You are on page 1of 15

HIGH CARE UNIT

High Care Unit (HCU) adalah unit pelayanan Rumah Sakit bagi
pasien dengan kondisi stabil dan fungsi respirasi, hemodinamik, dan
kesadaran, namun masih memerlukan pengobatan, perawatan dan
pemantauan secara ketat. Tujuannya adalah agar bias diketahui secara dini
perubahan yang membahayakan, sehingga bias dengan segera dipindahkan ke
ICU untuk dikelola lebih baik.
Pasien yang dimaksud pada poin (a) tersebut adalah pasien yang
memerlukan tingkat pelayanan yang berbeda di antara ICU dan Ruang Rawat
inap biasa ( artinya tidak perlu perawatan ICU namun belum dapat dirawat di
ruang perawatan biasa karena masih memerlukan pemantauan ketat ).
Waktu penyelenggaraan pelayanan HCU berlangsung 24 jam sehari selama 7
hari perminggu

Ada 3 ( tiga ) jenis type HCU, yaitu :


Separated/ conventional/ freestanding HCU adalah HCU yang berdiri
sendiri ( independent), terpisah dari ICU
Integrated HCU adalah HCU yang menjadi satu dengan ICU
Pararel HCU adalah HCU yang terletak berdekatan ( bersebelahan) dengan
ICU.
STANDAR KETENAGAAN

A. Kualifikasi SDM
Tenaga yang terlibat dalam pelayanan HCU terdiri dari tenaga dokter
spesialis, dokter dan perawat. Tenaga tersebut melaksanakan pelayanan HCU sesuai
dengan kompetensi dan kewenangan
Adapun susunan tim pelayanan HCU adalah sebagai berikut :
1. Koordinator: Dokter spesiaris yang terah mengikuti peratihan dasar dasar
ICU, yang meliputi:
a) Pelatihan pemantauan
b) Apelatihan penatalaksanaan jalan nafas dan terafhy oksigen
c) Pelatihan teraphy cairan, elektrolit, dan asam basa
d) Pelatihan pencegahan dan pengendalian infeksi
e) Pelatihan management hcu
2. Anggota :
a. Dokter spesialis/ dokter yang telah mengikuti pelatihan Basic dan
Advence Life Support
b. Perawat yang telah mengikuti pelatihan Basic Life Support dan dapat
melakukan pemantauan menggunakan peralatan monitor. Jumlah dokter
spesialis , dokter dan perawat disesuaikan dengan jam kerja
pelayananan HCU 24 jam, beban kerja dan kompleksitas kasus pasien
yang membutuhkan pelayanan HCU. Rasio jumlah perawat berbanding
pasien di hcu sebaiknya adalah1 ( satu ) perawat untuk 2 (dua ) pasien.
3. Distribusi ketenagaan
Pola ketenagaan di ruang HCU :
a. Untuk Dinas Pagi
Petugas berjumlah 2 ( dua )orang dengan kategori :
1 ( satu ) orang Ka ru
1 ( satu ) orang pelaksana
b. Untuk Dinas Sore
1 ( satu ) orang pelaksana
c. Untuk Dinas Malam
1 ( satu ) orang pelaksana
4. Pengaturan Jaga
a. Pengaturan jadwal dinas perawat HCU dibuat dan dipertanggung jawabkan
oleh Kepala Ruangan (Ka Ru ) dan di setujui oleh Kasi Keperawatan
b. Jadwal dianas di buat untuk jangka waktu 1 ( satu ) bulan dan direalisasikan
ke perawat pelaksana HCU dan Rawat Inap
c. Untuk tenaga perawat yang memiliki keperluan penting pada hari tertentu,
maka perawat tersebut dapat mengajukan permintaan dinas pada buku
permintaan. Permintaan akan disesuaikan dengan kebutuhan tenaga yang
ada ( apabila tenaga tercukupi dan berimbang serta tidak mengganggu
pelayanan, maka permintaan disetujui
d. Jika tidak ada perawat HCU yang berdinas, maka untuk yang berjaga di
HCU adalah perawat senior di rawat inap, dikarenakan Marger (bersama
sama dalam memberikan pelayanan)ketenagaan di HCU yang masih kurang.
e. Setiap tugas jaga / shift harus ada perawat senior dengan syarat pendidikan
D3 keperawatan memiliki sertifikat pelatihan kegawatan ( BTCLS ) dan
minimal 2 tahun pengalaman.
f. Jadwal dinas dibagi atas dinas pagi, dinas sore, dinas malam, lepas malam
libur dan cuti.
g. Apabila ada tenaga perawat jaga karena sesuatu hal sehingga tidak dapat
jaga sesuai dengan jadwal yang telah di tetapkan (terencana), maka perawat
yang bersangkutan harus memberitahu Ka Ru HCU : 2 jam sebelum dinas
pagi, 4 jam sebelum dinas sore dan malam. Sebelum memberitahu Ka Ru
HCU, diharapkan perawat yang bersangkutan sudah mencari pengganti.
Apabila perawat yang bersangkutan tidak mendapatkan perawat pengganti,
maka Ka Ru HCU dan Ka Ru Ranap akan mencari tenaga perawat pengganti
yaitu perawat yang pada hari itu libur.
h. Apabila ada tenaga perawat yang tiba tiba tidak dapat jaga sesuai dengan
jadwal yang telah ditetapkan ( tidak terencana ), maka KaRu HCU dan Ka
Ru Ranap akan mencari perawat pengganti yang pada hari itu libur, apabila
perawat pengganti tidak di dapatkan, maka perawat yang berdinas pada shift
sebelumnya wajib untuk menggantikan.
B. Pelayanan HCU
Ruang lingkup pemantauan yang harus dilakuakan antara lain :
1. Tingkat kesadaran
2. Fungsi pernafasan dan sirkulasi dengan interval waktu minimal 4 (empat ) jam
atau disesuaikan dengan keadaan fisik
3. Oksigenasi dengan meggunakan oksimeter secara terus menerus
4. Keseimbangan cairan dengan interval waktu minimal 8 ( delapan ) jam atau
disuaikan dengan keadaan pasien

