bashirah Haadun Jiddan akan belajar pada Salim Al Hilaly, menunda nikah karena cuma nyalurin arus bawah
aje

Kita tanyakan kepada Abu Fairuz Al Kudusi, dengan sebagian kecil bukti Mengerikan dari si
Mujahirin Penyusup di atas, mana kaidah-kaidah dan syarat-syarat taubat yang paduka susun? Apakah
proposal itu dikhususkan hanya buat paduka Jafar Umar Thalib? Adapun yang sejalan dan semisi dengan
Jaminan Kebenaran dari sisi paduka maka dirinya berhak untuk mendapatkan FREE PASS kartu
taubat dan bisa langsung mengemban amanat fitnah dakwah paling murni sejagat untuk mencabik-cabik
kesatuan umat? Duhai.

Sesungguhnya, dari sisi akhlaq apalagi dari segi manhaj dirinya tidaklah berharga bagi Hajuriyah. Hanya saja
dia bisa bersama kumpulan mereka karena sejalan dalam mencabik-cabik kehormatan para ulama, para duat
dan melancarkan fitnah keji serta mengadu domba. Maka dia amat berharga di sisi Hajuriyah, minimal sebagai
tukang pos gratis !!!

Gambar 32. Mengambil sanad dari syaithan berupaya melancarkan fitnah keji dan adu domba tanpa ada
kenyataannya sama sekali

Benar-benar kejahatan dahsyat nan keji yang tiada terperi!!



YANG BANYAK MENCELA, YANG KIAN KEMARI MENGHAMBUR FITNAH23


23 arti dari Quran Surah Al Qalam:11

31
Hampir-hampir saja mereka jantan
TUKANG FITNAH TIDAK AKAN MASUK SURGA24

Pantaskah seorang Fattan Khabits seperti bukti di atas memiliki nilai di sisi dakwah paling murni sedunia?
Tetapi demikianlah kenyataannya. Tidaklah memiliki nilai keutamaan di sisi mereka kecuali hanyalah sebagai
keledai tunggangan pengangkut beban fitnah yang mau pergi kemanapun tuannya mengarah.
Sejatinya bahwa seekor keledai tidaklah memiliki rasa malu, hanyasanya sang penggembalalah yang pantas
kita tuding: Demikiankah manhaj kalian dalam memurnikan dakwah dengan cara membuang jauh-jauh sifat
malu dengan membiarkan fattan pendusta berkeliaran atas nama dakwah paling murni sejawat?

Tidak sampaikah kepada paduka peringatan langsung dari Khalifah di Dammaj bahwa mengadu domba adalah
manhajnya Iblis?
Ini adalah manhajnya Iblis sebagaimana yang dikatakan oleh Rasululloh shollallohu alaihi wa alihi
wasallam- Sesungguhnya syaithon telah putus asa untuk disembah di Jazirah Arob, akan tetapi dia tidak
putus asa untuk senantiasa menyalakan permusuhan/adu domba.(HSR.Muslim)

Gambar 33. Screenshot Aloloom Al-Hajuriyah SK Manhaj Iblis, pas buat si bak keledai dan penggembala liarnya

Demikianlah keadaan mengerikan dari manusia durjana penyala api fitnah tersebut.

THE WINNER IS.. ABU HURAIRAH a.k.a


ABU KHALID AL-SAMURAI AL SAFAR
24 (artinya) dari Hudzaifah Radhiyallahu anhu dia berkata: Rasulullah bersabda: Tukang fitnah tidak
akan masuk surga. (Muttafaqun alaih)

32
Hampir-hampir saja mereka jantan

Berlagak seekor keledaiindependent memanggul kitab yang overweight (baca:kelebihan beban) kurang lebih
SERATUS KILOGRAM sehingga mengembik, melenguh, meringkik memunculkan suara-suara aneh yang tidak
memiliki jasad di alam nyata semisal (9)Abu Abidat Safar (10) Abu Afifah Al Safar (41)Abdu Syamsudin,
(43)Abu Ma'ati, (56)Munajar dan (57) Mahyamina

Gambar 34. Screenshot suara-suara aneh yang keluar dari mulut si bakkeledai di blog SALAHPIindependent

Perang saudara telah terjadi begitu sengitnya, keduanya saling menyengat, menyikat dan menyikut dengan
modal yang sama, hubungan dekat dengan Imam Muhsin Magetan dan sama-sama mengklaim bahwa Sang Imam
berada di pihaknya. Akan tetapi dalam sebuah duel pertarungan mematikan, hanya satu yang keluar sebagai
pemenang, aktor utama bocoralus. Lho kok bisa?!

Siapa sangka bahwa HARTA KEKAYAAN 24 Karatan si bakkeledai liar tersebut ternyata adalah MAJIKAN dari
Imam Magetan dan Markaz Salafiyyah Murni Sejawat? Simak saja pengAKUan si mulut besar sendiri (lihat
gambar 35 dan 36).

33
Hampir-hampir saja mereka jantan

Gambar 35. Tampak situs Firman membahas Achmad Junaidi. Bagaimana mungkin ada yang nendang ana
sedangkan ana nantinya akan MEMBANGUN MARKAZ SALAFIYYAH MURNI DI JAKARTA

Gambar 36. Selengkapnya, bagaimana mungkin ada yang nendang anasedangkan ana nantinya akan
MEMBANGUN MARKAZ SALAFIYYAH MURNI DI JAKARTA ungkapnya dengan pongah dan penuh kepastian.

Tetapi jangan terkejut jika anda mengkroscek kembali bukti di atas, ternyata rayuan Harta Bendanya yang
menjadi Majikan Dakwah Paling Muerrni Sejawat telah dihapus. Ada SK Kilat penghilangan nihhh.

