You are on page 1of 6

KONSEP AKHLAK, MORAL DAN ETIKA

Dalam ajaran Islam, Akhlak memiliki posisi dan fungsi yang sangat
penting sebagai penentu kebahagiaan seseorang. Sesungguhnya seseorang
dalam itu ditentukan keberadaannya dalam masyarakat dilihat dari akhlak
mereka. Penyair Ahmad Syauki Beik berkata Apabila suatu msyarakat telah
kehilangan akhlak (akhlaknya telah rusak), maka runtuhlah martabat
masyarakat itu Kita ketahui bahwa Kesadaran akhlak adalah kesadaran
manusia tentang

dirinya sendiri, di mana manusia memiliki kebebasan

untuk menentukan pilihan. Karena Kesadaran Akhlak akan mengantarkan


manusia untuk dapat membedakan mana yang halal dan haram, haq dan
bathil, boleh dan tidak boleh dilakukan, meskipun dia sanggup untuk
melakukannya.
PENGERTIAN AKHLAK :
Secara bahasa akhlak adalah serapan dari bahasa Arab, merupakan
bentuk jamak dari kata khuluq, yang berarti budi pekerti, perangai,
tingkah laku, tabiat. Kata khuluq seakar kata dengan Khaliq (pencipta),
makhluq (yang diciptakan), dan khalq (penciptaan).
Kesamaan akar kata diatas mengisaratkan bahwa dalam Akhlaq tercakup
pengertian terciptanya keterpaduan antara kehendak Khaliq (Allah), dengan
perilaku Makhluq (manusia) atau dengan kata lain, perilaku seseorang
terhadap orang lain dan Lingkungan barunya. Hal itu mengandung nilai
Akhlaq yang Hakiki Manakala tindakan dan perilku tersebut didasarkan pada
kehendak Kholiq (Allah) . Dari pengertian etimologi diatas dapat disimpulkan,
Akhlaq bukan saja aturan atau norma perilaku yang mengatur hubungan
antara sesama manusia, tetapi juga norma yang mengatur hubungan antara
manusia dengan tuhan dan bahkan dengan alam semesta.
Sedangkan secara istilah, Banyak ulama mendefinisikan pengertaian
Akhlaq diantranya sebagai berikut :

1. Yunahar Ilyas,kesamaan akar kata ini mengisyaratkan terciptanya


keterpaduan antara kehendak Khaliq (Tuhan) dengan perilaku makhluq
2.

(manusia)
Ibnu Maskawaih memberikan definisi, Akhlak adalah sifat yang
tertanam dalam jiwa yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan
tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan Perilaku seseorang
baru mengandung nilai akhlak yang hakiki apabila perilaku tersebut

didasarkan kepada kehendak


3. Imam Al-Ghazali mendefinisikan, akhlak adalah sifat yang tertanam
dalam jiwa seseoang yang menimbulkan macam-macam perbuatan
dengan gambling dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan
pertimbangan
Berdasar definisi-definisi akhlak tersebut setidaknya terdapat lima ciri-ciri
perbuatan akhlak, yaitu:
a) Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang telah tertanam kuat dalam jiwa
seseorang, sehingga telah menjadi kepribadiaannya
b) Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah dan
tanpa pemikiran atau ditliti terlebih dahulu sehingga benar-benar
merupakan suatu kebiasaan. Ini tidak berarti bahwa saat melakukan
sesuatu perbuatan, yang bersangkutan dalam keadaan tidak sadar, hilang
ingatan, tidur atau gila
c) Bahwa perbuatan akhlak adalah perbuatan yang timbul dari dalam diri
orang yang mengerjakannya, tanpa ada paksaan atau tekanan dari luar.
Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan atas dasar kemauan,
pilihan dan keputusan yang bersangkutan.
d) Bahwa perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan
sesungguhnya, bukan main-main atau karena bersandiwara
e) Sejalan dengan ciri yang keempat perbuatan akhlak (khususnya akhlak
yang baik) adalah perbuatan yang dilakukan karena ikhlas semata-mata
karena Allah, bukan karena ingin dipuji orang atau karena ingin
mendapatkan suatu pujian