Tindakan medik dan asuhan keperawatanyang dilakukan adalah :


1. Bantuan hidup dasar / Basic Life Support ( BHD/ BLS ) dan bantuan hidup lanjut
Advence Life Support ( BHD / ALS )
a. Jalan Nafas ( Airway ): membebaskan jalan nafas, bila perlu menggunakan
alat bantu jalan nafas, seperti pipa oropharingeal atau pipa nasopharyngeal.
Dokter HCU juga harus mampu melakukan intubasi endotrakeal bila
diindikasikan dean segera memindahkan/ merujuk pasien
b. Pernafasan/ ventilasi
c. Sirkulasi : resusitasi cairan, tindakan defibrilasi, tindakan kompresi jantung
luar
2. Teraphy oksigen
3. Penggunaan obat obatan untuk pemeliharaan/ stabilisasi ( obat inotropik,obat
anti nyeri, obat aritmia jantung, obat obatab yang bersifat vasoaktif, dan lain
lain.
4. Nutrisi enteral dan nutrisi oarenteral campuran
5. Fisioteraphy sesuai dengan keadaan pasien
6. Evaluasi seluruh tindakan dan pengobatan yang telah di berikan Pelatihan untuk
meningkatkan mutu pelayanan, keterampilan dan pengetahuan perawat yang bekerja
di ruang HCU maka diperlukan pelatihan peltihan yang mendukung
profesionalisme agar senantiasa dapat memberikan pelayanan yang bermutu seiring
dengan perkembangan ilmu keperawatan dan kedokteran.
Pelatihan yang diperlukan yaitu :
a. Pengenalan tanda kegawat daruratan yang mengancam nyawa :
Penatalaksanaan pasien syok
Penatalaksanaan pasien gawat
Pemantauan hemodinamik
b. Program pengendalian infeksi
Monitoring SOP mencuci tangan
Monitoring SOP tindakan invasive
c. Program kesehatan dan keselamatan kerja
Penggunaan alat pelindung diri ( APD )
d. Penggunaan peralatan secara benar, efektif dan aman :
Monitoring SOP penggunaan alat medic : monitor bed side, Ekg, Syring
pump dan Infus pump
e. Pelayanan prima :
Komunikasi.
STANDAR FASILITAS

