You are on page 1of 4

RANCANGAN ETIKET, KEMASAN, DAN BROSUR

Yup yg ini aku masih belum dikasih sama tika.

HASIL PRAKTIKUM
FORMULA DAN KOMPOSISI BAHAN
Bahan
Tetrasiklin HCl
Vaselin album
Parafin Liq
BHT
Jasmine Oil

Fungsi
Bahan Aktif
Basis Salep
Basis Salep
Antioksidan
Aromatikum

% Bahan
3%
93 %
3,7 %
0,1 %
0,2 %

Jumlah (10 g)
0,3 g
9,3 g
0,37 g = 0,45 ml
0,01 g
0,02 g

Jumlah (20 g)
0,6 g
18,6 g
0,74 g = 0,90 ml
0,02 g
0,04 g

EVALUASI SEDIAAN
1. Uji pH =4
2. Uji Daya Sebar
a. Tanpa beban
b. Dengan beban 50 g
c. Dengan beban 100 g
d. Dengan beban 150 g
e. Dengan beban 200 g
f. Dengan beban 250 g

= 1. 4,8 cm
= 2. 4,8 cm
= 3. 4,7 cm
= 1. 4,8 cm
= 2. 4,7 cm
= 3. 4,9 cm
= 1. 5 cm
= 2. 4,9 cm
= 3. 5,1 cm
= 1. 5,1 cm
= 2. 4,9 cm
= 3. 5,2 cm
= 1. 5,5 cm
= 2. 5,1 cm
= 3. 5,4 cm

diameter rata-rata = 4,77 cm


diameter rata-rata = 4,8 cm
diameter rata-rata = 5 cm
diameter rata-rata = 5,06 cm
diameter rata-rata = 5,33 cm

Pengaruh beban terhadap diameter sebar = ((4,77-4,5)+(4,8-4,77)+(5-4,8)+(5,065)+(5,33- 5,06)) cm


50 g
= 0,166 cm / 50 g
Jadi, diameter sebar salep akan bertambah 0,166 cm tiap penambahan beban
sebanyak 50 g.
3. Uji Homogenitas
Dari uji homogenitas disimpulkan salep yang dihasilkan homogen.

PEMBAHASAN
UJI HOMOGENITAS
Sediaan salep yang dihasilkan kemudian diuji homogenitasnya. Homogenitas dari
suatu formulasi dipengaruhi oleh jumlah pada tiap batch, metode pencampuran, keseragaman
ukuran partikel dan komposisi pembawa.

Pengujian homogenitas dilakukan untuk

mengetahui apakah pada saat proses pembuatan salep bahan aktif obat dengan bahan
dasarnya dan bahan tambahan lain yang diperlukan tercampur secara homogen. Syarat salep
yang baik yaitu harus homogen, sehingga sediaan yang dihasilkan mudah digunakan dan
terdistribusi merata saat penggunaan pada kulit dan tidak menimbulkan iritasi. Pemerikasaan
homogenitas dilakukan dengan menggunakan gelas objek. Sejumlah tertentu salep dioleskan
pada kaca objek dan diamati adanya butiran kasar secara visual. (Dirjen POM, 1979).
Sediaan dikatakan homogen jika tidak terdapat partikel-partikel bahan aktif yang
memisah dari basis pembawanya ataupun menggumpal didalam sediaan. Dari sedian yang
dihasilkan pada praktikum yang dihasilkan, diperoleh sedian salep yang homogen. Hal
tersebut diketahui dari tidak adanya partikel-partikel tetrasiklin HCl yang memisah atau tidak
terdapat partikel obat yang menggumpal.

Jika sediaan yang dihasilkan belum homogen dapat dilkaukan pengubahan formulasi
misalnya memilih basis yang kompatibel dengan bahan aktif atau dengan menyeragamkan
ukuran partikel dengan cara memperkecil ukuran partikel dan mengayaknya sebelum
penambahan basis, memperhatikan teknik pencampuran bahan-bahan kering yang digunakan
dalam formula sebelum penambahan basis karena seperti yang telah disebutkan sebelumnya
bahwa homogenitas sediaan dipengaruhi oleh jumlah pada tiap batch, metode pencampuran,
keseragaman ukuran partikel dan komposisi pembawa.

Daftar Pustaka:
Dirjen POM. 1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Jakarta: Depkes RI
Smith, Amy dan Whitsel, Melissa. 2012. How to Assess Preclinical Dose
Formulation

Homogeneity.

Pharmaceutical

Technology

Vol.

36

http://www.pharmtech.com/how-assess-preclinical-dose-formulationhomogeneity?id=&sk=&date=&&pageID=1
November 2016

diakses

tanggal

14