34
Hampir-hampir saja mereka jantan

BENAR-BENAR BAK KELEDAI LIAR YANG


MEMANGGUL KITAB
Terkait penghinaan Hajury dan Hajuriyun terhadap Asy Syaikh Ubaid Al Jabiri hafizhahullah,
bakkeledaiindependent memamerkan keakrabannya dengan para sopir dakwah paling murni sejawat (lihat
gambar 37)

Gambar 37. Syaikh Ubaid al Jabiri beliau adalah seorang ULAMA AHLU SUNNAH, katanya sambil memegang
kucing

Benar-benar bak Keledai memiliki beking yang amat kuat, sampai-sampai tempat tidur dan kucingnya
dijadikan saksi nepotismenya. Pantas saja dia begitu PD mengumpat sana mengumpat sini tanpa takut blognya
di SK tutup layar, sekelas pak Junedpun berhasil digilas sehingga blognya (pakjuned.blogspot.com)
diperintahkan harus tutup layar.

Ya ustadz Ibnu Umar hadahullah, demikiankah atsar ilmu luas dan dalam yang didapatkan dari Al-Hajuri ?
Baru pulang dari sana sudah MENGIBULI hanya karena HARTANYA adalah ASSET BERHARGA 24 karatan yang
harus dibiarkan hidup berkeliaran walaupun dia bak seekor keledai yang memanggul kitab?
Dikaupun begitu tega mengelabui Abu Hurairah? Iya, sekarang si bocoralus telah melakukan operasi face-off
untuk kesekian kalinya dengan topeng barunya sebagai Abu Hurairah25.

Kita katakan kepada Abu Hurairah Firman, baginda telah dikibulin! (lihat gambar 38 dan 39)

Gambar 38. Screenshot di situs Aloloom, tahdzir Hajuri terhadap Asy Syaikh Ubaid Al Jabiri hafizhahullah

25 Melihat dan mengamati sepak terjangnya yang benar-benar menghayati sifat si bunglon yang terus
berganti-ganti warna, identitas, hamba benar-benar khawatir bahwa orang ini mengalami krisis gangguan
kejiwaan

35
Hampir-hampir saja mereka jantan

Gambar 39. Screenshot di situs Aloloom Al-Hajuriyah, tandzir Al-Hajuri terhadap Asy Syaikh Ubaid Al Jabiri
hafizhahullah

Naik gunung membeli jati


Berhenti dekat pohon pepaya
Pakcik Agung kibuli si jakarti
Bagaimana umat akan percaya
Kucing orang dielus-elus
Sambil berbaring di kasurnya
Keledai orang diakal bulus
Sambil berbaring di kasurnya
Tega nian dikau
Sepantasnya kita memperbanyak istighfar kepada Allah . Sekian tahun menimba ilmu di bawah bimbingan
langsung Al Imam Jarh wa Tadil Yaman, pulang pulang membuka dakwah dengan mengibuli orang. Wa yang
lebih kejam lagi, dikau mengibulinya sambil berbaring di tempat tidurnya wa yang sangat menggemaskan
dikau mengibulinya sambil memegang kucingnya. Astaghfirullahal adzim. Allahummaghfirlahu.

Betapa malang nasibmu wahai Abu Hurairah Firman, benar-benar dikau bagaikan keledai fitnah yang
memanggul kitab.

36
Hampir-hampir saja mereka jantan

INILAHFAKTA
(MENG-INSTALL ULANG FATWA PALSU
KATAK DALAM TEMPURUNG)
Demikianlah jika sudah terbiasa berenang di lautan fitnah dan kekejian, tak lagi merasa takut dengan tuduhan
keji yang dilemparkan, SI FAJIR menvonis Salafiyyin sebagai orang-orang fajir dan menvonis pula Salafiyyat
Indonesia sebagai orang-orang yang fajir yang melakukan kefajiran di Baitullah !!

Gambar 40. Screenshot bakkeledailiar independent ketika memuntahkan fitnah dan tuduhan keji bahwa
daurah masyayikh mendatang akan terjadi ikhtilat PUTRA dan PUTRI. Hanya karena dia dengki tidak dibutakan
dengan tidak melihat tanda khusus, yang menunjukkan PUTRI disediakan tempat relay daurah di sekian
tempat. Ya, belum lagi acara daurah dimulai, namun bak Mama Loreng, Firman menerawang berdasarkan
bisikan syaithan di acara daurah masyayikh mendatang

Apa kamu mengira bahwa para Masyayikh setingkat Asy Syaikh Abdullah Al Bukhari, kemudian Profesor
Muhammad Bazmul dan juga Asy Syaikh Khalid Azh Zhufairi akan berdiam diri menyaksikan di depan mata
beliau, di dalam masjid Baitullah terlaksana majelis kefajiran RIBUAN ORANG dimana Salafiyyin dan Salafiyyat
akan saling berdesak-desakan mepet-mepet ikhtilath????!

Sungguh kamu adalah fattan pendusta besar yang dibiarkan liar berkeliaran dan cukuplah RIBUAN IKHWAH
SALAFIYYIN SE INDONESIA yang telah menghadiri Daurah Di Masjid Agung Bantul menjadi saksi atas kedustaan
dan fitnah kejimu!!? Di dalam masjid bagian mana wahai pendusta terjadi Ikhtilath antara lelaki fajir dan

37
Hampir-hampir saja mereka jantan
perempuan fajir???!!
Haat burhanakum!!

Bagaimana mungkin ada tempat bagi wanita fajir di Baitullah sementara di dalam dan dibelakang masjid diisi
penuh oleh segenap Ikhwah Salafiyyin?!
Bagaimana mungkin terjadi kefajiran iktilath mepet-mepet antara Salafiyyin dan Salafiyyat Indonesia
sementara panitia dauroh SAMA SEKALI TIDAK MENYEDIAKAN TEMPAT bagi wanita SECUILPUN di Baitullah??!
Bagaimana mungkin (taruhlah tuduhan si bakkeledai benar) para ulama yang menyaksikan kemungkaran
tersebut akan mendiamkannya?
Dan bagaimana mungkin para Masyayikh tetap datang di tahun berikutnya sementara yang didatangi adalah
majelis Ikhtilath mepet-mepet di Baitullah?
Kalau dirimu tidak mampu menghadirkan SEORANGpun ikhwah Salafiyyin sebagai saksimu, maka hadirkanlah
SETENGAH saksi dari kalangan wanita fajir yang menjadi korban Daurah Ikhtilath mepet-mepet di
Masjid Agung Bantul!!