A. Denah Ruangan
B. Standart Fasilitas dan sarana

JENIS JUMLAH KETERANGAN


Disain
Pencahayaan lampu TL 20 watt 7 buah
Unit Terbuka 12 16 M
Jarak antara tempat tidur 2 meter
Oksigen tabung besar 1/ tempat tidur
Suction 1/ tempat tidur
Stop kontak 2/ tempat tidur
westafel 1 buah
Hand soft 1 buah
Area Kerja
Lingkungan Air Conditioner
suhu 23 25
Tempat penyimpanan peralatan dan barang Ada
bersih
Nurse station Ada
Ruang untuk tempat buang kotoran Ada
Ruang tunggu keluarga pasien Ada
Peralatan
Resusitator manual 1 buah
Intubasi set 1 buah
Minor set 1 buah
Monitor bed side 2 buah
Syiring pump 1 buah
Infus pump 2 buah
Tempat tidur multi fungsi 3 buah
Trolley emergency 1 buah
CPV set 1 buah

C. Pemeliharaan, perbaikan dan kalibrasi alat


Setiap peralatan yang ada baik medis maupun non medis harus dilakukan
pemeliharaan, pebaikan dan kalibrasi alat agar perlatan dapat tetap terpelihara dan
dapat digunakan sesuai dengan fungsinya.
Tujuan
a. Agar peralatan yang ada dapat digunakan sesuai dengan fungsi dan
tujuannya.
b. Agar nilai yang dikeluarkan dari alat medis sesuai dengan nilai yang
diinginkan
c. Agar pelalatan yang ada dapat tetap terpelihara dan siap digunakan.
d. Sebagai bahan informasi untuk perencanaan peremajaan peralatan medis
yang diperlukan.
Prosedur
a. Untuk perbaikan peralatan yang rusak ruang HCU, kepala ruangan harus
membuat permintaan perbaikan di dalalam program rs rawamangun
( PUM) sebanyak 2 rangkap, dan diantar ke bagian sarana dan prasarana (
Sapra )
b. Pihak maintenance melihat alat yang rusak dan diperbaiki
c. Setelah alat selesai diperbaiki oleh teknisi, alat dikembalikan ke Ruang
HCU
d. Bila alat tidak dapat diperbaiki oleh maintenance internal, maka alat
diperbaiki oleh meinteneence luar ( melalui bagian Sapra ).

TATA LAKSANA PELAYANAN

A. Kriteria masuk dan keluar HCU

1. Pasien yang memerlukan pelayanan HCU sesuai indikasi adalah :


Pasien dari IGD
Pasien dari Kamar Operasi atau kamar tindakan lain, seperti kamar bersalin,
ruang endoskopi.
Pasien dari bangsal ( Ruang Rawat Inap )
2. Indikasi Masuk
Pasien gagal yang berpotensi mempunyai resiko tinggi untuk terjadi
komplikasi dan tidak merlukan monitor dan alat bantu invasive.
Pasien yang memerlukan perawatan dan pengawasan perioperatif.

Dengan prosedur Masuk HCU
Dokter penanggung jawab pasien (DPJP) menginformasikan kepada
penanggung jawab pasien terkait kondidi pasien untuk masuk HCU
Dokter atau perawat mengonsulkan keadaan umum pasien ke dokter
penanggung jawab HCU (dr. anastesi )
Penangung jawab pasien di anjurkan untuk kebagian admission
Perawat ruang HCU diinformasikan oleh bagian admission terkait dengan
masuk pasien ke HCU
Memberikan pelayanan
3. Indikasi keluar
Pasien yang tidak lagi membutuhkan pemantauan yang ketat
Pasien yang cenderung memburuk dan/atau memerlukan pemantauan dan
alat bantu invasife sehingga perlu pindah ke ICU

