You are on page 1of 5

PATHOLOGICAL ASPECTS OF BREAST TUMOR

dr. Ahmad Gozali, Sp. PA(K)


By Ado Pranawalingga
Banyak perempuan yang takut pada kanker payudara. Apa salah payudaranya? Hik.
Hik. Yang salah adalah kankernya ini bukan si payudara. Jadi kanker payudara ini
merupakan penyebab kematian no 2. No 1 nya adalah kanker paru. Yah kalah deh
Ya uda ga papa. Walaupun kalah, yuk mari belajar lecture ini. Dan saya gak
heran kalo tulisan saya yang ini ga dibaca, soalnya emang banyak dan g kebayang
gitu. Huaaa . . T.T

ANATOMI DAN HISTOLOGI


PAYUDARA NORMAL
Walapun judulnya anatomi dan
histology, yang histology liat di slide
yaa. Ini Cuma sekilas ajaaa :3. Buat
anatomi payudara coba liat gambar di
samping. Semoga jelaaas. Jadinya
temen-temen bisa bayangin. Kalo ga
jelas liat slide ya. Nah di gambar ini,
kan ada payudara. Sayangnya Cuma 1
sisi. Nah ternyata oh ternyata,
payudara itu isinya terdiri dari stroma
(jaringan ikat), jaringan lemak dan
lobus-lobus (yang saya lingker item).
Nah biasanya satu payudara punya
1525 lobus. Setiap lobus terdiri dari
lobule-lobule. Dari lobule-lobule ini
keluar saluran yaitu ductules atau
acini (lihat gambar). Perjalanannya =
ductules ductus terminal ductus
segmental ductus lactiferous
sinus lactiferous keluaar deeh :D
Horee. Dan ternyata oh ternyata
papilla mammae memiliki 15 25 muara. Kayak shower. . . Nyahahahaha. O ya,
tiba-tiba keinget, pembesaan payudara terjadi biasanya waktu pubertas. Bertambah
besarnya dengan peningkatan stroma dan jaringan lemak diiringi pertumbuhan dan
bertambahnya percabangan ductus lactiferous (akibat esterogen).
PEMERIKSAAN PATOLOGIS
KARSINOMA NON INVASIF/ IN SITU
Merupakan karsinoma in situ jika sel kanker tidak menembus membrane basal
(yang dimaksud membrane basal di sini adalah membrane basal ductus. Jadi ductus

di payudara kita (kita???) itu dilapisi sel epitel, dan memiliki membrane basal) dan
tidak menginvasi stroma dan saluran limfovaskular.
A. DCIS (Ductal Carsinoma In Situ)
Memiliki banyak bentuk. Yang perlu kita pelajari cukup 2 (duaa? Gyaaaa) :
1. Komedokarsinoma
Ukuran dapat mencapai 2-5 cm masa teraba. Tapi dia juga bisa ga teraba
loo. 50% terjadi di bagian sentral. Kenapa namanya komedo? Soalnya kalo
dipencet akan keluar masa tumor nekrotik yang mirip pasta-gigi gitu.
Karakteristik
aneuploidi,
ekspresi metallothionein
frekuensi mutasi p53 yang tinggi
everekspresi c-erbB-2
reseptor hormon negative
DCIS ini juga dapat meluas hingga ke puting. Nah namanya Penyakit Paget.
Penyakit Paget ditemukan oleh Sir James Paget. Dia nemuin penyakit ini ga
cuma nyerang payudara aja, tapi juga bisa menyerang tulang dan alat
kelamin. Dan hei hei hei, dia juga bisa menyerang pada laki-laki. Penyakit ini
memberikan gambaran yang sama seperti dermatitis. Secara histologis, akan
ditemukan gambaran khas invasi epidermis sel Paget (sel besar, tunggal atau
berkelompok, inti hiperkhromatik dan pleomorfik, dikelilingi halo). Penyakit
Paget pada puting payudara sebenernya disebabkan oleh perluasan DCIS ke
ductus laktiferosa dan ke dalam kulit putting susu di dekatnya. Sel Paget
yang ganas ini merusak sawar epidermis normal, sehingga cairan ekstrasel
dapat keluar ke permukaan.
2. Karsinoma Papilar In Situ
Persentase sangat kecil terjadi. Secara makroskopis : masa berbatas tegas,
dapat melibatkan banyak duktus /mengenai seluruh bagian payudara.
Sedangkan secara mikroskopis
Sel epitelial monomorfik
hiperkhromasi inti
mitosis banyak
tanpa metaplasi apokrin
tanpa pola krobriform dan trabekular
tanpa atau dengan sedikit stroma
tanpa lesi proliferatif di dekatnya.
tanpa sel mioepitel
rasio nukleositoplasma tinggi
KARSINOMA INVASIF
Semua karsinoma invasive, dalam perkembangannya akan menyebabkan gambaran
morfologik lokal tertentu. Karsinoma invasive biasanya memiliki kecenderungan
untuk melekat pada otot pectoralis ataupun pada fascia di dinding dada
sehingga terjadi fiksasi. Selain dia nempel di otot atau di fascia, di juga melekat
pada kulit di atasnya sehingga menyebabkan retraksi kulit atau puting