Wallahi kamu adalah pendusta besar dan sungguh penunggangmu adalah syaithan bisu yang tidak mau
membungkam mulut khabitsmu yang darinya keluar kekejian, kekotoran dan tuduhan-tuduhan fajir.
Kalau memang benar apa yang kamu tulis bahwa dirimu tidaklah berdusta dengan berbagai kisah kedekatanmu
dengan sopir-sopir dakwahmu, maka tempat tidurmu, kucingmu, SMS-SMS ustadzmu yang kamu pamerkan
sendiri adalah bukti jelas siapa yang telah menunggangi dan memelihara keLIARANmu.

Selain keledai, sesungguhnya akal sehat manusia yang berakal akan mengingkari semua lenguhan keledai di
atas, hanya saja demikianlah letak perbedaan akal manusia dan akal keledai (yang sengaja dibiarkan hidup
berkeliaran oleh tuannya) untuk mengacaubalaukan ukhuwah imaniyah yang selama ini dijaga.

Nyata pada yang demikian itu PELECEHAN DAN PENGHINAAN KEPADA PARA
MASYAYIKH DAKWAH.
Maka bagaimana mungkin Asy Syaikh Rabi hafizhahullah akan mengizinkan para Masyayikh Dakwah yang
datang dari sisi beliau untuk datang ke Indonesia mengisi Daurah Nasional yang padanya terdapat
kemungkaran dan kefajiran?! Siapakah sesungguhnya yang fajir dan khabits? Salafiyyin ataukah dirimu wahai
fattan khabits? (lihat gambar 41, 42, 43 dan 44)

Gambar 41. Bertopeng Abu Khalid Al Samurai, berfatwa: Orang Jawa itu Zindik Musuh Allah

38
Hampir-hampir saja mereka jantan

Gambar 42. Bertopeng Badar Hiphoshop Takfiri, tebar ancaman preman

Gambar 43. Pasang topeng sebagai Abu Kholid Al Samurai At Takfiri lagi beraksi, ancam bunuh

39
Hampir-hampir saja mereka jantan

Gambar 44. Bertopeng Tholabuljadid yang pakar mengumpat dan membunuh massal : ANE GA BISA NAHAN
UNTUK MEMBUNUH LO SEMUA

Dengan berbagai bukti di atas, apakah masih ada yang sangsi bahwa rajul ini adalah seorang penyusup
mengerikan yang memang bertugas untuk mencoreng-moreng dan menghina-dinakan kemuliaan dakwah As
Salafiyyah atas nama dakwah paling murni sejagat? Lihatlah bagaimana blognya telah dijadikan bukti oleh
para hizbiyyin untuk menikam kemuliaan dakwah As Salafiyyah.

Sesungguhnya seekor keledai tidaklah memiliki nilai apapun untuk diperhatikan dari suara-suara yang
dilenguhkannya, hanya saja HARTANYA (sebagaimana yang dikoar-koarkannya sendiri) adalah MAJIKAN di
sisi Imam Muhsin dan Dakwah Paling Murni Sejawatnya di Dammaj sana adalah PENGAKUAN YANG SANGAT
BERHARGA.

Tidaklah mengherankan jika si keledaipun terus dibiarakan hidup walaupun dia melenguh dengan lenguhan-
lenguhan KHABITS yang sungguh tidak pantas didengarkan dan seharusnyalah bagi setiap orang tua Muslim
untuk menjauhkan ANAK-ANAKnya dari kekejian lisannya yang pastilah diingkari oleh fitrah kaum mukminin
yang masih memiliki rasa malu dan menjaga kehormatan dirinya apalagi menjaga kemuliaan agamanya.

MENGERIKAN, setelah puas menyalurkan syahwat mengumpat, mengancam membunuh, penghalalan darah,
pengkafiran maka sekarang berganti topeng mencaci-maki atas nama shahabat Rasulullah yang amat mulia
dan meriwayatkan paling banyak hadits Nabi, atas nama ABU HURAIRAH !! Kaum Syiah Rafidlah merusak
Islam dengan mencerca nama Abu Hurairah radiyallahu anhu, merusak citra beliau, sementara Firman ini
merusak citra sahabat Abu Hurairah radliyallahu anhu, dengan bertopeng memakai kunyah nama beliau,
lantas berceloteh semaunya, bertindak semaunya, apa bedanya dengan pengikut aliran sesat tersebut ?

40
Hampir-hampir saja mereka jantan

Gambar 45. Si bayi Khawarij pamer ancaman pembantaian, yang juga mahir mengumpat. Naudzubillah

Ada bayi belum bergigi


Tapi pandai makan ketupat (Masya Allah)
Ada bayi sudah bergigi
Tapi pandainya hanya mengumpat (Naudzubillah)
Terus bertingkah membuta babi melabrak aturan yang dibuat sang majikan, berlagak bak
keledaiindependent yang tak menggubris SK (Surat Keputusan) Penghizbian gelar USTADZ sehingga tetap
menyematkan gelar Ikhwanul Muslimn kepada USTADZnya: (lihat gambar 46)

41
Hampir-hampir saja mereka jantan

Gambar 46. Tetap mempertahankan penyebutan USTADZ yang divonis Hajuriyyun sebagai IKHWANUL
MUSLIMIN.dan mengokohkan beliau dari orang2 yang jujur yang selalu mendukung perjuangan dawah
beliau.ana kwatirkan perbuatan achmad djunaidi menjadi bumerang oleh musuh2 dawah ahlu sunnah

Hamba katakan:
Dan bahkan mengokohkan beliau dari orang2 FATTAN PENDUSTA LAGI KHABITS yang selalu mendukung
perjuangan dawah beliau.TIDAKLAH ana kwatirkan bahwa perbuatan si Firman Bocoralus ini BENAR-BENAR
menjadi bumerang bagi dakwah mereka, dakwah paling murni sejawat.

