You are on page 1of 2

HEMATOKRIT IKAN MAS

SATRIA GALUH DWITAMA, 230110150135


KELOMPOK 6

Hematokrit menunjukkan persen sel darah merah dari sejumlah darah. Hematokrit
merupakan sel darah yang dimampatkan atau Picked Cell Volume. Apabila darah disentrifugasi,
akan terbagi menjadi plasma dan sel darah. Adapun sel darah terdiri atas eritrosit, leukosit, dan
trombosit. Perhitungan hematokrit dibantu dengan pembacaan Reading Chart Haematokrit dalam
satuan persen. Bila dikatakan hematokrit 40 (40%) berarti darah terdiri dari 40% sel darah merah
dan 60% plasma dan sel darah putih. Nilai normal hematokrit tergantung pada jenis kelamin.
Menurut Sadikin (2001) bahwa hematokrit adalah persentase volume seluruh SDM yang
ada di dalam darah yang diambil dalam volume tertentu. Untuk tujuan ini, darah diambil dengan
semperit dalam suatu volume yang telah ditetapkan dan dipindahkan ke dalam suatu tabung
khusus berskala hematokrit. Untuk pengukuran hematokrit ini, darah tidak boleh dibiarkan
menggumpal sehingga harus diberi antikoagulan.setelah tabung tersebut dipusingi dengan
kecepatan dan waktu tertentu, maka SDM akan mengendap.
Nilai hematokrit merupakan cara yang paling sering digunakan untuk menentukan apakah
jumlah sel darah merah terlalu tinggi, terlalu rendah atau normal. Hematokrit sejatinya
merupakan ukuran yang menentukan seberapa banyak jumlah sel darah merah dalam satu
mililiter darah atau dengan kata lain perbandingan antara sel darah merah dengan komponen
darah yang lain. Sel darah merah yang terdapat dalam sampel kemudian diendapkan dengan cara
memutarnya menggunakan alat sentrifugal. Endapan ini kemudian di presentasekan dengan
jumlah keseluruhan dari darah yang terdapat dalam tabung, nilai inilah yang dinamakan nilai
hematokrit.
Ada 3 metode untuk menentukan nilai hematokrit, yaitu :
1. Darah dimasukkan ke dalam tabung Winstrobe yang mempunyai skala, kemudian diputar
dengan kecepatan 3000 putaran per menit selama setengah jam (sebelum dimasukkan ke dalam
tabung darah diberi antikoagulan terlebih dahulu.
2. Mikrohematokrit, pada metode ini digunakan tabung kapiler khusus, alat pemutar dan papan
skala untuk menentukan % volume sel darah merah.Kecepatan pemutaran adalah 11.000 rpm
selama 4 menit.

3. Hematokrit dapat dilakukan secara elektronik. Pada metode ini menggunakan alat darah yang
mampu meneruskan aliran, sedangkan sel darah merah bersifat menghambat aliran listrik darah
yang telah dicampur dengan antikoagulan dihisap pada tabung khusus dan diselipkan pada alat
baca. Dengan hanya menekan tombol, nilai hematokrit dapat dibaca pada galvanometer.

Daftar Pustaka
Sadikin, M. 2001. Biokimia Darah. Jakarta: Widya Medika