Selanjutnya, Kesan yang timbul diperoleh dari uraian diatas adalah bahwa
istilah akhlaq itu bersifat netral, belum menunjukkan baik dan buruk, namun
demikian, apabila istilah akhlaq ini disebut sendirian tidak dirangkai dengan
sifat tertentu , maka yang dimaksud adalah akhlaq yang mulia. Misalnya bila
seseorang berperilaku tidak sopan,

kita mengatakan kepadanya : kamu

tidak berakhlaq maksudnya adalah kamu tidak berakhlaq mulia dalam


hal sopan santun.
PENGERTIAN MORAL
Secara kata moral berasal dari bahasa latin mores, yang berarti tata
cara dalam kehidupan atau adat istiadat. Moral dipahami juga sebagai
hal-hal yang berhubungan dengan nilai-nilai susila
Moral adalah hal-hal yang berhubungan dengan larangan dan tindakan
yang membicarakan salah atau benar. Menurut Franz Magnis-Suseno.
moral selalu mengacu kepada baik buruknya manusia sebagai manusia,
sehingga bidang moral adalah bidang kehidupan manusia dilihat dari segi
kebaikannya sebagai manusia
Adapun moralitas adalah sikap moral yang sebenarnya, yaitu sebagai
sikap hati orang yang terungkap dalam tindakan lahiriah. Dan Moralitas
terjadi apabila sikap dan perbuatan baik mucul didasarkan pada kesadaran,
tanggung

jawab

dan

tanpa

pamrih.

Karena

kesadaran

moral

erat

berhubungan dengan hati nurani (qalb). Kemudian kesadaran moral ini


mencakup tiga hal:
a)

Perasaan wajib atau keharusan untuk melakukan tindakan yang


bermoral

b)

Kesadaran moral berwujud rasional dan objektif, yaitu suatu perbuatan


yang secara umum dapat diterima oleh masyarakat, sebagai hal yang
objektif dan dapat diberlakukan secara universal

c)

Kesadaran moral dapat pula muncul dalam bentuk kebebasan, di mana


moral lebih mengacu kepada suatu nilai atau system hidup yang

dilaksanakan atau diberlakukan oleh masyarakat. Nilai atau sistem hidup


tersebut diyakini oleh masyarakat sebagai yang akan memberikan
harapan munculnya kebahagiaan dan ketentraman.
Jika ketiga ciri kesadaran moral tersebut telah mendarah daging dalam
diri seseorang, maka akan membentuk kesadaran moralnya sendiri. Orang
yang demikian akan dengan mudah dapat melakukan suatu perbuatan tanpa
harus ada dorongan atau paksaan dari luar, tanpa ada pamrih
PENGERTIAN ETIKA :
Etika berasal dari bahasa Yunani, Ethos yang berarti watak kesusilaan
atau adat. Dalam kamus umum bahasa Indonesia, etika diartikan ilmu
pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral)
Adapun menurut Ahmad Amin etika adalah ilmu yang menjelaskan arti
baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia,
menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia di dalam perbuatan
mereka dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang seharusnya
diperbuat
Dalam Encyclopedia Britanica, Etika dinyatakan sebagai filsafat
moral, yaitu studi yang sitematik mengenai sifat dasar dari konsep-konsep
nilai baik, buruk, harus, benar, salah, dan sebagainya
Dari definisi etika di atas, dapat diketahui bahwa etika berhubungan
dengan empat hal sebagai berikut:
a)

Dilihat dari segi objek pembahasannya, etika berupaya membahas


perbuatan yang dilakukan oleh manusia

b)

Dilihat dari segi sumbernya, etika bersumber pada akal pikiran atau
filsafat. Sebagai hasil pemikiran, maka etika tidak bersifat mutlak,
absolute dan tidak pula universal.