Gambar 47. Screenshot bakkeledaiindependent, BIMBINGAN DARI PARA ASATIDZ (BACA:ISTILAH IKHWANUL
MUSLIMIN) DI DARUL HADITS DAMMAJ

Di tempat lainnya, beban fitnah begitu berat yang dipanggul di punggungnya telah mengharuskannya
melenguh, mengejan menakut-nakuti orang dengan menirukan kata demi kata, ya komando jadul sang
majikan:

42
Hampir-hampir saja mereka jantan

Gambar 48. Screenshot bakkeledai independent ketika membawakan fatwa palsu sang ustadz Imam IM-nya

Kita katakan kepada bak keledaiindependent yang memanggul kitab agar menyampaikan kepada majikannya:
1. Ittaqillah wahai Al HAFIDZ (penghafal Al Quran), kalau bukan bakkeledaiindependent yang berdusta, maka
antum yang dusta ya ustadz (Ikhwanul Muslimin). Iya, berdusta atas nama Syaikh Rabi hafizhahullah
karena beliau tidaklah pernah berfatwa dengan lafadz PASTI: penyusup IM. Di ayat berapa dan surat apa
Allah membolehkan berdusta atas nama ulama????
Apakah ini hanya fatwa KARANGAN antum sendiri yang kemudian diatasnamakan Asy Syaikh Rabi agar si
bakkeledai terkesima dan terkagum-kagum sampai airmatanya mengalir menggenangi mulutnya?
2. Ittaqillah ya miskiin, darimana antum yakin bahwa Syaikh Rabi belum mencabut fatwanya?
Walhamdulillah, asatidzah beberapa kali telah bertemu langsung dengan Syaikh Rabi dan bahkan beliau
mengundang secara khusus dan menjamunya, maka bagaimana mungkin beliau hafizhahullah mengundang
dan menjamu penyusup IM?! Sungguh Mauqif beliau terhadap Hizbiyyun (bahkan orang yang masih dicurigai
sebagai hizbiyyun) sangatlah jelas dan tegas. Asatidzah juga berkomunikasi langsung via telepon dan
meminta bimbingan dan arahan dalam menghadapi fitnah dan problematika dakwah, arahan dalam
penyelenggaraan daurah yang rutin dilaksanakan setiap tahun dan tentu saja menjalin hubungan dengan
para Masyayikh tersebut tidaklah dipersyaratkan oleh Syaikh Rabi harus meminta
ijin atau memberitahu paduka yang bercokol di Dammaj atau Magetan
terlebih dahulu.
Kalau ini semua tidak paduka ketahui dan paduka begitu PDnya menebarkan FATWA PALSU maka ini
adalah mushibah. Akan tetapi jika paduka mengetahui tetapi tetap BERFATWA PALSU demi
memuluskan hawa nafsu paduka, maka mushibahnya lebih besar karena ini adalah pengkhianatan terhadap
bak keledaiindependent yang memanggul kitab, BERBUAT LACUR DAN DUSTA atas nama Asy Syaikh Rabi
hafizhahullah sebelum paduka melakukan pengkhianatan terhadap ummat itu sendiri (karena disebarkan
oleh si bakkeledai).
3. Untuk mengatasi problema di atas, jangan paduka khawatir karena hamba telah menyediakan solusinya
untuk meng-INSTALL ULANG memory FATWA PALSU paduka dengan mendownload oleh-oleh
umroh dengan sanad aly langsung dari Syaikh Rabi:

http://upload.ugm.ac.id/38604-tanya%20jawab.mp3
(Sumber: http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1650 )

43
Hampir-hampir saja mereka jantan

Membubung tinggi ke gumpalan awan (fatamorgana)


Seringai kemenangan mengiringi sang Pahlawan (kesiangan)
Sesaat kemudian
Jatuh menghujam di depan pirsawan
Maka
Terkaparlah sang angkasawan
Di atas pangkuan Keledai fattan sang punakawan
Setelah paduka mendengarkan oleh-oleh umroh dari Ustadz Askari tersebut, apakah paduka mau rujuk kepada
fatwa Asy Syaikh Rabi hafizhahullah? Ataukah paduka selama ini hanya menjadikan Asy Syaikh Rabi sebagai
hiasan dan kamuflase memikat umat untuk menutupi hawa nafsu paduka sebagaimana sunnah sayyiah yang
diajarkan oleh Majlis Khas Aloloom Al-Hajuriyah?

44
Hampir-hampir saja mereka jantan

SIKAP TEGAS DAN JELAS DARI ASY SYAIKH


RABI HAFIZHAHULLAH
Oleh-oleh Umrah th 1431H Al Ustadz Abu Ahmad Ali Surahman bertemu masyayikh, Syaikh Rabi' ibn Hadi
hafizhahullah:

http://upload.ugm.ac.id/689slf-07052010-084700.mp3
(Sumber: http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1619/ )

Gunung tinggi diliput awan


Terbang di langit malam bercahayakan rembulan
Terdengar tanah memanggil tuan
Jatuh berdebam.bam!
Rasakan hancurnya sekujur badan
Terkaparlah sang guru teladan
Di atas pangkuan Keledai fattan sang punakawan
Setelah dihadirkannya bukti di atas, apakah paduka mau tarajuk kepada fatwa Syaikh Rabi terkait sikap JELAS
DAN TEGAS beliau terhadap kedua Syaikh Al Mari?