Dengan prosedur Keluar HCU


Dokter penanggung jawab pasien (DPJP) menginformasikan kepada
penanggung jawab pasien terkait kondisi pasien membaik dan layak pindah
ruangan.
Dokter atau perawat mengonsulkan keadaan umum pasien ke dokter
penanggung jawab HCU (dr. anastesi ) bahwa indikasi pindah ruang
Penangung jawab pasien di anjurkan untuk kebagian admission
Perawat ruang HCU diinformasikan oleh bagian admission terkait dengan
pindah kamar di rawat inap
Memindahkan pasien dan Memberikan pelayanan di rawat inap.

4. Yang tidak perlu masuk HCU


Pasein dengan fase terminal suatu penyakit ( seperti : kanker stadium
akhir )
Pasien atau keluarga yang menolak untuk di rawat di HCU (atas dasar
informed consent ).
B. Persiapan penerimaan pasien
a. Ruang Hcu mendapat informasi dari bagian admission terkait dengan pasien yang
akan dirawat di ruang HCU
b. Perawat IGD menghubungi perawat HCU terkait dengan kondisi pasien yang akan
dirawat di ruang HCU
c. Perawat HCU menyiapkan fasilitas yang diperlukan
d. Setelah pasien tiba ruang HCU perawat melaporkan ke Ka In HCU yaitu dr Anastesi
C. Monitoring Pasien
a. Setiap pasen yang di rawat di HCU dilakukan monitoring Hemodinamik selama 24
jam
b. Bila ada gambaran monitoring yang menggambarkan kelainan, perawat HCU
menginformasikan ke dokter jaga ruangan
c. Dokter ruangan akan melakukan konfirmasi ke dokter DPJP, dan edukasi kepada
pennggung jawab pasien.
D. Penggunaan alat medis
a. Syiring Pump
Penanggung jawab pasien diinformasikan tentang indikasi penggunaan
Syring pump
Melakukan edukasi terhadap pasien akan kegunan alat
Perawat HCU menindaklanjuti penggunaan Syiring Pump

b. Infusion pump
Penanggung jawab pasien diinformasikan tentang indikasi penggunaan
Infus pump
Melakukan edukasi terhadap pasien akan kegunan alat
Perawat HCU menindaklanjuti penggunaan Infus pump

c. Suction
Penanggung jawab pasien diinformasikan tentang indikasi penggunaan Suction
Melakukan edukasi terhadap pasien akan kegunan alat
Perawat HCU menindaklanjuti penggunaan Infus pump

d. Bed side monitor


Penanggung jawab pasien diinformasikan tentang indikasi penggunaan Bed Side
Monitor
Melakukan edukasi terhadap pasien akan kegunan alat, dan menginformasikan
bahwa bunyi alat tidak dapat di matikan.
Perawat HCU menindaklanjuti penggunaan Bed Side Monitor
e. Konsultasi
DPJP menginformasikan kepad penanggung jawab pasien terkait dengan
konsultasi ke dokter spesialis
DPJP menuliskan pada rekam medis pasien pada lembar konsultasi
Penangung jawab pasien menandatangani inform consent
Perawat ruang intensif menghubungi dokter spesialis yang dikonsultan
Penanggung jawab pasien diinformasikan tentang hasil konsultasi oleh dokter
konsultan
f. Indikasi dan prosedur laboratorium dan radiologi
DPJP menginformasikan indikasi pemeriksaan laboratorium dan radiologi
kepada penanggung jawab pasien
Penagnggung jawab pasien menandatangani formulir inform consent
pemeriksaan radiologi dan laboratorium
Perawat ruang HCU menginformasikan tentang pemeriksaan
laboratorium dan radiologi kepada bagian terkait
Perawat HCU melengkapi form pemeriksaan dan menyerahkan kepada
petugas radiologi dan laboratorium
Pasien di tindak lanjuti sesuai dengan jenis tindakan
g. Rekam Medis
Rekam medis pasien meninggal / pulang / pindah ke rumah sakit lain di
lengkapi ileh DPJP
Setelah dilengkapi di kirim ke bagian rekam medis disertai buku ekpedisi
maximal 2 x 24 jam
h. Pencatatan dan pelaporan kegiatan pelayanan
Kegiatan pelayanan yang diberikan pada pasien ditulis pad flow sheet
yang sudah tersedia
Informasi pasien tertulis di dalam flow sheet
Setiap shift jaga melakukan pelaporan dan serah terima pasien
i. Evaluasi hasil perawatan
Kegiatan pelayanan pada bulan terkait dirangkum didokumentasikan pada
laporan bulanan ruang HCU
Laporan yang sudah dibuat di serahkan pada Dir Yanmed
Hasil laporan di evaluasi setiap 6 bualan.
LOGISTIK