Tetapi, terbatas, dapat berubah,

memiliki kekurangan, kelebihan dan sebagainya


c)

Dilihat dari segi fungsinya, etika berfungsi sebagai penilai, penentu


dan penetap terhadap sesuatu perbuatan yang dilakukan oleh manusia,

yaitu apakah perbuatan tersebut akan dinilai baik, buruk, mulia,


terhormat, hina dan sebagainya
d)

Dilihat dari segi sifatnya, etika bersifat relative yakni dapat berubahubah sesuai dengan tuntutan zaman
Berdasar ciri-ciri diatas maka etika lebih merupakan ilmu pengetahuan

yang berhubungan dengan upaya menentukan perbuatan yang dilakukan


manusia untuk dikatakan baik atau buruk. Berbagai pemikiran yang
dikemukakan para filosof barat mengenai perbuatan baik atau buruk dapat
dikelompokkan kepada pemikiran etika, karena berasal dari hasil berfikir.
Dan etika sifatnya humanistis dan antroposentris yakni bersifat pada
pemikiran manusia dan diarahkan pada manusia.

Dengan kata lain etika

adalah aturan atau pola tingkah laku yang dihasilkan oleh akal manusia.
Berdasar pemahaman sebelumnya, maka ada beberapa perbedaan antara
moral dan etika, yaitu:
a)

Dalam etika, untuk menentukan nilai perbuatan manusia baik atau


buruk menggunakan tolak ukur akal pikiran atau rasio, sedangkan dalam
moral tolak ukurnya adalah norma-norma yang tumbuh dan berkembang
dan berlangsung di masyarakat

b)

Etika lebih bersifat pemikiran filosofis dan berada dalam konsepkonsep, sedangkan moral berada dalam dataran

realitas dan muncul

dalam tingkah laku yang berkembang di masyarakat


Dilihat dari fungsi dan peranannya, dapat dikatakan bahwa akhlak, moral,
dan etika, adalah sama, yaitu menentukan hukum atau nilai dari suatu
perbuatan yang dilakukan manusia untuk ditentukan baik-buruknya. Ketiga
istilah tersebut sama-sama menghendaki terciptanya keadaan masyarakat
yang baik, teratur, aman, damai, dan tentram sehingga sejahtera batiniyah
dan lahiriyah
Sehingga dari ketiga konsep diatas terdapat perbedaan antara Akhlak,
Moral dan Etika :

a) Dilihat dari fungsi dan peranannya, dapat dikatakan bahwa akhlak, moral,
dan etika, adalah sama, yaitu menentukan hukum atau nilai dari suatu
perbuatan yang dilakukan manusia untuk ditentukan baik-buruknya
b) Ketiga istilah tersebut sama-sama menghendaki terciptanya keadaan
masyarakat yang baik, teratur, aman, damai, dan tentram sehingga
sejahtera batiniyah dan lahiriyah
c) Perbedaaan antara akhlak, moral, dan etika adalah terletak pada sumber
yang dijadikan patokan untuk menentukan baik dan buruknya. yaitu Jika
dalam etika penilaian baik buruk berdasarkan pendapat akal pikiran, dan
pada moral berdasarkan kebiasaan yang berlaku umum di masyarakat,
maka pada akhlak ukuran yang digunakan untuk menentukan baik buruk
itu adalah al-Qur'an dan al-Hadis
d) Perbedaan lain antara etika, moral dan akhlak terlihat pula pada sifat dan
kawasan pembahasannya
e) Jika etika lebih banyak bersifat teoritis, maka pada moral dan akhlak lebih
banyak bersifat praktis
f) Etika memandang tingkah laku manusia secara umum, sedangkan moral
dan akhlak bersifat lokal dan individual
g) Etika menjelaskan ukuran baik-buruk, sedangkan moral dan akhlak
menyatakan ukuran tersebut dalam bentuk perbuatan.