Ataukah paduka hanya menjadikan Syaikh Rabi sebagai hiasan dan kamuflase untuk bermegah-megah di
hadapan ummat demi merekrut massa dan di saat yang sama Pasukan Khusus Aloloom Al-Hajuriyah bergerak
tanpa ragu menyerang, mencela dan menghinakan Asy Syaikh Rabi dan para masyayikh di majelis beliau
hafizhahumullah demi memuluskan program Hajuriyah dalam mencabik-cabik kehormatan para ulama
Salafiyyah?

Gambar 49. Screenshot Aloloom Al-Hajuriyah tampilkan nama Asy Syaikh Rabi untuk gaet umat

Maka nampak jelas bagi kita semuanya bahwa Hajuriyun telah menjalankan strategi DZULWAJHAIN:
1.WAJAH PERTAMA, Kepada ummat secara umum mereka tampilkan fatwa-fatwa Asy Syaikh Rabi yang
mendukung Al-Hajuri dan Hajuriyun untuk merekrut sebanyak banyaknya massa yang bisa menjadi pengikut
dan pembelanya.
2.WAJAH KEDUA, adapun majelis Khusus Aloloom di kalangan Gembong-gembong Hajuriyun, mereka jelas
tanpa ragu telah mencerca dan menikam dari balik dapur mereka kehormatan Asy Syaikh Rabi dan para
Masyayikh Dakwah lainnya. Allahumma.

Apakah ini salah satu bentuk yang dimaksud oleh Al-Hajuri sebagai JAMINAN KEBENARAN FITNAHNYA?!
Ataukah ini merupakan bentuk pengelabuan, penipuan dan pengkhianatan

45
Hampir-hampir saja mereka jantan

kepada ummat dengan cara menikam dari belakang terhadap kehormatan


dan kemuliaan ulama yang mereka jadikan sandaran fatwa?
Dari hasil umroh di atas juga menunjukkan secara jelas sikap tegas Asy Syaikh Rabi hafizhahullah yang
menasehati secara keras sebagian orang Indonesia yang meragukan kedua Syaikh Al Mari dan bahkan
menuduh hizbiyyahnya kedua Syaikh tersebut [bandingkan dengan kriteria tahdzir yang dikeluarkan oleh Al-
Hajuri terhadap duat di Indonesia dengan paparan dosanya sebagai mutaashibin Mariyyain dan
NYATA-
mutawaqqifin (baca: tidak mau berpihak kepada Hajuri)] nampak jelas bahwa Asy Syaikh Rabi
NYATA TELAH MASUK DALAM KRITERIA YANG SEHARUSNYA DIJARH &
DITAHDZIR oleh Hajuri dan Hajuriyyun.

Hampir-hampir saja mereka Jantan dengan mencap Asy Syaikh Rabi


sebagai Kibar Hizbi Jadid Mariyyain!

Sesungguhnya kita yang berada di Indonesia tidaklah lebih tahu permasalahan fitnah ini daripada
Asy Syaikh Rabi hafizhahullah yang sejak awal fitnah telah terlibat langsung dan berupaya keras
untuk memadamkan api fitnahnya. Maka bagaimana mungkin segenap Salafiyyin yang ada di Indonesia yang
bersikap hati-hati di atas bimbingan Asy Syaikh Rabi untuk tetap mengakui keSalafiyyahan kedua Asy Syaikh Al
Mari telah diganjar oleh Al-Hajuri dengan hadiah SK (Surat Keputusan) Tahdzir, sementara sang pembimbing
itu sendiri (Asy Syaikh Rabi) tidak mereka tahdzir??!

Iya,hampir-hampir saja mereka ini Jantan dengan mencap Asy Syaikh


Rabi sebagai mutaashibin Mariyyain karena membela orang yang tidak layak untuk dibela dan bahkan
menasehati keras orang-orang Indonesia yang MENGHIZBYKAN MARIYYAIN.
Hanya saja tingkat keberaniannya masih hampir-hampir saja mereka
Jantan.
Sesungguhnya hamba yang penuh kelemahan ini Allahummaghfirli- hanya ingin mengetuk rasa malu paduka
dan orang-orang yang sebarisan dengan paduka, aloloom dan jaringannya. Tidakkah kalian bisa LEBIH
BERANI BERSIKAP JUJUR dan JANTAN daripada bermain di depan layar seolah-olah memuliakan Asy
Syaikh Rabi hafizhahullah akan tetapi di belakang layar malah mencerca dan menikam dari belakang
kehormatan beliau beserta para ulama di sekitar beliau??!
Inikah keberanian DUSTA DAN DOSA para Mujahirin yang kalian andalkan dalam menghadapi dosa-dosa para
majahil?

Jika demikian keadaannya, sungguh hamba tidak merasa malu jika mengatakan kepada SAIF-SAIF (pedang-
pedang) yang berseliweran di Dammaj: Hamba yang dhaif ini benar-benar Penakut, hamba sama sekali tidak
memiliki keberanian untuk memuliakan Asy Syaikh Rabi hafizhahullah akan tetapi di saat yang bersamaan
hamba tega untuk menikam kehormatan beliau dari dalam! Biarlah hamba menjadi seorang yang penakut dan
menghindar jauh-jauh dari SAIF-SAIF DZULWAJHAIN kalian wahai Hajuriyun.
Kalaulah tidak memiliki rasa mau di depan ummat, tidakkah paduka sekalian masih memiliki sisa-sisa rasa
malu terhadap diri sendiri bahwa setelah menjatuhkan kehormatan para ulama Yaman yang meminta
bimbingan dari Asy Syaikh Rabi, setelah menghinakan para ulama senior Mamlakah di sekitar Asy Syaikh Rabi,
bahkan menyifati Asy Syaikh Rabi dan orang-orang di sekitar beliau dengan gelaran buruk, fitnah dan tuduhan
murahan serta rendahan lagi kotor (karena bimbingan beliau tidak sesuai dengan hawa
nafsu Hajuriyun) masih pula memiliki muka menampakkan diri dan bermegah-megah kepada ummat
dengan berhiaskan nama Asy Syaikh Rabi hafizhahullah untuk melariskan dagangan fitnah kalian?