payudara. Selain itu, jalur limfatik juga terlibat sehingga dapat menyebabkan
limfedema (pembengkakan atau edema yang disebabkan kegagalan pada system
transport dari pembuluh limfe) lokal. Pada kasus ini, kulit mengalami penebalan,
suatu keadaan yang dikenal sebagai peau dorange. Kulitnya kayak kulit jeruk
gitu.
A. Karsinoma Ductal Invasif NOS (not otherwise specified)
Merupakan karsinoma infiltrative pada payudara yang ga bisa diklasifikasikan
ke dalam salah satu subtipe yang entar dijelasin di bawah. Jadi dia itu bukan
karsinoma koloid, bukan karsinoma tubular, karsinoma medular dll. O ya, di
Robbins Cotran bilang walaupun namanya Ductal Invasif namun karsinoma ini
tidak menunjukan bahwa tumor ini secara spesifik berasal dari sistem ductus.
Jadi bisa aja dari lobules.
Ditandai adanya respon desmoplastik (penggantian lemak payudara
dengan massa keras yang terlihat dengan mamografi)
Massa tidak tegas, konsistensi kenyal keras.
Perluasan kanker dapat menyebabkan fiksasi ke dinding dada, kulit
cekung/dimpling ataupun retraksi puting. (Kata dokternya bedain
retraksi puting sama inverse putting ya. Kalo inversi putting itu,
tonjolan putingnya itu masuk ke dalam. Kalo retraksi tonjolannya
masih nonjol (??)).
2/3 mengekspresikan reseptor estrogen.progesteron, 1/3
mengekspresikan onkogen ERBB2 (HER2/NEU)
Disebut juga sebagai scirrhous carcinoma. Scirrhous artinya itu kayu.
Katanya karena penampilannya kayak kayu gitu. Banyak stroma gitu.
Hem . . Yaudalaya. Nyahahahaha.
Histologis : pulau tumor solid, kadang tubular (jadi ga cuma dari ductus
aja. Jangan tertipu nama :3), infiltrative. Bentuk dan ukuran sel
bervariasi. Dibanding karsinoma lobular invasif: sel lebih besar,
nukleoli lebih jelas, lebih banyak mitosis. Kadang ada metaplasi
skuamus, apokrin dan sel jernih. Stroma fibrosis ringan - berat dan
selular (menyebabkan respon desmoplastik). Nekrosis dan kalsifikasi
ditemukan pada 60% kasus.
B. Karsinoma Lobular Invasif
Sel tumornya morfologisnya identik dengan sel LCIS. Sel-sel ini akan
menginvasi stroma dan membentuk rangkaian (Lihat slide yaa). Kadangkadang sel-sel tumor ini mengelilingi asinus atau ductus yang tampak normal
(karsinomatosa) menciptakan gambaran seperti mata sapi (bulls eye). Ada
juga sel-sel tunggal yang membentuk deretan (Indian File) mengelilingi asini
atau duktus normal, konsentrik di sekitar lobuli kelenjar yang menjadi
karsinoma lobular in situ.
Jenis sel karsinoma lobular invasive ada 2 yaitu histiositoid: sel dengan
sitoplasma banyak, granular, berbuih dan signet ring cell: sel seperti cincin
stempel.
C. Karsinoma Medular

