You are on page 1of 2

2.

KOROSI EROSI
Korosi erosi adalah percepatan atau penambahan keburukan sifat material karena
gerakan relatif antara fluida korosif dan permukaan metal
Faktor yang mempengaruhi
Permukaan film
Kecepatan, bertambahnya kecepatan secara umum akan mengakibatkan
bertambahnya pengikisan terutama jika diselubungi aliran yang berkecepatan kuat.
Turbulen, turbulen mengakibatkan gerakan cairan lebih besar pada permukaan
logam dibanding laminar dan terjadi persentuhan yang lebih antara logam dengan
sekitarnya
Efek galvanic dan sifat metal/campuran
Cara mengatasi korosi erosi
Material dengan ketahanan korosi yang baik
Perancangan, penambahan diameter pipa membantu dari segi mekanika dalam hal
pengurangan kecepatan dan membuat agar aliran yang terjadi adalah aliran laminar
Perubahan pada lingkungan, deareation dan penambahan inhibitor
Coating dan kathodic protection
Jenis jenis korosi
1.

Korosi erosi (akibat gesekan antara fluida dengan logam sehingga logam
tergerus)

2.

Korosi kavitasi (akibat adanya benturan gelembung fluida dengan permukaan


logam sehingga berakibat luka terhadap permukaan logam tersebut)

3.

Fretting corrosion (akibat gesekan antara logam dengan logam dan berakibat
suhu logam naik dan tergerus sesama logam)

Korosi kavitasi dijelaskan dalam beberapa langkah berikut


Bentuk kavitasi bubble pada perlindungan film
Pecahnya bubble dan kerusakan film
Kerusakan permukaan metal dan perubahan bentuk film
Bentuk kavitasi bubble yang baru satu titik

Fretting Corrosion akan terjadi jika :


Interface harus dalam kondisi pembebanan
Getaran atau gerakan relatif yang berulang diantara dua permukaan harus terjadi
Beban dan getaran aktif dari interface harus mampu menghasilkan slip atau
deformasi pada permukaannya
Mekanisme terjadi fretting corrosion
Teori wear oxydation, berdasarkan pada pengelasan dingin atau fusi yang terjadi
pada interface permukaan metal yang mengalami tekanan, dan selama gerakan
relatif titik kontaknya terputus dan fragmen dari metalnya berpindah. Fragmen ini
menyebabkan terjadinya oksidasi
Teori Oxydation water, berdasarkan bahwa banyak permukaan metal yang
dilindiungi dari oksidasi atmosfir oleh suatu lapisan tipis oksida yang ada pada metal
tersebut. Ketika metal mengalami kontak dibawah pembebanan dan gerakan relatif
yang berulang, lapisan oksida terputus pada titik yang tinggi dan menghasilkan
oksida debris
Pencegahan
Pelumasan dengan oli atau gemuk berviskositas rendah
Menaikkan harga kekerasan dari salah satu atau kedua material yang
bersinggungan
Menaikkan gesekan antara material material yang dipasangkan dengan
memperkasar permukaan
Menggunakan gasket untuk meredam getaran dan memindahkan oksigen pada
permukaan bantal
Menaikkan beban untuk mengurangi slip antara pasangan pasangan material
Menurunkan beban pada permukaan bantalan
Naikkan kecepatan relatif antara bagian bagian untuk mengurangi serangan
korosi