46
Hampir-hampir saja mereka jantan
Hamba benar-benar takut bahwa paduka sekalian telah terjatuh kepada ciri-ciri kemunafikan. Allahul
mustaan.

Mulianya Salim Al Hilaly dan


Malangnya Jafar Umar Thalib
Telah sama kita ketahui betapa besar peran Salim Al Hilaly dalam mencabik-cabik dakwah Salafiyyah di
Indonesia bersama Irsyadiyyun dan Sururiyyun (dan bukan hanya Indonesia!) bahkan bertahun-tahun malang
melintang di berbagai penjuru dunia dengan peran besarnya sebagai gembong besar beking Hizbiyyun Ihyaut
Turats yang mendunia bersama Ali Hasan Al Halaby dkk. atau yang lebih dikenal sebagai Masyayikh Urdun.
Masih tersimpan rekam jejak kejahatannya ketika dia memuji gembong Irsyadiyyun Demokrathiyyun Chalid
Bawazir sebagai si Tangan Putih, Masya Allah dan kita belum mendapatkan bukti bahwa Salim Al Hilaly telah
bertaubat mencabut TAZKIYAHnya terhadap gembong Hizbi Irsyadi ini.
http://www.freelists.org/archives/salafy/12-2003/msg00005.html
Masih pula tersimpan rapi dokumen pujiannya terhadap Ihyaut Turats di Jahra Kuwait yang juga pengundang
Gembong Hizbi musuh dakwah dan musuh ulama, Abu Ishaq Al Huwainy Al Mishri (lihat gambar 50)

Gambar 50. Pamflet acara dauroh Abu Ishaq di Markas Ihyaut Turats Jahra, Kuwait

Berikut bukti kejahatan Abu Ishaq:


( http://ibnusarijan.blogspot.com/2009/10/penghinaan-al-huwaini-
terhadap-ahlus.html )
Kembali tentang sepak terjang Salim Al Hilaly dan Ihyaut Turats
==============
Nama Acara : Daurah Ilmiyyah ke-2
Pelenggara : Lajnah Da'wah Wal Irsyad Jum'iyah Ihyaut Turats Kuwait cabang Jahra
Tanggal : mulai 4 s/d 9 September 2004 (bulan Desember datang ke Indonesia)
Waktu acara : Bada Ashar (kira-kira pukul 15.00-17.00)
Tempat : Masjid Saalim Ali As-Shabah

47
Hampir-hampir saja mereka jantan
Alamat : Jahra, Blok 91, Jahra-Kuwait
Pengisi : Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly
Moderator : Abu Abdurrahman Rukayis At-Turatsiy Al-Anajiy Al-Kuwaitiy Al-Hizby
Jabatan : Imam Masjid tempat diadakannya Daurah
Transkriptor : Abu Muhammad Abdur Rahman

Isi Transkrip
Terjemah dalam bahasa Inggris
Moderator:
Peace and Mercy of Allah be upon you all, as you are always keep on the attending these meetings. This
meetings are your ways to get closer to Allah. Then, your gains would weigh more in the day of judgment. We
pray to Allah to use as for good reason (good knowledge).
Firstly, Guidance and Daawa Committee in the Society of the Revival of Islamic Heritage in Kuwait, the
Al-Jahra Branch would like to invite you to attend a course that will starts today. It is going to tackle two
things. The first is about the expression of the prophet's traditions (Al-Hadith). This book will be explained or
interpreted by Sheikh Saleem Al-Hilaly from Jordan. May Allah be pleased with him and bestow upon him His
Mercy. Secondary, Sheikh Salem Al-Hilaly will talk about another book. It is about the means of dealing with
rulers in accordance with the true teaching of the Holy Quran and honored Sunnah (Traditions).
Sheikh Saleem Al-Hilaly is a well know figure. He is one of the student of the great scholar Al-Albani.
Shaikh Al-Hilaly has written many books. One of these is explanation of Al-Hadith expressions. Another one is
the explanation of Riyadh Al-Saleheen (Paradise of the good). He also made many authentications for some
great books. May Allah bless him. I leave you with the Sheikh now:

Sheikh Salem Al-Hilaly


We pray to Allah to help us, forgive us and to bestow upon us His blessings. We seek refuge in Allah from our
wrongdoing and the negative deed we do. Those who are shown the true way by Allah will find the true way. I
bear witness that there is no other god but Allah and I bear witness that Mohammad is His Messenger and His
slave. The best speech is that of Allah and the and the best guidance is that of the prophet peace be upon
him-. Every invented thing is a bedaa and every bedaa is a means to mislead, and every of these leads to the
Hell fire.
Before we start explaining these two books, we pray to Allah that these meeting will be for the good of
everybody. They will be a good start for the intended cooperation between Al-Albani centre in Jordan and
Jamiyyatuna Jamiyyah Ihyaut Turath in Kuwait, with the hopes that our efforts will deepen our track
for daawa for the true Salafi trend.
I pray for those in Al-Jahra Branch for their efforts in doing what they are doing for the good
of our faith. May Allah bless them all.
= = = = = = = = = =
Transkrip dalam Arab


. ,
, . :
,
, :
,


,( ..........)
, ,.