Karsinoma ini jarang dan membentuk sekitar 1% kasus. Secara klinis, sering
disangka fibroadenoma. Karsinoma medular meningkat frekuensinya pada
wanita yang dengan mutasi BRCA1. Karsinoma ini idak memiliki reseptor
hormone dan tidak mengekspresikan ERBB2 secara berlebihan. Karsinoma ini
biasanya diderita pasien yang berusia di bawah 50 tahun. Karsinoma ini
berupa masa besar (>10 cm), kenyal lunak. Secara histologis :
stroma sedikit
sel tumor poligonal spindle - tersusun lembaran atau pulau besar
stroma, di tepi tumor dijumpai sebukan limfosit sedang sampai berat
respon imunitas terhadap tumor prognosis jauh lebih baik
D. Karsinoma Koloid (musinosa)
Merupakan subtipe yang jarang. Tumor biasanya lunak dan gelatinosa. Sel
tumor banyak menghasilkan musin intrasel dan ekstrasel yang merembes ke
dalam stroma di sekitarnya. Banyak terjadi pada wanita pasca menopause.
Secara histologis :
sel tumor mengandung musin
tersusun glandular - lumen berisi musin
atau kelompokan kecil sel tumor di antara masa musin yang banyak.
Prognosis: lebih baik daripada karsinoma duktal invasif yang biasa.
E. Karsinoma Tubular
Disebut pula karsinoma berdiferensiasi baik. Usia rata-rata wanita terkena
sekitar 50 tahun. Makroskopisnya masa berbatas tidak tegas, konsistensi
keras, diameter 10 mm. Secara histologist :
menyerupai lesi jinak kelenjar berdiferensiasi baik (terutama
adenosis mikroglandular)
tidak dijumpai nekrosis dan mitosis
pleomorfisme sangat ringan.
METASTASIS
Penyebaran kanker payudara dapat melalui saluran limfa dan vasa darah. Lesi yang
terletak di tengah atau kuadran luar biasanya menyebar ke lnn. aksilaris. Kalo
yang di kuadran dalam biasanya menyebar ke lnn. di sepanjang arteri mamaria
interna (hayoo. Inget ga dimana posisinya vasa ini?). Kadang-kadang lnn.
supraclavicula juga kena, tapi lnn. supraclavicula baru terkena setelah kedua
temannya (lnn. aksilaris sama lnn. di sepanjang arteri mamaria interna terkena).
Akhirnya, terjadi penyebaran ke organ ataupun jaringan tubuh. Sel kanker ini suka
mampir di paru-paru, tulang, hati dan kelenjar. Dia jarang ke otak, limpa dan
hipofisis :3 Oya, walaupun lesi primer telah terkontrol oleh terapi kadang-kadang
metastasis dapat timbul setelah, kadang-kadang 15 tahun setelah itu.
STADIUM
Stadiumnya ada cemacem. Berhubungan sama ukuran tumor (T), metastasis ke
limfanodi (N) dan metastasis ke tempat yang jauh (M). Diukur berdasarkan angka T
dan N (1-4) dan M (0-1).

STADIUM
0

T0 N0 M0

T1 N0 M0

II A

T1 N1 M0 / T2 N0
M0

II B

T2 N1 M0

III A

T~ N2 M0 / T3 N1
M0

III B

T4 N~ M0 / T~ N3
M0
T~ N~ M1

IV

KETERANGAN
Masih in situ baik ductal (DCIS) atau lobul (LCIS)
tidak adanya metastasis ke tempat yang jauh
Diameter tumor < 2cm, tidak ada metastasis ke
limfanodi
Diameter tumor <2cm, ada metastasis ke
limfanodi (mobile) / Diameter tumor >2cm tapi
5cm, tidak ada metastasis ke limfanodi
Diameter tumor >2cm tapi 5cm, ada metastasis
ke limfanodi (mobile)
Diameter tumor bebas, ada metastasis ke
limfanodi (immobile) / Diameter tumor >5cm, ada
metastasis ke limfanodi (mobile)
Bisa dibaca sendiriii kaaaan ? :3
Stadium 4 itu ditandai dengan metastasis yang
jauh (M1)

Akhirnya selesaai. Buat kelengkapan jangan lupa baca slide yaaa :) Liat deh
gambar-gambarnya.. Buat faktor resiko, histology, metode diagnostic, prognosis
silahkan liat slide ya :D semangat semuaa teman-teman belajarnyaa. Uyeeee :3