A. Prosedur penyediaan alat kesehatan dan obat


Pengertian
Prosedur penyediaan alat kesehatan dan obat adalah suatu prosedur
penyediaan alat kesehatan dan obat obatan yang digunakan oleh pasien di ruang
HCU, dan sebagai penggantinya di bebankan kepada pasien melalui resep dan dibuat
oleh dokter . Untuk alat habis pakai perawat menulisnya di lembar alkes dan di
tandatangani oleh perawat.

Tujuan
Agar alat alat dan obat obatan emergency stok yang ada di ruang HCU
Tetap terjaga dalam segi kualitas dan kuantitas
Memudahkan di dalam penggunaan dan pengawasannya

Prosedur permintaan alat kesehatan dan obat obatan

Jenis obat stok, yang akan dipakai dan alat kesehatan yang akan diminta di
tulis pada resep oleh dokter ruangan, dan jika selain obat di tulis oleh perawat
pada form alkes
Resep dan form alkes yang sudah di isi dengan lengkap diserahkan ke bagian
farmasi
Bila alat kesehatan ( alkes ) dan obat obatan yang diminta sudah tersedia
akan diserah terimakan ke ruang HCU, lembar putih untuk farmasi dan yang
merah di status pasien.
Prosedur pengganti alat kesehatan dan obat yang telah di gunakan
Alat kesehatan yang sudah digunakan oleh pasien ditulis pada resep rangkap 2 putih
dan biru
Obat obatan yang sudah digunakan ditulis pada resep dan di buat resep oleh dokter,
jika alkes di tulis oleh perawat pada form alkes
Resep yang telah diisi dengan lengkap oleh perawat, diserahkan ke bagian farmasi
dengan menggunakan buku expedisi
Bila alat kesehatan dan obat yang sudah di siapkan oleh bagian farmasi, di serahkan
ke perawat HCU.

Prosedur penyediaan floor stok


Pengertian
Floor stok adalah alat kesehatan / bahan penunjang keperawatan medis / non medis habis
pakai yang digunakan untuk melakukan pelayanan keperawatan di ruang HCU dan tidak
dibebankan kepada pasien
Prosedur
Jenis floor stok yang akan di minta dituliskan pada buku permintaan /pemakaian
barang ( rangkap 2 ) berwarna putih dan merah
Buku yang sudah diisi dengan lengkap diserahkan ke bagian farmasi
Bila floor stok yang diminta sudah tersedia akan diserah terimakan keruang HCU,
lembar berwarna putih untuk farmasi dan merah untuk keperawatan

B. Perencanaan peralatan / peremajaan


Pengertian
Perencanaan peralatan / peremajaan adalah suatu proses perencanaan /
pengadaan peralatan keperawatan baik medis atau non medis yang belum /
sudah dimiliki oleh unit kerja.
Tujuan
Memenuhi kebutuhan peralatan keperawatan medis atau non medis di
unit kerja
Agar peralatan yang ada dapat digunkan sesuai dengan fungsinya
Memenuhi standart pelayanan agar tetap dapat terjaga
Prosedur
Kepala ruangan HCU membuat usulan untuk perencanaan pelalatan
yang baru / peremajaan yang di tujukan kepada Dir Yanmed
Peralatan yang direncanakan untuk diminta harus disertai dengan
spesipikasi yang lengka.