48
Hampir-hampir saja mereka jantan

Perhatikanlah wahai saudaraku, pengakuan Syaikh Salim terhadap Ihyaut Turats, dan cukup ini dikatakan
sebagai Tazkiyah atas peran serta Jumiyyah Hizbiyyah tersebut dalam dakwah yang
mulia dan mubarakah ini dengan cara mencabik-cabik ukhuwah imaniyah segenap ikhwah salafiyyin
di seluruh dunia (Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun).
=========
Tetapi demikianlah keadilan di mata manusia, walaupun dia adalah gembong besar kelas dunia yang
bertahun-tahun malang melintang menjadi beking Hizbiyyun Turatsiyyun, asal dia datang ke Darul Hadits
Dammaj, menyatakan sikap idemnya, mengeluarkan pujiannya, tak perlu lagi bagi dirinya untuk mengikuti
syarat-syarat taubat yang sedemikian ketat sebagaimana syarat yang diajukan kepada dai lokal Jafar Umar
Thalib26 karena dia belum menyatakan taubatnya di depan Syaikhuna (lihat gambar 51).

Gambar 51. Screenshot situs Aloloom. Menengok Kembali Taubat Mubtadiah, Abu Fairus.

Bahkan Salim Al Hilaly langsung diberi jubah dan kursi kemuliaan dengan mengisi Dauroh di Darul Hadits
Dammaj. Maka diapun menjadi rujukan, dinukil ucapannya, menjadi teman seperjuangan dan buah bibir di
sana. Masya Allah.
Sayang di sayang Jafar Umar Thalib tidak jadi melanjutkan perjalanannya seusai umroh ke Dammaj
(sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh SMS Wintazon Semarang dan Adam Jogja), menempuh jalur yang
sama sebagaimana jalur yang ditempuh oleh Salim Al Hilaly27.

Telah sama kita maklumi bahwa setelah bertahun-tahun bahu membahu bersama Ihyaut Turats dan
jaringannya, Salim Al Hilaly pada akhirnya memiliki mauqif yang berbeda dengan Ali Hasan terkait sikap
mereka terhadap Ihyaut Turats. Atau mungkin yang lebih tepat adalah Ihyaut Turats telah mengubah
mauqifnya kepada Salim Al Hilaly karena permasalahan yang timbul terkait kucuran dana untuk pembangunan
Markaz Al Albani. Tidak ada pilihan lain bagi Ihyaut Turats kecuali menceraikan Salim Al Hilaly. Dan tidak
ada pilihan lain bagi Salim Al Hilaly kecuali harus menempuh satu-satunya pilihan, berlepas diri dari Ihyaut
Turats.

Maka:
1. Kepada mereka Hizbiyyun Sururiyyun Turatsiyyun yang selama ini merasa dibekingi oleh Ali Hasan Al Halaby
dan mengelu-elukan karya tulis dan tahqiqnya, sungguh kalian telah dininabobokan oleh para DOKTOR dan
MAGISTER Indonesia jebolan Universitas Madinah itu sehingga kalian tertidur lelap bertahun-tahun bersama
beking Ali Hasan tanpa diberitahu berbagai sepak terjangnya yang menciutkan nyali dan rasa malu.
2. Kepada sesiapa saja yang merasa telah memuliakan Salim Al Hilaly sebagai ulama teman seperjuangan

Hamba mengusulkan agar karya tulis beliau berdua disempurnakan lebih jujur sehingga tertulis jelas:

26 Bukan untuk membandingkan bobot penyimpangan kedua orang ini, hanya saja Salim Al Hilaly telah
maruf dikenal sebagai CORONG HIZBIYYUN DAN BEKING HIZBIYYUN KELAS DUNIA.
27 Walaupun ini juga tidak menjamin bahwa dia akan semujur nasib Salim Al Hilaly, kasus air susu dibalas
dengan air tuba Kisah Al Ustadz Abul Mundzir Dzul Akmal yang membela Dammaj habis-habisan, lantas
kini dikecam habis-habisan, hendaklah menjadi pelajaran bagi kita semua. Habis manis sepah dibuang, air
ditelan, ampas dibuang.

49
Hampir-hampir saja mereka jantan

1. Ditulis oleh: Ali Hasan Ibnul Qayyim Al Jauziyah Al Halaby


2. Ditulis oleh: Salim bin Ied Yusuf Al Qaradhawy Al Hilaly

Sungguh hamba tidak bermaksud -sama sekali- untuk membikin lelucon yang tidak sopan apalagi bersikap
kurang ajar kepada para ulama karena akhlaq kedua orang tersebut memang tidak pantas untuk ditiru apalagi
dipuji oleh umat.

Maksud hamba,
1.Bagi Sururiyyun yang telah terlanjur mengelu-elukan dan memuji Ali Hasan Al Halaby,maka hendaklah pujian
tersebut diambilnya kembali karena dia tidak berhak untuk mendapatkan pujian tersebut. Silakan sekarang
mengeluh-eluhkan dan jangan lupa berikanlah pujian itu kepada yang berhak menerimanya yakni Al Imam
Ibnul Qayyim Al Jauziyah rahimahullah karena karya tulis yang diaku sebagai karya Ali Hasan Al Halaby
ternyata tidak lebih dari mencuri kitab Al Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah yang diberinya pengantar dan
penutup saja.
2.Bagi mereka yang punya standart ganda dan punya stempel untuk melegalisir keabsahan taubat tetapi
kendor manhaj taubat kepada Salim Al Hilaly dan memuji-mujinya maka ambillah kembali pujian dan
pemuliaan kepadanya karena dia tidak berhak untuk mendapatkannya. Silakan sekarang mengeluh-eluh dan
jangan lupa berikanlah pujian dan pemuliaan itu kepada yang berhak menerimanya yakni Yusuf Al
Qaradhawy karena Salimpun telah melakukan perbuatan tak terpuji sebagaimana saudaranya di atas.
Kalau paduka sekalian masih merasa belum ngeh dengan uraian di atas, silakan mendengarkan dengan penuh
seksama dan dalam tempo yang setenang-tenangnya oleh-oleh umroh berupa faidah ilmiyah dari Asy Syaikh
Abdullah Al Bukhari hafizhahullah:

http://upload.ugm.ac.id/602Salahkaprahsalafi_04_hari_ke_1_ses
i%204_Al_Ustadz_Abu_Karimah_Askari_oleh-
oleh_umroh.mp3
(Sumber: http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1642)

Adapun yang merasa sebagai teman seperjuangan Salim Al Hilaly, sungguh nasib anda sekalian lebih
memilukan dan memalukan karena ternyata teman seperjuangan anda, Salim Al Hilaly tidak lebih dari
pencuri yang mencuri harta majikan/induknya yakni Yusuf Al Qaradhawy.
Saya tidak perlu mengajari paduka Khalifah Jarh wat Tadil beserta segenap jajarannya sekalian bahwa Yusuf
Al Qaradhawy adalah gembong besar Ikhwanul Muslimin yang tidak pantas untuk dipuji dan bahkan dialah yang
telah ditahdzir oleh Al Allamah Al Muhaddits Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadii rahimahullah.

Maka bagaimana mungkin Khalifah dakwah paling murni sejawat. Imam Jarh wat Tadil sampai menTADIL
orang yang sedemikian MULIA hanya karena Salim memuliakannya??!
Disimpan dimana ilmu jarh wat tadil dan kemurnian dakwah sedunianya dalam menyikapi taubatnya
BEKING HIZBI KELAS KAKAP MENDUNIA yang bertahun-tahun malang melintang bersama
kejahatan dakwah Ihyaut Turats?!

Apakah dosanya dan menjadi beking dalam mencabik-cabik persatuan dan kesatuan Salafiyyin seluruh dunia
dengan dakwah hizbiyyahnya dan dinar Kuwaitnya Ihyaut Turats sepantasnya untuk dipandang
sekedipan mata hanya karena dia idem dengan Khalifah sehingga pantas untuk mendapatkan FREE
PAS kartu Taubat serta bonus imbalan kemuliaan dan kursi kehormatan dengan mengisi Daurah Di Darul
Hadits Dammaj? Haihata.haihata

50
Hampir-hampir saja mereka jantan

Dan sungguh vonis-vonis KEADILAN dan dakwah milik mereka yang DIJAMINAN KEBENARANNYA
oleh Al-Hajuri telah melahirkan bayi-bayi penebar kerusakan dan angkara murka setelah sekian lama
mengandung janin-janin kedhaliman dan kedurhakaan kepada para ulama dakwah Salafiyyah yang telah
dicabik-cabik kehormatannya, baik secara terselubung maupun secara terang terangan.

Yang dikejar28 tidak didapat, yang dikandung29 berceceran


Iya, Janin kedurhakaan dan tikaman-tikaman keji terhadap kehormatan para Masyayikh Dakwah
Salafiyyah yang berada di kandungan Majlis Khas Aloloom Al-Hajuriyah telah dipaksa lahir oleh
Salafiyyin sehingga kita semuanya bisa menyaksikan BUKTI NYATA BAYI DURJANA DAN ANGKARA
MURKA ALOLOOM AL-HAJURIYAH. Walhamdulillah.
Teringat hamba dengan ayat Allah :






Mereka membuat tipu daya dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah Sebaik-baik pembalas tipu
daya

Bayi durjana angkara murka Hajuriyah yang akan memuliakan siapapun yang mau bersama mereka dan siap
untuk menjarh, mentahdzir dan mencabik-cabik kehormatan siapapun yang tidak mau bergabung sejalan
dengan mereka. Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun.

Hampir-hampir saja mereka jantan dengan menggelari para ulama dan


seluruh Salafiyyin yang tidak mau seia sekata dengan mereka sebagai MADKHALIYYUN.

Hanya saja KEBERANIANNYA masih dalam taraf Hampir-hampir saja mereka


jantan.
Wallahu alamu bishshawab.

Demikianlah jawaban sederhana dari kita akan sikap yang diharuskan oleh Al-Hajuri untuk diputuskan. Kita
tidak peduli apakah paduka kecewa dan harus menggigit jari (dan walaupun harus menggigit seluruh jarinya)
(lihat gambar 52)

Gambar 52. Screenshot Aloloom Al-Hajuriyah memaksa kita harus bersikap tegas dan jelas

Kitapun tidak akan pernah ridha apalagi bergabung dengan sekumpulan orang yang bersikap lancang dengan

28 Fatwa dan dukungan para Masyayikh Dakwah


29 penghinaan dan pelecehan terhadap para Masyayikh Dakwah

51
Hampir-hampir saja mereka jantan
mencela dan merendahkan kehormatan dan kemuliaan para Masyayikh Dakwah Salafiyyah atas nama JAMINAN
KEBENARAN Al-Hajuri = AL HAQ SUDAH TERANG BENDERANG walaupun dengan ini dihinakan oleh mereka
sebagai taqlid buta, wal iyadzubillah.

Ketahuilah wahai saudaraku, daging para ulama itu beracun rahmat Allah atas mereka- , dan
kebiasaannya, Allah akan membongkar kebejatan orang-orang yang berani bersikap lancang dengan
mengurangi hak mereka dan ini merupakan perkara yang telah maklum, menggunjing mereka dengan
perkataan palsu dan dusta adalah fitnah yang keji.

Melemparkan kedustaan kepada orang yang telah dipilih Allah untuk membangkitkan ilmu diantara umat
adalah perangai buruk lagi tercela.

Allah telah menempatkan kedudukan ulama bagaikan bintang gemintang di langit, menjadi petunjuk
dalam kegelapan, baik di darat maupun di lautan dan kaum muslimin sepakat di atas bimbingan dan
pengajaran mereka.

Bagaimana mungkin kita akan bergabung dengan sekumpulan manusia yang bertubi-tubi mencela, mencerca
dan mengoyak-ngoyak kehormatan para ulama dakwah? Naudzubillahi min dzalik.
Tiada gading yang tak retak, jika ada kesalahan maka kesalahan itu datang dari diri saya atau syaithan,
kiranya dapat memberikan pencerahan bagi kita semua. Wallahu alam.

Penyusun: Abu Dzulqarnain Abdul Ghafur Al Malanji

52